Menurutnya, Pemda Kabupaten Pangkalan Bun sangat tertarik sejumlah teknologi desa yang dikembangkan di desa desa yang ada di Kabupaten Pesawaran.
“Salah satunya ya Nira Kelapa Sawit yang diolah menjadi gula merah, potensi di daerah kami (Pangkalan Bun) lebih luas dibandingkan yang ada di Kabupaten Pesawaran, untuk itu kami sangat tertarik mengembangkannya,” ujar dia.
Kemudian, rombongan Kepala Desa se-Kecamatan Kota Waringin Barat Kabupaten Pangkalan Bun tersebut juga mengunjungi peternakan puyuh organik di Desa Purworejo dan ternak Kambing serta pengrajin gula kelapa.
“Setelah kita melihat kondisi di Kabupaten Pesawaran, kami juga ingin mengembangkan potensi yang ada didaerah kami. Misalnya seperti bagaimana berternak dengan teknologi dan kualitas yang baik, lalu soal bagaimana mengolah gula kelapa dan gula yang bahan bakunya dari Nira Kelapa Sawit, ” tutur dia.
Dalam rombongan yang datang menggunakan dua bus besar, sedikitnya 80 orang yang didominasi Kepala Desa di Kabupaten Pangkalan Bun Provinsi Kalimantan Tengah melakukan kunjungan belajar di Bumi Andan Jejama dengan harapan dapat mereplika beberapa inovasi pembangunan desa sehingga dapat mengakselerasi pembangunan nantinya.
“Pariwisata dan UMKM desa di Kabupaten Pesawaran sangat bagus, padahal potensi geografis daerah kami sangat luas. Nantinya, kita akan tingkatkan kualitas sumber daya manusianya sehingga bisa lebih kreatif, ” ucap dia.
Menanggapinya, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menyampaikan terima kasih atas kunjungan kepala desa dan Pemda Kabupaten Pangkalan Bun Provinsi Kalimantan Tengah di Bumi Andan Jejama.
“Sebagai Kepala Daerah, saya mengucapkan terima kasih atas kunjungannya. Artinya, Pemda Pangkalan Bun, Kalteng tersebut mempercayai bahwa Kabupaten Pesawaran dapat dijadikan reverensi dalam mengembangkan daerahnya, dan kita bisa sharing,” kata Dendi. (Red) Kunjungi Pesawaran, Pemda Pangkalan Bun Kalteng Takjub Teknologi Desa
Menurutnya, Pemda Kabupaten Pangkalan Bun sangat tertarik sejumlah teknologi desa yang dikembangkan di desa desa yang ada di Kabupaten Pesawaran.
“Salah satunya ya Nira Kelapa Sawit yang diolah menjadi gula merah, potensi di daerah kami (Pangkalan Bun) lebih luas dibandingkan yang ada di Kabupaten Pesawaran, untuk itu kami sangat tertarik mengembangkannya,” ujar dia.
Kemudian, rombongan Kepala Desa se-Kecamatan Kota Waringin Barat Kabupaten Pangkalan Bun tersebut juga mengunjungi peternakan puyuh organik di Desa Purworejo dan ternak Kambing serta pengrajin gula kelapa.
“Setelah kita melihat kondisi di Kabupaten Pesawaran, kami juga ingin mengembangkan potensi yang ada didaerah kami. Misalnya seperti bagaimana berternak dengan teknologi dan kualitas yang baik, lalu soal bagaimana mengolah gula kelapa dan gula yang bahan bakunya dari Nira Kelapa Sawit, ” tutur dia.
Dalam rombongan yang datang menggunakan dua bus besar, sedikitnya 80 orang yang didominasi Kepala Desa di Kabupaten Pangkalan Bun Provinsi Kalimantan Tengah melakukan kunjungan belajar di Bumi Andan Jejama dengan harapan dapat mereplika beberapa inovasi pembangunan desa sehingga dapat mengakselerasi pembangunan nantinya.
