Peringati HAN, Pemkab Pesawaran Salurkan Bantuan ATENSI untuk 198 Anak
Pesawaran (RN) – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Dinas Sosial bekerja sama dengan Sentra Handayani Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) kepada 198 anak dipusatkan di Desa Banjaran, Kecamatan Padang Cermin, Rabu (22/07/2025).
Bantuan ATENSI diberikan dalam bentuk kebutuhan dasar seperti makanan bergizi, perlengkapan sekolah, dan dukungan psikososial. Sebanyak 62 anak dari Desa Banjaran termasuk dalam daftar penerima manfaat bantuan tersebut.
Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, melalui Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pesawaran, M. Zuriadi, mengatakan pentingnya peringatan Hari Anak Nasional sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam menjamin hak-hak anak.
“Hari Anak Nasional adalah pengingat bahwa setiap anak berhak hidup bahagia, mendapatkan perlindungan, pendidikan, dan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung. Tema, Anak Terlindungi, Indonesia Maju,” Kata Zuriadi.
Dirinya juga mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pesawaran memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan kegiatan ini, terutama Sentra Handayani Kemensos RI, Pokja Anak, para pendamping sosial, serta lembaga kesejahteraan sosial.
“Program ATENSI ini bukan hanya bentuk bantuan material, melainkan juga bentuk dukungan moral dan psikososial. Ini adalah bukti nyata kehadiran negara bagi anak-anak dalam situasi rentan,” ujarnya. (zal)
Bupati Dendi Ajak Asosiasi Perumahan Percepat Pembangunan Permukiman di Pesawaran
Pesawaran (RN) – Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona ajak para.Pengembang Perumahan untuk sinkronisasi program pembangunan perumahan dan kawasan permukiman di Kabupaten Pesawaran. Hal tersebut dikatakan Dendi saat menghadiri Rapat Koordinasi bersama Asosiasi dan Himpunan pengembang perumahan
“Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pesawaran dengan para pengembang dan asosiasi perumahan yang beroperasi di wilayah Pesawaran,” kata Dendi di Emersia Hotel Selasa, (22/07/2025).
Menurutnya, Kolaborasi ini penting agar program-program pembangunan perumahan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah, dapat terlaksana secara maksimal dan tepat sasaran.
Salah satu program strategis yang turut dibahas adalah FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), yakni program Pemerintah Pusat yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam memiliki rumah dengan suku bunga rendah dan syarat yang lebih terjangkau. Tahun 2025, Pemerintah menargetkan kuota FLPP sebanyak 350.000 unit, namun hingga saat ini baru terserap sekitar 124.000 unit.
“Kabupaten Pesawaran terus mendukung program Pemerintah Pusat dengan mendorong pemanfaatan kuota FLPP ini oleh para pengembang di daerah melalui sejumlah kemudahan, seperti kemudahan dalam pengurusan izin,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, Sebagai bentuk dukungan terhadap Program Nasional Pembangunan 3 Juta Rumah, Pemkab Pesawaran juga telah membebaskan biaya Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Biaya Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) khusus untuk pembangunan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
“Namun ada berapa persyaratan pengajuan FLPP, Warga Negara Indonesia (WNI), Tidak memiliki rumah, Belum pernah menerima subsidi atau bantuan perumahan dari pemerintah, Batasan penghasilan maksimal, Rp10 juta/bulan (untuk yang sudah menikah), Rp8,5 juta/bulan (untuk yang belum menikah,”jelasnya.
“Melalui langkah konkret ini, diharapkan pengembang lokal dapat berperan aktif dalam menyediakan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat, serta berkontribusi terhadap percepatan pembangunan kawasan permukiman di Kabupaten Pesawaran,” pungkasnya. (zal)
Pemkab Pesawaran Dorong Literasi Budaya Lokal Lewat Bimtek Kepenulisan
Pesawaran (RN) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pesawaran menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Kearifan Budaya Lokal sebagai langkah strategis untuk memperkuat budaya literasi yang berakar pada identitas daerah.
Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai 3 Kantor Dinas setempat dan diikuti oleh 60 peserta dari beragam latar belakang, mulai dari pustakawan, pegiat literasi, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Halimah Zakaria melalui Sekertaris Darwin Firnandes, mengatakan bimtek ini tidak sekadar menjadi ajang pelatihan menulis, tetapi juga wadah pembinaan terhadap kemampuan riset budaya lokal.
