Wabup Pesawaran Bersama Danrem 043/Gatam Tinjau Progres Pembangunan KDMP Desa Sukaraja

Pesawaran (RN) – Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali bersama Komandan Resor Militer (Danrem) 043/Garuda Hitam Brigjen TNI Haryantana, menghadiri kegiatan peninjauan progres pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Dusun 3 Desa Sukaraja, Kec. Gedong Tataan Jum’at (16/1/2026). Dalam peninjauan tersebut, Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Haryantana menyampaikan bahwa progres pembangunan KDMP Desa Sukaraja telah mencapai 68 persen dengan waktu pengerjaan sekitar 2 bulan. Pembangunan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 90 hari, dan diproyeksikan untuk dilaunching tahap pertama pada 31 Januari 2026 mendatang. Lebih lanjut, Danrem menjelaskan bahwa pada tahap ini akan dilakukan serah terima bangunan fisik, luas tanah, serta sarana pendukung lainnya. “TNI, melalui jajaran Kodim dan Koramil, akan terus mengawal dan bersinergi hingga seluruh proses pembangunan selesai. Kami berharap kedepannya koperasi bisa berjalan dengan baik, bisa mengakomodir dan mensejahterakan masyarakat serta merawat dan menjaga bangunan fisik yang sudah ada”, ujarnya. Sementara itu, Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali yang hadir bersama jajaran menyampaikan bahwa KDMP merupakan bagian dari program Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Program ini sekaligus menjadi penunjang berbagai program strategis nasional lainnya seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Kampung Nelayan, dan program pemberdayaan desa lainnya yang ke depannya akan saling bersinergi. “Target kita tanggal 31 Januari launching tahap pertama. Program KDMP ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat desa agar terus berputar dan berkembang. Pemerintah Kabupaten Pesawaran berkomitmen untuk terus mendukung, mendampingi, serta memberdayakan KDMP hingga ke tingkat desa,” ujar Wakil Bupati. Ia juga berharap ke depan koperasi dapat berjalan dengan baik, mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, serta menjaga dan merawat bangunan fisik yang telah dibangun. (Rls/zal)

Wabup Pesawaran Sepakati Rencana Pembangunan KDMP di Relokasi ke Lahan Pemda Pasar Trimulyo

Pesawaran (RN) – Rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, akhirnya menemukan titik temu. Setelah melalui peninjauan langsung dan dialog bersama masyarakat, Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali menyepakati relokasi pembangunan KDMP ke lahan milik Pemerintah Daerah yang berada di kawasan Pasar Trimulyo. Sebelumnya, lokasi KDMP direncanakan dibangun di area lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Trimulyo. Namun rencana tersebut memunculkan keberatan dari sejumlah tokoh masyarakat dan komite sekolah, karena pembangunan KDMP tersebut didirikan lapangan kawasan pendidikan yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat Desa Trimulyo dan sekitarnya. Peninjauan lokasi yang dilakukan pada Kamis (15/1/26) turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran Anca Martha Utama, Kepala Dinas Kominfotiksan Jayadi Yasa, Camat Tegineneng Aep Alamsyah, Sekretaris Desa Trimulyo, Komite Sekolah SDN 10 Trimulyo, serta tokoh masyarakat setempat. Pada prinsipnya masyarakat mendukung penuh program KDMP sebagai program pemerintah yang bertujuan mendorong kemandirian dan penguatan ekonomi desa. Namun, mereka berharap pembangunan tidak dilakukan di lapangan kawasan pendidikan yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat dan masih sangat dibutuhkan untuk pengembangan layanan dasar pendidikan. Salah seorang tokoh masyarakat, Damirah, mengungkapkan bahwa sejak awal lahan tersebut diperuntukkan bagi kepentingan pendidikan dan fasilitas kesehatan, termasuk rencana pengembangan sekolah dan puskesmas. Ia menilai, pembangunan gedung KDMP di lokasi tersebut berpotensi menghambat pengembangan sekolah di masa mendatang. “Dengan kondisi sarana dan prasarana yang masih terbatas, sekolah saat ini memiliki 21 rombongan belajar, sementara ruang kelas yang tersedia hanya 14. Akibatnya, pembelajaran masih harus dilakukan dengan sistem dua sif, pagi dan siang,” jelasnya. Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali menuturkan bahwa KDMP merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Ia juga menjelaskan bahwa salah satu ketentuan utama dalam program tersebut adalah lokasi pembangunan harus berada di atas lahan milik pemerintah daerah. Melalui musyawarah bersama, seluruh pihak akhirnya sepakat untuk mengalihkan lokasi pembangunan KDMP ke tanah milik Pemerintah Daerah yang berada di kawasan Pasar Trimulyo. Lokasi ini dinilai lebih representatif, tidak mengganggu fungsi pendidikan, serta tetap memenuhi seluruh persyaratan pelaksanaan program KDMP. “Mewakili Pemerintah Kabupaten Pesawaran, saya sangat menghormati aspirasi masyarakat. Prinsip musyawarah dan mufakat akan selalu kami kedepankan dalam setiap proses pembangunan, agar program yang dijalankan benar-benar memberi manfaat tanpa menimbulkan persoalan baru,” ujar Wakil Bupati (Rls/zal)

