Pesawaran (HO) – Guna mendukung pemerintah sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19, Desa Durian Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran bersama Dinas Kesehatan melalui UPT Puskesmas setempat kembali mengadakan vaksinasi kepada masyarakat dengan merk Astrazeneca dosis satu, di kediaman kepala desa setempat, Senin (6/12/2021).
Kepala Desa Durian, Fauzi mengatakan pihaknya terus melakukan vaksinasi di desa guna mendukung pemerintah daerah dalam percepatan penanganan Covid-19.
“Hari ini kita ada kegiatan vaksin merek Astrazeneca Alhamdulillah kegiatan vaksin ini berjalan lancar masyarakat yang datang pun sekitar kurang lebih enam puluh warga masyarakat hari ini sudah di vaksin,” jelasnya.
“Karena sebelum nya masyarakat Desa Durian sudah di vaksin sejak awal kegiatan vaksin, dan alhamdulillah delapan puluh persen warga masyarakat Desa Durian sudah di vaksin semua,” timpalnya.
Kades Fauzi mengatakan dirinya mewakili masyarakat menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Pesawaran, Dinas Kesehatan dan UPT Puskesmas Padang Cermin yang sudah menggelar vaksin di desanya.
“Semoga dengan adanya kembali bantuan vaksin ini warga masyarakat Desa Durian terhindar dari penularan virus covid 19 kemudian bisa beraktivitas berpergian atau bekerja di luar kota karena sudah di vaksin,” katanya.
Pantauan media Handalonline.com, kegiatan vaksinasi tersebut masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan, menggunakan masker dan menjaga jarak, hadir juga perangkat desa dan tenaga kesehatan puskesmas setempat. (Indra Jaya)
Pesawaran (HO) – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, melantik ratusan Pejabat administrator dan pejabat pengawas di lingkungan pemerintah kabupaten setempat, yang digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Pesawaran.
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona berpesan kepada 299 pejabat baik eselon III dan IV yang baru dilantik, agar dapat dengan cepat beradaptasi diposisi yang baru, guna mempercepat akselerasi roda pembangunan di Pesawaran.
“Kepada eselon III dan IV yang pada hari ini dilantik, saya tidak mau dengar bahasa-bahasa kiasan yang menggambarkan jabatannya sekarang, semua jabatan tujuannya sama yaitu memajukan dan mempercepat pembangunan di Pesawaran,” ujarnya. Senin (6/12/2021).
Dirinya mengatakan, dia meminta agar para pejabat yang dilantik benar-benar berkerja, karena tupoksi dalam berkerja ini bukan semata mendapatkan uang, tetapi jabatan adalah amanah yang harus diwujudkan dengan program nyata yang berdampak langsung kepada masyarakat.
“Sekali lagi, selamat berkerja, mulailah untuk berlomba-lomba menunjukkan yang terbaik dalam melayani masyarakat, dan raihlah prestasi sebanyak-banyaknya di tempat yang baru,” ujar dia.
Dirinya juga mengatakan, dalam situasi pandemi saat ini ada beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama-sama, mulai dari percepatan vaksinasi sampai dengan percepatan pemulihan ekonomi di Pesawaran.
“Kepada para pejabat yang dilantik agar dapat terus berinovasi, dan memunculkan ide-ide baru yang positif demi masyarakat Bumi Andan Jejama,” kata dia.
“Saya ucapkan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik, segera lakukan pekerjaan dibidangnya masing-masing, berikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,” katanya.
Diketahui, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona melantik 85 pejabat eselon III mulai dari Sekretaris Dinas sampai pada Camat, kemudian 214 eselon IV dari 45 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada. (Red)
Pesawaran (HO) – Selain fokus dalam mencegah dan memutus penyebaran Covid-19, Desa Durian Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran juga melakukan Fogging untuk mencegah serangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sering terjadi di Desa Durian, Sabtu (4/12/2021).
Kepala Desa Durian Fauzi mengatakan guna mencegah terjadinya penyakit DBD di desanya, pihak nya melakukan fogging dirumah-rumah penduduk.
