Meriah, UPTD SD Negeri 11 Geta Gelar Upacara HUT RI ke-80 dengan Penuh Semangat

0
Pesawaran (RN) – Suasana di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) SD Negeri 11 Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, yang terletak di Desa Suka Banjar terasa berbeda dari biasanya. Walau hari libur, halaman sekolah tetap ramai dipenuhi siswa-siswi, masyarakat Perangkat Desa Suka Bajar dan para santri Pondok Pesantren Quran dan Dakwah Alkarim. Yang datang dengan semangat tinggi untuk mengikuti upacara bendera memperingati Hari HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Dengan Tema, Perjuangan Masyarakat Papua dan Suku Dayak melawan Penjajah. Kepala UPTD SD Negeri 11 Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Leny Marlina, M.Pd mengatakan, semangat kemerdekaan tidak hanya sebatas perayaan tahunan. Lebih dari itu, nilai-nilai perjuangan harus diwujudkan dalam sikap positif sehari-hari, baik oleh siswa maupun guru. “Semangat kemerdekaan harus kita terapkan dalam belajar, bekerja, dan berperilaku sehari-hari. Anak-anak bisa meneladani perjuangan para pahlawan dengan rajin belajar dan berdisiplin, sementara guru memberikan teladan yang baik agar lahir generasi yang unggul dan berkarakter,” Kata Leny, Minggu (17/08/2025). Dirinya juga menjelaskan, Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa semangat kebersamaan dan nasionalisme bisa hidup dalam diri siswa-siswi sejak dini. “Masyarakat Papua dan suku Dayak memiliki sejarah panjang perjuangan melawan penjajah, baik Belanda maupun Jepang. Di Papua, perlawanan muncul dalam berbagai bentuk, termasuk gerakan Koreri,” ujarnya. “DiKalimantan, suku Dayak juga berjuang mempertahankan tanah adat dan hak-hak mereka, seperti yang terlihat dalam Perang Suku Dayak di Kalimantan Barat,” tambahnya. Sementara itu kepala Desa Suka Banjar Sunarto mengatakan, bangga dengan apa yang sudah pihak UPTD SD Negeri 11 lakukan dan ini adalah kali ke dua sekolah menampilkan penampilan dalam upacara kemerdekaan. “Kegiatan seperti ini selalu menjadi kejutan untuk masyarakat Suka Bajar, dan insyallah SD Negeri 11 Gedong Tataan yang berada di Desa Sukabanjar ini akan selalu dapat bekerjasama dengan baik tentunya, untuk kemajuan pendidikan dan mencetak generasi penerus khususnya anak- anak Desa Sukabanjar,” pungkasnya. (zal)

Kibarkan Merah Putih di Laut Mutun Pesawaran Pecahkan Rekor MURI

0
Pesawaran (RN) – Sebuah momen bersejarah tercipta di perairan Pantai Mutun, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran. Sebanyak 565 perenang berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) lewat kegiatan Upacara Bendera Merah Putih di Permukaan Laut oleh Perenang Terbanyak pada Sabtu, (16/8/2025). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang juga tercatat sebagai gubernur pertama di Indonesia yang menjadi inspektur upacara di permukaan laut. Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, beserta jajaran turut hadir langsung dalam moment bersejarah tersebut bersama dengan Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, jajaran pemerintah daerah, serta unsur TNI-Polri turut menambah khidmat perayaan kemerdekaan yang digelar dengan cara tak biasa ini. Dalam prosesi upacara, bendera pusaka dibawa oleh para perenang yang mengelilingi Pulau Tangkil. Setelah itu, bendera diserahkan kepada inspektur upacara untuk kemudian dikibarkan oleh tiga petugas, yakni Acmad Zulfikar S.E., Prof. Dr. Marselina, dan Sarkawi Salim. Momen pengibaran Merah Putih di atas laut ini dinilai menjadi simbol kuat akan keberanian, kebersamaan, serta inovasi dalam mengekspresikan nilai-nilai kemerdekaan. “Acara ini luar biasa. Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat. Upacara di permukaan laut adalah simbol keberanian, kebersamaan, dan wujud kecintaan kita kepada bangsa,” kata Gubernur Lampung dalam amanatnya. Selain sarat makna kebangsaan, kegiatan ini juga dinilai memiliki dampak positif terhadap promosi pariwisata. Gubernur menyebut bahwa Lampung, yang dikenal kaya akan potensi wisata bahari, akan terus mengembangkan sektor ini melalui program yang ramah lingkungan, inklusif, dan partisipatif. Ia berharap pencatatan rekor MURI ini kelak juga diakui sebagai rekor dunia, sekaligus menjadi catatan sejarah penting bagi Lampung. “Harapannya, Lampung tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata bahari nasional, tetapi juga menjadi pusat wisata berkelanjutan yang mendunia,” ujarnya. Keberhasilan pemecahan rekor ini tak lepas dari kerja sama berbagai pihak, baik dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Brigade Infantri 4/Marinir, Komando Militer XXI/Raden Intan, Kepolisian, hingga Komunitas Perenang Antar Pulau Lampung yang menjadi penggagas utama kegiatan. “Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol kebersamaan dan kreativitas masyarakat Lampung dalam merayakan kemerdekaan dengan cara yang inovatif unik dan bersejarah,” pungkas Gubernur Mirza. (Rizal)

