Ratusan Wajah Terpancar Bahagia, KBM SDN Kecamatan Nekat Berjalan Lancar
Pesawaran (HO) – Raut wajah bahagia nampak jelas terpancar dari para murid Sekolah Dasar (SD) yang berada di Kecamatan Negeri Katon, pasalnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah sudah satu tahun tidak pernah mereka rasakan setelah pandemi Covid-19 melanda.
Sejak pandemi yang melanda mulai dari Bulan Maret tahun lalu, sudah berbagai macam upaya dilakukan oleh pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, mulai dari penerapan 3M (Menggunakan Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak), sampai pembatasan segala kegiatan yang ada di tengah masyarakat.
Salah satu pembatasan kegiatan yang dilakukan adalah, memperlakukan pembelajaran dalam jaringan (Daring) atau jarak jauh yang dilakukan para murid sekolah yang ada di Kabupaten Pesawaran, hal itu sebagai langkah mencegah terjadinya kluster penyebaran bagi anak sekolah.
Setelah satu tahun berlalu, Pemerintah Kabupaten Pesawaran memberanikan menggelar pelaksanaan KBM tatap muka, namun dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat di sekolah.
“Untuk Kecamatan Negeri Katon ini, dari 69 sekolah yang ada hanya ada dua sekolah dasar (SD) yang diberikan izin untuk menggelar KBM tatap muka, yaitu SD 40 dan juga SD 20,” ujar Koordinator Kecamatan Negeri Katon Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Rismalena. Senin (5/4/2021).
Ia menjelaskan, untuk KBM di tengah pandemi covid-19 seperti ini, pihak sekolah membatasi jam belajar bagi anak murid, yang mana dalam satu harinya KBM hanya dilaksanakan selama 3,5 jam saja.
“Selain pembatasan jam belajar, sesuai instruksi Disdikbud Pesawaran, dalam satu kelas itu dibagi menjadi dua sift, setengah masuk pagi dan setengahnya lagi masuk siang, hal ini agar tidak adanya penumpukan dalam areal sekolah maupun kelas, selain itu pihak sekolah juga telah mengatur jarak untuk setiap meja bangku anak murid,” kata dia.
Dirinya berharap, pihak sekolah maupun orang tua para wali murid dapat bekerja sama untuk menjaga keselamatan anak-anak. “Jadi memang harus ada koordinasi yang baik antara pihak sekolah dan wali murid. Kalau pihak sekolah menjaga keselamatan anak-anak di areal sekolah, orang tua berkewajiban untuk memastikan anak-anaknya pulang langsung ke rumah ketikan jam sekolah sudah selesai,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran Fauzan Suaidi memberikan pesan kepada para sekolah yang telah diberikan izin, diharuskan tegas dalam pelaksanaan ataupun penerapan protokol kesehatan dilingkungan sekolah.
“Saya ingatkan lagi, agar setiap sekolah ini untuk lebih tegas penerapan prokes, jangan sampai KBM tatap muka yang kita laksanakan ini malah menjadi kluster baru penyebaran covid-19. Untuk wali murid, kita juga mengimbau agar mereka dapat memastikan anak-anaknya pulang tepat waktu sampai ke rumah,” ujar dia. (Red)
Baznas Pesawaran Salurkan Ribuan Warga Penerima Zakat, Bupati : Baznas Sandang Predikat Terbaik
Pesawaran (HO) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pesawaran menyalurkan bantuan kepada ribuan warga setempat yang masuk kategori penerima zakat.
Bantuan senilai Rp1,2 miliar tersebut diserahkan secara simbolis kepada sejumlah perwakilan dari sebelas kecamatan. Bantuan tersebut antara lain: 40 bedah rumah, peralatan sekolah kepada 1.165 siswa serta kursi roda bagi penyandang difabel di wilayah setempat.
Ketua Baznas Pesawaran, A Hamid S, mengatakan santunan tersebut ditujukan kepada mustahik atau penerima zakat yang masuk dalam kategori pra sejahtera.
“Sebelumnya kita juga telah menyalurkan senilai Rp357 juta kepada 368 penerima zakat untuk keperluan di bidang kesehatan, pendidikan dan kemanusiaan,” katanya, dirumah makan D’junjungan, Desa Sukabanjar, Kecamatan Gedongtataan, Senin (5/3/2021).
Selain itu, Hamid juga menargetkan pada Triwulan kedua akan menyalurkan santunan di bidang ekonomi dan kemanusian kepada sejumlah mustahik yang layak sebagai penerima sesuai prosedur.
“Sebelumnya pada 2020 Baznas menargetkan 5 Miliar dana zakat yang akan dihimpun, dan telah tercapai 98 persen. Nah tahun ini, sesuai Rakornas Baznas RI 2020 mengamanatkan masyarakat terdampak covid menjadi salah satu target penerima santunan,” tambahnya.