Wakil Bupati Pesawaran Terima Kunjungan Grand Finalis Duta Siswa Indonesia Tahun 2026

Pesawaran (RN) – Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali menerima kunjungan salah satu pelajar berprestasi asal Kabupaten Pesawaran yang berhasil lolos sebagai Grand Finalis Duta Siswa Indonesia (DSI) Tahun 2026 (Rabu, 14/01/2026) di Ruang Kerja Wakil Bupati.  Adapun Pelajar tersebut ialah Muhammad Fahreza Prayogi, siswa UPTD SMPN 1 Pesawaran, yang mewakili Provinsi Lampung setelah dinyatakan lolos seluruh tahapan seleksi dan menerima Letter of Acceptance (LoA) dari Yayasan Lingkar Inspirasi Bangsa selaku penyelenggara Duta Siswa Indonesia. Grand Final tersebut dijadwalkan berlangsung pada 29 Januari hingga 2 Februari 2026 di Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur. Wakil Bupati Pesawaran Anton menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian yang diraih oleh Muhammad Fahreza Prayogi. “Prestasi ini menjadi bukti bahwa pelajar Pesawaran mampu bersaing di tingkat nasional serta menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berprestasi dan mengembangkan potensi diri,” kata dia. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Pesawaran kami ucapkan selamat kepada ananda reza yang telah lulus memasuki grand final Duta Siswa Indonesia Tahun 2026. Ia juga mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pesawaran mendukung dan terus mendoakan semoga kedepannya agenda ini bisa lancar dan sukses hingga membawa nama Kabupaten Pesawaran di tingkat nasional. “Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga serta melahirkan generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing khususnya di Pemerintah Kabupaten Pesawaran,” pungkasnya. (zal)

Wabup Pesawaran: Pembangunan Kampung Nelayan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Pesawaran (RN) – Kampung Nelayan Merah Putih yang ada di Kabupaten Pesawaran. Menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya di pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan. Hal itu dikatakan Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali saat menghadiri Ground Breaking Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Durian, Kecamatan Padang Cermin Selasa (13/01/2026). “Kampung Nelayan Merah Putih merupakan program terobosan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dalam rangka mengoptimalkan pembangunan sektor perikanan sebagai salah satu sektor utama perekonomian nasional dan penopang ketahanan pangan masyarakat,” kata Antonius. Dirinya juga mengatakan, Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik kawasan, tetapi juga mendorong transformasi sosial dan ekonomi masyarakat pesisir melalui penguatan kelembagaan, khususnya koperasi nelayan. “Pada tahun 2025, Pemerintah menargetkan pembangunan sekitar 100 Kampung Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia. Kabupaten Pesawaran menjadi salah satu dari empat kabupaten di Provinsi Lampung yang mendapatkan Program Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Tahap II Tahun 2025,” ujarnya. Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2025 mengenai Calon Lokasi Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Tahap II Tahun 2025. “Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Kabupaten Pesawaran berada di Desa Durian, Kecamatan Padang Cermin, lahan milik Pemerintah Kabupaten Pesawaran dengan luas sekitar 1,3 hektare,” ujarnya. Ia juga menjelaskan, dikawasan tersebut nantinya akan dibangun berbagai sarana dan prasarana pendukung produksi perikanan, antara lain shelter pendaratan ikan, shelter cool box, kios perbekalan, bengkel nelayan, kantor pengelola, bangunan pemasaran ikan, IPAL Biotech, serta fasilitas pendukung lainnya. “Saya berharap, melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih ini, sektor usaha penangkapan ikan di Kabupaten Pesawaran dapat berkembang secara berkelanjutan, meningkatkan nilai tambah hasil perikanan, serta memperkuat perekonomian masyarakat pesisir,” tutupnya. (zal)

