Asik, Rp1 juta, Bakal Diterima Ribuan Tenaga Kotrak Pesawaran, BSU BPJS Ketenagakerjaan

Pesawaran (HO) – Sebanyak 2.432 orang calon penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) dalam hal ini tenaga kontrak yang ada dilingkungan Pemerintah Kabupaten Pesawaran akan mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta dari BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini diungkapkan oleh Sunyoto selaku Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pesawaran, Rabu, (24/11/2021). “Ya kami terima surat dari BPJS Ketenagakerjaan pada tanggal 22 November 2021 ditujukan kepada Bupati (Pesawaran), kaitannya kita diminta menyampaikan nomor rekening calon penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU). Disini calon penerima BSU akan mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta, dan diminta untuk membuka rekening Bank Himbara yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN, karena pencairannya akan ditransfer melalui rekening,” ungkapnya. Menurutnya, calon penerima BSU BPJS Ketenagakerjaan disini adalah para tenaga kontrak yang ada dilingkungan Pemkab Pesawaran. “Dari data yang kami peroleh dari BPJS Ketenagakerjaan setidaknya ada 2.432 orang calon penerima BSU yang diminta untuk menyampaikan verifikasi atau keabsahan dari calon penerima bahwa benar yang bersangkutan merupakan tenaga kontrak dilingkungan Pemkab Pesawaran,” ujar dia. “Walaupun secara by data mereka (BPJS Ketenagakerjaan) sudah punya. Sebab ini kan bukan yang pertama, waktu itu juga mereka pernah dapat tapi yang sekarang ini besarnya hanya Rp1 juta. Dan calon penerima BSU ini juga harus terhitung keikutsertaan BPJS Ketenagakerjaan sejak bulan Juni 2021 kebawah,” timpal dia. Maka dari itu, ia menghimbau kepada para tenaga kontrak dilingkungan Pemkab Pesawaran untuk segera menyelesaikan dokumen yang diminta oleh BPJS Ketenagakerjaan tersebut. “BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan waktu kepada calon penerima untuk menyelesaikan data yang diminta paling lambat tanggal 26 November 2021. Bagi calon penerima yang tidak menyelesaikan dokumen yang diminta kemungkinan tidak akan mendapatkan BSU tersebut,” imbaunya. Sementara itu, Riski selaku Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pringsewu membenarkan jika pihaknya diminta Kementerian Ketenagakerjaan untuk mengumpulkan rekening calon penerima BSU. “Ya, kami memang diminta untuk melengkapi rekening calon penerima BSU, kalau untuk penyalurannya itu dari Kementerian Ketenagakerjaan bukan kita, ya seperti yang sebelum-sebelumnya tidak jauh beda, tapi untuk jumlah bantuannya yang sekarang kalau tidak salah sebesar Rp1 juta. Nah untuk BSU ini kita masih dalam tahap pengumpulan rekening dulu sampai batas waktu yang ditentukan,” tutupnya. (Red)

DPRD Pesawaran Gelar Paripurna PAW, Rani Yunita Resmi Anggota DPRD

Pesawaran (HO) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesawaran gelar rapat paripurna dengan agenda pengambilan sumpah janji peresmian pengangkatan pergantian antar waktu (PAW) anggota DPRD Pesawaran.

Ketua DPRD Pesawaran, Suprapto mengatakan pergantian antar waktu tersebut menyusul anggota legislatif setempat dari fraksi PDIP atas nama Sucipto yang meninggal beberapa waktu lalu.

“Berdasarkan surat keputusan Gubernur Lampung Nomor: G/622/B.01/HK/2021 tanggal 15 November 2021, ditetapkan Rani Yunita sebagai pengganti antar waktu anggota DPRD Pesawaran sisa masa jabatan 2019 hingga 2024,” sebut Suprapto dalam rapat yang digelar di aula sidang DPRD setempat, Selasa (23-11-2021).

