Kabar Gembira, Pemkab Pesawaran Segera Salurkan THR ASN

Pesawaran (HO) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran siap menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 1442 Hijriah, bagi sejumlah aparatur sipil negara di lingkup pemerintahan setempat. Sekretaris badan pengelolaan keuangan dan aset derah (BPKAD) Kabupaten Pesawaran, Iswanto menyebut pihaknya akan mendistribusikan THR sepekan menjelang lebaran Idul Fitri. “Secara prinsip, Pemkab Pesawaran sesuai peraturan pemerintah nomor 63 tahun 2021 telah siap menyalurkan THR kepada pegawai ASN,” katanya, Selasa (4/5/2021). Iswanto merinci, sebanyak 4.525 ASN akan mendapatkan tunjangan hari raya dengan serapan anggaran sebesar Rp22 miliar. “Setiap ASN bervariatif besaran tunjangannya, tapi rata-rata mendapat tiga hingga empat juta. Sesuai dengan gaji pokok, tunjangan jabatan, tunjangan anak serta tunjangan pangan,” terangnya. Dia berharap THR tersebut dapat neningkatkan daya beli masyarakat di wilayah setempat, sehingga dapat mendongkrak perekonomian. “Sesuai pesan dari Presiden Joko widodo, daya beli masyarakat diharapkan dapat meningkat seiring pemberian THR bagi aparatur sipil negara,” katanya. (Red)

Mbah Painem Penderita Tumor Ganas, Disantuni BAZNAS Pesawaran

Pesawaran (HO) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran menyantuni Painem (46) warga Dusun Banjarharjo Desa Gayau Kecamatan Padang Cermin yang terkena tumor ganas, Selasa, (4/5/2021). Penyerahan santunan sebesar Rp3juta tersebut dilakukan oleh Wakil Ketua II Bidang Distribusi BAZNAS yakni Rohim kepada keluarga Painem dengan disaksikan Camat Padang Cermin Darsoyo bersama jajaran aparatur desa setempat. “Semoga uang santunan tersebut dapat mengurangi beban biaya pengobatan dan segera lekas sembuh dan bantuan tersebut atas arahan Pak Bupati Dendi Ramadhona,” kata Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran yang diwakili oleh Rohim saat penyerahan santunan. Informasi yang didapat bahwa Painem diserang tumor ganas sudah satu tahun lalu dan pernah dilakukan tindakan medis berupa operasi di Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandarlampung namun sekarang kembali tumbuh dibagian lainnya. Painem juga dalam rawatan Homecare dan bidan desa setempat. Painem telah dikaruniai empat orang anak dari pernikahannya dengan Suryanto yang sehari harinya sebagai buruh harian lepas. Setelah menerima santunan tersebut, Suryanto menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Bupati Dendi Ramadhona yang telah peduli dengan kondisi keluarganya. “Kami hanya dapat mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati Dendi, apa yang telah diberikan sangat membantu kami dalam merawat istri yang sedang terkena tumor ganas. Mohon doanya saja, semoga Allah mengampuni dosa dan segera mengangkat penyakit istri saya,” kata dia. (Red)

Pererat Hubungan Emosional, PWI Pesawaran Gelar Bukber

Pesawaran (HO) – Buka puasa bersama (Bukber) merupakan momentum eratkan hubungan emosional anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung, demikian dikemukakan Ketua PWI Erdanizar di RM Puti Minang Gedong Tataan, Senin, (3/05/2021). Kegiatan kebersamaan bagi anggota PWI Bumi Andan Jejama yang melaksanakan ibadah puasa pada Ramadhan 1442Hijriyah tersebut juga sekaligus melepas lelah setelah seharian beraktifitas memburu berita. “Kebersamaan seperti ini sangat baik untuk memupuk huhungan emosional bagi anggota, PWI sebagai wadah insan pers juga perlu sekali kali duduk bersama. Karena, biasanya masing-masing anggota sibuk dengan media sendiri,” ujar dia. Dikesempatan tersebut, Penasehat PWI Kabupaten Pesawaran Erlan Sofyandi juga mengatakan bahwa kebersamaan seperti ini harusnya terus dipelihara. “Apapun momentumnya, kebersamaan sebagai wujud eratnya hubungan antar anggota. Untuk itu, kami berpesan teruslah berkarya sesuai dengan kaidah jurnailstik agar kualitas personil PWI tetap terjaga,” kata dia. (Red)

