Bantu Masyarakat Dampak Inflasi, Bupati Pesawaran Beri Bantuan Beras Premium

Pesawaran (HO) – Dalam menghadapi Dampak Inflasi, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran berikan bantuan beras premium kepada seluruh masyarakat di Bumi Andan Jejama.

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan, beberapa waktu lalu pemerintah telah menaikkan harga BBM. Hal itu tentunya berdampak pada hampir semua sektor, termasuk juga menjadi salah satu faktor penyumbang naiknya biaya produksi di pasaran, sehingga perusahaan akan menaikkan harga jual barang hingga menurunnya daya beli masyarakat.

“Maka dari itu, menindaklanjuti Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor: 134/PMK.07/2022 tentang Belanja Wajib Dalam Rangka Penanganan Dampak Inflasi Tahun 2022 serta Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI Nomor: 840/5412/SJ tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Belanja Bantuan Sosial dalam tentang Rangka Pengendalian Inflasi di Daerah, dengan ini kami Pemkab Pesawaran melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) memberikan bansos beras premium kemasan sebanyak 5 Kg,” terang Dendi Ramadhiona, saat memberikan bantuan secara simbolis di Balai Desa Bagelen, Kamis (20/10/2022).

Dijelaskan, bantuan tersebut nantinya ditujukan kepada seluruh masyarakat, mulai dari yang berprofesi sebagai tukang ojek, nelayan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pedagang kecil, hingga sopir angkot.

“Yang mana, masyarakat tersebut dipilih dan didata langsung oleh tim dari DKP dengan jumlah total penerima sebanyak 17.696 orang, namun untuk saat ini yang diberikan di Kecamatan Gedong Tataan sebanyak 4.401 orang dengan jumlah beras sebanyak 22.005 Kg,” jelasnya.

“Sisanya akan diberikan secara bertahap setiap bulannya hingga bulan Desember mendatang,” timpalnya.

Selain itu, Dendi juga mengimbau kepada stakeholder terkait, seperti DKP, Kecamatan dan Kelurahan agar dapat membantu dalam pendstibusiannya agar bantuan tersebut dapat berjalan lancar dan sukses.

“Dan saya berharap, penyaluran bantuan ini dapat dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran agar dapat segera diterima dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh seluruh masyarakat,” kata dia.

Disamping itu, salah satu penerima warga Desa Bagelen, Atmini (37) mengungkapkan rasa senang dan terima kasih kepada Pemkab Pesawaran yang telah memberikan bantuan berupa beras kepada masyarakat.

“Dan semoga bantuan ini tetap ada secara terus menerus serta juga pembagiannya dapat merata ke seluruh masyarakat lainnya,” pungkasnya. (Red)

Kejari Pesawaran Musnahkan Sabu-sabu Sebanyak 66, 58298 Gram, 68 tablet ekstasi

Pesawaran (HO) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pesawaran bersama instansi terkait melakukan pemusnahan barang bukti tindak pidana narkotika dan tindak pidana umum lainnya yang telah berkekuatan hukum tetap. Kepala Kejari Pesawaran, Diana Wahyu Widiyanti mengatakan, kegiatan pemusnahan barang bukti itu merupakan kegiatan yang kedua kalinya pada tahun 2022 ini. “Ini kegiatan kita yang kedua kalinya, perkara sejak bulan Juni sampai dengan Oktober dengan jumlah kasus 69 perkara, dengan rincian 48 perkara narkotika, 19 perkara Oharda, dua perkara Kamnegtibum,” terangnya saat memusnahkan barang bukti perkara di halaman kantor Kejari Pesawaran. Kamis (20/10/2022). Dirinya mengatakan, dari barang bukti yang dimusnahkan perkara narkotika masih paling dominan untuk di Kabupaten Pesawaran, hal ini tentu menjadi atensi semua stekholder yang hadir untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa khsusus nya di Kabupaten Pesawaran. “Pada hari ini saja kita memusnahkan sebanyak 66, 58298 gram sabu-sabu, 68 tablet ekstasi, 24,67 gram tembakau sintetis. Harus diketahui oleh yang hadir pada hari ini penyalahgunaan narkotika ini bukan hanya di Pesawaran saja mungkin juga di daerah lain narkotika masih menjadi kasus yang mendominasi, oleh sebab itu ini harus menjadi perhatian kita semua, untuk menjaga anak-anak kita dari penyalahgunaan narkotika,” ujar dia. “Untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkotika bagi kaum milenial ataupun anak-anak muda di Pesawaran, kami memiliki program jaksa masuk sekolah dan juga jaksa sahabat desa, yang mana didalamnya kita memberikan materi terkait bahayanya narkotika ini. Karena bagi orang yang terkena narkoba pilihannya hanya ada dua kalau tidak masuk penjara ya masuk liang lahat,” kata dia. Menurutnya, dalam mensosialisasikan bahaya narkoba kepada para remaja perlunya peran aktif dari para orang tua dan juga masyarakat lainnya, untuk mengawasi anak-anaknya maupun lingkungan ditempat tinggalnya. “Sudah menjadi tanggungjawab kita bersama untuk melakukan segala upaya guna mencegah dan meminimalisir segala bentuk penyalahgunaan narkoba dan segala bentuk kejahatan lainya. Segera laporkan kepada pihak berwajib apabila dilingkungannya terdapat peredaran narkoba,” pungkasnya. (Red)

