Kades Pagar Jaya Gali Potensi, Terapkan Program, Pembangunan Maju Pesat, Masyarakat Sejahtera

Pesawaran (HO) – Kepala Desa Pagar Jaya Kecamatan Punduh Pidada Kabupaten Pesawaran, Fauzi Khairul Anwar dalam memajukan pembangunan dan mensejahterakan masyarakat nya dengan menggali berbagai potensi desa, sehingga desa yang terujung di Bumi Andan jejama tersebut menjadi maju pesat. Kepala Desa Pagar Jaya Kecamatan Punduh Pidada Fauzi Khairul Anwar mengatakan bahwa ada sejumlah potensi yang masih terus digali guna mensejahterakan perekonomian masyarakat yang dipimpinnya. “Desa Pagar Jaya merupakan wilayah terujung dari Kabupaten Pesawaran, karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Tanggamus. Desa kami memiliki banyak potensi alam yang masih terus dikembangkan agar dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang banyak beraktifitas di laut dan perkebunan,” kata dia, Selasa (18/10/2022). Ia juga menuturkan, bahwa luasan geografis desanya ada sekitar kurang lebih 21.000 Hektar. Dan memiliki jumlah penduduk laki-laki 813 jiwa serta perempuannya ada 716 jiwa dengan jumlah 439 kepala keluarga. “Untuk pendapatan masyarakat kebanyakan dari perkebunan, seperti pisang kopi coklat dan tanaman tahunan serta nelayan. Karenanya, jalan atau infrastruktur yang berada atau menuju perkebunan terus kita bangun dan menjadi fokus pembangunan desa,” tutur dia. Desa Pagar Jaya tidak ada bangunan sekolah SMP, SMU atau SMK apalagi perguruan tinggi. Untuk pendidikan masyarakatnya hanya tersedia pada 2 PAUD dan 2 SD Negeri. Lalu, untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi harus ke kota atau di desa lain yang memiliki fasilitas tersebut. “Kami tetap bersyukur, secara umum infrastruktur telah terbentuk badan jalannya tinggal pengerasan atau dibeton. Sampai saat ini, aktifitas pendidikan tidak ada masalah hanya saja jalan yang menuju tempat destinasi wisata sangat perlu diperhatikan,” ujar dia.
Wisata Pantai Teluk Hantu yang ada di Desa Pagar Jaya, surga terselubung di Provinsi Lampung
Keterbatasan menuju destinasi wisata yang dimaksud adalah akses ke Teluk Hantu dan Pulau Wayang yang masih berbentuk tanah sehingga sangat sulit dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat manakala hujan. “Kalau pengunjung ke lokasi tersebut sudah mulai banyak, nantinya akan ada home stay yang disediakan masyarakat setempat. Sehingga para wisatawan dapat menginap dan pagi harinya dapat menyaksikan aktifitas ikan lumba-lumba yang kerap muncul pagi dan sore hari,” ucap dia. Tidak hanya akses jalan, lanjutnya, akses internet dan jaringan telekomunikasi juga menjadi hambatan. Pasalnya, selain di Desa Pagar Jaya signal mengalami blangspot juga belum adanya provider yang dapat membangun menara atau tower guna mempermudah signal. “Sangat kesulitan, untuk itu ketika dilakukan zoom meeting oleh pemda atau bupati, kami kerap ketinggalan karena harus mencari tempat dimana ada signal. Saya yakin, kalau akses internet lancar terlebih jalan dibeton akan lebih pesat perkembangannya. Karena, pengunjung dari luar akan lebih memilih jalur darat dari pada laut,” ungkapnya. Kemajuan pembangunan desa tersebut juga tidak luput dari keterlibatan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona yang secara masif mendorong desa-desa yang ada nantinya dapat menjadi desa mandiri. Diantaranya adalah memaksimalkan anggaran yang ada guna pembangunan infrastruktur meskipun dengan keterbatasan. Dan, di Desa Pagar Jaya sejumlah ruas jalan telah dibeton meskipun belum seluruhnya. Kemudian, program satu desa satu destinasi wisata, desa pintar atau smart village yang itu semua merupakan upaya memajukan Bumi Andan Jejama ke arah yang lebih baik dan sejahtera. Prosesi tersebut sedikit mengalami keterlambatan setelah dua tahun terbentur dengan pandemi corona yang sangat menguras anggaran, baik APBD kabupaten dan provinsi maupun ABPBN ditingkat nasional. “Mudah-mudahan, kedepan tidak ada lagi blangspot di wilayah Kabupaten Pesawaran. Kita sedang galakan digitalisasi, baik di desa kecamatan serta OPD atau pemda. Nah, pembangunan tower provider di areal yang masih blangspot rencananya segera dibangun, karena perencanaannya sudah dilakukan beberapa tahun sebelumnya hanya kemarin kan pandemi, jadi ya harap maklum, ” kata Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Teknologi serta Persandian Kabupaten Pesawaran Jayadi Yasa. Ia juga menegaskan, nantinya dengan berbagai upaya setiap desa diharapkan mampu mengaktifkan website desa sehingga dapat mengeksplore potensi yang ada serta mempermudah masyarakat mendapat informasi secara cepat. “Ya, sesuai dengan harapan Pak Bupati, kedepan website desa harus lebih aktif. Tentunya, didukung dengan sumber daya manusia yang berkualitas agar dapat mengoperasikan IT,” tegas dia. Kemudian soal kesehatan, Desa Pagar Jaya hanya memiliki satu bidan desa dan tidak terjamah oleh perawat homecare yang dapat melayani kebutuhan kesehatan masyarakat. Kondisi tersebut diakui Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran yang dikemukakan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran dr. Andika didampingi Kabag TU nya Firman diruang kerjanya. “Memang untuk wilayah pesisir masih kekurangan tenaga perawat dan perawat homecare yang ditempatkan di Kecamatan Punduh Pidada hanya tiga orang. Nah, perawat homecare tersebut harus melayani 10 desa, sehingga wajar kalau ada desa yang belum terlayani secara maksimal,” pungkasnya. (Red)