Lomba kebersihan Antar Dusun, Kepala Desa Bernung Turun Langsung Kemasyarakat

Pesawaran (RN) – Dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia, Desa Bernung Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran menggelar lomba kebersihan antar Dusun. Penilaian lomba kebersihan dilakukan oleh tim juri dari Puskemas Bernung (16/8), yang mencakup berbagai aspek seperti kebersihan lingkungan, dan pekarangan rumah keterlibatan warga dalam menjaga kebersihan serta dekorasi dalam memeriahkan HUT RI ke-80 tahun 2025. Kepala Desa Bernung Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, Deswan menjelaskan, bahwa kegiatan lomba kebersihan lingkungan antar dusun, merupakan salah satu program atau kegiatan yang di sepakati dalam meriahkan HUT RI ke 80 Tahun 2025 “Kami sebelumnya rapat seluruh perangkat Desa Bernung dan sepakat dalam rangka HUT RI ke 80 ini mengadakan lomba kebersihan lingkungan tingkat dusun,” kata Deswan, saat diwawancarai usai melakukan penilaian di rumah warga, Sabtu (16/08/2025. Ia juga mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan bertujuan guna meningkatkan nasionalisme para warga, dengan kriteria yang dinilai yaitu memberdayakan warga untuk mencintai kebersihan lingkungan. “Tentunya ini semua untuk meningkatkan kekompakan dan menanamkan rasa cinta kepada desa, kemudian tentunya lebih luasnya yaitu mencintai tanah air,” paparnya. Dirinya juga menjelaskan, lomba kebersihan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, namun juga sebagai upaya membangun budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan masyarakat. “Saya ucapkan terimakasih, kepada warga masyarakat Bernung, yang telah mensupport kegiatan ini, ada berapa poin lomba kebersihan dari kebersihan lingkungan, jalan bersih, selokan bersih dan halaman bersih,” ujarnya. “Kami dari pemerintah Desa Bernung, mendorong masyarakat agar selalu menjaga kebersihan dan kerapihan lingkungan. Perlombaan ini bukan semata-mata mendapatkan hadiah, namun momentum ini, tepat, bahwa kita sudah merasakan kemerdekaan dan sampai saat ini kita menikmati kemerdekaan itu,” tambahnya. Sementara itu, Tim penilai dari Puskesmas Bernung, Lilis didampingi oleh perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat, mengatakan lomba kebersihan ini ada berapa katagori yang kita nilai seperti kebersihan dan kerapihan. “Nanti pemenang lomba kebersihan ini kita umumkan pada hari puncak 17 Agustus tahun 2025. Lomba Kebersihan Lingkungan tingkat dusun ini di ikuti sebanyak enam dusun,” kata Lilis. “Lomba kebersihan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, namun juga sebagai upaya membangun budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan, lomba ini menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap semangat gotong royong dan kepedulian lingkungan,” ujarnya. (Rizal)  