Kejari Pesawaran : Penikmat Narkoba Antara Dua, Masuk Penjara Atau Masuk Liang Lahad

0

Pesawaran (RN) – Bagi penikmat Narkoba hanya ada dua pilihan yaitu kalu engak masuk penjara atau masuk liang lahad, Hal itu di katakan kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pesawaran Diana Wahyu Widiyanti saat mengelar pemusnahan barang bukti dari tindak pidana umum yang telah memiliki kekuatan hukum tetap, Kegiatan diadakan di halam kejari, kamis (20/10/2022).

“Hari ini kita memusnahkan sebanyak 66, 58298 gram sabu-sabu, 68 tablet ekstasi, 24,67 gram tembakau sintetis. Harus diketahui oleh yang hadir pada hari ini penyalahgunaan narkotika ini bukan hanya di Pesawaran saja mungkin juga di daerah lain narkotika masih menjadi kasus yang mendominasi, oleh sebab itu ini harus menjadi perhatian kita semua, untuk menjaga anak-anak kita dari penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, perkara paling dominan kasus penyalahgunaan narkoba. Selain itu, pemusnahan dilakukan pula untuk menghindari risiko penumpukan barang bukti yang telah berkekuatan hukum tetap dan jangan sampai barang- barang bukti tersebut di salah gunakan oleh oknum – oknum orang yang tidak bertanggung jawab.

Penyalahgunaan narkoba lanjutnya, masih menjadi raking pertama di kabupaten pesawaran terutama para remaja, di sini kejaksaan bekerja sama dengan Polres Pesawaran dan dinas Kesehatan. kegiatan ini yang kedua kalinya, perkara sejak bulan Juni sampai dengan Oktober dengan jumlah kasus 69 perkara, dengan rincian 48 perkara narkotika, 19 perkara Oharda, dua perkara Kamnegtibum,

“Kejari pesawaran, selalu menyosialisasikan kepada pemuda pemudi, seperti jaksa masuk sekolah dan jaksa masuk desa,Kerena Narkoba cuma ada dua pilihan, masuk penjara atau masuk liang lahad,” ucapnya.

Menurutnya, dalam mensosialisasikan bahaya narkoba kepada para remaja perlunya peran aktif dari para orang tua dan juga masyarakat lainnya, untuk mengawasi anak-anaknya maupun lingkungan ditempat tinggalnya.