Sementara, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan Baznas setempat telah menyandang predikat terbaik di Provinsi Lampung berdasarkan audit keuangan yang digelar Kemenag RI dan auditor independen.
“Pada tahun 2020 Baznas Pesawaran mendapat predikat WTP. Ini menunjukan bahwa Baznas Pesawaran telah mengelola dengan baik, dana yang bersumber dari para dermawan dan wajib zakat untuk disalurkan kepada masyarakat yang masuk dalam kategori mustahik,” kata Dendi.
Menurutnya, pengelaan zakat menjadi hal yang penting untuk diselenggarakan, dalam rangka menunjang kesejahteraan warga di bumi andan jejama.
“Sejak 2016 lalu kita mulai lakukan pengelolaan dengan managemen yang baik, dari dana awalnya Rp30 juta hingga berkembang menjadi Rp250 juta pada 2018,” tambahnya.
Karenanya, Dendi berharap penyaluran zakat dapat dilakukan memyesuaikan dengan perkembangan teknologi digital, sehingga pelayanan Baznas dapat terus dikembangkan.
“Digitalisasi dalam pengelolaan dana zakat juga harus dilakukan, agar pelayanan dan pengelolaan zakat dapat lebih optimal lagi,” tutupnya. (Red)
“Sebelumnya kita juga telah menyalurkan senilai Rp357 juta kepada 368 penerima zakat untuk keperluan di bidang kesehatan, pendidikan dan kemanusiaan,” katanya, dirumah makan D’junjungan, Desa Sukabanjar, Kecamatan Gedongtataan, Senin (5/3/2021).
Selain itu, Hamid juga menargetkan pada Triwulan kedua akan menyalurkan santunan di bidang ekonomi dan kemanusian kepada sejumlah mustahik yang layak sebagai penerima sesuai prosedur.
“Sebelumnya pada 2020 Baznas menargetkan 5 Miliar dana zakat yang akan dihimpun, dan telah tercapai 98 persen. Nah tahun ini, sesuai Rakornas Baznas RI 2020 mengamanatkan masyarakat terdampak covid menjadi salah satu target penerima santunan,” tambahnya.
Sementara, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan Baznas setempat telah menyandang predikat terbaik di Provinsi Lampung berdasarkan audit keuangan yang digelar Kemenag RI dan auditor independen.
“Pada tahun 2020 Baznas Pesawaran mendapat predikat WTP. Ini menunjukan bahwa Baznas Pesawaran telah mengelola dengan baik, dana yang bersumber dari para dermawan dan wajib zakat untuk disalurkan kepada masyarakat yang masuk dalam kategori mustahik,” kata Dendi.
Menurutnya, pengelaan zakat menjadi hal yang penting untuk diselenggarakan, dalam rangka menunjang kesejahteraan warga di bumi andan jejama.
“Sejak 2016 lalu kita mulai lakukan pengelolaan dengan managemen yang baik, dari dana awalnya Rp30 juta hingga berkembang menjadi Rp250 juta pada 2018,” tambahnya.
Karenanya, Dendi berharap penyaluran zakat dapat dilakukan memyesuaikan dengan perkembangan teknologi digital, sehingga pelayanan Baznas dapat terus dikembangkan.
“Digitalisasi dalam pengelolaan dana zakat juga harus dilakukan, agar pelayanan dan pengelolaan zakat dapat lebih optimal lagi,” tutupnya. (Red) Laksanakan KBM, Disdikbud Pesawaran Tunda Dua Kecamatan
Pesawaran (HO) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesawaran, menunda dua kecamatan yang akan menggelar pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tatap Muka.
Kepala Disdikbud Pesawaran Fauzan Suaidi, mengatakan, sebelumnya Satgas Covid-19 Pesawaran memberikan izin kepada 70 sekolah yang ada di 10 kecamatan untuk menggelar KBM tatap muka. “Sebelumnya kan hanya 10 yang diberi izin, namun kemarin kita menunda untuk dua kecamatan menggelar KBM tatap muka, yaitu Kecamatan Punduh Pedada dan Kecamatan Marga Punduh,” ujarnya, Senin (5/4/2021). Ia mengatakan, penundaan tersebut dilakukan karena para Kepala Sekolah yang ada disana melayat mantan Koordinator Kecamatan (Korcam) Pendidikan Kecamatan Punduh Pedada yang meninggal terkonfirmasi positif covid-19. “Jadi saat meninggal itu hasil swabnya belum keluar, dan kebetulan beliau ini mantan Korcam yang memang berkecimpung di dunia pendidikan di dua kecamatan itu, akhirnya para Kepsek yang ada disana melayat ke rumah duka, karena mereka belum mengetahui kalau beliau ini meninggal karena Covid-19,” katanya. Guna mengantisipasi penyebaran covid-19 kepada para murid yang ada, lanjutnya, pihak dinas memutuskan untuk melakukan penundaan KBM tatap muka yang sebelumnya dijadwalkan. “Selain melakukan penundaan KBM, kita juga telah mengambil langkah untuk melakukan swab kepada para guru dan kepala sekolah yang melayat, dan kita ketahui para guru yang melayat memang berdomisili tinggal di dua kecamatan tersebut,” kata dia. Fauzan juga mengatakan, jumlah Sekolah Dasar (SD) yang ada di dua kecamatan tersebut 20 sekolah dengan rincian Marga Punduh 8 sekolah dan Punduh Pedada 12 sekolah, sedangkan untuk SMP ada 7 di Marga Punduh ada empat SMP, sedangkan Punduh Pedada ada tiga SMP. “Jadi kita menunda untuk waktu yang belum ditentukan, intinya saat ini kita menunggu hasil swab yang telah dilakukan hampir 75% guru yang ada disana, semoga mereka baik-baik semua,” katanya. (Red)Pemilik E-Warung Dian Hartono, Diduga Sunat Bantuan Miskin
Pesawaran (HO) – Pemilik E-Warung Dian Hartono diduga telah sunat bantuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Way Kepayang, Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran menerima komponen Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk kepentingan pribadi.