Bupati Dendi Kukuhkan 30 Anggota Paskibraka Kabupaten Pesawaran

Pesawaran (RN) – Sebanyak 30 putera-puteri terbaik Kabupaten Pesawaran resmi dikukuhkan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2025. Nanti nya 30 anggota paskibra bertugas mengibarkan Sang Merah Putih pada upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-80. Pengukuhan dipimpin langsung oleh Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, di Gedung Serba Guna (GSG) Pemkab Pesawaran, Jumat (15/8/2025). “Ke-30 anggota Paskibraka ini merupakan hasil seleksi ketat dari berbagai sekolah menengah se-Pesawaran. Sebelum resmi dikukuhkan, mereka menjalani masa karantina dengan pemusatan pendidikan dan pelatihan yang mencakup latihan fisik, keterampilan baris-berbaris, pembentukan karakter,” kata Dendi. Dendi menyebut, perjalanan menjadi anggota Paskibraka tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga membentuk kepribadian yang disiplin, mandiri, bermental kuat, serta bertanggung jawab. “Paskibraka bukan sekadar pembawa bendera, tetapi penjaga martabat bangsa. Kalian adalah calon pemimpin masa depan yang harus menjadi corong Pancasila, menjaga NKRI, dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Tugas mengibarkan dan menurunkan Sang Merah Putih adalah amanah besar yang memerlukan kesempurnaan, bahkan pada hal-hal terkecil. Oleh karena itu, Bupati menyebut, Keberhasilan pengibaran bendera nanti adalah wujud pengabdian kepada Pancasila dan NKRI. Mencium Sang Merah Putih adalah simbol kesetiaan dan cinta tanah air. “Saya berpesan agar para anggota Paskibraka terus mengembangkan diri, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki integritas, daya saing, dan semangat pantang menyerah untuk membangun Bumi Andan Jejama,” kata dia. Pengukuhan ini menjadi penutup rangkaian pembentukan Paskibraka sebelum bertugas pada peringatan kemerdekaan. Momen ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Pesawaran untuk terus berprestasi, menjaga persatuan, dan menanamkan semangat kebangsaan. “Melalui kesempatan ini, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada orang tua, para pelatih, tim pembina dan panitia atas segala upaya serta kesungguhan dalam membimbing, selama proses pemusatan pendidikan dan pelatihan bagi anggota Paskibraka Kabupaten Pesawaran,” tutup Bupati. (zal)

Pawai Obor Pesawaran Kobarkan Semangat Nasionalisme

0
Pesawaran (RN) – Ratusan pelajar dari berbagai sekolah memeriahkan Pawai Obor dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Pesawaran ke-18 sekaligus Hari Pramuka ke-64 tahun 2025, Rabu malam (13/8/2025). Meski diguyur gerimis, antusiasme peserta tidak surut. Pawai dimulai dari pelataran Masjid Agung Islamic Center Pesawaran dan berakhir di SMK Pelita Pesawaran dengan beragam penampilan seni dari siswa-siswi SMK Pelita. “Sepanjang rute, cahaya obor yang dibawa para pelajar menambah semangat nasionalisme dan suasana kehangatan masyarakat yang menyaksikan acara tahunan tersebut,” kata Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Pesawaran, Dendi Ramadhona. Ia juga mengapresiasi kepada seluruh peserta dan pihak yang terlibat. Ia mengajak generasi muda, khususnya anggota Pramuka, untuk memaknai sejarah pramuka, kemerdekaan Republik Indonesia, serta perjalanan terbentuknya Kabupaten Pesawaran. “Kegiatan ini dinilai selaras dengan kode kehormatan Gerakan Pramuka, seperti Dwi Satya, Tri Satya, Dwi Darma, dan Dasa Darma, yang menekankan pentingnya menolong sesama, mempersiapkan diri, dan ikut membangun masyarakat,” ujarnya. Dirinya juga menjelaskan, Pawai Obor tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana pendidikan karakter dan penumbuh semangat kebersamaan. Ia berharap tradisi ini dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan di masa mendatang. Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Pesawaran, Nanda Indira mengatakan, tujuan gerakan pramuka adalah membentuk generasi muda yang berakhlak, bermental tangguh, dan bijaksana. Pawai Obor ini memberikan gambaran tentang perjalanan dan semangat yang berkobar-kobar, seperti nyala api dan kebersamaan yang tinggi untuk mencapai satu tujuan. “Mari kita kobarkan semangat nasionalisme dan patriotisme dalam menjaga dan mempertahankan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia),” pungkasnya. (zal)