“Sudah menjadi tanggungjawab kita bersama untuk melakukan segala upaya guna mencegah dan meminimalisir segala bentuk penyalahgunaan narkoba dan segala bentuk kejahatan lainya. Segera laporkan kepada pihak berwajib apabila dilingkungannya terdapat peredaran narkoba,” katanya. (Rizal)

Signal Tidak Ada, Warga Rusaba Punduh Pedada Harapkan Pembangunan Tower

0
Poto bersama kepala desa Rusaba Punduh Pedada dengan awak media
Pesawaran (RN) – Meski era digitalisasi terus merangsek ke seluruh penjuru negeri, masyarakat Desa Rusaba Kecamatan Punduh Pidada tetap bersabar meski daerahnya tidak memiliki signal handphone dan internet.  Demikian dikemukakan Kepala Desa Rusaba Kecamatan Punduh Pidada Bahrudin dengan didampingi sejumlah aparatur desanya kepada wartawan, kamis (20/10/2022).  “Disini jangan berharap ada signal ya, blangspot dan handphone atau laptop juga tidak bisa dipakai untuk internetan. Tapi, kami tetap bersabar, kalau kalau pihak yang berwenang segera membangun tower yang dapat mengakses signal sehingga informasi bisa lebih cepat kami terima, ” kata dia.  Desa yang memiliki luas geografis 1.210 Hektar dengan 686 jiwa penduduk yang tersebar di 3 dusun dan 7 RT tersebut juga memiliki endemik nyamuk malaria yang kerap menyerang warganya.  “Malaria ini dimungkinkan nyamuk yang bersarang di limbah tambak, karena dilingkungan warga terus dilakukan fogging dan obat untuk membunuh nyamuk atau jentik nyamuk. Kalau lagi musim, ya banyak yang kena malaria, ” tutur dia.  Pada umumnya, masyarakat Desa Rusaba beraktifitas di kebun, sawah dan sebagai nelayan. Kemudian, diwaktu senggangnya dipergunakan untuk berlatih kesenian tradisional seperti seni tarian rudat, seni tari pencak, kuda kepang serta seni tradisional lainnya.  “Destinasi wisata kami ya ada pantai dan seni budaya, tapi tradisional. Kami terus mendorong dan membinanya, namun untuk promosi kan kami disini terkendala dengan signal atau blangspot jadi ya kurang maksimal, ” ucap dia.  Untuk pelayanan kesehatan secara umum tertangani oleh tenaga kesehatan yang ada, karena penanganan pencegahan malaria dapat dilakukan bersama sama masyarakat. Dan, untuk pendidikan juga tidak ada masalah karena desa tersebut memiliki 1 SD Negeri dan 2 PAUD.  “Untuk kerajinan atau home industry, ada beberapa warga yang membuat kerajinan Hatok atau atap, sulam tapis, kecandang atau tas yang terbuat dari bambu. Nah, kerajinan ini juga masih hanya dibeli oleh warga sekitaran aja, karena masih terkendala dengan pangsa pasar, ” ungkapnya.  Ia juga berharap, kedepan desanya dapat lebih berkembang disegala bidangnya. Terlebih, adanya tambak udang milik pengusaha besar yang masih belum ada kontribusi bagi kemajuan desa.  “Memang desa ini ada yang memiliki usaha tambak udang dengan luas areal sekitar 100 hektar, namun belum ada koordinasi yang dapat membantu perkembangan desa. Kepada pihak terkait, kami juga berharap adanya peningkatan infrastruktur sehingga membantu perekonomian warga, ” tegas dia.  Menanggapinya, Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Teknologi serta Persandian Kabupaten Pesawaran Jayadi Yasa mengatakan bahwa tentang masih adanya beberapa desa yang blangspot, pemerintah terus berupaya mencari solusinya.  “Kemarin pandemi corona itu sangat mempengaruhi, mudah-mudahan, kedepan tidak ada lagi blangspot di wilayah Kabupaten Pesawaran. Kita sedang galakan digitalisasi, baik di desa kecamatan serta OPD atau pemda. Nah, pembangunan tower provider di areal yang masih blangspot rencananya segera dibangun, karena perencanaannya sudah dilakukan beberapa tahun sebelumnya hanya kemarin kan pandemi, jadi ya harap maklum, ” kata dia. (Rizal)

