Kepala Desa Baturaja Bagikan Sertipikat Tanah Kepada Warga

Pesawaran (HO) – Melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Kepala Desa Batu Raja Amrullah, membagikan sertipikat tanah kepada warganya, Senin (14/2) di kantor Desa setempat. Dalam sambutannya Amrullah meminra kepada masyarakat agar dapat berkomunikasi dengan aparat desa jika ada ketidaksesuaian dalam pengukuran tanah dan hal lain. “sudah ada (surat tanah) yang telah dibagikan dan ada juga yang belum jadi, dan bila ada yang tidak sesuai dalam pengukuran tanah, dapat segera menghubungi Kapala Dusun agar dapat segera disesuaikan,” ujarnya. Ia pun berharap, sertifikat yang nantinya diterima masyarakat dapat dimanfaatkan untuk modal yang produktif atau usaha yang bermanfaat untuk peningkatan ekonomi. “Semoga program ini dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Desa Baturaja dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat maupun legalitas tanah,” harapnya. PTSL yang Populer dengan istilah Sertifikasi tanah ini merupakan wujud pelaksanaan kewajiban Pemerintah untuk menjamin kepastian dan perlindungan hukum atas kepemilikan tanah masyarakat. (Rendy)

Polres Pesawaran, Ringkus Pelaku Pencurian Mobil dan Ungkap Sindikat Kendaraan Rental

Pesawaran (HO) – Jajaran Polres Pesawaran Polda Lampung berhasil meringkus pelaku pencurian kendaraan roda empat milik warga Kedondong, dengan mengamankan 1 (satu) orang tersangka asal Pardasuka Kabupaten Pringsewu. “HT (43) ini tersangka untuk kasus pencurian mobil jenis Calya merupakan warga pardasuka Kabupaten Pringsewu dan ditangkap di pulau jawa yaitu Yogyakarta,” ungkap Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo dalam jumpa Pers yang digelar di Mapolres setempat, Selasa (15/2/2022). AKBP Pratomo Widodo, Untuk modus yang dilakukan, tersangka masuk kedalam rumah korban yang dalam keadaan sepi lalu mengambil dompet berisi STNK dan pergi membawa mobil korban kearah Jambi. “Pelaku ini memang pernah masuk kerumah korban jadi dia (tersangka) tahu kondisi didalam rumah korban, kemudian pelaku membawa mobil tersebut kearah Jambi, dan tim kita berhasil menangkap tersangka di daerah Sleman Yogyakarta,” lanjut dia.
Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo bersama jajaran gelar Ungkap Kasus Sindikat Mobil Rental
Selain penangkapan tersebut, kata Kapolres, Satuan Reserse Kriminal Polres Pesawaran juga berhasil mengungkap sindikat penggelapan mobil rental, dengan mengamankan satu Unit mobil Toyota Avanza yang hendak digelapkan oleh pelaku yang kini berstatus DPO. “Atas laporan dari warga telah ditemukan kendaraan roda empat di Desa Halangan Ratu Kecamatan Negeri Katon, kondisi mobil tersebut ditinggal begitu saja oleh pelaku karena tidak bisa dinyalakan sehingga anggota Reserse Kriminal kami berkoordinasi dengan kepala Desa untuk kemudian barang bukti dibawa ke Polres Pesawaran,” jelasnya. Atas keberhasilan Polres Pesawaran tersebut Dua korban yang turut dihadirkan dalam konferensi pers, menyampaikan ucapan terima kasih kepada polres pesawaran yang berhasil mengungkap dan mengamankan pelaku pencurian kendaraan miliknya. “Terima Kasih kepada Polres Pesawaran yang telah berhasil mengungkap pelaku pencurian mobil saya,” ucap Andri (41) Warga Teluk Betung Bandar Lampung, pemilik mobil rental yang kendaraan nya ditemukan di Desa Halangan Ratu Negri katon Pesawaran. (Red)