“Pariwisata dan UMKM desa di Kabupaten Pesawaran sangat bagus, padahal potensi geografis daerah kami sangat luas. Nantinya, kita akan tingkatkan kualitas sumber daya manusianya sehingga bisa lebih kreatif, ” ucap dia.
Menanggapinya, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menyampaikan terima kasih atas kunjungan kepala desa dan Pemda Kabupaten Pangkalan Bun Provinsi Kalimantan Tengah di Bumi Andan Jejama.
“Sebagai Kepala Daerah, saya mengucapkan terima kasih atas kunjungannya. Artinya, Pemda Pangkalan Bun, Kalteng tersebut mempercayai bahwa Kabupaten Pesawaran dapat dijadikan reverensi dalam mengembangkan daerahnya, dan kita bisa sharing,” kata Dendi. (Red) Ops Ketupat April-Mei, Polres Pesawaran Amankan 10 Pelaku Kejahatan
Antisipasi Demam Berdarah, Desa Durian Rutin Lakukan Fogging
Polres Pesawaran Segera Tindaklanjuti Dugaan Korupsi Kades Deswan
Pesawaran (HO) – Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Pesawaran Polda Lampung, dalam waktu dekat akan segera menindak lanjuti dugaan Korupsi Dana Desa yang dilakukan Deswan Kepala Desa Bernung Kecamatan Gedong tataan, yang di sinyalir mencapai ratusan juta rupiah.
“Ya dalam waktu dekat akan kami tindak lanjuti terkait dugaan Korupsi Dana Desa pada tahun 2018, 2019, 2020 dan 2021,” ungkap Kasat Reskrim AKP Supriyanto Husin, SH, MH, mewakili Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo,. S.Ik,. M.Si,. (Han), ketika dikonfirmasi, Senin (16/5/2022).
Dikatakan nya, pihaknya menghimbau agar tugas pokok dan fungsi serta Peran Inspektorat Kabupaten Pesawaran sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) berjalan dengan maksimal dan turun kebawah.
“Dan kami menunggu kinerja APIP, jangan di bolak-balik, kalau Inspektorat menunggu rekomendasi dari Polres Pesawaran,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Masyarakat Desa Bernung, mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan pemeriksaan terhadap Deswan, karena diduga melakukan penyimpangan dan Mark, Up anggaran Dana Desa (DD), tahun 2018, 2019, 2020 dan 2021, hingga ratusan juta rupiah.
Karena masyarakat menilai banyak pembangunan di Desa Bernung yang menggunakan Dana Desa tidak sesuai dalam realisasi dengan anggaran Dana Desa yang yang telah dikucurkan pemerintah pusat.
Diketahui pada tahun 2018 Pagu Rp. 886.401.000, kemudian pada tahun 2019 Pagu Rp. 926.625.000 dan di tahun 2020 Pagu Rp. 952.408.000 serta pada tahun 2021 sebesar Pagu Rp. 1.022.505.000. (Red)
Kades Tajur Buat Aturan Diluar Aturan, Diduga Korupsi Dana Desa, BLT Dipermainkan
“Ada Apa Aparat Penegak Hukum Kabupaten Pesawaran Terkesan Tutup mata Atau Ada Indikasi Main Mata”
Pesawaran (HO) – Kepala Desa Tajur Kecamatan Marga Punduh Kabupaten Pesawaran Lampung, Nawawi diduga dalam merealisasikan Dana Desa selama menjabat banyak terjadi penyimpangan hingga ratusan juta rupiah, selain itu dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tidak tepat sasaran di indikasikan dinikmati oleh perangkat desa setempat.
Salah satu perwakilan masyarakat desa setempat, MH (56) dari Dusun Kampung Sawah mengungkapkan, kemarin menjelang dua hari Raya Idul Fitri 2022, Desa Tajur melakukan pembagian BLT-DD Bulan Januari, Februari dan Maret untuk sebanyak 96 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Lima Dusun namun sangat di sayangkan yang mendapatkan bantuan tersebut banyak dari perangkat desa.