Bahan Limbah Disulap Warga Sukajaya Jadi Bunga Pelastik

0
Bunga Pelastik Berbahan Limbah Hasil Karya Warga Sukajaya Kecamatan Punduh Pedada
Pesawaran – (RN), Kesenian tradisional dan budaya serta kerajinan bunga plastik berbahan baku limbah menjadi destinasi wisata Desa Sukajaya Kecamatan Punduh Pidada.  Kepala Desa Sukajaya Kecamatan Punduh Pidada Sa’adi Yusuf mengatakan bahwa pariwisata yang banyak daerah lain galakan umumnya mengandalkan keindahan alam, namun kesenian juga tidak kalah menarik.  “Desa kami belum menggali potensi alam sebagai destinasi wisata, kami masih terus membina dan mendorong seni tarian, seni rebana atau betabuh, rudat serta kuda kepang untuk dilestarikan. Setiap minggu mereka berlatih, agar ketika ada pentas dapat maksimal, ” kata Sa’adi Yusuf, Rabu (19/10/2022).  Menurut Sa’adi Yusuf yang banyak memiliki bisnis tersebut, tidak hanya seni dan budaya lokal yang menjadi daya tarik, namun kalangan remaja juga memiliki karya rumahan yang hasilnya sangat indah dan memiliki estetika seni rupa yang tinggi.
Poto bersama kepala Desa Sukajaya dengan perangkat desa dan awak media
“Anak remaja yang dikelola melalui karang taruna membuat kerajinan tangan berupa bunga plastik yang bahan bakunya dari limbah. Jadi, kita manfaatkan limbah menjadi karya seni yang indah, hanya saja belum memiliki pangsa pasar yang konsisten, ” ujar dia.  Ia juga menerangkan bahwa dengan luasan geografis 1.050 Hektar dan jumlah penduduk 824 jiwa yang terdiri dari 456 perempuan dan 368 laki-laki, Desa Sukajaya dengan 3 Dusun dan 6 RTnya terus melakukan berbagai inovasi guna mengembangkan daerahnya sehingga kedepannya lebih sejahtera masyarakatnya.  “Memang tidak mudah, tapi kami terus berupaya bagaimana caranya agar perekonomian masyarakat dapat lebih meningkat. Selain home industry, kami juga memiliki perkebunan dan peternakan sebagai salah satu sumber kehidupan, ” terang Sa’adi Yusuf yang juga pemilik ribuan tanaman bonsai.  Untuk itu, lanjutnya, pembangunan kedepan masih fokus pada infrastruktur yang ada di lahan perkebunan sehingga dapat membantu melancarkan masyarakat dalam mengangkut hasil kebun.  “Kedepan masih soal infrastruktur, terutama jalan disekitaran kebun. Kalau jalan sudah bagus, masyarakat tidak kesulitan dalam mengangkut hasil bumi karena ini sangat mempengaruhi harga komoditi. Nah, kalau jalan bagus tentunya biaya angkut dapat lebih murah dan hasil panen bisa lebih cepat dijual, ” ujar dia.  Kemudian, soal pendidikan juga terus ditingkatkan agar kedepan tidak ada lagi yang tidak menyelesaikan pendidikan minimal 12 tahun. Sementara, TK dan PAUD masih menjadi sarana karena SD dan SMP bisa dijangkau di desa sebalahnya.  “Kita berharap kedepan anak anak setidaknya menyelesaikan pendidikan 12 tahun, syukur ya ada yang pada ke perguruan tinggi dan kembali ke desa membangun desanya, ” tutur dia.  Ia juga sangat berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung bahkan pemerintah pusat dapat membantu meningkatkan infrastruktur serta hal lainnya.  “Terutama infrastruktur, kami sangat berharap pihak yang memiliki kebijakan tersebut dapat mempercepat dalam membantu masyarakat desa khususnya Desa Sukajaya, ” tegas dia.  Menanggapinya, Samsudin salah satu warga setempat juga mengatakan bahwa pembangunan secara umum sekarang lebih ada peningkatan jika ditengok ke puluhan tahun sebelumnya.  “Alkhamdulillah, kalau sekarang akses jalan sudah ada peningkatan jika dibandingkan puluhan tahun lalu. Mudah-mudahan, nantinya pemerintah dapat memperhatikan jalan dan membangunnya jadi lebih bagus lagi. Kan, sekarang sudah tidak pandemi lagi artinya negara sudah bisa fokus pada pembangunan secara fisik, ” kata dia. (Rizal)

