Bentuk Kolaborasi, PWI Lampung Kunjungi Pemkab Pesawaran
Pesawaran (HO) – Kehadiran Ketua PWI Provinsi Lampung Wirahadikusuma beserta jajaran plus pengurus PWI Pesawaran mendapat sambutan hangat Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona.
Menurut Dendi, PWI selama ini telah banyak mendukung berbagai kegiatan Pemerintah.
”Kami tidak Anti kritik, selagi memang itu untuk membangun Pesawaran tidak masalah,” jelasnya.
Menurut Bupati Dendi, berbagai kinerja PWI Pesawaran sudah terbukti diantaranya dengan turut woro-woro kepada masyarakat penerapan prokes saat terjadi pandemi Covid -19.
”Dan ini salah satu kinerja yang ditunjukkan oleh PWI Pesawaran. Artinya memang PWI sudah ada sinergitas dengan pemerintah setempat,” jelas Bupati.
Ditambahkan Bupati, terkait dengan kegiatan pusat PORSIWO di akhir 2023 kami siap karena diperkirakan juni 2023 Fasilitas olahraga sudah siap.
Terkait dengan adanya penyelenggaraan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di lampung 2024 pada prinsipnya Kabupaten Pesawaran siap mendukung.
”Kalau memang Pesawaran merupakan tuan rumah PORSIWO 2023 pada prinsipnya kami siap menjadi tuan rumah, akan tetapi Fasilitas olahraga yang akan dibangun baru selesai akir Juli 2023.Jadi i intinya pelaksanaan baru bisa setelah Juli 2023,” ujar Bupati.
Sedangkan ketua PWI Lampung yang hadir didampingi jajarannya mengatakan, kehadiran di Pesawaran merupakan rangkaian Roadshow ke beberapa Kabupaten/Kota di Lampung dan dimulai dari Pesawaran.
”Atas petunjuk Gubernur Lampung agar melakukan roadshow ke Kabupaten/ Kota dimana ada rencana PWI sebagai tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) 2024 di Lampung. Sehingga kami berharap mendapat dukungan seluruh Bupati Kabupaten /Kota,” jelas Ketua PWI Provinsi Lampung Wirahadikusuma. (Red)
Tingkatkan Perekonomian, Masyarakat Desa Banjaran, Antusias Bangun Jalan Tani
Pesawaran (HO) – Semangat gotong-royong yang di tunjukkan masyarakat Desa Banjaran Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran dalam melakukan kegiatan gotong royong patut di apresiasi, karena secara swadaya membangun Jalan Usaha Tani.
Kepala Desa Banjaran Mat Hamzah mengatakan tujuan diadakannya kegiatan tersebut untuk meningkatkan perekonomian masyarakat serta akses jalan menuju Perkebunan warganya.
“Iya pada hari ini sedang mengadakan gotong-royong secara swadaya, saya sangat bangga, karena masyarakat antusias bersama-sama membuat jalan yang ada di Dusun 7, dengan panjang 600 M dan lebar 80 CM,” jelasnya, kepada media Handalonline.com, Sabtu (29/1/2022).
Mat Hamzah mengungkapkan, jalan usaha tani di dusun tersebut, memang sangat dibutuhkan oleh petani Desa Banjaran sebagai akses untuk menuju lahan pertanian dan perkebunan guna mengangkut hasil hasil bumi, Untuk itu secara sukarela dan swadaya warga saling bergotong-royong dan saling bahu membahu.
“Kegiatan ini selalu kita Agendakan di setiap Hari Sabtu dan sebelum saya di lantik dan terpilih kembali menjadi Kepala Desa banjaran kegiatan ini memang sudah berlangsung,” ucapnya.
Kades melanjutkan, adapun tujuan dari pengerjaan pelebaran ini dalam rangka memudahkan akses jalan bagi masyarakat yang menuju perkebunan bisa dilewati dengan sepeda motor sehingga masyarakat bisa mengangkut hasil panen dengan mudah dan lebih cepat sehingga akan lebih menghemat waktu dan biaya dari panen hasil kebunnya, yang bisa meningkatkan perekonomian warga.