Percepat Akselerasi Pembangunan, Bupati Pesawaran Terapkan Satu Desa Satu Mahasiswa

Pesawaran (HO) – Guna mempercepat akselerasi pembangunan Bumi Andan Jejama, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona akan menerapkan program satu desa satu mahasiswa dengan memberikan beasiswa disetiap desa sehingga kedepan digitalisasi desa mampu menggerakkan perekonomian desa. Demikian diungkapkan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenmbang) Kecamatan Teluk Pandan Tahun 2022 dan Peresmian Rumah Desa Sehat (RDS), di Aula Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung di Desa Hanura Kecamatan Teluk Pandan, Senin (14/2/2022). “Kedepan, kita akan fokus pada peningkatan sumber daya manusia dengan menerapkan satu desa satu mahasiswa guna mengkoneksikan bisnis digital marketing sehingga desa nantinya lebih produktif. Nanti, desa harus sering konsultasi ke Bapeda sehingga terkoneksi. Teluk Pandan juga nanti menjadi halaman Kabupaten Pesawaran, kalau semua potensi desa terekspor,” jelasnya. Bupati juga mengatakan kegiatan Musrenbang sedianya akan ditunda mengingat telah masuk zona merah penyebaran virus covid-19. “Kegiatan ini prokesnya diterapkan, diruangan ini juga orangnya terbatas dan kita tidak lama lama. Karena itu, saya menghimbau kepada masyarakat dan anak-anak, segeralah divaksin dan tetap patuhi prokes. Kalau semua level zona merah, kita semua yang rugi. Maka dari itu, kita semua harus secara bersama sama menjaga dengan prokes, ” kata dia. Dendi juga meminta kepala desa untuk dapat mengaktifkan Posko Covid-19 sehingga masyarakat dapat terkontrol, berikan alat pelindung diri agar dapat mencegah penyebarannya. “Gunakan Dana Desa, kan sudah dialokasikan 8 persen untuk protokol kesehatan. Berikan masker kepada masyarakat sehingga mampu mencegah penyebaran virus covid-19. Juga segera vaksin, pada anak anak juga segera diberikan vaksin sehingga imun tubuhnya lebih kuat,” ujar dia. Dikesempatan tersebut, Dendi meminta desa dapat lebih giat menggali potensi sumber daya alam diwilayahnya agar memiliki pendapatan yang bisa membantu pembangunan desa. “Saya minta intervensi desa diwilayahnya, kepala desa harus tahu tata ruang, desanya masuk zona apa. Nah, kalau tidak dikuatkan regulasi desanya maka akan merusak tatanan atau ekosistem lingkungan,” kata dia. Dijelaskan, langkah tersebut sebagai upaya kemandirian desa sehingga ketika dana desa berkurang maka desa sudah siap mendiri dalam mengelola pemerintahan desanya. “Kalau ada penambahan pasti ada pengurangan, nah kalau dana desa sudah berkurang maka desa harus dapat mendiri. Maka dari itu, kita harus bisa menggali potensi yang ada, apakah melalui wisata, BPHTB,pertanian dan mungkin ada tanah bengkok yang bisa dikelola atau usaha lain,” ucapnya. Bupati Dendi Ramadhona meminta kepala desa harus menguasai informasi teknologi (IT) mengingat era digitalisasi sekarang segala sesuatunya menggunakan online. “Kades semua harus menguasai IT, digitalisasi sekarang memaksa kita mengikuti kemajuan teknologi dalam beraktifitas. Pertanian, perikanan, kelautan dan lainnya sekarang telah menggunakan IT dalam melayani dan transaksinya,” tegas dia. Kegiatan yang menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat tersebut dihadiri istri Wakil Bupati Pesawaran Nurhayati Marzuki, Anggota DPRD Kabupaten Pesawaran, Kapolsek Padang Cermin Iptu Apri Sampanuju, TNI, Kepala Desa se-Kecamatan Teluk Pandan, Kepala Bapedda Kabupaten Pesawaran dan sejumlah undangan lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona didampingi Nurhayati Marzuki menyerahkan sejumlah bantuan secara simbolis kepada masyarakat di Kecamatan Teluk Pandan. (Red)