SDN 5 Teluk Pandan Gelar Kegiatan Maulid Nabi SAW 1444 H

Pesawaran (HO) – SDN Negeri 5 Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran melakukan kegiatan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H yang bertema meneladani akhlak nabi Muhammad Saw dan meningkatkan cinta kepada rasulullah yang di gelar di ruang kelas SDN setempat. Nurhayanah, S. Pd selaku Kepala SDN 5 Teluk Pandan mengatakan, acara maulid nabi Muhammad SAW 1444 H tersebut di hadiri oleh komite sekolah, dan segenap dewan guru pengawas SDN dan penceramah Ustadz Suhandi dari Desa Sidodadi. “Juga oleh seluruh orang tua murid dari kelas 1 Sampai 6,” terang Nurhayanah, S. Pd Kepsek SDN 5, Kepada Handalonline.com Rabu (19/10/2022). Kepala Sekolah Nurhayanah, S. Pd juga menyampaikan kepada Siswa,Siswi dengan adanya kegiatan ini harapannya kepada anak-anak dapat mencontoh suri teladan dari Nabi Muhammad SAW dan diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di rumah. “Alhamdulilah wali murid juga sangat antusias dalam mendukung kegiatan artinya senang karena selama masa pandemi tidak ada kegiatan,” ujar Kepsek Nurhayanah, S. Pd. Nurhayanah, S. Pd juga mengatakan semoga SDN 5 Teluk Pandan bisa lebih baik lagi untuk kemajuan sekolah dan agar didukung oleh masyarakatnya juga sehingga bisa bekerja dengan baik dan tenang karena mendapat dukungan dari masyarakatnya karena itu semua faktor suksesnya dalam memberi dan mengajari anak-anak sehingga terjadi nya kegiatan belajar mengajar yang baik. “Saya juga berpesan kepada segenap dewan guru dalam proses pembelajaran semoga selalu semangat dalam proses pembelajaran dengan menggunakan untuk mencari informasi karena saat ini semua sudah sudah menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jadi semua dewan guru harus melengkapi satu sama lain selalu kompak agar terjalin nya kekeluargaan yang semakin erat,” pungkas Kepsek Nurhayanah, S. Pd. (Indra Jaya)

Wisata Dua Pulau, Tingkatkan Perekonomian, Desa Kota Jawa Punduh Pedada

Pesawaran (HO) – Guna Meningkatkan Perekonomian warga Desa Kota Jawa Kecamatan Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran akan segera membuka wisata dua Pulau, Pulau Khelok dan Pulau Lunik yang ada di desa setempat. “Dalam waktu dekat ini kami masyarakat Desa Kota Jawa akan segera membuka dua Pulau yang ada di desa ini dan pengelolahan masyarakat setempat,” kata Kepala Desa Kota Jawa Reva Naro saat di jumpai di ruang kerjanya, rabu (19/10/2022). Desa kota Jawa ini lanjut Reva Naro, berpotensi wisatanya sangatlah baik, dan ini akan menjadi salah satu Icon wisata kabupaten Pesawaran, yang sebelumnya pulau Pahawang. “Mudah- mudahan niat baik masyarakat Kota Jawa ini bisa terwujud dan biasa menopang perekonomian masyarakat setempat kerena akses jalan menuju Dusun 4 bisa di lalui kendaran roda empat, jarak tempuh dari desa kepulau tersebut hanya 10 menit mengunakan kapal getek (kapal kecil-red),” ujarnya. Dirinya juga menjelaskan, selain akan di bukanya dua pulau tersebut Desa Kota Jawa memiliki program unggulan yaitu, meningkatan sumber daya manusia (SDM) dan membangun gedung Tempat Pengajian Anak (TPA). “Saya fokuskan pembangunan gedung TPA agar anak- anak desa Kota Jawa bisa sedini mungkin belajar tentang agama, dan itu buat bekal mereka di kemudian hari,” ucapnya. Ia juga mengatakan Desa Kota Jawa memiliki Usah Mikro Kecil Menengah (UMKM) pengelolahan kulit pisang menjadi keripik yang terdiri berapa kelompok. “Alhamdulilah UMKM di Desa Kota Jawa sudah berjalan dan di kerjakan berapa kelompok, dan dikerjakan langsung oleh ibu- ibu PKK dan untuk pemasaran hasil UMKM sementara ini kami masaiah melalui media sosial,” ujarnya. Menurutnya, masih ada beberapa kendala yang dihadapi pihaknya, dalam mempromosikan kerajinan tangan yang dihasilkan oleh desanya, salah satunya kondisi jalan yang kondisinya sangat memprihatinkan. “Infrakstruktur terutama jalankan menjadi salah satu faktor pendukung dalam kemajuan suatu daerah, kalau jalan ditempat kami sudah bagus tentunya dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di desa kami, karena akses jalan bagus perekonomian juga bagus,” pungkasnya. (Red)