“Pencegahan penyakit berbahaya itu perlu dilaksanakan, apalagi sekarang ini sedang ada peningkatan serangan DBD dan juga kita sedang memasuki musim penghujan di lingkungan rumah warga, bahkan kasus DBD sudah terjadi di Desa kami,” kata dia.
Menurutnya, dalam melakukan pengasapan menggunakan mesin fogging itu, pihaknya memang telah memiliki mesin fogging, begitu juga dengan obat yang biasa digunakan untuk melakukan pengasapan.
“Alhamdulillah dalam kegiatan fogging ini kami dibantu obat oleh Dinas Kesehatan Kecamatan Padang Cermin dan untuk mesin fogging itu kami menganggarkan dan membeli dari Dana Desa dan itu punya desa katanya,” ujarnya.
Kemudian untuk penyemprotan itu langsung di tangani oleh Apartur desa yang sudah terlatih karena dalam hal ini pihaknya tidak melibatkan masyarakat melainkan Seluruh aparatur Desa Durian.
“Desa Durian itu ada tiga dusun yang berada di tepi pantai kemudian ada tambak yang terbengkalai serta gedung sarang walet yang mungkin nyamuk tersebut berasal dari tambak,tambak dan gedung tersebut,” sebutnya.
Selain itu katanya, kemungkinan dampak tersebut terjadi karena desa yang terletak di pinggiran pantai jadi warga sering terdampak terkena penyakit malaria dan DBD.
“Dalam setahun kita lakukan sebanyak empat kali penyemprotan fogging, jadi saya menyarankan untuk tiga dusun yang di tepi pantai agar selalu mengutamakan kebersihan karena itu penting untuk mencegah jentik jentik nyamuk,” himbaunya.
“Saya selaku Kepala Desa Durian dan apartur desa selalu memberikan yang terbaik untuk kesehatan warga desa jadi hari ini kita menyemprotkan asap fogging dan mungkin hari sabtu depan kita akan melakukan kegiatan ini kembali,” terangnya.
Dia mengatakan dampak dari penyakit malaria dan DBD itu kasus nya luar biasa dan bahkan sudah merenggut nyawa bayi yang tidak tertolong.
“Di bulan kemarin juga ada salah satu warga saya dan alhamdullilah sempat tertolong, kami selaku pemerintahan desa sudah berupaya keras bahkan Dinas Kesehatan dan khusus nya Dinas Kesehatan Padang Cermin sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah wabah penyakit malaria dan DBD yang terjadi di Desa Durian,” ujarnya.
“Kami akan berjuang semaksimal mungkin dan insya allah dengan kesadaran masyarakat untuk kedepan, saya selaku Kepala Desa akan terus mengajak warga, ayo kita mengutamakan kebersihan lingkungan karena kita ada di pemukiman tepat nya di pesisir Kabupaten Pesawaran,” timpalnya.
Dia menambahkan, pengasapan yang di lakukan hanya membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentik nyamuknya tidak mati, jadi untuk membunuh jentik nyamuk masyarakat harus membersihkan lingkungan sekitar terutama yang tempat menjadi sarang nyamuk.
“Saya berharap masyarakat bisa menjaga kebersihan lingkungan, dan rutin melaksanakan pemberantasan sarang nyamuk setiap hari dengan kesadaran tanpa ada paksaan,” pungkasnya. (Indra Jaya)
Pesawaran (HO) – Bupati Pesawaran meninjau jalan penghubung antara Kabupaten Pesawaran dan Pringsewu di Dusun Rawa Kijing Desa Sindang Garut Kecamatan Way Lima, dalam rangka peningkatan status jalan yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2022.
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan, dua tahun lalu dirinya memiliki visi untuk Dusun Rawa Kijing khususnya dalam bidang infrastruktur, namun akibat pandemi yang melanda berdampak pada anggaran pembangunan di kabupaten.
“Saya berharap masyarakat khususnya yang ada di Dusun Rawa Kijing ini dapat memahami situasi saat ini, bukan karena dusun kantong pembangunan tidak kita berikan, tetapi karena pandemi covid yang mengharuskan anggaran semua dialihkan untuk penanganan covid-19,” ujarnya. Jumat (3/12/2021).