“Pelaksanaan pengecoran jalan usaha tani ini benar-benar berdasarkan hasil dari Swadaya Masyarakat. Pengecoran Jalan Usaha Tani dan Pelebaran jalan yang sedang dilaksanakan yang menghubungkan antara pemukiman warga dengan lokasi perkebunan yang terletak di Dusun tujuh Dusun empat dan Dusun lima Desa Banjaran,” terangnya.
“Saya selaku Kades Banjaran mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Bapak Singgih Hartono Babinsa Desa Banjaran dan sangat mengharapkan Untuk bisa selalu hadir meluangkan waktunya dan turut serta mengawasi pengerjaan jalan ini,” ujarnya.
“Semoga pengerjaan Swadaya masyarakat Jalan usaha tani bisa tepat waktu agar segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” pungkasnya. (Indra jaya)
Apresiasi Kebersihan Wisata Petengoran, Kadis Pariwisata: Jadikan Contoh
Pesawaran (HO) – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran sangat mengapresiasi Wisata konservasi hutan Mangrove Petengoran Desa Gebang Kecamatan Teluk Pandan karena telah menjadi wisata ramah lingkungan, bebas dari sampah, terjaga dan terawat, serta layak dijadikan wisata percontohan di Pesawaran.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran Ketut Partayasa saat memonitoring destinasi wisata yang ada di Pesisir Pesawaran.
Ketut mengatakan, hal itu menunjukkan komitmennya terhadap lingkungan konservasi hutan mangrove yang berkelanjutan, selaras dengan program yang dicanangkan Bupati Pesawaran terkait sinergitas menjaga kebersihan pantai dan laut.
“Kemarin kita telah melihat situasi lingkungan di Mangrove Petengoran yang sangat luar biasa, selain ekosistemnya bagus, saya melihat satu pun sampah tidak ditemukan disini,” kata dia saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (29/1/2022).
Dirinya yakin jika lingkungannya bersih seperti itu wisatawan akan nyaman berkunjung disana, karena ini sudah berjalan dengan baik sebagai aset untuk mendorong wisatawan.
“Alhamdulillah dibawah Koordinator Toni Yunizar, wisata konservasi hutan Mangrove Petengoran ini bisa dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya, tentu ini untuk menjadi contoh destinasi wisata di Kabupaten Pesawaran,” ujarnya.
Dirinya berharap, wisata tersebut bisa menjadi aset Kabupaten Pesawaran dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
“Tentu kami sangat mengapresiasi atas apa yang telah dilakukan untuk menjaga keindahan dan kebersihan lingkungan wisata hutan Mangrove Petengoran dan tolong ini tetap dipertahankan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua pelestarian konservasi hutan Mangrove Petengoran Toni Yunizar mengatakan, jika program yang dicanangkan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona untuk bersih-bersih pantai dan laut itu perlu komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih terjaga kelestariannya.
“Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah sampah sungai yang mengalir ke laut. Selain berdampak, juga akan mempengaruhi kebersihan dan kenyamanan para wisatawan yang berkunjung,” kata dia.
Menurutnya, zona destinasi wisata Pesisir Pesawaran ini berhadapan langsung dengan pesisir Kota Bandar Lampung. Tentu limbah sampah yang dihasilkan akan berdampak pada destinasi wisata pantai dan pulau yang ada di Bumi Andan Jejama.
“Tentu kami berharap perlu dan pentingnya komitmen bersama itu. Sehingga kelestarian alam ini tetap utuh dan terawat yang akan memberikan dampak positif di masa depan,” pungkasnya. (Red)
“Kemarin kita telah melihat situasi lingkungan di Mangrove Petengoran yang sangat luar biasa, selain ekosistemnya bagus, saya melihat satu pun sampah tidak ditemukan disini,” kata dia saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (29/1/2022).