Hasil penelusuran awak media di Dusun Pahumungan Desa Way Kepayang Kecamatan Kedondong kabupaten Pesawaran, Minggu (4/4/2021), mendapatkan keterangan dari beberapa KPM BPNT menerima barang sebanyak dua bulan diduga tidak sesuai dengan jumlah barang yang sudah disepakati antara supplier (penyalur) dengan TKSK.
“Saya dapat beras 24 Kg untuk dua bulan, telur 20 butir, buah pir 8 buah, ya telur dengan buah pir itu tidak sesuai katanya, kurang faham juga saya,” ujar salah seorang KPM yang tidak mau disebutkan namanya.
Penelusuran media ini di desa yang berbeda di Kecamatan Kedondong, KPM BPNT menerima barang untuk dua bulan ini, barang yang di terima :
1.Beras 24 kg
2.Telur 30 butir
3.Buah fear 10 buah
4.Kacang ijo 1 kg
5.Kentang 1/2 kg
Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kedondong, Dwi saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa barang yang dikirim oleh supplier (penyalur) sudah sesuai dengan kesepakatan jumlah dan timbanganya.
“Kalau dari supplier sudah sesuai pak, telur 15 butir tiap bulan, jadi kalau sampai ke KPM tidak sampai 15 butir berarti terjadi pengurangannya di E-Warong,” ungkapnya melalui sambungan telepon.
Dwi menghimbau kepada seluruh E-Warong untuk patuh dengan aturan, dan apa yang diberikan kepada KPM mengikuti apa yang sudah diberikan supplier.
“Padahal setiap bulan saya sudah mewanti-wanti pihak E-Warong untuk memberikan sesuai dengan yang ada agar tidak terjadi masalah dikemudian hari,” tambahnya.
Sementara, pemilik E-Warung Dian Hartono saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon WhatsApp enggan untuk merespon. Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp dibalas namun tetap tidak ingin dikonfirmasi melalui handphone dan mengajak ketemuan.
“Saya tidak mau bicara di hp silahkan komfir kita ketemuan, Saya gk mau bicara di hp, paham,” jawab Tono ketus. (Red)
Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan, SMSI Kawal Kinerja Pemkab Pesawaran
Pesawaran (HO) – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI akan mengawal kinerja pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam pembangunan berkelanjutan.
Demikian diungkapkan Ketua SMSI Provinsi Lampung Doni Irawan, S.E, saat menggelar Workshop dengan tema Penguatan Kelembagaan SMSI Di Provinsi Lampung Kabupaten Pesawaran, Di D’Junjungan Desa Suka Banjar Kecamatan Gedong Tataan, Senin (5/4/2021).
“Saya berharap SMSI Pesawaran dapat bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Pesawaran agar dapat mengawal pembangunan, sesuai dengan Visi dan Misi Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona,” ujar Doni Irawan yang juga Owner media online Saibumi.com.
Kemudian, lanjut Ketua SMSI Provinsi Lampung, untuk membanngun SMSI itu butuh kebersamaan kekompakan semua pengurus, agar SMSI punya kekuatan besar dalam melakukan langkah-langkah kedepan.
“Kunci utamanya bersatu, bila kita kompak maka semua akan terwujud apa yang kita rencanakan,” tegasnya.
Sementara itu Ketua SMSI Kabupaten Pesawaran M.Heri Kodri mengutarakan bahwa SMSI ini adalah organisasi pemilik Media Cyber yang siap untuk berkontribusi dan bersinergi baik dengan Pemerintah Kabupaten Pesawaran maupun dengan pihak swasta yang ada di Bumi Andan Jejama.