Dirinya juga sangat mengapresiasi masyarakat yang ada di Dusun Rawa Kijing karena ikut berperan aktif dalam pembenahan infrastruktur, meskipun tidak dibantu oleh pemerintah setempat, namun masyarakat rela untuk bergotong-royong dalam pembangunan.
“Saya mendengar kalau Dusun Rawa Kijing ini untuk membenahi infrastruktur banyak yang sumbangan warga, sebenernya saya malu datang kesini karena saya belum bisa memenuhi kebutuhan infrastruktur masyarakat, namun percayalah saya terus berupaya untuk meratakan pembangunan di 11 kecamatan yang ada di Pesawaran,” ujar dia.
“Karena pandemi saat ini sudah mulai menurun, insyaallah tahun depan kita sudah bisa memulai kembali pembangunan, dan peningkatan jalan ini sudah dimasukkan kedalam APBD sebesar 2 miliar, mudah mudahan tahun depan sudah mulai bisa dibangun kembali,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Desa Sindang Garut Kasio, mengucapkan banyak terimakasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran yang telah memasukkan pengerasan jalan Dusun Rawa Kijing kedalam prioritas pembangunan Pesawaran.
“Jadi jalan ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat yang ada disini, masyarakat yang akan menjual hasil panennya ke pasar, kemudian berdagang, dan juga anak anak yang akan sekolah baik ke Kecamatan Way Khilau maupun Pringsewu melalui jalan ini,” katanya. (Red)
Pesawaran (HO) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran berhasil meraih juara pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2021. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran Ketut Partayasa, Rabu (1/12/2021).
“Alhamdulillah, Kabupaten Pesawaran berhasil meraih juara 2 Nasional dalam ajang API Award 2021 mengalahkan 260 Kabupaten/Kota se-Indonesia, yang dilakukan di Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan,” ungkapnya.
Menurutnya, Pemkab Pesawaran berhasil meraih juara Nasional dalam kategori Brand Pariwisata.
“Brand Pariwisata kita yaitu ‘Kemilau Pesawaran’ yang digagas oleh pak Bupati (Pesawaran) berhasil diterima dengan baik oleh masyarakat, sehingga Brand tersebut bisa diterima dengan baik dan menyabet gelar juara,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan gelar juara ini tidak lepas dari tangan dingin Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona dalam mendorong kesejahteraan pada sektor pariwisata.
“Tentunya support dan pembinaan secara terus-menerus terhadap seluruh destinasi wisata di Bumi Andan Jejama oleh pak Bupati bisa memiliki progres yang baik bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat yang memang terlibat langsung dalam sektor pariwisata di Kabupaten Pesawaran,” ucapnya.
“Saya juga berharap apa yang telah kita raih ini bisa berdampak positif bagi dunia pariwisata kita, sehingga bisa menjadi stimulan, apalagi memang saat ini kita masih dalam situasi pandemi Covid-19 yang cukup berdampak pada sektor pariwisata kita,” timpalnya.
Diketahui, piala juara kategori Brand Pariwisata dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2021 diserahkan langsung oleh Deputi Pemasaran Kemenparekraf RI di Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan. (Red)
Pesawaran (HO) – Sebanyak 150 dosis di salurkan dan terealisasi untuk vaksinasi warga dan guru serta siswa-siswi SMPN 10 Pesawaran yang terletak di Desa Paya Dusun Damarejo Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran dengan Merk Sinovac, Senin (29/11/2021).
Kepala Desa Paya, Zainulloh membenarkan sedang ada kegiatan vaksinasi kembali yang di berikan oleh Polres Pesawaran yang disalurkan melalui Polsek Padang Cermin.
“Alhamdullilah, Polri telah membantu memberikan Vaksin untuk SMPN 10 Pesawaran, dengan adanya Vaksinasi tersebut sangat membantu dalam memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19, sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan mudah begitu juga dalam belajar dan mengajar,” jelasnya.
Dirinya sangat bangga atas antusias warga dalam melaksanakan vaksinasi tersebut, dia menyebutkan Hampir 85 persen warga masyarakat Desa Paya sudah vaksin.
“Saya bisa melihat betapa antusiasnya masyarakat untuk memutus mata rantai penularan virus covid 19 khusus nya di Desa Paya dan saya sangat bangga dengan kesadaran masyarakat yang telah mengikuti vaksinasi ini,” katanya.