Dirinya yakin jika lingkungannya bersih seperti itu wisatawan akan nyaman berkunjung disana, karena ini sudah berjalan dengan baik sebagai aset untuk mendorong wisatawan.
“Alhamdulillah dibawah Koordinator Toni Yunizar, wisata konservasi hutan Mangrove Petengoran ini bisa dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya, tentu ini untuk menjadi contoh destinasi wisata di Kabupaten Pesawaran,” ujarnya.
Dirinya berharap, wisata tersebut bisa menjadi aset Kabupaten Pesawaran dan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.
“Tentu kami sangat mengapresiasi atas apa yang telah dilakukan untuk menjaga keindahan dan kebersihan lingkungan wisata hutan Mangrove Petengoran dan tolong ini tetap dipertahankan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua pelestarian konservasi hutan Mangrove Petengoran Toni Yunizar mengatakan, jika program yang dicanangkan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona untuk bersih-bersih pantai dan laut itu perlu komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih terjaga kelestariannya.
“Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah sampah sungai yang mengalir ke laut. Selain berdampak, juga akan mempengaruhi kebersihan dan kenyamanan para wisatawan yang berkunjung,” kata dia.
Menurutnya, zona destinasi wisata Pesisir Pesawaran ini berhadapan langsung dengan pesisir Kota Bandar Lampung. Tentu limbah sampah yang dihasilkan akan berdampak pada destinasi wisata pantai dan pulau yang ada di Bumi Andan Jejama.
“Tentu kami berharap perlu dan pentingnya komitmen bersama itu. Sehingga kelestarian alam ini tetap utuh dan terawat yang akan memberikan dampak positif di masa depan,” pungkasnya. (Red) Penghapusan Honorer, Bupati Minta Pusat Timbang Sisi Kebutuhan Daerah
Pesawaran (HO) – Adanya rencana penghapusan tenaga honorer pada tahun 2023 mendatang, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona meminta pemerintah pusat menimbang dari sisi kemanusian dan kebutuhan daerah.
Dendi mengatakan, pemerintah daerah Kabupaten Pesawaran sampai saat ini masih sangat membutuhkan tenaga honorer, mulai dari tenaga honorer kesehatan sampai yang bertugas di dinas-dinas.
“Itukan baru wacana dari Kemenpan RB, kalau saat ini kita belum menerima petunjuk pelaksana (Juklak) maupun Petunjuk Teknis (Juknis), apabila keputusan ini benar di ambil, saya hanya meminta pemerintah pusat mempertimbangkan sisi kemanusian dan sisi kebutuhan di daerah-daerah, karena sampai saat ini tenaga honorer masih sangat kita butuhkan,” ujarnya. Jumat (28/1/2022).
Dirinya mengatakan, kalaupun tenaga honorer dihapuskan dan diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (PPPK), tentunya anggaran pemerintah daerah tidak mampu untuk mengakomodir semua.
“Kalau pemerintah pusat ingin mengangkat tenaga honorer menjadi PPPK, tentu ada konsekuensi terkait anggaran yang harus di keluarkan, kalau pengangkatan tersebut dibebankan ke daerah tentu kami tidak mampu menyiapkan anggarannya,” ujar dia.
“Yang jelas kami ingin, segala kebijakan yang diambil oleh pemerintah pusat yang terbaik untuk semua pihak termasuk para tenaga honorer yang saat ini bekerja di Pemkab Pesawaran,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pesawaran, Sunyoto mengatakan, saat ini jumlah tenaga honorer yang ada mencapai ribuan orang.
“Tenaga honorer kita dari seluruh instansi yang ada di dinas-dinas itu kurang lebih mencapai 2.432 tenaga honorer yang tersebar,” katanya. (Red)
Secara Aklamasi Ahmad Alamsyah Pimpin Apdesi Kecamatan Padang Cermin
Pesawaran (HO) – Kepala Desa Hanau Berak Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran, Ahmad Alamsyah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) tingkat kecamatan, karena sebelumnya Ketua Apdesi yang lama Fauzi yang juga Kepala Desa Durian telah mengundurkan diri.
