Peringati HPN, Bupati Pesawaran Berharap Pers Jadi Mata Telinga Pemerintah
Ketua TP-PKK Pesawaran Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Senilai Rp 16 Juta
Kadus dan Kaur Diminta Mundur, Ini Alasan Kades Munca
Desa Hanau Berak Lestarikan Silat Bandrong Titisan Cakra Tunggal
Pesawaran (HO) – Kesenian pencak silat bandrong titisan cakra tunggal menjadi salah satu seni bela diri yang dipertahankan dan di lestarikan oleh Desa Hanau Berak Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran.
Alit Wahyudi selaku pelatih dan pendiri Padepokan seni budaya pencak silat tradisional mengatakan kesenian tersebut merupakan warisan leluhur ratusan tahun silam. Sejak kesultanan Banten bela diri dimainkan dengan ciri khas kelincahan tangan.
“Hubungan harmonis antara Lampung dan Banten termasuk dalam kearifan lokal menjaga tradisi kesenian dan Desa Hanau Berak sebagian asli Lampung dan memiliki hubungan kekerabatan dengan warga Banten,” terang Alif Kepada Media Handalonline.com Minggu (6/2/2022).
Kekerabatan yang turun temurun dan hidup berdampingan membuat seni pencak silat bandrong terus dilestarikan.
“Meski ratusan tahun silam seni pencak silat telah ada namun di desa Hanau Berak baru dibentuk kembali padepokan sejak (28/2/2020-red) karena pentingnya melestarikan seni leluhur mendorong kami dan sejumlah generasi penerus melatih anak-anak muda membekali kesenian pencak silat bandrong,” katanya.
“Karena kesenian bandrong merupakan cara untuk mengingat jejak leluhur yang memiliki ilmu bela diri untuk kebaikan sekaligus untuk kesenian yang ditampilkan dalam sejumlah acara istimewa,” ujarnya.
Dikatakannya, sebagai bagian dari sejarah pihaknya ingin melestarikan kesenian asal Banten dengan tidak meninggalkan tempat kesenian itu dikembangkan. Meski seni khas asal Banten namun berkombinasi atau perpaduan dengan budaya Lampung.
“Jika kostum pencak silat bandrong dominan hitam kini ditambah dengan motif tapis khas Lampung. Dan saat ini di kembangkan Serta di lestraikan turun menurun Oleh putra Asli Desa Hanau Berak,” ucapnya.
Perpaduan tersebut menurutnya menjadi simbol persatuan antara Banten dan Lampung yang bersaudara sejak dahulu kala. Simbol persahabatan juga terlihat dari sejarah silat Bandrong yang diyakini merupakan perpaduan silat khas Betawi dan silat Banten.
“Alhamdulilah banyak dukungan moral maupun moril yang diberikan oleh masyarakat sekitar Keberadan sini budaya pecak silat ditengah-tengah masyarakat terbilang cukup hangat, sehingga masyarakat menyambut baik,” sebutnya.
Tak sedikit lanjutnya, masyarakat yang menitipkan anaknya untuk berlatih di padepokan tujuannya, di samping menyalurkan bakat, juga untuk mengurangi hal-hal negatif yang dilakukan oleh para remaja pada umumnya.
“Seni dan budaya yang telah dirawat secara turun temurun ini perlu di perhatikan oleh pemerintah Ia menyebut pemerintah perlu menyediakan sarana dan prasarana guna mendukung kesenian tradisional,” katanya.
Terpisah Kepala Desa Hanau Berak, Ahmad Alamsah Yang juga Asosiasi Perangkat Desa (APDESI) Kecamatan Padang Cermin berharap kepada Pemerintah Kabupaten Kabupaten Pesawaran untuk meperhatikan Sini budaya pencak silat tradisional yang ada di Bumi Andan Jejama.
“Karena Seni Budaya Pencak Silat Bandrong ini sering di tampilkan baik tingkat kabupaten maupun tingkat provinsi, dan itu saya sangat mengapresiasi kesenian ini, dan saya selaku Kades Hanau Berak yang baru di lantik dan kembali memimpin desa, akan saya mulai untuk memperhatikan seni budaya pencak silat Bandrong ini,” pungkasnya. (Indra Jaya)
Basarnas Lampung Peringati HUT Ke-50, Gelar Penghijauan
Cegah Penyakit DBD, Desa Banjaran Lakukan Fogging
Pesawaran (HO) – Ditengah kewaspadaan pandemi covid-19, masyarakat juga harus tetap waspada dengan penyakit lain yang mengancam kesehatan dan keselamatan jiwa. Salah satu penyakit yang masih perlu diwaspadai yaitu Demam Berdarah (DBD), masuknya penghujan di Provinsi Lampung, membuat wabah Demam Berdarah (DBD) saat ini meningkat. Pemerintah Desa Banjaran Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran langsung bergerak cepat melaksanakan kegiatan Fogging di wilayah desa setempat Sabtu (5/2/2022).
Kepala Desa Banjaran Mat Hamzah mengatakan kegiatan tersebut sebagai langkah antisipasi terhadap penularan penyakit demam berdarah dan penyemprotan fogging ini di laksanakan Di Dusun Dua Desa Banajaran karena sudah ada dua warga yang terkena DBD.
