Bupati Pesawaran Resmikan Gedung Istidla, Harapkan Bangun Pendidikan Bumi Andan Jejama

Pesawaran (HO) – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, mengharapkan dengan peresmian gedung utama Institut Teknologi dan Bisnis Diniyah Lampung (Instidla) dapat meningkatkan pembangunan disektor pendidikan di Bumi Andan Jejama. Dendi mengatakan, Instidla merupakan institut pertama yang ada di Kabupaten Pesawaran, hal ini merupakan mimpi semua masyarakat yang menginginkan adanya perguruan tinggi. “Selain mimpi masyarakat, adanya Instidla ini juga selaras dengan visi misi kami selaku pemerintah, guna meningkat dunia pendidikan di Pesawaran dan juga peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat kita,” ujarnya. Rabu (27/7/2022). Dirinya mengatakan, pihak pemerintah akan selalu mendukung dan membantu pengoprasionalan untuk Instidla, dan pemerintah juga telah menyiapkan beberapa program bekerja sama dengan Instidla salah satunya pemberian beasiswa bagi masyarakat Pesawaran.
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona Resmikan Gedung Istidla
“Kalau program kami itu, satu desa satu sarjana yang nantinya akan kita berikan beasiswa, kemudian kita juga sudah menggandeng pihak BAZNAS untuk memberikan bantuan berupa beasiswa juga, ini salah satu langkah dari kami untuk meningkat SDM yang kita miliki,” ungkap Bupati. “Kedepannya saya berharap, pemerintah desa juga bisa ikut menganggarkan bagi anak-anak yang berprestasi di desanya untuk mengikuti perguruan tinggi, dengan begitu satu persatu anak-anak kita semua dapat mengenyam pendidikan sampai S1,” harapnya. Dirinya juga mengapresiasi dengan adanya tiga program studi (Prodi) yang tersedia di Instidla, karena ketiganya dinilai selaras dengan perkembangan zaman yang bergerak pada era digital. “Saya optimis, Instidla ini mampu mencetak lulusan yang unggul dan berkualitas dalam beberapa tahun ke depan. Tak hanya siap bekerja, mereka pun nantinya bisa menciptakan lapangan kerja baru,” katanya. Sementara itu, Rektor Instidla Arsyad Sobby Kesuma mengatakan untuk saat ini pihaknya menyediakan tiga prodi, Rekayasa Software perangkat lunak, kemudian Kewirausahaan dan juga manajemen ritel. “Pada hari ini kita melakukan peresmian gedung, yang mana nantinya gedung ini akan berfungsi sebagai bangunan pusat baik kantor maupun belajar mengajar,” ujar dia. “Kedepan, kita juga masih akan terus melakukan pembangunan gedung lainnya, pelengkapan fasilitas lainnya, dan juga sarana dan prasarana yang dibutuhkan,” pungkasnya.  (Red)

Meriahkan HUT Pesawaran, Karang Taruna Bersama Disdikbud Gelar Festival Ketipung

Pesawaran (HO) – Dalam rangka HUT Kabupaten Pesawaran yang ke-15, Karang Taruna Pesawaran bersama Dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) akan menyelenggarakan Festival Ketipung Lampung 2022. Katipung merupakan seni budaya masyarakat Lampung dalam acara Manjau maju yang dimainkan oleh muli mekhanai maupun emak-emak untuk menghibur pengantin yang baru menikah. Dalam rangka HUT Kabupaten Pesawaran ke 15 tahun yang bertema Bumi Wisata Sejuta Pesona, Karang Taruna Pesawaran bersama Dindikbud Pesawaran, dan Ikatan Sanggar Makhga Waylima akan menyelenggarakan Festival Ketipung Lampung 2022. Festival ini akan diselenggarakan pada tanggal 29 Juli 2022 dan diikuti peserta dari kalangan emak-emak maupun muli Mekhanai Kabupaten Pesawaran. Kabid Kebudayaan Karang Taruna Pesawaran sekaligus Ketua pelaksana Firmansyah mengatakan Alhamdulillah respon masyarakat sangat positif dengan adanya kegiatan ini. “Respon masyarakat sangat baik dan Sanggar untuk saat ini yang sudah mendaftar sekitar 30 sanggar,” kata Firmansyah. Ketua Karang Taruna Pesawaran, Nurul Azmi mengatakan kepada awak media, ditengah modernisasi Adat istiadat budaya Lampung tergerus oleh zaman dan Karang Taruna sebagai pemuda harus melestarikan adat istiadat yang di miliki. “Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa merangsang muli Mekhanai Pesawaran untuk melestarikan adat seni budaya Lampung,” ujar bung Azmi. (Red)