Wisata Bebek Goes Desa Durian, Manjakan Mata Berlibur Bersama Keluarga

Pesawaran (HO) – Wisata Bahari Pelabuhan Perikanan (PP) Desa Durian ini atau yang lebih dikenal masyarakat setempat sebagai Wisata Bebek Gowes terletak di Desa Durian Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Merupakan wisata yang dikelola masyarakat dan Dinas Kelautan Perikanan, Suasana di Wisata Bahari Pelabuhan Perikanan Desa Durian ini sangatlah sejuk dan memanjakan mata karena terdapat taman, danau yang langsung bersebelahan dengan hamparan laut luas Yang ada di pesisir, Kabupaten Pesawaran. Kepala Desa Durian Fauzi menerangkan, Wisata Bahari Pelabuhan Perikanan Desa Durian berdiri pada tahun 2018 akhir dan mulai beroperasi pada tahun 2019. “Fasilitas yang terdapat di Pelabuhan Perikanan Desa Durian ini berupa bebek gowes, taman, penyeberangan ke pulau dengan perahu, kamar mandi pemancingan, mushala, dan pondok-pondok lesehan,” jelasnya Kepada Media Handalonline.com Minggu (13/2/2022). Kades Fauzi menambahkan Wisata Bahari Pelabuhan Perikanan Desa Durian ini selalu diperbaiki dan diupgrade agar tidak tertinggal dengan wisata lainnya, salah satunya rencana di tahun 2022 akan ditambah arena waterboom yang langsung mengarah ke laut, disediakan untuk pengunjung yang ingin berenang di laut. “Untuk informasi lebih lanjut sekelik bisa langsung saja kunjungi media sosial instagramnya @wisata_desa durian, (Raihan-red),” katanya. Begitu juga di sampaikan pengelola wisata Ro’in, mengatakan di tempat tersebut terdapat taman kemudian bebek gowes, musala, kamar mandi, tempat pemancingan, dan kalau ada rezeki nya dapat ikan se’ember di persilakan dibawa pulang, dan disediakan juga tempat bilas kalau abis mandi di laut. “Untuk Biaya masuk ke Wisata Bebek Gowes ini sebesar Rp 10.000 dihitung per motor, dan untuk menaiki Bebek Gowes untuk orang dewasa di kenakan tarip Rp 10.000 dan untuk anak anak Rp 5.000 selama 15 menit keliling danau,” sebutnya. Dia menambahkan, selain itu terdapat Pemancingan yang disediakan untuk para pengunjung, dengan menambah tarif Rp 15.000 sepuasnya dengan hasil ikan yang boleh dibawa pulang. “Wisata Bahari Pelabuhan Perikanan Durian sering dijadikan tempat untuk acara keluarga dan juga komunitas yang ada di Lampung, karena selain pemandangan yang indah terdapat pula alat karaoke dan pondok-pondok yang beragam ukuran untuk beristirahat dan makan bersama,” pungkasnya. (Indra Jaya)