“Yang mendapat kan bantuan justru hanya oarang-orang nya saja dan kroni-kroni nya dan terkesan memprioritas kan Apartur desa yang menerima,” jelasnya kepada Handalonline.com, Jumat (13/5/2022).
Dirinya memohon kepada yang terhormat Bapak Bupati Kabupaten Pesawaran Dendi Ramadohna, tolong lihat dan turunkan tim dari Inspektorat, terkait kinerja Kepala Desa Nawawi yang membuat aturan dalam aturan, sehingga pembagian BLT-DD, tidak di rasakan masyarakat sebagai mana mestinya justru yang pantas mendapatkan malah tidak menerima.
“Kami berharap dari aparat penegak hukum baik Kejari maupun Polres Pesawaran untuk turun dan memanggil serta memeriksa Pak Kades, jika terbukti ada indikasi korupsi penjarakan Kades Nawawi,” harapnya.
“Kemarin yang menerima BLT-DD dari perangkat desa diantaranya Antoni, RT Dusun Tajur Induk, kemudian Masroh Istri dari Kadus Tajur Induk, Nurhayati Istri Ketua BPD, kemudian Anak Kadus Dusun Lima Sriyana kemudian Umi Sunrya Istri dari Kasi Pemerintahan, kemudian Masnurila dari Kaur, Hibra Desiwahyuningsih Istri dari kaur Perencanan Muhidin, kemudian Anak Kepala Desa Tajur Padadina Yulanda Salbiah Istri dari Bendahara, Nurhalimah Istri dari Kadus tiga, Mursalin Hamnah RT Kadus Tiga Matnor RT Umi Sunarya, apakah ini tidak menyalahi aturan,” tanya dia. Terpisah salah satu perwakilan masyarakat Muara sanggi juga mengatakan dalam Realisasi Anggaran Dana Desa Tahun 2020 sampai 2021 selama masa jabatan Kades Nawawi tidak banyak perubahan dan masyarakat yakin dalam realisasi nya diduga banyak terjadi penyimpangan serta yakin surat pertanggungjawaban nya di manipulasi.
Untuk diketahui pada tahun 2020 Pagu anggaran sebesar Rp. 1.022.576.000, dengan Item Pembinaan Lembaga Adat Rp. 10.269.750, Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Sarana dan Prasarana Kepemudaan dan Olah Raga Milik Desa Rp. 30.380.000, Penyelenggaraan Festival Lomba Kepemudaan dan Olahraga tingkat Desa Rp. 10.025.000, kemudian Penyelenggaraan Festival Kesenian, Adat Kebudayaan, dan Keagamaan perayaan hari kemerdekaan, hari besar keagamaan, tingkat Desa Rp. 20.738.000.
Selanjutnya ada juga item Koordinasi Pembinaan Ketentraman, Ketertiban, dan Pelindungan Masyarakat dengan masyarakat.instansi pemerintah daerah, Skala Lokal Desa Rp. 28.000.000, Pembinaan PKK Rp. 104.051.500, Pelatihan Penyuluhan.Sosialisasi kepada Masyarakat di Bidang Hukum dan Pelindungan Masyarakat Rp. 7.315.448, dan Penyelenggaraan Musyawarah Desa lainnya musdus, rembug warga, yang bersifat non-reguler sesuai kebutuhan desa Rp. 7.948.000.
Kemudian Penyusunan Dokumen Perencanaan Desa RPJMDes RKPDes Rp. 17.950.000, ada juga Penyusunan Dokumen Keuangan Desa APBDes APBDes Perubahan LPJ APBDes, dan seluruh dokumen terkait Rp. 8.500.000, kemudian Penanggulangan Bencana Rp. 48.514.000 dan Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Rp. 27.518.500 serta Penyelenggaraan PAUD TK TPA TKA TPQ Madrasah Non-Formal Milik Desa Bantuan Honor Pengajar, Pakaian Seragam Rp. 36.000.000.
