Peringati HPN, Bupati Pesawaran Berharap Pers Jadi Mata Telinga Pemerintah

Peringati HPN, Bupati Pesawaran Berharap Pers Jadi Mata Telinga Pemerintah Pesawaran (HO) – Dewan Pengurus Cabang Komite Wartawan Reformasi Indonesia (DPC KWRI) Kabupaten Pesawaran menggelar kegiatan bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional yang di selenggarakan di Aula Islamic Center Gedung Tataan, Rabu (9/2/2022). Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Ketua DPD KWRI Provinsi Lampung Munzir, S.E, Kapolres Pesawaran, Dandim, Ketua BAZNAS Pesawaran, Forkopimda, Kepala organisasi Pers serta undangan lainnya. Dalam kesempatan ini, DPC KWRI Pesawaran memberikan santunan kepada 150 Mustakiq dan juga memberikan bantuan korsi roda kepada lansia yang mengalami sakit struk serta memberikan Penghargaan kepada 3 orang tokoh Wartawan yang sudah berjasa pada perkembangan jurnalis yang ada di Bumi Andan Jejama diantaranya Erland Syoffandi penasehat PWI Pesawaran, Feri Darmawan Ketua FPWKP serta Jamakuddin mantan Ketua DPC KWRI Pesawaran. Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona juga mendapatkan Penghargaan atas kemitraan dan kerjasama dengan media yang selama ini telah berjalan dengan baik. Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona dalam sambutannya meminta insan pers terus menjadi mata dan telinga yang membantu masyarakat dalam menyampaikan segala aspirasi kepada pemerintah. “Media saat ini telah menjadi mitra strategis bagi Pemkab Pesawaran dalam menyerap aspirasi masyarakat, dan saya berharap kerjasama yang telah terjalin selama ini dapat terus ditingkatkan demi kemajuan pembangunan daerah,” kata Dendi. Ia juga meminta kepada insan pers yang ada di Pesawaran, dapat membantu pemerintah dalam menggali dan memasarkan segala potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di kabupaten berjuluk Bumi Andan Jejama itu. “Dengan kemampuan yang dimiliki oleh kawan-kawan media dalam menulis, bisa membantu pemerintah dalam menghidupkan kembali roda perekonomian di tengah pandemi, salah satunya ikut memberitakan segala potensi alam yang ada, mulai dari segala produk yang dihasilkan dari alam seperti cokelat yang menjadi branding kita, kemudian keindahan-keindahan alam yang kita miliki, seperti laut, gunung dan bukit-bukit yang ada,” ujarnya. Ditempat yang sama, Ketua KWRI Pesawaran Agung Muharam berharap semoga dengan adanya momen Hari Pers Nasional ini insan Pers yang ada di Bumi Andan Jejama semakin solid. “Semoga dengan adanya momen Hari Pers Nasional ini Insan Pers yang ada di Bumi Andan Jejama semakin solid,” harapnya. Agung juga berharap, Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran lebih memperhatikan kesejahteraan Insan Pers yang ada di Bumi Andan Jejama. Acara diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua DPC KWRI Pesawaran Agung Muharam yang diserahkan kepada Bupati Pesawaran dan Tokoh Pers Senior. (Rls/Red)

Ketua TP-PKK Pesawaran Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Senilai Rp 16 Juta