Dalam pemilihan Ketua Apdesi Kecamatan Padang cermin yang di ikuti oleh sebanyak 11 Desa di Saung Desa Banjaran pada Jumat (28/1/2022) dan terpilih Ahmad Alamsyah sebagai ketua, Tasman SE dari Desa Tri Mulyo sebagai Sekretaris dan Rija Salis ST dari Desa Sanggi sebagai Bendahara.
Ahmad Alamsyah usai acara mengatakan ditunjuknya dia sebagai ketua Apdesi Kecamatan, Padang Cermin tentunya ini beban berat bagi dirinya, karena menjadi pengurus itu harus siap menjadi wadah penampung aspirasi semuanya kepala desa yang ada di Kecamatan Padang Cermin.
“Dan insya allah amanah ini akan saya jalankan dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan desa-desa yang ada di Kecamatan Padang Cermin untuk saling berkoordinasi agar berjalannya roda kepemerintahan desa yang lebih baik,” terangnya.
Dia berharap, wadah Apdesi ini untuk lebih menjalin kebersamaan, kekompakan, demi mempererat silaturahmi, semoga wadah ini bisa menjadikan lebih mudah untuk kades dalam melaksanakan program kerja di tiap desa.
“Dukungan semua pihak terutama para kades, juga kritik dan saran agar Apdesi ini bisa jadi sarana untuk memudahkan kinerja para kades, selain program juga jika timbulnya persoalan,” katanya.
Terpisah Kades Desa Durian bapak Fauzi menyampaikan semoga dengan terpilih nya melalui Aklamasi Kades Hanau Berak Ahmad Alamsyah sebagai Ketua Apdesi, Semoga menjadi sarana dan wadah dalam menyatukan persepsi di Kecamatan Padang Cermin.
“Dalam kegiatan ke pengurusan ini kita juga mengundang Bapak camat namun beliau ada kepentingan di kabupaten sehingga beliau tidak bisa menghadiri namun beliau mengikuti keputusan-keputusan Apa yang diputuskan oleh seluruh kepala desa yang ada di Kecamatan Padang Cermin,” terangnya kepada Handalonline.com.
Dia menyebutkan jika kecamatan Padang Cermin adalah kecamatan tertua yang di bagi atau di mekarkan menjadi lima kecamatan dan semoga dia berharap semoga kedepan kegiatan pemerintahan di desa-desa yang ada di Kecamatan Padang Cermin akan lebih baik lagi.
“Saya berharap kedepan Ketua Apdesi yang baru lebih mengedepankan kepentingan dari rekan-rekan kepala desa baik itu kepentingan pribadi dan apapun kegiatan kalau pun ada persoalan harus kita musyawarahkan bersama Agar berjalan nya Roda ke pemerintahan desa yang baik,” ujarnya.
“Sebelum kegiatan Aklamasi ini kami adakan saya sudah ijin kepada Apdesi Kabupaten Pesawaran untuk Risen dan kedepan nya saya akan fokus untuk Kemajuan Desa Durian karena menjadi Apdesi bukan hal yang mudah, karena banyak kegiatan-kegiatan baik Itu dari elemen kecamatan maupun tingkat kabupaten,” tambahnya.
Diketahui dalam kegiatan Aklamasi kepengurusan Apdesi kecamatan padang cermin ini Tetap menerapkan protokol kesehatan dan juga terlihat hadir Seluruh kepala desa yang ada di kecamatan Padang Cermin. (Indra Jaya)
Beruang Hitam, Latihan Ketangkasan Prajurit Melalui Jurit Komando
Lampung (HO) – Prajurit Yonif 9 Marinir/Beruang Hitam terlihat antusias dan bersemangat dalam melaksanakan Latihan Berganda/Jurit Komando TW I Tahun 2022 di Ksatrian Beruang Hitam Batumenyan Pesawaran Lampung, Kamis (27/1/2022).