Ada apa…?, Sebanyak 16 Anggota Satres Narkoba Polres Pesawaran Lakukan Tes Urine

Pesawaran (HO) – Guna mengantisipasi adanya penyalahgunaan narkotika jajaran Polres Pesawaran, Seksi Profesi Pengamanan (Si Propam) dan Tim Urusan Kesehatan Bagian Sumberdaya (Urkes Bag Sumda) melakukan tes urine terhadap 16 anggota Satresnarkoba, Senin (3/5/2021). Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo melalui Kasi Propam Ipda Yurisman menjelaskan, pengecekan tersebut juga sebagai antisipasi terkait adanya penyalahgunaan narkotika oleh beberapa oknum anggota polisi yang berdinas di Satfung Satres Narkoba wilayah hukum Surabaya Jawa Timur. “Ya ini sebagai langkah awal untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan Polres Pesawaran seperti yang kita ketahui sebelumnya Divisi Propam Mabes Polri melakukan penangkapan kepada oknum anggota Polri yang berdinas di Satres Narkoba wilayah hukum Surabaya,” jelas Yurisman. Dia mengatakan, terdapat 16 anggota Satres Narkoba yang ikut melakukan tes urine di halaman depan Mapolres setempat. “Dari hasil pengecekan tidak ditemukan adanya anggota yang terindikasi menyalahgunakan narkoba,” ujarnya. “Alhamdullilah, dari hasil tes urine 16 anggota Satresnarkoba tersebut, semuanya negatif,” pungkasnya. (Red)

Jelang Lebaran, Polres Pesawaran Dirikan 11 Pos di Beberapa Titik

Pesawaran (HO) – Polres Pesawaran mendirikan 11 Pos untuk mengantisipasi adanya arus mudik guna membantu dan menekan angka penyebaran covid-19. Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo mengatakan, pihaknya akan melaksanakan operasi Ketupat dengan jadwal yang sudah ditentukan dan disesuaikan dengan kondisi saat ini. “Kita kan menyesuaikan jadwal yang sudah ditentukan saat rapat untuk melaksanakan operasi Ketupat, nah pelaksanaannya sudah kita sesuaikan dengan kondisi covid,” katanya saat dikonfirmasi, Jumat (30/4/2021). Dia menambahkan, dengan surat edaran yang sudah ditentukan pihaknya bersama BNBP melakukan penyekatan sebelum peniadaan mudik. “Ya sebelum peniadaan mudik dari tanggal 06 Mei sampai 17 Mei, kita juga sudah melakukan penyekatan yang sudah dimulai sampai tanggal 05 Mei nanti,” ujarnya. Vero mengatakan, selain dengan adanya penyekatan dan peniadaan mudik, pihaknya juga akan mengantisipasi arus mudik pasca lebaran mulai dari 18 Mei sampai 24 Mei 2021. Kemudian upaya untuk mengantisipasi arus mudik pihaknya menempatkan 11 Pos diantaranya tujuh pos PAM, satu pos pantau dan ditambah tiga pos penyekatan atau screening. “Pos pengamanan yang didirikan untuk operasi krakatau 2021 itu diantaranya Pos Pam Tugu Pengantin, Pos Pam Tugu Coklat, Pos Pam Simpang Mutun, Pos Pam Ketapang, Pos Pam Tugu Keris, Pos Pam Exit Tol Masgar dan Pos Pam Exit Tol Batanghari Ogan, lalu untuk pos Pantau nya itu ada di Pos Pantau Wisata Mutun guna memantau kegiatan masyarakat,” jelasnya. Kapolres menyebutkan syarat yang harus dilengkapi pemudik, yaitu salah satunya harus dilengkapi dengan Rapid PCR, antigen yang berdurasi 1×24 jam. “Nanti saat masuk pada peniadaan mudik di tanggal 06 Mei persyaratan masih ada yang lain dan pastinya sudah diatur dan apabila ada pemudik yang tidak memenuhi persyaratan maka kita sarankan untuk kembali ke tempat asal mereka,” katanya. Dirinya menghimbau, dengan situasi pandemi saat ini seluruh masyarakat khususnya warga Kabupaten Pesawaran harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah diatur dan ditetapkan serta disarankan untuk tidak menghadiri kegiatan yang berpotensi berkerumun. “Ya karena penambahan angka covid makin tinggi, ini juga berpengaruh baik pada cluster keluarga, cluster kegiatan masyarakat serta cluster kontak erat. Kemudian kita sarankan jangan menghadiri kegiatan yg berkerumun karena kan kita tidak tahu lingkungan di dalam kegiatan tersebut terbebss dari covid atau tidak,” tutupnya. (Red)