“Saya berharap SMSI Pesawaran agar bersama-sama membangun dan membesarkan wadah SMSI menjadi lembaga sebagai kekuatan bersama,” ujarnya.
SMSI Pesawaran juga, tambahnya, sangat berharap suport dan arahannya dari SMSI Provinsi Lampung agar dapat besar di Kabupaten Pesawaran.
“Saya juga sangat berharap selalu dorongan dan masukan serta arahannya dari SMSI Provinsi Lampung, agar SMSI Pesawaran dapat berjalan dan besar sesuai dengan harapan bersama,” pungkasnya. (Red)
SMSI Pesawaran Siap Sukseskan Wokshop Penguatan Kelembagaan Organisasi
Pesawaran (HO) – Persiapan gelaran Workshop SMSI Kabupaten Pesawaran dalam rangka Penguatan Kelembagaan Organisasi menuju SMSI Pesawaran Berjaya telah mencapai 90%.
Hal tersebut disampaikan Ketua SMSI Pesawaran M. Heri Kodri di lokasi persiapan acara di Saung Djunjungan Desa Suka Banjar Kecamatan Gedong Tataan Pesawaran, Sabtu (3/4) mengatakan, bahwa persiapan untuk mensukseskan acara Workshop SMSI Kabupaten Pesawaran sudah hampir 100%.
“Bahwa SMSI ini adalah organisasi pemilik Media Cyber yang siap untuk berkontribusi dan bersinergi baik dengan Pemerintah Kabupaten Pesawaran maupun dengan pihak swasta yang ada di Bumi Andan Jejama ini.
Dan alhamdulillah persiapan untuk menyongsong acara workshop pada Senin besok (5/04/2021) sudah 90%, dan juga semua pengurus serta anggota yang tergabung di SMSI Pesawaran siap untuk mensukseskan acara tersebut,” ucapnya.
Senada juga disampaikan oleh Triadi Pramono Sekretaris SMSI Pesawaran mengatakan, bahwa SMSI adalah wadahnya para pemilik media cyber yang mempunyai kesamaan Misi Visi untuk maju.
“Kenapa kita bergabung di SMSI ini, sebab kami mempunyai kesamaan persepsi dalam memajukan organisasi, dan kami kesampingkan dahulu ego sektoral. Oleh karena itu maka akan dilaksanakannnya Workshop pada hari Senin besok (05/04) itu, Tentang Penguatan Kelembagaan Organisasi, dengan maksud agar dapat tercapai tujuan yang akan dimaksud yaitu bergerak atas nama organisasi jadi bukan mengatasnamakan Media atau perusahaan,” paparnya.
Lebih lanjut Triadi menambahkan, agar bersama-sama membangun dan membesarkan wadah SMSI menjadi lembaga sebagai kekuatan bersama.
“Mari bersama – sama membangun dan membesarkan wadah SMSI ini sebagai kekuatan bersama, sehingga pada hasil Workshop nanti kita semua diharapkan mempunyai satu posisi bargaining yang kuat,” tutupnya.
Dari pantauan media di lokasi workshop, terlihat seluruh pengurus baik Ketua, Sekretaris, Bendahara dan anggota SMSI Pesawaran sangat antusias dalam menyiapkan semua kebutuhan workshop. (Red)
Dan alhamdulillah persiapan untuk menyongsong acara workshop pada Senin besok (5/04/2021) sudah 90%, dan juga semua pengurus serta anggota yang tergabung di SMSI Pesawaran siap untuk mensukseskan acara tersebut,” ucapnya.
Senada juga disampaikan oleh Triadi Pramono Sekretaris SMSI Pesawaran mengatakan, bahwa SMSI adalah wadahnya para pemilik media cyber yang mempunyai kesamaan Misi Visi untuk maju.
“Kenapa kita bergabung di SMSI ini, sebab kami mempunyai kesamaan persepsi dalam memajukan organisasi, dan kami kesampingkan dahulu ego sektoral. Oleh karena itu maka akan dilaksanakannnya Workshop pada hari Senin besok (05/04) itu, Tentang Penguatan Kelembagaan Organisasi, dengan maksud agar dapat tercapai tujuan yang akan dimaksud yaitu bergerak atas nama organisasi jadi bukan mengatasnamakan Media atau perusahaan,” paparnya.
Lebih lanjut Triadi menambahkan, agar bersama-sama membangun dan membesarkan wadah SMSI menjadi lembaga sebagai kekuatan bersama.
“Mari bersama – sama membangun dan membesarkan wadah SMSI ini sebagai kekuatan bersama, sehingga pada hasil Workshop nanti kita semua diharapkan mempunyai satu posisi bargaining yang kuat,” tutupnya.
