Resmikan Siskamling Desa Bagelen, AKBP Maya Henny Himbau Jaga Anak Perempuan

Pesawaran (HO) – Maraknya kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur, Kapolres Pesawaran AKBP Maya Henny Hitijahubessy meminta kepada orang tua agar selalu berhati-hati dalam menjaga dan memperhatikan anak-anak perempuannya. Hal itu dikatakan Kapolres Pesawaran saat meresmikan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di Dusun IV Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran pada Rabu (6/9/2023) malam. Kapolres Pesawaran juga mengatakan, para orang tua juga diminta untuk memperhatikan dan membatasi anak anaknya saat menggunakan Handphone dan Medsos. “Khusunya untuk ibu-ibu lebih memperhatikan keberadaan anak-anaknya,” kata Kapolres Maya.
Resmikan Siskamling Desa Bagelen, AKBP Maya Henny Himbau Jaga Anak Perempuan
Dia juga mengatakan, bahwa saat ini penggunaan Handphone bagi bagi anak-anak sudah bisa dibatasi. “Supaya anak-anak tidak bisa membuka kearah hal-hal yang lebih dewasa, bagaimana cara menggunakan Handphone yang benar, ya kita tanya kepada keluarga yang sudah faham cara menggunakan Handphone,” tandasnya. (Red)

Kades Sukajaya Punduh: Normalisasi Solusi Atasi Banjir

0
Pesawaran (RN) – Pemerintah Desa Sukajaya Punduh Kecamatan Marga Punduh, harapkan adanya normalisasi sungai yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Pesawaran. Kepala Desa Sukajaya Punduh Tohir mengatakan, Normalisasi sungai bisa mengatasi banjir. Pada tahun 2018, desanya dilanda banjir yang mengakibatkan satu rumah warganya hanyut diterjang banjir. “Kemudian di tahun 2020 banjir kembali terjadi, yang mengakibatkan satu dapur milik warga rusak akibat banjir, saat itu Kadis PUPR sudah datang untuk melihat kondisi di lapangan namun sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya,” ujarnya. Kamis (06/092023). Dirinya mengatakan, setiap tahunnya masyarakat menjadi was-was ketika sudah memasuki musim penghujan, karena berpotensi terjadi banjir di desanya. “Kalau musim kemarau saat ini memang air di sungai Way Punduh mengalami kekeringan, tapi kalau sudah hujan potensi banjir cukup tinggi, apalagi adanya pendangkalan sungai yang terjadi lalu dinding-dinding sungai juga sudah tergerus oleh air,” ujar dia. “Maka dari itu, kami berharap dari pemerintah melakukan normalisasi sungai daerah kami ini, lalu ada juga yang harus di lakukan pembronjongan untuk mengurangi pengikisan badan sungai,” kata dia. Sementara itu Kepala Bidang Sumber Daya Alam (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat (PUPR) Pesawaran Sudiono mengatakan, pihak desa diminta untuk mengajukan permohonanan normalisasi sungai yang ada di Kecamatan Marga Punduh. “Tahun ini diajukan saja dulu surat permohonannya ke kami, agar tahun depan bisa kita jadikan skala prioritas di tahun depan, dan itu menjadi dasar kita untuk pembahasan dengan komisi IIi DPRD Pesawaran,” katanya. “Kemudian, saat musrenbang Kabupaten Pesawaran kepala desa bisa menyampaikan keinginan normalisasi itu, agar pimpinan tau hal apa saja yang mendesak dan prioritas yang harus dibangun untuk tahun depan,” ujarnya. (Rizal)