Komandan Batalyon Infanteri 9 Marinir/Beruang Hitam Letkol Mar Bondan Wahyu Adi, M.Tr(Opsla) melalui Perwira Seksi Operasi/Pasi 2 Mayor Marinir Edi Sumita mengatakan bahwa latihan ini bertujuan membina fisik, pengetahuan serta penyegaran jasmani guna meningkatkan Profesionalisme Prajurit.
“Materi Jurit Komando yang dilaksanakan antara lain, Merayap tali, Meniti tali, Naik turun tali, Kesehatan Lapangan, Tali temali, Lempar pisau kampak, Pengetahuan Komunikasi, Ilmu Medan Membaca Peta (IMMP) dan Pengetahuan senjata,” terang Letkol Mar Bondan.
Dia menjelaskan, latihan ini dilaksanakan untuk mengukur dan meningkatkan kemampuan prajurit yang dimana merupakan salah satu syarat mutlak dalam penilaian yang membutuhkan kecepatan, ketangkasan dan keterampilan serta pengetahuan tentang materi yang sudah dilatihkan.
“Selain itu juga dapat meningkatkan kemampuan perorangan serta kerjasama tim, baik Kekompakan, soliditas dan solidaritas antar prajurit. Kegiatan ini dilaksanakan sesuai protokol kesehatan dan tetap mengedepankan keselamatan (zerro accident),” pungkasnya. (Rls/Red)
Dinas P3AP2KB Pesawaran Bentuk Kader PATBM di 144 Desa
Pesawaran (HO) – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Pesawaran membentuk kader Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) di 144 desa yang ada di kabupaten setempat.
Kepala Dinas P3AP2KB Pesawaran Maysuri mengatakan, PATBM dibentuk dalam upaya mencegah dan mendeteksi sejak dini terjadinya kejahatan dan kekerasan seksual terhadap anak-anak di desa-desa.
“Jadi kader tersebut terbentuk dari gerakan jaringan kelompok warga pada tingkat masyarakat yang ada di desa, mereka ditugaskan untuk mencari tau dan menjadi tempat mengadu anak-anak di desa yang menjadi korban kejahatan maupun kekerasan seksual,” ujarnya. Kamis (27/1/2022).
Dirinya mengatakan, forum yang melibatkan semua elemen masyarakat, seperti tokoh pemuda, tokoh agama dan para masyarakat di tingkat desa tersebut, merupakan langkah strategis dalam menekan angka kekerasan anak, apalagi akhir-akhir ini semakin marak terjadi kekerasan pada anak di Indonesia.
“Jadi, semua pemangku kepentingan dan masyarakat harus bersinergi dan berperan aktif dalam memerangi kasus yang menjadikan anak-anak sebagai korbannya,” ujar dia.
Selain itu, tujuan dari PATBM tersebut, juga untuk menumbuhkan inisiatif dan membangun kesadaran masyarakat pedesaan sebagai ujung tombak dalam upaya-upaya pencegahan yang berkaitan dengan kekerasan terhadap anak.
“Tahun ini rencananya kami akan membuka posko pengaduan berbasis Internet, dengan begitu masyarakat yang jauh dari pusat ibu kota Pesawaran, dapat melaporkan permasalahan yang menimpa anak-anak melalui Internet maupun nomor telpon,” kata dia.
Dirinya berharap, dengan adanya para kader di tingkat desa dapat menekan angka kekerasan terhadap anak-anak di Bumi Andan Jejama.
“Kami juga siap untuk mendampingi dan menangani korban-korban kekerasan terhadap anak, baik dari hukum maupun trauma healing kepada korban akibat kejahatan dan kekerasan seksual terhadap anak,” katanya. (Red)
LPAI Pesawaran Dorong APH Usut Dugaan Pencabulan Anak
Pesawaran (HO) – Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kabupaten Pesawaran mendorong aparat penegak hukum untuk terus mengusut dugaan kekerasan yang menyasar anak di bawah umur, salah satunya dugaan pencabulan yang baru terjadi di Kecamatan Punduh Pidada.
