Jelang Pilkada, Kapolres Polres Pesawaran Ajak Insan Pers Jaga Sinergitas
Pesawaran (RN) – Jelang Pilkada tahun 2024, Kapolres Pesawaran ajak Insan pers Jaga Sinergitas guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Hal tersebut dikatakan Kapolres Pesawaran AKBP Maya Henyjauhbessy saat mengelar Ngopi Bareng Cooling System Operasi Mantap Praja 2024 bersama insan pers di Taman Solid Polres setempat, Jum’at (11/10/2024).
“kepada insan pers yang ada di Kabupaten Pesawaran untuk tetap menjaga sinergitas dengan pihak kepolisian guna menyukseskan tahapan Pilkada di Kabupaten Pesawaran,” kata Maya.
Ia juga mengatakan, dukungan dari semua insan pers untuk menjaga kondusivitas selama Pilkada 2024. Keterlibatan insan pers pada tahapan pilkada sangat penting dalam menjaga situasi yang aman dan tertib.
“Saya berharap antara insan pers dan Polri dapat terus solid dalam menjaga situasi kondusif. karena dengan adanya teman teman media yang sering bertemu dengan kami dilapangan dapat bersinergi,” ujarnya.
Dirinya juga menjelaskan, saat ini pilkada pesawaran memasuki tahapan ke tiga, jangan sampai perbedaan pilihan politik memecah persatuan dilingkungan kerja maupun masyarakat.
“Karena pilkada momentum demokrasi, tetapi jangan sampai kita terpecah belah hanya karena perbedaan pilihan atau dukungan, mari kita utamakan persatuan dan kerukunan dalam menjalani tahapan pilkada,” ucapnya.
“Media berperan secara aktif maka pilkada pesawaran akan menjadi aman dan kondusif. Kami berharap kepada seluruh insan pers untuk dapat membantu kepolisian menyukseskan pilkada yang aman dan damai,” pungkasnya. (Rizal)
Perangkat Desa di Pesawaran Bersukur, Seluruh Pembayaran Siltap SelesaiÂ
Pesawaran (RN) – Seluruh perangkat desa yang ada di Kabupaten Pesawaran, mengapresiasi langkah pemerintah Kabupaten Pesawaran, dalam upaya menyelesaikan pembayaran Penghasilan Tetap (Siltap) ke aparatur desa.
Kaur Keuangan Desa Bagelen Kecamatan Gedongtataan, Lesmono menyampaikan ucapan rasa terimakasih kepada bupati dan juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), dalam upaya merampungkan pembayaran Siltap Aparatur Desa.
“Kita ketahui permasalahan keuangan daerah juga sedang tidak stabil, kemudian karena keterlambatan pembagian DBH, sehingga kami memahami kesulitan Pemkab dalam menyelesaikan ADD tersebut,” kata dia, Jumat (11/10/2024).
“Tapi kami sangat mengapresiasi langkah dari Pemerintah Pesawaran, dalam upayanya menyelesaikan tanggung jawabnya kepada aparatur desa di Pesawaran,” timpalnya.
Hal senada juga disampaikan, Kaur Perencanaan Desa Muncak Kecamatan Teluk Pandan Uci Ahmad mengatakan, seluruh Siltap aparatur Desa Muncak telah selesai dibayarkan.
“Alhamdulillah Siltap sudah selesai semua, tentu ini angin segar bagi seluruh aparatur desa Pesawaran, karena ada beberapa aparatur itu yang menggantungkan hidup dari Siltap,” kata dia.
Sementara itu, Ketua Persatuan Perangkat Desa Kabupaten Pesawaran yang juga Sekdes Desa Pujorahayu Kecamatan Negeri Katon Suwanto mengatakan, pencairan ADD ini juga berarti Siltap perangkat desa telah terbayar.Â
“Adapun Siltap yang diterima oleh perangkat desa adalah bulan Juli sampai dengan Agustus 2024. Perangkat Desa seluruh Kabupaten Pesawaran mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Pesawaran atas perjuangannya sehingga Siltap kini sudah mereka terima. Semoga Kabupaten Pesawaran semakin maju serta Bapak Bupati Pesawaran senantiasa diberikan kesehatan untuk mengemban amanah memimpin Kabupaten Pesawaran,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pesawaran Nur Asikin mengatakan, sampai dengan saat ini pihak pemerintah terus berupaya merampungkan pembayaran ADD.
