Poto bersama kepala desa Rusaba Punduh Pedada dengan awak mediaPesawaran (RN) – Meski era digitalisasi terus merangsek ke seluruh penjuru negeri, masyarakat Desa Rusaba Kecamatan Punduh Pidada tetap bersabar meski daerahnya tidak memiliki signal handphone dan internet. Demikian dikemukakan Kepala Desa Rusaba Kecamatan Punduh Pidada Bahrudin dengan didampingi sejumlah aparatur desanya kepada wartawan, kamis (20/10/2022). “Disini jangan berharap ada signal ya, blangspot dan handphone atau laptop juga tidak bisa dipakai untuk internetan. Tapi, kami tetap bersabar, kalau kalau pihak yang berwenang segera membangun tower yang dapat mengakses signal sehingga informasi bisa lebih cepat kami terima, ” kata dia. Desa yang memiliki luas geografis 1.210 Hektar dengan 686 jiwa penduduk yang tersebar di 3 dusun dan 7 RT tersebut juga memiliki endemik nyamuk malaria yang kerap menyerang warganya. “Malaria ini dimungkinkan nyamuk yang bersarang di limbah tambak, karena dilingkungan warga terus dilakukan fogging dan obat untuk membunuh nyamuk atau jentik nyamuk. Kalau lagi musim, ya banyak yang kena malaria, ” tutur dia. Pada umumnya, masyarakat Desa Rusaba beraktifitas di kebun, sawah dan sebagai nelayan. Kemudian, diwaktu senggangnya dipergunakan untuk berlatih kesenian tradisional seperti seni tarian rudat, seni tari pencak, kuda kepang serta seni tradisional lainnya. “Destinasi wisata kami ya ada pantai dan seni budaya, tapi tradisional. Kami terus mendorong dan membinanya, namun untuk promosi kan kami disini terkendala dengan signal atau blangspot jadi ya kurang maksimal, ” ucap dia. Untuk pelayanan kesehatan secara umum tertangani oleh tenaga kesehatan yang ada, karena penanganan pencegahan malaria dapat dilakukan bersama sama masyarakat. Dan, untuk pendidikan juga tidak ada masalah karena desa tersebut memiliki 1 SD Negeri dan 2 PAUD. “Untuk kerajinan atau home industry, ada beberapa warga yang membuat kerajinan Hatok atau atap, sulam tapis, kecandang atau tas yang terbuat dari bambu. Nah, kerajinan ini juga masih hanya dibeli oleh warga sekitaran aja, karena masih terkendala dengan pangsa pasar, ” ungkapnya. Ia juga berharap, kedepan desanya dapat lebih berkembang disegala bidangnya. Terlebih, adanya tambak udang milik pengusaha besar yang masih belum ada kontribusi bagi kemajuan desa. “Memang desa ini ada yang memiliki usaha tambak udang dengan luas areal sekitar 100 hektar, namun belum ada koordinasi yang dapat membantu perkembangan desa. Kepada pihak terkait, kami juga berharap adanya peningkatan infrastruktur sehingga membantu perekonomian warga, ” tegas dia. Menanggapinya, Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Teknologi serta Persandian Kabupaten Pesawaran Jayadi Yasa mengatakan bahwa tentang masih adanya beberapa desa yang blangspot, pemerintah terus berupaya mencari solusinya. “Kemarin pandemi corona itu sangat mempengaruhi, mudah-mudahan, kedepan tidak ada lagi blangspot di wilayah Kabupaten Pesawaran. Kita sedang galakan digitalisasi, baik di desa kecamatan serta OPD atau pemda. Nah, pembangunan tower provider di areal yang masih blangspot rencananya segera dibangun, karena perencanaannya sudah dilakukan beberapa tahun sebelumnya hanya kemarin kan pandemi, jadi ya harap maklum, ” kata dia. (Rizal)