Berternak Kambing Penunjang Ekonomi Masyarakat Penyandingan

0
Pesawaran (RN) – Perekonomian masyarakat Desa Penyandingan Kecamatan Marga Punduh Kabupaten Pesawaran, sejak dahulu berada pada sektor berkebun dan berternak. Berkebun dan berternak tidak bisa lepas dari masyarakat Penyandingan, Sektor- sektor inilah yang menjadi sektor penting bagi masyarakat sebagai penunjang perekonomian mereka. “Bagi masyarakat desa Penyandingan, berternak kambing sangat menguntungkan. Karena berternak memiliki nilai ekonomi tambah bagi mereka. Hasil produksi berternak dimanfaatkan untuk pendanaan mendesak dan pengeluaran yang besar bagi masyarakat,” kata Kepala Desa Penyandingan Uum Wayudi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (04/09/2023). Dirinya juga menjelaskan, usaha berternak yang dimiliki masayarakat Peyandingan ini prospek yang baik untuk perekonomian masyarakat. Untuk memulai usaha berternak di Penyandingan tidak memerlukan biaya operasional yang tinggi. Petani cukup membeli satu indukan dan satu penjantan kambing jenis rambon, setelah itu mereka bisa menikmati hasilnya untuk jangka yang Panjang. “Kambing yang diternak masyarakat Penyandingan, kita datangkan dari pulau jawa, dengan jenis kambing rambon. Dan untuk pembuatan kandang kambing bisa memanfaatkan bahan yang tersedia di alam, kerena kayu dan bambu masih tersedia banyak,” ujarnya. Ia juga mengatakan, berternak kambing memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan tidak membutuhkan biaya pemeliharaan yang banyak, untuk masalah pakan ternak, masyarakat umumnya memanfaatkan hijauan yang tersedia di lahan kebun milik mereka. “Satu ekor kambing jenis rambon ini usia lima bulan, bisa menjual kisaran tiga juta hingga empat juta rupiah. Walaupun dalam pemeliharaan ternak kambing di Desa Penyandingan ini masih dengan cara tradisional dan sederhana, masyarakat sudah dapat menikmati hasil yang maksimal,”ucapnya. “Masyarakat Penyandingan dalam menunjang perekonomian banyak yang berternak kambing, di Desa Penyandingan berternak kambing mencapai 70 persen dan 30 persen dengan bertani kapulaga,” pungkasnya. (Rizal)

Jamin Kesehatan Bagi Wisatawan, Pulau Pahawang Akan Bangun Pustu

0
Kepala Desa Pulau Pahawang Ahmad Salim
Pesawaran (RN) – Guna menjamin kesehatan bagi para wisatawan dan asyarakat setempat, Pemerintah Desa Pulau Pahawang Kecamatan Marga Punduh Kabupaten Pesawaran, siapkan tanah untuk pembuatan Puskesmas Pembantu (Pustu) di desanya tersebut. Kepala Desa Pulau Pahawang Ahmad Salim mengatakan, pihaknya menyiapkan lahan tersebut setelah adanya instruksi dari pemerintah daerah, yang berencana akan melakukan pembangunan Pustu di desanya. “Iya, kami diberitahukan sebelum adanya pembangunan itu pihak desa wajib menyiapkan lahannya, karena itu kami pemerintah desa bersama masyarakat berinsiatif untuk iuran agar menyiapkan lahan yang akan dibangun Pustu tersebut,” ujarnya. Minggu 3 September 2023. Dirinya menyambut baik adanya wacana pembangunan Pustu tersebut, mengingat saat ini Pulau Pahawang menjadi salah satu destinasi wisata di Pesawaran yang paling banyak di kunjungi wisatawan. “Pertama di desa kami ini baru ada bidan desa, kedua sebagai daerah destinasi wisata kita juga harus melengkapi segala fasilitas penunjang yang ada, salah satunya fasilitas kesehatan ini,” ujar dia. “Dengan adanya Pustu itu kedepannya, baik masyarakat maupun wisatawan yang datang, perlu mendapatkan perawatan medis, tidak perlu jauh-jauh ke darat lagi karena ditempat kita sudah ada,” kata dia. Dirinya juga berharap, nantinya petugas kesehatan yang ditempatkan di Pustu tersebut, merupakan masyarakat asli Desa Pahawang yang telah mengenyam pendidikan kesehatan. “Kami juga telah memiliki SDM nya, ada anak-anak Desa Pahawang ini yang kuliah baik keperawatan maupun kebidanan, sehingga ketika Pustu itu sudah ada mereka bisa diberdayakan di Pustu tersebut,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran Dr. Media Apriliana mengatakan, Pemkab Pesawaran tahun depan akan mendapatkan bantuan pembangunan Pustu di Desa Pahawang, dan saat ini segala persyaratan administrasi telah selesai semua. “Kemarinkan kita bingung terkait lahannya, kalau masyarakat dan pemerintah Desa Pahawang bersedia menyiapkan lahannya, berarti sudah tidak ada masalah lagi, mudah-mudahan tahun depan pembangunan Pustu akan segera berjalan,” ujarnya. (Rizal)