Rugikan Negara Rp2 Miliar Lebih Kejati Lampung Tahan Para Pelaku Korupsi di Sekretariat DPRD Lampung Utara

Lampung (RN) – Penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi Lampung menahan para pelaku Korupsi Penyimpangan Anggaran di Sekretariat DPRD Kabupaten Lampung Utara Tahun Anggaran 2022. “Berdasarkan hasil penyidikan Tim Penyidik Pidsus Kejati Lampung menemukan alat bukti yang cukup untuk menetapkan para tersangka AA selaku Sekretaris/Pengguna Anggaran Sekretariat DPRD Kabupaten Lampung Utara Tahun Anggaran 2022,” kata Kasi Penkum Kejati Lampung Ricky Ramadhan, Selasa (12/01/2026). Ia juga mengatakan, Kejati Lampung juga menahan IF selaku Bendahara Pengeluaran OPD Sekretariat DPRD, F selaku Kasubag Evaluasi dan Pelaporan Bagian Keuangan pada Sekretariat DPRD Kabupaten Lampung Utara Tahun Anggaran 2022. “Modus operandi yang digunakan oleh para tersangka yaitu dalam Pengelolaan Anggaran terdapat kegiatan-kegiatan yang diduga fiktif, sehingga tidak dapat dipertanggungjawabkan dalam laporan pertanggungjawaban,” ujarnya. Ia juga menerangkan, tersangka yang dilakukan penahanan pada hari ini hanya 1 (satu) orang yang memenuhi panggilan penyidik, AA sedangkan 2 (dua) orang tersangka lainnya tidak memenuhi panggilan penyidik, tersangka AA dilakukan penahanan selama 20 (dua) puluh hari kedepan di Rumah Tahanan Kelas I Way Hui Lampung Selatan. “Perbuatan para tersangka mengakibatkan Kerugian Keuangan Negara sebesar Rp. 2.982.675.686,- (Dua Miliar Sembilan Ratus Delapan Puluh Dua Juta Enam Ratus Tujuh Puluh Lima Ribu Enam Ratus Delapan Puluh Enam Rupiah) berdasarkan Laporan Hasil Audit BPKP Provinsi Lampung,” pungkasnya. (Red)  