Bunga Pelastik Berbahan Limbah Hasil Karya Warga Sukajaya Kecamatan Punduh PedadaPesawaran – (RN), Kesenian tradisional dan budaya serta kerajinan bunga plastik berbahan baku limbah menjadi destinasi wisata Desa Sukajaya Kecamatan Punduh Pidada. Kepala Desa Sukajaya Kecamatan Punduh Pidada Sa’adi Yusuf mengatakan bahwa pariwisata yang banyak daerah lain galakan umumnya mengandalkan keindahan alam, namun kesenian juga tidak kalah menarik. “Desa kami belum menggali potensi alam sebagai destinasi wisata, kami masih terus membina dan mendorong seni tarian, seni rebana atau betabuh, rudat serta kuda kepang untuk dilestarikan. Setiap minggu mereka berlatih, agar ketika ada pentas dapat maksimal, ” kata Sa’adi Yusuf, Rabu (19/10/2022). Menurut Sa’adi Yusuf yang banyak memiliki bisnis tersebut, tidak hanya seni dan budaya lokal yang menjadi daya tarik, namun kalangan remaja juga memiliki karya rumahan yang hasilnya sangat indah dan memiliki estetika seni rupa yang tinggi.Poto bersama kepala Desa Sukajaya dengan perangkat desa dan awak media“Anak remaja yang dikelola melalui karang taruna membuat kerajinan tangan berupa bunga plastik yang bahan bakunya dari limbah. Jadi, kita manfaatkan limbah menjadi karya seni yang indah, hanya saja belum memiliki pangsa pasar yang konsisten, ” ujar dia. Ia juga menerangkan bahwa dengan luasan geografis 1.050 Hektar dan jumlah penduduk 824 jiwa yang terdiri dari 456 perempuan dan 368 laki-laki, Desa Sukajaya dengan 3 Dusun dan 6 RTnya terus melakukan berbagai inovasi guna mengembangkan daerahnya sehingga kedepannya lebih sejahtera masyarakatnya. “Memang tidak mudah, tapi kami terus berupaya bagaimana caranya agar perekonomian masyarakat dapat lebih meningkat. Selain home industry, kami juga memiliki perkebunan dan peternakan sebagai salah satu sumber kehidupan, ” terang Sa’adi Yusuf yang juga pemilik ribuan tanaman bonsai. Untuk itu, lanjutnya, pembangunan kedepan masih fokus pada infrastruktur yang ada di lahan perkebunan sehingga dapat membantu melancarkan masyarakat dalam mengangkut hasil kebun. “Kedepan masih soal infrastruktur, terutama jalan disekitaran kebun. Kalau jalan sudah bagus, masyarakat tidak kesulitan dalam mengangkut hasil bumi karena ini sangat mempengaruhi harga komoditi. Nah, kalau jalan bagus tentunya biaya angkut dapat lebih murah dan hasil panen bisa lebih cepat dijual, ” ujar dia. Kemudian, soal pendidikan juga terus ditingkatkan agar kedepan tidak ada lagi yang tidak menyelesaikan pendidikan minimal 12 tahun. Sementara, TK dan PAUD masih menjadi sarana karena SD dan SMP bisa dijangkau di desa sebalahnya. “Kita berharap kedepan anak anak setidaknya menyelesaikan pendidikan 12 tahun, syukur ya ada yang pada ke perguruan tinggi dan kembali ke desa membangun desanya, ” tutur dia. Ia juga sangat berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung bahkan pemerintah pusat dapat membantu meningkatkan infrastruktur serta hal lainnya. “Terutama infrastruktur, kami sangat berharap pihak yang memiliki kebijakan tersebut dapat mempercepat dalam membantu masyarakat desa khususnya Desa Sukajaya, ” tegas dia. Menanggapinya, Samsudin salah satu warga setempat juga mengatakan bahwa pembangunan secara umum sekarang lebih ada peningkatan jika ditengok ke puluhan tahun sebelumnya. “Alkhamdulillah, kalau sekarang akses jalan sudah ada peningkatan jika dibandingkan puluhan tahun lalu. Mudah-mudahan, nantinya pemerintah dapat memperhatikan jalan dan membangunnya jadi lebih bagus lagi. Kan, sekarang sudah tidak pandemi lagi artinya negara sudah bisa fokus pada pembangunan secara fisik, ” kata dia. (Rizal)
Pesawaran (HO) – SDN Negeri 5 Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran melakukan kegiatan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H yang bertema meneladani akhlak nabi Muhammad Saw dan meningkatkan cinta kepada rasulullah yang di gelar di ruang kelas SDN setempat.
Nurhayanah, S. Pd selaku Kepala SDN 5 Teluk Pandan mengatakan, acara maulid nabi Muhammad SAW 1444 H tersebut di hadiri oleh komite sekolah, dan segenap dewan guru pengawas SDN dan penceramah Ustadz Suhandi dari Desa Sidodadi.