Dia juga sangat berterima kasih kepada Bupati Kabupaten Pesawaran kemudian Dinas kesehatan maupun TNI Polri dan semua pihak dalam membantu vaksinasi di desanya.
“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada bapak Kapolres Pesawaran dan Kapolsek Padang Cermin yang sudah mendukung vaksinasi ini, semoga dengan ada nya vaksinasi ini dapat memberikan sistem imunitas bagi daya tahan tubuh memutuskan mata rantai Covid-19,” katanya.
Sementara itu Kepala SMPN 10 pesawaran Azhari S.Pd membenarkan sedang ada vaksinasi dosis sinovac yang di berikan oleh Polres Pesawaran yang di salurkan Polsek Padang Cermin.
“Saya selaku Kepala SMPN 10 Pesawaran mengucapkan terimakasih kepada Kepala Desa Paya Bapak Zainulloh serta Kapolsek Padang Cermin dan jajaran nya kemudian Bapak Kapolres Pesawaran dan jajarannya, Alhamdulilah berkat bantuan vaksinasi ini dapat mencegah dan memutuskan mata rantai penularan virus Covid-19, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat dengan mudah karena murid-murid dan guru sudah di vaksin,” pungkasnya.
Dalam pantauan media Handalonline.com, kegiatan tersebut tetap tetap menerapkan protokol kesehatan, dengan memakai masker menjaga jarak serta mencuci tangan terlihat juga hadir dewan guru SMPN 10 Pesawaran kemudian Bhabinkamtibmas Desa Paya Rifky Juanda, kemudian Briptu Baramantio dan UPT Puskesmas Padang Cermin dan aparatur Desa Paya. (Indra jaya)
Pesawaran (HO) – Kepala Desa Durian Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran, Fauzi yang juga Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) kecamatan mengadakan Rapat koordinasi tentang percepatan pencapaian progres vaksinasi kepada masyarakat setempat dan persiapan masyarakat guna menghadapi PPKM level lll dan natal dan tahun baru (Nataru) di balai desa setempat, Senin (29/11/2021).
Kepala Desa Durian Fauzi mengatakan dalam rakor tersebut ada beberapa item yang dibahas, selain percepatan vaksinasi juga membahas untuk Nataru.
“Artinya di sini kita di harus kan untuk mengikuti program pemerintahan yaitu program vaksin saat ini juga baik di kalangan pemerintah atas maupun pemerintah yang ada di bawah untuk menyelesaikan Program pemerintah.
Kades menyebutkan untuk di desanya, dirinya selalu koordinasi dengan perangkat desa, dimulai kadus, RT untuk mengimput data-data dari semua warga masing masing agar di kongkritkan dan di selesaikan dalam jangka waktu yang cepat.
“Untuk Desa Durian kita harus betul betul karena di sini terkadang desa kita kan desa nelayan jadi malam mereka nelayan dan siang nya mereka istirahat dan tidur, terkadang mereka yang tidak bisa mengikuti vaksin, tapi kita tekan pada saat ini harus mereka mengikuti vaksin bagi yang belum vaksin
Karena kita mengejar target walaupun tidak 100 persen minimal 90 persen yang tidak ada terkendala penyakit itu memang harus di vaksin,” katanya.
Dalam pantauan media Handalonline.com kegiatan ini juga menerapkan prokes kesehatan dan juga di hadiri Ketua BPD kemudian seluruh aparatur Desa Durian. (Indra Jaya)
Pesawaran (HO) – Viralnya berita terkait indikasi korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diduga dilakukan oleh Aspita Kepala SDN 1 Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran memasuki babak baru, pasalnya bila nanti terbukti, Aspita bakal dicopot dan terancam hukuman penjara.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran Anca Marta Utama melalui Sekretaris, Yahtar Malyan mengatakan sehari sesudah adanya pemberitaan dugaan korupsi yang dilakukan Aspita selaku Kepala SDN Teluk Pandan, pihaknya langsung melakukan pemanggilan.
“Ya jika nanti terbukti Aspita melakukan Korupsi, dari Disdikbud Kabupaten Pesawaran akan memberhentikan Aspita selaku Kepala SDN 1 Teluk Pandan,” tegasnya, ketika dikonfirmasi, Senin (29/11/2021).
