
Resmikan Siskamling Desa Bagelen, AKBP Maya Henny Himbau Jaga Anak Perempuan

Kades Sukajaya Punduh: Normalisasi Solusi Atasi Banjir
Berternak Kambing Penunjang Ekonomi Masyarakat Penyandingan
Dirinya juga menjelaskan, usaha berternak yang dimiliki masayarakat Peyandingan ini prospek yang baik untuk perekonomian masyarakat. Untuk memulai usaha berternak di Penyandingan tidak memerlukan biaya operasional yang tinggi. Petani cukup membeli satu indukan dan satu penjantan kambing jenis rambon, setelah itu mereka bisa menikmati hasilnya untuk jangka yang Panjang.
“Kambing yang diternak masyarakat Penyandingan, kita datangkan dari pulau jawa, dengan jenis kambing rambon. Dan untuk pembuatan kandang kambing bisa memanfaatkan bahan yang tersedia di alam, kerena kayu dan bambu masih tersedia banyak,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, berternak kambing memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan tidak membutuhkan biaya pemeliharaan yang banyak, untuk masalah pakan ternak, masyarakat umumnya memanfaatkan hijauan yang tersedia di lahan kebun milik mereka.
“Satu ekor kambing jenis rambon ini usia lima bulan, bisa menjual kisaran tiga juta hingga empat juta rupiah. Walaupun dalam pemeliharaan ternak kambing di Desa Penyandingan ini masih dengan cara tradisional dan sederhana, masyarakat sudah dapat menikmati hasil yang maksimal,”ucapnya.
“Masyarakat Penyandingan dalam menunjang perekonomian banyak yang berternak kambing, di Desa Penyandingan berternak kambing mencapai 70 persen dan 30 persen dengan bertani kapulaga,” pungkasnya. (Rizal) Jamin Kesehatan Bagi Wisatawan, Pulau Pahawang Akan Bangun Pustu

Dirinya juga berharap, nantinya petugas kesehatan yang ditempatkan di Pustu tersebut, merupakan masyarakat asli Desa Pahawang yang telah mengenyam pendidikan kesehatan.
“Kami juga telah memiliki SDM nya, ada anak-anak Desa Pahawang ini yang kuliah baik keperawatan maupun kebidanan, sehingga ketika Pustu itu sudah ada mereka bisa diberdayakan di Pustu tersebut,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran Dr. Media Apriliana mengatakan, Pemkab Pesawaran tahun depan akan mendapatkan bantuan pembangunan Pustu di Desa Pahawang, dan saat ini segala persyaratan administrasi telah selesai semua.
“Kemarinkan kita bingung terkait lahannya, kalau masyarakat dan pemerintah Desa Pahawang bersedia menyiapkan lahannya, berarti sudah tidak ada masalah lagi, mudah-mudahan tahun depan pembangunan Pustu akan segera berjalan,” ujarnya. (Rizal) Waspada Narkoba, Desa Tajur Minta Pihak Polres Pesawaran Lakukan Sosialisasi
Tingkatkan Ekonomi Warga, Kades Kekatang Fokus Progam Pertanian
Kades Pekon Ampai Ajak Masyarakat Lestarikan Seni Budaya Lampung
Dr. H. Dendi Harapkan Bundo Kanduang dan KBSB Dukung Program Pemkab Pesawaran
Pesawaran (HO) – Bundo Kanduang dan Keluarga Besar Sumatera Barat (KBSB) Kabupaten Pesawaran, diharapkan bisa berkontribusi dalam mendukung jalannya berbagai program Pemkab Pesawaran serta mendukung kebijakan pemerintah seperti sosial keagamaan, sosial budaya dan lain sebagainya.
Hal itu disampaikan, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sunyoto saat menghadiri acara Pelantikan KBSB dan Bundo Kanduang Kabupaten Pesawaran periode 2023-2028, yang bertema “Dima Bumi Dipijak Disinan Langik Dijunjuang, Dima Adat Dipakai Disinan Limbago Dituang, Sadanciang Bak Basi Saciok Bak Ayam”.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan, Sunyoto mengatakan, rasa bangga kepada KBSB Pesawaran ini karena dapat menjaga kerukunan dan keharmonisan yang merupakan salah satu modal dalam melaksanakan pembangunan di kabupaten setempat.
“Kabupaten Pesawaran merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Lampung yang memiliki keberagaman dinamika kehidupan, keberagaman agama, suku bangsa, bahasa dan budaya. Selain suku asli Lampung, di Kabupaten Pesawaran ini juga berdiam berbagai suku lain seperti Sunda, Jawa, Batak, dan Minang atau Minangkabau,” kata Sunyoto, di Gedung Serba Guna (GSG) Pemkab Pesawaran, Jumat (1/9/2023).
Menurutnya, Kemajemukan yang ada di Pesawaran ini merupakan suatu potensi kekayaan yang patut disyukuri bersama. Namun demikian, potensi tersebut juga bisa berubah menjadi sebuah kerawanan dan menjadi faktor pemicu munculnya konflik sosial manakala tidak kita jaga dan kelola dengan baik.
“Di sinilah peran tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh Adat sangat dibutuhkan untuk mendorong anggota masyarakat untuk berbuat baik,” ujarnya.
Dirinya berharap, momentum pelantikan tersebut bisa jadikan sebagai modal pembangunan sekaligus mempererat persatuan dan kesatuan serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan menghormati Hak Asasi Manusia, dengan adanya dukungan dalam mewujudkan kerukunan dan kenyamanan di Kabupaten Pesawaran.
“Kepada seluruh masyarakat dari berbagai suku dan agama termasuk KBSB dan perkumpulan adat lainnya agar bisa berperan aktif dalam membangun Kabupaten Pesawaran dan saling mendukung program-program Pemerintah menuju Pesawaran lebih maju, makmur dan sejahtera,” harapnya.
Sementara itu, Ketua KBSB Provinsi Lampung, Abdi Muslim Bin muswardi Taher berharap, pengurus KBSB yang baru dilantik bisa membesarkan Organisasi KBSB untuk kepentingan warga Lampung asal Sumatera Barat di Kabupaten Pesawaran, dan masyarakat Provinsi Lampung umumnya.
“Organisasi Keluarga Besar Sumatera Barat yang didirikan pada 24 Nopember 1968, Suatu Organisasi/Perkumpulan Warga Lampung Asal Sumatera Barat dengan mengemban MISI : Religius Mandiri dan Sejahtera dan Alhamdulillah kita sudah mengukuhkan kepengurusan di 6 kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Pesawaran,” kata dia.
“Terima kasih juga atas dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran yang telah memberikan support dan segala fasilitas dengan berdirinya serta dikukuhkannya keberadaan Organisasi KBSB di tanah Pesawaran,” pungkasnya.
Diketahui, pengurus KBSB Kabupaten Pesawaran yang dikukuhkan adalah Muklis Chaniago, sebagai Ketua KBSB Pesawaran. Kemudian Eep Sriyati dikukuhkan sebagai Ketua Bundo Kanduang Kabupaten Pesawaran. (Red)