Ketua LPAI Pesawaran, Edi Waluyo mengatakan pihaknya siap memberikan pendampingan hukum bagi keluarga korban pencabulan, guna meneruskan proses hukum yang saat ini tengah ditangani oleh Polres Pesawaran.
“Karena pertimbangan dampak psikologis yang dialami korban dan keluarga, kemudian masa depan anak juga menjadi pertimbangan agar diberikan efek jera kepada pelaku, dan jangan sampai ada kata damai bagi para pelaku kejahatan yang menjadikan anak-anak sebagai korbannya,” ujarnya. Rabu (26/1/2022).
Menurut Edi, dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur merupakan kejahatan khusus yang penanganannya membutuhkan sinergi banyak pihak, baik aparat penegak hukum, instansi pemerintah maupun masyarakat umum.
“Perlu adanya kerjasama dari seluruh pihak, baik dari pemerintah kabupaten setempat maupun aparat penegak hukum, hal ini sejalan dengan komitment mulai dari pemerintah pusat sampai ke daerah dalam upaya perlindungan anak yang selama ini dilakukan bersama, guna memutus rantai kekerasan atau kejahatan seksual terhadap anak,” ujar dia.
Menurutnya, para pelaku kekerasan atau kejahatan seksual terhadap anak harus diberikan hukuman yang setimpal, guna memberikan efek jera kepada para pelaku.
“Kalau para pelaku sesudah melakukan kejahatan terhadap anak kemudian berdamai, itu tidak memberikan efek jera, pelaku bisa kembali melakukan kejahatan terhadap anak dikemudian harinya karena berpikir permasalahannya bisa diselesaikan secara damai, maka dari itu perlunya pemberian hukum yang setimpal guna memberikan efek jera,” katanya.
Sebelumnya, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Pesawaran , tengah berupaya mengungkap perkara dugaan asusila yang terjadi di Kecamatan Punduh Pedada dan sudah masuk dalam proses pengumpulan bukti visum dari korban.
“Secara umum, proses hukum terus berjalan, saat ini masih dalam tahap pengambilan bukti visum atas korban yang merupakan anak di bawah umur, supaya nanti ada keterangan medis atas dugaan itu dan menjadi bahan kita,” kata Kasat Reskrim Polres Pesawaran AKP Supriyanto Husin.
Menurut Supriyanto, mekanisme hukum terus berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah dijalankan pihak kepolisian.
“Setelah menemukan bukti visum, kemudian akan memeriksa para saksi guna menemukan dugaan pelanggaran hukum sesuai laporan yang kami terima,” katanya. (Red)
DPMPD Pesawaran Pastikan 40 Persen DD Untuk BLT-DD
Pesawaran (HO) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD), memastikan anggaran 40% dari Dana Desa (DD) dikhususkan hanya untuk program perlindungan sosial berupa Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) bagi masyarakat yang terkena dampak dari pandemi covid-19.
Kepala DPMPD Pesawaran Zuriadi mengatakan, sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 104 tahun 2021 sudah ditetapkan bahwa anggaran 40% tidak diperbolehkan untuk kegiatan lain di desa.
“Sampai saat ini tidak ada kelonggaran yang diberikan pemerintah pusat terhadap Perpres tersebut, dengan begitu pemerintah desa wajib menggarkan DD dengan besaran yang telah ditetapkan untuk pemberian bantuan BLT-DD,” ujarnya. Rabu (26/1/2022).
Meskipun begitu, lanjutnya, penggunaan 40% dana desa untuk BLT tersebut tetap tergantung kondisi di masing-masing desa, dan diharapkan pemerintah desa tidak memaksakan penerima bantuan tersebut harus ada.
“Meskipun ada kalimat 40 persen, tetapi tidak berarti pemerintah desa serta merta harus diada-adakan penerima BLT-DD hingga tercapai 40 persen. Kalau nyatanya di desa tersebut hanya ada beberapa masyarakat yang berhak menerima itulah yang diberikan,” ujar dia.