Ada juga Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Rp. 216.391.694, Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman Gang Rp. 62.107.858 kemudian Penyelenggaraan Posyandu Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu Rp. 51.524.000 dan Kemudian Pembangunan Rehabilitas Peningkatan Fasilitas Jamban Umum MCK umum, Rp. 20.959.750 serta Peningkatan kapasitas perangkat Desa Rp. 25.481.000.
“Kami menduga semua beberapa item anggaran tersebut banyak terjadi penyimpangan, dan bisa di lihat langsung kebawah,” ucapnya.
Selanjutnya tahun 2021 Pagu Rp. 975.799.000, untuk Item Penanggulangan Bencana Rp. 33.275.000, Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase Rp. 56.435.000, Pemeliharaan Sanitasi Permukiman Gorong-gorong, Selokan, Parit Rp. 19.792.500, Pemeliharaan Sambungan Air Bersih ke Rumah Tangga pipanisasi Rp. 35.000.000 serta Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Desa Rp. 32.394.500.
Kemudian ada juga untuk Pelatihan dan Penguatan Penyandang Difabel penyandang disabilitas Rp. 3.500.000 Pelatihan Penyuluhan Perlindungan Anak Rp. 4.607.500, Penanggulangan Bencana Rp. 21.606.000, Penguatan dan Peningkatan Kapasitas Tenaga Keamanan Ketertiban oleh Pemerintah Desa Satlinmas desa Rp. 20.000.000 dan Pembinaan PKK Rp. 15.000.000.
Ada juga Pelatihan Penyuluhan Sosialisasi kepada Masyarakat di Bidang Hukum dan Pelindungan Masyarakat Rp. 6.000.000, kemudian Pemeliharaan Sambungan Air Bersih ke Rumah Tangga Rp. 35.000.000, Pemeliharaan Sanitasi Permukiman Gorong-gorong, Selokan, Parit, Rp. 19.792.500, Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box.Slab Culvert, Drainase, Rp. 40.701.000, Penyelenggaraan Posyandu Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp. 16.060.000.
Kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Desa Rp. 32.394.500 ada juga Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Rp. 20.800.000 kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jembatan Milik Desa Rp. 37.163.000.
Selanjutnya ada Penguatan dan Peningkatan Kapasitas Tenaga Keamanan Ketertiban oleh Pemerintah Desa Satlinmas desa Rp. 28.000.000, Pelatihan Penyuluhan Sosialisasi kepada Masyarakat di Bidang Hukum dan Pelindungan Masyarakat Rp. 6.000.000, Penyediaan Insentif Operasional RT RW Rp. 117.000.000, Penyusunan Pendataan Pemutakhiran Profil Desa profil kependudukan dan potensi desa Rp. 19.122.750 dan kembali mengganggarkan Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jembatan Milik Desa Rp. 37.163.000.
Kemudian Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Rp. 35.799.500, Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Desa Rp. 19.200.000, Penyelenggaraan Posyandu Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu Rp. 28.840.000, ada juga untuk Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain Rp. 40.701.000, kemudian Pemeliharaan Sanitasi Permukiman Gorong-gorong, Selokan, Parit, Rp. 19.792.500 serta Pemeliharaan Sambungan Air Bersih ke Rumah Tangga pipanisasi, Rp. 35.000.000.
“Kami selaku masyarakat mempertanyakan kemana Anggaran sebanyak itu, karena Desa Tajur tidak banyak perubahan dan kami semakin yakin kalau SPj nya di manipulasi dan kami rasa Aparat penegak Hukum sudah tau,” sebutnya.
Terpisah salah satu warga Dusun Muara Sanggi mengatakan Tahun 2020 Ada item sarana kepemudaan olahraga milik desa Rp 30.380.000 itu kemana Anggaran nya kemudian lomba kepemudaan milik desa Rp. 10.025.000 ada juga Penyelenggaraan Festival Kesenian, Adat Kebudayaan, dan Keagamaan perayaan hari kemerdekaan, hari besar keagamaan, tingkat Desa Rp. 20.738.000 dan MCK Rp. 20.959.750 Semua Anggaran Tahun 2020.