“Juga oleh seluruh orang tua murid dari kelas 1 Sampai 6,” terang Nurhayanah, S. Pd Kepsek SDN 5, Kepada Handalonline.com Rabu (19/10/2022).
Kepala Sekolah Nurhayanah, S. Pd juga menyampaikan kepada Siswa,Siswi dengan adanya kegiatan ini harapannya kepada anak-anak dapat mencontoh suri teladan dari Nabi Muhammad SAW dan diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di rumah.
“Alhamdulilah wali murid juga sangat antusias dalam mendukung kegiatan artinya senang karena selama masa pandemi tidak ada kegiatan,” ujar Kepsek
Nurhayanah, S. Pd.
Nurhayanah, S. Pd juga mengatakan semoga SDN 5 Teluk Pandan bisa lebih baik lagi untuk kemajuan sekolah dan agar didukung oleh masyarakatnya juga sehingga bisa bekerja dengan baik dan tenang karena mendapat dukungan dari masyarakatnya karena itu semua faktor suksesnya dalam memberi dan mengajari anak-anak sehingga terjadi nya kegiatan belajar mengajar yang baik.
“Saya juga berpesan kepada segenap dewan guru dalam proses pembelajaran semoga selalu semangat dalam proses pembelajaran dengan menggunakan untuk mencari informasi karena saat ini semua sudah sudah menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jadi semua dewan guru harus melengkapi satu sama lain selalu kompak agar terjalin nya kekeluargaan yang semakin erat,” pungkas Kepsek Nurhayanah, S. Pd. (Indra Jaya)
Pesawaran (HO) – Guna Meningkatkan Perekonomian warga Desa Kota Jawa Kecamatan Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran akan segera membuka wisata dua Pulau, Pulau Khelok dan Pulau Lunik yang ada di desa setempat.
“Dalam waktu dekat ini kami masyarakat Desa Kota Jawa akan segera membuka dua Pulau yang ada di desa ini dan pengelolahan masyarakat setempat,” kata Kepala Desa Kota Jawa Reva Naro saat di jumpai di ruang kerjanya, rabu (19/10/2022).
Desa kota Jawa ini lanjut Reva Naro, berpotensi wisatanya sangatlah baik, dan ini akan menjadi salah satu Icon wisata kabupaten Pesawaran, yang sebelumnya pulau Pahawang.
“Mudah- mudahan niat baik masyarakat Kota Jawa ini bisa terwujud dan biasa menopang perekonomian masyarakat setempat kerena akses jalan menuju Dusun 4 bisa di lalui kendaran roda empat, jarak tempuh dari desa kepulau tersebut hanya 10 menit mengunakan kapal getek (kapal kecil-red),” ujarnya.
Dirinya juga menjelaskan, selain akan di bukanya dua pulau tersebut Desa Kota Jawa memiliki program unggulan yaitu, meningkatan sumber daya manusia (SDM) dan membangun gedung Tempat Pengajian Anak (TPA).
“Saya fokuskan pembangunan gedung TPA agar anak- anak desa Kota Jawa bisa sedini mungkin belajar tentang agama, dan itu buat bekal mereka di kemudian hari,” ucapnya.
Ia juga mengatakan Desa Kota Jawa memiliki Usah Mikro Kecil Menengah (UMKM) pengelolahan kulit pisang menjadi keripik yang terdiri berapa kelompok.
“Alhamdulilah UMKM di Desa Kota Jawa sudah berjalan dan di kerjakan berapa kelompok, dan dikerjakan langsung oleh ibu- ibu PKK dan untuk pemasaran hasil UMKM sementara ini kami masaiah melalui media sosial,” ujarnya.
Menurutnya, masih ada beberapa kendala yang dihadapi pihaknya, dalam mempromosikan kerajinan tangan yang dihasilkan oleh desanya, salah satunya kondisi jalan yang kondisinya sangat memprihatinkan.
“Infrakstruktur terutama jalankan menjadi salah satu faktor pendukung dalam kemajuan suatu daerah, kalau jalan ditempat kami sudah bagus tentunya dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di desa kami, karena akses jalan bagus perekonomian juga bagus,” pungkasnya. (Red)
Pesawaran (HO) – Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Pesawaran, melakukan sosialisasi penghapusan data kendaraan bermotor tahun 2022, hal ini sebagai tindaklanjut akan diberlakukannya Pasal 74 UU No. 22 Tahun 2009, tentang penghapusan data kendaraan bermotor, bahwa kendaraan yang mati STNK telat pajak 2 tahun dapat dicabut/dihapus registrasinya dan tidak dapat didaftarkan ulang alias bodong.
