Kepala Desa Baturaja Bagikan Sertipikat Tanah Kepada Warga
Polres Pesawaran, Ringkus Pelaku Pencurian Mobil dan Ungkap Sindikat Kendaraan Rental

Percepat Akselerasi Pembangunan, Bupati Pesawaran Terapkan Satu Desa Satu Mahasiswa
Wisata Bebek Goes Desa Durian, Manjakan Mata Berlibur Bersama Keluarga
Peringati HPN 2022, IKWI Pesawaran Gelar Baksos Bagikan Ribuan Bibit
Dirinya berharap bantuan yang disalurkan dapat bermanfaat untuk meningkatkan perekonomian para petani yang ada di Kabupaten Pesawaran yang terdampak Covid-19.
“Dimasa pandemi semua pasti terdampak, semoga baksos yang digelar dapat sedikit meringankan beban tersebut di hari kedepan,” ujarnya.
Selain itu, kata dia, kegiatan yang dilakukan sebagai bentuk dukungan para istri wartawan kepada anggota PWI Kabupaten Pesawaran dan sarana silaturahmi anggota IKWI.
“Artinya kami yang tergabung dalam IKWI turut ambil bagian bersinergi dengan pemerintah dalam membangun Kabupaten Andan Jejama,” kata dia.
“Secara simbolis kami bagikan di Desa Sungai Langka, sedangkan bibit lainnya kita bagikan di Desa Sukadadi, dan petani Desa Sukaraja,” timpalnya.
Terpisah, Ketua RT 2 Dusun 1 Desa Sungai Langka, Dedi mengucapkan rasa terima kasihnya kepada IKWI Kabupaten Pesawaran yang telah memberikan perhatian kepada warganya yang mayoritas sebagai petani.
“Terima kasih kepada ibu-ibu IKWI Kabupaten Pesawaran atas bantuan bibitnya, Insya Allah akan berguna bagi petani khususnya di Desa Sungai Langka,” pungkasnya. (Red) BWA Berikan Paket, Srikandi Dermawan Bagikan Alquran Kepada Masyarakat
Peringati HPN, Bupati Pesawaran Berharap Pers Jadi Mata Telinga Pemerintah
Ketua TP-PKK Pesawaran Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Senilai Rp 16 Juta
Kadus dan Kaur Diminta Mundur, Ini Alasan Kades Munca
Desa Hanau Berak Lestarikan Silat Bandrong Titisan Cakra Tunggal
Pesawaran (HO) – Kesenian pencak silat bandrong titisan cakra tunggal menjadi salah satu seni bela diri yang dipertahankan dan di lestarikan oleh Desa Hanau Berak Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran.
Alit Wahyudi selaku pelatih dan pendiri Padepokan seni budaya pencak silat tradisional mengatakan kesenian tersebut merupakan warisan leluhur ratusan tahun silam. Sejak kesultanan Banten bela diri dimainkan dengan ciri khas kelincahan tangan.
“Hubungan harmonis antara Lampung dan Banten termasuk dalam kearifan lokal menjaga tradisi kesenian dan Desa Hanau Berak sebagian asli Lampung dan memiliki hubungan kekerabatan dengan warga Banten,” terang Alif Kepada Media Handalonline.com Minggu (6/2/2022).
Kekerabatan yang turun temurun dan hidup berdampingan membuat seni pencak silat bandrong terus dilestarikan.
“Meski ratusan tahun silam seni pencak silat telah ada namun di desa Hanau Berak baru dibentuk kembali padepokan sejak (28/2/2020-red) karena pentingnya melestarikan seni leluhur mendorong kami dan sejumlah generasi penerus melatih anak-anak muda membekali kesenian pencak silat bandrong,” katanya.
“Karena kesenian bandrong merupakan cara untuk mengingat jejak leluhur yang memiliki ilmu bela diri untuk kebaikan sekaligus untuk kesenian yang ditampilkan dalam sejumlah acara istimewa,” ujarnya.
Dikatakannya, sebagai bagian dari sejarah pihaknya ingin melestarikan kesenian asal Banten dengan tidak meninggalkan tempat kesenian itu dikembangkan. Meski seni khas asal Banten namun berkombinasi atau perpaduan dengan budaya Lampung.
“Jika kostum pencak silat bandrong dominan hitam kini ditambah dengan motif tapis khas Lampung. Dan saat ini di kembangkan Serta di lestraikan turun menurun Oleh putra Asli Desa Hanau Berak,” ucapnya.
Perpaduan tersebut menurutnya menjadi simbol persatuan antara Banten dan Lampung yang bersaudara sejak dahulu kala. Simbol persahabatan juga terlihat dari sejarah silat Bandrong yang diyakini merupakan perpaduan silat khas Betawi dan silat Banten.
“Alhamdulilah banyak dukungan moral maupun moril yang diberikan oleh masyarakat sekitar Keberadan sini budaya pecak silat ditengah-tengah masyarakat terbilang cukup hangat, sehingga masyarakat menyambut baik,” sebutnya.
Tak sedikit lanjutnya, masyarakat yang menitipkan anaknya untuk berlatih di padepokan tujuannya, di samping menyalurkan bakat, juga untuk mengurangi hal-hal negatif yang dilakukan oleh para remaja pada umumnya.
“Seni dan budaya yang telah dirawat secara turun temurun ini perlu di perhatikan oleh pemerintah Ia menyebut pemerintah perlu menyediakan sarana dan prasarana guna mendukung kesenian tradisional,” katanya.
Terpisah Kepala Desa Hanau Berak, Ahmad Alamsah Yang juga Asosiasi Perangkat Desa (APDESI) Kecamatan Padang Cermin berharap kepada Pemerintah Kabupaten Kabupaten Pesawaran untuk meperhatikan Sini budaya pencak silat tradisional yang ada di Bumi Andan Jejama.
“Karena Seni Budaya Pencak Silat Bandrong ini sering di tampilkan baik tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi, dan itu saya sangat mengapresiasi kesenian ini, dan saya selaku Kades Hanau Berak yang baru di lantik dan kembali memimpin desa, akan saya mulai untuk memperhatikan seni budaya pencak silat Bandrong ini,” pungkasnya. (Indra Jaya)