Suprapto berharap dengan diresmikannya anggota baru tersebut dapat menjadi wakil rakyat yang mengabdi kepada kepentingan masyarakat khususnya di wilayah setempat.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesawaran Sucipto, dikabarkan meninggal dunia.

Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran Suprapto menyebut, kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Urip Sumoharjo, Bandarlampung pada  pada Kamis malam, 1 Juni 2021.

“Sebelumnya almarhum memang menjalani perawatan di Rumah Sakit Urip Sumoharjo. Almarhum punya riwayat penyakit kelenjar getah bening sejak dua tahun lalu. Sepekan sebelumnya terapi kemo, setelah itu kondisinya drop dan gak tertolong lagi,” kata Suprapto pada Jumat (2-7-2021).

Menurut Suprapto, almarhum merupakan sosok yang dekat dengan masyarakat dan kerap memberikan perhatian kepada persoalan sosial di daerah pemilihan (Dapil) I wilayah Kecamatan Tegineneng. (Red)

Tingkatkan Pengetahuan Sebanyak 300 Peserta Ikuti Seminar Permuseuman

Pesawaran (HO) – Guna meningkatkan pengetahuan mahasiswa terhadap sejarah ketransmigrasian, UPTD Museum Ketransmigrasian Provinsi Lampung menggelar Seminar Permuseuman yang diikuti hingga 300 peserta. Kepala UPTD Museum Ketransmigrasian Provinsi Lampung, Hana Kurniati mengatakan, 300 peserta yang mengikuti seminar permuseuman meliputi tokoh adat Desa Bagelen, dosen sejarah dan mahasiswa jurusan sejarah. “Kita melaksanakan kegiatan ini selama tiga hari, artinya tidak semua peserta kita jadikan satu di hari yang sama, namun kita bagi 100 peserta perharinya, mulai dari hari ini 23 sampai 25 November lusa,” katanya saat diwawancarai, Selasa (23/11/2021). Ia menambahkan, tujuan dengan dilaksanakannya seminar permuseuman saat ini selain untuk meningkatkan pengetahuan namun menjadi wadah para peserta untuk memberikan sumbang saran serta pemikiran guna memajukan Museum Ketransmigrasian. “Ya dengan adanya sumbang saran pemikiran dari para peserta bisa menjadikan pedoman untuk kemajuan Museum iniini sendiri, mengingat Museum Ketransmigrasian merupakan satu-satunya yang ada di Indonesia sehingga dengan ini dapat dikenal lebih luas,” jelasnya. Menurutnya, antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan seminar permuseuman sangat tinggi dengan memenuhi undangan yang telah diberikan. “Memang untuk seminar ini kita memberikan undangan ke beberapa universitas dan Alhamdulillah antusias mereka luar bisa ya, kemudian untuk Universitasnya yaitu ada dari Universitas Lampung, UBL, Muhamadiyah Metro serta dari STKIP PGRI Bandar Lampung,” katanya. Dia berharap dengan adanya kegiatan tersebut dapat memberikan pengetahuan, sumbang saran, pemikiran serta ide-ide dalam kemajuan Museum Ketransmigrasian Lampung. “Saat ini kita masih dalam masa pandemi ya, jadi kita minta seluruh peserta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan dengan mencuci tangan dan memakai masker guna mencegah adanya kluster baru,” ungkapnya. Salah satu peserta Kian, dari Universitas Muhammadiyah Metro mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan hari ini merupakan salah satu momentum dalam mengenalkan sejarah kepada masyarakat khususnya mahasiswa. “Ya saya harap agenda seperti ini rutin dilaksanakan dengan cakupan yang lebih luas, karena mahasiswa kan termasuk garda terdepan memori kolektif apalagi yang datang dan diundang memang spesifik dalam sejarah sehingga dengan banyaknya kegiatan seperti ini dapat menambah wawasan dalam pengetahuan khususnya Ketransmigrasian,” jelasnya. “Saya juga berharap, museum dapat menambah koleksinya dan narasi-narasi sejarah yang ditayangkan lebih diperlengkap lagi dan jangan berhenti untuk melakukan riset sehingga Museum dapat menampilkan hal-hal yang baru dalam sejarah Ketransmigrasian,” tutupnya. (Red)