Pesawaran (HO) – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Pesawaran, Nanda Indira Dendi menyerahkan sejumlah bantuan kepada keluarga Sutopo, korban kebakaran di Desa Gayau, Kecamatan Padangcermin. Nanda mengatakan bantuan itu dalam bentuk bedah rumah yang bersumber dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) senilai Rp16 juta, paket bahan pokok serta sejumlah dana bagi warga yang melakukan gotong royong membangun rumah korban. “Semoga bantuan ini dapat meringankan beban pak Sutopo, yang sebelumnya rumahnya terbakar. Bantuan senilai Rp16 juta, paket bahan pangan serta dana gotong royong warga yang melakukan perbaikan rumah,” kata Nanda, Selasa (8/2/2022). Nanda menyampaikan, bantuan itu sebagai bentuk kepedulian pemerintah setempat sekaligus bagian dari program PKK guna menyejahterakan keluarga yang ada di bumi andan jejama. “Bantuan bedah rumah ini dihimpun dari para dermawan dan wajib zakat memang diperuntukan bagi warga Pesawaran yang berhak menerima, misalnya korban bencana,” kata Nanda. Sebelumnya, pada Selasa 1 Febuari 2022 sekitar pukul 17:50 WIB, rumah semi permanen milik Sutopo ludes terbakar. Camat Padangcermin, Darlis mengatakan, kebakaran terjadi saat rumah dalam keadaan kosong. “Sutopo itu merupakan tukang pembuat gula kelapa, jadi sekitar pukul 17:00 wib beliau bersama dengan istrinya pergi meninggalkan rumah,” katanya beberapa waktu lalu. Dia menjelaskan, setelah pihaknya bersama dengan pemadam kebakaran mendapat informasi tersebut langsung menuju ke lokasi melakukan pemadaman. “Sudah dikordinasikan kepada Pemkab Pesawaran melalui Bupati Dendi Ramadhona, Dinas Sosial, dan BAZNAS Pesawaran,” katanya. (Red)

Kadus dan Kaur Diminta Mundur, Ini Alasan Kades Munca

Pesawaran (HO) – Kepala Desa Munca Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran berharap dalam kepemimpinannya akan fokus dalam melayani masyarakat. Maksimalisasi pelayanan tentunya harus searah dengan program kerja yang tertuang didalam APBDes. Untuk mewujud nyatakan apa yang menjadi prioritasnya, tentu dibutuhkan aparatur desa yang profesional dan mau kerja team. Jika aparatur desa, serta semua perangkat desa sudah satu arah, satu nada, maka ini akan menjadi modal utama dalam menjalankan program di Desa Munca. Demikian dikemukakan Kepala Desa Munca Deni Asroni, ketika dikonfirmasi Senin, (7/2/2022). Ketika ditanya terkait keluhan Kadus dan Kaur umum yang diminta mengundurkan diri. Menurutnya, keputusan itu merupakan salah satu cara untuk menanyakan ulang komitmen aparatur desa yang dia pimpin, baik loyalitas, maupun komitmen dalam mengemban amanah guna melayani masyarakat. “Ini saya lakukan untuk melihat, sejauhmana loyalitas dan juga kemampuan masing-masing personil aparat desa,” ujar Kades yang baru dilantik ini. Dikemukakan Deni, sebelum melakukan evaluasi dan menanyakan komitmen kerja kepada kaur dimaksud, pihaknya juga melakukan rapat dengan Sekretaris desa, ternyata bank data yang seharusnya ada dalam format soft file juga tidak ada. “Saya ini baru dilantik sebagai Kepala Desa Munca, dari hasil evaluasi, ada Kaur dan Kadus yang harus saya tanya ulang komitmen nya dalam membangun desa, saya ngga mau, antara kebijakan dan program, tidak sejalan dengan aparat desa yang saya pimpin,” ujar Deni. Diterangkannya, Kaur umum yang diminta mundur, dengan dasar, bahwa yang bersangkutan ternyata kurang faham dalam meng operasikan komputer. “Sekarang semua serba online, berbasis komputer, jadi jika aparat desa saya tidak faham dengan tehnologi, bisa tertinggal kita,” tegasnya. Persoalan Kadus yang diminta mundur, lanjut Kades Munca ini, bahwa ternyata Kadus ini tidak bisa mengendarai sepeda motor. “Gimana mau melayani masyarakat, kalo kadusnya naik motor aja gak bisa, jadi selama ini justru lebih sering suaminya yang kerja,” jelasnya. Namun demikian, Deni juga memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan untuk mengikuti seleksi calon aparat desa. “Ya nanti saya buka kesempatan untuk penjaringan ulang, dan siapa saja boleh ikut, termasuk yang sudah mundur,” pungkasnya. (Ipi/Indra)

Desa Hanau Berak Lestarikan Silat Bandrong Titisan Cakra Tunggal

Pesawaran (HO) – Kesenian pencak silat bandrong titisan cakra tunggal menjadi salah satu seni bela diri yang dipertahankan dan di lestarikan oleh Desa Hanau Berak Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran.