Hapus Data Kendaraan Bermotor, Samsat Pesawaran Gelar Sosialisasi

Pesawaran (HO) – Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Pesawaran, melakukan sosialisasi penghapusan data kendaraan bermotor tahun 2022, hal ini sebagai tindaklanjut akan diberlakukannya Pasal 74 UU No. 22 Tahun 2009, tentang penghapusan data kendaraan bermotor, bahwa kendaraan yang mati STNK telat pajak 2 tahun dapat dicabut/dihapus registrasinya dan tidak dapat didaftarkan ulang alias bodong. Kepala UPTD Pendapatan Wilayah VIII Samsat Pesawaran Dimas Aditya mengatakan, sosialisasi ini dilakukan guna memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi yang lebih detail mengenai Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2022. “Kami terus mengingatkan kepada masyarakat agar tertib melakukan pembayaran pajak kendaraan, dan registrasi ulang serta segera lakukan balik nama untuk kendaraan bekas, karena bila terjadi penunggakkan pajak selama 5 tahun, ditambah 2 tahun selanjutnya, maka seluruh data yang ada di Samsat akan terhapus dan kendaraan itu tidak bisa lagi diurus,” terangnya saat melakukan sosialisasi di Pasar Hanura Kecamatan Teluk Pandan. Rabu (19/10/2022). Dirinya mengingatkan, setelah melakukan sosialisasi ini, masyarakat dapat segera membayar pajak kendaraan bermotor apabila telah habis masa berlakunya. “Ini penegakkan hukum yang tidak main–main, karena semua pihak sudah berkomitmen bahwa penerapan pasal 74 UU No. 22 Tahun 2009 akan segera dilaksanakan. Oleh karena itu, untuk saat ini kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar kendaraan yang mereka miliki tidak mengalami pembodongan,” jelas dia. “Dan saya juga berpesan kepada para masyarakat yang telah mengetahui informasi ini, untuk menyampaikan himbauan tentang aturan ini kepada kerabat dan lingkungan pengendara agar yang menunggak dapat segera membayar pajaknya dengan segera,” kata dia. Menurutnya, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menggandeng pihak kepolisian khususnya Satlantas Polres Pesawaran, untuk bersama-sama mensosialisasikan Pasal 74 UU No. 22 Tahun 2009, kepada masyarakat khususnya yang ada di Kabupaten Pesawaran. “Kita akan segera berkoordinasi, agar segera dapat menggelar sosialisasi besar-besaran kepada masyarakat, diharapkan kedepannya masyarakat menjadi lebih taat lagi dalam pembayaran pajak,” pungkasnya. (Red)

