Pastikan Prokes, Bupati Pesawaran Pantau Langsung PTM Sekolah
Renovasi Masjid AS-Syuhada Desa Baturaja, Masyarakat Mohon Doa Restu dan Partisipasi
Pesawaran (HO) – Masyarakat Desa Baturaja Kecamatan Waylima Kabupaten Pesawaran melakukan gotong royong bersama untuk pembangunan renovasi Masjid AS -Syuhada, Minggu (12/9/2021).
Ketua Panitia Abdul Khafur mengatakan warga Dusun Sukabanjar Desa Baturaja secara bergotong royong dan bersama-sama dengan pemuda dan pemudi secara swadaya melakukan pembangunan renovasi masjid.
“Warga Dusun Sukabanjar secara bersama-sama bahu membahu untuk melakukan renovasi Masjid As-Shuhada dengan bantuan dana dari masyarakat maupun pengusaha,” jelasnya Ketua Panitia Abdul Khafur yang didampingi Sekretaris Ismail dan Bendahara Solihin, Minggu (12/9/2021).
Renovasi itu dilakukan katanya, karena bangunannya sudah lama dan harus di perbaharui.
“Gotong-royong ini juga melibatkan pemuda pemudi untuk membawa material batu maupun lainnya,” ujarnya.
Dalam melaksanakan renovasi masjid ini, lanjutnya, tak lepas dari bantuan para donatur yang berasal dari para pengusaha di daerah tersebut, dan warga juga sangat antusias membantu seperti menyiapkan makanan dan minuman untuk para pekerja.
“Kami mengucapkan kepada semua donatur yang telah memberikan bantuan baik uang tunai maupun bantuan berupa material, sekecil apapun bantuan tersebut sangat membantu dalam kelancaran renovasi Masjid As-Shuhada,” terangnya.
Dia juga menyebutkan jika ada para dermawan ataupun pengusaha yang akan ikut menyumbangkan sedikit rezeki nya untuk pembangunan masjid, bisa mengirimkan ke nomor rekening 400- 03 – 08 -62261-4, Bank Lampung atas nama Masjid AS-Syuhada atau ke Panitia masjid langsung.
“Kami berharap, masjid ini dalam pelaksanaan renovasi, tidak ada hambatan sehingga jika nanti sudah selesai, dapat dipergunakan untuk beribadah, baik hari-hari biasa maupun hari besar,” pungkasnya. (Indra Jaya)
Ketua PWI Pesawaran Sebut Oknum Pemeras ASN Depag Bukan Wartawan
“Kami para wartawan di Kabupaten Pesawaran sangat dirugikan, kadang banyak juga orang ngaku wartawan tapi menulis berita tidak bisa,”
Pesawaran {HO) – Terkait adanya penangkapan seorang oknum yang mengaku wartawan di Kabupaten Pesawaran atas kasus pemerasan, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran, M. Ismail angkat bicara. Dirinya memastikan bahwa apa yang dilakukan ZN bukanlah ciri seorang wartawan, Ismail menduga pemerasan dilakukan oknum untuk kepentingan diri sendiri dengan mengaku-ngaku sebagai wartawan. “Kalau dia wartawan tidak seperti itu kerjanya, jika ada dugaan korupsi kenapa tidak dipublikasikan, ini kok malah meminta uang,” Ungkapnya, Minggu (12/9) via telepon seluler. Dikatakan, perilaku melanggar hukum seperti itu dinilai merugikan profesi wartawan dan memberikan kesan buruk terkait wartawan ditengah masyarakat. “Kami para wartawan di Kabupaten Pesawaran sangat dirugikan, kadang banyak juga orang ngaku wartawan tapi menulis berita tidak bisa, ini kan gak benar,” kata dia. Ismail meminta aparat kepolisian dapat membongkar kasus tersebut emerasan ini sampai ke akar-akarnya siapa saja yang terlibat dibelakangnya harus ditindak secara hukum. “Dari pengakuan tersangka ini kan uang itu untuk 7 media, saya meminta APH telusuri pengakuan ini dan harus dilakukan tindakan,” tegasnya. “Itu sebagai bentuk keseriusan polisi dalam menangani kasus pemerasan ini dan kalau memang ada aktor lain dibelakangnya bisa ditangkap juga,” timpal Ismail. Namun Ismail mengaku akan