Kepala UPTD Pendapatan Wilayah VIII Samsat Pesawaran Dimas Aditya mengatakan, sosialisasi ini dilakukan guna memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi yang lebih detail mengenai Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2022.
“Kami terus mengingatkan kepada masyarakat agar tertib melakukan pembayaran pajak kendaraan, dan registrasi ulang serta segera lakukan balik nama untuk kendaraan bekas, karena bila terjadi penunggakkan pajak selama 5 tahun, ditambah 2 tahun selanjutnya, maka seluruh data yang ada di Samsat akan terhapus dan kendaraan itu tidak bisa lagi diurus,” terangnya saat melakukan sosialisasi di Pasar Hanura Kecamatan Teluk Pandan. Rabu (19/10/2022).
Dirinya mengingatkan, setelah melakukan sosialisasi ini, masyarakat dapat segera membayar pajak kendaraan bermotor apabila telah habis masa berlakunya.
“Ini penegakkan hukum yang tidak main–main, karena semua pihak sudah berkomitmen bahwa penerapan pasal 74 UU No. 22 Tahun 2009 akan segera dilaksanakan. Oleh karena itu, untuk saat ini kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar kendaraan yang mereka miliki tidak mengalami pembodongan,” jelas dia.
“Dan saya juga berpesan kepada para masyarakat yang telah mengetahui informasi ini, untuk menyampaikan himbauan tentang aturan ini kepada kerabat dan lingkungan pengendara agar yang menunggak dapat segera membayar pajaknya dengan segera,” kata dia.
Menurutnya, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menggandeng pihak kepolisian khususnya Satlantas Polres Pesawaran, untuk bersama-sama mensosialisasikan Pasal 74 UU No. 22 Tahun 2009, kepada masyarakat khususnya yang ada di Kabupaten Pesawaran.
“Kita akan segera berkoordinasi, agar segera dapat menggelar sosialisasi besar-besaran kepada masyarakat, diharapkan kedepannya masyarakat menjadi lebih taat lagi dalam pembayaran pajak,” pungkasnya. (Red)
Pesawaran (RN) – Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Pesawaran, melakukan sosialisasi tindaklanjut akan diberlakukannya Pasal 74 UU No. 22 Tahun 2009, bahwa kendaraan yang mati STNK telat pajak 2 tahun dapat dicabut/dihapus registrasinya dan tidak dapat didaftarkan ulang.Kepala UPTD Pendapatan Wilayah VIII Samsat Pesawaran Dimas Aditya mengatakan, sosialisasi ini dilakukan guna memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi yang lebih detail mengenai Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2022.“Kami terus mengingatkan kepada masyarakat agar tertib melakukan pembayaran pajak kendaraan, dan registrasi ulang serta segera lakukan balik nama untuk kendaraan bekas, karena bila terjadi penunggakkan pajak selama 5 tahun, ditambah 2 tahun selanjutnya, maka seluruh data yang ada di Samsat akan terhapus dan kendaraan itu tidak bisa lagi diurus,” ujarnya saat melakukan sosialisasi di Pasar Hanura Kecamatan Teluk Pandan. Rabu 19 Oktober 2022.Dirinya mengingatkan, setelah melakukan sosialisasi ini, masyarakat dapat segera membayar pajak kendaraan bermotor apabila telah habis masa berlakunya.“Ini penegakkan hukum yang tidak main–main, karena semua pihak sudah berkomitmen bahwa penerapan pasal 74 UU No. 22 Tahun 2009 akan segera dilaksanakan. Oleh karena itu, untuk saat ini kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar kendaraan yang mereka miliki tidak mengalami pembodongan,” ujar dia.“Dan saya juga berpesan kepada para masyarakat yang telah mengetahui informasi ini, untuk menyampaikan himbauan tentang aturan ini kepada kerabat dan lingkungan pengendara agar yang menunggak dapat segera membayar pajaknya dengan segera,” kata dia.Menurutnya, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menggandeng pihak kepolisian khususnya Satlantas Polres Pesawaran, untuk bersama-sama mensosialisasikan Pasal 74 UU No. 22 Tahun 2009, kepada masyarakat khususnya yang ada di Kabupaten Pesawaran.“Kita akan segera berkoordinasi, agar segera dapat menggelar sosialisasi besar-besaran kepada masyarakat, diharapkan kedepannya masyarakat menjadi lebih taat lagi dalam pembayaran pajak,” katanya. (Red)