Kades Sukamaju Prioritaskan Kesehatan dan Pendidikan Bagi Warganya

0
Kepala Desa Sukamaju Kecamatan Punduh Pedada
Pesawaran (RN) – Kepala Desa Sukamaju Kecamatan Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran prioritaskan pelayanan Kesehatan dan Pendidikan terhadap masyarakat setempat. Rasa tanggung jawab, dedikasi serta suri tauladan sebagai abdi dan pelayanan masyarakat harus dikedepankan guna memberi rasa nyaman dan mampu menampung aspirasi masyarakat Desa. Hal tersebut dikatakan Kepala Sukamaju Kecamatan Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran Virman Ardana S.,Spi saat di wawacarai di ruang kerjanya, kamis (13/10/2022). “Pelayanan kita kepada masyarakat harus optimal agar mereka merasa puas. Selain itu, perhatian lebih yang kita berikan kepada masyarakat dapat menghasilkan nilai positif bagi pembangunan di Desa dan meningkatkan Sumber Daya manusia (SDM) bagi warga Sokamaju,” tuturnya. Dirinya juga menjelaskan, bagi masarakat khusunya anak yatim piatu dan tidak mampu, yang ingin sekolah di luar desa dari SD hingga SMP secara adminitrasi dan biayaya seragam kami geratiskan. “Desa Sokamaju sudah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak Darmajaya dan kedepan Desa Sokamaju akan melakukan kerja sama dengan Malhayati, guna menunjang dan melahirkan Sarjan- sarjan muda bagi masarakat setempat,” jelasnya. Ia juga mengatakan selain memprioritaskan pendidikan, Desa Sokamaju juga prioritaskan kesehatan bagi masarakat yang membutuhkan. “Bagi masarakat Sokamaju yang kurang mampu apa bila hendak berobat tetap kami geratiskan baik berobat di rumah sakit maupun di puskemas,” pungkasnya. (Red)    

