Putus Mata Rantai Covid-19, Polres Pesawaran Imbau Masyarakat Lebih Patuh Prokes

Pesawaran (HO) – Guna mendukung Bumi Andam Jejama bebas Covid-19, Polres Pesawaran Polda Lampung, mengimbau masyarakat lebih mematuhi protokol kesehatan demi Bumi Andan Jejama untuk terbebas dari Covid-19. Hal tersebut merupakan harapan kedepan dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Pesawaran yang ke-14 guna menjadikan Kabupaten setempat besar, sejahtera, bangkit dan bebas covid-19. Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo SI.K., M.H. yang disampaikan Waka Polres Kompol Hendra mengatakan, dalam masa pandemi saat ini pihaknya telah melakukan berbagai upaya dalam menanggulangi covid-19 di Bumi Andan Jejama. “Situasi saat ini kan memang Pesawaran masih dalam kasus penyebaran covid-19 yang belum stabil dan masuk dalam zona merah, dan kami sudah melakukan berbagai upaya untuk memutus mata rantai virus covid ini,” katanya, Minggu (18/7/2021). Ia menambahakan, upaya yang telah dilakukan di antaranya melakukan giat operasi yustisi serta melakukan sosialisasi pentingnya mematuhi protokol kesehatan dalam masa pandemi saat ini. “Polres Pesawaran bekerjasama dengan stakeholder terkait sudah melakukan upaya-upaya tersebut secara rutin untuk menyadarkan pentingnya prokes untuk keselamatan masyarakat. Kemudian, pihaknya juga meminta Bhabinkamtibmas yang ada di setiap desa untuk selalu menerapkan 3T yaitu Testing, tracking, dan Treatment. “Selalu kita peringatkan untuk menerapakan 3T kepada masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19 sehingga kita bisa mengecek dan mentracking penyebaran yang ada di wilayah Pesawaran,” terangnya. Sehingga dengan dilakukannya hal tersebut, treatment atau oenyembuhannya bisa teratasi dengan cepat dan pihaknya bekerjasama dengan stakeholder lainnya guna mencegah penyebaran virus covid-19. Ia mengimbau masyarakat Kabupaten Pesawaran untuk mengikuti dan mematuhi peraturan yang tercantum dalam instruksi Bupati Pesawaran Nomor 04 Tahun 2021 tentang PPKM darurat. “Ya kami imbau masyarakat untuk membatasi segala kegiatannya, kalau memang tidak terlalu penting ya jangan keluar dan prokes harus tetap diterapkan serta untuk mematuhi pembatasan-pembatasan yang telah ditetapkan sesuai status zona,” katanya. Kemudian ia juga mangatakan, Kabupaten Pesawaran telah melakukan penyekatan karena sudah masuk dalam zona merah, namun tidak seketat yang ada di wilayah kota. “Kita memang masuk zona merah, namun penyekatan yang dilakukan berbeda dan tidak seketat yang ada di kota seperti di Bandar Lampung dengan melakukan penutupan jalan,” ujarnya. Menurutnya, Kabupaten Pesawaran merupakan jalan lintas antar daerah dan apabila dilakukan penutupan, maka segala aktifitas perekonomian terancam. “Disini kan tempat lewat mobil sembako dan lain-lain yang memang harus melewati jalan lintas ini, kalau kita tutup jalannya ya mau lewat mana kan bingung, yang jelas akan merepotkan segala pihak serta roda perekonomian terancam juga,” jelasnya. “Sebelumnya kan kita diapit oleh zona merah, nah sekarang Pesawaran yang masuk zona merah, ya yang jelas kita upayakan segala cara seperti penyekatan dan yang lain guna memutus mata rantai covid-19 sehingga Kabupaten Pesawaran ke luar dari zona merah dan kembali stabil,” tutupnya. (Red)

Kepala Desa Babakan Loa, Ahmad Rosyid Beserta Keluarga, Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021

Kepala Desa Babakan Loa Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran, Ahmad Rosyid Beserta Keluarga, Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021, Dimasa Pandemi menghimbau kepada masyarakat agar selalu menerapkan Protokol Kesehatan dengan 5M, Mencuci Tangan dengan Sabun dan Air Mengalir, Menjaga Jarak, Memakai Masker, Menjauhi Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas. “Mari bersama-sama kita putus rantai penyebaran Covid-19 ini, semoga pandemi Covid-19 ini dapat segera berakhir,” kata Ahmad Rosyid yang Ketua Apdesi Kecamatan Kedondong ini.