BAZNAS Pesawaran Perkuat Peran UPZ Desa untuk Penyaluran Zakat Tepat Sasaran

0
Pesawaran (RN) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran memperkuat peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) desa melalui penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada seluruh UPZ desa se-Kabupaten Pesawaran. Penyerahan secara simbolis dilakukan kepada UPZ Desa se-Kecamatan Teluk Pandan, bertempat di Aula Desa Hanura, Rabu (13/8/2025). Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran, Hi. A. Hamid S., SH., MM., menegaskan bahwa BAZNAS dan UPZ desa adalah garda terdepan dalam menyelesaikan persoalan umat, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan kesenjangan ekonomi. “BAZNAS menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada mustahik, sementara UPZ desa menjadi perpanjangan tangan BAZNAS di tingkat akar rumput. Dengan sinergi, penyaluran zakat bisa lebih tepat sasaran,” kata Hamid. Ia menjelaskan, BAZNAS memiliki mandat resmi untuk mengelola ZIS sekaligus mendorong program pemberdayaan ekonomi dan sosial. Sementara UPZ desa berperan aktif mengumpulkan dan menyalurkan zakat di wilayahnya, serta mendukung program pemberdayaan BAZNAS di tingkat desa. Hamid menambahkan, sinergi ini sejalan dengan visi BAZNAS Pesawaran yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan masyarakat yang maju, makmur, dan produktif. Prinsip yang dipegang adalah simbiosis mutualisme, hidup bersama saling memerlukan agar manfaat zakat dirasakan lebih luas, baik saat ini maupun di masa mendatang. Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan apresiasi kepada Desa Hanura yang tercatat sebagai desa dengan penghimpunan donasi Palestina terbesar di tingkat desa se-Kabupaten Pesawaran, yakni Rp18.450.000. “Ini bukti bahwa kesadaran masyarakat desa dalam berbagi sangat tinggi. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kelancaran kegiatan BAZNAS dalam menjalankan amanah,” tutupnya. (zal)

Pemkab Pesawaran Kembangkan Kapasitas TRC Penanggulangan Bencana

0
Pesawaran (RN) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Pengembangan Kapasitas Tim Reaksi Cepat( TRC ) Penanggulangan Bencana, Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten setempat, Rabu (13/08/2025). Bupati Pesawaran, yang diwakili Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pesawaran Sopyan Agani, menegaskan bahwa TRC bukan sekadar tim reaksi cepat di lapangan, melainkan pilar utama dalam mengurangi dampak bencana terhadap masyarakat. “Kapasitas teknis, koordinasi lintas sektor, serta kesiapan fisik dan mental personel TRC harus terus ditingkatkan. Pesawaran adalah wilayah dengan risiko bencana tinggi, sehingga kita tidak boleh lengah,” kata Sopyan Agani. Hari ini, pelatihan ini diikuti 31 peserta dari unsur OPD, kecamatan, dan BPBD Pesawaran. Para peserta mendapatkan materi terkait manajemen bencana, tugas pokok dan fungsi TRC, serta teknik kaji cepat dari narasumber BPBD Pesawaran dan BPBD Kabupaten Pringsewu. Sopyan menambahkan, pelatihan ini bertujuan mempersiapkan TRC agar selalu siaga dan mampu memberikan respons cepat pada setiap kejadian bencana. “Setelah pelatihan ini, diharapkan anggota TRC dapat menularkan pengetahuan serta memberikan dampak positif di lingkungan kerjanya masing-masing,” katanya. (zal)

Tahan Tewas di Polres Pesawaran, Ketua LPW: Propam Polda Lampung Harus Turun

Pesawaran (RN)- Terkait tewasnya salah seorang tahanan di Mapolres Pesawaran, Ketua Lampung Police Watch (LPW) MD Rizani meminta Propam Polda Lampung untuk turun ke bawah memeriksa kejadian tersebut.  “Harus segera turun melakukan pemeriksaan, faktanya ada orang meninggal dunia di tahanan,” ungkapnya, Rabu (13/8/2025) via sambungan suara. Ditambahkan Rizani, berdasarkan keterangan keluarga Almarhum bahwa yang bersangkutan sedang menjalani rehab BNN harus ditelusuri. “Jika almarhum ini sedang rehab dengan rekomendasi lembaga terkait dalam hal ini BNN, maka penangkapan kemarin itu salah, karena orang rehab itu korban narkoba yang harus disembuhkan,” tambahnya. Rizani juga meminta kepolisian responsif dalam menindaklanjuti masalah ini agar masyarakat jangan terbawa dalam dugaan-dugaan. “Kapolres harus terbuka memberikan keterangan kepada awak media tanpa berhasil, agar clear masalah ini,” ujarnya. (Red)