Waspada Narkoba, Desa Tajur Minta Pihak Polres Pesawaran Lakukan Sosialisasi

Pesawaran (HO) – Seperti diketahui bersama bahwa permasalahan penyalahgunaan narkoba mempunyai dimensi yang luas dan kompleks, Penyalahgunaan narkotika merupakan fenomena sosial yang telah lama menjadi masalah sosial di masyarakat, hal ini dibuktikan dengan banyaknya kasus penyalahguna narkoba yang terjadi. Oleh kerena itu, Pemerintahan Desa Tajur Kecamatan Marga Punduh Kabupaten Pesawaran, meminta kepada Polres Pesawaran untuk melakukan Sosialisasi ke masyarakat khususnya Desa Tajur, guna mengantisipasi potensi bahayanya penyalahgunaan narkoba. “Untuk saat ini, alhamdulilah masyarakat Desa Tajur tidak ada yang mengunakan narkoba, namun ini kami lakukan untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba,” ujar Kepala Desa Tajur Nawawi melalui Sekdes Sarifudin saat di temui di ruang kerjanya, Sabtu (2/9/2023). Ia juga mengatakan, pentingnya sosialisasi ini dilakukan. Sosialisasi bahaya narkoba bagi remaja ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Kerena pemerintah Desa Tajur berkomitmen untuk terus memberikan edukasi dan dukungan kepada remaja dalam menjauhi narkoba. “Maka dari itu kami dari pemerintahan Tajur, berharap Polres Pesawaran bisa membantu kami untuk mensosialisasikan bahayanya narkoba. Dengan demikian, diharapkan generasi muda Desa Tajur dapat tumbuh dan berkembang tanpa terpengaruh oleh bahaya narkoba, serta mampu menjadi pilar yang kuat dalam membangun masa depan yang cerah,” ujarnya. Sementara itu Kapolres Pesawaran AKBP Maya Henny Hitijahubessy mengatakan, berapa watu lalu Polres Pesawaran sudah meresmikan Kampung bebas narkoba yang ada di Kecamatan Kedondong. “Ya dalam waktu dekat kami dari pihak Polres Pesawaran akan melakukan sosialisasi di setiap desa yang ada di Kabupaten Pesawaran tentang bahayanya narkoba bagi remaja,” kata Kapolres, saat di hubungi melalui telepon selulernya. Ia juga mengatakan, Sosialisasi bahayanya narkoba salah satu program Polda Lampung, upaya ini akan terus dilakukan untuk menyelamatkan generasi muda di Kabupaten Pesawaran dalam pencegahan peredaran narkoba di kalangan remaja. “Peran masyarakat dan orang tua dalam pencegahan dan pemberantasan narkotika juga diharapkan dapat membantu memberikan pemahaman khusunya para pelajar,” ucapnya. (Red)

