Kejar Target Instruksi Bupati, Camat Way Khilau Pantau Vaksinasi Desa Mada Jaya

Pesawaran (HO) – Guna mengejar target sesuai dengan instruksi Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Kecamatan Way Khilau terus melakukan vaksinasi, kali di Desa Mada Jaya sebanyak 300 Dosis menggunakan merk Astrazeneca. Demikian diungkapkan Camat Way Khilau Dra. Ahmad Rosani, M.Pd, kepada Handalonline.com, Jumat (29/10/2021). “Ya saat ini saya sedang monitoring pelaksanaan vaksinasi yang dilaksanakan dari Polres Pesawaran terhadap masyarakat Desa Mada Jaya,” jelasnya. Camat melanjutkan, Vaksinasi ini sesuai dengan target pemerintah daerah yang langsung di instruksi kan oleh Bupati Pesawaran guna mengejar target sampai dengan akhir tahun sebanyak 75 persen masyarakat Bumi Andan Jejama sudah di Vaksin. “Vaksinasi ini menggunakan merk Astrazeneca sebanyak 300 dosis, untuk usia 18 sampai dengan 60 tahun dan di hadiri juga Kapolsek Kedondong AKP Amin Rusbahadi dan jajaran serta ada juga Polres Pesawaran dan TNI,” terangnya. “Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, terima kasih TNI Polri dan tenaga kesehatan atas sinergitas yang terbangun selama ini, semoga target yang diharapkan bisa terwujud,” ucapnya. (Red)

Akhir Tahun, Pemkab Pesawaran Target Vaksinasi 75 Persen

Pesawaran (HO) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran, menargetkan sampai akhir tahun 2021 vaksinasi di Bumi Andan Jejama sudah mencapai diangka 75% dari jumlah masyarakat wajib vaksin. Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, untuk saat ini pihaknya tidak membeda-bedakan antara masyarakat umum maupun pelajar, yang jelas saat ini pihaknya tengah mengebut pelaksanaan vaksinasi guna mencapai herd immunity yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. “Kita tidak terfokus untuk pelajar saja tetapi kita fokus ke semua lapisan masyarakat, karena target bapak presiden pertanggal 31 Desember 2021 ini, dosis vaksin sudah mencapai 75% sehingga herd immunity itu sudah terbentuk. Kalau untuk pelajar mungkin sedikit mudah ya karena klasternya sekolah, sehingga kita dapat melakukan vaksinasi secara mobile ke sekolah-sekolah,” ujarnya. Kamis (28/10/2021). “Untuk saat ini, kita tengah menunggu teknis penyuntikan vaksin untuk masyarakat yang berusia 12 tahun ke bawah yang sudah diperkenankan untuk di vaksin, namun kita belum mengetahui pakai vaksin jenis apa dan dosisnya seberapa,” timpalnya. Dirinya juga meminta kepada para kepala desa yang ada, agar dapat membuat daftar prioritas penerima vaksin by nama by adrees dan Nomor Induk Kependudukan (NIK), khususnya bagi masyarakat lanjut usia (Lansia) dan disabilitas. “Kalau sudah begitukan mempermudah operator untuk menginput datanya dan kalau bisa data itu diserahkan sehari sebelum pelaksanaan, sehingga ketika pelaksanaan masyarakat disabilitas dan lansia dapat didahului tidak perlu mengantri lagi,” kata dia. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pesawaran Dr. Media Apriliana mengatakan, pihaknya siap melaksanakan jemput bola ke bawah guna percepatan vaksinasi baik untuk masyarakat maupun pelajar. “Kalau untuk masyarakat umum, kalau kami menerima vaksin dari pemerintah pusat maupun provinsi kita langsung mengedrop vaksin ke faskes yang ada ya seperti Puskesmas, kalau untuk anak murid, kita siap datang ke sekolah-sekolah asal tempatnya sudah disiapkan oleh pihak sekolah,” terang dia. “Saat ini vaksinasi pelajar memang sedang dikebut, karena PTM kan sudah dimulai hampir di semua sekolah, untuk menjamin keselamatan dan kesehatan anak murid kita dari paparan covid, memang perlunya pencapaian herd immunity tersebut, makanya kami selalu menyisipkan dosis vaksin untuk pelajar setiap kegiatan vaksinasi yang kita lakukan,” pungkasnya. (Red)

Peringati Sumpah Pemuda, Bupati Pesawaran: Bersatu Bangkit dan Tumbuh

Pesawaran (HO) – Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran melaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-93 tahun 2021 dengan mengusung tema “Bersatu, Bangkit dan Tumbuh”.