Kepala Desa Wiyono, M. Toha Beserta Keluarga Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021

Kepala Desa Wiyono Kecamatan Gedong tataan Kabupaten Pesawaran, M. Toha Beserta Keluarga, Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021, Dimasa Pandemi menghimbau kepada masyarakat agar selalu menerapkan Protokol Kesehatan dengan 5M, Mencuci Tangan dengan Sabun dan Air Mengalir, Menjaga Jarak, Memakai Masker, Menjauhi Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas. “Mari bersama-sama kita putus rantai penyebaran Covid-19 ini, semoga pandemi Covid-19 ini dapat segera berakhir,” kata Kades.

Kepala Desa Sukadadi Rudi Maryoto Beserta Ketua PKK Desa Sukadadi Ernawati, Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021

Kepala Desa Sukadadi Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Rudi Maryoto Beserta Ketua PKK Desa sukadadi Ernawati Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021, Dimasa Pandemi menghimbau kepada masyarakat agar selalu menerapkan Protokol Kesehatan dengan 5M, Mencuci Tangan dengan Sabun dan Air Mengalir, Menjaga Jarak, Memakai Masker, Menjauhi Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas. “Mari bersama-sama kita putus rantai penyebaran Covid-19 ini, semoga pandemi Covid-19 ini dapat segera berakhir,” kata Kades.  

Kepala Desa Teba Jawa Amrulloh. S.I.P, Beserta Keluarga, Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021

Kepala Desa Teba Jawa Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran Amrulloh. S.I.P, Beserta Keluarga Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021, Dimasa Pandemi menghimbau kepada masyarakat agar selalu menerapkan Protokol Kesehatan dengan 5M, Mencuci Tangan dengan Sabun dan Air Mengalir, Menjaga Jarak, Memakai Masker, Menjauhi Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas. “Mari bersama-sama kita putus rantai penyebaran Covid-19 ini, semoga pandemi Covid-19 ini dapat segera berakhir,” katanya.

Kepala Desa Tempel Rejo, Heru Mulyawan Beserta Keluarga, Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021

Kepala Desa Tempel Rejo Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran, Heru Mulyawan Beserta Keluarga Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021, Dimasa Pandemi menghimbau kepada masyarakat agar selalu menerapkan Protokol Kesehatan dengan 5M, Mencuci Tangan dengan Sabun dan Air Mengalir, Menjaga Jarak, Memakai Masker, Menjauhi Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas. “Mari bersama-sama kita putus rantai penyebaran Covid-19 ini, semoga pandemi Covid-19 ini dapat segera berakhir,” katanya.

Kepala Desa Suka Maju, Nur Alam Beserta Keluarga, Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021

Kepala Desa Suka Maju Kecamatan Kedondong Kabupaten Pesawaran, Nur Alam Beserta Keluarga Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H/2021, Dimasa Pandemi menghimbau kepada masyarakat agar selalu menerapkan Protokol Kesehatan dengan 5M, Mencuci Tangan dengan Sabun dan Air Mengalir, Menjaga Jarak, Memakai Masker, Menjauhi Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas. “Mari bersama-sama kita putus rantai penyebaran Covid-19 ini, semoga pandemi Covid-19 ini dapat segera berakhir,” katanya.