Presiden RI Bersama Gubernur Lampung Panen Raya di Pesawaran 

Pesawaran (RN) – Gubernur Lampung Bersama Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Pesawaran Nanda Indira menghadiri kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang disaksikan secara virtual melalui zoom meeting. Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor PDAM Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Rabu (7/1/2026). Melalui zoom meeting Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia berhasil mencapai swasembada beras hanya dalam kurun waktu satu tahun, lebih cepat dari target awal yang telah ditetapkan pemerintah. “Capaian tersebut merupakan tonggak strategis dalam perjalanan sejarah kemerdekaan Indonesia. Kedaulatan sebuah bangsa tidak akan pernah utuh apabila kebutuhan pangan rakyatnya masih bergantung pada negara lain. Oleh karena itu, swasembada pangan menjadi fondasi utama dalam menjaga kemerdekaan dan ketahanan nasional,” kata Prabowo. Prabowo juga menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas kerja keras seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga para petani dan penyuluh pertanian di seluruh Indonesia, yang telah membuktikan bahwa bangsa ini mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan. “Tidak ada bangsa yang merdeka kalau makan tidak bisa tersedia untuk rakyat. Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau pangannya bergantung pada bangsa lain,” tegas Prabowo. Sementara itu, Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman dalam paparannya menyampaikan sejumlah capaian strategis sektor pertanian nasional. Ia mengungkapkan bahwa produksi beras nasional pada tahun 2025 mencapai 34 juta ton. Selain itu, peran Perum Bulog dinilai sangat krusial dalam menyerap hasil panen petani sehingga mampu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan nasional. Menteri Amran juga menyebutkan bahwa stok beras nasional saat ini berada pada level yang sangat kuat, yakni mencapai 3,2 juta ton dan bahkan sempat menyentuh angka 4 juta ton. Capaian tersebut dinilai lebih tinggi dibandingkan stok beras nasional pada saat Indonesia menerima penghargaan dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO). “Swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih yang berangkat dari gagasan besar Bapak Presiden Republik Indonesia dan didukung oleh seluruh penyuluh serta petani Indonesia. Terima kasih,” ujarnya. Bupati Pesawaran Nanda Indira menyambut baik dan memberikan apresiasi atas keberhasilan program swasembada pangan yang digagas Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, ketahanan pangan yang kuat tidak hanya berdampak pada kemandirian bangsa, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani di daerah. “Kabupaten Pesawaran siap mendukung dan menyukseskan program ketahanan pangan nasional melalui penguatan sektor pertanian, peningkatan produktivitas lahan, serta sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan seluruh pemangku kepentingan,” kata dia. Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan optimismenya bahwa Provinsi Lampung akan menjadi salah satu daerah penyangga utama swasembada pangan nasional. Ia mengungkapkan bahwa produksi padi Lampung pada tahun ini mengalami peningkatan signifikan. “Tahun ini produksi padi Lampung naik hampir 15 persen, dari 2,7 juta ton menjadi sekitar 3 juta ton. Kami optimistis pada 2026 produksi dapat meningkat lagi sebesar 15 hingga 20 persen,” ujar Gubernur Mirza. Ia menambahkan, peningkatan produksi tersebut akan semakin diperkuat melalui penerapan pupuk organik cair yang ditargetkan dapat diterapkan secara merata pada tahun 2026. Program tersebut diperkirakan mampu meningkatkan produktivitas pertanian hingga 10 persen. Selain padi, Pemerintah Provinsi Lampung juga terus mendorong peningkatan produksi jagung serta memperkuat kerja sama antardaerah, salah satunya melalui perjanjian kerja sama sektor pertanian antara Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa Tengah. “Kolaborasi antardaerah menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” pungkasnya. (zal)

Gubernur Jawa Tengah Silaturahmi Bersama Keluarga Transmigran di Desa Bagelen Pesawaran 

Pesawaran (RN) – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, dengan menyapa langsung keluarga besar transmigran di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Rabu (7/1/2026). Kunjungan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus memperkuat ikatan sejarah transmigrasi antara Jawa Tengah dan Lampung yang telah terjalin sejak masa kolonial. Saya merasa bangga atas peran besar masyarakat Jawa, khususnya Jawa Tengah, dalam membangun Provinsi Lampung,” kata dia “Mayoritas masyarakat Lampung bersuku Jawa. Saya ingin melihat langsung bagaimana sejarah mereka di sini, dan ternyata sangat makmur. Keputusan para leluhur untuk menetap dan membangun Lampung adalah sebuah kebanggaan,” tambahnya. Ia juga berpesan kepada masyarakat perantau agar senantiasa menjaga nilai kearifan lokal dan tetap berbaur sebagai satu kesatuan yang utuh sebagai warga negara Indonesia. “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Saya yakin masyarakat Jawa di sini mampu menjaga keharmonisan dan kekeluargaan dengan seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya. Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya dan sejarah transmigrasi, Gubernur Ahmad Luthfi akan menginstruksikan Bank Jateng untuk menyalurkan bantuan hibah berupa seperangkat alat musik tradisional gamelan yang diharapkan dapat mendukung pelestarian seni budaya dan nilai sejarah di Desa Bagelen. Bupati Pesawaran Nanda Indira B. Menyampaikan Pemkab Pesawaran merasa bangga dan berbahagia karena Desa Bagelen menjadi salah satu lokasi kunjungan kerja Gubernur Jateng. “Saya sangat mengapresiasi peran masyarakat Desa Bagelen yang dinilai mampu merawat sejarah transmigrasi dengan baik serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah,” kata Nanda. “Mari kita jaga Desa Bagelen sebagai warisan budaya dan sejarah, tanpa melupakan akar historis yang menjadi identitas kita bersama,” tambah dia. Dirinya juga mengulas singkat sejarah Desa Bagelen yang bermula pada tahun 1905, ketika pemerintah kolonial Belanda memindahkan penduduk dari Bagelen, Jawa Tengah, ke wilayah Lampung melalui program kolonisasi. Para transmigran membuka hutan, membangun permukiman, dan menata kehidupan baru dengan semangat gotong royong yang hingga kini masih melekat kuat dalam budaya masyarakat setempat. “Saya berharap, kunjungan ini dapat memperkuat kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya dengan Kabupaten Pesawaran,” harapnya. “Kami berharap terjalin kerja sama yang sinergis di berbagai sektor, mulai dari pertanian, seni budaya, pemerintahan, hingga perdagangan, demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menjelaskan bahwa kunjungan Gubernur Jawa Tengah ke Lampung bukan sekadar silaturahmi, melainkan bagian dari misi strategis kerja sama antarprovinsi. Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Lampung menurutnya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama, termasuk di sektor pariwisata dan sektor lainnya, dengan nilai transaksi yang disepakati mencapai sekitar Rp830 miliar. Menurut Wagub Jihan, kerja sama tersebut diharapkan menjadi stimulus pembangunan yang berkelanjutan dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Lampung. “Sekitar 60 persen masyarakat Lampung bersuku Jawa. Artinya, masyarakat Jawa, khususnya dari Jawa Tengah, bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga motor penggerak pembangunan dan peradaban di Lampung,” tambahnya. (zal)  