Alit Wahyudi selaku pelatih dan pendiri Padepokan seni budaya pencak silat tradisional mengatakan kesenian tersebut merupakan warisan leluhur ratusan tahun silam. Sejak kesultanan Banten bela diri dimainkan dengan ciri khas kelincahan tangan.

“Hubungan harmonis antara Lampung dan Banten termasuk dalam kearifan lokal menjaga tradisi kesenian dan Desa Hanau Berak sebagian asli Lampung dan memiliki hubungan kekerabatan dengan warga Banten,” terang Alif Kepada Media Handalonline.com Minggu (6/2/2022).

Kekerabatan yang turun temurun dan hidup berdampingan membuat seni pencak silat bandrong terus dilestarikan.

“Meski ratusan tahun silam seni pencak silat telah ada namun di desa Hanau Berak baru dibentuk kembali padepokan sejak (28/2/2020-red) karena pentingnya melestarikan seni leluhur mendorong kami dan sejumlah generasi penerus melatih anak-anak muda membekali kesenian pencak silat bandrong,” katanya.

“Karena kesenian bandrong merupakan cara untuk mengingat jejak leluhur yang memiliki ilmu bela diri untuk kebaikan sekaligus untuk kesenian yang ditampilkan dalam sejumlah acara istimewa,” ujarnya.

Dikatakannya, sebagai bagian dari sejarah pihaknya ingin melestarikan kesenian asal Banten dengan tidak meninggalkan tempat kesenian itu dikembangkan. Meski seni khas asal Banten namun berkombinasi atau perpaduan dengan budaya Lampung.

“Jika kostum pencak silat bandrong dominan hitam kini ditambah dengan motif tapis khas Lampung. Dan saat ini di kembangkan Serta di lestraikan turun menurun Oleh putra Asli Desa Hanau Berak,” ucapnya.

Perpaduan tersebut menurutnya menjadi simbol persatuan antara Banten dan Lampung yang bersaudara sejak dahulu kala. Simbol persahabatan juga terlihat dari sejarah silat Bandrong yang diyakini merupakan perpaduan silat khas Betawi dan silat Banten.

“Alhamdulilah banyak dukungan moral maupun moril yang diberikan oleh masyarakat sekitar Keberadan sini budaya pecak silat ditengah-tengah masyarakat terbilang cukup hangat, sehingga masyarakat menyambut baik,” sebutnya.

Tak sedikit lanjutnya, masyarakat yang menitipkan anaknya untuk berlatih di padepokan tujuannya, di samping menyalurkan bakat, juga untuk mengurangi hal-hal negatif yang dilakukan oleh para remaja pada umumnya.

“Seni dan budaya yang telah dirawat secara turun temurun ini perlu di perhatikan oleh pemerintah Ia menyebut pemerintah perlu menyediakan sarana dan prasarana guna mendukung kesenian tradisional,” katanya.

Terpisah Kepala Desa Hanau Berak, Ahmad Alamsah Yang juga Asosiasi Perangkat Desa (APDESI) Kecamatan Padang Cermin berharap kepada Pemerintah Kabupaten Kabupaten Pesawaran untuk meperhatikan Sini budaya pencak silat tradisional yang ada di Bumi Andan Jejama.