“Kita terus berupaya mencarikan solusi, agar kedepannya ini tidak ada keterlambatan lagi dalam pencairannya. Bagaimanapun caranya, pak bupati selalu mengedepankan kepentingan aparatur desa terlebih dahulu,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, kedepannya Pemkab Pesawaran berupaya agar terkait pembayaran Siltap bagi aparatur desa dapat sesuai waktu.
“Siltap perangkat desa itu bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pesawaran, karena kemarin ada kendala dalam DBH, pak bupati tidak tinggal diam, beliau tetap mencari solusi dan sumber-sumber lain untuk pembayaran siltap di desa,” pungkasnya. (Red)
Pesawaran Raih Nilai Tertinggi Se -Provinsi Lampung Pada EPSS
Pesawaran (RN)- Pemerintah Kabupaten Pesawaran menorehkan pencapaian yang membanggakan pada Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) 2024 yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) RI.
Dimana pada tahun ini Pemkab Pesawaran mendapatkan penilaian Indeks Pembangunan Statistik (IPS) sebesar 2,92 dengan predikat ‘Baik’.
Angka ini sekaligus menjadikan Pesawaran sebagai Kabupaten dengan raihan IPS tertinggi se-Provinsi Lampung diikuti Kabupaten Lampung Tengah dengan nilai 2,88, Bandar Lampung 2,85, dan Lampung Timur 2,78.
Laporan hasil penilaian EPSS tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPS Kabupaten Pesawaran Sugiarto kepada Kepala Dinas Kominfotiksan Pesawaran Jayadi Yasa dan didampingi oleh Kepala Bidang Sistem Informasi dan Statistik Karyadi di Ruang Kerja Kepala Dinas Kamis, (10/10/2024).
Kepala BPS Kabupaten Pesawaran Sugiarto menjelaskan bahwa laporan hasil EPSS ini merupakan hasil kerja dari pembinaan statistik sektoral yang dilakukan oleh BPS dan Kominfo sebagai walidata melalui program Satu Data Indonesia.
 Dalam penilaian tersebut, lanjut Sugiarto terdapat lima domain yang dijadikan sebagai dasar pengukuran kematangan dalam pengelolaan data. Yaitu domain prinsip satu data Indonesia, kualitas data, proses bisnis statistik, kelembagaan, dan statistik nasional.
“Disitu isinya sudah memuat nilai-nilai yang perlu dipertahankan, apa saja yang masih perlu didongkrak, termasuk kisi-kisi terkait yang masih perlu jadi perhatian. Tentu ini tugas yang berat untuk bisa mempertahankan dan harus lebih giat dan optimal,” kata Sugiarto.
Sementara itu, kepala dinas Kominfotiksan Pesawaran Jayadi Yasa, mengatakan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari peran serta BPS serta kerja sama dengan berbagai OPD yang ikut terlibat dalam proses penilaian.
Nilai tertinggi ini menurutnya merupakan pencapaian dari Pemda Pesawaran dalam rangka membangun statistik sektoral yang berkualitas melalui pengelolaan portal satu data Kabupaten Pesawaran.
“Apa yang kita capai saat ini sudah kita rencanakan dan kerjakan sejak tahun 2022 dengan fokus membangun dan mengembangkan big data. Diawal kita membangun, kita terus konsisten memberikan asistensi kepada seluruh OPD untuk meningkatkan kapasitas sumberdaya pengelola data dengan memberikan edukasi dan pemahaman dalam mengelola satu data mulai dari merencanakan, mengumpulkan, memverifikasi sampai akhirnya data itu bisa kita sajikan” ujarnya.
Dengan pencapain ini, Jayadi mengajak kepada seluruh perangkat daerah untuk tidak berpuas diri. Untuk itu dukungan dan kerja sama dari semua pihak dibutuhkan untuk saling mendukung statistik sektoral yang berkualitas.
“Kita ke depan ingin lebih baik lagi, harapan saya tentu kerja sama semua OPD harus saling mendukung untuk statistik sektoral yang berkualitas,” harapnya.