“Penyusunan konten naratif, serta pengemasan nilai-nilai kearifan lokal menjadi karya tulis yang relevan dengan generasi masa kini,” kata Darwin.
Ia juga mengatakan, Para peserta dibekali materi bertahap dalam empat fase pelaksanaan, dimulai dari persiapan penulisan hingga finalisasi naskah untuk dibukukan.
“Semoga pelatihan ini memberikan manfaat nyata, terutama dalam pengembangan budaya literasi yang berakar pada kearifan lokal,” ujarnya.
Dirinya juga menjelaskan, Bimtek ini mencakup tiga materi utama yakni, pengantar teknik penulisan dan budaya lokal, teknik menulis esai dan artikel berbasis budaya, serta penyuntingan naskah.
“Narasumber kegiatan ini adalah Fitri Restiana yang memiliki latar belakang seorang penulis. Jadikan kegiatan menulis sebagai peluang kreatif di era digital. “Jangan pernah ragu, karena setiap tulisan akan menemukan pembacanya,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid PPIP Dinas Kominfotiksan Pesawaran Ihsan Taufiq, yang menjadi moderator dalam kegiatan ini menekankan pentingnya membangun semangat belajar.
“Gelas yang kita bawa kosong hari ini, bisa terisi penuh saat kegiatan ini selesai,” katanya.
Menurut dia, Selain sebagai sarana ekspresi, literasi dipandang sebagai pilar peradaban. Dalam konteks ini, kemampuan menulis berbasis budaya lokal.
“Saya berharap bimtek ini tidak hanya melahirkan karya, tetapi juga memperkuat jati diri daerah, menciptakan peluang ekonomi kreatif, serta mempersiapkan masyarakat menghadapi tantangan di era informasi,” pungkasnya. (zal)
Sunatan Massal, Donor Darah, dan Pap Smear Gratis Jadi Rangkaian Hari Jadi ke-18
Pesawaran (RN) – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pesawaran yang ke-18, Pemkab Pesawaran menggelar kegiatan pelayanan kesehatan terpadu berupa sunatan massal, donor darah, dan pemeriksaan pap smear secara gratis untuk masyarakat, di Aula RSUD Pesawaran, Selasa (22/07/2025).
“Ini menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pelaksanaan kegiatan ini juga telah dilaksanakan secara Serentak di 15 Puskesmas pada tanggal 17 Juli 2025,” kata Direktur RSUD Pesawaran, dr. Dian Adhitama Lubis.
Ia juga menjelaskan, bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Pesawaran. Adapun rangkaian kegiatan yaitu Khitanan Massal, Pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat), dan pemeriksaan Tripel Eliminasi.
“Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang rutin diselenggarakan dalam rangka hari jadi kabupaten. Tahun ini, RSUD Pesawaran menggandeng BPJS Kesehatan dalam penyelenggaraan pemeriksaan pap smear sebagai upaya deteksi dini kanker serviks bagi kaum perempuan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Pesawaran, Nurhayati Marzuki yang juga turut hadir menunju, mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah penting dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Ia menyebutkan pentingnya penyuluhan yang berkelanjutan terkait pola hidup sehat, terutama bagi keluarga dan perempuan.
“Kami berharap, kegiatan ini dapat memberi dampak nyata bagi peningkatan mutu kesehatan warga, dan mendorong kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini,” ungkapnya. (zal)
Korupsi Rp17 Miliar Lebih, Manager Bank BRI Cabang Pringsewu Masuk Penjara
Lampung (RN) – Penyidik Pidana Khusus Kejati Lampung menetapkan CA Manager PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) cabang Pringsewu sebagai tersangka terkait dugaan Tindak Pidana Korupsi Dalam Pengelolaan Dana Nasabah.
“Setelah melakukan rangkaian kegiatan penyidikan, pemeriksaan dan lain melakukan penangkapan, setelah memeriksa 40 orang saksi, maka Tim Penyidik pada Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Lampung setelah memperoleh 2 (dua) alat bukti yang cukup dan menetapkan CA alias CND sebagi tersangka,” kata Kasi Penkum Kejati Lampung Ricky Ramadhan, Selasa (22/07/2025).
Dirinya mengatakan, tersangka CA, menjabat sebagai RMFT (Relationship Manager Funding Transaction) pada PT. Bank Rakyat Indonesia, dengan modus Pengelolaan Dana Nasabah PT. Bank BRI Kantor Cabang Pringsewu pada Periode Tahun 2021 – 2025.