Tingkatkan Ekonomi Warga, Kades Kekatang Fokus Progam Pertanian

Pesawaran (HO) – Kepala Desa Kekatang Kecamatan Marga Punduh, menyebut, saat ini pihaknya memfokuskan program peningkatan disektor pertanian, kebutuhan sarana air sumur bor yang diperuntukan sawah tadah hujan, perbaikan Dermaga, dan Instalasi Listrik yang belum dimiliki warga di salah satu dusun yang ada di Desa Kekatang jadi prioritas pemerintah desa setempat. Hal itu dikatakan Kepala Desa Kekatang Fauzi, saat dikonfirmasi awak media di Kantor Desa Kekatang Kecamatan Marga Punduh Kabupaten Pesawaran, pada Kamis, (31/8/2023). “Kalau untuk kebutuhan di desa kami saat ini adalah sumur bor di daerah pesawahan/pertanian sangat diperlukan petani, sebab dengan adanya sumur bor, otomatis hasil sawah tadah hujan akan semakin meningkat, dan dulu desa Kekatang pernah mendapat bantuan sumur bor, tapi itu sudah lama sekali, sekitar sepuluh tahun yang lalu,” kata Fauzi. Namun, lanjut Fauzi, kedepannya pihak desa akan melakukan inovasi terhadap destinasi wisata desa, mengembangkan usaha pertanian, dan peningkatan SDM untuk masyarakat. Fauzi juga menambahkan, selain bantuan sumur bor, dirinya juga mengharapkan bantuan perbaikan Dermaga, karena dermaga tersebut sangat bermanfaat untuk kemajuan dan keberlangsungan wisata yang ada di desa setempat. “Kami juga berharap bantuan perbaikan Dermaga yang ada di desa Kekatang ini, kalau dermaga tersebut sudah diperbaiki maka akses wisata ke Pulau bisa berjalan lagi,” harapnya. Dia juga mengatakan, bahwa pihaknya saat ini sedang mengajukan pemasangan listrik untuk sejumlah warga yang ada di dusun enam. “Kami saat ini sedang mengajukan pemasangan listrik untuk warga dusun enam, karena di dusun tersebut ada sekitar empat belas rumah, atau tujuh belas Kepala Keluarga (KK) yang belum mempunyai listrik,” tandasnya. “Saya berharap, agar pihak terkait dapat menindaklanjuti harapan warga Desa Kekatang,” pungkasnya. (Red)

Kades Pekon Ampai Ajak Masyarakat Lestarikan Seni Budaya Lampung

Pesawaran (HO) – Kepala Desa Pekon Ampai Kecamatan Marga Punduh Kabupaten Pesawaran Ridwan menyebut. Era informasi dan teknologi atau era modernisasi sangat mempengaruhi seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat pedesaan. Adat yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat dapat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang disebabkan oleh kemajuan informasi dan teknologi. Hal itu dikatakan Ridwan saat diwawancarai media ini di Desa Pekon Ampai pada Kamis (31/8/2023). Dikatakan Ridwan, Sementara banyak sekali nilai-nilai filosofi dalam masyarakat adat di pedesaan yang telah hidup dan berkembang dapat dijadikan norma-norma atau nilai kehidupan yang sangat tinggi. Untuk itu dia mengajak generasi muda yang ada di Desa Pekon Ampai, untuk melestarikan kesenian Tari yang ada di desa tersebut. “Kami sudah memiliki warisan adat dan budaya, seperti Seni Tari Sembah, Seni Tari Pedagang, Seni Tari Dana, dan ada juga Seni Tari bedana, Tari Zapin, Tari Selendang, ditambah lagi Seni Tabuh, yaitu Tabuh lama, hadera, Rebana dan Ngakhak,” jelas Ridwan. “Hanya saja, saat ini kami sedang memperbaiki pengelolaan manajemen nya yang masih lemah, karna kita butuh tempat untuk latihan, seperti sanggar dan lain lain, namun, itu sudah menjadi wacana kami, ditambah potensi SDM yang tersedia masih butuh dukungan dari pemerintah daerah,” ungkapnya. Ditambahkan Ridwan, perkembangan peradaban manusia saat ini telah berubah jauh dengan dicapainya beberapa kemajuan di bidang teknologi, pendidikan, dan di segala aspek kehidupan, untuk dia berharap agar pemerintah daerah dapat mendukung pembangunan desa pekon ampai baik sarana dan prasarana pembangunan serta peningkatan SDM masyarakat setempat. Diketahui, Wilayah Desa Pekon Ampai seluas 1400 Ha. dengan populasi jumlah penduduk yang mencapai sebanyak 802 jiwa. Dan memiliki area pertanian seluas 1345 hektar, yang terdiri dari pertanian sawah, pertanian Tambak Udang, perkebunan, perhutanan mangrove dan hutan marga. (Red)

Dr. H. Dendi Harapkan Bundo Kanduang dan KBSB Dukung Program Pemkab Pesawaran

Pesawaran (HO) – Bundo Kanduang dan Keluarga Besar Sumatera Barat (KBSB) Kabupaten Pesawaran, diharapkan bisa berkontribusi dalam mendukung jalannya berbagai program Pemkab Pesawaran serta mendukung kebijakan pemerintah seperti sosial keagamaan, sosial budaya dan lain sebagainya.