menelusuri dugaan penyimpangan wewenang oleh ASN Depag Kabupaten Pesawaran tersebut dengan menurunkan tim investigasi dari PWI Kabupaten Pesawaran. “Ya kita akan telusuri juga sejauh mana dugaan penyimpangan itu, jika memang benar ada penyimpangan akan kita kawal terus dengan pemberitaan yang juga harus berimbang tanpa merugikan siapapun,” ujarnya. Untuk diketahui, aparat Polsek Tanjung Senang berhasil menangkap seorang pria ZN (32) yang mengaku wartawan sebuah media online dan diduga telah memeras seorang ASN Departemen Agama Kabupaten Pesawaran di sebuah rumah makan, di bawah flyover, Waykandis, Bandarlampung, Sabtu (11/9) pukul 21.00 WIB. Dengan dalih untuk menutupi berita terkait pengurusan surat nikah, ZN mewakili pengambilan uang yang diminta sebesar Rp. 21 juta. Namun hanya disanggupi 14 juta saja. Kapolsek Tanjungsenang, Ipda Rosali menyebut uang Rp14 juta tersebut atas permintaan 7 wartawan, yang menginginkan diberi Rp3 juta per orang, atau seluruhnya Rp21 juta. Kepada polisi, ASN Depag Pesawaran tersebut menyebut dirinya sering diteror dan didatangi di rumahnya di Way Kandis, Bandarlampung. Ia dan keluarganya juga diancam jika tidak memberikan uang. (Red)Transaksi Narkoba, Rama dan Rajo di Ciduk Polres Pesawaran
Jum’at Barokah, Srikandi Dermawan Kembali Bagikan Ratusan Nasi Bungkus
Polres Pesawaran Gelar Vaksinasi Tahap II Sasar Lansia dan Pelayanan Publik
Bupati Hadiri Rapat Paripurna, DPRD Pesawaran di Apresiasi
Sinergitas, PWI Pesawaran Jalin Koordinasi Dengan BNPP Provinsi Lampung
Randy Septian, Raih Juara 2 Kompetisi Karya Tulis Perayaan Dua Dekade Partai Demokrat
“Sukses selalu untuk sahabat kami Randy Septian, Tingkatkan Prestasimu, Raih Kesuksesan mu,”
Lampung (HO) – Wartawan perwakilan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran, Randy Septian berhasil menjadi juara ke-2 kompetisi karya tulis dalam perayaan dua dekade Partai Demokrat. Uang pembinaan dan Piagam penghargaan yang ditandatangani oleh Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Lampung Ridho Ficardo tersebut diserahkan, Kamis (9/9/2021) di Kantor DPD Partai Demokrat setempat.
“Alhamdulillah dapat juara 2, semoga ini bisa jadi motivasi kedepan di dunia jurnalistik,” ujar Randy via sambungan telepon.
Ditambahkan, dalam perlombaan tersebut dirinya membuat karya tulis seputar perjalanan Partai Demokrat dari awal hingga transformasi partai yang fokus dengan kader-kader mudanya.
“Sesuai dengan tema Muda Adalah Kekuatan, saya ambil contoh kader Demokrat yang sukses dikancah politik dengan usia belia, pun dengan ketua umumnya AHY,” tambahnya.
“Saya ucapkan terimakasih kepada Partai Demokrat yang memiliki perhatian kepada para jurnalis dengan menggelar lomba ini, semoga makin sukses kedepan,” timpalnya.
Terpisah, ketua PWI Kabupaten Pesawaran M Ismail mengapresiasi apa yang telah diraih salah seorang anggotanya dalam lomba karya tulis tersebut.
“Saya turut senang dan bangga, ini sebagai bentuk konsistensi anggota PWI Pesawaran dalam menjalankan tugas sebagai wartawan, karena sejatinya wartawan adalah para penulis,” ungkapnya.
Ismail berharap hal ini dapat memberi semangat lebih kepada seluruh wartawan yang ada di Kabupaten Pesawaran untuk lebih giat lagi dalam membuat karya jurnalistik.
“Semoga akan lahir penulis-penulis lain yang hebat dari tanah Kabupaten Pesawaran dalam mendukung pembangunan di Bumi Andan Jejama,” harapnya.
“Sukses selalu untuk sahabat kami Randy Septian, Tingkatkan Prestasimu, Raih Kesuksesan mu,” pungkasnya. (Red) 