Terpisah salah satu masyarakat Sanggi Tengah yang nama nya minta di rahasiakan mengatakan pada Tahun 2021 ada item gorong-gorong Drainase Rp.56.435.000 itu kemana lagi sisa anggaran nya kemudian Sanitasi Gorong-gorong parit Rp. 19.792.500 Kemudian pipanisasi Rp. 35.000.000 itu tidak tersalurkan sebagaimana mestinya itu tidak ada pipa nya.
“Kemudian ada jembatan milik yang hancur dan tidak di perbaiki sedangkan keterangan dari apartur desa yang nama nya minta di rahasiakan menghabiskan Anggaran Rp. 18 juta sedangan Anggaran yang di kucurkan sebanyak Rp. 37.163.000 sebanyak dua kali,” ungkapnya.
Begitu juga dikatakan salah satu tokoh masyarakat Dusun Tajur Induk, sudah tidak heran lagi dengan ulah serta keputusan yang tidak masuk akal yang dilakukan Kades Nawawi, dulu pernah sempat heboh di beritakan salah satu Media akan tetapi sampai hari tidak ada tindak lanjutnya sedangkan masyarakat sudah jelas memberikan keterangan.
“Dan perlu di ketahui oleh Aparat Penegak Hukum hal ini sudah bukan menjadi rahasia umum, seluruh masyarkat DesaTajur tau, yang pertama kami menduga ada Pemalsuan Ijazah semua perangkat Desa, yang digunakan itu Ijazah palsu semua, kami sanggup mempertanggung jawabkan dan di hadapan APH bisa di cek kebenaran nya,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Desa Tajur Nawawi, saat akan di konfirmasi Handalonline.com terkait adanya indikasi korupsi serta pembagian BLT-DD, terkesan menghindar dan beberapa kali di hubungi melalui sambungan telpon seluler, walau dalam keadaan aktip tidak di angkat dan saat di kirim pesan melalui aplikasi Whtsaap tidak membalas hanya di baca saja.
Dan saat Handalonline.com menghubungi Kaur Perencanaan Muhidin, melalui sambungan telpon seluler dia membenarkan jika Tahun Anggaran 2022 Desa Tajur membagikan BLT-DD sebanyak 96 KPM dan membenarkan jika anak nya mendapatkan Bantuan BLT-DD senilai Rp. 900 Ribu.
“Untuk Tahap selanjutnya akan kami ganti daftar penerima BLT-DD nya dan sudah saya bahas dengan pak kades dan dia juga membenarkan jika perangkat desa lain nya juga menerima bantuan BLT-DD serta Padadina Yulanda Anak Kepala Desa Tajur menerima juga,” ucapnya.
“Dan akan segera kami rubah daftar bagi penerima Manfaat bantuan langsung tunai karena sudah kami musyawarahkan untuk kedepan nya nanti tolong jangan di sebarkan datanya,” katanya.
Terpisah Mat Nor selaku Bendahara Desa Tajur, membenarkan jika Istri nya atas nama Salbiah mendapatkan Bantuan Langsung Tunai, di ungkapkan nya hal tersebut karena dulu nya warga yang mendapatkan Bantuan BLT-DD tidak Ada pengertian kepada Perangkat Desa.
“Harus nya kan paling tidak ada pengertian upah untuk kami yang mendata dan mengambil uang tersebut,” ucapnya. (Indra Jaya)
Luar Biasa, Enam Kali Berturut-turut, Pemkab Pesawaran Raih Predikat WTP
Masa Sulit Warga Susah, Kades Bernung Diduga Korupsi Dana Desa
Deswan Terkesan Tantang Aparat Penegak Hukum
Pesawaran (HO) – Masyarakat Desa Bernung Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan pemeriksaan terhadap Deswan, karena diduga melakukan penyimpangan dan Mark, Up anggaran Dana Desa (DD), hingga ratusan juta rupiah.