Diberitakan sebelumnya, Kepala SDN 1 Teluk Pandan Diduga Korupsi Dana BOS Ratusan Juta RupiahAspita Kepala SDN 1 Teluk Pandan
Kepala SDN 1 Teluk Pandan Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Aspita, S.Pd, diduga di dalam penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2020 sebesar Rp 389.700.000, diduga banyak terjadi penyimpangan dan manipulasi dalam laporan Pertanggung Jawaban (LPj) hingga ratusan juta rupiah.
Diketahui dalam penggunaan Dana BOS tahun 2020 untuk Triwulan 1 sebesar Rp. 115.290.000, dengan rincian untuk pengembangan perpustakaan, Rp. 2.890.000, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp. 8.331.000, kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran, Rp. 9.012.000, administrasi kegiatan sekolah Rp. 16.735.000, pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp. 2.250.000, langganan daya dan jasa Rp. 24.586.000, pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp. 15.056.000, pembayaran honor Rp. 27.450.000.
Namun di dalam realisasi penggunaan Dana BOS di Triwulan pertama banyak dipertanyakan oleh dewan guru.
“Kemana Dana itu mas, kami yang di sekolah, jadi kami tahu apa-apa yang digunakan atau yang di realisasikan,kayaknya itu-itu aja,” ucap salah satu guru setempat yang namanya dirahasiakan.
Kemudian Dana BOS di Triwulan ke-II, sebesar Rp 153.720.000, yang seharusnya digunakan untuk penerimaan Peserta Didik baru Rp. 2.380.000, pengembangan perpustakaan Rp. 54.339.000, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp. 1.820.000, administrasi kegiatan sekolah Rp. 5.961.700, langganan daya dan jasa Rp. 14.839.300, pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah, Rp. 24.380.000, penyediaan alat multi media pembelajaran Rp. 4.250.000, pembayaran honor Rp. 45.750.000.
Begitu juga untuk Dana BOS Triwulan ke III, sebesar Rp 120.690.000, yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp. 8.246.000, kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran Rp. 15.904.000, administrasi kegiatan sekolah Rp. 5.040.000, pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp. 5.500.000, langganan daya dan jasa Rp. 34.683.000, pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp. 14.717.000, pembayaran honor Rp. 36.600.000.
Begitu juga beberapa guru lain mengatakan, pihak nya mempertanyakan beberapa item dalam penggunaan Dana BOS di tahun 2020, seperti kegiatan pembelajaran, kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran, administrasi kegiatan sekolah, pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan, langganan daya dan jasa, pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah dan, pembayaran guru honor.
“Setahu saya dari triwulan pertama dan triwulan Ketiga dana itu cukup besar, ya mas,, kalau bicara kegiatan dan kegunaan nya, ngga ada sebesar itu, karena saya tahu sekolah ini,” tanya mereka.
Sementara itu Kepala SDN 1 Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Aspita, S.Pd, ketika dikonfirmasi terkait pengggunaan Dana BOS tahun 2020, terkesan menghindar dari pertanyaan media ini, kepala sekolah mengatakan bukan kapasitas media untuk mempertanyakan terkait penggunaan Dana sekolah.
“Itu bukan kapasitas media menanyakan jumlah murid dan anggaran dana BOS, ujar kepada media Handalonline.com ketika dikonfirmasi, Rabu (24/11/2021).
Namun Aspita tetap menyebutkan jumlah murid hampir 400 murid untuk kegiatan exstrakulikuler dari tahun 2020 sampai sekarang tidak ada kegiatan, saat di tanya jumlah tenaga pengajar dia mengatakan ada sebanyak 28 guru dan di antaranya tenaga pengajar Honorer berjumlah 18 guru.
Saat ditanyakan untuk anggaran kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran dikatakannya untuk tahun 2020 itu tidak ada, dan layanan digunakan untuk cat pagar.
“Kalau untuk pembelian alat multimedia saya belikan laptop satu unit dan proyektor dan speaker aktip, kemudian jumlah guru honorer ada 18 termasuk penjaga perpus dan operator, sedangkan gajinya bervariasi ada yang Rp700 ribu, Rp 600 ribu, Rp 500 ribu dan Rp 400 ribu tergantung dia lama mengajar,” ucapnya.