Kades Wates Way Ratai, Andes Irawan Terus Berkarya Demi Kemajuan Desa

Terima Kasih Bupati Pesawaran Bapak Dendi Ramadhona

Pesawaran (HO) – Kepala Desa Wates Way Ratai Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran, Andes Irawan terus melakukan pembangunan di berbagai bidang, salah satu nya untuk infrastruktur terus dioptimalkan sehingga perubahan perwajahan desa semakin mengalami perubahan untuk kemajuan desanya.

Andes Irawan mengungkapkan terus melakukan perubahan, perlahan tapi pasti, desa ini mulai berbenah dengan geliat membangun sarana dan prasarana. Salah satunya dari jalan lingkungan, layanan kepada masyarakat, serta infrastuktur lainnya dan juga saat ini tengah mengerjakan beberapa fasilitas umum di desanya.

“Saya terus berupaya semaksimal mungkin, peran sebagai motivator, fasilitator, penggerak pembangunan yang didukung lembaga serta kepedulian masyarakatnya alhamdulilah untuk tahun 2021 yang belum selesai kia sudah merealisasikan Peningkatan jalan lingkungan dan pemukiman kemudian Program BLT desa terbanyak di kecamatan Way Ratai,” terangnya kepada Media Handalonline.com, Senin (22/11/2021).

Selain itu katanya, pihak nya terus melakukan pelayanan kepada masyarakat, baik pelayanan kesehatan, peningkatan sarana umum masyarakat membuat taman desa dan Lapangan desa kemudian menggerakan program keagamaan dengan Khotmil Qur an di kecamatan Way Ratai.

“Saya memang baru satu periode namun saya di pilih dari masyarakat dan saya asli kelahiran di Desa Wates Way Ratai, saya akan selalu ada di tengah-tengah masyarakat serta akan membangun desa kami ini menjadi desa makmur sejahtera dan mandiri,” tuturnya.

Di setiap pembangunan desa, pihaknya selalu bermusyawarah dan berkoordinasi dengan masyarakat untuk memberikan ide saran maupun masukan dengan tujuan untuk membangun desa agar menjadi makmur.

“Semua pembangunan desa tak lepas dari dukungan lembaga desa serta seluruh elemen masyarakat, kemudian pemerintahan desa dengan tim pengelola kegiatan dalam pengalokasian dana bantuan pemerintah dari berbagi sumber anggaran seperti pengalokasian Dana Desa, Dana Pusat, dana bantuan kabupaten, dan Alokasi Dana Desa,” sebutnya.

Yang mana lanjut Kades Andes, pengalokasian dana tersebut untuk pengerjaan-pengerjaan berbagi sarana dan prasarana infrastuktur seperti pengerjaan pavingisasi jalan lingkungan, drainase, pipanisasi, rehab balai dusun dan infrastuktur lainnya.

“Kebersamaan menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bekerja keras, dan berusaha menjabarkan program pembangunan demi kemajuan desa yang dicita-citakan, pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan,” ujarnya.

“Kami selaku aparatur desa merasa belum cukup puas dengan apa yang dilakukan selama menjabat selaku kades. Pasalnya, masih banyak target yang harus terus dicapai dalam hal membangun desa ke arah lebih maju,” timpalnya.

Oleh karena itu, sambung Andes Irawan, pihaknya terus berusaha mengoptimalkan tenaga dan pikiran guna pembangunan desa. Obsesi dapat mengoptimalkan sarana dan prasarana umum dan mengoptimalkan potensi SDM masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah, dan terus berkarya demi kemajuan desa.