“Pada intinya, pemerintah desa dalam menyalurkan BLT-DD harus sesuai dan tepat sasaran kepada para masyarakat yang membutuhkan, jangan ada masyarakat yang tidak layak menerima malah mendapatkan bantuan ini karena ingin mencapai 40% tersebut,” kata dia.
Dirinya mengatakan, pada anggaran tahun 2021 capaian BLT-DD yang telah dibagikan kepada 6.100 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari 144 desa dengan besaran anggaran sebanyak Rp21 miliar sudah mencapai 100%.
“Kemudian pada tahun 2022 ini, anggaran yang disiapkan untuk pemberian BLT-DD di Pesawaran mencapai Rp60 miliar, naik tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah itu kita ambil dari 40% anggaran DD yang disiapkan oleh masing-masing desa,” katanya.
Lebih lanjut, menurutnya, pada tahun ini anggaran DD di Kabupaten Pesawaran mengalami penurunan sampai Rp5 miliar dibandingkan tahun sebelumnya.
“Tahun ini kita hanya mendapatkan Rp151 miliar, jumlah itu mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang kita terima Rp156 miliar, hal ini disebabkan dengan adanya penyesuaian anggaran dari pusat,” ujarnya. (Red)
Pasca Puting Beliung, Bupati Pesawaran Berikan Bantuan Kepada Rumah Rusak
Pesawaran (HO) – Angin Puting Beliung yang terjadi pada hari Senin 24 Januari sekitar pukul 16.00 wib, merusakkan puluhan rumah di Dusun Sri Mulyo Desa Gerning Kecamatan Tegineneng.
Pasca kejadian tersebut, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona meninjau secara langsung rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana angin puting beliung yang terjadi.
“Ya pada hari ini saya turun langsung ke lokasi bencana angin puting beliung, untuk memberikan secara langsung bantuan baik dari BAZNAS, BPBD dan Dinsos Pesawaran untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan,” kata dia, Selasa (25/1/2022).
“Bantuan yang kita berikan berupa uang tunai dari BAZNAS, sebanyak lima amplop dengan nilai Rp700 ribu untuk rumah yang mengalami rusak berat, 10 amplop Rp500 ribu untuk rumah kategori rusak sedang, 14 amplop Rp300 ribu untuk rumah kategori rusak ringan. Kemudian bantuan sembako dan alat tidur dari BPBD dan Dinsos bagi warga yang tertimpa musibah angin puting beliung ini,” katanya.
Dirinya mengatakan, dilihat dari letak geografis Kabupaten Pesawaran dapat berkemungkinan mengalami bencana alam, mulai dari banjir, tanah longsor dan angin puting beliung.
“Musim penghujan saat ini, masyarakat dituntut agar lebih waspada lagi menghadapi segala kemungkinan yang dapat terjadi sewaktu-waktu, kemudian selalu pantau perkiraan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG,” katanya.
“Kemudian, saya mengimbau kepada warga agar tidak panik ketika terjadi bencana, lalu jadikan musibah yang terjadi ini untuk meningkatkan keguyuban antar masyarakat untuk saling tolong menolong,” ujar dia.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesawaran Sofyan Aghani mengatakan, akibat angin puting beliung yang terjadi kemarin sore merusak sekitar 29 rumah yang berada di desa tersebut.
“Kalau menurut laporan yang kita terima, dari 29 rumah mengalami kerusakan lima diantaranya mengalami kerusakan berat dengan atap rumah beterbangan, kemudian sisanya mengalami kerusakan ringan,” ujarnya.
Dirinya mengatakan, saat ini rumah-rumah yang mengalami kerusakan sudah mulai diperbaiki oleh masyarakat dengan cara bergotong royong satu sama lainnya.
“Kami berharap dengan bantuan yang kami berikan ini, dapat membantu meringankan beban para masyarakat yang tertimpa bencana ini,” ujar dia. (Red)