Hari Pertama Program TMMD Ke-114 Tampak Semangat Demi Sejahterakan Masyarakat

Pesawaran (HO) – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-114 Kodim 0421/Ls, di Desa Babakan Loa Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran selama ± sebulan menjalankan program TMMD Ke-114 dan untuk proses pekerjaan para anggota tinggal di lingkungan wilayah tersebut. Rabu (27/7/2022). Koordinator Lapangan Kapten Cba Siswoko saat berada di lokasi kegiatan mengatakan, bahwa ini hari pertama anggota melaksanakan TMMD yang Ke-114, semoga semua di beri kelancaran, keamanan buat semua sampai selesai, maka dari itu mari bersama sama berdoa demi kelancaran. “Pembangunan jalan sepanjang 1093 Meter yang menjadi salah satu sasaran TMMD untuk sekarang sedang kami lakukan pengurukan dengan menggunakan tanah/pasir yang nanti apabila sudah rata akan kami lakukan pengecoran ,” katanya. Dirinya berharap sepanjang pelaksanan Kegiatan nantinya semoga cuaca juga mendukung. “Jadi, para personil dan warga tetap semangat dalam bekerja dan tetap kompak, solid serta tidak terkendala dan mudah-mudahan selesai tepat waktu,” sambungnya. Lebih lanjut ia mengatakan kegiatan tersebut prajurit satgas TMMD Kodim 0421/Ls bersama warga juga bahu membahu melakukan pengerjaan pengurukan jalan yang nantinya akan di cor. Hal itu guna tercapainya target waktu pelaksanaan yang sudah ditentukan, sambil menunggu alat berat datang, TNI bersama Warga tetap bekerja dengan menggunakan alat seadanya secara manual. “Kegiatan TMMD ke-114 ini, para anggota Satgas bersama masyarakat terus bahu membahu dalam mempercepat pembangunan infrastruktur jalan tersebut,” tuturnya. (Red)

Bupati Pesawaran: Gedung Istidla Meningkatkan Sektor Pendidikan di Bumi Andan Jejama

0
Pesawaran (RN) – Peresmian gedung utama Institut Teknologi dan Bisnis Diniyah Lampung (Istidla) yang berada di desa Negri Sakti Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran agar dapat meningkatkan pembangunan disektor pendidikan di Bumi Andan Jejama.  Hal itu dikatakan Bupati Pesawaran H .Dendi Ramadhona saat meresmikan gedung Istidla. Ini merupakan institut pertama yang ada di Kabupaten Pesawaran, hal ini merupakan mimpi semua masyarakat yang menginginkan adanya perguruan tinggi. “Selain mimpi masyarakat, adanya Istidla ini juga selaras dengan visi misi kami selaku pemerintah, guna meningkat dunia pendidikan di Pesawaran dan juga peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat kita,” ujarnya. Rabu (27/07/2022). Ia juga mengatakan, pihak pemerintah akan selalu mendukung dan membantu pengoprasionalan untuk Istidla, dan pemerintah juga telah menyiapkan beberapa program bekerja sama dengan Istidla salah satunya pemberian beasiswa bagi masyarakat Pesawaran. “Kalau program kami itu, satu desa satu sarjana yang nantinya akan kita berikan beasiswa, kemudian kita juga sudah menggandeng pihak BAZNAS untuk memberikan bantuan berupa beasiswa juga, ini salah satu langkah dari kami untuk meningkat SDM yang kita miliki,” ujar dia. “Kedepannya saya berharap, pemerintah desa juga bisa ikut menganggarkan bagi anak-anak yang berprestasi di desanya untuk mengikuti perguruan tinggi, dengan begitu satu persatu anak-anak kita semua dapat mengenyam pendidikan sampai S1,” kata dia. Dirinya juga mengapresiasi dengan adanya tiga program studi (Prodi) yang tersedia di Istidla, karena ketiganya dinilai selaras dengan perkembangan zaman yang bergerak pada era digital. “Saya optimis, Istidla ini mampu mencetak lulusan yang unggul dan berkualitas dalam beberapa tahun ke depan. Tak hanya siap bekerja, mereka pun nantinya bisa menciptakan lapangan kerja baru,” katanya.  Sementara itu, Rektor Istidla Arsyad Sobby Kesuma mengatakan untuk saat ini pihaknya menyediakan tiga prodi, Rekayasa Software perangkat lunak, kemudian Kewirausahaan dan juga manajemen ritel. “Pada hari ini kita melakukan peresmian gedung, yang mana nantinya gedung ini akan berfungsi sebagai bangunan pusat baik kantor maupun belajar mengajar,” ujar dia. “Kedepan, kita juga masih akan terus melakukan pembangunan gedung lainnya, pelengkapan fasilitas lainnya, dan juga sarana dan prasarana yang dibutuhkan,” katanya. (Red)