Diketahui sebelumnya, Kabupaten Pesawaran juga turut memperoleh capaian nilai tertinggi kedua tingkat kabupaten se Propinsi Lampung dengan skor 45.82 dengan kategori ‘Cukup’ dalam pengukuran Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) yang dilaksanakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia secara virtual zoom meeting pada Selasa, (10/9/2024) lalu.Â
IMDI sendiri merupakan basis pengukuran tingkat kompetensi digital masyarakat Indonesia yang dilakukan di tingkat kabupaten/kota, serta menjadi acuan dalam perencanaan kebijakan dan program pengembangan SDM digital di Indonesia. Terdapat empat point utama yang menjadi pilar penilaian IMDI, yakni pilar infrastruktur dan ekosistem, keterampilan digital, pemberdayaan, dan pekerjaan.
Pengukuran IMDI diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah untuk memberdayakan masyarakat dengan teknologi digital, termasuk menjadi acuan daerah dalam merancang kebijakan dan program pembangunan. (Rls/Red)
Laporan hasil penilaian EPSS tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPS Kabupaten Pesawaran Sugiarto kepada Kepala Dinas Kominfotiksan Pesawaran Jayadi Yasa dan didampingi oleh Kepala Bidang Sistem Informasi dan Statistik Karyadi di Ruang Kerja Kepala Dinas Kamis, (10/10/2024).
Kepala BPS Kabupaten Pesawaran Sugiarto menjelaskan bahwa laporan hasil EPSS ini merupakan hasil kerja dari pembinaan statistik sektoral yang dilakukan oleh BPS dan Kominfo sebagai walidata melalui program Satu Data Indonesia.
 Dalam penilaian tersebut, lanjut Sugiarto terdapat lima domain yang dijadikan sebagai dasar pengukuran kematangan dalam pengelolaan data. Yaitu domain prinsip satu data Indonesia, kualitas data, proses bisnis statistik, kelembagaan, dan statistik nasional.
“Disitu isinya sudah memuat nilai-nilai yang perlu dipertahankan, apa saja yang masih perlu didongkrak, termasuk kisi-kisi terkait yang masih perlu jadi perhatian. Tentu ini tugas yang berat untuk bisa mempertahankan dan harus lebih giat dan optimal,” kata Sugiarto.
Sementara itu, kepala dinas Kominfotiksan Pesawaran Jayadi Yasa, mengatakan bahwa pencapaian ini tidak terlepas dari peran serta BPS serta kerja sama dengan berbagai OPD yang ikut terlibat dalam proses penilaian.
Nilai tertinggi ini menurutnya merupakan pencapaian dari Pemda Pesawaran dalam rangka membangun statistik sektoral yang berkualitas melalui pengelolaan portal satu data Kabupaten Pesawaran.
“Apa yang kita capai saat ini sudah kita rencanakan dan kerjakan sejak tahun 2022 dengan fokus membangun dan mengembangkan big data. Diawal kita membangun, kita terus konsisten memberikan asistensi kepada seluruh OPD untuk meningkatkan kapasitas sumberdaya pengelola data dengan memberikan edukasi dan pemahaman dalam mengelola satu data mulai dari merencanakan, mengumpulkan, memverifikasi sampai akhirnya data itu bisa kita sajikan” ujarnya.
Dengan pencapain ini, Jayadi mengajak kepada seluruh perangkat daerah untuk tidak berpuas diri. Untuk itu dukungan dan kerja sama dari semua pihak dibutuhkan untuk saling mendukung statistik sektoral yang berkualitas.
“Kita ke depan ingin lebih baik lagi, harapan saya tentu kerja sama semua OPD harus saling mendukung untuk statistik sektoral yang berkualitas,” harapnya.