Pelaksanaan upacara tersebut dilakukan di halaman kantor Pemda Pesawaran Lampung, Kamis (28/10/2021).

Dalam sambutannya, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan, tema tersebut diambil untuk menegaskan kembali komitmen yang telah dibangun oleh para pemuda yang diikrarkan pada tahun 1928 dalam Sumpah Pemuda.

“Sesungguhnya tema tersebut diperuntukan untuk seluruh elemen bangsa, tetapi bagi pemuda menjadi penting karena di tangan pemuda lah kita berharap Indonesia bisa Bangkit dari keterpurukan akibat Pandemi dan melangkah lebih maju untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” kata dia.

Menurutnya, momentum Hari Sumpah Pemuda yang diperingati hari ini, harus mampu menjadi perekat persatuan kita sebagai bangsa untuk bersama-sama bangkit melawan Pandemi Covid-19, serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kokoh melalui kewirausahaan pemuda.

“64,50 juta Pemuda Indonesia, atau seperempat dari populasi penduduk Indonesia, 117.696 pemuda Pesawaran atau 24,65% dari jumlah penduduk Kabupaten Pesawaran menjadi harapan besar kemajuan bangsa yang sudah di depan mata. Akan tetapi, tanpa komitmen bersatu para pemuda untuk bangsa, niscaya impian menjadi bangsa yang unggul tidak akan terwujud,” ungkapnya.

“Jadi persatuan menjadi syarat mutlak sebuah loncatan perubahan dan menghadapi berbagai tantangan,” timpalnya.

Kedepan, lanjutnya, tantangan bagi bangsa Indonesia khususnya bagi para pemuda tentunya tidak semakin ringan, akan tetapi dengan komitmen bersatu dalam keragaman menjadi modal sosial dalam menghadapi berbagai hambatan dan tantangan bangsa ke depan.

“Untuk upaya membangkitkan ekonomi pemuda, juga percepatan pemulihan situasi ekonomi nasional menyongsong Indonesia Maju, pemerintah terus mendorong tumbuhnya wirausaha baru, wirausaha muda, baik dalam hal penumbuhan minat, pemberian bantuan wirausaha, termasuk wirausaha berbasis perguruan tinggi dan pesantren, sampai pada apresiasi wirausaha berprestasi,” tandasnya.

Diketahui, hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Pesawaran, ketua, wakil ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Pesawaran, jajaran Forkopimda Kabupaten Pesawaran, Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran, para Pejabat Struktural di lingkungan Pemkab Pesawaran, ketua dan wakil ketua TP PKK, Dharma Wanita Persatuan, GOW dan Ikada Kabupaten Pesawaran, para Camat di Lingkup Pemkab Pesawaran, serta seluruh tamu undangan. (Red)

Brigjen Pol Subiyanto Apresiasi Kekompakan Pemkab Pesawaran, Polres, Kodim Percepatan Vaksinasi Covid-19

Pesawaran (HO) – Tinjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Pesawaran, Wakapolda Lampung Brigjen Pol Subiyanto apresiasi kekompakan Pemkab Pesawaran, Polres Pesawaran dan Kodim 0421/LS. Menurutnya seluruh elemen bisa saling bersinergi dengan baik dalam mengakselerasi program vaksinasi Covid-19. “Saya lihat di Kabupaten Pesawaran ini, antara Pemerintah Daerah, TNI dan Polri sudah cukup kompak dalam melakukan program vaksinasi ini, kami ingin memastikan itu,” ungkap Brigjen Pol Subiyanto, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Pesawaran, Rabu (27/10/2021). Sebelumnya, kata dia, Provinsi Lampung dinilai rendah dalam cakupan program vaksinasi Covid-19 di Indonesia. “Saya mendapat perintah bapak Kapolda untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi yang ada di Polres-Polres, karena kita cukup tahu sebulan lalu, Provinsi Lampung khususnya merupakan salah satu daerah yang terendah dalam cakupan vaksinasi Covid-19, makanya ini kita jadikan semangat untuk meningkatkannya,” Kata dia. Oleh karena itu, ia ingin memastikan apa kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 ini. “Untuk di Pesawaran itu kendalanya adalah jaringan, dimana pada data manual, cakupan vaksinasi di Pesawaran sudah hampir mencapai 50 persen, tapi di data Kemenkes itu baru hampir 30 persen, nah itu kendalanya. Nanti kendala yang ada ini kita laporkan kepada pimpinan untuk segera dicarikan solusinya, tapi memang di beberapa daerah itu terkendala dengan jaringan untuk laporan ke Pemerintah Pusat nya,” tukas dia. “Tapi yang paling penting program vaksinasi ini dapat ditingkatkan, paling tidak untuk mencapai herd immunity sekitar 70 persen masyarakat yang sudah di vaksin,” timpal dia. Sementara itu, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengaku akan terus berupaya untuk mengejar target agar terbentuk herd immunity ditengah masyarakat. “Sesuai instruksi bapak Presiden (Joko Widodo) per tanggal 31 Desember 2021, capaian vaksinasi di daerah harus mencapai 75 persen, sehingga herd immunity bisa terbentuk pada masyarakat, tentunya hal ini butuh dukungan dari semua lapisan masyarakat, agar jangan ada lagi peningkatan trend penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pesawaran,” tutupnya. (Red)