Peringati HPN 2022, IKWI Pesawaran Gelar Baksos Bagikan Ribuan Bibit

Pesawaran (HO) – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2022 Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kabupaten Pesawaran menggelar Bhakti Sosial (baksos) dengan membagikan ribuan bibit cengkeh dan nangka kepada petani di Kabupaten Pesawaran, Minggu (13/2/2022). Bantuan berupa bibit diserahkan secara simbolis kepada petani yang ada di Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. “Mengawali program IKWI tahun 2022 kami para istri wartawan PWI Kabupaten Pesawaran menyalurkan bantuan bibit guna membantu para petani sekaligus dalam rangka memperingati HPN,” ungkap Ketua IKWI Kabupaten Pesawaran, Putri Ayuna Ismail disela acara. Dirinya berharap bantuan yang disalurkan dapat bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian para petani yang ada di Kabupaten Pesawaran yang terdampak Covid-19. “Dimasa pandemi semua pasti terdampak, semoga baksos yang digelar dapat sedikit meringankan beban tersebut di hari kedepan,” ujarnya. Selain itu, kata dia, kegiatan yang dilakukan sebagai bentuk dukungan para istri wartawan kepada anggota PWI Kabupaten Pesawaran dan sarana silaturahmi anggota IKWI. “Artinya kami yang tergabung dalam IKWI turut ambil bagian bersinergi dengan pemerintah dalam membangun Kabupaten Andan Jejama,” kata dia. “Secara simbolis kami bagikan di Desa Sungai Langka, sedangkan bibit lainnya kita bagikan di Desa Sukadadi, dan petani Desa Sukaraja,” timpalnya. Terpisah, Ketua RT 2 Dusun 1 Desa Sungai Langka, Dedi mengucapkan rasa terima kasihnya kepada IKWI Kabupaten Pesawaran yang telah memberikan perhatian kepada warganya yang mayoritas sebagai petani. “Terima kasih kepada ibu-ibu IKWI Kabupaten Pesawaran atas bantuan bibitnya, Insya Allah akan berguna bagi petani khususnya di Desa Sungai Langka,” pungkasnya. (Red)

BWA Berikan Paket, Srikandi Dermawan Bagikan Alquran Kepada Masyarakat

Pesawaran (HO) – Srikandi Dermawan Kabupaten Pesawaran menerima bantuan Alquran dari Badan Wakaf Alquran (BWA) Jakarta melalui Kampung Quran Kabupaten Pesawaran. Ketua Srikandi Dermawan Devi Meliasari Rama mengatakan, saat ini pihaknya baru menerima 200 eksemplar Alquran untuk di bagikan kepada masyarakat serta majelis taklim yang membutuhkan. “Sementara ini kita menerima 200 Alquran secara simbolis dari BWA Jakarta yang di berikan kepada Kampung Quran lalu Srikandi Dermawan,” kata Devi saat menerima paket Alquran secara simbolis di halaman Kampung Quran Desa Bogorejo Kecamatan Gedongtataan Pesawaran, Jumat (11/2/2022). “Dan nanti kita akan melakukan pendataan para penerima baik dari pondok pesantren, majelis taklim ataupun masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya. Dirinya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada BWA Jakarta serta Kampung Quran Pesawaran atas support dan perhatiannya terhadap Srikandi Dermawan Kabupaten Pesawaran. Menanggapinya, Ustadz Iqbal Abdul Aziz mengatakan, pihaknya hari ini menerima 5 ribu eksemplar Alquran yang diberikan oleh BWA Jakarta melalui BWA Provinsi Lampung. “Dari 5 ribu eksemplar Alquran itu, telah kita distribusikan kepada lembaga-lembaga partner Kampung Quran, salah satunya adalah Srikandi Dermawan Kabupaten Pesawaran. Jadi bantuan Alquran itu telah kami serahkan kepada Srikandi Dermawan dan mereka bebas akan dibagikan kemana saja,” kata dia. “Dan memang selama ini Srikandi Dermawan sudah menjadi partner kami dari segala kegiatan, baik itu dalam segi pendidikan, sosial dan, kemasyarakatan,” tambahnya. Sementara itu BWA perwakilan Provinsi Lampung Ustadz Muhammad Ilham mengatakan, bantuan tersebut merupakan bantuan tahun 2021 dan memang agak terlambat karena adanya kendala. “Mohon doanya untuk semua masyarakat Lampung, di tahun 2022 ini insyaallah BWA Jakarta akan memberikan bantuan 100 ribu eksemplar Alquran, yang akan di bagikan di wilayah Provinsi Lampung, baik itu Ponpes, majelis taklim, rumah quran, rumah tahfis, dan Masjid Masjid di Lampung,” ujarnya. (Red)