Diketahui sebelumnya, Kabupaten Pesawaran juga turut memperoleh capaian nilai tertinggi kedua tingkat kabupaten se Propinsi Lampung dengan skor 45.82 dengan kategori ‘Cukup’ dalam pengukuran Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) yang dilaksanakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia secara virtual zoom meeting pada Selasa, (10/9/2024) lalu.Â
IMDI sendiri merupakan basis pengukuran tingkat kompetensi digital masyarakat Indonesia yang dilakukan di tingkat kabupaten/kota, serta menjadi acuan dalam perencanaan kebijakan dan program pengembangan SDM digital di Indonesia. Terdapat empat point utama yang menjadi pilar penilaian IMDI, yakni pilar infrastruktur dan ekosistem, keterampilan digital, pemberdayaan, dan pekerjaan.
Pengukuran IMDI diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah untuk memberdayakan masyarakat dengan teknologi digital, termasuk menjadi acuan daerah dalam merancang kebijakan dan program pembangunan. (Rls/Red) Banner Calon Bupati No 2 Dirusak, Relawan Nanda Anton Lapor ke Panwascam
Pesawaran (RN)- Relawan Nanda-Anton Kecamatan Teluk Pandan melaporkan puluhan Alat Peraga Kampanye (APK) berupa banner milik Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2 Nanda Indira -Antonius Muhammad Ali, dirusak oleh Orang Tidak Dikenal (OTD) di sejumlah titik di Desa Gebang Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran.
Relawan Nanda – Anton Kecamatan Teluk Pandan, Hendrik Bayong mengatakan bahwa perusakan APK Paslon Bupati Nanda-Anton secara resmi telah dilaporkan ke Panwascam Teluk Pandan.
“Ya hari ini kami resmi telah melaporkan perusakan tersebut dan telah diterima oleh Panwascam Teluk Pandan,” kata dia, Kamis (10/10/2024).
Menurutnya, laporan tersebut telah dituangkan dalam berita acara oleh pihak Panwascam Teluk Pandan, berbagai keterangan dan bukti telah disampaikan untuk segera ditindaklanjuti.
“Perusakan itu diketahui pada Rabu sekira Pukul 16.17 WIB terjadi di Dusun Gebang Induk dan Dusun Seribu, Desa Gebang, dan telah dimintai keterangan berikut para saksi oleh Panwascam Teluk Pandan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Koalisi Untuk Rakyat (KUR) Kecamatan Teluk Pandan, Muzakar mengatakan, setelah adanya perusakan puluhan banner Paslon Nanda-Anton pihaknya telah berkomunikasi dengan tim dibawah untuk melaporkan dan mengawal persoalan tersebut.
“Alhamdulillah telah diterima dan mereka (Panwascam,red) juga berjanji akan menindaklanjuti laporan tersebut, meski demikian juga saya mengajak tim pemenangan pasangan Nanda-Anton untuk sama-sama mensukseskan Pilkada,” kata dia.
“Mari bersosialisasi secara santun dan tidak menimbulkan riak-riak yang tidak kita inginkan. Nah itu yang saya tanamkan kepada kawan-kawan tim pemenangan pasangan Nanda-Anton di Kecamatan Teluk Pandan,” timpalnya.
Ketua Panwascam Teluk Pandan Mukhlis Sholihin menyatakan secara resmi telah menerima laporan Ketua Tim Pemenangan paslon Nanda-Anton bersama relawan pasangan Nanda-Anton dalam hal ini Hendrik Bayong.
“Ya kami telah menerima laporan tersebut dan akan kami tindaklanjuti dengan berkoordinasi langsung ke Pimpinan Bawaslu Kabupaten Pesawaran terkait laporan tersebut, apakah memenuhi unsur pelanggaran atau tidaknya,” pungkasnya. (Red)
Paisaludin Pastikan Paslon Nanda Anton Menang di Kecamatan Negerikaton
Pesawaran (RN)- Tim Pemenangan Koalisi Untuk Rakyat (KUR) Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pesawaran nomor urut 2, Nanda Indira -Antonius Muhammad Ali mengukuhkan tim pemenangan Kecamatan Negerikaton.
Pengukuhan Tim Pemenangan KUR Kecamatan Negerikaton dilaksanakan di kediaman Ketua DPD PAN Kabupaten Pesawaran Paisaludin dengan dihadiri para ketua dan pengurus partai pengusung, Rabu 9 Oktober 2024.
Ketua Tim Pemenangan KUR Nanda – Anton Kecamatan Negerikaton Paisaludin mengatakan, dirinya bertekad memberikan kemenangan mutlak bagi pasangan yang diusung di Kecamatan Negerikaton.