Warga Waylayap Terima 100 Sertifikat PTSL Dari BPN Pesawaran

0
Pesawaran (RN) – Kantor Agraria dan Tata Ruang – Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN) Kabupaten Pesawaran menyerahkan 100 sertifikat tanah kepada masyarakat Desa Way Layap, Kecamatan Gedong Tataan. Penyerahan sertifikat tanah tersebut berdasarkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada seluruh masyarakat di desa se Indonesia. Dalam hal ini, Kepala Kantor ATR-BPN Kabupaten Pesawaran, Aan Rosmana yang diwakili Wakil Ketua Yuridis, Safiin mengatakan, penyerahan sertifikat tersebut sebetulnya berjumlah 124 sertifikat, namun saat ini yang diberikan hanya sebanyak 100 sertifikat. “Sisanya sedang diproses, karena memang ada beberapa yang harus dilengkapi dulu,” ujarnya, di Balai Desa Way Layap, Selasa (18/20/22). Dijelaskannya, persyaratan pengambilan sertifikat tersebut harus menunjukkan fotocopy KTP dan KK yang diserahkan oleh pemiliknya. “Kalau pengambilannya mau diwakilkan, harus menyertakan surat kuasa dulu, sebagai prosedur karena memang semuanya akan kita laporkan ke kantor,” jelasnya. Disamping itu, Kepala Desa (Kades) Way Layap, Ismed Inanu yang diwakili Sekretaris Desa (Sekdes), M. Aris mengucapkan terima kasih kepada pihak ATR-BPN yang telah membantu proses pembuatan sertifikat tanah milik masyarakat desa setempat. “Serta diimbau juga kepada seluruh penerima agar dapat menjaga sertifikat nya dengan baik, jangan ditaruh sembarang apalagi di pinjamkan kepada orang yang tidak dikenal, intinya di jaga baik-baik sertifikat tersebut,” imbaunya. Melengkapi, salah satu penerima sertifikat PTSL, Jariah (47) warga Desa Way Layap Dusun induk mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan kepadanya dan beberapa masyarakat desa lainnya. “Makasih banyak, ini sangat membantu, walaupun memang ada uang dikeluarkan, yakni sebesar Rp. 250.000,” pungkasnya. (Red)

Kemendikbud Ristek Keluarkan Aturan, Kadisdik Pesawaran Berharap Cover Dana BOS

Pesawaran (HO) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesawaran, sampai saat ini belum ada pembahasan mengenai aturan mengenai seragam sekolah baru dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek). Kadisdikbud Pesawaran Anca Martha Utama mengatakan, pada prinsipnya dengan adanya aturan mengenai seragam baru tersebut, pihaknya tidak ingin memberatkan kepada murid itu sendiri. “Pada dasarnya untuk pendidikan yang ada di Pesawaran ini, kita ingin anak-anak murid kita dapat belajar dengan semaksimal mungkin dan juga nyaman, tidak memikirkan hal-hal yang memberatkan mereka, salah satunya adalah terkait penggunaan pakaian adat tersebut,” ujarnya. Senin (17/10/2022). Dirinya mengatakan, apabila nantinya peraturan tersebut sudah diwajibkan untuk diterapkan, pihaknya menginginkan pengadaan seragam adat untuk anak-anak tersebut dapat dicover oleh dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). “Kalau sudah dicover oleh dana BOS kan, para wali murid tidak diberatkan lagi untuk seragam adat ini, namun yang jadi kendala, saat inikan dana BOS tersebut sudah ada juknis penggunaannya, jangan sampai menumbur juknis tersebut,” ujar dia. Menurutnya, jika sudah ada pembahasan terkait seragam adat ini, maka akan disampaikan termasuk pada sekolah-sekolah dibawah naungan Disdik Pesawaran berdasarkan peraturan bupati (Perbup). “Kalau itu menjadi kebijakan Kemendikbud Ristek akan dilaksanakan. Tetapi, semuanya kan butuh proses atau tahapan dulu, tidak langsung membuat kebijakan tanpa adanya rapat sebelumnya,” kata dia. Diketahui, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) mengeluarkan aturan terbaru terkait seragam sekolah untuk SD, SMP dan SMA. Aturan tersebut tertuang dalam peraturan Mendikbudristek nomor 50 tahun 2022 tentang pakaian seragam sekolah bagi peserta didik jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Dalam Pasal 3 disebutkan, ada tiga jenis seragam sekolah yang digunakan siswa SD, SMP dan SMA, yakni pakaian seragam nasional, pakaian seragam pramuka, dan pakaian adat. (Red)

Ketum MPAL Pesawaran Lantik Pengurus Kecamatan, Bupati: Himpun Potensi Bantu Pemda Tingkatkan Pembangunan