Peringati HPN, Bupati Pesawaran Berharap Pers Jadi Mata Telinga Pemerintah

Peringati HPN, Bupati Pesawaran Berharap Pers Jadi Mata Telinga Pemerintah Pesawaran (HO) – Dewan Pengurus Cabang Komite Wartawan Reformasi Indonesia (DPC KWRI) Kabupaten Pesawaran menggelar kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional yang di selenggarakan di Aula Islamic Center Gedung Tataan, Rabu (9/2/2022). Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Ketua DPD KWRI Provinsi Lampung Munzir, S.E, Kapolres Pesawaran, Dandim, Ketua BAZNAS Pesawaran, Forkopimda, Kepala organisasi Pers serta undangan lainnya. Dalam kesempatan ini, DPC KWRI Pesawaran memberikan santunan kepada 150 Mustakiq dan juga memberikan bantuan korsi roda kepada lansia yang mengalami sakit struk serta memberikan Penghargaan kepada 3 orang tokoh Wartawan yang sudah berjasa pada perkembangan jurnalis yang ada di Bumi Andan Jejama diantaranya Erland Syoffandi penasehat PWI Pesawaran, Feri Darmawan Ketua FPWKP serta Jamakuddin mantan Ketua DPC KWRI Pesawaran. Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona juga mendapatkan Penghargaan atas kemitraan dan kerjasama dengan media yang selama ini telah berjalan dengan baik. Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona dalam sambutannya meminta insan pers terus menjadi mata dan telinga yang membantu masyarakat dalam menyampaikan segala aspirasi kepada pemerintah. “Media saat ini telah menjadi mitra strategis bagi Pemkab Pesawaran dalam menyerap aspirasi masyarakat, dan saya berharap kerjasama yang telah terjalin selama ini dapat terus ditingkatkan demi kemajuan pembangunan daerah,” kata Dendi. Ia juga meminta kepada insan pers yang ada di Pesawaran, dapat membantu pemerintah dalam menggali dan memasarkan segala potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di kabupaten berjuluk Bumi Andan Jejama itu. “Dengan kemampuan yang dimiliki oleh kawan-kawan media dalam menulis, bisa membantu pemerintah dalam menghidupkan kembali roda perekonomian di tengah pandemi, salah satunya ikut memberitakan segala potensi alam yang ada, mulai dari segala produk yang dihasilkan dari alam seperti cokelat yang menjadi branding kita, kemudian keindahan-keindahan alam yang kita miliki, seperti laut, gunung dan bukit-bukit yang ada,” ujarnya. Ditempat yang sama, Ketua KWRI Pesawaran Agung Muharam berharap semoga dengan adanya momen Hari Pers Nasional ini insan Pers yang ada di Bumi Andan Jejama semakin solid. “Semoga dengan adanya momen Hari Pers Nasional ini Insan Pers yang ada di Bumi Andan Jejama semakin solid,” harapnya. Agung juga berharap, Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran lebih memperhatikan kesejahteraan Insan Pers yang ada di Bumi Andan Jejama. Acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua DPC KWRI Pesawaran Agung Muharam yang diserahkan kepada Bupati Pesawaran dan Tokoh Pers Senior. (Rls/Red)

Ketua TP-PKK Pesawaran Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Senilai Rp 16 Juta