Dari pantauan media di lokasi workshop, terlihat seluruh pengurus baik Ketua, Sekretaris, Bendahara dan anggota SMSI Pesawaran sangat antusias dalam menyiapkan semua kebutuhan workshop. (Red) Lomba Desa Tingkat Kabupaten, Sinar Harapan Terpilih Kandidat Kecamatan Kedondong
Bagus Sugianto Paparkan Literatur Sejarah Desa
Pesawaran (HO) – Terpilihnya Desa Sinar Harapan menjadi kandidat Perwakilan dari desa-desa yang ada di kecamatan Kedondong dalam mengikuti Lomba Desa Tingkat Kabupaten tahun 2021, diharapkan mendorong kemajuan desa di segala aspek untuk mengetahui perkembangan Pembangunan yang ada di desa.
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, melalui Drs. Syukur, Asisten I, dalam sambutannya mengatakan, jika didalam kegiatan lomba desa ini dinilai secara terpadu dengan 8 indikator yang terangkum dalam 3 Bidang Penilaian yakni Bidang Pemerintahan, Kewilayahan dan Sosial Budaya.
“Lomba Desa merupakan ajang kompetisi yang diharapkan untuk mendorong kemajuan desa di segala aspek yang dilakukan dengan swadaya dan Gotong-royong masyarakat, serta untuk mengetahui perkembangan Pembangunan desa tersebut,” jelasnya Rabu (31/3/2021).
Dia melanjutkan, dalam mencapai kemajuan desa sangat diharapkan adanya kerjasama saling bersinergi dengan baik untuk itu sangat diperlukannya berkoordinasi antara masyarakat desa dengan pemerintahan desa juga bersinergi dan berkoordinasi dengan pemerintah, baik itu pemerintah di Kecamatan maupun pemerintah daerah yang ada di Kabupaten Pesawaran.
“Kita pun perlu mengetahui didalam penilaian lomba desa yang diadakan oleh Pemda Pesawaran terdiri dari tim penilai dari berbagai instansi terkait seperti, Dinas PMD, Inspektorat, Dinas Koperasi, Dinas Kominfo, BPBD, Sat Pol-PP, Dinas Kesehatan dan anggota tim lainnya, yang akan melakukan penilaian dalam kegiatan lomba desa,” sebutnya.
Sementara itu Kepala Desa Sinar Harapan Bagus Giyarto menyampaikan terima kasih atas Kehadiran Bupati Pesawaran yang diwakili oleh Drs. Syukur, Asisten I beserta para staf rombongan tim penilai dari intansi terkait dari didalam penilaian lomba desa Sinar Harapan Kecamatan Kedondong.
“Kami merasa bangga dan syukur desa Sinar Harapan terpilih dan mendapatkan kepercayaan dari rekan-rekan desa yang ada di kecamatan Kedondong, yang telah mempercayakan dan memilih desanya, guna mengikuti lomba desa, dan saya pun sangat berterimakasih atas kerja keras aparatur desa dan masyarakat yang bergotong-royong dalam persiapan lomba desa,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut juga, Bagus Sugianto memaparkan tentang literatur sejarah singkat terkait dengan berdirinya Desa Sinar Harapan, serta dilanjutkan dengan penjelasan kepada yang hadir tentang latar belakang profesi pekerjaan dan sosial dari masyarakat, hingga pemaparan tentang luas dan jumlah penduduk desanya.
“Semoga dengan adanya lomba desa ini bisa menjadi motivasi dan evaluasi kami kedepaannya untuk lebih giat dan lebih maju lagi, dengan adanya penilaian dan koreksi dari para juri penilai dalam lomba desa ini,” tutupnya. (Rudi Andriansyah)
“Lomba Desa merupakan ajang kompetisi yang diharapkan untuk mendorong kemajuan desa di segala aspek yang dilakukan dengan swadaya dan Gotong-royong masyarakat, serta untuk mengetahui perkembangan Pembangunan desa tersebut,” jelasnya Rabu (31/3/2021).
Dia melanjutkan, dalam mencapai kemajuan desa sangat diharapkan adanya kerjasama saling bersinergi dengan baik untuk itu sangat diperlukannya berkoordinasi antara masyarakat desa dengan pemerintahan desa juga bersinergi dan berkoordinasi dengan pemerintah, baik itu pemerintah di Kecamatan maupun pemerintah daerah yang ada di Kabupaten Pesawaran.
“Kita pun perlu mengetahui didalam penilaian lomba desa yang diadakan oleh Pemda Pesawaran terdiri dari tim penilai dari berbagai instansi terkait seperti, Dinas PMD, Inspektorat, Dinas Koperasi, Dinas Kominfo, BPBD, Sat Pol-PP, Dinas Kesehatan dan anggota tim lainnya, yang akan melakukan penilaian dalam kegiatan lomba desa,” sebutnya.
Sementara itu Kepala Desa Sinar Harapan Bagus Giyarto menyampaikan terima kasih atas Kehadiran Bupati Pesawaran yang diwakili oleh Drs. Syukur, Asisten I beserta para staf rombongan tim penilai dari intansi terkait dari didalam penilaian lomba desa Sinar Harapan Kecamatan Kedondong.