Program Desa Wisata Kampung Tapis, Penjabat Bupati Pringsewu Kunjungi Pekon Lugusari

0
Pringsewu (RN) – Sebagai tindak lanjut hasil rapat persiapan program Desa Wisata Kampung Tapis pasca ditetapkannya Pekon Lugusari sebagai salahsatu dari tiga Desa Wisata Tapis di Provinsi Lampung oleh Gubernur Lampung, Penjabat Bupati Pringsewu Adi Erlansyah beserta jajaran pemerintah daerah melakukan peninjauan langsung ke Pekon Lugusari, Kecamatan Pagelaran, Selasa (26/07/22). Selain meninjau sentra kerajinan tapis di pekon setempat, Penjabat Bupati Pringsewu didampingi Ketua TP-PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Pringsewu Rusdiana Adi Erlansyah, Ketua DWP Sri Prihatin Heri Iswahyudi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Masykur Hasan, Staf Ahli Bupati Pringsewu Bidang Perekonomian, Keuangan dan Pembangunan Samsir Kasim, Kepala Kementerian Agama Pringsewu A.Rifa’i beserta beberapa kepala perangkat daerah terkait, Camat dan Kepala Pekon, Kamar Dagang dan Industri (KADIN), Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) serta dari Forum Peduli Waduk juga berkeliling untuk melihat dari dekat berbagai potensi yang ada di pekon setempat serta meninjau sejumlah lokasi yang akan dipersiapkan untuk mendukung dan menunjang Pekon Lugusari sebagai Desa Wisata Kampung Tapis. Termasuk mengunjungi Wisata Ledeng Pendem dan Jembatan Way Sekampung yang merupakan jembatan terpanjang di Provinsi Lampung yang berada di wilayah Pekon Lugusari serta meninjau Bendungan Way Sekampung di Pekon Bumiratu. Penjabat Bupati Pringsewu Adi Erlansyah mengatakan tapis merupakan salahsatu kearifan lokal budaya Lampung yang sudah dikenal luas. Menurutnya, selama ini tapis merupakan produk budaya, sehingga kedepan diharapkan dapat menjadi produk ekonomi dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penetapan Pekon Lugusari sebagai Desa Wisata Tapis oleh Gubernur Lampung, menurut Adi Erlansyah, tentunya telah melalui kajian-kajian. Hal ini merupakan sebuah peluang bagi Kabupaten Pringsewu, khususnya Kecamatan Pagelaran dan Pekon Lugusari sendiri untuk mengembangkan ekonomi masyarakat. Sehingga diharapkan kedepan Pekon Lugusari dapat menjadi magnet untuk dikunjungi wisatawan. “Pekon Lugusari ini memiliki keunggulan tersendiri diantaranya dekat dengan Bendungan Way Sekampung dan Jembatan Way Sekampung yang menjadi jembatan terpanjang di Provinsi Lampung. Secara keseluruhan Pekon Lugusari sudah bagus dan sudah lama menjadi desa unggulan. Jadi, tinggal memoles dan memadukan dengan potensi-potensi yang sudah ada”, katanya. Dalam mengembangkan Desa Wisata Tapis, lanjut Penjabat Bupati Pringsewu, semua akan disinergikan.  “Kita juga akan berbicara kawasan, jadi bukan sebatas Pekon Lugusari. Dan, hari ini apa yang perlu kita persiapkan, kita siapkan dan kita benahi. Semua harus satu suara untuk mendukung dan berjuang demi mewujudkan Desa Wisata Kampung Tapis. Kita berharap untuk di Kabupaten Pringsewu bisa lebih dahulu diresmikan. Jadi kita persiapkan secara lebih matang”, ujarnya. Sementara itu, Kapekon Lugusari Sarjono mengungkapkan pihaknya sebelumnya telah melakukan MoU dengan Universitas Lampung dalam rangka pengembangan potensi yang dimiliki pekon setempat. “Pengembangan tapis di Lugusari sejatinya sudah cukup lama. Di Pekon Lugusari saat ini ada 7 pengepul tapis, dengan jumlah pengrajin yang cukup banyak tersebar di seluruh wilayah pekon”, ungkapnya. Lebih lanjut disampaikan kapekon bahwa selain Lugusari sudah menjadi Pekon Ramah Anak, pekon yang dipimpinnya memiliki potensi di bidang pertanian, perkebunan, serta perikanan yang mampu menghasilkan 5 ton/hari. Untuk destinasi wisata, lanjut dia, diantaranya wisata jembatan terpanjang di Lampung serta wisata alam dan sejarah Ledeng Pendem peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1939, serta potensi wisata lainnya.   “Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Lampung dimana pada tahun lalu pekon kami mendapat bantuan embung untuk mengairi 20 hektar lahan pertanian”, tambahnya. Dalam pada itu, Ketua Forum Koordinasi Pokdarwis Kabupaten Pringsewu Andi Harmoko yang juga hadir pada kesempatan tersebut mengatakan dalam rangka pengembangan pariwisata di Kabupaten Pringsewu, pihaknya telah menjalin komunikasi, koordinasi dan kerjasama dengan Forum Pokdarwis Kabupaten Ciamis, guna menawarkan potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Pringsewu. Dikatakan Andi, Pekon Lugusari mempunyai potensi wisata edukasi sentra kerajinan tapis dan pusat budidaya ikan lele beserta potensi pariwisata lainnya. “Diharapkan wisatawan khususnya pelajar dari sana bisa berstudi tour ke Pringsewu khususnya Lugusari. Kita tengah berupaya, dan yang terpenting adalah bagaimana caranya mendatangkan wisatawan ke Kabupaten Pringsewu ini”, ujarnya. Sedangkan Ketua KADIN Kabupaten Pringsewu Dodi Bahar menambahkan pihaknya saat ini tengah fokus pada upaya pemberdayaan UMKM di Kabupaten Pringsewu, dimulai dengan mendata UMKM yang ada di Pringsewu. “Saat ini di Kabupaten Pringsewu tercatat ada 24 ribu UMKM tersebar di sembilan kecamatan”, ungkapnya. (MR)