Pesawaran (HO) – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Pesawaran, Nanda Indira Dendi menyerahkan sejumlah bantuan kepada keluarga Sutopo, korban kebakaran di Desa Gayau, Kecamatan Padangcermin. Nanda mengatakan bantuan itu dalam bentuk bedah rumah yang bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) senilai Rp16 juta, paket bahan pokok serta sejumlah dana bagi warga yang melakukan gotong royong membangun rumah korban. “Semoga bantuan ini dapat meringankan beban pak Sutopo, yang sebelumnya rumahnya terbakar. Bantuan senilai Rp16 juta, paket bahan pangan serta dana gotong royong warga yang melakukan perbaikan rumah,” kata Nanda, Selasa (8/2/2022). Nanda menyampaikan, bantuan itu sebagai bentuk kepedulian pemerintah setempat sekaligus bagian dari program PKK guna menyejahterakan keluarga yang ada di bumi andan jejama. “Bantuan bedah rumah ini dihimpun dari para dermawan dan wajib zakat memang diperuntukan bagi warga Pesawaran yang berhak menerima, misalnya korban bencana,” kata Nanda. Sebelumnya, pada Selasa 1 Febuari 2022 sekitar pukul 17:50 WIB, rumah semi permanen milik Sutopo ludes terbakar. Camat Padangcermin, Darlis mengatakan, kebakaran terjadi saat rumah dalam keadaan kosong. “Sutopo itu merupakan tukang pembuat gula kelapa, jadi sekitar pukul 17:00 wib beliau bersama dengan istrinya pergi meninggalkan rumah,” katanya beberapa waktu lalu. Dia menjelaskan, setelah pihaknya bersama dengan pemadam kebakaran mendapat informasi tersebut langsung menuju ke lokasi melakukan pemadaman. “Sudah dikordinasikan kepada Pemkab Pesawaran melalui Bupati Dendi Ramadhona, Dinas Sosial, dan BAZNAS Pesawaran,” katanya. (Red)

Kadus dan Kaur Diminta Mundur, Ini Alasan Kades Munca

Pesawaran (HO) – Kepala Desa Munca Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran berharap dalam kepemimpinannya akan fokus dalam melayani masyarakat. Maksimalisasi pelayanan tentunya harus searah dengan program kerja yang tertuang didalam APBDes. Untuk mewujud nyatakan apa yang menjadi prioritasnya, tentu dibutuhkan aparatur desa yang profesional dan mau kerja team. Jika aparatur desa, serta semua perangkat desa sudah satu arah, satu nada, maka ini akan menjadi modal utama dalam menjalankan program di Desa Munca. Demikian dikemukakan Kepala Desa Munca Deni Asroni, ketika dikonfirmasi Senin, (7/2/2022). Ketika ditanya terkait keluhan Kadus dan Kaur umum yang diminta mengundurkan diri. Menurutnya, keputusan itu merupakan salah satu cara untuk menanyakan ulang komitmen aparatur desa yang dia pimpin, baik loyalitas, maupun komitmen dalam mengemban amanah guna melayani masyarakat. “Ini saya lakukan untuk melihat, sejauhmana loyalitas dan juga kemampuan masing-masing personil aparat desa,” ujar Kades yang baru dilantik ini. Dikemukakan Deni, sebelum melakukan evaluasi dan menanyakan komitmen kerja kepada kaur dimaksud, pihaknya juga melakukan rapat dengan Sekretaris desa, ternyata bank data yang seharusnya ada dalam format soft file juga tidak ada. “Saya ini baru dilantik sebagai Kepala Desa Munca, dari hasil evaluasi, ada Kaur dan Kadus yang harus saya tanya ulang komitmen nya dalam membangun desa, saya ngga mau, antara kebijakan dan program, tidak sejalan dengan aparat desa yang saya pimpin,” ujar Deni. Diterangkannya, Kaur umum yang diminta mundur, dengan dasar, bahwa yang bersangkutan ternyata kurang faham dalam meng operasikan komputer. “Sekarang semua serba online, berbasis komputer, jadi jika aparat desa saya tidak faham dengan tehnologi, bisa tertinggal kita,” tegasnya. Persoalan Kadus yang diminta mundur, lanjut Kades Munca ini, bahwa ternyata Kadus ini tidak bisa mengendarai sepeda motor. “Gimana mau melayani masyarakat, kalo kadusnya naik motor aja gak bisa, jadi selama ini justru lebih sering suaminya yang kerja,” jelasnya. Namun demikian, Deni juga memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mengikuti seleksi calon aparat desa. “Ya nanti saya buka kesempatan untuk penjaringan ulang, dan siapa saja boleh ikut, termasuk yang sudah mundur,” pungkasnya. (Ipi/Indra)

Desa Hanau Berak Lestarikan Silat Bandrong Titisan Cakra Tunggal

Pesawaran (HO) – Kesenian pencak silat bandrong titisan cakra tunggal menjadi salah satu seni bela diri yang dipertahankan dan di lestarikan oleh Desa Hanau Berak Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran.