“Kami mendesak dan berharap aparat penegak hukum untuk melakukan pemanggilan serta pemeriksaan terhadap Deswan karena kami duga telah menyimpangkan Dana Desa tahun 2018, 2019, 2020 dan 2021,” ungkap salah satu masyarakat Dusun Menanti Kasih Kepada Handalonline.com yang namanya minta di rahasiakan, untuk sementara waktu, Rabu (11/5/2022).
Pasalnya kata dia banyak pembangunan di Desa Bernung yang menggunakan Dana Desa tidak sesuai dalam realisasi dengan anggaran Dana Desa yang yang telah dikucurkan pemerintah pusat.
“Ini sudah jelas kita lihat dengan kasat mata seperti pada tahun 2018 Pagu Rp. 886.401.000, dengan rincian anggaran untuk Item Pembinaan PKK Rp. 5.090.000, Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa Rp. 13.800.000, kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Rp. 131.553.148,” sebutnya.
“Dan kembali menganggarkan Pembinaan PKK Rp. 13.640.000, ada lagi Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa Rp. 18.600.000, kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Desa Rp. 228.970.920, dalam realisasi nya tidak sesuai dengan anggaran,” timpal nya.
Selain itu, diketahui juga ada Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Rp. 176.165.198, kemudian Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa (PKD) Polindes Milik Desa Obat-obatan; Tambahan Insentif Bidan Desa Perawat Desa Penyediaan Pelayanan KB dan Alat Kontrasepsi bagi Keluarga Miskin, Rp. 16.200.000, kemudian ada lagi Pembinaan PKK Rp. 25.000.000, kemudian Penyelenggaraan Festival Kesenian, Adat Kebudayaan, dan Keagamaan perayaan hari kemerdekaan, hari besar keagamaan, tingkat Desa Rp. 10.000.000.
Selanjut nya Penguatan dan Peningkatan Kapasitas Tenaga Keamanan Ketertiban oleh Pemerintah Desa Satlinmas desa Rp. 13.200.000, kemudian Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa Rp. 44.700.000, Peningkatan Produksi Tanaman Pangan Alat Produksi dan pengolahan pertanian, penggilingan Padi jagung, Rp. 7.500.000, ada juga Penyertaan Modal BUM Desa Rp. 50.000.000, kemudian Penyelenggaraan Lomba antar kewilayahan dan pengiriman kontingen dalam mengikuti Lomba Desa Rp. 7.080.000.
Masih di tahun 2018 ada juga Penyelenggaraan PAUD TK TPA TKA TPQ Madrasah Non-Formal Milik Desa Bantuan Honor Pengajar, Pakaian Seragam, Operasional, Rp. 10.080.000, Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Desa Rp. 234.845.875, Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain Rp. 296.994.725.
Selanjut nya Penyediaan Insentif Operasional RT RW Rp. 180.000.000, ada juga Penyusunan Pendataan Pemutakhiran Profil Desa (profil kependudukan dan potensi desa Rp. 15.318.250, dan Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain Rp. 48.465.000, Kemudian Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Rp. 16.700.000, dan Peningkatan kapasitas perangkat Desa Rp. 10.000.000, Pemeliharaan Fasilitas Pengelolaan Sampah Desa Permukiman Penampungan, Bank Sampah Rp. 8.000.000.
“Selain itu mas, ada anggaran Pos Kesehatan Desa (PKD) Polindes Milik Desa (Obat-obatan Tambahan Insentif Bidan Desa/Perawat Desa; Penyediaan Pelayanan KB dan Alat Kontrasepsi bagi Keluarga Miskin, Rp. 41.400.000, ada juga Pengelolaan dan Pembuatan Jaringan Instalasi Komunikasi dan Informasi Lokal Desa Rp. Rp. 31.035.000 dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Desa Rp. 7.200.000,” katanya.