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat, Bupati Pesawaran, KLC, dan Dandim 0421/LS Panen Ikan Koi

Pesawaran (HO) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran bersama Koi Lampung Club (KLC) untuk pertama kalinya melakukan panen ikan Koi. Diungkapkan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Kabupaten Pesawaran berpotensi sebagai daerah untuk budidaya ikan koi. “Ini yang pertama, uji coba budidaya ikan koi di Kabupaten Pesawaran dan hasilnya sangat baik, ini membuktikan bahwa Kabupaten Pesawaran bisa, dimana enam bulan yang lalu kita mulai bersama KLC saling berkolaborasi dan menghasilkan Koi varian Jadong persilangan Koi Japan dan Kedondong,” ungkap Dendi saat menghadiri acara panen ikan koi, Balai Benih Ikan (BBI), di Desa Way Kepayang, Kecamatan Kedondong, Selasa (26/7/2022). Menurutnya, kegiatan ini diharapkan bisa berdampak positif bagi perekonomian masyarakat. “Dilihat dari hasilnya, kualitas ikan Koi yang dihasilkan juga tidak kalah dengan ikan koi dari luar negeri ataupun daerah lainnya berdasarkan ukuran dan motif warnanya, kedepan kita juga akan kembangkan di Kecamatan Way Ratai, tapi memang ada kendala ketersediaan fasilitas mengingat beberapa tahun terakhir kita cukup terdampak Covid-19,” ujar dia. Sementara itu, Dandim 0421/LS Letkol Inf Fajar Akhirudin mengapresiasi Pemkab Pesawaran yang mendukung kegiatan Budidaya ikan Koi. “Saya melihat ini sangat luar biasa, dari dulu banyak budidaya ikan Koi di daerah lain, tapi disini pak Bupati mau turun dan mendukung, tentunya jadi motivasi dan semangat, apalagi ditengah ekonomi kita yang masih berupaya bangkit,” ucap dia. Terpisah, perwakilan Koi Lampung Club (KLC) Baikuni menuturkan jika kegiatan panen ikan Koi merupakan pertama kali di Provinsi Lampung. “KLC baru terbentuk kurang lebih dua tahun, tapi Alhamdulillah peminatnya sudah banyak yang terdiri dari berbagai macam latar belakang, dan ini merupakan yang pertama kali kita berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Pesawaran,” tutur dia. “Dan kebetulan memang kondisi air pegunungan di Kabupaten Pesawaran sangat cocok untuk budidaya ikan koi, Itulah kenapa disini cocok, dalam enam bulan bisa tumbuh luar biasa, tanpa mempengaruhi skin kulitnya,” timpal dia. Ia pun berharap kolaborasi bersama Pemkab Pesawaran dapat terus berlanjut. “Semoga kerjasama ini bisa terus berlanjut, sehingga bisa tumbuh menjadi ekonomi yang baru. Nanti juga bisa kita edukasi bareng bersama masyarakat, sehingga Koi bisa jadi salah satu budidaya ikan andalan di Pesawaran. Apalagi kita juga pertama kali akan mengadakan event bagi para pecinta koi di Provinsi Lampung, yang bertepatan dengan HUT Kabupaten Pesawaran yang ke-15,” tutupnya. (Red)