Pesawaran (HO) – Majelis Punyimbang Adat Lampung (MPAL) Kabupaten Pesawaran melantik pengurus MPAL tingkat Kecamatan se-Kabupaten Pesawaran periode 2021-2026 dengan tema ‘Revitalisasi Budaya dan Kearifan Lokal’. Ketua Umum MPAL Kabupaten Pesawaran Farifki Zulkarnain Arif gelar Suntan Junjungan Marga berharap, MPAL dapat selalu mengembangkan organisasi dengan merangkul kalangan punyimbang yang ada di tingkat kecamatan. “Semoga bisa memberikan nilai lebih bagi seluruh anggota MPAL dalam mengembangkan adat dan tata titi budaya, apalagi mengingat MPAL ada dua unsur Saibatin dan Pepadun harus bersatu dan tidak ada perbedaan antara keduanya,” kata Farifki, Senin (17/10/2022). “Saya berharap pengurus yang baru dapat melaksanakan program-program kerjanya dengan penuh profesionalisme dan dedikasi tinggi, dalam rangka memajukan organisasi, daerah, bangsa dan negara,” timpalannya. Sementara itu Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona gelar Suntan Bandakh Makhga menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus MPAL tingkat kecamatan yang sudah dilantik dan agar kiranya amanah dan kepercayaan yang diberikan bisa dijalankan dengan perhatian, komitmen dan rasa tanggungjawab yang tinggi untuk melestarikan adat istiadat warisan nenek moyang terdahulu. “Keanekaragaman adat istiadat masyarakat Lampung yang telah memberikan ciri bagi suatu daerah dapat menjadi saka guru dalam menjalani kehidupan masyarakat. Hal itu perlu dipelihara dan dilestarikan sebagai upaya memperkaya khasanah budaya bangsa dan kelangsungan pembangunan khususnya di Bumi Andan Jejama,” kata Dendi. Dirinya berharap, MPAL dapat menghimpun dan mendayagunakan potensi adat istiadat untuk membantu penyelenggaraan pemerintah daerah dalam pelaksanaan pembangunan. “Saya juga berharap masyarakat Lampung Sai Batin maupun Pepadun, Punyimbang Sai Batin dan Tuha Raja di Kabupaten Pesawaran harus bergandengan tangan dalam satu wadah dan berupaya agar nilai-nilai adat istiadat tidak hilang dan tergerus oleh perubahan zaman,” ujar dia. “Saya juga berpesan kepada pengurus MPAL kecamatan agar dalam menjalankan tugas-tugasnya selalu mengutamakan musyawarah dan kepentingan bersama demi mencapai hasil yang terbaik,” pungkasnya. (Red)

MPAL Pesawaran Lantik Pengurus Tingkat Kecamatan, Dendi : Utamakan Musyawarah

0
Pesawaran (RN) – Majelis Punyimbang Adat Lampung (MPAL) Kabupaten Pesawaran melantik pengurus MPAL tingkat Kecamatan se-Kabupaten Pesawaran periode 2021-2026 dengan tema ‘Revitalisasi Budaya dan Kearifan Lokal’. Ketua Umum MPAL Kabupaten Pesawaran Farifki Zulkarnain Arif gelar Suntan Junjungan Marga berharap, MPAL dapat selalu mengembangkan organisasi dengan merangkul kalangan punyimbang yang ada di tingkat kecamatan. “Semoga bisa memberikan nilai lebih bagi seluruh anggota MPAL dalam mengembangkan adat dan tata titi budaya, apalagi mengingat MPAL ada dua unsur Saibatin dan Pepadun harus bersatu dan tidak ada perbedaan antara keduanya,” kata Farifki, Senin (17/10/2022). “Saya berharap pengurus yang baru dapat melaksanakan program-program kerjanya dengan penuh profesionalisme dan dedikasi tinggi, dalam rangka memajukan organisasi, daerah, bangsa dan negara,” timpalannya. Sementara itu Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona gelar Suntan Bandakh Makhga menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus MPAL tingkat kecamatan yang sudah dilantik dan agar kiranya amanah dan kepercayaan yang diberikan bisa dijalankan dengan perhatian, komitmen dan rasa tanggungjawab yang tinggi untuk melestarikan adat istiadat warisan nenek moyang kita. “Keanekaragaman adat istiadat masyarakat Lampung yang telah memberikan ciri bagi suatu daerah dapat menjadi saka guru dalam menjalani kehidupan masyarakat. Hal itu perlu dipelihara dan dilestarikan sebagai upaya memperkaya khasanah budaya bangsa dan kelangsungan pembangunan khususnya di Bumi Andan Jejama,” kata Dendi. Dirinya berharap, MPAL dapat menghimpun dan mendayagunakan potensi adat istiadat untuk membantu penyelenggaraan pemerintah daerah dalam pelaksanaan pembangunan. “Saya juga berharap masyarakat Lampung Sai Batin maupun Pepadun, Punyimbang Sai Batin dan Tuha Raja di Kabupaten Pesawaran harus bergandengan tangan dalam satu wadah dan berupaya agar nilai-nilai adat istiadat tidak hilang dan tergerus oleh perubahan zaman,” ujar dia. “Saya juga berpesan kepada pengurus MPAL kecamatan agar dalam menjalankan tugas-tugasnya selalu mengutamakan musyawarah dan kepentingan bersama demi mencapai hasil yang terbaik,” pungkasnya. (Red).