Pesawaran (RN) – Guna Meningkatkan Perekonomian warga Desa Kota Jawa Kecamatan Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran akan segera membuka wisata dua Pulau, Pulau Khelok dan Pulau Lunik yang ada di desa setempat.“Dalam waktu dekat ini kami masyarakat Desa Kota Jawa akan segera membuka dua Pulau yang ada di desa ini dan pengelolahan masarakat setempat,” kata Kepala desa Kota Jawa RevaNaro saat di jumpai di ruang kerjanya,Rabu (19/10/2022).Desa kota Jawa ini lanjut RevaNaro, berpotensi wisatanya sangatlah baik, dan ini akan menjadi salah satu Icon wisata kabupaten Pesawaran, yang sebelumnya pulau Pahawang.“Mudah- mudahan niat baik masyarakat Kota Jawa ini bisa terwujud dan biasa menopang perekonomian masarakat setempat kerena akses jalan menuju Dusun 4 bisa di lalui kendaran roda empat, jarak tempuh dari desa kepulau tersebut hanya 10 menit mengunakan kapal getek (kapal kecil) ,” ujarnya.Dirinya juga menjelaskan, selain akan di bukanya dua pulau tersebut Desa Kota Jawa memiliki perogram unggulan yaitu, meningkatan sumber daya manusia (SDM) dan membangun gedung Tempat Pengajian Anak (TPA).“Saya fokusakan pembanguna gedung TPA agar anak- anak desa Kota Jawa bisa sedini mukin belajar tentang agama, dan itu buat bekal mereka di kemudian hari,” ucapnya.Ia juga mengatakan Desa Kota Jawa memiliki Usah Mikro Kecil Menengah (UMKM) pengelolahan kulit pisang menjadi keripik yang tediri berapa kelompok.“Alhamdulilah UMKM di Desa Kota Jawa sudah berjalan dan di kerjakan berapa kelompok, dan dikerjakan langsung oleh ibu- ibu PKK dan untuk pemasaran hasil UMKM sementara ini kami masaih melalui media sosial,” ujarnya.Menurutnya, masih ada beberapa kendala yang dihadapi pihaknya, dalam mempromosikan kerajinan tangan yang dihasilkan oleh desanya, salah satunya kondisi jalan yang kondisinya sangat memprihatinkan.“Infrakstruktur terutama jalankan menjadi salah satu faktor pendukung dalam kemajuan suatu daerah, kalau jalan ditempat kami sudah bagus tentunya dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di desa kami, karena akses jalan bagus perekonomian juga bagus,”pungkasnya. (Red)
Pesawaran (HO) – Warga Desa Bangun Rejo, Kecamatan Punduh Pedada sangat mengharapkan pembangunan jembatan penghubung antar dusun, hal ini diungkapkan oleh Herliyanto Kepala Desa Bangun Rejo, Kecamatan Punduh Pedada.
“Masyarakat disini hampir sebagian besar bekerja sebagai pedagang dan berkebun,” ungkapnya, Kamis kemarin.
Kendati demikian, kata dia, terkadang masyarakat terkendala ketika musim penghujan, dimana ada salah satu akses yang tidak biasa dilalui karena tidak adanya jembatan.
“Harapan kami ada pembangunan jembatan antar dusun, karena jalan itu biasa dilewati masyarakat untuk menurunkan hasil bumi, bahkan anak sekolah juga lewat jalan itu,” ungkapnya.
Selain itu, Herliyanto juga mengatakan masyarakat didaerahnya mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih. “Ada juga di Dusun satu, mengalami kesulitan air bersih, kita sudah mengajukan pembangunan sumur bor, tapi belum terealisasi,” katanya.
Disisi lain, Herliyanto juga mengaku jika saat ini dirinya tengah fokus dalam pengembangan pariwisata. “Untuk potensi saat ini yang masih kita kembangkan diantaranya bumi perkemahan, namun sekarang masih proses pengembangannya,” ujarnya.