Terima Opini WTP 5 Kali Beruntun, Bupati Pesawaran : Jadikan Acuan Lebih Baik

Pesawaran (HO) – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menjadikan penilaian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) sebagai acuan menyelenggarakan roda pemerintahan yang lebih baik. Penilaian opini WTP ini adalah yang kelima kalinya secara beruntun diberikan Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK RI) Perwakilan Lampung kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran. Dendi mengucapkan terima kasih kepada BPK RI Perwakilan Lampung yang memberikan penilaian opini WTP pada penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Laporan Keuangan Pemkab Pesawaran Tahun 2020, Jumat (30/4/2021). Menurut Dendi, opini WTP ini akan dijadikan acuan agar kedepan dalam menjalankan roda pemeritahan Pemkab Pesawaran lebih baik. “Ini menjadi cambuk bagi kami untuk bekerja sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang berlaku serta menyelengarakan roda pemerintahan lebih baik,” ujar Dendi. Sebagai bahan evaluasi, Dendi akan membandingkan periode Laporan Keuangan Tahun 2019 dan 2020. Hal ini dilakukan untuk membandingkan dan melihat kekurangan agar laporan tahun-tahun berikutnya lebih baik lagi. Dendi mengakui, bahwa dalam laporan-laporan yang disampaikan masih memiliki kekurangan dan ini akan menjadi catatan penting yang harus segera dievaluasi. “Ada hal-hal yang perlu diperbaiki, seperti penganggaran, Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dilakukan beberapa OPD, sehingga kedepan lebih baik pengelolaannya,” pungkasnya. Turut hadir, Kepala Perwakilan BPK RI Provinsi Lampung, Andri Yogama, Ketua DPRD Pesawaran, Suprapto, serta Kepala BPKAD Pesawaran, dan Inspektur Pesawaran. (Red)

Pemkab Pesawaran Buka Destinasi Wisata, Kadis Pariwisata : Dengan Terapkan Prokes

Pesawaran (HO) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran, akan tetap membuka destinasi wisata yang ada di Bumi Andan Jejama selama libur lebaran Idulfitri 1442 Hijriah. Kepala Dinas Pariwisata Pesawaran Elsafri mengatakan, dibukanya tempat wisata pada libur lebaran tahun ini merupakan peraturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia. “Dengan adanya larangan mudik, pemerintah memberikan kelonggaran dengan diperbolehkannya tempat wisata dibuka, namun dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya. Kamis (29/4/2021) Selain dengan peraturan pemerintah pusat, lanjutnya, Bupati Pesawaran juga telah mengeluarkan izin membuka tempat wisata, namun dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh Pemkab Pesawaran. “Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi para pelaku usaha wisata, yang pertama jam operasional hanya di perbolehkan sampai pukul 17.00 wib saja, kemudian fasilitas penerapan prokes harus dipenuhi, dan juga apabila disekitar lokasi wisata terjadi peningkatan kasus covid-19 pelaku usaha wisata harus bisa menutup lokasi wisatanya sampai situasi kembali membaik,” katanya. Elsafri juga mengatakan, pembukaan tempat wisata di Kabupaten Pesawaran ini sebenernya hanya dikhususkan bagi para wisatawan lokal saja, maka dari itu untuk mengantisipasi adanya wisatawan dari luar daerah, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan tim Satgas Covid-19 yang berada di posko penyekatan. “Hari ini tadi kami sudah berkoordinasi, untuk mengantisipasi adanya wisatawan dari luar seperti wisatawan dari daerah Sumbagsel, hal ini dilakukan guna tidak terjadinya peningkatan kasus covid-19 dari klaster tempat wisata,” kata dia. Ia juga mengimbau kepada para pelaku usaha wisata, agar dapat menaati segala aturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah terkait dengan prokes, dan juga memiliki keberanian untuk menegur wisatawan yang tidak taat prokes. “Disini juga kami meminta masyarakat agar dapat patuh juga dengan aturan yang berlaku, karena untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 perlu adanya kerja sama yang baik antar semua kalangan,” ujarnya. (Red)