“Karena Seni Budaya Pencak Silat Bandrong ini sering di tampilkan baik tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi, dan itu saya sangat mengapresiasi kesenian ini, dan saya selaku Kades Hanau Berak yang baru di lantik dan kembali memimpin desa, akan saya mulai untuk memperhatikan seni budaya pencak silat Bandrong ini,” pungkasnya. (Indra Jaya)

Basarnas Lampung Peringati HUT Ke-50, Gelar Penghijauan

Pesawaran (HO) – Peringatan hari ulang tahun ke 50 Badan Search and Rescue (SAR) Nasional menjadi momentum yang tepat untuk melakukan penghijauan, penanaman pohon mangrove di kawasan pesisir Kabupaten Pesawaran. Selain sebagai upaya menjaga kawasan pesisir dari potensi banjir rob, hal itu dapat menjaga ekosistem yang biota laut yang ada di sepanjang garis pantai Kecamatan Telukpandan. Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Provinsi Lampung, Jumaril menyebut pihaknya bersama sejumlah instansi menyediakan sebanyak lima ribu batang untuk ditanam di kawasan pesisir Bandarlampung hingga Kabupaten Pesawaran. “Upaya mitigasi bencana membutuhkan program perbaikan dan pelestarian lingkungan hidup, termasuk diantaranya menjaga kelestarian hutan mangrove, sebab hutan mangrove akan berfungsi sebagai benteng guna mencegah naiknya air laut ke pemukiman warga, juga mencegah terjadinya tsunami,” kata Jumaril usai penanaman pohon secara simbolis di lapangan Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Provinsi Lampung, Desa Hanura, Kecamatan Telukpandan, Sabtu (5/2/022). Menurut dia, selain menjaga kelestarian hutan mangrove di wilayah pesisir, keterlibatan masyarakat juga sangat penting dalam upaya mitigasi bencana alam. “Kita libatkan sejumlah komunitas relawan maupun potensi SAR lokal untuk ambil bagian dalam penanaman pohon. Edukasi kepada masyarakat luas juga jangan sampai dilupakan, sebab peran serta masyarakat sangat penting untuk menjaga alam sekitar,” katanya. Sementara, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, Bustami Zainudin mengatakan menjaga kelestarian alam bukan hanya tanggung jawab stakeholder dan unsur pemerintahan. “Masyarakat luas juga punya andil yang besar terhadap upaya pelestarian lingkungan, dan tidak hanya menjaga kelestarian hutan mangrove, di kawasan hutan perbukitan juga harus dijaga. Bahkan ada sanksi pidana bagi siapapun yang dengan sengaja merusak lingkungan,” sebutnya. Diketahui, penanaman pohon itu dihadiri sejumlah unsur TNI, Kepolisian, Pemkab Pesawaran serta perwakilan Forkopimda di wilayah setempat. (Red)

Cegah Penyakit DBD, Desa Banjaran Lakukan Fogging

Pesawaran (HO) – Ditengah kewaspadaan pandemi covid-19, masyarakat juga harus tetap waspada dengan penyakit lain yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa. Salah satu penyakit yang masih perlu diwaspadai yaitu Demam Berdarah (DBD), masuknya penghujan di Provinsi Lampung, membuat wabah Demam Berdarah (DBD) saat ini meningkat. Pemerintah Desa Banjaran Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran langsung bergerak cepat melaksanakan kegiatan Fogging di wilayah desa setempat Sabtu (5/2/2022).

Kepala Desa Banjaran Mat Hamzah mengatakan kegiatan tersebut sebagai langkah antisipasi  terhadap penularan penyakit demam berdarah dan penyemprotan fogging ini di laksanakan Di Dusun Dua Desa Banajaran karena sudah ada dua warga yang terkena DBD.

“Iya hari ini sedang ada kegiatan penyemprotan fogging dilakukan di pemukiman warga, kemudian perkarangan rumah warga dan tempat biasa menjadi sarang nyamuk,” ungkapnya Kepada Media Handalonline.com, Sabtu (5/2/2022). Kades melanjutkan, untuk menyemprotkan fogging langsung di tangani oleh apartur desa yang sudah terlatih karena dalam hal ini pihaknya tidak melibatkan warga melainkan seluruh perangkat Desa Banjaran.