Dandim 0421/LS, Gelar Sosialisasi PPKM Wilayah Koramil 421-02/Gedong tataan

Pesawaran (HO) – Dandim 0421/LS, Letkol Inf Enrico Setyo Nugroho, S. Sos.,M.Tr (Han), didampingi Pasi ops Kodim laksanakan Pengecekan sekaligus Sosialisasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Wilayah Koramil 421-02/Gedong tataan. Dandim 0421/LS, Letkol Inf Enrico Setyo Nugroho, S. Sos.,M.Tr (Han) mengatakan bagi petugas Covid-19 Desa agar memasang daftar yang terinfeksi virus Covid-19 di Rumah isolasi berikut tanggal terjangkitnya dan kapan sembuhnya agar bisa dilihat grafiknya dan titik serta pola penyebarannya. “Sebagai petugas untuk dapat memberikan contoh dalam menerapkan PPKM, dan dalam penerapannya agar disampaikan secara humanis, kemudian pada saat penerapan PPKM agar petugas saling mengingatkan rekan dilapangan agar selalu mengendalikan emosi baik itu satpol PP maupun TNI Polri maupun petugas lainnya,” terangnya Sabtu (17/7/2021). Letkol Inf Enrico Setyo Nugroho, menjelaskan didaerah yang masuk zona merah tanpa kesadaran masyarakat akan sulit untuk menurunkan kasusnya, untuk itu harus memastikan masyarakat sadar pentingnya menerapkan Prokes sesuai zona masing masing. “Aturan di zona merah dilarang melakukan kegiatan yang mengundang masa atau khalayak ramai seperti contoh shalat idul adha itu tidak dibolehkan, tapi jangan terus penyampaian ini dilakukan oleh Babinsa atau babinkamtibmas langsung ke masyarakat, tapi sampaikan melalui tokoh agama karena mereka yang dipercaya oleh jemaahnya,” ujarnya. Kemudian kata Dandim, untuk masyarakat yang akan melakukan resepsi hajatan dan sudah melakukan banyak persiapan agar dilakukan secara aman, contohnya dengan cara take way atau Driv thru yaitu penyelenggara hajatan menyambut tamu di depan rumah, dan tamu memasukkan sumbangan kekotak dan mengambil konsumsi yang sudah dikemas langsung pulang tanpa harus duduk. “Jadi kita cari cara yang kreatif agar PPKM ini berjalan dengan baik dan berhasil tanpa menghentikan kegiatan masyarakat dengan hanya merubah cara kegiatannya,” katanya. Dia melanjutkan, dalam melaksanakan isolasi mandiri agar dijelaskan ke masyarakat seperti apa ketentuan isolasi, jangan bilangnya isolasi tapi masih berinteraksi terhadap anggota keluarga yang lain yang tidak melaksanakan isolasi yang anggota keluarga itu berinteraksi juga dengan masyarakat diluar. “Nantinya pemerintah akan menyalurkan 3 jenis obat Covid-19, yang berguna, pertama sebagai vitamin, kedua untuk yang tanpa gejala dan bagi yang comorbid,” sebutnya. “Namun pemerintah belum dapat memberikan obat tersebut keseluruh masyarakat Indonesia, jadi kita pastikan pemberiannya tepat sasaran,” tambahnya. Diketahui Dandim 0421/LS, Letkol Inf Enrico Setyo Nugroho, S. Sos.,M.Tr (Han), didampingi Pasi ops Kodim laksanakan Pengecekan beberapa lokasi diantaranya, tempat Resepsi pernikahan dikediaman Guntur Bayu Rama di Desa Bagelen, kemudian Rumah Isolasi Covid-19 Desa Sukaraja dan Kantor Desa. Gedong tataan. (Red)

Sejarah Terbentuknya Kabupaten Pesawaran Lampung, Silakan Dibaca

Lampung (HO) – Kabupaten Pesawaran terbentuk melalui tahapan proses perjuangan yang cukup panjang, diawali sebelum Provinsi Lampung memisahkan diri dari Provinsi Sumatra Selatan sebagaimana tercatat dalam sejarah sebagai berikut :

Pada awal Tahun 1967 wilayah Lampung Selatan yang Ibu kotanya di Tanjung Karang berasal dari 4 (empat) kewedanaan yaitu : Kewedanaan Kalianda, Kewedanaan Teluk Betung, Kewedanaan Gedong Tataan dan Kewedanaan Kota Agung.