TNI AL Tanam Sejuta Mangrove Serentak di 77 titik, Termasuk di Lampung

Lampung (HO) – Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI tanam sejuta mangrove di 77 titik jajaran TNI AL seluruh Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung, Selasa (26/7/2022). Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan ini adalah program pemerintah RI untuk pelaksanaan penanaman mangrove pada hari ini, bukan yang pertama dan terakhir. “Namun sudah menjadi program terus menerus yang dilaksanakan dan berkelanjutan yang menjadi program bersama karena mangrove sangat penting bagi kehidupan kedepan,” ucap Laksamana Yudo Margono usai memastikan di 77 titik jajaran TNI AL seluruh Indonesia melalui video conference (Vicon) dari Pantai Tanjung Pasir, Teluknaga, Kabupaten Tangerang, Banten. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyampaikan bahwa mangrove ini adalah agenda penting nasional, agenda bapak Presiden RI Joko Widodo (Jokowi,red). Mangrove di Indonesia menjadi perhatian dunia, Indonesia punya mangrove kira-kira 23 persen dari dunia, luasnya 3,36 hektar. “Temanya itu sudah tepat dengan bertemakan Melalui sinergitas penanaman mangrove nasional secara serentak, TNI-AL bersama rakyat siap mendukung program penanggulangan bencana dan perubahan iklim dan sebagainya,” ujarnya. Ia juga menyampaikan, tadi sudah dilihat bersama aksi-aksi nyata, dan Pak Kasal tadi juga sudah sampaikan bahwa Pak Kasal sudah cukup lama merintis langkah ini. Inilah salah satu aspek sangat penting. “Dan ini ada kaitannya antara G-20 dan saya ingin melengkapi bahwa kita punya komitmen kepada dunia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, tadi juga sudah disebutkan bahwa mangrove bagian yang cukup strategis dan besar dalam rangka penurunan emisi gas rumah kaca,” jelas Menteri LHK RI. Lebih dari itu, Menteri LHK memastikan hal ini bukan peristiwa saat ini saja, namun sudah mengawalinya sejak tahun 2015, cita-cita untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, kemudian backup tahun 2016 tahun lalu dipertegas, kemudian komitmen itu oleh Indonesia dibuat semakin diperkuat. “Jadi kita akan mengurangi emisi gas rumah kaca untuk sektor kehutanan termasuk mangrove. Pada tahun 2030 itu sudah enggak emisi lagi ke atmosfir, tapi justru sudah menyerap, jadi akan membantu sektor yang lain seperti sektor industri utamanya, oleh karena itu patut di aplus TNI AL dengan langkah-langkah yang ada,” tandasnya. Di Lampung, jajaran TNI AL tanam 5000 batang mangrove di Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, melalui Komandan TNI AL Lanal (Danlanal) Lampung, Letkol Laut (P) Zul Fahmi memastikan bahwa pihaknya melaksanakan tanam mangrove nasional secara serentak. “Dimana intinya di Jakarta bertempat di Pantai Tanjung Pasir, Teluknaga, Kabupaten Tangerang, dicanangkan oleh Bapak KASAL Laksamana TNI Yudo Margono, dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Ibu Siti Nurbaya,” jelasnya. Menurutnya, ini adalah program nasional dilaksanakan di 77 titik, dalam rangka Hari Mangrove Sedunia, sedangkan untuk di Provinsi Lampung dalam hal ini TNI AL Lanal Lampung mengajak Gubernur, Bupati/Walikota untuk terus bersinergi dan berkolaborasi. “Melalui program tanam mangrove nasional ini, kami dari TNI AL Lanal Lampung pada tempatnya di Kabupaten Pesawaran. Disini akan