Lagi” Kampus INTERA Lakukan Mou Dengan Philippine Women’s University

0
Pesawaran (RN)- Kampus Institut Teknologi dan Bisnis Nusantara (INTERA) yang berada di jalan Beranti Raya Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOu) dengan Philippine Women’s University, yang di gelar di Hotel Horison Bekasi, sabtu (15/10/2022). Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Philippine Women’ University secara langsung diwakili oleh Rektor Institut Teknologi Dan Bisnis Nusantara Dr. Apri Candra Widyawati, S.Kom, M.TI. Sementara Philippine Women’s University diwakili oleh Prof Dr Felina Co Young Senior Vice President for Academic Affair Philippines. “Kerja sama ini dilakukan untuk meningkatkan dalam bidang pendidikan, Pelatihan dan Sertifikasi, kepada PT Pelatihan dan Sertifikasi dalam rangka pendidikan studi S1, S2, dan S3 di dalam negeri dan di luar negeri,” kata Rektor Institut Teknologi Dan Bisnis Nusantara Dr. Apri Candra Widyawati, S.Kom, M.TI. di dampingi Moh. Abdul Azis, Spd.,mpd.,C.ps Direktur Litbang Intera. Ia juga mengatakan, MoU tersebut merupakan pijakan INTERA dan Philippine Women’s University untuk melakukan kerjasama lanjutan, mulai dari program pendidikan S3 untuk para dosen INTERA, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga riset bersama antra kedua perguruan tinggi. “Hingga saat ini, INTERA telah melakukan kerja sama penandatanganan MoU dengan 48 perguruan tinggi, lembaga dan organisasi salah satunya kerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran,” ucapnya. Sementara itu, Phlippnes Women’s University yang diwakilkili Prof Dr Felina Co Young Senior Vice President for Academic Affair mengatakan, Philippines, sebuah Perguruan tinggi yang berada di philipina, Prof. Felina Co -Young Sebagai PWU Senior Vice President for Academic Affairs Philipines). Dalam hal ini atas nama PWU yang berkedudukan di Philippine. “Kesepakat kerja sama ini di lakukan untuk meningkatkan dan pendidikan yang mendukung program kampus merdeka, enterpreneur serta untuk meningkatkan sinergitas potensi sumber daya yang dimiliki untuk mewujudkan visi dan misi masing- masing kampus,” ujarnya. Dirinya menjelaskan, ruang lingkup kesepakatan bersama ini meliputi Program Sarjana (S1),Manajemen, Akuntansi, Bisnis Jasa, Teknik Informatika, Teknik, Elektro, Teknik Industri, Sistem Informasi. “Sedangkan Program Magister (S2) Manajemen Pemasaran, Manajemen Keuangan, Manajemen Industri Manajemen Jasa, Manajemen Pendidikan dan Program Doktor (S3), Administrasi Bisnis, Keperawatan Pembangunan Sosial, Pendidikan, Pariwisata,”pungkasnya. (Red)