Pada Tahun 1968 Kabupaten Lampung Selatan diusulkan untuk dimekarkan menjadi 3 (tiga) Kabupaten yaitu: Kabupaten Rajabasa dengan Ibu kota Kalianda sekarang Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Tanggamus dengan Ibu kota Kota Agung yang terbentuk pada Tahun 1997 dan Kabupaten Pesawaran dengan Ibu kota Gedong Tataan terbentuk pada Tahun2007.

Pada Tahun 1969 dengan disposisi oleh Pemerintahan Negeri dan DPR Negeri, mengusulkan kembali pemekaran wilayah Kabupaten Lampung Selatan, yang terdiri dari Kewedanaan Pringsewu menjadi Kabupaten Pesawaran, Kewedanaan Kota Agung menjadi Kabupaten Tanggamus dan Kewedanaan Teluk Betung menjadi wilayah pemekaran Kotamadya Tanjung Karang (sekarang Kota BandarLampung).

Pada Tanggal 22 Maret 2001 tergeraklah Para Tokoh Pemuda untuk merancang pertemuan para Tokoh pada 10 (sepuluh) Kecamatan Wilayah Barat diantaranya:

1. Mualim Taher (Anggota DPRD KabupatenLam-Sel)

2. Ruzami Karim, S.H. (Anggota DPRD kabupatenLam-Sel)

3. Abdullah Muluk,S.H. (Anggota DPRD kabupatenLam-Sel)

4. H. Rahmadi Lestari (Ketua DPC PUDI Lam-Sel).

5. Junaidi Ardhi ( Aktivis Pers Tabloid Handal), (Media Handal Lampung-red)

Dalam rangka melanjutkan perjuangan para pendahulu seiring dengan semangat reformasi dan pelaksanaan desentralisasi yang mengacu pada Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku, masyarakat belahan Barat Kabupaten Lampung Selatan melaksanakan dialog terbuka antara Para Tokoh dan Masyarakat dalam rangka membentuk Panitia Pelaksana Persiapan Kabupaten Pesawaran ( P3KP). Pada tanggal 16 April 2001 bertempat di Gedung Ngandan Gawi Kecamatan Gedong Tataan. Berdasarkan kesepakatan bersama Bapak M. ALZIER DIANIS THABRANIE diberikan kepercayaan sebagai Ketua Umum dan Bapak MUALLIM TAHER sebagai Ketua Harian didampingi Para Penasehat Pembina dan Pengurus lainnya yang tertuang dalam SK Nomor : 01/P3KP/10 K/PPK/IV/2001 Tanggal 17 April 2001 Tentang Struktur Komposisi dan Personil Panitia Pelaksana Persiapan Kabupaten Pesawaran Tahun2001.

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona pimpin langsung Upacara Peringatan hari jadi Kabupaten Pesawaran Ke-14 yang digelar secara Virtual Lingkup Pemda setempat, Sabtu ( 17/7/2021).

Pada Tahun 2002 Bupati Lampung Selatan Hi. Zulkifli Anwar atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan bekerjasama dengan Lembaga PenelitianUniversitas Lampung(UNILA) melakukan penelitian dan Pengkajian tentang Kelayakan Kabupaten Lampung Selatan untuk dimekarkan menjadi 2 (dua) Kabupaten. Adapun Hasil penelitiannya Kabupaten Lampung Selatan Layak dimekarkan menjadi 2 (dua) Kabupaten dengan Kabupaten Pemekaran adalah KabupatenPesawaran.