dijadikan wisata mangrove nasional, yang mana sudah kita mulai bangun bersama Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona,” ucapnya. “Jadi langkah pertama pada Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pesawaran Ke-15 ini adalah kami promosikan wisata mangrove Dusun Cuku Nyi-nyi di Desa Sidodadi, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran,” pungkas Letkol Laut (P) Zul Fahmi. Diketahui pada acara tersebut menyambut Hari Mangrove Sedunia diperingati setiap tanggal 26 Juli di Provinsi Lampung, Kabupaten Pesawaran dirangkai dalam kegiatannya bertemakan The Mangrove Save Our Eart Dengan Semangat Hari Mangrove Sedunia Kita Tumbuhkan Mangrove di 77 Titik jajaran TNI AL di Seluruh Indonesia. Hadir pada acara itu, Komandan Brigade Infanteri (Danbrigif) 4 Marinir/BS Kolonel Marinir Harry Indarto, Komandan Puslatpurmar 8 Teluk Ratai, Mayor Marinir Puji Nugraha, Kapolsek Padang Cermin, Iptu Apri Sampanuju, mewakili Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo, S.Ik., M.Si (Han). Selain TNI AL dan Polri, turut hadir Asisten Bidang Umum Pemkab Pesawaran, Heriansyah, Kadis Pariwisata, Ketut Partayasa, Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Hutan Lindung Way Seputih Way Sekampung (BPDASHL WSS) Idi Bantara, S.Hut, dan Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, serta Camat Teluk Pandan, Edy Sutrisno, Kades Sidodadi, Tunggal beserta NGO, BNI, Bukit Asam serta masyarakat dilengkapi seluruh jajaran TNI AL Lanal Lampung. (Red)

Pemdes Tambangan Gelar Lomba Meriahkan HUT Pesawaran Ke-15

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Disdukcapil Pesawaran yang telah memberikan pelayanan” Pesawaran (HO) – Pemerintah Desa (Pemdes) Tambangan Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran, menggelar lomba untuk masyarakat dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten Pesawaran yang Ke-15, bertema Semarak Pesawaran Bumi Wisata Sejuta Pesona di desa setempat, Senin (25/7/2022). Kepala Desa Tambangan Hanafi mengatakan, tujuan dari perlombaan tersebut untuk memeriahkan HUT Kabupaten Pesawaran ke-15 yang di hadiri dari Dinas kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Pesawaran diwakili Neni Puryanti serta camat Padang Cermin Darlis dan Seluruh Aparatur Desa Tambangan, BPD, Linmas dan seluruh lapisan masyarakat dan tetap mentaati prokes. “Dalam kegiatan kemarin di hadiri anak- anak rangkaian dan acara pelayanan dari Dukcapil di kantor Desa Tambangan kemudian lomba makan kerupuk anak-anak ada juga lomba makan kerupuk aparatur desa, dan lomba makan kerupuk ibu-ibu PKK serta lomba lari karung ibu-ibu,” jelasnya Selasa (26/7). Kades Hanafi juga mengungkapkan masyarakat dan anak-anak dan pemerintah desa sangat antusias merayakan HUT Kabupaten Pesawaran yang ke-15 dengan adanya perlombaan tersebut dirinya mewakili elemen masyarakat desa mengucapkan terimakasih atas partisipasi pihak-pihak terkait sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan meriah. “Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada Disdukcapil Kabupaten Pesawaran yang telah ikut memeriahkan HUT Pesawaran dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat Desa Tambangan,” katanya. “Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut dalam memeriahkan dan mensukseskan kegiatan ini,” pungkasnya. (Indra Jaya)