Samsat Pesawaran Sosialisasi Penghapusan Registrasi Mati STNK 2 Tahun

0
Pesawaran (RN) – Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Pesawaran, melakukan sosialisasi tindaklanjut akan diberlakukannya Pasal 74 UU No. 22 Tahun 2009, bahwa kendaraan yang mati STNK telat pajak 2 tahun dapat dicabut/dihapus registrasinya dan tidak dapat didaftarkan ulang. Kepala UPTD Pendapatan Wilayah VIII Samsat Pesawaran Dimas Aditya mengatakan, sosialisasi ini dilakukan guna memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi yang lebih detail mengenai Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2022. “Kami terus mengingatkan kepada masyarakat agar tertib melakukan pembayaran pajak kendaraan, dan registrasi ulang serta segera lakukan balik nama untuk kendaraan bekas, karena bila terjadi penunggakkan pajak selama 5 tahun, ditambah 2 tahun selanjutnya, maka seluruh data yang ada di Samsat akan terhapus dan kendaraan itu tidak bisa lagi diurus,” ujarnya saat melakukan sosialisasi di Pasar Hanura Kecamatan Teluk Pandan. Rabu 19 Oktober 2022. Dirinya mengingatkan, setelah melakukan sosialisasi ini, masyarakat dapat segera membayar pajak kendaraan bermotor apabila telah habis masa berlakunya. “Ini penegakkan hukum yang tidak main–main, karena semua pihak sudah berkomitmen bahwa penerapan pasal 74 UU No. 22 Tahun 2009 akan segera dilaksanakan. Oleh karena itu, untuk saat ini kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar kendaraan yang mereka miliki tidak mengalami pembodongan,” ujar dia. “Dan saya juga berpesan kepada para masyarakat yang telah mengetahui informasi ini, untuk menyampaikan himbauan tentang aturan ini kepada kerabat dan lingkungan pengendara agar yang menunggak dapat segera membayar pajaknya dengan segera,” kata dia. Menurutnya, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menggandeng pihak kepolisian khususnya Satlantas Polres Pesawaran, untuk bersama-sama mensosialisasikan Pasal 74 UU No. 22 Tahun 2009, kepada masyarakat khususnya yang ada di Kabupaten Pesawaran. “Kita akan segera berkoordinasi, agar segera dapat menggelar sosialisasi besar-besaran kepada masyarakat, diharapkan kedepannya masyarakat menjadi lebih taat lagi dalam pembayaran pajak,” katanya. (Red)

Tingkatkan Perekonomian, Desa Kota Jawa Punduh Pedada Segera Buka Wisata Dua Pulau

0
Pesawaran (RN) – Guna Meningkatkan Perekonomian warga Desa Kota Jawa Kecamatan Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran akan segera membuka wisata dua Pulau, Pulau Khelok dan Pulau Lunik yang ada di desa setempat. “Dalam waktu dekat ini kami masyarakat Desa Kota Jawa akan segera membuka dua Pulau yang ada di desa ini dan pengelolahan masarakat setempat,” kata Kepala desa Kota Jawa RevaNaro saat di jumpai di ruang kerjanya,Rabu (19/10/2022). Desa kota Jawa ini lanjut RevaNaro, berpotensi wisatanya sangatlah baik, dan ini akan menjadi salah satu Icon wisata kabupaten Pesawaran, yang sebelumnya pulau Pahawang. “Mudah- mudahan niat baik masyarakat Kota Jawa ini bisa terwujud dan biasa menopang perekonomian masarakat setempat kerena akses jalan menuju Dusun 4 bisa di lalui kendaran roda empat, jarak tempuh dari desa kepulau tersebut hanya 10 menit mengunakan kapal getek (kapal kecil) ,” ujarnya. Dirinya juga menjelaskan, selain akan di bukanya dua pulau tersebut Desa Kota Jawa memiliki perogram unggulan yaitu, meningkatan sumber daya manusia (SDM) dan membangun gedung Tempat Pengajian Anak (TPA). “Saya fokusakan pembanguna gedung TPA agar anak- anak desa Kota Jawa bisa sedini mukin belajar tentang agama, dan itu buat bekal mereka di kemudian hari,” ucapnya. Ia juga mengatakan Desa Kota Jawa memiliki Usah Mikro Kecil Menengah (UMKM) pengelolahan kulit pisang menjadi keripik yang tediri berapa kelompok. “Alhamdulilah UMKM di Desa Kota Jawa sudah berjalan dan di kerjakan berapa kelompok, dan dikerjakan langsung oleh ibu- ibu PKK dan untuk pemasaran hasil UMKM sementara ini kami masaih melalui media sosial,” ujarnya. Menurutnya, masih ada beberapa kendala yang dihadapi pihaknya, dalam mempromosikan kerajinan tangan yang dihasilkan oleh desanya, salah satunya kondisi jalan yang kondisinya sangat memprihatinkan. “Infrakstruktur terutama jalankan menjadi salah satu faktor pendukung dalam kemajuan suatu daerah, kalau jalan ditempat kami sudah bagus tentunya dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di desa kami, karena akses jalan bagus perekonomian juga bagus,”pungkasnya. (Red)