“Alhamdulilah dalam kegiatan fogging ini kami di bantu obat oleh Dinas Kesehatan Kecamatan Padang Cermin mudah-mudahan dengan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan semoga masyarakat saya  terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh nyamuk,” ujarnya.

Dia menerangkan, kegiatan fogging ini adalah sebagai bentuk dari tanggung jawab Pemerintah Desa (Pemdes) Banjaran Mengingat curah hujan hingga sering mengakibatkan Banjir di wilayah pesisir Pesawaran tepat nya di Kecamatan Padang Cermin maka dari itu dilakukan, penyemprotan.

“Saya berharap, dengan adanya kegiatan fogging masyarakat Desa Banjaran dapat terhindar dari penyakit Demam Berdarah serta virus Covid-19,” Pungkasnya.  (Indra Jaya)

Kombes Pol M. Syarhan Periksa Ruangan Mapolsek dan Mapolres Pesawaran

Pesawaran (HO) – Guna meningkatkan kinerja anggota polri dalam bertugas dan mengantisipasi serta meminimalisir terjadinya pelanggaran baik di Mapolsek dan Mapolres Pesawaran, Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Lampung Kombes Pol M Syarhan melakukan pemeriksaan. “Ya Sejumlah ruangan di Mapolsek dan Mapolres Pesawaran diperiksa, dan hasilnya tidak satupun ditemukan adanya pelanggaran,” ungkap Kabid Propam Polda Lampung Kombes Pol M Syarhan, Jum’at (4/2/2022). Kombes Pol M Syarhan menyebutkan ruangan yang diperiksa diantaranya seperti ruang tahanan, ruang pelayanan dan beberapa ruangan lainnya guna memastikan dan meningkatkan kinerja anggota dalam melaksanakan tugasnya. “Kegiatan ini sebagai langkah kami dalam mengantisipasi ataupun meminimalisir pelanggaran yang dilakukan anggota Polri, baik itu pelanggaran disiplin ataupun kode etik anggota Polri di tahun ini dapat menurun dibandingkan tahun sebelumnya,” kata dia. Selain memeriksa para anggota, pihaknya juga melaksanakan pengecekan di unit pelayanan dan tahanan atau tahti, serta pelayanan-pelayanan di Mapolres Pesawaran yang bersinggungan langsung dengan masyarakat. “Besar harapan masyarakat kepada Institusi Polri, masyarakat ingin dilayani dengan cepat, tidak bertele-tele, kemudian tidak dipersulit, maka dari itu kedatangan kami pada hari ini ingin memastikan para anggota yang ada sudah bekerja sesuai dengan SOP nya,” terang dia. Sedikitnya 10 Polres di Polda Lampung telah dilakukan pemeriksaan dan hasilnya tidak terdapat pelanggaran yang fatal dari anggota, hanya saja perlunya perbaikan dan peningkatan dalam segi pelayanan. “Tadi kami sudah melakukan pengecekan ke seluruh Mapolres, dan secara keseluruhan dan tadi kami meminta adanya perbaikan dan peningkatan itu hal biasa,” tutur dia. Ditegaskan, pemeriksaan dilakukan bukan hanya pada Polres saja melainkan juga di beberapa Polsek agar kedepannya dapat meningkatkan kinerja yang lebih baik dan minim pelanggaran oleh anggota Polri. “Selain ke Mapolres, kita juga mendatangi Polsek-Polsek yang ada, dengan harapan pelanggaran para anggota di tahun ini minim, kemudian pelayanan yang diberikan kedepannya dapat menjadi lebih baik lagi,” tegas dia. Sementara itu, Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo mengatakan bahwa apa yang dilakukan Bid Propam Polda Lampung merupakan hal yang rutin dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pembinaan personil. “Ya, kedatangan Bid Propam merupakan bagian dari upaya pembinaan personil agar kedepan lebih baik. Alhamdulillah, setelah diperiksa tadi tidak ditemukan adanya pelanggaran, namun demikian kita tetap terus berupaya meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat, ” kata dia. (Red)