Bupati Pesawaran Launching Produk UMKM

Pesawaran (HO) – Bupati Pesawaran menghadiri acara launching produk UMKM yang masuk di toko Retail PT. Indomarco Prismatama (Indomaret) Kabupaten Pesawaran. Kegiatan launching tersebut dilaksanakan di Indomaret 1, jl. Ganjaran No. 127 Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Lampung, Rabu (27/10/2021). Dalam sambutannya, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan, sangat berbahagia karena pihak Indomarco sudah bisa menyerap produk-produk UMKM yang ada di kabupaten setempat. “Ini merupakan salah satu cara program untuk memulihkan ekonomi mikro yang bisa dirasakan oleh para pelaku UMKM kita,” kata dia. “Walaupun belum semua pelaku UMKM kita memiliki kesempatan untuk bisa memasarkan produknya di gerai-gerai Indomaret seperti ini, tapi tentunya ini secara bertahap menunjukkan komitmen yang kuat kerjasama antara Pemerintah Daerah dengan PT. Indomarco Prismatama bagaimana memperdayakan para pelaku UMKM khususnya di bidang kulineri yang ada di daerah,” timpalnya. Dia menuturkan, ada beberapa jenis olahan Snack dari olahan pisang, nangka, melinjo dan lain-lain, yang telah di pasarkan di gerai-gerai Indomaret yang ada di Kabupaten Pesawaran. Ia berharap, program ini dapat di teruskan dan dibina lebih banyak lagi para pelaku UMKM di Bumi Andan Jejama. “Karena para pelaku UMKM ini sudah menjamur dimana-mana, tapi terkadang belum dapat sentuhan dan dampingan dari stageholder yang ada,” ujarnya. “Kami juga berharap produk UMKM ini bisa masuk ke pasar-pasar bebas seperti Indomaret ini, dan Indomaret ini juga memiliki standarisasi yang ketat, maka daripada itu para pelaku UMKM harus bisa menyesuaikan dengan kehigienisannya, packing nya, titik kadaluarsanya, dan perijinan-perijinan lainnya,” ungkapnya. Sementara itu, Brand managers Indomaret Didi Suryo Saputro mengatakan ini merupakan launching yang pertama dan dari 35 peserta UMKM yang diterima baru 5, karena dari Indomaret ini sendiri memiliki standarisasinya. “Tentu jumlah tersebut nantinya masih bisa bertambah, namun dengan standar dan perijinan-perijinan serta label halal nya itu sendiri,” kata dia. “Kalau untuk pemasarannya kita mulai dari Pesawaran dulu, dan ini juga tergantung dengan pelaku UMKM nya sendiri jika dia hanya mampu di lokal Pesawaran ya kita hanya mengikuti,” timpalnya. Dirinya juga berharap, dengan adanya UMKM ini ekonomi masyarakat bisa dapat terbantu. “Karena kita dari pihak Indomaret bukan saja dari kita untuk kita, tapi kita juga bisa sama-sama membantu masyarakat sekitar untuk menaikkan perekonomiannya,” tutupnya. (Red)