Diketahui untuk Jumlah Guru dan Tenaga Pendidikan 26 Jumlah dan murid 393, sedangkan untuk status guru Honor di SDN 1 Teluk Pandan adalah:
1. Ardewi Septiyara, status Guru Honor Sekolah Mata Pelajaran Guru Kelas SD/MI/SLB
2.Desi Liani Pendidikan Agama Islam status Honor Daerah TK.II Kab/Kota
3.Eko Yulianto Setiawan Status
Honor Daerah TK.II Kab/Kota, mapel Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan.
4.Irfan Ronaldi Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan status
Honor Daerah TK.II Kab/Kota
5.Lindawati Pendidikan Agama Islam status
Honor Daerah TK.II Kab/Kota
6.Nikmah Tuzuhro Guru Kelas SD/MI/SLB
Status
Honor Daerah TK.II Kab/Kota
7.Oktavia Lukitasari Bahasa Inggris
Status Honor Daerah TK.II Kab/Kota
8.Oktavia Lukitasari Muatan Lokal Potensi daerah Status
Honor Daerah TK.II Kab/Kota
9.Rahayu Euis Shinta Laras Ati Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan
Status Honor Daerah TK.II Kab/Kota
10.Rosidah Pendidikan Agama Islam
Status Honor Daerah TK.II Kab/Kota
11.Tri Wahyuningsih Guru Kelas SD/MI/SLB Status Honor Daerah TK.II Kab/Kota
12.Yahminem Muatan Lokal Bahasa
Honor Daerah TK.II Kab/Kota
13.Yuni Puji Lestari Guru Kelas SD/MI/SLB
Status Honor Daerah TK.II Kab/Kota. (Red)
Pesawaran (HO) – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona melihat langsung kondisi Haikal (9) warga Dusun Bangun Sari, Desa Sinar Harapan, Kecamatan Kedondong yang mengalami sakit sejak lahir. Haikal merupakan putra pertama dari pasangan bapak Sudarno dan ibu Wulan yang berprofesi sebagai petani. Diungkapkan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona dirinya sengaja ingin langsung melihat kondisi Haikal yang terbaring sakit dirumahnya.
“Ya, saya sengaja ingin melihat kondisi Haikal, tadi sudah kita lihat kondisinya memang butuh penanganan medis, makanya saya langsung minta Dinas Kesehatan agar besok segera menjemput Haikal untuk mendapatkan perawatan di RSUD Pesawaran, mudah-mudahan kondisinya bisa membaik,” ungkap Dendi, Minggu, (28/11/2021).
Ia pun meminta kepada seluruh masyarakat, jika ada warga dilingkungan sekitarnya yang sakit dan perlu mendapatkan bantuan untuk bisa saling mengingatkan.
“Kepada masyarakat, Aparatur Desa maupun Puskesmas, saya harap bisa saling memberi tahu jika ada warga yang sakit dan butuh bantuan, kita kan sudah ada petugas kesehatan yang bertugas di desa baik itu bidan desa maupun perawat home care serta petugas Puskesmas, jadi jangan sampai ada warga kita yang sakit dan terlambat mendapatkan penanganan, oleh sebab itu, jangan ragu-ragu untuk memberi informasi jika ada warga disekitar kita yang sakit dan memang butuh bantuan, itu kewajiban kita untuk saling menolong,” pintanya.
Sementara itu, Kasi Sosial, Kecamatan Kedondong Yung Martinus yang ikut mendampingi Bupati Pesawaran, menuturkan jika kondisi Haikal tidak seperti anak pada umumnya. “Kalau kata orang tuanya, ini terjadi sejak lahir, sekarang usia Haikal kurang lebih 9 tahun lebih,” ucapnya.
Menurutnya, akibat kondisi ekonomi keluarga yang bisa dikatakan kurang mampu, Haikal belum pernah mendapatkan perawatan medis. “Sebenarnya keluarganya punya BPJS Kesehatan, tapi mungkin karena adanya miskomunikasi atau ketidakpahaman, makanya Haikal belum pernah dibawa ke dokter,” ujarnya.
