Bupati Pesawaran Serahkan Sapi di Islamic, Minta Panitia Kedepankan Prokes
Pemkab Pesawaran Himbau Masyarakat Shalat Idul Adha Dirumah
Kepala Desa Negeri Sakti, Gema Sukma Jaya Beserta Keluarga Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021
Hallo Polda Lampung, Apakabar Dugaan Korupsi Milyaran Rupiah KPU Pesawaran
“Jika diperlukan, kami dari DPP LSM BANKI siap bersinergi membantu Polda Lampung jika dibutuhkan karena sedari awal adanya dugaan korupsi ditubuh KPU Pesawaran LSM BANKI intens mencari data dan keterangan di lapangan,” timpalnya.
Terpisah, salah satu tokoh masyarakat sekaligus tokoh adat Kabupaten Pesawaran, Erland Syofandi meminta agar dugaan kasus korupsi KPU Pesawaran dapat diungkap secara terang benderang.
“Dugaan kasus korupsi ditubuh KPU Pesawaran harus dibuka secara terang benderang, karena masyarakat menunggu langkah Polda untuk menyelesaikan kasus ini, saya yakin dengan kinerja Polda Lampung, apalagi sudah dilakukan pemanggilan terhadap ketua maupun sekretaris dan PPK yang ada di 11 Kecamatan,” ujar Erland.
Erland menyebutkan, dengan anggaran yang fantastis sudah selayaknya kasus ini menjadi perhatian dari aparat kepolisian. Apalagi menurutnya dugaan kasus korupsi KPU Pesawaran sudah santer terdengar pasca Pilkada.
Untuk diketahui, Polda Lampung telah memeriksa Ketua KPU Kabupaten Pesawaran dan PPK di 11 Kecamatan, atas dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) pada Maret 2021 yang lalu.
Salah seorang PPK menyebutkan beberapa komisioner bersama Ketua KPU dan Sekretaris KPU Pesawaran diperiksa terpisah di Polda Lampung.
“Kemarin sebelum kami datang pak Yatin dan sekretaris serta beberapa komisioner sudah diperiksa terlebih dahulu, kami semua PPK juga dipanggil, cuma PPK Way Lima yang belum hadir,” ungkapnya.
Pemeriksaan tersebut dibenarkan Ditreskrimsus Polda Lampung, Kombes (Pol) Maestron Siboro.
“Yang baru dilakukan adalah klarifikasi pada beberapa orang,” kata Kombes Pol Maestron Siboro, Ditreskrimsus Polda Lampung, Kamis malam (01/04).
Saat ini pihaknya baru mengumpulkan bahan keterangan dari beberapa orang yang dipanggil tersebut.
“Baru mengumpulkan bahan keterangan dan data lengkapnya juga belum kita peroleh,” tambahnya. (Red) Kades Sinar Harapan, Bagus Giyarto Bersama Perangkat Desa, Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021
Kepala Desa Sukajaya Lempasing, A.Zaenuri S.Pd.I M.Pd, Beserta Keluarga, Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021
Kepala SMPN 17 Pesawaran Leli Fitri Yuna, S.pd, Beserta Keluarga, Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021
“Dan di masa pandemi saat ini, mari bersama-sama kita putus rantai penyebaran Covid-19 ini, semoga pandemi Covid-19 ini dapat segera berakhir,” katanya. Forum Camat Se-Kabupaten Pesawaran Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021, Patuhi Prokes Untuk Pesawaran Bangkit Bebas Covid-19

Patut di Apresiasi, Pemkab Pesawaran Berhasil Turunkan Tingkat Kemiskinan Sebesar 0,42 Persen
Pesawaran (HO) – Seluruh Kepala Daerah khususnya di Lampung memiliki kompleksitas masalah yang harus dipecahkan di masa pandemi Covid-19.
Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) baik lokal maupun darurat membuat seluruh Kepala Daerah di 14 kabupaten/kota dituntut kinerjanya agar tidak terjadi ketimpangan terutama masalah ekonomi masyarakat maupun bahaya penyebaran virus corona.
Masalah persentase kemiskinan saat ini masih menjadi momok bagi Kepala Daerah, namun dari situs resmi Badan Pusat Statistik (BPS), hampir seluruh Kabupaten/Kota berhasil menurunkan tingkat kemiskinan penduduknya dikurun tahun 2019 – 2020.
Dalam situs resmi BPS menunjukan, Kabupaten Lampung Timur, Lampung Utara dan Pesawaran menjadi Kabupaten paling sukses dalam menurunkan persentase kemiskinan di wilayahnya masing-masing.
Lampung Timur tercatat di tahun 2019 memiliki persentase kemiskinan sebesar 15, 24 persen dan di tahun 2020 menjadi 14, 62 persen ada penurunan 0, 62 persen, sedangkan Lampung Utara yang dikenal sebagai kabupaten paling miskin di Lampung berhasil menekan angka kemiskinan sampai 0, 60 persen, diperingkat ke tiga tersukses diduduki Pesawaran, tahun 2019 memiliki persentase kemiskinan 15, 19 persen dan tahun 2020 14, 76 persen yang artinya Pemkab Pesawaran patut untuk di apresiasi karena berhasil menurunkan tingkat kemiskinan sebesar 0, 42 persen.
Namun demikian, ketiga kabupaten ini masih berada dijajaran kabupaten dengan persentase kemiskinan tertinggi di Lampung, namun dari data yang dirilis BPS tersebut ada trend positif berupa keberhasilan menekan persentase kemiskinan di wilayah masing-masing.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pesawaran, Kesuma Dewangsa mengatakan Pesawaran berusaha keras untuk menekan angka kemiskinan kendati masih dalam masa pandemi.
“Seluruh daerah merasakan kesulitan di masa pandemi Covid-19 ini, namun hal itu tidak menyurutkan niatan Pemkab Pesawaran untuk bekerja maksimal dalam kaitan pemulihan ekonomi masyarakat, menggulirkan bantuan-bantuan UMKM, masyarakat miskin terus kita lakukan untuk membantu perekonomian pelaku usaha kecil,” kata Kesuma, Minggu (18/7) melalui sambungan telepon.
Ia menjelaskan, bantuan-bantuan tersebut dilakukan dari berbagai sumber yang salah satunya dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pesawaran.
“Selain bantuan kepada pelaku usaha, kita melalui BAZNAS juga kerap melakukan kegiatan sosial baik bedah rumah maupun bantuan kepada masyarakat tidak mampu sampai kepada lansia,” jelasnya.
“Kami bersyukur memiliki BAZNAS yang diakui sebagai amil zakat dengan pengelolaan terbaik dan pendapatan terbesar di Provinsi Lampung sehingga dapat membantu program-program sosial untuk masyarakat terutama di masa pandemi ini,” timpalnya.
Ia juga berharap masyarakat bisa bersinergi dengan Pemkab Pesawaran agar dapat kembali menekan angka kemiskinan ditahun berikutnya dan dapat melewati badai pandemi Covid-19.
“Program pak Bupati sudah cukup banyak untuk kemakmuran Kabupaten Pesawaran ini, tinggal bagaimana pemerintah dan masyarakat bisa bersama-sama melewati pandemi ini sekaligus dapat kembali menekan angka kemiskinan di Kabupaten Pesawaran,” pungkasnya. (Red)