Selanjutnya di tahun 2019 Pagu Rp. 926.625.000, dengan Item Pengembangan Sarana Prasarana Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta Koperasi Rp. 10.300.000 kemudian Pembinaan PKK Rp. 16.600.000, Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebudayaan Rumah Adat Keagamaan Milik Desa Rp. 11.100.000
Kemudian Penyelenggaraan Festival Kesenian, Adat Kebudayaan, dan Keagamaan perayaan hari kemerdekaan, hari besar keagamaan, tingkat Desa Rp. 21.000.000 serta Pembangunan Peningkatan Monumen Gapura Batas Desa Rp. 115.027.400.
“Ada juga Penyelenggaraan Posyandu Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader PosyanduRp. 33.300.000 kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Sanitasi Permukiman Gorong-gorong, Selokan, Parit, dan lain-lain, diluar prasarana jalan Rp. 127.624.700 dan Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Desa Rp. 33.039.000 serta Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa Rp. 19.000.000,” ungkapnya.
Untuk di tahun 2020 Pagu Rp. 952.408.000 Item Penyediaan Insentif.Operasional RT RW Rp. 97.200.000, ada Pembinaan PKK Rp. 10.035.000, Kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jembatan Milik Desa Rp. 86.757.000, ada juga Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa Rp. 25.800.000 kemudian Penyediaan Insentif Operasional RT RW Rp. 129.600.000.
Di tahun yang sama kembali menganggarkan Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan.Pengerasan Jembatan Milik Desa Rp. 86.757.000, dan Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa Rp. 25.800.000 serta Penanggulangan Bencana Rp. 45.198.000.
Salanjut nya Tahun 2021 Pagu Rp. 1.022.505.000, dengan Item Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Rp. 34.086.000, ada juga Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain Rp. 86.496.000 kemudian Bantuan Hukum Untuk Aparatur Desa dan Masyarakat Miskin Rp. 37.500.000 Kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain Rp. 48.465.000.
Salah satu masyarakat Dusun Taman Rejo dan Dusun Bernung satu, mengatakan cukup dilihat secara kasat mata saja dari segi jalan pemukiman gang itu banyak jalan yang sudah hancur dan bahkan sangat memperihatinkan kan tidak bisa di pungkiri banyak masyarakat yang jatuh saat berkendara, dirinya tidak mau terlalu jauh memberi keterangan biar kan Aparat penegak Hukum saja yang menilai nya.
“Dan terkait jalan pemukiman gang yang hancur kami selaku warga juga pernah memberikan keluhan serta surat kepada kadus namun hingga saat ini alhamdulilah belum ada tindak lanjut,” katanya.
Terpisah salah satu perwakilan masyarakat Dusun Sido Asri juga mendesak Aparat Penegak Hukum baik Kejaksaan Negeri Kabupaten Pesawaran (Kejari), Kemudian Tipikor Polres Pesawaran untuk mengambil langkah tegas kerena hal ini sudah bukan menjadi rahasia umum, untuk diketahui Desa Bernung ada enam Dusun dan Delapan Belas Rukun tetangga atau RT,” ucapnya.
Begitu juga di ungkapkan warga Dusun Sukoharjo dikatakan nya, dirinya bersama masyarakat mendesak Inspektorat, tembusan ke Polres, Kejaksaan Negeri serta Bupati Pesawaran, pihaknya ingin selama jabatan Kades Deswan Anggaran Dana Desa itu di Audit kembali dan harus transparan karena Anggaran tersebut untuk kesejahteraan masyarakat bukan untuk Kepala Desa dan kroni-kroni nya.
“Di tahun 2020 kemarin ada Pembangunan jembatan Dusun Bernung Satu Volume Panjang 6 M X Lebar 4 M. 1 Unit Anggaran Rp 88.332.000. di Anggarkan sebanyak dua kali
Kemudian Program Dana Desa Tahun 2021
Jenis Kegiatan Pengalian dan pembersihan Drainase Dusun Menanti Kasih Anggaran Rp 19.732.000, kami pertanyakan pengerjaannya,” sebutnya.