“Saya targetkan harus menang di Kecamatan Negerikaton, di kecamatan ini saya pernah membuktikan kerja sendiri kita dapat 10.000 suara, apalagi sekarang dibantu NasDem, Gerindra, PKB, PKS, dan partai-partai koalisi lainnya, saya yakin 70 persen bisa kita raih,” kata dia.
Dirinya juga berpesan, agar seluruh tim pemenangan fokus dengan usaha memenangkan pasangan nomor urut 02 Nanda – Anton dan tidak menjelek-jelekan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran lain.
“Jangan pernah menjelek-jelekan calon sebelah, saya tidak mau sampai chaos, yang jelas kemenangan Nanda – Anton di Negerikaton saya jaminannya, apapun kebutuhan di lapangan saya tanggung jawab,” tegasnya.
Sementara itu, Calon Bupati Pesawaran Nanda Indira mengajak seluruh tim pemenangan untuk bekerja maksimal dengan mengajak seluruh lapisan masyarakat di Kecamatan Negerikaton untuk memenangkan paslon Nanda – Anton.
“Mayoritas penduduk di Negerikaton adalah petani, kami pasangan nomor urut 02 Nanda-Anton memiliki program di bidang pertanian, karenanya saya mengajak tim pemenangan untuk sosialisasikan program kita yang pro petani,” kata Nanda.
Nanda menginginkan tim pemenangan menjalankan politik dengan santun, beretika dan dengan riang gembira.
“Jalankan dengan gembira, jangan ribut-ribut, visi misi kita jelas, jadi tidak ada waktu untuk kita mencari-cari kesalahan lawan, jika ada yang mencari-cari kesalahan artinya calon tersebut minim program, jadi tim pemenangan Nanda – Anton harus bijak jangan ikut-ikutan yang tidak benar,” pungkasnya.
Diketahui Pengukuhan Tim Pemenangan KUR Nanda – Anton tersebut dihadiri ratusan tim dan kader-kader partai pengusung, dan dikukuhkan Ketua Tim Pemenangan KUR Nanda – Anton M Nasir. (Red)
Samsat Pesawaran Ajak Masyarakat Manfaatkan Program Diskon Pajak Hingga 70 Persen

Inilah Sosok Calon Bupati Pesawaran Nanda IndiraÂ
Pesawaran (RN) – Calon Bupati (Cabup) Pesawaran nomor urut 2, Nanda Indira adalah sosok wanita aktif kelahiran 39 tahun silam, dengan memiliki gelar adat Lampung Pepadun Suntan Nata Makhga dari punyimbang adat tiyuh (desa) Kesugihan Gedongtataan kabupaten setempat.
Nanda Indira saat ini sebagai Ketua Dekranasda sekaligus Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pesawaran. Selain itu, Nanda juga saat ini sebagai Ketua Himpaudi (Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini) masa bhakti 2022–2026. Kemudian juga berprofesi sebagai Ketua DPD Laqsi Kabupaten Pesawaran periode 2021–2026.
Perempuan dua anak itu telah menempuh pendidikan S1 di STIE Perbanas mengambil Jurusan Ekonomi, dan berhasil meraih gelar Sarjana Ekonomi (SE).Â
Kemudian melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Saburai Lampung mengambil Jurusan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) lulus pada 24 Oktober 2019 lalu.
Nanda juga dikenal sebagai perempuan aktif dalam berbagai organisasi dan juga sering menerima penghargaan bergengsi, baik dari instansi pemerintah maupun swasta. Diantaranya seperti penghargaan IKWI Awards kategori Perempuan Terinspirasi dalam memajukan UMKM.
Lalu, penghargaan KWRI Awards Tahun 2023, sebagai sosok Perempuan Inspiratif bidang Pembinaan Kesejahteraan Keluarga, dan dianggap telah berjasa maupun berprestasi dalam membangun di kabupaten berjuluk Bumi Andan Jejama itu.
Selain itu, penghargaan bergengsi lainnya yaitu Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya (SWK) dari Presiden RI Joko Widodo. Penghargaan itu tertuang pada Keputusan Presiden RI Nomor 44/TK/2023 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya, dan diserahkan Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin pada Puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-30 Tahun 2023 di lapangan Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan pada Kamis (6/7/2023) lalu.