“Atas nama Pemerintahan Desa Wates Way Ratai kami ucapkan terimakasih kepada Bupati Pesawaran, Bapak Dendi Ramadhona, semoga sehat selalu dan semakin sukses saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih yang mana telah memperhatikan desa kami  kemudian kepada pemerintah pusat yang telah menurunkan bantuan dana untuk pembangunan desa kami,” pungkasnya.    (Indra Jaya)

Bupati Pesawaran Apresiasi Legislatif Eksekutif, Bangun Bumi Andan Jejama Tetap 9 Ranperda

Pesawaran (HO) – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pesawaran dalam rangka penetapan program pembentukan peraturan daerah (propemperda) Kabupaten Pesawaran tahun anggaran 2022 digelar di Gedung dewan setempat, Senin (22/11/2021). Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran Suprapto, Wakil Ketua I-Paisaludin, Wakil Ketua II-M. Yasser Syamsuria Ryacudu dan Wakil Ketua III- Zulkarnain, Plt Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Pesawaran Syukur, seluruh anggota DPRD Kabupaten Pesawaran yang ikut dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pesawaran, Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo yang diwakili Wakapolres Kompol Hendra Gunawan, Dandim Lampung Selatan yang diwakilkan, Kejari dan sejumlah Asisten di Pemerintahan Kabupaten Pesawaran. Dalam sambutannya, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilangsungkan inisiasi dari eksekutif dan legislatif dalam rangka membangun Bumi Andan Jejama kedepan. “Saya berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah menetapkan sembilan rencana peraturan daerah (ranperda), sehingga kedepan dapat berjalan dengan baik,” kata dia. Ia juga meminta kepada OPD untuk dapat memedomani ranperda yang telah ditetapkan dalam menyelenggarakan kegiatan di masing-masing OPDnya. “Sembilan ranperda telah ditetapkan, saya minta semua OPD dapat memedomaninya dan semoga kedepan ranperda tersebut bermanfaat,” ujar dia. Dikesempatan tersebut, Dendi juga meminta kepada Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran dan seluruh anggota dewan untuk dapat memberikan pemahaman kepada konstituen untuk mendapatkan vaksin baik tahap 1 dan 2. “Allhamdulillah, di Kabupaten Pesawaran tinggal satu kecamatan yang zona kuning dan lainnya telah memasuki zona hijau. Penyerapan vaksinasi juga telah lebih dari 65 persen, mengingat banyak yang divaksin diluar daerah. Semoga Desember 2021 nanti kita bisa mencapai 75 persen penyerapan vaksinasi yang dimaksud,” kata dia. Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran Suprapto mengatakan bahwa sidang paripurna telah memenuhi syarat tingkat kehadiran anggota dewan. “Kegiatan ini sangat penting untuk proses kemajuan pembangunan Kabupaten Pesawaran kedepan, karenanya telah diikuti oleh seluruh pihak terkait dan hampir semua anggota dewan yang ada semoga bermanfaat,” kata dia. Untuk diketahui, berdasarkan Surat Keputusan DPRD Kabupaten Pesawaran Nomor : / DPRD-P / 2021 tanggal 22 November 2021 tentang Program Pembentukan Peraturan Daerah Kabupaten Pesawaran Tahun Anggaran 2022; bahwa PROGRAM PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH (PROPEMPERDA) KABUPATEN PESAWARAN TAHUN ANGGARAN 2022 yang dimaksud adalah: 1. Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Pesawaran Tahun Anggaran 2021. 2. Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Kebudayaan. 3. Rancangan Peraturan Daerah tentang Perizinan Berusaha di Daerah. 4. Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Pesawaran Tahun Anggaran 2022. 5. Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Pesawaran Tahun Anggaran 2023. 6. Rancangan Peraturan Daerah tentang Perizinan Berbasis Resiko ( Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko). 7. Rancangan Peraturan Daerah tentang Perlindungan Koperasi & UMKM. 8. Rancangan Peraturan Daerah tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan). 9. Rancangan Peraturan Daerah tentang Pedoman Penyelenggaraan Badan Layanan Umum Daerah. (Red)