PTM Tak Terapkan Prokes, Kadisdikbud Pesawaran Copot Kepsek

Pesawaran (HO) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pesawaran, akan mencopot Kepala Sekolah yang tidak menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat saat di area sekolah. Kadisdikbud Pesawaran Anca Martha Utama mengatakan, meskipun Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah dilakukan satu bulan lebih, namun masih ditemukannya sekolah-sekolah yang cuek akan prokes anak murid saat berada di sekolah. “Pagi ini saya sudah berkeliling ke sejumlah sekolah yang ada di Kecamatan Gedongtataan, hasilnya ada sekolah yang saya datangi belum ada satupun guru apalagi kepala sekolahnya, kalau seperti ini bagaimana bisa di jamin prokes di sekolah tersebut berjalan secara baik,” ujarnya. Rabu,(27/10/2021). Selain itu, lanjutnya, masih ada sekolah yang tidak membagi jam masuk sekolah, sehingga adanya penumpukan di dalam kelas, hal ini yang akan pihaknya lakukan evaluasi ulang guna mencegah terjadinya klaster baru penyebaran covid-19 di lingkungan sekolah. “Saya sudah pesankan kepada pengawasnya, kalau sudah tidak mau menerapkan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah terkait prokes bilang saja, akan saya copot dia jadi kepala sekolah,” ujar dia. “Saya tidak mau, akibat kelalaian kepsek dalam penerapan prokes di lingkungan sekolah mengakibatkan terjadinya penyebaran covid-19 di area sekolah. Apalagi Kecamatan Gedongtataan inikan ibu kota Pesawaran, seharusnya sekolah-sekolah yang ada disini menjadi rujukan bagi sekolah yang ada di kecamatan lain, bukan malah seperti ini,” kata dia. Dirinya berharap, kepada para kepala sekolah yang disekolahnya sudah menerapkan prokes secara baik, agar dapat membagi kiat-kiat kepada kepala sekolah lainnya, sehingga penerapan prokes di sekolah dapat berjalan baik dan serempak. “Sudah satu bulan lebih PTM ini dilangsungkan, seharusnya kalau kepala sekolah itu punya kesadaran tinggi terhadap keselamatan anak murid saya yakin mereka pasti melaksanakan prokes ketat. Jangan karena tidak ditemukan kasus baru di sekolah mereka langsung berleha-leha mengabaikan prokes,” katanya. “Mereka dijadikan kepsek itukan karena kita percaya mereka bisa mengatur sekolah tersebut, tapi kalau masalah prokes ini saja tidak bisa dijalankan dengan baik berhenti saja jadi kepsek,” ujarnya. (Red)

Pemkab Pesawaran Jadi Barometer, Pemkot Prabumulih Bersama PWI Lakukan Kunker

Pesawaran (HO) – Pemerintah Kota Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan kunjungi sekretariat pemerintah Kabupaten Pesawaran. Kunjungan bersama pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Prabumulih itu dikemas dalam agenda study hubungan media, di aula sekretariat Pemkab Pesawaran, Selasa (26/10/2021). Assisten III Bidang Administrasi Umum Pemerintah Kota Prabumulih, Provinsi Sumatera Selatan, Drs. Syamsu Rizal, SP. M.Si, mengatakan kunjungan itu guna peningkatan hubungan pemerintah bersama para pelaku media. “Kami melihat Kabupaten Pesawaran menjadi barometer dalam membangun kerjasama yang baik antara pemerintah dan organisasi wartawan guna mendukung program pembangunan setempat,” ungkapnya. Samsurizal menyebut, Pesawaran memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang dan menuju kabupaten yang maju dan berdaya saing. Sementara, Kadis Kominfo Kabupaten Pesawaran, Jayadi Yasa, S.STP, menuturkan potensi daerah setempat sangat banyak, salah satunya di bidang pariwisata. “Untuk memaksimalkan potensi daerah tersebut tentu kita perlu menjalin komunikasi yang intens kepada rekan wartawan guna mendukung program pembangunan,” ungkapnya. Begitu Mulwadi, Ketua PWI Prabumulih, mengatakan kunjungan itu merupakan agenda tahunan yang digelar secara rutin guna meningkatkan kompetensi dan kemampuan wartawan. “Seharusnya tahun kemarin, tetapi karena masih dalam situasi pandemi maka kita undur tahun ini, kami bersama rombongan sebanyak 90 orang mengunjungi Kabupaten Pesawaran” tuturnya. Hal yang sama juga dikatakan Ketua PWI Kabupaten Pesawaran, Ismail sangat mengapresiasi dan mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan kerja PWI Kota Prabumulih bersama Kominfo Kota Prabumulih di Bumi Andan Jejama, semoga dari hasil kunker tersebut dapat bermanfaat dan bisa diterapkan untuk pembangunan dan kemajuan Kota Prabumulih. “Saya mewakili rekan-rekan jurnalis PWI Kabupaten Pesawaran mengucapkan banyak terima, dan apa yang didapat dari Study layanan media hari ini, dapat di terapkan untuk kemajuan PWI dan Kemajuan pembangunan Kota Prabumulih, dan titip salam untuk Walikota Prabumulih Bapak Ridho Yahya,” ucapnya. (Red)