Usaha Mebel Kayu Warga Kurungan Nyawa Terbakar, Alami Kerugian Rp 500 Juta

Pesawaran (HO) – Satu unit rumah beserta tempat usaha mebel kayu milik Suprayitno (69), yang berada di Jalan Raya Kurungan Nyawa Dusun Gedung Dalom Desa Kurungan Nyawa Kecamatan Gedongtataan, ludes dilalap si jago merah. Camat Gedongtataan Syukur Syaliak mengatakan, peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada hari Minggu 16 Oktober 2022 sekitar pukul 03.00 wib dini hari. “Api pertama kali di ketahui oleh saksi Rosanwati yang tidak lain istri dari pemilik rumah, sekitar pukul 03.00 wib berasal dari usaha mebel kayu milik suaminya, karena melihat api yang berada dibangunan usaha milik suaminya tersebut, saksi kemudian meminta bantuan warga sekitar dengan cara berteriak,” ujarnya. Minggu (I6/10/2022). Dirinya mengatakan, setelah berteriak meminta tolong tidak berselang lama, datang saksi Zainal yang merupakan tetangga korban yang langsung memberi tahu warga sekitar untuk berusaha memadamkan api. “Karena dilokasi pertama api terdapat banyak kayu-kayu, sehingga api cepat membesar dan langsung menjalar ke rumah korban yang berada tepat dibelakang bangunan usaha milik korban,” ujar dia.
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona langsung mendatangi lokasi kejadian dan memberikan bantuan secara langsung kepada korban.
Sampai saat ini, lanjutnya, belum diketahui penyebab pasti dari musibah kebakaran yang terjadi. “Akibat musibah kebakaran yang terjadi, korban mengalami kerugian Rp500 juta lebih,” kata dia. Mendapatkan informasi musibah kebakaran yang terjadi, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona langsung mendatangi lokasi kejadian dan memberikan bantuan secara langsung kepada korban. “Atas nama pribadi saya sampaikan turut berbela sungkawa atas musibah ini, semoga bapak Suprayitno yang mengalami musibah ini diberikan ketabahan atas cobaan yang sedang menimpanya,” katanya. “Kedatangan saya juga kesini, bersama dengan BPBD dan Dinas Sosial, untuk memberikan bantuan kebutuhan sementara untuk korban. Jangan dilihat nilainya, tapi inilah bentuk kepedulian dari Pemkab Pesawaran, semoga bantuan yang kita berikan ini dapat meringankan beban keluarga korban,” ujarnya. (Red)

DPD II Partai Golkar Pesawaran Gelar Jalan Sehat, Bupati: 58 Tahun Berdiri Selalu Hadir Bangun NKRI

Pesawaran (HO) – Ribuan warga masyarakat Kabupaten Pesawaran mengikuti Lomba Jalan Sehat yang digelar oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Pesawaran,  Minggu (16/10/2022) di Lapangan Tritura, Kedondong. Lomba Jalan Sehat dengan hadiah utama 1 unit motor tersebut dalam rangka peringatan HUT Partai berlambang pohon beringin yang ke-58. “Alhamdulillah antusias warga masyarakat Pesawaran khususnya Kecamatan Kedondong maupun Kecamatan lainnya sangat maksimal, terbukti dari jumlah peserta yang hadir sangat ramai,” ungkap Ketua Panitia Jalan Sehat Mustika Bahrum. Bahkan kata dia, sampai menjelang pelaksanaan masih banyak warga yang meminta kupon untuk dapat mengikuti Jalan Sehat. “Kita cetak kupon sampai dua kali karena permintaan yang sangat besar, total kami mencetak 5000 kupon dan habis oleh peserta,” kata dia. Ditempat yang sama, Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pesawaran Yusak mengaku bangga dengan jumlah peserta yang membeludak, Yusak menegaskan bahwa eksistensi Partai Golkar Pesawaran sudah masuk ke lapisan masyarakat sampai di tingkat desa. “Hal ini merupakan trend positif, artinya keberadaan Partai Golkar mampu diterima masyarakat khususnya Kabupaten Pesawaran,” tegasnya. Yusak mengucapkan rasa terima kasihnya kepada jajaran panitia kegiatan dan seluruh kader Golkar di semua Kecamatan yang telah bekerja sama menyukseskan acara. “Terima kasih kepada Ketua Panitia Pak Mustika beserta jajaran yang telah sukses menyelenggarakan lomba, juga seluruh PK, karena dari awal saya menegaskan untuk seluruh pengurus Kecamatan wajib hadir pada hari ini,” ujarnya. Terpisah, Bupati Kabupaten Pesawaran Dendi Ramadhona dalam sambutannya menyebutkan, Partai Golkar 58 tahun berdiri merupakan Partai yang selalu hadir dan membangun NKRI. “Golkar Pesawaran juga sudah mengawal pembangunan di Kabupaten Pesawaran, semoga Partai Golkar dapat menang di hati masyarakat agar masyarakat dapat lebih sejahtera,” tukasnya. “Sesuai dengan warnanya, kuning melambangkan kesejahteraan, semoga kehadiran Partai Golkar mampu memberikan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Wisata Bebek Goes Durian Jadi Pilihan Liburan, Manjakan Keluarga