Tingkatkan Loyalitas dan Jiwa Korsa, GP Ansor Pesawaran Gelar Pembaretan

Pesawaran (HO) – Guna meningkatkan loyalitas dan jiwa korsa para anggotanya dan juga persiapan Muktamar NU 34 di Lampung, Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pesawaran mengadakan Kegiatan Pembaretan Banser Tahun 2021 yang dipusatkan di MI Nurul Hidayah Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran, Sabtu-Minggu (20-21 November 2021). Kepala Satkorcab Banser Kabupaten Pesawaran, Azwan menyampaikan bahwa kegiatan Pembaretan Banser Tahun 2021 diikuti oleh 49 anggota Banser se-Kabupaten Pesawaran dengan tetap menggunakan protokol kesehatan. Tambahnya bahwa kegiatan Pembaretan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan Diklatsar Banser, sehingga anggota Banser yang sudah dinyatakan lulus dalam Diklatsar diperbolehkan untuk mengikuti kegiatan Pembaretan. “Pembaretan merupakan kegiatan yang harus diikuti oleh anggota banser yang telah dinyatakan lulus dalam Diklatsar. Tujuannya yaitu guna meningkatkan loyalitas dan jiwa korsa anggota banser baik secara fisik maupun mental, kegiatan pembaretan merupakan persiapan mengawal para ulama Nusantara dalam kegiatan Muktamar NU 34,” ujarnya. Sabtu (20/11/2021). Sementara itu, Jazuli,S.Pd.I selaku ketua PC GP Ansor Kabupaten Pesawaran dalam sambutannya juga mengatakan hal senada bahwa kegiatan Pembaretan Banser merupakan kegiatan pertama kali yang dilaksanakan oleh Satkorcab Banser Pesawaran dan harus diikuti oleh anggota Banser yang telah dinyatakan lulus dalam Diklatsar. “Saat ini GP Ansor Kabupaten Pesawaran melalui Satkorcab Banser sedang menyusun langkah dalam upaya meningkatkan loyalitas anggota-anggotanya, salah satunya adalah melalui kegiatan Pembaretan ini,” ucapnya. Lanjut Jazuli, Sementara materi-materi seluruhnya akan diberikan instruktur Wilayah Provinsi Lampung, seperti Pembekalan pembaretan, Uji Mental dan Fisik serta Doktrinisasi akidah Ahlussunah wal Jama’ah an Nahdliyah. “Untuk pengemblengan secara fisik, seluruh peserta Pembaretan akan melakukan long march yang rencananya 20 KM dimulai dari Gedung MI Nurul Hidayah Negeri Katon Pesawaran,” pungkasnya. (Red)

Terancam 20 Tahun Penjara, Dariyanto Mantan Kades Sukabanjar Didakwa Korupsi Rp487 Juta