Larang Mudik, Pemkab Pesawaran Lakukan Penyekatan

Pesawaran (HO) – Larangan mudik Lebaran 2021 resmi dikelurakan oleh Pemerintah, guna mencegah kedatangan pemudik dari luar kota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesawaran bentuk titik penyekatan di Tugu Pengantin Kecamatan Gedongtaan Kabupaten setempat. Titik penyekatan tersebut terdapat juga di dua kecamatan yang ada di Bumi Andan Jejama yakni Kecamatan Tegineneng dan Kecamatan Teluk Pandan. Kepala BPBD Pesawaran Mustari mengatakan titik penyekatan tersebut dijaga ketat oleh petugas gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub), BPBD, Kepolisian, TNI dan Satpol PP serta petugas kesehatan dari Puskesmas setempat. “Ya setiap hari petugas gabungan berjaga disini, memantau kendaraan yang lewat untuk mengantisipsi pemudik dari luar pulau yang berpotensi meningkatkan penyebaran virus Covid-19,” ujarnya, Selasa (27/4/2021). Menurutnya, titik penyekatan tersebut mulai beroperasi sejak Senin (26/4/2021) kemarin hingga Rabu (26/5/2021) mendatang. “Jadi kita beroperasi selama satu bulan ini tapi dihari ini dan kemarin belum terjadi peningkatan jumlah pemudik mungkin nanti satu minggu menjelang hari raya disaat itu titik penyekatan ini akan lebih diperketat dan untuk dua hari ini pihak kami hanya memberikan teguran lisan dan tindakan fisik berupa push up kepada masyarakat yang kedapatan tidak mengenakan masker,” katanya. Lebih lanjut, Ia menjelaskan teknis pelaksanaan penyekatan kendaraan yang melintas di wilayah hukum setempat. “Nantinya, semua kendaraan dari luar daerah yang melintas di pos penyekatan seluruh penumpangnya akan kita minta untuk turun dan untuk mengetahui kendaraan tersebut berasal dari luar daerah atau bukan bisa kita lihat dari plat kendaraan atau barang bawaan yang dibawa,” jelasnya. “Nanti kita akan tanya bukti bahwa penumpang tersebut sudah melakukan rapid test yang berlaku selama satu hari, dan mereka yang tidak memiliki bukti itu akan kami suruh untuk melakukan rapid test atau balik arah ke lokasi keberangkatan selain itu nanti para penumpang juga akan di cek suhunya oleh petugas dan untuk penumpang yang memiliki gejala akan kita arahkan ke rumah sakit terdekat untuk diberikan penanganan,” tutupnya. (Red)

Santuni Yatim Piatu, Pemkab Pesawaran Bersama Baznas Bagikan Ratusan Paket Sembako