Dalam perjalan di Bulan Oktober dan November 2004 Jabatan Ketua Harian diserah terimakan dari Bapak MUALLIM TAHER kepada Bapak Drs. ZAINAL FANANI IDRIS berikut Kepengurusan lainnya melalui proses penggantian personil yang tertuang dalam SK Nomor : 01/Istimewa/10/P3KP/2004 Tanggal 5 Oktober 2004 tentang Penunjukan Ketua Harian Panitia Pelaksanaan Persiapan Kabupaten Pesawaran (P3KP) tahun 2004 dan Nomor : 02/Istimewa/11/2004 Tanggal 5 November 2004 Tentang Pengangkatan Pelaksana Harian Panitia Pelaksana Persiapan Kabupaten Pesawaran jo SK Nomor : 02.a/Istimewa/XI/2005 Tanggal 27 November 2005 Tentang Pengangkatan Pelaksana Harian Panitia Pelaksanaan Persiapan KabupatenPesawaran.

Berkat kegigihan perjuangan dari P3KP disertai dengan iringan do’a seluruh lapisan masyarakat yang mendapat ridho dari Allah SWT, maka Pemerintah Daerah menanggapi keinginan tersebut dengan menerbitkan beberapa kebijakan yang mendukung terbentuknya Kabupaten Pesawaran antara lain :

Keputusan DPRD Kabupaten Lampung Selatan Nomor : 01/DPRD-LS/2005Tanggal 7 Januari 2005 Tentang Persetujuan DPRD Kabupaten Lampung Selatan atas pembentukan Kabupaten Pesawaran;

Keputusan DPRD Kabupaten Lampung Selatan Nomor : 02/DPRD-LS/2005 Tanggal 7 Januari 2005 Tentang Penetapan Calon Ibukota Kabupaten Pesawaran di Gedong Tataan;

Keputusan DPRD Kabupaten Lampung Selatan Nomor : 03/DPRD-LS/2005Tanggal 7 Januari 2005 Tentang Persetujuan Dukungan Dana dari Kabupaten Lampung Selatan untuk Pembentukan Kabupaten Pesawaran;

Keputusan DPRD Kabupaten Lampung Selatan Nomor : 01.Pim.DPRD-LS/2005 Tanggal 18 Januari 2005 Tentang Persetujuan Pemberian Dukungan Dana Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan untuk Calon Kabupaten Pesawaran;

Keputusan Bupati Lampung Selatan Nomor:07/TAPEM/HK-LS/2005 Tanggal 11 Januari 2005 Tentang Pembentukan Kabupaten Pesawaran dengan Ibukota Gedong Tataan;

Bupati Lampung Selatan Hi. ZULKIFLI ANWAR memberikan dukungan dana melalui Keputusan Bupati Lampung Selatan Nomor : 29/TAPEM/HK-LS/2005 Tanggal 16 Januari 2007 Tentang Dukungan Dana dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk Calon Pemerintah Kabupaten Pesawaran;

Keputusan DPRD Provinsi Lampung Nomor : 16 Tahun 2005 tentang Persetujuan Pembentukan KabupatenPesawaran;

Surat Gubernur Lampung Nomor : 135/2702/01/2006 Tentang Usulan Pembentukan Kabupaten Pesawaran, Mesuji dan Tulang BawangBarat;

Dari beberapa tahapan Kebijakan Daerah tersebut, maka pada tanggal 17 Juli 2007 DPR RI menyetujui Pembentukan Kabupaten Pesawaran yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2007 tanggal 10 Agustus 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Pesawaran di Provinsi Lampung dengan 7 (tujuh) wilayah Kecamatan yaitu:

Kecamatan GedongTataan. Kecamatan NegeriKaton. KecamatanTegineneng. Kecamatan WayLima. Kecamatan PadangCermin. Kecamatan PunduhPedada. KecamatanKedondong.