Hal itu disampaikan, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Sunyoto saat menghadiri acara Pelantikan KBSB dan Bundo Kanduang Kabupaten Pesawaran periode 2023-2028, yang bertema “Dima Bumi Dipijak Disinan Langik Dijunjuang, Dima Adat Dipakai Disinan Limbago Dituang, Sadanciang Bak Basi Saciok Bak Ayam”.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan, Sunyoto mengatakan, rasa bangga kepada KBSB Pesawaran ini karena dapat menjaga kerukunan dan keharmonisan yang merupakan salah satu modal dalam melaksanakan pembangunan di kabupaten setempat.

“Kabupaten Pesawaran merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Lampung yang memiliki keberagaman dinamika kehidupan, keberagaman agama, suku bangsa, bahasa dan budaya. Selain suku asli Lampung, di Kabupaten Pesawaran ini juga berdiam berbagai suku lain seperti Sunda, Jawa, Batak, dan Minang atau Minangkabau,” kata Sunyoto, di Gedung Serba Guna (GSG) Pemkab Pesawaran, Jumat (1/9/2023).

Menurutnya, Kemajemukan yang ada di Pesawaran ini merupakan suatu potensi kekayaan yang patut disyukuri bersama. Namun demikian, potensi tersebut juga bisa berubah menjadi sebuah kerawanan dan menjadi faktor pemicu munculnya konflik sosial manakala tidak kita jaga dan kelola dengan baik.

“Di sinilah peran tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh Adat sangat dibutuhkan untuk mendorong anggota masyarakat untuk berbuat baik,” ujarnya.

Dirinya berharap, momentum pelantikan tersebut bisa jadikan sebagai modal pembangunan sekaligus mempererat persatuan dan kesatuan serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan menghormati Hak Asasi Manusia, dengan adanya dukungan dalam mewujudkan kerukunan dan kenyamanan di Kabupaten Pesawaran.

“Kepada seluruh masyarakat dari berbagai suku dan agama termasuk KBSB dan perkumpulan adat lainnya agar bisa berperan aktif dalam membangun Kabupaten Pesawaran dan saling mendukung program-program Pemerintah menuju Pesawaran lebih maju, makmur dan sejahtera,” harapnya.

Sementara itu, Ketua KBSB Provinsi Lampung, Abdi Muslim Bin muswardi Taher berharap, pengurus KBSB yang baru dilantik bisa membesarkan Organisasi KBSB untuk kepentingan warga Lampung asal Sumatera Barat di Kabupaten Pesawaran, dan masyarakat Provinsi Lampung umumnya.

“Organisasi Keluarga Besar Sumatera Barat yang didirikan pada 24 Nopember 1968, Suatu Organisasi/Perkumpulan Warga Lampung Asal Sumatera Barat dengan mengemban MISI : Religius Mandiri dan Sejahtera dan Alhamdulillah kita sudah mengukuhkan kepengurusan di 6 kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Pesawaran,” kata dia.

“Terima kasih juga atas dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran yang telah memberikan support dan segala fasilitas dengan berdirinya serta dikukuhkannya keberadaan Organisasi KBSB di tanah Pesawaran,” pungkasnya.

Diketahui, pengurus KBSB Kabupaten Pesawaran yang dikukuhkan adalah Muklis Chaniago, sebagai Ketua KBSB Pesawaran. Kemudian Eep Sriyati dikukuhkan sebagai Ketua Bundo Kanduang Kabupaten Pesawaran.   (Red)