Wujudkan Pesawaran Sejahtera, Bupati Buka TMMD Ke-114 Kodim 0421/LS

Pesawaran (HO) – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona membuka langsung TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0421/LS yang Ke-114 tahun anggaran 2022, di Lapangan Tritura Desa Kedondong Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung, Selasa (26/7/2022). Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan Program TNI Manunggal Membangun Desa ini merupakan program lintas sektoral yang melibatkan TNI, Kementerian, Lembaga Pemerintah Non Kementerian dan Pemerintah Daerah, serta segenap lapisan masyarakat. Oleh karena itu, program ini diharapkan dapat mewadahi aspirasi dan kepentingan masyarakat di daerah pedesaan, karena proses perencanaan TMMD selalu diawali dengan melibatkan berbagai instansi dan masyarakat sebagai pelaku dan pengguna hasil TMMD. “Melalui kegiatan TMMD ke-114 ini, kita wujudkan Pesawaran lebih maju dan sejahtera dengan masyarakat yang produktif, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada jajaran TNI, Polri, atas penyelenggaraan TMMD di Desa Babakan Loa Kecamatan Kedondong,” terangnya. Ini kata Bupati, merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan bagi Pemerintah Daerah karena untuk satu semangat dan aksi demi Ibu Pertiwi dan demi masyarakat yang sejahtera, berdikari dalam satu wadah NKRI. Hal ini selaras dengan tema yang diusung yaitu TMMD Dedikasi Terbaik Membangun NKRI. “Peran dan kerjasama yang erat dari semua stakeholder baik kementerian atau lembaga pemerintah non kementerian pemerintah daerah, BUMD, swasta, yang didukung partisipasi aktif masyarakat merupakan penentu keberhasilan TMMD,” ujar bupati. Dendi melanjutkan, TMMD telah banyak memberikan pelajaran berharga, betapa penting dan luar biasanya semangat gotong royong membangun bangsa. Semua bahu membahu, memberikan sumbangan pikiran, ide dan gagasan, sumbangan tenaga dan keterampilan, sumbangan materi dan kebendaan dan lain sebagainya. “Melalui TMMD seperti inilah yang menjadi suatu kekuatan luar biasa untuk memajukan desa, menggali dan mendayagunakan potensi serta mengatasi berbagai isu atau persoalan terkini dengan solusi terbaik,” tutur dia. Program TMMD telah membantu pemerintah dalam meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada prinsipnya, masyarakat harus benar-benar dapat hidup secara baik, sehat dan sejahtera. Selain itu sambung Bupati, pembangunan fisik berupa infrastruktur sebagai penunjang perekonomian, tentunya pembanguan non fisik juga turut dilaksanakan, berupa Pelayanan Posyandu, Pelayanan Posbindu, Pelayanan KB, Pembinaan Siskamling, Penyuluhan Stunting, Pembinaan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, dan Penyuluhan Anti Narkoba. “Hal ini harus dimaknai dan dipahami sebagai perwujudan komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran dan TNI guna memberikan layanan prima berbasis partisipasi kolaboratif berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat,” katanya. Bupati menyebutkan, TMMD bukan semata membangun sarana fisik bagi masyarakat desa, tetapi dalam TMMD juga membangun semangat dan percaya diri masyarakat agar mampu mengelola potensi yang dimiliki serta kesiapsiagaan menghadapi setiap tantangan yang sedang dan akan dihadapi. “Selain itu, melalui program TMMD secara berkesinambungan, diharapkan akan dapat mewujudkan ketahanan masyarakat yang tangguh dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman, yang muaranya akan berdaya guna bagi kepentingan pertahanan negara,” pungkasnya. (Red)