Bhakti Sosial, Dendi Ramadhona Apresiasi PSMTI Kabupaten Pesawaran

Pesawaran (HO) – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menghadiri kegiatan Bhakti Sosial Donor Darah dan santunan anak yatim yang dilakukan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kabupaten Pesawaran dalam rangka perayaan Imlek 2573. Kegiatan tersebut dilakukan di Gedung TK little Eagle Dusun Penengahan Desa Gedongtataan Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Lampung, Jumat (4/2/2022). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dendi menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas apa yang telah dilakukan oleh PSMTI Kabupaten Pesawaran. “Tentu kita sangat mendukung dan mensupport atas kegiatan hari, ya semoga kegiatan yang dilakukan PSMTI berjalan dengan lancar,” kata dia. Sementara itu, Ketua PSMTI Kabupaten Pesawaran, Darmawan mengatakan, dalam kunjungannya, Bupati Dendi juga memberikan ucapan kepada para warga yang sedang merayakan Imlek. “Beliau tadi hadir untuk meninjau para warga yang melakukan donor darah dan sekaligus menyerahkan bantuan secara simbolis kepada 5 anak yatim,” kata dia. Dirinya menjelaskan, dalam kesempatan tersebut Bupati Dendi juga meninjau bangunan Gedung Serba Guna (GSG) milik warga Tionghoa atau PSMTI yang sedang dalam proses pembangunan. “Kalau untuk bantuan memang belum, namun tadi pak Bupati sudah bilang apa yang perlu ia bantu dalam pembangunan itu, tentu kalau untuk sekarang kami membutuhkan sumur bor,” ungkapnya. “Ya mungkin untuk kedepan Bupati Dendi akan menganggarkan untuk sumur bor, karenakan di GSG ini belum ada sumur bor,” tandasnya. Diketahui dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh Ketua PMI Kabupaten Pesawaran Nanda Indira Dendi, anggota DPRD Kabupaten Pesawaran fraksi PDIP Aria Guna, Camat Gedong Tataan Syukur, Kabag Kesra Ahmad Wasani, dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran Media Apriliana. (Red)

April Masyarakat Pesawaran Akan Nikmati TV Digital

Pesawaran (HO) – Masyarakat Kabupaten Pesawaran di bulan April akan menikmati TV Digital, karena pemerintah setempat bakal mengalihkan TV Analog ke TV Digital akan dilakukan pada tahun ini (2022-red) dengan tiga tahap. Menanggapi hal itu Jayadi Yasa selaku Kepala Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian Kabupaten Pesawaran mengatakan Kabupaten Pesawaran masuk dalam tahap pertama migrasi TV Analog ke TV Digital. “Sesuai instruksi Pemerintah Pusat, Kabupaten Pesawaran masuk dalam tahap pertama peralihan TV Analog ke TV Digital atau Analog Switch Of (ASO), yaitu pada bulan April (2022), tapi sekarang kita masih dalam tahap sosialisasi,” ungkapnya, Jumat (4/2/2022). Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya Pemerintah untuk mengejar ketertinggalan dengan negara lain, serta memberikan pelayanan Televisi yang berkualitas bagi masyarakat. “Nantinya siaran TV Analog akan dihentikan oleh Pemerintah dan mengganti ke siaran TV Digital hal ini dilakukan agar masyarakat mendapatkan siaran TV yang lebih bersih dan jernih serta dengan resolusi yang lebih baik,” ujar dia. Namun begitu, kata dia, Pemerintah telah menyiapkan program agar masyarakat kedepan tetap bisa menikmati siaran TV digital, khususnya bagi masyarakat yang tidak mampu. “Kalau sebelumnya masyarakat menggunakan TV tabung, tetap bisa menikmati siaran TV digital namun harus memasang Set Top Box (STB), nah khusus bagi masyarakat yang kurang mampu, pemerintah juga akan memberikan bantuan pemasangan STB tersebut secara gratis, rencananya kami akan menggunakan data DTKS yang ada di Dinas Sosial untuk memberikan bantuan STB tersebut,” katanya. “Tapi yang pasti kami masih menunggu juklak dan juknisnya lebih lanjut, dan sekarang kita masih melakukan sosialisasinya terlebih dahulu,” tutupnya. (Red)