Hadiri Harlah ke-40 Pagar Nusa, Wabup Pesawaran Mengajak Seluruh Elemen Bersinergi Membangun Daerah

Pesawaran (RN) – Perguruan Pencak Silat Nahdatul Ulama Pagar Nusa memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-40 tahun dengan mengusung tema, Mengakar dalam Kebijaksanaan, Menyapa Luka Zaman, Merawat Peradaban, Kegiatan digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Pemkab Pesawaran, Selasa (6/1/2026). Ketua PC Pagar Nusa Pesawaran Saibani menyampaikan, usia 40 tahun menjadi momentum penting bagi Pagar Nusa untuk semakin menguatkan eksistensi dan perannya di tengah masyarakat. ” Saya berharap seluruh kader dan anggota Pagar Nusa terus menjaga semangat kebersamaan agar organisasi semakin maju dan mendapatkan ridho serta barokah,” kata dia. Ketua PCNU Pesawaran Kiai H. Ulinnuha menjelaskan, Pagar Nusa merupakan salah satu badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) yang bergerak di bidang seni budaya dan bela diri pencak silat. Dari sekitar 14 badan otonom NU, Pagar Nusa memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai tradisi, sekaligus mengawal ideologi bangsa dan para kiai. “Pagar Nusa harus terus menjaga solidaritas, serta dapat berkontribusi aktif dalam mengawal pembangunan menuju Pesawaran yang maju, sejahtera, dan lebih produktif,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali yang hadir mewakili Bupati Pesawaran mengajak seluruh elemen Pagar Nusa untuk terus guyub dan bersinergi membangun daerah. Ia mengaku bangga dapat hadir dalam momentum Harlah ke-40 Pagar Nusa yang dinilainya sebagai perguruan besar dengan kontribusi nyata bagi daerah. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Pesawaran, kami menyampaikan doa dan harapan tulus, semoga Pagar Nusa ke depan terus eksis, melahirkan pesilat-pesilat yang tangguh, berakhlak mulia, serta mampu menorehkan prestasi di tingkat nasional hingga mancanegara,” kata dia. Wabup Antonius yang juga merupakan Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Pesawaran mendorong Pagar Nusa untuk terus melakukan pengkaderan secara berkelanjutan, sehingga selalu muncul talenta-talenta baru yang siap berlaga dalam berbagai kompetisi pencak silat. Selain itu, jalinan kerja sama dan koordinasi dengan IPSI Pesawaran diharapkan terus diperkuat agar pembinaan atlet berjalan lebih optimal. “Dengan latihan rutin dan keikutsertaan dalam berbagai event, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional, kemampuan para pesilat Pagar Nusa akan semakin terasah dan mampu memberikan prestasi yang membanggakan bagi daerah,” tambahnya. (zal)