“Makanya tadi pak Bupati (Pesawaran), turun langsung untuk melihat kondisi Haikal, dan Alhamdulillah pak Bupati langsung perintahkan stake holder terkait atau Dinas Kesehatan untuk memfasilitasi Haikal agar mendapatkan perawatan yang intensif,” timpal dia.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran Dr. Media Apriliana mengatakan bahwa pihaknya akan segera melakukan pemeriksaan terhadap Haikal. “Iya, tadi saya langsung ditelpon pak Bupati, rencananya besok akan kita jemput untuk dibawa ke RSUD Pesawaran dulu,” kata dia.
Ia pun menjelaskan perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan diagnosa penyakit yang diderita Haikal. “Yang pasti perlu dilakukan pemeriksaan dulu oleh dokter kita, setelah diperiksa nanti baru bisa ditentukan penanganan seperti apa yang perlu diberikan kepada adik Haikal ini, tapi untuk pastinya besok mas,” tutup dia. (Red)
Pesawaran (HO) – Mendekati Hari Milad yang pertama Srikandi Dermawan Kabupaten Pesawaran terus menyongsong dengan melakukan aksi sosial terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Kali ini Srikandi Dermawan berkerjasama dengan Klinik As-Shoffa menggelar khitanan massal terhadap sejumlah anak yang di laksanakan di Klinik As-Shoffa Desa Wiyono Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Lampung, Minggu (28/11/2021).
Ketua Srikandi Dermawan Devi Melia Rama mengatakan, kegiatan bakti sosial itu dilakukan untuk kepedulian terhadap sesama dan juga untuk menyongsong Hari Milad yang pertama Srikandi Dermawan.
“Sebentar lagi kan Milad pertama Srikandi Dermawan tepatnya 9 Desember nanti, makanya kami isi dengan kegiatan khitanan massal secara gratis supaya lebih menyentuh langsung ke masyarakat bawah,” kata dia.
“Dan kebetulan kegiatan hari ini kita dikunjungi langsung oleh Penasehat Srikandi Dermawan Ibu Dra Hj. Djuniar Adhar Zulkifli Anwar yang juga merupakan Ibunda Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Alhamdulillah beliau mau datang kemari dan sekaligus memberikan santunan kepada anak anak yang sudah di khitan kan,” timpalnya.
Sementara itu, Penasehat Srikandi Dermawan Dra Hj. Djuniar menyampaikan rasa haru dan bangga atas kegiatan yang dilakukan serta memberikan apresiasi kepada Srikandi Dermawan.
“Alhamdulillah organisasi Srikandi Dermawan ini bisa terus bergerak di bidang sosial agar kita benar-benar bisa membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
“Selain khitanan massal ini, banyak juga kegiatan sosial yang telah dilakukan Srikandi Dermawan, seperti Jum’at Barokah yang rutin dilakukan setiap Jumat ada juga pembagian sembako dan bantuan bedah rumah,” tambahnya.
Dirinya berpesan kepada Srikandi Dermawan agar terus melakukan kegiatan sosial seperti ini, bila perlu yang lebih menyentuh lagi kepada masyarakat.
“Untuk anak-anak yang telah dikhitan terus semangat dalam belajar, agar kelak dapat menjadi orang yang sukses,” ujarnya.
Tak hanya itu, Owner Klinik As-Shoffa Heldayati mengatakan, mengungkapkan rasa senangnya dapat bergabung dalam kegiatan Srikandi Dermawan yang bergerak dibidang sosial kemasyarakatan itu.
“Kalau untuk pribadi saya sangat senang bisa bergabung dan bisa memberikan khitanan massal gratis kepada anak-anak yang ingin dikhitankan,” kata dia.
Dirinya menjelaskan, jumlah keseluruhan anak-anak yang akan dikhitankan kurang lebih 20 anak dan bisa lebih jika ada penambahan lagi nantinya.
“Semua anak-anak yang dikhitan ini ada yang dari dari Desa Gunung Sari, Kedondong, Kebagusan, dan kemungkinan akan terus bertambah,” ungkapnya.
“Kegiatan hari ini semata mata untuk kepedulian terhadap sesama dalam mencapai Rido Allah SWT,” pungkasnya. (Red)