Pemdes Durian Bersama SDN 19 Pacer, Lestarikan Adat Budaya Lampung

Pesawaran (HO) – Seni budaya adalah sesuatu yang harus dilestarikan dengan cara mengetahui dan mempelajarinya  Seperti yang di agendakan Desa Durian Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran bersama SDN 19 Padang Cermin (Pacer) yang terletak Di Desa Durian Dusun Tegal Arum.

Kepala Desa Durian Fauzi menerangkan tujuan utama sanggar seni tersebut untuk melestarikan kesenian adat budaya Lampung dengan cara mempelajarinya dan pihaknya memberikan latihan kepada anak-anak yang memang gemar dan mempunyai keinginan untuk belajar. Karena diusia seperti itu mereka ini akan sangat mudah untuk diberikan arahan.

“Hari ini kita sedang berkolaborasi kegiatan bersama SDN 19 padang cermin yang terletak di Desa Durian tepat nya di Dusun Tegal Arum Desa Durian. sudah berupaya memfasilitasi kebutuhan anak-anak untuk melestarikan Budaya seni tari Adat lampung Untuk anak-anak kita yang ada Di SDN 19 padang Cermin,” terangnya Kepada Media Handalonline.com Kamis (3/2/2022).

Kegiatan ini juga katanya, dilakukan supaya untuk melestarikan Adat budaya Lampung kepada anak-anak sejak usia dini.

“Kegiatan ini kita laksanakan di kediaman bapak komite bapak Sunardi dan juga di hadiri Kepala sekolah Bapak Sahrir beserta seluruh perangkat Desa Durian dan Dewan Guru,” sebutnya.

Kades menerangkan, untuk tari seni budaya adat Lampung ini binaan Warsih S.Pd, salah satu dewan guru.

“Disini kami selaku aparat desa dan juga khususnya masyarakat berbangga dengan adanya masyarakat baik masyarakat suku Lampung, masyarakat bermacam-macam suku artinya yang ada di desa durian sangat mendorong daripada kegiatan-kegiatan seni budaya Lampung disekolah,” katanya.

Dia melanjutkan, sejak tahun 2020 sampai saat ini Pemerintah Desa Durian bekerjasama dengan guru didik SDN 19 Padang Cermin dan pihaknya juga dari pemerintah desa membantu kebutuhan-kebutuhan untuk adat seni budaya Lampung.

“Saya selaku Kepala Desa Durian mengajak ayo kita ingat sejarah budaya adat Lampung ini, dan kita bangkitkan kembali sehingga anak-anak kita sebagai penerus generasi yang akan datang dapat mengenalkan seni adat budaya Lampung,” ujarnya.

Dikatakan nya, Seni budaya tari sembah sigekh Penguten dan tari bedana itu adalah tarian khas Adat Lampung yang akan semakin punah apa bila tidak mengenalkan dan melatih kepada anak-anak namun dia bersyukur Desa Durian sekarang seni-seni adat budaya Lampung telah bangkit dan diperdayakan kembali.

“Alhamdulilah kesenian Adat Budaya Lampung kini sering tampilkan, untuk itu saya sangat mengapresiasi dewan guru dan pemerintah desa telah melatih serta mengajarkan anak-anaknya baik dari pendidikan yang lain maupun pendidikan seni budaya Lampung,” pungkasnya.

Dalam Pantauan Media Handalonlie.com Kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan. (Indra Jaya)