“Kami merasa bangga dan syukur desa Sinar Harapan terpilih dan mendapatkan kepercayaan dari rekan-rekan desa yang ada di kecamatan Kedondong, yang telah mempercayakan dan memilih desanya, guna mengikuti lomba desa, dan saya pun sangat berterimakasih atas kerja keras aparatur desa dan masyarakat yang bergotong-royong dalam persiapan lomba desa,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut juga, Bagus Sugianto memaparkan tentang literatur sejarah singkat terkait dengan berdirinya Desa Sinar Harapan, serta dilanjutkan dengan penjelasan kepada yang hadir tentang latar belakang profesi pekerjaan dan sosial dari masyarakat, hingga pemaparan tentang luas dan jumlah penduduk desanya.
“Semoga dengan adanya lomba desa ini bisa menjadi motivasi dan evaluasi kami kedepaannya untuk lebih giat dan lebih maju lagi, dengan adanya penilaian dan koreksi dari para juri penilai dalam lomba desa ini,” tutupnya. (Rudi Andriansyah) Jelang Workshop Penguatan Lembaga, SMSI Pesawaran Gelar Rapat Pemantapan
Pesawaran (HO) – Guna membahas program kerja jangka pendek dan peningkatan lembaga, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Pesawaran akan menggelar Workshop penguatan lembaga, pada Senin (5/4-red), di Rumah Makan D’junjungan Desa Suka Banjar Kecamatan Gedong Tataan.
Ketua SMSI Kabupaten Pesawaran M.Heri Kodri dalam rapat tersebut menyampaikan, Workshop yang akan di gelar nanti membahas penguatan, peningkatan kelembagaan dan program-program kerja.
“Workshop nanti akan dihadiri oleh Ketua SMSI Provinsi Lampung bapak Doni Irawan bersama pengurus inti, dengan pembahasan penguatan lembaga dan program kerja,” jelasnya saat rapat, di Sekretariat SMSI Pesawaran, Kamis (1/4/2021).
Organisasi SMSI terangnya, adalah perkumpulan pemilik media berbasis online, dan dirinya mengajak seluruh pengurus dan anggota SMSI Kabupaten Pesawaran tetap kompak dan senantiasa memberikan kontribusi positif bagi Bumi Andan Jejama.
“Saya berharap workshop yang akan digelar pada Senin besok dapat berjalan dengan lancar dan saya himbau rekan-rekan yang tergabung di SMSI Pesawaran dapat bersama-sama untuk mensukseskan nya,” pungkasnya. (Red)
Ketua SMSI Kabupaten Pesawaran M.Heri Kodri dalam rapat tersebut menyampaikan, Workshop yang akan di gelar nanti membahas penguatan, peningkatan kelembagaan dan program-program kerja.
“Workshop nanti akan dihadiri oleh Ketua SMSI Provinsi Lampung bapak Doni Irawan bersama pengurus inti, dengan pembahasan penguatan lembaga dan program kerja,” jelasnya saat rapat, di Sekretariat SMSI Pesawaran, Kamis (1/4/2021).
Organisasi SMSI terangnya, adalah perkumpulan pemilik media berbasis online, dan dirinya mengajak seluruh pengurus dan anggota SMSI Kabupaten Pesawaran tetap kompak dan senantiasa memberikan kontribusi positif bagi Bumi Andan Jejama.
“Saya berharap workshop yang akan digelar pada Senin besok dapat berjalan dengan lancar dan saya himbau rekan-rekan yang tergabung di SMSI Pesawaran dapat bersama-sama untuk mensukseskan nya,” pungkasnya. (Red) Bupati Pesawaran Sasar Pembangunan Desa dan Pelayanan Publik Sistem digitalisasi
Pesawaran (HO) – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona memaparkan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Pesawaran terkait pelayanan publik kedepannya dihadapan Ombudsman RI. Menurut Dendi sasaran pembangunan Pemkab Pesawaran kedepannya adalah Desa serta untuk pelayanan publik semua akan menggunakan sistem digitalisasi.
“Untuk saat ini arah kebijakan kami khususnya dalam hal pelayanan adalah berbasis elektronik dan Digital, apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19, pelayanan itu baiknya menggunakan IT, sehingga bisa akuntabel dan efisien waktu,” ungkap Dendi saat menghadiri Sekaligus Memberikan Sambutan Pada Acara Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan penandatanganan MoU Pelayanan Publik Ombudsman Republik Indonesia, di Aula Pemkab Pesawaran, Kamis (1/4/2021).
“Dan untuk pembangunan, kami akan fokus pada bagaimana presentasi desa mandiri bisa terwujud dengan baik, sesuai arahan Presiden pembangunan harus dimulai dari dari bawah yaitu Pemerintahan desa tentunya,” timpal dia.