Lampung (HO) – Daryanto mantan Kepala Desa Sukabanjar, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, disidangkan di Pengadilan Negeri Tipikor, lantaran diduga telah melakukan korupsi terhadap Dana Desa tahun anggaran 2020 sebesar Rp487 rupiah. Dariyanto disidangkan dalam gelaran sidang perdananya, yang dilaksanakan di PN Tipikor Tanjungkarang, pada Rabu pagi 17 November 2021 kemarin, dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa.
Daryanto mantan Kepala Desa Sukabanjar
“Bahwa dalam menggunakan dana APBDes Desa Sukabanjar tahun 2020, yang dikelola sendiri oleh Terdakwa dilakukan dengan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya dan Laporan Surat Pertanggungjawaban Desa Sukabanjar tahun 2020 dengan kondisi yang sebenarnya,” ucap Jaksa bacakan dakwaannya. Beberapa item yang diduga telah disalahgunakan penganggarannya diantaranya pada pembayaran honorarium atau insentif, anggaran belanja kegiatan yang tidak dilaksanakan, pembangunan rabat beton Dusun IV. Serta pada Anggaran Belanja Tidak terduga pada Penyaluran Bantuan Langsung Tunai, dan pajak PPn PPh serta Pajak Restoran dan Rumah Makan, dengan total keseluruhan kerugian negara sebesar Rp.487.460.810 (empat ratus delapan puluh tujuh juta empat ratus enam puluh ribu delapan ratus sepuluh rupiah). Oknum Kades Sukabanjar ini didakwa telah melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3, Juncto Pasal 18 Undang-undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tipikor. Sebagaimana dirubah dan ditambah dengan Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan atas Undang-undang nomor 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama selama 20 tahun, dan denda paling banyak sebanyak Rp.1 miliar. (Red)

Ini Pemenang Pilkades Serentak Pesawaran, Hasil Quick Count Sementara Dari 37 Desa

Pesawaran (HO) – Pemilihan kepala desa (pilkades) secara serentak di Kabupaten Pesawaran yang berlangsung aman dan damai, hal tersebut bukti masyarakat telah dewasa dalam berpolitik ditingkat desa. Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo mengatakan bahwa berlangsungnya pilkades serentak di 37 desa di Kabupaten Pesawaran dapat berjalan dengan baik berkat partisipasi masyarakat yang aktif dalam menggelar pesta demokrasi didesanya. “Pilkades untuk pemungutan suaranya telah selesai dan alhamdulillah berjalan dengan aman dan tertib serta disiplin menerapkan protokol kesehatan, untuk sementara ini belum ada catatan dari kontestan yang melakukan pelanggaran ataupun membuat rusuh,” kata dia, Kamis (18/11/2021). Gelaran tersebut masih melalui tahap rekapitulasi suara pada masing-masing desa secara resmi yang nantinya akan diumumkan oleh panitia penyelenggara. Begitu juga disampaikan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Zuriadi, dipastikan tidak ada permasalahan yang terjadi sehari setelah pilkades pada 17 November 2021 kemarin. “Kalaupun ada permasalahan yang terjadi, kami meminta kepada seluruh panitia di tingkat desa agar menyelesaikannya secara langsung pada hari itu juga, sehingga kita tidak memberikan waktu untuk calon calon menggugat hasil Pilkades,” kata dia. “Namun alhamdulillah, sampai saat ini semuanya berjalan dengan baik dan aman, seluruh calon sudah menerima hasil yang telah dilaksanakan oleh para panitia di tingkat desa,” imbuhnya. Nantinya, penetapan kades terpilih sesuai dengan hasil pleno yang dilakukan oleh panitia tingkat desa yang akan diserahkan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan dari BPD akan diserahkan ke camat yang kemudian diserahkan ke Bupati dan DPMPD. “Jadi selesai pencoblosan kemarin langsung dilakukan penghitungan di setiap TPS, dan dari hasil penghitungan itu pihak panitia desa kemudian melakukan pleno serta menetapkan kades terpilih,” ucap dia. Ia menerangkan, perhitungan cepat yang pihaknya lakukan telah selesai dilakukan rekap dan terdapat 15 incumbent yang kalah dalam pilkades serentak 2021. Pilkades serentak 2021 tersebut diikuti 37 desa dengan calon sebanyak 137 orang, dari 37 desa yang mengadakan Pilkades terdapat 28 kades baru dan 9 kades incumbent. “Kalau dari 37 desa yang menggelar Pilkades, ada 24 calon incumbent yang maju kembali, namun hanya 9 incumbent saja yang berhasil unggul dalam perolehan suara sedangkan sisanya kalah,” terang dia. Berikut adalah hasil pemenang Quick Count Pilkades Serentak Kabupaten Pesawaran Tahun 2021: Kecamatan Way Lima 1. Pekondoh ~ Firlizanni (Incumbent) 2. Kuta Dalom ~ M. Dahlan 3. Gunung Rejo ~ M. Yusuf 4. Margodadi ~ Aminuddin Kecamatan Kedondong 5. Pasar Baru ~ Fitri Nur Huda Kecamatan Way Khilau 6. Kububatu ~ Siswanto 7. Tanjung Kerta ~ Jamak Udin 8. Mada Jaya ~ Abdul Gofur Kecamatan Gedong Tataan 9. Kutoarjo ~ Suprastiyo (incumbent) 10. Suka Banjar ~ Sunarto 11. Bogorejo ~ Hermansyah (incumbent) Kecamatan Padang Cermin 12. Tri Mulyo ~ Tasman (incumbent) 13. Banjaran ~ Mat Hamzah (incumbent) 14. Padang cermin ~ Dra. Purwanti 15. Hanau Brak ~ Ahmad Alamsyah 16. Gayau ~ Untung Hidayatno 17. Khepong Jaya ~ Juyani Kecamatan Teluk Pandan 18. Batu Menyan ~ Syahruji 19. Cilimus ~ Nurul Listiana 20. Munca ~ Deni Asrorni 21. Talang Mulya ~ Jahroni Kecamatan Marga Punduh 22. Kampung Baru ~ Al Kausar 23. Penyandingan ~ Uum Wahyudi 24. Kunyaian ~ Octa Resfita Safitri (incumbent) 25. Umbul Limus ~ Ismail Alfian (incumbent) 26. Pulau Pahawang ~ Ahmad Salim (Incumbent) Kecamatan Punduh Pedada 27. Pagar Jaya ~ Fauzi Chairul Anwar 28. Baturaja ~ Hardi Alam Praja Kecamatan Negeri Katon 29. Negeri Katon ~ Mat Nur 30. Pejambon ~ Edi Wartoyo (Incumbent) 31. Roworejo ~ Sugiman Kecamatan Tegineneng 32. Margo Mulyo ~ Darsono 33. Kresno Widodo ~ Hariyanto Kecamatan Way Ratai 34. Pesawaran Indah ~ Muharyanto 35. Bunut ~ Bayu Piska Mahendra 36. Bunut Sebrang ~ Misbahush Shurur 37. Gunung Rejo ~ Subagio. (Red)