Kemudian katanya, ada pula Pembangunan Peningkatan Monumen Gapura Batas Desa di Dusun Taman Rejo yang menghabiskan Anggaran Rp. 115.027.400, dan Pembangunan Drainase Dusun Suka Negeri Volume 66 M dan Talud Penahan Tanah TPT Dusun Suka Negeri Volume 361 M Anggaran Dana Desa Tahun 2021.
“Hal ini tidak bisa kami biarkan, bagaimana Desa kami mau maju, jika anggaran untuk pembangunan nya di duga banyak disimpangkan, jadi sekali lagi kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan pemeriksaan kepada Deswan selaku Kades Bernung,” ujarnya.
“Dan jika nanti terbukti kami berharap segera diproses sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku, sebagai efek jera dan sebagai pelajaran untuk kades-kades lainnya,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Desa Bernung Deswan Saat di konfirmasi Handalonline.com, terkait realisasi Dana Desa selama dirinya menjabat terkesan menghindari dan mempersilakan untuk di publikasikan dan dilaporkan kepada aparat penegak hukum.
“Di Desa Bernung tidak ada Drainase, itu PKT, kita juga tidak bisa belanja bahan material hanya mempekerjakan masyarakat, kalau untuk Sumur Bor tahun 2019 ada di Bernung Satu,” ucapnya, Rabu (11/5/2021).
“Ya kalau ini sudah cari-cari dong. masa dari tahun 2019 Sampai drainase sampai ini segala macam bahkan sampai 2021. Ya yang kira-kira masuk diakal sajalah. Ya silahkan tidak apa-apa, berita yang mana yang mau diberitakan Ya bukan yang mana dulu beritanya kan perlu kebenarannya juga. Ya sudah terserah oke. tidak apa kalau ingin diserahkan ke APH silahkan,” tambahnya. (Indra Jaya)
Wacana Penghapusan PPKM, Dendi Ramadhona Siapkan Kebijakan Lokal
Bupati Pesawaran Dampingi Rika Tohir Tinjau UMKM Sungai Langka
Kak Nanda Indira Gelar Rakor, Berikan Penghargaan 11 Anggota Pramuka
Dalam kegiatan Rakor ini, kwartir cabang Gerakan Pramuka Pesawaran juga memberikan Piagam penghargaan kepada 11 orang anggota Pramuka yang berpartisipasi sebagai peserta dalam kegiatan penjagaan pos pam nataru tahun 2021/2022 yang diselenggarakan oleh Polres Pesawaran.
Kak Nanda Indira dalam sambutannya mengatakan, digelarnya Rapat Kordinasi bersama pengurus Kwarcab pesawaran ini tentunya untuk menjalin silaturahmi setelah sekian lama vakum karena masa Pandemi Covid-19 yang membuat kita semua terbatas untuk melakukan pertemuan.
“Alhamdulilah saat ini bisa bersilaturahmi kembali walaupun dengan penerapan Protokol Kesehatan,”ujar kak Nanda.
Kak Nanda menjelaskan, Rapat Koordinasi ini merupakan forum konsolidasi dan koordinasi bersama diantara Pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Pesawaran yang diselenggarakan setidaknya setahun sekali.
“Dalam Rakor ini, Peserta Rakor setidaknya akan membahas poin-poin penting yang diharapkan dapat menjadi pedoman dalam menyusun rencana dan program kerja secara terukur, konsisten, terintegrasi, melembaga, dan berkelanjutan,” terang kak Nanda yang merupakan istri dari Bupati Pesawaran.
Rapat Koordinasi yang di laksanakan ini, diharapkan dapat menghasilkan kesamaan persepsi dan kegiatan yang dapat dilaksanakan untuk tahun ini dan tahun mendatang.
“Saya berharap Rapat koordinasi ini, tidak mengurangi kualitas dari hasil yang diharapkan dan bermanfaat bagi kita semua untuk Gerakan Pramuka Pesawaran kedepannya,” tutup kak Nanda.
Kemudian, Acara dilanjutkan dengan Pemaparan Program Kerja oleh 8 Ketua Bidang Pengurus Kwarcab Pramuka Pesawaran. (Red) 