Enam PJ Kepala Desa di Pesawaran Resmi Dilantik

Pesawaran (RN) – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona melantik enam Penjabat (Pj) Kepala Desa di Gedung Serba Guna (GSG) Lamban Agung, Komplek Rumah Dinas Bupati Pesawaran, Rabu (13/8/2025). Pergantian ini dilakukan untuk memastikan keberlangsungan pemerintahan desa dan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal. Adapun nama-nama Pj Kepala Desa yang dilantik, Sopri Edwin, S.E – menggantikan Hasni Kurniawan, A.Md sebagai Pj Kepala Desa Khepong Jaya. Sebelumnya menjabat Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Padang Cermin. Nusrin Makbulloh, S.Pd.I – menggantikan Irhansyah sebagai Pj Kepala Desa Kertasana, Kecamatan Kedondong. Sebelumnya menjabat Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Kedondong. Ester, A.Md.Keb – menggantikan Hendrik Cahyono sebagai Pj Kepala Desa Bangun Sari, Kecamatan Negeri Katon. Sebelumnya bertugas sebagai bidan desa di Puskesmas Roworejo, Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran. Riyanto Jaya Nugraha, S.Sos – menggantikan Endro sebagai Pj Kepala Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng. Sebelumnya menjabat Pengawas Pemerintahan Muda pada Inspektorat Kabupaten Pesawaran. Firdaus, S.E – menggantikan Atin Supriyatin sebagai Pj Kepala Desa Sinar Jati, Kecamatan Tegineneng. Sebelumnya menjabat Sekretaris Kecamatan Tegineneng. •NS. Sahroni, S.Kep – menggantikan Eri Pribadi Putra, S.E sebagai Pj Kepala Desa Gunung Rejo, Kecamatan Way Ratai. Sebelumnya menjabat Koordinator Puskesmas Pembantu Desa Sumber Jaya, UPTD Puskesmas Bunut, Kecamatan Way Ratai. Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona mengatakan, pentingnya konsolidasi internal dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan desa. Bupati mengingatkan bahwa kepala desa memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga stabilitas, menyelesaikan berbagai persoalan di tingkat lokal, dan mempercepat pembangunan. “Saya berharap para kepala desa yang baru dilantik segera melakukan konsolidasi dengan semua pihak terkait. Kita diamanahkan untuk menjaga desa, menyelesaikan permasalahan yang ada, dan mengejar ketertinggalan,” kata Dendi. “Dengan pergantian kepemimpinan ini, Pemkab Pesawaran berharap roda pemerintahan desa dapat berjalan lebih efektif, program pembangunan lebih tepat sasaran, dan pelayanan publik semakin meningkat,” tambah dia. (zal)  

Satu Tahanan Polres Pesawaran Tewas Mendadak

0
Foto Ilustrasi

Pesawaran (RN) – Satu tahanan Polres Pesawaran tewas secara mendadak pada 27 Juli 2025 lalu di Rumah Sakit  GMC, Desa Tamansari, Kecamatan Gedong tataan.

Tahanan yang diketahui bernama Edo Januar (26) warga Pekon Sidoharjo Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu Lampung, itu mulanya ditangkap oleh aparat kepolisian pada 5 Mei 2025 di Kecamatan Negeri Katon atas dugaan penyalahgunaan narkotika.

Namun pada 27 Juli 2025, Edo dikabarkan meninggal dunia secara mendadak. Meninggalnya Edo menimbulkan tanda tanya, kenapa pemuda yang masih berstatus tahanan dan berada di kawasan Polres Pesawaran itu tiba-tiba tewas ?.

Setelah Edo meninggal mendadak, keluarga korban menaruh curiga kepada aparat Kepolisian Resor (Polres) Pesawaran.

Sebab, Edo tidak pernah punya riwayat penyakit tertentu. Keluarga tahanan mempertanyakan kepada kepolisian setempat penyebab meninggalnya korban.

Edi Sudarso, orang tua korban yang meninggal dunia mengungkap, anaknya ditangkap oleh anggota Polres Pesawaran di Kecamatan Negeri Katon, padahal anaknya sedang dalam program rehabilitasi BNN.

“Sudah beberapa minggu tidak pernah keluar rumah karena masih dalam masa rehab BNN, namun hari itu sekitar pukul 12.00 siang, anak saya tiba-tiba dikirim pesan oleh kawannya diajak keluar, dan membawa handphone saya ini,” terang Edi, Selasa (12/08/2025).

Orang tua korban juga mengatakan, berdasarkan keterangan korban, saat itu dia bersama temannya membeli narkotika, setelah membeli tiba-tiba ada polisi yang menangkap keduanya.

“Anak saya sudah bilang kepada polisi, kalau kami ditangkap, tangkap juga bandarnya, kemudian ada polisi yang bilang udah gak ada bandarnya, akhirnya anak saya dan kawannya dibawa ke Mapolres Pesawaran,” katanya.