Bupati Pesawaran, Kapolres Bersama Dandim Tinjau Pilkades Serentak

Pesawaran (HO) – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, meninjau sejumlah desa-desa yang melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada tahun 2021. Bupati mengatakan, Pemkab membentuk beberapa tim untuk melakukan pemantauan yang di sebar ke beberapa desa untuk menjamin pelaksana Pilkades berjalan dengan aman dan damai. “Ya hari ini saya bersama dengan pak Kapolres, kemudian Dandim meninjau desa-desa yang berada di daerah Pesisir, yang pertama kita memastikan protokol kesehatan (Prokes) berjalan dengan ketat di TPS, karena kita ketahui pelaksanaan tahun ini dilakukan di tengah pandemi covid-19,” ujarnya. Rabu (17/11/2021). Dirinya mengatakan, pemantauan di desa kepulauan menjadi salah satu titik fokus, karena menurutnya TPS yang berada di Pulau Pahawang berjarak berjauhan dan mobilisasinya juga menggunakan perahu. “Jadi kalau di Pulau Pahawang ini bukan rawan kamtibmasnya, tetapi faktor cuaca dan geografis juga menjadi kendala dalam pelaksanaan Pilkades, tetapi insyaallah mulai dari pendistribusian logistik Pilkades sampai dengan pelaksanaan hari ini berjalan dengan baik dan lancar semua,” ujar dia. Setelah melakukan tinjauan ke sejumlah TPS, lanjutnya, tingkat partisipasi masyarakat dalam menyalurkan hak suara cukup tinggi. “Rata-rata jam 10 sampai 11 itu, setiap TPS sudah mencapai 80-90% dari jumlah mata pilih di TPSnya, ini membuktikan kalau sosialisasi Pilkades berjalan dengan baik dan sampai kepada masyarakat,” kata dia. Pada kesempatan ini juga, Dendi mengimbau kepada para calon agar tetap legowo dengan hasil yang akan diterima nantinya. “Saya yakin setiap calon mempunyai visi dan misi yang sifatnya untuk membangun desa, kalau saya jujur kepinginnya semua menang, namun karena ini pemilihan tentu harus ada yang kalah. Tapi saya berpesan siapapun nanti yang menang jangan terlalu beruforia yang berlebihan agar tidak menimbulkan kekacauan, dan harus bisa merangkul calon yang kalah,” katanya. (Red)