Pemkab Pesawaran Tetapkan Desa Umbul Limus Wisata Budaya Lamban Panggung

Pesawaran (HO) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran menetapkan, Desa Umbul Limus Kecamatan Marga Punduh sebagai salah satu desa dengan destinasi wisata budaya yang ada di kabupaten setempat. Kepala Desa Umbul Limus Ismail Alfian mengatakan, pada tahun 2021 Pemerintah Kabupaten Pesawaran menetapkan desanya menjadi salah satu desa wisata budaya, mengingat di desanya perumahan warga didominasi dengan perumahan panggung atau lamban panggung. “Jadi memang kalau di desa kami ini mayoritas masih suku Lampung, sehingga masih banyak warga kami yang kediamannya masih bertemakan rumah panggung, dan ini yang menjadi desa kami ditetapkan sebagai destinasi wisata budaya,” ujarnya. Kamis (31/9/2023). Dirinya mengatakan, kedepannya pihak desa akan melakukan pengelolaan terhadap destinasi wisata budaya ini, sehingga masyarakat yang ingin mempelajari dan mengenal adat istiadat masyarakat adat Lampung, selain rumah khas, pihaknya juga memiliki kerajinan masyarakat seperti menyulam. “Pengembangan objek budaya yang berbasis pada sumber warisan budaya seperti punya kita ini, merupakan sarana efektif untuk melestarikan dan merawat kebudayaan serta kearifan lokal masyarakat, selain menjadi aset dan warisan budaya, dapat pula memberi peluang yang sangat besar bagi pengembangan kawasan wisata, seni, religi, dan budaya lokal,” kata dia. “Saya berharap, kearifan budaya yang mempunyai nilai-nilai kearifan lokal harus terus mendapat posisi dan ruang agar tidak hilang begitu saja, dan kami tetap menjaga kearifan ini agar dapat dijaga dan dirawat kelestarian sehingga memberikan sejarah bagi generasi yang akan datang,” katanya. (Red)

Waspada Narkoba, Desa Tajur Minta Pihak Polres Pesawaran Lakukan Sosialisasi

0
Pesawaran (RN) – Seperti kita ketahui bersama bahwa permasalahan penyalahgunaan narkoba mempunyai dimensi yang luas dan kompleks, Penyalahgunaan narkotika merupakan fenomena sosial yang telah lama menjadi masalah sosial di masyarakat, hal ini dibuktikan dengan banyaknya kasus penyalahguna narkoba yang terjadi. Oleh kerena itu, Pemerintahan Desa Tajur Kecamatan Marga Punduh Kabupaten Pesawaran, meminta kepada Polres Pesawaran untuk melakukan Sosialisasi ke masyarakat khususnya Desa tajur, guna mengantisipasi pontesi bahayanya penyalahgunaan narkoba. “Untuk saat ini, alhamdulilah masyarakat Desa Tajur tidak ada yang mengunakan narkoba, namun ini kami lakukan untuk mengatisipasi penyalahgunaan narkoba,” ujar Kepala Desa Tajur Nawawi melalui Sekdes Sarifudin saat di temui di ruang kerjanya, sabtu (02/09/2023). Ia juga mengatakan, pentingnya sosialisa ini dilakukan. Sosialisasi bahaya narkoba bagi remaja ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Kerena pemerintah Desa Tajur berkomitmen untuk terus memberikan edukasi dan dukungan kepada remaja dalam menjauhi narkoba. “Maka dari itu kami dari pemerintahan Tajur, berharap Polres Pesawaran bisa membantu kami untuk mensosialisasikan bahayanya narkoba. Dengan demikian, diharapkan generasi muda Desa Tajur dapat tumbuh dan berkembang tanpa terpengaruh oleh bahaya narkoba, serta mampu menjadi pilar yang kuat dalam membangun masa depan yang cerah,” ujarnya. Sementara itu Kapolres Pesawaran AKBP Maya Henny Hitijahubessy mengatakan, berapa watu lalu Polres Pesawaran sudah meresmikan Kampung bebas narkoba yang ada di Kecamatan Kendodong. “Ya dalam waktu dekat kami dari pihak Polres Pesawaran akan melakukan sosialisasi disetiap desa yang ada di Kabupaten Pesawaran tentang bahayanya narkoba bagi remaja,” kata Kapolres, saat di hubungi melalui telepon selulernya. Ia juga mengatakan, Sosilisasi bahayanya narkoba salah satu program Polda Lampung, upaya ini akan terus dilakukan untuk menyelamatkan generasi muda di Kabupaten Pesawaran dalam pencegahan peredaran narkoba di kalangan remaja. “Peran masyarakat dan orang tua dalam pencegahan dan pemberantasan narkotika juga diharapkan dapat membantu memberikan pemahaman khusunya para pelajar,” ucapnya. (Rizal)