“Di Bidang pertanian kami termasuk salah satu penghasil kopi, tapi memang untuk pemasarannya kita belum maksimal, makanya BUMDes kita juga arahkan untuk pengembangannya,” pungkasnya. (Red)
Pesawaran (HO) – Sebanyak 27 desa yang berada di 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Pesawaran, akan menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak pada bulan Desember mendatang.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pesawaran Zuriadi mengatakan, pihaknya telah memetakan beberapa daerah yang memiliki tingkat kerawanan dalam pilkades serentak yang akan digelar.
“Pastinya dalam setiap pilkades akan selalu ada gesekan, namun kitakan sudah mempersiapkan segala kemungkinan yang bisa saja terjadi, dan kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak pihak terkait, seperti TNI Polri untuk memastikan pelaksanaan pilkades ini berjalan dengan baik dan kondusif,” terangnya, Selasa (18/10/2022).
Dirinya mengatakan, dari sebanyak 27 desa yang akan menggelar pilkades, hanya terdapat satu desa yang memiliki calon lebih dari lima orang.
“Saat inikan sudah masuk dalam tahapan verifikasi tingkat kabupaten, dan terdapat satu desa yang memiliki calon lebih dari lima yaitu Desa Sukajaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan, rencananya pada tanggal 1 bulan depan kita akan menggelar Computer Assisted Test (CAT) untuk desa tersebut,” jelas dia.
Menurutnya, pada pelaksanaan Pilkades serentak yang akan digelar pada 17 Desember 2022 mendatang, pihaknya masih tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
“Kalau untuk pelaksanaannya, tentu kita akan tetap menerapkan prokes seperti pelaksanaan pilkades serentak sebelumnya, hal ini guna menjamin tidak adanya klaster penyebaran virus covid-19 pada pelaksanaan Pilkades serentak,” kata dia.
“Saya berharap, dalam pelaksanaan Pilkades ini dapat memunculkan kades-kades yang berkompeten dan memiliki visi misi yang sifatnya membangun desanya masing-masing ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Diketahui, 27 desa yang akan menggelar pilkades tersebut berasal dari 10 kecamatan, dan hanya Kecamatan Tegineneng saja yang desanya tidak ikut menggelar pelaksanaan Pilkades serentak. (Red)
Pesawaran (HO) – Kantor Agraria dan Tata Ruang – Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN) Kabupaten Pesawaran menyerahkan 100 sertipikat tanah kepada masyarakat Desa Way Layap, Kecamatan Gedong Tataan.
Penyerahan sertipikat tanah tersebut berdasarkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada seluruh masyarakat di desa se Indonesia.
Dalam hal ini, Kepala Kantor ATR-BPN Kabupaten Pesawaran, Aan Rosmana yang diwakili Wakil Ketua Yuridis, Safiin mengatakan, penyerahan sertipikat tersebut sebetulnya berjumlah 124 sertifikat, namun saat ini yang diberikan hanya sebanyak 100 sertifikat.
BPN Pesawaran Serahkan 100 Sertipikat PTSL Kepada Warga Desa Way Layap
“Sisanya sedang diproses, karena memang ada beberapa yang harus dilengkapi dulu,” ujarnya, di Balai Desa Way Layap, Selasa (18/20/2022).
Dijelaskannya, persyaratan pengambilan sertipikat tersebut harus menunjukkan fotocopy KTP dan KK yang diserahkan oleh pemiliknya.
“Kalau pengambilannya mau diwakilkan, harus menyertakan surat kuasa dulu, sebagai prosedur karena memang semuanya akan kita laporkan ke kantor,” jelasnya.
Disamping itu, Kepala Desa Way Layap, Ismed Inanu yang diwakili Sekretaris Desa (Sekdes), M. Aris mengucapkan terima kasih kepada pihak ATR-BPN yang telah membantu proses pembuatan sertifikat tanah milik masyarakat desa setempat.
“Serta diimbau juga kepada seluruh penerima agar dapat menjaga sertipikat nya dengan baik, jangan ditaruh sembarang apalagi di pinjamkan kepada orang yang tidak dikenal, intinya di jaga baik-baik sertipikat tersebut,” ujarnya.
Melengkapi, salah satu penerima sertifikat PTSL, Jariah (47) warga Desa Way Layap Dusun induk mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan kepadanya dan beberapa masyarakat desa lainnya.
“Makasih banyak, ini sangat membantu, walaupun memang ada uang dikeluarkan, yakni sebesar Rp. 250.000,” pungkasnya. (Red)