Johny Corne: GOR Impian Masyarakat Pesawaran, Musium Tapis Ikon Lampung, Keduanya Tepat

“Saya luruskan, bahwa pinjaman PT SMI itu koridornya tidak bisa untuk membangun perkantoran,” Pesawaran (HO) – Rencana Pemerintah Kabupaten Pesawaran melakukan pinjaman dari PT Sarana Multi Insfrastruktur (SMI) (Persero ) untuk pembangunan Gelanggang Olah Raga (GOR) dan Museum Tapis sudah melalui proses panjang dan penuh perhitungan. Hal tersebut diungkapkan mantan anggota DPRD yang saat ini sebagai salah satu personil Staf Khusus Kebijakan Daerah Kabupaten Pesawaran, Johny Corne. “Pertama saya luruskan, bahwa pinjaman PT SMI itu koridornya tidak bisa untuk membangun perkantoran, sehingga tidak relevan jika membandingkannya dengan pertanyaan kenapa harus GOR kenapa tidak kantor, itu karena memang pemkab tidak bisa memakai pinjaman untuk membangun kantor,” ungkapnya, Selasa (16/11) via sambungan telepon. Ditambahkan Johny, melihat kondisi perekonomian masyarakat yang dalam upaya pemulihannya sangat membutuhkan dukungan maksimal dari Pemerintah Daerah. Selain itu kata dia, melihat keunggulan wilayah, prestasi olah raga dan potensi pariwisata yg dimiliki, dinilai sangat tepat untuk sesegera mungkin membangun Museum Tapis dan Pusat Kegiatan Olah Raga di Kabupaten Pesawaran. “Sudah dengan pertimbangan matang kenapa GOR dan Museum Tapis, karena dua item itu dinilai pilihan yang paling mampu memiliki daya ungkit ekonomi pasca pandemi, karena kita tau Pesawaran merupakan Kabupaten penyangga ibukota dan memiliki keunggulan dibidang pariwisata,” kata dia. “Jadi ya dipilihlah infrastruktur yang dapat memancing pengunjung datang, museum tapis sudah barang tentu menjadi tempat wisata, apalagi kita tau tapis merupakan ikon Lampung,” timpalnya. Sedangkan GOR menurut Johny merupakan impian dari warga masyarakat Kabupaten Pesawaran sejak lama, karena Pesawaran memiliki potensi atlet olahraga yang sangat baik. “Selain itu dengan berdirinya infrastruktur tersebut dapat menumbuhkan UMKM lebih cepat, baik Museum maupun GOR berkaitan karena di dua titik itu akan meningkatkan kunjungan orang dan menciptakan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya. “Jadi efek yang dihasilkan dari infrastruktur tersebut akan lebih besar dibanding bunga yang dihasilkan dari pinjaman Pemkab ke PT SMI itu,” pungkasnya. Ditegaskan Johny, kebijakan tersebut sudah disahkan di DPRD Kabupaten Pesawaran karena memang pembangunan tersebut dengan pertimbangan matang dan memiliki konsep untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat. (Red)