Jeruji Besi Bakal Jerat Kades Bernung, Inspektorat Pesawaran Temukan Indikasi KKN

Pesawaran (HO) – Dugaan Korupsi yang dilakukan Deswan Kepala Desa Bernung Kecamatan Gedong tataan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung terkait penggunaan Dana Desa Tahun 2018-2019-2020 dan 2021, akhirnya Tim Investigasi Inspektorat Melalui Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP), telah menemukan adanya Indikasi Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Demikian di sampaikan Kepala Inspektur Kabupaten Pesawaran Singgih Pebrianto, saat dikonfirmasi Handalonline.com, Senin (25/7/2022).

“Ya sudah ada hasilnya temuan oleh tim investigasi, besok mereka melaporkan hasil pemeriksaan, Sudah ada beberapa temuan indikasi penyimpangan Dana Desa dan besok mereka akan laporan ke saya,” ungkap Singgih.

Ditambahkannya, setelah Laporan Hasil Pemeriksaan selesai, maka akan segera mungkin di serahkan ke aparat penegak hukum untuk di proses lebih lanjut.

“Untuk saat ini sudah dalam proses tahap penyelesaian LHP nya mungkin Minggu-Minggu ini bisa terselesaikan. Untuk temuannya yang pasti besok mereka akan ada laporan dan nantinya kita akan koordinasi ke aparat penegak hukum Polres Pesawaran,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Masyarakat Desa Bernung Kecamatan Gedongtataan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan pemeriksaan terhadap Deswan, karena diduga melakukan penyimpangan dan Mark, Up anggaran Dana Desa (DD), hingga ratusan juta rupiah.

“Kami mendesak dan berharap aparat penegak hukum untuk melakukan pemanggilan serta pemeriksaan terhadap Deswan karena kami duga telah menyimpangkan Dana Desa tahun 2018, 2019, 2020 dan 2021,” ungkap salah satu masyarakat Dusun Menanti Kasih Kepada Handalonline.com yang namanya minta di rahasiakan, untuk sementara waktu, Rabu (11/5/2022).

Pasalnya kata dia, banyak pembangunan di Desa Bernung yang menggunakan Dana Desa tidak sesuai dalam realisasi dengan anggaran Dana Desa yang yang telah dikucurkan pemerintah pusat.

“Ini sudah jelas kita lihat dengan kasat mata seperti pada tahun 2018 Pagu Rp. 886.401.000, di tahun 2019 Pagu Rp. 926.625.000, kemudian tahun 2020 Pagu Rp. 952.408.000 dan tahun 2021 Pagu Rp. 1.022.505.000,” sebutnya.

Maka katanya, permasalahan tersebut tidak bisa dibiarkan, karena dia menilai bagaimana suatu desa mau maju, jika anggaran Dana Desa banyak disimpangkan, jadi sekali lagi mereka mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan pemeriksaan kepada Deswan selaku Kades Bernung.

“Dan jika nanti terbukti kami berharap segera diproses sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku, sebagai efek jera dan sebagai pelajaran untuk kades-kades lainnya,” pungkasnya.

Kepala Desa Bernung Tantang Aparat Penegak Hukum

Kepala Desa Bernung Deswan

Sementara itu Kepala Desa Bernung Deswan Saat di konfirmasi terkait realisasi Dana Desa selama dirinya menjabat terkesan menghindari dan mempersilakan untuk di publikasikan dan dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

“Di Desa Bernung tidak ada Drainase, itu PKT, kita juga tidak bisa belanja bahan material hanya mempekerjakan masyarakat, kalau untuk Sumur Bor tahun 2019 ada di Bernung Satu,” ucapnya, Rabu (11/5/2021).

“Ya kalau ini  sudah cari-cari dong. masa dari tahun 2019 Sampai drainase sampai ini segala macam bahkan sampai 2021. Ya yang kira-kira masuk diakal sajalah. Ya silahkan tidak apa-apa, berita yang mana yang mau diberitakan Ya bukan yang mana dulu beritanya kan perlu kebenarannya juga. Ya sudah terserah oke. tidak apa kalau ingin diserahkan ke APH silahkan,” tantangnya.  (Indra Jaya)