Penyematan Tanda Kehormatan Satyalencana Wira Karya tersebut merupakan hasil penilaian lapangan yang dilakukan Setmilpres dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat pada 16 Juni 2023 di Desa Cipadang, Kecamatan Gedong tataan Kabupaten Pesawaran.
Kemudian, Nanda Indira juga membina Kampung KB Terpadu dan pembinaan 10 program pokok PKK. Hingga tahun 2023 lalu, terbentuk 65 Kampung KB dan rumah dataku yang dibantu dari APBD Kabupaten Pesawaran.
Nanda juga membentuk dan membina Poktan (BKB, BKR, BKL, UPPKA dan PIK-R di 148 desa, dan menggagas Desa Wisata Ramah Perempuan dan Peduli Anak (Dewi Ramah Mulia), serta mendirikan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) di setiap desa.Â
Komitmennya terhadap kesehatan masyarakat juga terlihat dari program pembangunan Rumah Desa Sehat, yang terus dia gerakkan sebagai bagian dari upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pesawaran dan mengangkat hak-hak perempuan.
Saat ini, Nanda Indira maju sebagai Calon Bupati Pesawaran dalam Pilkada 2024 berpasangan dengan Antonius Muhammad Ali, dengan membawa visi besar melalui beberapa program strategis untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.Â
“Salah satu program andalan kami adalah Program CAKEP (Cerdas, Aman, Kreatif, Efektif, dan Produktif) yang dirancang untuk meningkatkan sektor pendidikan dan kesehatan, serta memperkuat perlindungan sosial di Pesawaran. Tujuan utamanya adalah menciptakan generasi lebih berkualitas serta menyediakan fasilitas kesehatan lebih baik dan merata,” kata Nanda, Selasa (8/10/2024).
Selain itu, Nanda juga menggagas Program AMAN berfokus pada penguatan ketahanan pangan dan perekonomian lokal melalui pembangunan infrastruktur serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.Â
“Program ini diarahkan untuk memberdayakan masyarakat desa agar mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru melalui inovasi di bidang kuliner, industri kreatif, dan kerajinan tangan lokal,” ujarnya.
Dikatakan, sejumlah program tersebut, sebagai komitmennya untuk mendorong kesejahteraan masyarakat Pesawaran, mengurangi pengangguran, dan membangun fondasi ekonomi yang lebih tangguh, mandiri dan berkelanjutan.
Ia juga menunjukkan komitmen kuat terhadap pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak melalui berbagai program dan inisiatif yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.Â
Salah satu langkah strategisnya adalah pembentukan Desa Wisata Ramah Perempuan dan Peduli Anak (Dewi Ramah Mulia), desa ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan aman dan mendukung bagi perempuan dan anak. Dan melalui program ini, dia tidak hanya memberikan ruang bagi perempuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi, tetapi juga memastikan bahwa hak-hak anak terlindungi dalam setiap aspek pembangunan
Lalu, dalam perannya sebagai Ketua Himpaudi dan DPD Laqsi, Nanda aktif mendorong pendidikan dan pelatihan bagi perempuan, dengan memberdayakan untuk menjadi lebih mandiri secara ekonomi dan sosial. Hal ini tentunya sejalan dengan misi yang diusung oleh dia untuk meningkatkan akses pendidikan berkualitas, sehingga perempuan dapat berkontribusi lebih besar dalam masyarakat.
“Dengan memperkuat posisi perempuan dan memperhatikan hak-hak anak menjadi upaya menciptakan masyarakat lebih inklusif dan berkeadilan,” kata dia.
Pendekatan ini tidak hanya mencerminkan kepedulian Nanda terhadap isu-isu gender dan perlindungan anak, tetapi juga menunjukkan visinya untuk menciptakan Pesawaran menjadi lebih baik, di mana semua lapisan masyarakat dapat berpartisipasi dalam pembangunan.
Melalui upaya tersebut, Nanda berambisi untuk membangun generasi tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki karakter dan kepekaan sosial tinggi, serta melindungi hak-hak perempuan dan anak.