Ketua Dekranasda Launching Tenun Pesawaran Sulam Jelujur, Bupati Dendi Bangga

Pesawaran (HO) – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Pesawaran akan memperkenalkan sulam jelujur, yang di sajikan dalam bentuk produk produk karya, produk unggulan hasil kolaborasi para pengrajin yang ada di Bumi Andan Jejama. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Dekranasda Kabupaten Pesawaran Nanda Indira Dendi saat launching tenun Pesawaran sulam jelujur Lampung yang dilaksanakan di Taman Bumi Andan Jejama, Senin (25/10/2021). “Saya sangat bersyukur diberi kesempatan untuk menggali suatu potensi masyarakat desa yang berada di Kabupaten Pesawaran dan melestarikan kekayaan wastra Lampung sebuah kriya budaya dan sejarah pada tahun 1905, yang bersinerginya dengan hasil kerajinan tangan Sulam Jelujur yang dihasilkan oleh tangan-tangan terampil para pengrajin Desa Sungai Langka. Dirinya Menjelaskan, hal ini dapat menjadi sebuah langkah awal yang baik bagi Kabupaten Pesawaran untuk menggali potensi masyarakat desa, dengan nilai sejarah dan warisan budaya yang terdapat dalam kain tenun Pesawaran yaitu sulam jelujur Lampung. “Launching Tenun Pesawaran Sulam Jelujur Lampung ini akan memperkenalkan sulaman khas Kabupaten Pesawaran, yaitu Sulam Jelujur Pesawaran yang disajikan dalam bentuk produk-produk dan karya kreatif unggulan dari hasil kolaborasi karya para pelaku kreatif Sulam Jelujur yang dirangkum dalam kegiatan atau event seperti pameran dan fashion week Pesawaran 2021,” ujarnya. Dia mengungkapkan, tujuan diadakannya Launching Tenun Pesawaran Sulam Jelujur Lampung yaitu untuk mendorong kiprah para pelaku ekonomi kreatif, khususnya para pengrajin sulam jelujur sekaligus mempromosikan produk-produk ekonomi kreatif. “Kegiatan ini diharapkan dapat memunculkan dan meningkatkan kemajuan penunjang ekonomi dari tangan-tangan pelaku ekonomi kreatif,” ungkapnya. Sementara itu Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan, dengan cerita dan latar belakang transmigrasi Lampung 1905 tersebut terwujudlah sulam jelujur hingga mendapatkan kesempatan dan kerjasama pada tahun 2018 dengan pihak seniman dan Pemerintahan Negara Nederlands untuk menciptakan hasil karya dari sulaman jelujur yang dipajang di Station Central Metrohal Nederlands Dan Museum Textile Amsterdam. Selain itu, pada tahun 2019 sulam jelujur mendapatkan kesempatan untuk tampil pada acara Fashion Show dan Pameran di South Afrika-Afrika Selatan. “Tentunya hal ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi kami bahwa karya dari tangan para pengrajin di Kabupaten Pesawaran yang kaya akan adat istiadat dan budaya ini dapat hadir di event internasional. Harapannya agar sulam jelujur dan dan kain tapis dapat dikenal masyarakat internasional dan sebagai ajang promosi karya dari pengrajin ke masyarakat internasional,” katanya. Menurutnya, produknya juga bisa memasuki pasar internasional untuk meningkatkan ekonomi para pengrajin. Kita patur bersyukur dengan pencapaian ini, tapi kebanggaan itu harusnya menjadi cambuk agar kita terus meningkatkan kepedulian pada budaya, dan selalu menjaga kebersamaan demi Pesawaran yang damai dan bersatu. “Dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pesawaran akan terus mendukung dan terus berupaya mengembangkan ekonomi kreatif dengan memberi nilai tambah terhadap produk ekonomi kreatif di wilayah Kabupaten Pesawaran,” ujarnya. Tak hanya itu, Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Riana Sari Arinal mengatakan, salah satu kekayaan budaya Indonesia dalam bentuk kerajinan menyulam yang berada di Lampung yang memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, baik dalam ragam hias bentuk sulam maupun dari teknik menyulamnya. “Salah satunya adalah sulam jelujur, yang merupakan warisan yang berasal dari transmigrasi pertama di Indonesia tahun 1905 di provinsi Lampung, tepatnya di Kabupaten Pesawaran,” kata dia. Dia menuturkan, selain kualitas,dan kreativitas pengrajin peran dan dukungan Pemerintah Daerah, stage holder dan masyarakat sangat dibutuhkan melalui regulasi, dukungan permodalan, pelatihan, penguasaan teknologi serta pemasaran yang berbasis digitalisasi. “Diharapkan launching event tenun Pesawaran sulam jelujur Lampung ini bisa memberikan dampak ekonomi secara luas kepada masyarakat sekitar, membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian daerah,” pungkasnya. (Red)