Dikatakannya lebih lanjut, dalam menghadapi pandemi saat ini pihaknya masih memprioritaskan pemulihan ekonomi mikro.
“Sejak awal saya memang tidak memberikan izin kepada toko waralaba untuk buka di Pesawaran, saya mau mengizinkan toko waralaba jika hasil produk UMKM maupun BUMDEs masyarakat kami bisa masuk dan dipasarkan, sehingga harapannya bisa berdampak baik terhadap perekonomian masyarakat di Pesawaran,” kata dia.
Sementara itu, Ketua Ombudsman Republik Indonesia Mokhammad Najih menyampaikan apresiasi terhadap apa yang telah dilakukan Pemkab Pesawaran.
“Meskipun terbilang masih sebagai Kabupaten baru, tapi Kabupaten Pesawaran sudah memiliki banyak prestasi yang luar biasa, itu membuktikan penyelenggaraan pemerintahan, pengelolaan negara dilakukan dengan sungguh-sungguh, sehingga indikator pelayanan publik sudah berjalan,” ucap dia.
“Konsep yang disusun pak Bupati (Dendi Ramadhona) itu merupakan fungsi kita sebagai pelayanan tidak ada untuk diri sendiri, itu menunjukkan pak bupati merupakan pemimpin yang visioner,” sambung dia.
Dijelaskannya, dalam menciptakan pelayanan publik yang baik, konsep Pemerintah harus hadir ditengah masyarakat perlu diimplementasikan dengan baik.
“Saya harap jangan sampai ada maladministrasi dalam melakukan pelayanan, sebab jika sudah terjadi tidak menutup kemungkinan akan ada Korupsi. Oleh karena itu saya mengajak kita harus betul-betul menghadirkan Pemerintah ditengah masyarakat, terutama dalam hal pelayanan,” jelas dia.
Ia pun menerangkan, fungsi dan tugas Ombudsman sebagai pengawas penyelenggaraan pelayanan publik telah diatur oleh Undang-undang.
“Kegiatan ini merupakan yang pertamakali di Pesawaran, ini juga sesuai dengan fungsi dan tugas Ombudsman dimana Ombudsman dibentuk berdasarkan Undang-undang, untuk mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik baik dari lembaga pusat hingga daerah yang semuanya menggunakan anggaran baik APBN maupun APBD, itulah objek pengawasan kita,” terang dia.
“Semoga kerjasama sama ini bisa dapat terus terjalin, sehingga tingkat kepuasan pelayanan publik di Kabupaten Pesawaran dapat meningkat serta jika ada penyelenggaraan pelayanan publik yang terganggu kita bisa menjadi fasilitator untuk memberikan solusinya,” tutupnya. (Red)
Percepat Zona Hijau, Pemkab Pesawaran Lakukan Pendataan Keluarga di 11 Kecamatan
Pesawaran (HO) – Guna mempercepat Zona hijau, Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) akan melaksanakan pendataan keluarga di 11 kecamatan yang ada di Bumi Andan Jejama.
Ketua TP PKK Kabupaten Pesawaran Nanda Indira Dendi mengatakan bahwa kegiatan pendataan keluarga tersebut dibarengi dengan himbauan penerapan protokol kesehatan (prokes) pada keluarga.
“Jadi, kegiatan ini sekaligus memberi pemahaman tentang pentingnya menerapkan prokes covid-19 guna mencegah penyebarannya. Nantinya, himbauan akan disampaikan oleh petugas yang mendata keluarga di 148 desa yang ada di 11 kecamatan,” katanya, di Rumah Dinas Bupati Pesawaran Desa Kurungan Nyawa Kecamatan Gedong Tataan, Kamis (1/4/2021).
Dengan demikian, diharapkan Kabupaten Pesawaran akan lebih cepat menjadi zona hijau sehingga kegiatan masyarakat dan pemerintahan dapat berjalan dengan baik.
“Semua harus sama-sama disiplin menerapkan prokes, baik masyarakatnya, pegawai pemerintahannya maupun komponen lain yang terkait. Nah, kalau semua disiplin terapkan prokes, Insya Allah pandemi segera berakhir,” tegas dia.
Begitu juga dikatakan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Pesawaran, Maysuri menjelaskan untuk Pelaksanaan Pendataan Keluarga 2021 (PK21) Di Kabupaten Pesawaran dengan indikator kependudukan, keluarga berencana dan indikator pembangunan keluarga dilakukan.
“Pendataan tersebut diteruskan di rumah tokoh masyarakat dan anggota DPRD Kabupaten Pesawaran dan pejabat yang berdomisili di Bumi Andan Jejama serta Camat serta Kepala Desa se-Kabupaten Pesawaran,” ucapnya.