“Modus yang dilakukan tersangka CA, beragam, melakukan penarikan dana atas nama nasabah, digunakan fasilitas fake account atas nama nasabah (selaku pemilik dana), melakukan pembelanjaan fiktif pada mesin EDC (electronic data capture), mengajukan pinjaman personal dengan jaminan (collateral) fiktif, dengan kerugian Rp17,960.000.000 ,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, tim penyidik telah melakukan penggeledahan dan dari tindakan tersebut telah menemukan beberapa barang bukti yang memiliki hubungan langsung dengan perbuatan tindak pidana.
“Satu buah Sertifikat Tanah dan Bangunan berlokasi di Gunung Kanci, Kabupaten Pringsewu dengan perkiraan nilai taksiran aset sebesar ± Rp450.000.000, dan Uang yang diinvestasikan pada beberapa restoran dengan taksiran sebesar Rp552.688.502,” ujarnya.
Ia menjelaskan, total perkiraan nilai taksiran aset yang berhasil diperoleh untuk pemulihan upaya kerugian negara dalam perkara ini sebesar ± Rp3.709.294.711,39.
“Tersangka dilakukan penahanan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Bandar Lampung terhitung sejak tanggal 21 Juli 2025 s/d 09 Agustus 2025,” pungkasnya. (red)
Purwopedia Wakili Pesawaran Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi
Pesawaran (RN) – Perpustakaan Desa Purworejo, yang dikenal dengan nama “Purwopedia,” terpilih mewakili Kabupaten Pesawaran dalam Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Provinsi Lampung, Senin (21/07/2025).
Kegiatan penilaian berlangsung di lokasi perpustakaan di Kecamatan Negeri Katon dan diikuti oleh 15 perwakilan kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.Keikutsertaan ini merupakan kelanjutan dari capaian membanggakan Purwopedia yang sebelumnya meraih Juara 1 pada lomba tingkat kabupaten.
Penilaian lomba turut dihadiri oleh Plt. Camat Negeri Katon Data Trianda, Kepala Dinas PMD Kabupaten Pesawaran Nur Asikin, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pesawaran Halimah Zakaria, S.E., M.M., Pj. Kepala Desa Purworejo Dean Adi Nugroho, S.STP., M.M., jajaran pemerintah desa, serta tim penilai dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, yakni Des Yulian, S.T. dan Liza Tri Handayani, S.I.Kom.
Sesuai ketentuan, masing-masing daerah hanya mengirimkan satu perpustakaan desa unggulan yang telah melalui seleksi di tingkat kabupaten. Bagi daerah yang memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) non-fisik, seleksi dilakukan secara sistematis sesuai mekanisme program. Sementara bagi daerah tanpa DAK, penunjukan peserta dilakukan melalui evaluasi langsung terhadap desa yang dinilai paling layak.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pesawaran, Halimah Zakaria, S.E., M.M., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Desa Purworejo dalam menghidupkan Purwopedia sebagai pusat literasi bagi masyarakat.
“Literasi harus terus dijaga agar tidak terseret oleh derasnya arus informasi digital yang belum tentu edukatif. Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam membimbing generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas dan produktif,” ujarnya.
Sementara itu, Tim penilai dari Provinsi Lampung, Liza Tri Handayani menyampaikan bahwa perpustakaan desa memiliki peran strategis sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat. Menurutnya, perpustakaan yang baik harus mampu menjangkau semua lapisan masyarakat tanpa mengenal batasan usia, status sosial, atau waktu.
Purwopedia telah cukup berhasil membangun ruang terbuka yang inklusif dengan menghadirkan program-program yang relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat,” kata dia.
“Melalui pendekatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, perpustakaan ini mampu menjadi tempat yang tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga ruang pemberdayaan dan pertumbuhan komunitas,” jelasnya.
Pj. Kepala Desa Purworejo, Dean Adi Nugroho, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi dan semangat gotong royong seluruh elemen desa, mulai dari pemerintah desa, Karang Taruna, lembaga pendidikan, hingga masyarakat. Ia menyebut bahwa dukungan nyata dari berbagai pihak menjadi kunci dalam membangun perpustakaan desa yang hidup dan berkembang.