Kemudian sebagai tindak lanjut penetapan Undang-Undang Nomor : 33 Tahun 2007 Menteri dalam Negeri menerbitkan Pedoman Pelaksanaan Undang-Undang tentang Pembentukan Kabupaten/Kota melalui Surat Menteri Dalam Negeri Nomor : 135/2051/SJ tanggal 31 Agustus 2007 dan pada tanggal 2 November 2007 Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia, melaksanakan peresmian pembentukan Kabupaten Pesawaran dengan melantik Bapak Drs. H. HARIS FADILAH, M.M sebagai Penjabat Bupati Pesawaran yang pertama dan dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia.

Demikian Sejarah Singkat Terbentuknya Kabupaten Pesawaran. (Sumber Sekretariat DPRD Kabupaten Pesawaran, saat Hari Jadi Kabupaten Pesawaran yang Ke-14, yang dibacakan Toto Sumedi, S.Sos., M.M) (Red)

Peringati Hari Jadi Ke-14, Bupati : Semoga Pesawaran Tambah Maju, Makmur, Sejahtera Dan Bebas Covid-19

Pesawaran (HO) – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona pimpin langsung Upacara Peringatan hari jadi Kabupaten Pesawaran Ke-14 yang digelar secara Virtual Lingkup Pemda setempat, Sabtu ( 17/7/21). Mengawali sambutannya Bupati Pesawaran Dendi Romadhona mengungkapkan beberapa point penting terkait pandemi covid-19 yang sedang melanda Kabupaten Pesawaran yang berubah status menjadi zona merah. “Kepada masyarakat Kabupaten Pesawaran di mana pun berada, di hari jadi Kabupaten Pesawaran ke-14 ini, semoga bisa lebih maju, makmur dan sejahtera segera bebas dari wabah Covid-19,” ujarnya. Ditambahkan Bupati, sesuai dengan tema hari jadi pesawaran ini yaitu patuhi protokol kesehatan untuk pesawaran bangkit dan bebas Covid-19. “Tentu nya sebagai masyarakat pesawaran kita semua wajib bersyukur kepada allah SWT dengan menjadikan hari jadi Kabupaten Pesawaran sebagai sebuah Inspirasi dan Motivasi untuk mengisi perjuangan dengan karya Prestasi dan kerja Produktif,” katanya. “Demi meraih cita-cita dan harapan dimasa yang akan datang agar lebih baik. Meski perayaan upacara hari jadi ini sangat berbeda bila di bandingkan dengan perayaan hari jadi Pesawaran di tahun sebelum nya sebagai dampak Covid-19 yang sedang mewabah di seluruh dunia,” tambahnya. Terlepas dari segala keterbatasan dan ke sederhana pelaksanaan hari ini sepatutnya tidak menyurutkan hati kita terus semangat untuk membangun masyarakat bumi Andan Jejama maju makmur dan sejahtera sebagai mana cita-cita dan harapan seluruh pihak yang telah Berkontribusi dan jasa besar dalam terbentuk nya Kabupaten Pesawaran bumi andan jejama ini. “Saat ini isu pandemi Covid-19 berpengaruh besar di semua lini sendi-sendi masyarakat Kesehatan ,Ekonomi, sosial Budaya bahkan penyelenggaraan-penyelengaraan pemerintahan di seluruh pelosok dunia terus berupaya menyusun strategi dan kebijakan guna bertahan dari dampak negatif,” terangnya. Peningkatan ancaman Covid-19 peningkatan angka pengangguran serta kemiskinan harus jadi pemikiran serius bagi pemerintahan pusat sampai ke desa. “Penanganan Covid-19 tantu tidak bisa di tangani sendiri kita semua harus bahu-membahu menekan kan Covid-19 yang saat ini,kembali meningkat,untuk itu pemerintah Kabupaten Pesawaran akan mengambil langkah-langkah pembatasan kegiatan masyarakat,” lanjut bupati. “Apabila memungkinkan kan kita punya potensi melaksanakan PPKM Darurat mari kita berdoa semoga itu tidak terjadi di pesawaran kita cukup tahu hari ini dari pada penilaian dari Pemerintah Pusat pesawaran masuk zona marah,” tutupnya. (Red)