“Iya hari ini sedang ada kegiatan penyemprotan fogging dilakukan di pemukiman warga, kemudian perkarangan rumah warga dan tempat biasa menjadi sarang nyamuk,” ungkapnya Kepada Media Handalonline.com, Sabtu (5/2/2022). Kades melanjutkan, untuk menyemprotkan fogging langsung di tangani oleh apartur desa yang sudah terlatih karena dalam hal ini pihaknya tidak melibatkan warga melainkan seluruh perangkat Desa Banjaran.
“Alhamdulilah dalam kegiatan fogging ini kami di bantu obat oleh Dinas Kesehatan Kecamatan Padang Cermin mudah-mudahan dengan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan semoga masyarakat saya terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh nyamuk,” ujarnya.
Dia menerangkan, kegiatan fogging ini adalah sebagai bentuk dari tanggung jawab Pemerintah Desa (Pemdes) Banjaran Mengingat curah hujan hingga sering mengakibatkan Banjir di wilayah pesisir Pesawaran tepat nya di Kecamatan Padang Cermin maka dari itu dilakukan, penyemprotan.
“Saya berharap, dengan adanya kegiatan fogging masyarakat Desa Banjaran dapat terhindar dari penyakit Demam Berdarah serta virus Covid-19,” Pungkasnya. (Indra Jaya)
Kombes Pol M. Syarhan Periksa Ruangan Mapolsek dan Mapolres Pesawaran
Bhakti Sosial, Dendi Ramadhona Apresiasi PSMTI Kabupaten Pesawaran
April Masyarakat Pesawaran Akan Nikmati TV Digital
Pemdes Durian Bersama SDN 19 Pacer, Lestarikan Adat Budaya Lampung
Pesawaran (HO) – Seni budaya adalah sesuatu yang harus dilestarikan dengan cara mengetahui dan mempelajarinya Seperti yang di agendakan Desa Durian Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran bersama SDN 19 Padang Cermin (Pacer) yang terletak Di Desa Durian Dusun Tegal Arum.
Kepala Desa Durian Fauzi menerangkan tujuan utama sanggar seni tersebut untuk melestarikan kesenian adat budaya Lampung dengan cara mempelajarinya dan pihaknya memberikan latihan kepada anak-anak yang memang gemar dan mempunyai keinginan untuk belajar. Karena diusia seperti itu mereka ini akan sangat mudah untuk diberikan arahan.
“Hari ini kita sedang berkolaborasi kegiatan bersama SDN 19 padang cermin yang terletak di Desa Durian tepat nya di Dusun Tegal Arum Desa Durian. sudah berupaya memfasilitasi kebutuhan anak-anak untuk melestarikan Budaya seni tari Adat lampung Untuk anak-anak kita yang ada Di SDN 19 padang Cermin,” terangnya Kepada Media Handalonline.com Kamis (3/2/2022).
Kegiatan ini juga katanya, dilakukan supaya untuk melestarikan Adat budaya Lampung kepada anak-anak sejak usia dini.
“Kegiatan ini kita laksanakan di kediaman bapak komite bapak Sunardi dan juga di hadiri Kepala sekolah Bapak Sahrir beserta seluruh perangkat Desa Durian dan Dewan Guru,” sebutnya.
Kades menerangkan, untuk tari seni budaya adat Lampung ini binaan Warsih S.Pd, salah satu dewan guru.
“Disini kami selaku aparat desa dan juga khususnya masyarakat berbangga dengan adanya masyarakat baik masyarakat suku Lampung, masyarakat bermacam-macam suku artinya yang ada di desa durian sangat mendorong daripada kegiatan-kegiatan seni budaya Lampung disekolah,” katanya.
Dia melanjutkan, sejak tahun 2020 sampai saat ini Pemerintah Desa Durian bekerjasama dengan guru didik SDN 19 Padang Cermin dan pihaknya juga dari pemerintah desa membantu kebutuhan-kebutuhan untuk adat seni budaya Lampung.
“Saya selaku Kepala Desa Durian mengajak ayo kita ingat sejarah budaya adat Lampung ini, dan kita bangkitkan kembali sehingga anak-anak kita sebagai penerus generasi yang akan datang dapat mengenalkan seni adat budaya Lampung,” ujarnya.
Dikatakan nya, Seni budaya tari sembah sigekh Penguten dan tari bedana itu adalah tarian khas Adat Lampung yang akan semakin punah apa bila tidak mengenalkan dan melatih kepada anak-anak namun dia bersyukur Desa Durian sekarang seni-seni adat budaya Lampung telah bangkit dan diperdayakan kembali.
“Alhamdulilah kesenian Adat Budaya Lampung kini sering tampilkan, untuk itu saya sangat mengapresiasi dewan guru dan pemerintah desa telah melatih serta mengajarkan anak-anaknya baik dari pendidikan yang lain maupun pendidikan seni budaya Lampung,” pungkasnya.
Dalam Pantauan Media Handalonlie.com Kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan. (Indra Jaya)