Desa Purworejo sendiri menurutnya dikenal memiliki potensi pendidikan yang kuat, dengan keberadaan pondok pesantren putra-putri dan satu SMK aktif. Pada tahun 2023, desa ini juga menerima dukungan dari Perpustakaan Nasional berupa titik baca, koleksi buku, perangkat komputer, dan rak buku, yang memperkuat infrastruktur literasi di tingkat desa.
“Penilaian lomba dilakukan berdasarkan sejumlah indikator utama, seperti kelengkapan koleksi, sarana dan prasarana, mutu layanan, kompetensi tenaga pengelola, program literasi, inovasi, serta dampak langsung terhadap masyarakat. Desa yang meraih hasil terbaik akan mewakili Provinsi Lampung pada ajang Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Nasional,” pungkasnya. (zal).
Kejari Pesawaran Terima Tiga Penghargaan Sekaligus
Pesawaran (RN) – Kejaksaan Negeri Pesawaran menerima tiga penghargaan sekaligus dari Pemerintah daerah Kabupaten Pesawaran. Penghargaan tersebut diberikan Bupati Dendi bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Pesawaran yang ke-18.
Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona mengatakan, penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi aktif Kejaksaan Negeri Pesawaran dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya, khususnya di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).
“Penghargaan pertama diberikan oleh Inspektorat Pesawaran atas keberhasilan Kejaksaan Negeri Pesawaran dalam memulihkan keuangan negara senilai Rp8.342.086.247. Pemulihan tersebut dilakukan melalui pemberian bantuan hukum non litigasi dalam tindak lanjut temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI),” kata Dendi Jumat (18/07/2025).
Dendi mengatakan, Penghargaan kedua dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pesawaran, atas dukungan Kejaksaan dalam penagihan tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Kolaborasi ini dinilai efektif dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
“Penghargaan ketiga, diberikan oleh Dinas Sosial Kabupaten Pesawaran, sebagai pengakuan atas peran Kejaksaan dalam memperjuangkan hak perwalian anak-anak di bawah naungan Lembaga Kesejahteraan Keluarga Sosial Anak (LKKSA) Sholawatul Falah, khususnya dalam menjamin akses pendidikan bagi anak-anak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Pesawaran Tandy Mualim, apresiasi atas penghargaan yang diterima dan menegaskan komitmen lembaganya untuk terus memberikan pelayanan hukum yang optimal kepada pemerintah daerah.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pesawaran atas kepercayaan yang diberikan kepada Kejaksaan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja profesional, transparan, dan akuntabel dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih dan berkeadilan,” ujarnya,” pungkasnya. (Red)
“Penghargaan pertama diberikan oleh Inspektorat Pesawaran atas keberhasilan Kejaksaan Negeri Pesawaran dalam memulihkan keuangan negara senilai Rp8.342.086.247. Pemulihan tersebut dilakukan melalui pemberian bantuan hukum non litigasi dalam tindak lanjut temuan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI),” kata Dendi Jumat (18/07/2025).
Dendi mengatakan, Penghargaan kedua dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pesawaran, atas dukungan Kejaksaan dalam penagihan tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Kolaborasi ini dinilai efektif dalam meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
“Penghargaan ketiga, diberikan oleh Dinas Sosial Kabupaten Pesawaran, sebagai pengakuan atas peran Kejaksaan dalam memperjuangkan hak perwalian anak-anak di bawah naungan Lembaga Kesejahteraan Keluarga Sosial Anak (LKKSA) Sholawatul Falah, khususnya dalam menjamin akses pendidikan bagi anak-anak,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Pesawaran Tandy Mualim, apresiasi atas penghargaan yang diterima dan menegaskan komitmen lembaganya untuk terus memberikan pelayanan hukum yang optimal kepada pemerintah daerah.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pesawaran atas kepercayaan yang diberikan kepada Kejaksaan. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja profesional, transparan, dan akuntabel dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang bersih dan berkeadilan,” ujarnya,” pungkasnya. (Red)
Asik Makan, DPO Kasus Korupsi Rp2,226 Miliar Dibekuk
Lampung (RN) – Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Lampung bersama Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Lampung Timur berhasil menangkap Daftar Pencarian Orang (DPO) tindak pidana korupsi, K.M. Als A.S., Kamis (17/7) jam 18.15 WIB. DPO berhasil di tangkap di Rumah Makan Nasi Kapau Minang Indah, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung.