Pesawaran (HO) – Destinasi Wisata Bebek Goes yang terletak di Desa Durian Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran menjadi pilihan berlibur untuk memanjakan Keluarga. Bagaimana tidak desa yang terletak di Pesisir Kabupaten Pesawaran ini sangat bagus, selain di menyediakan mainan anak-anak seperti perahu Bebek Goes mengelilingi danau, ada juga Waterbom dan tempat istirahat keluarga untuk berkumpul bersama. Selain itu banyak spot-spot poto yang indah, seperti pinggiran pantai yang bersih di kelilingi oleh akar-akar hutan mangrove yang hijau dan kokoh, kemudian menyediakan kapal-kapal untuk melayani pengunjung berkeliling pulau-pulau yang ada di sekitar Pesisir Pesawaran. Salah satu pengunjung, Ismail mengatakan, Wisata Bebek Goes yang ada di Desa Durian menjadi pilihan yang tepat bersama keluarga besar untuk berlibur di akhir pekan. “Wisata Bebek Goes menjadi pilihan saya bersama keluarga, kebetulan ini acara arisan dalam mempererat hubungan silaturahmi dalam keluarga besar,” terang Ismail, Minggu (16/10/2022). Ismail sangat mengapresiasi pihak pengelola Wisata Bebek Goes, karena bisa menata dengan baik dan memanfaatkan keindahan alam untuk di jadikan Destinasi Wisata yang sangat luar biasa. “Saya sangat mengapresiasi Bapak Fauzi selaku Kepala Desa Durian bersama pihak pengelola yang mana bisa membuat pengunjung dengan daya tarik yang luar biasa sehingga setiap pengunjung merasa nyaman dan rasa ingin kembali lagi untuk berlibur ke Bebek Goes,” katanya. Dikatakan nya, banyak nya pengunjung di hari biasa maupun di hari libur sebagai contoh jika Destinasi Wisata Bebek Goes menjadi pilihan masyarakat, baik pengunjung lokal maupun dari luar daerah. “Ini saya lihat pengunjung nya bukan hanya dari Kabupaten Pesawaran saja, namun banyak pengunjung dari luar Kabupaten maupun luar provinsi,” ungkapnya. “Selain tempat nya memang sangat nyaman dan indah, pengelola maupun masyarakat sekitar sangat ramah-ramah terhadap pengunjung,” timpalnya. Ismail melihat, pihak pengelola juga menyiapkan kapal-kapal, jika pengunjung akan mengelilingi pulau-pulau, seperti Pulau Pahawang maupun pulau-pulau lainnya dengan tarif yang sangat murah meriah. “Semoga wisata ini kedepannya semakin maju berkembang pesat sehingga bisa menjadi pilihan bagi keluarga saat melaksanakan liburan, saya juga berharap kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata agar dapat mendorong dan menyuport Destinasi Wisata Bebek Goes yang ada di Desa Durian,” pungkasnya. Di tempat yang sama Kepala Desa Durian Fauzi mengatakan Wisata Bebek Gowes di awal buka sejak tahun 2020 hingga sampai saat ini dan dikelola oleh badan Usaha Milik Desa (BUMDes). “Dan alhamdulillah hingga sampai saat ini wisata ini semakin maju dan berkembang sehingga bisa menambah pendapatan atau sumber daya manusia dan bisa mempekerjakan masyarakat Desa Durian yang tidak ada pekerjaan tetap,” ujar Kades Durian. Kades Durian Fuazi juga menghimbau dan memberitahukan kepada masyarakat yang ada di Provinsi Lampung yang kiranya akan melakukan liburan bisa berkunjung ke Destinasi Wisata desa yang menjadi kebanggaan Desa Durian. “Karena di Desa Durian tempatnya di wisata kita ini sangat indah dan memanjakan mata bilamana kita sedang berkumpul bersama keluarga dan kita juga melayani penyeberangan kemudian Waterboom, dan saya selaku kepala desa akan terus memajukan wisata desa ini agar menjadi wisata unggulan dan bisa mensejahterakan masyarakat saya sehingga terciptanya lapangan pekerjaan,” pungkasnya. (Indra Jaya)