Pesawaran (HO) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran bersama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) setempat, kembali bagikan ratusan paket sembako dan memberikan santunan kepada yatim piatu. Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona yang dalam hal ini diwakili oleh Asisten I Bidang Hukum dan Pemerintah Setdakab Pesawaran Syukur, mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan antara Pemkab bersama BAZNAS saat bulan Suci Ramadan. “Iya tapi karena tahun kemarin ditiadakan safari ramadan karena pandemi covid-19, maka daotahun ini safari ramadan dijadikan momentum Bupati untuk melepas kangen dengan masyarakat,” ujarnya, saat memberikan sambutan di Masjid Al-Istiqomah Desa Tambangan Kecamatan Padang Cermin. Senin (26/4/2021). Ia juga mengatakan, bantuan yang diberikan pada hari ini merupakan zakat dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di Kabupaten Pesawaran, yang dikelola oleh BAZNAS Pesawaran. “Saya berharap bantuan yang diberikan pada hari ini, dapat membantu ekonomi masyarakat ditengah pandemi covid-19 seperti ini, dan kita berdoa bersama-sama agar pandemi ini segera berakhir,” katanya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Pesawaran Abdul Hamid mengatakan, pihaknya telah melakukan penyaluran bantuan di 8 kecamatan dari 11 kecamatan yang ada di Pesawaran. “Rencananya pada jumat mendatang kita sudah rampung dalam penyaluran bantuan ini, ada beberapa bantuan yang kita salurkan, mulai dari pembagian sembako, Bedah Rumah, santunan anak Yatim, bantuan siswa berprestasi tidak mampu,” kata dia. “Hari ini, kita membagikan bantuan di Kecamatan Way Ratai, berupa Bedah rumah 4 keluarga, kemudian pembagian sembako kepada 165 KK, santunan anak yatim 80 anak, dan bantuan siswa berprestasi tidak mampu sebanyak 50 SD dan 26 untuk SMP, sedangkan di Kecamatan Padang Cermin, kita memberikan bantuan bedah rumah 3 keluarga, pembagian sembako 180 KK, santuna anak yatim 80 anak, bantuan siswa berprestasi  tidak mampu untuk SD 44 anak, sedangkan untuk SMP 36 anak,” katanya. (Red)

Penasaran…!!!, Enam Bulan di Kubur, Jenazah Herli Hasan di Autopsi

Pesawaran (HO) – Terkait kasus penemuan sosok mayat yang membusuk di kamar mandi di Desa Kurungan Nyawa Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, keluarga meminta pihak kepolisian melakukan otopsi terhadap jenazah Herli Hasan (66) warga Dusun Kejadian, Senin (26/4/2021). Kapolsek Gedong Tataan Kompol Hapran mewakili Kepala Polres Pesawaran Vero Aria Radmantyo mengatakan, pihak keluarga yang meminta untuk dilakukan otopsi kepada jenazah Herli yang sudah dikubur dari tahun 2020 karena satu dan lain hal. “Jenazahnya sudah enam bulan dikubur, memang pihak keluarga meminta untuk otopsi dan hari ini dilakukannya, untuk hasilnya belum diketahui karena butuh proses,” katanya. Jefri Rifansyah (20) anak Herli mengatakan, pihak keluarganya ada rasa penasaran maka dari itu pihak keluarga meminta dilakukan otopsi. “Gak ada duga sangka, ya keluarga saya hanya ingin tahu saja,” katanya saat di wawancarai di TPU. Diketahui otopsi dilakukan dari pukul 07.00 WIB serta petugas otopsi yaitu dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung di antaranya Briptu Surya Utama sebagai Ketua Tim Forensik, dan tiga forensik lainnya yaitu Dr. Chatrina Andriyani, Deddy B dan Yoga Aji. Sementara dari berita sebelumnya, kejadian penemuan mayat Herli Hasan (66) yang ditemukan dalam keadaan membusuk di kamar mandi rumahnya, Selasa (20/10/2020). Ayah dari Jefri (20) diketahui menghilang sejak hari Minggu, lalu ditemukan sudah dalam keadaan meninggal di salah satu rumah warga yang tak jauh dari kediaman Herli. “Hilangnya dari Minggu, dan saat ditemukan sudah meninggal, memang beliau sebelumnya susah sakit-sakitan,” kata Jefri. (Red)