Berikut penghargaan lengkap yang diraih oleh Cabup Pesawaran nomor urut 2 Nanda Indira:
1. Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Presiden Republik Indonesia 2023.
2. Wanita Inspiratif IKWI Awards 2022.Â
3. Pancawarsa I Pramuka 2017.
4. Pancawarsa III Pramuka 2023.
5. KWRI Awards Tahun 2023
6. Manggala Karya Kencana BKKBN Pusat 2022.
7. Perempuan Inspiratif Bangga Kencana 2022.
8. Ketua TP.PKK Teladan 2022.
9. Pemerhati dan Peduli Stunting 2022. (Red)
Oknum Anggota DPRD Pesawaran Pakai Uang Masjid, Alzier: Bikin Malu
Pesawaran (RN) – Oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Pesawaran Bumairo (49) diduga pakai uang masjid senilai Rp50 juta untuk kepentingan pribadi.
Hal tersebut diungkapkan Tokoh Pendiri Kabupaten Pesawaran Alzier Dianis Thabrani melalui sambungan telepon, Senin 7 Oktober 2024.
“Saya sudah cek ke pengurus Masjid, uang itu dipinjamnya sudah bertahun-tahun tapi hingga hari ini belum juga dibayar, itu kan bikin malu namanya,” kata Alzier.
Alzier tidak habis fikir bagaimana yang bersangkutan (Bumairo, red) sudah menjadi anggota Dewan di Kabupaten Pesawaran beberapa periode namun tidak mau mengembalikan uang yang merupakan uang masjid.
“Kan saya yang mewakafkan tanah Masjid di kampung halaman orang tua saya seluas 6000 meter persegi, itu buat warga di seputaran pampangan hingga Waylima beribadah, kok bisa katanya dewan tapi pakai uang Masjid dan tidak dikembalikan,” ujarnya.
“Itu kan urusannya dengan Allah SWT, kalau dengan Tuhan saja berani apalagi dengan manusia, keterlaluan perilaku seperti ini,” timpalnya.
Dirinya menjelaskan, ulah Bumairo telah memberi citra buruk ke Partai Demokrat secara umum, karena Masjid itu untuk kepentingan umum.
“Merusak citra Partai Demokrat juga, dimana lah harga diri partai kalau ada kader yang makan uang Masjid, dan tadi saya cek dengan Nurzaman sekretaris Masjid dia bilang belum juga dipulangkan, ini kan gila,” kata dia.
Dirinya juga akan melaporkan hal itu ke Mahkamah Partai Demokrat di Jakarta agar ditindak oknum kader yang memiliki kelakuan memalukan seperti itu.
“Nanti saya laporkan ke SBY atau AHY, kader yang bikin malu partai bisa dipecat saja, bikin malu,” pungkasnya.
Hal tersebut tentu menambah kontroversi Bumairo sebagai salah satu anggota DPRD Pesawaran, karena catatan redaksi yang bersangkutan (Bumairo, red) pernah tersandung kasus dugaan penganiayaan dan pelecehan kepada pemandu lagu pada tahun 2017.
“Bahkan kala itu kasus tersebut sampai menjadi bahan rapat di Badan Kehormatan DPRD Pesawaran,” ujarnya.
Terpisah, sementara itu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesawaran dari Partai Demokrat, Bumairo mengakui dan membenarkan jika dirinya telah menggunakan Dana Masjid sebesar Rp 50 juta, namun di bulan November ini akan segera di bayar.
“Jadi terkait dengan itu memang betul dan akan saya pulangin di Bulan Sebelas ini akan saya bayar,” ucapnya saat di konfirmasi, Selasa (8/10/2024). (Red)
Sebanyak 55 Desa ADD di Pesawaran Kembali Cair
Pesawaran (RN) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran, kembali memproses pencairan Anggaran Dana Desa (ADD) untuk sejumlah desa yang ada di Bumi Andan Jejama.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pesawaran, Nur Asikin mengatakan, hari ini pihaknya telah mencairkan ADD kepada 62 desa, dan saat ini terdapat 55 desa lagi yang sedang dalam tahap pencairan.