Alit Wahyudi selaku pelatih dan pendiri Padepokan seni budaya pencak silat tradisional mengatakan kesenian tersebut merupakan warisan leluhur ratusan tahun silam. Sejak kesultanan Banten bela diri dimainkan dengan ciri khas kelincahan tangan.

“Hubungan harmonis antara Lampung dan Banten termasuk dalam kearifan lokal menjaga tradisi kesenian dan Desa Hanau Berak sebagian asli Lampung dan memiliki hubungan kekerabatan dengan warga Banten,” terang Alif Kepada Media Handalonline.com Minggu (6/2/2022).

Kekerabatan yang turun temurun dan hidup berdampingan membuat seni pencak silat bandrong terus dilestarikan.

“Meski ratusan tahun silam seni pencak silat telah ada namun di desa Hanau Berak baru dibentuk kembali padepokan sejak (28/2/2020-red) karena pentingnya melestarikan seni leluhur mendorong kami dan sejumlah generasi penerus melatih anak-anak muda membekali kesenian pencak silat bandrong,” katanya.

“Karena kesenian bandrong merupakan cara untuk mengingat jejak leluhur yang memiliki ilmu bela diri untuk kebaikan sekaligus untuk kesenian yang ditampilkan dalam sejumlah acara istimewa,” ujarnya.

Dikatakannya, sebagai bagian dari sejarah pihaknya ingin melestarikan kesenian asal Banten dengan tidak meninggalkan tempat kesenian itu dikembangkan. Meski seni khas asal Banten namun berkombinasi atau perpaduan dengan budaya Lampung.

“Jika kostum pencak silat bandrong dominan hitam kini ditambah dengan motif tapis khas Lampung. Dan saat ini di kembangkan Serta di lestraikan turun menurun Oleh putra Asli Desa Hanau Berak,” ucapnya.

Perpaduan tersebut menurutnya menjadi simbol persatuan antara Banten dan Lampung yang bersaudara sejak dahulu kala. Simbol persahabatan juga terlihat dari sejarah silat Bandrong yang diyakini merupakan perpaduan silat khas Betawi dan silat Banten.

“Alhamdulilah banyak dukungan moral maupun moril yang diberikan oleh masyarakat sekitar Keberadan sini budaya pecak silat ditengah-tengah masyarakat terbilang cukup hangat, sehingga masyarakat menyambut baik,” sebutnya.

Tak sedikit lanjutnya, masyarakat yang menitipkan anaknya untuk berlatih di padepokan tujuannya, di samping menyalurkan bakat, juga untuk mengurangi hal-hal negatif yang dilakukan oleh para remaja pada umumnya.

“Seni dan budaya yang telah dirawat secara turun temurun ini perlu di perhatikan oleh pemerintah Ia menyebut pemerintah perlu menyediakan sarana dan prasarana guna mendukung kesenian tradisional,” katanya.

Terpisah Kepala Desa Hanau Berak, Ahmad Alamsah Yang juga Asosiasi Perangkat Desa (APDESI) Kecamatan Padang Cermin berharap kepada Pemerintah Kabupaten Kabupaten Pesawaran untuk meperhatikan Sini budaya pencak silat tradisional yang ada di Bumi Andan Jejama.

“Karena Seni Budaya Pencak Silat Bandrong ini sering di tampilkan baik tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi, dan itu saya sangat mengapresiasi kesenian ini, dan saya selaku Kades Hanau Berak yang baru di lantik dan kembali memimpin desa, akan saya mulai untuk memperhatikan seni budaya pencak silat Bandrong ini,” pungkasnya. (Indra Jaya)