Dendi Ramadhona Apresiasi Bantuan Sosial PWI Pesawaran

Pesawaran (HO) – Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona sampaikan apresiasi kepada organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran. Apresiasi itu disampaikan usai penyerahan paket sembako salam gelaran bakti sosial sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tahun 1443 Hijriyah di Kantor PWI Pesawaran, Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan, Jumat (22/10/2021). Dendi Ramadhona menyebut organisasi wartawan tertua di Indonesia itu tak hanya aktif dalam kegiatan kewartawanan dan menyajikan pemberitaan yang mendukung pembangunan, namun juga di bidang sosial kemasyarakatan. “Tak hanya sebagai wadah bagi profesi wartawan, tetapi juga dapat memberikan manfaat kepada masyarakat melalui kegiatan sosial,” kata Dendi. Sementara, Ketua PWI Pesawaran, M Ismail menyebut pihaknya selama ini kerap menggelar kegiatan sosial guna menjaga eksistensi organisasi di luar kerja jurnalistik. “Untuk diketahui, PWI Pesawaran juga dalam masa pandemi telah menggelar berbagai kegiatan, diantaranya bakti sosial bersama unsur TNI Polri, serta kampanye penerapan protokol kesehatan,” sebut Ismail. Selain itu juga menggelar penanaman pohon di Tahura Wan Abdurahman serta aksi peduli bencana di wilayah Kabupaten Pesawaran. “Selain kegiatan sosial, dalam bidang pendidikan kami juga telah melaksanakan sosialisasi Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang kebebasan pers kepada guru dan pelajar,” tambahnya. Ismail berharap PWI Pesawaran terus eksis dalam mengawal pemberitaan yang obyektif serta terus memberikan manfaat kepada masyarakat. Diketahui, bakti sosial pembagian paket sembako kepada 360 duafa serta 23 anak yatim itu dihadiri sejumlah anggota Forkopimda dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (Red)

Moment Maulid Nabi Muhammad SAW, PWI Pesawaran Bagikan 360 Paket Sembako

Pesawaran (HO) – Perayaan Maulid nabi Muhammad SAW 1443 Hijriyah menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Pesawaran. Terkait hal itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pesawaran menggelar bakti sosial dengan menyalurkan paket sembako kepada 360 duafa, serta santunan anak yatim sebanyak 23 orang, penerima bantuan merupakan warga Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan dan sekitarnya. Penyerahan bantuan sembako tersebut merupakan bagian dari agenda bakti sosial bertajuk: Satu langkah kecil untuk kepedulian yang besar part IV. Acara digelar di halaman kantor PWI Pesawaran, Desa Bagelen, Kecamatan Gedongtataan, Jumat (22/10/2021). Ketua PWI Pesawaran, M Ismail menyebut bakti sosial itu dalam rangka memperingati hari Maulid Nabi Muhammad 1443 Hijriyah, juga sebagai wujud kepedulian organisasi wartawan terhadap masyarakat, khususnya yang terdampak pandemi Covid-19. “Penerima paket sembako adalah kelompok masyarakat terdampak pandemi, kaum duafa serta anak yatim piatu,” kata Ismail. Ismail berharap agenda tersebut dapat meningkatkan kepedulian sosial kemasyarakatan, khususnya dalam masa pandemi Covid-19. Gelaran tersebut juga menerapkan protokol kesehatan secara ketat, dan pembagian sembako dilakukan menggunakan kupon untuk menghindari kerumunan saat kegiatan berlangsung. Diketahui, kegiatan bakti sosial rencananya akan dihadiri oleh Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona untuk menyaksikan penyerahan paket sembako kepada masyarakat. (Red)