Setelah anaknya diamankan ke Mapolres Pesawaran, dia diberikan informasi kalau anaknya ditangkap karena kasus narkoba. Mendapat kabar itu, Edi pun langsung bergegas menjenguk anaknya. Namun, setibanya di sana, justru dia dimintai uang oleh aparat kepolisian untuk membebaskan anaknya.

“Saat saya di Mapolres Pesawaran, ada polisi yang mendatangi saya dan meminta uang sejumlah Rp50 juta untuk membebaskan anak dan temannya tersebut,” ungkapnya.

Namun, karena Edi merasa tidak memiliki uang sejumlah yang diminta, maka dia tidak menyanggupi. Dia saat itu bilang, hanya punya uang sebanyak dua juta. Polisi pun menghardik, dengan menyebut ayah korban tidak peduli dengan anaknya.

Tak berhenti di situ, Edi juga menjelaskan, setelah dia pulang ke rumah, kakak dari kawan anaknya yang tertangkap, kembali dihubungi oleh polisi, dan meminta uang tebusan senilai Rp30 juta untuk mengurus keduanya.

“Saya juga gak tau, kenapa mereka yang mengejar kami, karena kami ini gak ada uang akhirnya kami tidak bisa menyanggupi permintaan dari pihak kepolisian tersebut,” terangnya.

Kemudian, Edi menuturkan, pada tanggal 27 Juli 2025, pihak keluarga mendapatkan informasi dari kepolisian, kalau anaknya sedang sakit dan orang tua diminta untuk hadir ke Rumah Sakit GMC.

“Saat saya sampai di GMC, saya langsung dikerumuni oleh polisi, sembari mereka bertanya: bapaknya udah tau belum, anaknya punya riwayat penyakit apa jantung ya pak?, kemudian saya jawab anak saya dari kecil sampai dengan saat ini tidak ada riwayat penyakit apa-apa pak,” tuturnya.

Tiba-tiba ada polisi yang mendatangi dia, dan mengatakan anak saya sudah meninggal dunia, lalu saat di dalam mobil ambulance dia disuruh tanda tangan oleh polisi. “Karena saya sudah kalut dan kondisi remang-remang saya tidak membaca surat tersebut dan akhirnya saya tanda tangan,” katanya.

Menurut Edi, pada malam ketujuh hari meninggal anaknya, polisi kembali mendatangi rumahnya, dan membawa surat pernyataan yang berisi narasi tidak akan menuntut atas kejadian yang menimpa anaknya.

“Saya sudah bilang kepada polisi itu, kalau memang anak saya meninggal dunia beneran karena sakit saya ikhlas, tapi kalau ada hal-hal diluar dari sakit pasti saya akan mencari kebenaran tentang kematian anak saya. Karena dalam surat pernyataan itu tidak dijelaskan kronologis lengkapnya anak saya meninggal dunia tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Supratikno Kepala Pekon Sidoharjo, Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu mengatakan, sejak awal penangkapan sampai dengan pemulangan jenazah pihak desa tidak diberitahukan.

“Mungkin kalau SOP nya harus ada pemberitahuan, tapi pada kenyataannya tidak ada satupun pemberitahuan, mulai saat ditangkap maupun saat pemulangan jenazah. Saya hadir itu karena saya selaku kepala desa ada warganya meninggal tentunya saya harus hadir dong,” katanya.

“Saya juga menyayangkan, sikap kepolisian yang tidak ada tembusan ke kami selaku pemerintah di tingkat desa, jalankan lah prosedur yang semestinya, jangan ujuk-ujuk ditangkap, lalu berselang beberapa bulan warga saya dikembalikan sudah tidak bernyawa,” katanya.

Menanggapinya, Kapolres Pesawaran AKBP. Heri Sulistyo Nugroho saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya hanya menjawab dengan pesan Whatsap nya.

“Saya masih dipolda pak sedang rakor dipolda, ada yg bisa dibantu untuk dikomunikasikan dengan kasat terkait. Boleh saya bantu biar kasat terkait yg menghubungi jika ada informasi yg diperlukan,” katanya melalui pesan WhatsApp.

AKBP. Heri juga mengeluhkan badan yang tidak sehat dan mempersilahkan wartawan menghubungi Kasat Reskrim Polres Pesawaran.

“Saya lagi kurang enak badan nih, jika ada hal urgent terkait informasi reskrim misalnya atau penanganan perkara, boleh bang saya ijinkan utk konfirmasi langsung ke kasat reskrim, nanti Kasat saya minta untuk hubungi,” pungkasnya. (Red)