Kemudian lanjutnya, PK21 juga akan dilakukan di Kecamatan Gedong Tataan 28.338KK, Negeri Katon 20.333KK, Tegineneng 15.121KK, Way Lima 10.732KK, Padang Cermin 7.814KK, Punduh Pidada 4.328KK, Kedondong 10.068KK, Marga Punduh 4.308KK, Way Khilau 8.334KK, Teluk Pandan 9.657KK dan Kecamatan Way Ratai 9.737KK.
“Kecamatan yang akan memakai metode android ada enam yaitu Gedong Tataan,Tegineneng, Way Lima, Way Khilau, Teluk Pandan dan Way Ratai. Kemudian yang memakai formulir adalah Negeri Katon, Padang Cermin, Punduh Pidada, Kedondong dan Marga Punduh,” katanya.
Untuk diketahui tambahnya, sejak Bulan Februari sampai dengan pertengahan Bulan Maret 2021 Dinas Pengendalian Penduduk Kabupaten Pesawaran telah melaksanakan sosialisasi dan publikasi pendataan keluarga tahun 2021 bagi 11 manajer pengelola dan 11 manajer data di tingkat kabupaten, orientasi bagi 148 supervisor ditingkat kecamatan dan 989 kader pendata ditingkat desa, dengan nara sumber 4 orang team teaching pendataan kelurga tingkat kabupaten, 11 koordinator penyuluh KB, 22 penyuluh KB dan 17 petugas lapangan KB.
“Dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan pendataan keluarga tahun 2021 ini diwujudkan dengan dikeluarkannya statement Bupati dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pesawaran yang sudah diviralkan pada medsos yakni Whatsapp, Facebook dan instagram jajaran Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Pesawaran (30orang), lini lapangan seperti penyuluh KB (33orang), Petugas Lapangan KB (30orang), Kader KB yang terdiri dari PPKBD (899orang) dan mitra kerja lainnya,” pungkasnya. (Red)
Dengan demikian, diharapkan Kabupaten Pesawaran akan lebih cepat menjadi zona hijau sehingga kegiatan masyarakat dan pemerintahan dapat berjalan dengan baik.
“Semua harus sama-sama disiplin menerapkan prokes, baik masyarakatnya, pegawai pemerintahannya maupun komponen lain yang terkait. Nah, kalau semua disiplin terapkan prokes, Insya Allah pandemi segera berakhir,” tegas dia.
Begitu juga dikatakan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Pesawaran, Maysuri menjelaskan untuk Pelaksanaan Pendataan Keluarga 2021 (PK21) Di Kabupaten Pesawaran dengan indikator kependudukan, keluarga berencana dan indikator pembangunan keluarga dilakukan.
“Pendataan tersebut diteruskan di rumah tokoh masyarakat dan anggota DPRD Kabupaten Pesawaran dan pejabat yang berdomisili di Bumi Andan Jejama serta Camat serta Kepala Desa se-Kabupaten Pesawaran,” ucapnya.
Kemudian lanjutnya, PK21 juga akan dilakukan di Kecamatan Gedong Tataan 28.338KK, Negeri Katon 20.333KK, Tegineneng 15.121KK, Way Lima 10.732KK, Padang Cermin 7.814KK, Punduh Pidada 4.328KK, Kedondong 10.068KK, Marga Punduh 4.308KK, Way Khilau 8.334KK, Teluk Pandan 9.657KK dan Kecamatan Way Ratai 9.737KK.
“Kecamatan yang akan memakai metode android ada enam yaitu Gedong Tataan,Tegineneng, Way Lima, Way Khilau, Teluk Pandan dan Way Ratai. Kemudian yang memakai formulir adalah Negeri Katon, Padang Cermin, Punduh Pidada, Kedondong dan Marga Punduh,” katanya.
Untuk diketahui tambahnya, sejak Bulan Februari sampai dengan pertengahan Bulan Maret 2021 Dinas Pengendalian Penduduk Kabupaten Pesawaran telah melaksanakan sosialisasi dan publikasi pendataan keluarga tahun 2021 bagi 11 manajer pengelola dan 11 manajer data di tingkat kabupaten, orientasi bagi 148 supervisor ditingkat kecamatan dan 989 kader pendata ditingkat desa, dengan nara sumber 4 orang team teaching pendataan kelurga tingkat kabupaten, 11 koordinator penyuluh KB, 22 penyuluh KB dan 17 petugas lapangan KB.
“Dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan pendataan keluarga tahun 2021 ini diwujudkan dengan dikeluarkannya statement Bupati dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pesawaran yang sudah diviralkan pada medsos yakni Whatsapp, Facebook dan instagram jajaran Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Pesawaran (30orang), lini lapangan seperti penyuluh KB (33orang), Petugas Lapangan KB (30orang), Kader KB yang terdiri dari PPKBD (899orang) dan mitra kerja lainnya,” pungkasnya. (Red) 