“Seperti yang kita ketahui, dalam ADD tersebut terdapat anggaran untuk pembayaran Siltap bagi aparatur desa, hari ini sudah 62 desa yang cair kemudian sedang proses terdapat 55 desa lagi yang telah masuk ke BPKAD,” kata dia, Senin (07/10/2024).
Dirinya menjelaskan, dalam proses pencairan ADD tersebut, sudah diketahui dan disetujui oleh Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona.
“Pencairan ADD ini lantaran kita sudah memiliki anggarannya, dan saya juga sudah berkoordinasi dengan Bupati, bahkan pak Bupati yang perintahkan saya langsung harus membayarkan ketika anggaran sudah ada,” ujar dia.
“Siltap perangkat desa itu bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pesawaran, karena kemarin ada kendala dalam DBH, pak bupati tidak tinggal diam, beliau tetap mencari solusi dan sumber-sumber lain supaya tidak terjadi lagi keterlambatan pembayaran siltap di desa,” timpalnya.
Diketahui, 55 desa yang sedang dalam proses BPKAD, Kecamatan Negeri Katon 21 desa, Kecamatan Gedong tataan 12 desa, Kecamatan Marga Punduh 7 desa, Kecamatan Way Khilau 4 desa, Kecamatan way Ratai 11 desa. (Red)
Kades Dicurigai Simpan APK Paslon, Bawaslu: Tidak Ada Pelanggaran
Pesawaran (RN) – Sekelompok orang mendatangi Balai Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran karena mencurigai adanya banner salah satu calon Bupati Pesawaran di ruang kerja Penjabat (Pj) Kades Sukaraja Widiyantoro.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesawaran mengatakan, saat diperiksa tidak ditemukan apa yang dituduhkan. Hanya ditemukan stiker lama tanpa nomor urut.
“Tidak ada banner, hanya stiker yang ditemukan tanpa nomor urut,” kata anggota Bawaslu Pesawaran, Oktiyas Afriza, Senin (7/10/2024).
Ditambahkan Tyas, pihaknya masih mendalami dan melakukan pengecekan apakah masuk pelanggaran pilkada atau tidak.
“Kalau masalah pelanggaran sampai saat ini belum ada, nanti Bawaslu akan mengeluarkan pers rilisnya hasil pemeriksaannya,” tambah dia.
Terpisah, Ketua Forum Masyarakat Pesawaran Bersatu (FMPB) Mursalin menyayangkan sikap pendukung salah satu calon yang sudah menyebabkan kegaduhan di tengah masyarakat menjelang pelaksanaan Pilkada Pesawaran.Â
“Saya secara pribadi ditelpon masyarakat Sukaraja yang resah, jadi saat hadir di sana mereka meminta untuk membuka Balai Desa, jelas kita tolak, karena sudah jam 12 malam, hidup kan perlu pakai aturan,” sesalnya.
Ditegaskan Mursalin, saat dilakukan pengecekan ternyata apa yang mereka cari tidak ada dan disaksikan seluruh elemen aparat.
“Ternyata kan tidak ada apa yang sudah dituduhkan, semalam masyarakat hampir chaos, artinya kegiatan mereka ini berpotensi menyebabkan huru hara, jadi tidak bisa didiamkan gerakan-gerakan seperti ini,” tegasnya.
“Saya apresiasi Kapolsek Gedong Tataan dan jajaran Polres Pesawaran yang sigap turun ke lapangan sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” timpalnya.Â
Sedangkan salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Pesawaran Erland Syofandi mengaku geram dengan adanya gerakan pendukung calon Bupati Aries Sandi yang sudah membuat gaduh suasana ditengah masyarakat.Â
“Kalau cuma modal kecurigaan lalu minta semua di cek ya mau jadi apa Pesawaran ini, masa pemilihan masih 2 bulan lagi, janganlah membuat masyarakat terpecah belah,” tukasnya.
Erland berujar, calon Bupati harus dapat menjaga kondusifitas dan bisa menahan pendukung agar tidak membuat kegaduhan.
“Jangan takut kalah sebelum bertempur, kampanye saja ke tengah masyarakat, kalau laku ya menang, tapi kalau tidak laku jangan pakai cara picik,” pungkasnya. (Red)