“Penangkapan ini mengirimkan pesan tegas bahwa tidak ada tempat yang aman bagi DPO di tengah-tengah masyarakat,” Kata Kasi Penkum Kejati Lampung, Ricky Ramadhan, Jumat (18/07/2025).
Kejaksaan Tinggi Lampung, Komitmen penegakan hukum, dan memastikan bahwa pelaku kejahatan, termasuk korupsi, akan terus diburu dan diproses sesuai aturan yang berlaku.
“Para tersangka, KM. Als. AS, ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi pelaksanaan pembangunan Gedung Mess Guru MAN IC Lampung Timur tahun anggaran 2021 dengan nilai anggaran sebesar Rp 2,266 miliar,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, Kasus ini telah ditangani oleh Kejaksaan Negeri Lampung Timur sejak Mei 2024, namun selama proses penyidikan tersangka sempat melarikan diri selama kurang lebih satu tahun.
“Penangkapan dilakukan berdasarkan operasi intelijen yang terencana dan langsung dilanjutkan dengan pemeriksaan oleh Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Lampung Timur di Kantor Kejaksaan Tinggi Lampung. Selanjutnya, tersangka ditahan di Rumah Tahanan Kelas I Way Huwi Bandar Lampung selama 20 hari sejak 17 Juli hingga 5 Agustus 2025,” jelasnya.
Dirinya juga menegaskan, kejaksaan Tinggi Lampung, komitmennya dalam memberantas tindak pidana korupsi dan menjalankan proses hukum secara transparan dan akuntabel.
“Keberhasilan penangkapan ini juga menjadi pesan moral bahwa negara hadir untuk menegakkan keadilan dan memastikan penanganan perkara dilakukan secara tuntas,” ucapnya.
Keberhasilan penangkapan ini menjadi bukti nyata bahwa di manapun pelaku kejahatan bersembunyi, keadilan akan tetap mengejar mereka.
“Kami bertekad untuk terus menjaga integritas, mengawal proses hukum secara profesional, dan memastikan tidak ada ruang bagi pelaku korupsi untuk lepas dari jerat hukum. Negara hadir untuk melindungi hak-hak masyarakat dan menegakkan supremasi hukum tanpa kompromi,” pungkasnya. (Red)
Genap 18 Tahun, Dendi: Momentum Perkuat Komitmen Membangun Daerah
Pesawaran (RN)- Genap 18 tahun usia Kabupaten Pesawaran menjadi momentum reflektif bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk memperkuat komitmen membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera.
Melalui upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Pesawaran ke-18 yang digelar di Lapangan Pemkab Pesawaran, Bupati Dendi Ramadhona mengajak seluruh komponen untuk menjadikan peringatan ini sebagai titik tolak menuju capaian baru yang lebih berdampak bagi masyarakat.
“Pentingnya mengisi setiap detik perjuangan dengan kerja produktif dan karya nyata demi masa depan Pesawaran. Mengingatkan bahwa peringatan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga sebagai wujud rasa syukur atas keberlangsungan pembangunan yang telah diwariskan oleh para pendahulu,” kata Dendi, Kamis (17/07/2025).
Menurut Dendi, Momen ini adalah bentuk syukur kita karena masih diberikan kesempatan untuk mengabdi. Setiap capaian yang ada saat ini adalah hasil dari kerja keras mereka yang telah merintis jalan. Tugas kita adalah melanjutkannya dengan lebih baik.
“Pentingnya respons dan adaptasi terhadap tantangan zaman, agar Pesawaran dapat terus bertumbuh dan memberikan kesejahteraan yang merata bagi masyarakatnya,” ujarnya.
Ia menyebut bahwa keberhasilan pembangunan tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, unsur Forkopimda, perangkat daerah, serta dukungan masyarakat.
“Berbagai penghargaan yang kita raih adalah hasil kolaborasi. Namun, kita tidak boleh lengah karena masih banyak tantangan yang perlu kita jawab bersama,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang proaktif, responsif, dan efektif, apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat atas dukungan dan dedikasi yang telah diberikan dalam perjalanan 18 tahun Kabupaten Pesawaran.
“Insya Allah, ikhtiar kita bersama dibarengi doa seluruh elemen masyarakat Kabupaten Pesawaran, Allah SWT akan memudahkan dan membimbing kita dalam mewujudkan cita-cita kita bersama,” tutupnya. (zal)