Bupati Pesawaran Beri Dukungan dan Apresiasi Guru P3K Paruh Waktu yang Mengabdi Lebih dari Satu Dekade

0
Pesawaran (RN) – Bupati Pesawaran Nanda Indira bersama Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali mengundang secara khusus Azhar, seorang guru PPPK Paruh Waktu yang baru saja dilantik, untuk bersilaturahmi dan menerima dukungan langsung dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran. Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Kerja Wakil Bupati Pesawaran, Senin (5/1/2026), dan turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran Anca Martha Utama serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Jayadi Yasa. Bapak Azhar merupakan guru asal Desa Kuta Dalom, Kecamatan Way Lima, yang saat ini mengajar di SMP Negeri 16 Pesawaran. Ia telah mengabdikan diri sebagai guru honorer selama lebih dari 10 tahun dan mengampu mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PPKN). Dalam kesempatan baik itu, Bupati dan Wakil Bupati menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan keteguhan Bapak Azhar dalam menjalankan tugas mulianya sebagai pendidik, meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Pemerintah Kabupaten Pesawaran menilai pengabdian tersebut sebagai bentuk ketulusan dan komitmen nyata dalam mencerdaskan generasi muda. Sebagai wujud perhatian dan dukungan, Pemerintah Kabupaten Pesawaran memberikan perlengkapan penunjang berupa satu stel Baju Korpri, sepatu, serta bantuan untuk menunjang aktivitas mengajar. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan semangat bagi Bapak Azhar dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B. menyampaikan pesan agar Bapak Azhar tetap semangat dalam mendidik dan menjadi teladan bagi peserta didik. Bupati berharap, perhatian dan dukungan ini dapat menjadi penyemangat bagi seluruh tenaga pendidik untuk terus mengabdi dan berkarya dalam mencerdaskan kehidupan generasi penerus bangsa. “Atas pengabdian Bapak Azhar sejak tahun 2014 hingga saat ini, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setulus-tulusnya. Guru adalah pahlawan yang berperan besar dalam membentuk masa depan bangsa,” ujar Bupati. (zal)

Pemkab Pesawaran Terima Hibah Satu Unit Kendaraan Damkar dari Pemrov DKI Jakarta

Pesawaran (RN) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran menerima hibah satu unit kendaraan Pemadam Kebakaran (Damkar) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kendaraan Hibah dengan Kapasitas 4.000 liter tersebut, diserahkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kepada Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira di Kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Senin (29/12/2025) lalu, bersama dengan 14 kepala daerah lainnya. Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B. menyampaikan rasa syukur atas hibah kendaraan Damkar dari Pemprov DKI Jakarta. Dengan bertambahnya armada tersebut. “Saya berharap jajaran Damkar Kabupaten Pesawaran semakin tangguh dan responsif dalam menjalankan tugas sehingga tidak ada lagi kendala armada yang dapat menghambat misi penyelamatan,” kata Nanda Saat mengelar Apel mingguan di Halaman Pemkab Setempat, Senin (05/01/2026). “Kendaraan ini adalah amanah. Saya instruksikan agar dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali menyampaikan, keberhasilan pembangunan daerah tidak semata diukur dari capaian ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana pemerintah mampu menghadirkan rasa aman, nyaman, dan terlindungi bagi masyarakat. Menurut dia, Satpol PP dan Damkar memiliki peran strategis dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda) serta menyelenggarakan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. Satpol PP merupakan wajah kewibawaan pemerintah daerah sekaligus ujung tombak penegakan aturan di lapangan. “Satpol PP juga diharapkan mampu berperan sebagai pamong sejati dengan mengedepankan pendekatan humanis, edukatif, dan persuasif,” harapnya. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menciptakan rasa aman bagi pelaku usaha, melindungi hak-hak masyarakat, serta mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Pesawaran. “Maka semboyan ‘Pantang Pulang Sebelum Padam’ harus dimaknai lebih luas sebagai semangat pantang menyerah dalam memberikan pelayanan publik terbaik,” tegasnya. “Bagi masyarakat Kabupaten Pesawaran yang tengah menghadapi kondisi darurat dapat menyampaikan laporan melalui call center resmi Satpol PP dan Damkar Pesawaran di nomor 0813-7913-6555,” pungkasnya. (zal)