SDN 5 Teluk Pandan Gelar Kegiatan Maulid Nabi SAW 1444 H

Pesawaran (HO) – SDN Negeri 5 Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran melakukan kegiatan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H yang bertema meneladani akhlak nabi Muhammad Saw dan meningkatkan cinta kepada rasulullah yang di gelar di ruang kelas SDN setempat. Nurhayanah, S. Pd selaku Kepala SDN 5 Teluk Pandan mengatakan, acara maulid nabi Muhammad SAW 1444 H tersebut di hadiri oleh komite sekolah, dan segenap dewan guru pengawas SDN dan penceramah Ustadz Suhandi dari Desa Sidodadi. “Juga oleh seluruh orang tua murid dari kelas 1 Sampai 6,” terang Nurhayanah, S. Pd Kepsek SDN 5, Kepada Handalonline.com Rabu (19/10/2022). Kepala Sekolah Nurhayanah, S. Pd juga menyampaikan kepada Siswa,Siswi dengan adanya kegiatan ini harapannya kepada anak-anak dapat mencontoh suri teladan dari Nabi Muhammad SAW dan diterapkan di dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di rumah. “Alhamdulilah wali murid juga sangat antusias dalam mendukung kegiatan artinya senang karena selama masa pandemi tidak ada kegiatan,” ujar Kepsek Nurhayanah, S. Pd. Nurhayanah, S. Pd juga mengatakan semoga SDN 5 Teluk Pandan bisa lebih baik lagi untuk kemajuan sekolah dan agar didukung oleh masyarakatnya juga sehingga bisa bekerja dengan baik dan tenang karena mendapat dukungan dari masyarakatnya karena itu semua faktor suksesnya dalam memberi dan mengajari anak-anak sehingga terjadi nya kegiatan belajar mengajar yang baik. “Saya juga berpesan kepada segenap dewan guru dalam proses pembelajaran semoga selalu semangat dalam proses pembelajaran dengan menggunakan untuk mencari informasi karena saat ini semua sudah sudah menggunakan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jadi semua dewan guru harus melengkapi satu sama lain selalu kompak agar terjalin nya kekeluargaan yang semakin erat,” pungkas Kepsek Nurhayanah, S. Pd. (Indra Jaya)

Wisata Dua Pulau, Tingkatkan Perekonomian, Desa Kota Jawa Punduh Pedada

Pesawaran (HO) – Guna Meningkatkan Perekonomian warga Desa Kota Jawa Kecamatan Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran akan segera membuka wisata dua Pulau, Pulau Khelok dan Pulau Lunik yang ada di desa setempat. “Dalam waktu dekat ini kami masyarakat Desa Kota Jawa akan segera membuka dua Pulau yang ada di desa ini dan pengelolahan masyarakat setempat,” kata Kepala Desa Kota Jawa Reva Naro saat di jumpai di ruang kerjanya, rabu (19/10/2022). Desa kota Jawa ini lanjut Reva Naro, berpotensi wisatanya sangatlah baik, dan ini akan menjadi salah satu Icon wisata kabupaten Pesawaran, yang sebelumnya pulau Pahawang. “Mudah- mudahan niat baik masyarakat Kota Jawa ini bisa terwujud dan biasa menopang perekonomian masyarakat setempat kerena akses jalan menuju Dusun 4 bisa di lalui kendaran roda empat, jarak tempuh dari desa kepulau tersebut hanya 10 menit mengunakan kapal getek (kapal kecil-red),” ujarnya. Dirinya juga menjelaskan, selain akan di bukanya dua pulau tersebut Desa Kota Jawa memiliki program unggulan yaitu, meningkatan sumber daya manusia (SDM) dan membangun gedung Tempat Pengajian Anak (TPA). “Saya fokuskan pembangunan gedung TPA agar anak- anak desa Kota Jawa bisa sedini mungkin belajar tentang agama, dan itu buat bekal mereka di kemudian hari,” ucapnya. Ia juga mengatakan Desa Kota Jawa memiliki Usah Mikro Kecil Menengah (UMKM) pengelolahan kulit pisang menjadi keripik yang terdiri berapa kelompok. “Alhamdulilah UMKM di Desa Kota Jawa sudah berjalan dan di kerjakan berapa kelompok, dan dikerjakan langsung oleh ibu- ibu PKK dan untuk pemasaran hasil UMKM sementara ini kami masaiah melalui media sosial,” ujarnya. Menurutnya, masih ada beberapa kendala yang dihadapi pihaknya, dalam mempromosikan kerajinan tangan yang dihasilkan oleh desanya, salah satunya kondisi jalan yang kondisinya sangat memprihatinkan. “Infrakstruktur terutama jalankan menjadi salah satu faktor pendukung dalam kemajuan suatu daerah, kalau jalan ditempat kami sudah bagus tentunya dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di desa kami, karena akses jalan bagus perekonomian juga bagus,” pungkasnya. (Red)

Hapus Data Kendaraan Bermotor, Samsat Pesawaran Gelar Sosialisasi

Pesawaran (HO) – Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Pesawaran, melakukan sosialisasi penghapusan data kendaraan bermotor tahun 2022, hal ini sebagai tindaklanjut akan diberlakukannya Pasal 74 UU No. 22 Tahun 2009, tentang penghapusan data kendaraan bermotor, bahwa kendaraan yang mati STNK telat pajak 2 tahun dapat dicabut/dihapus registrasinya dan tidak dapat didaftarkan ulang alias bodong. Kepala UPTD Pendapatan Wilayah VIII Samsat Pesawaran Dimas Aditya mengatakan, sosialisasi ini dilakukan guna memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi yang lebih detail mengenai Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2022. “Kami terus mengingatkan kepada masyarakat agar tertib melakukan pembayaran pajak kendaraan, dan registrasi ulang serta segera lakukan balik nama untuk kendaraan bekas, karena bila terjadi penunggakkan pajak selama 5 tahun, ditambah 2 tahun selanjutnya, maka seluruh data yang ada di Samsat akan terhapus dan kendaraan itu tidak bisa lagi diurus,” terangnya saat melakukan sosialisasi di Pasar Hanura Kecamatan Teluk Pandan. Rabu (19/10/2022). Dirinya mengingatkan, setelah melakukan sosialisasi ini, masyarakat dapat segera membayar pajak kendaraan bermotor apabila telah habis masa berlakunya. “Ini penegakkan hukum yang tidak main–main, karena semua pihak sudah berkomitmen bahwa penerapan pasal 74 UU No. 22 Tahun 2009 akan segera dilaksanakan. Oleh karena itu, untuk saat ini kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar kendaraan yang mereka miliki tidak mengalami pembodongan,” jelas dia. “Dan saya juga berpesan kepada para masyarakat yang telah mengetahui informasi ini, untuk menyampaikan himbauan tentang aturan ini kepada kerabat dan lingkungan pengendara agar yang menunggak dapat segera membayar pajaknya dengan segera,” kata dia. Menurutnya, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menggandeng pihak kepolisian khususnya Satlantas Polres Pesawaran, untuk bersama-sama mensosialisasikan Pasal 74 UU No. 22 Tahun 2009, kepada masyarakat khususnya yang ada di Kabupaten Pesawaran. “Kita akan segera berkoordinasi, agar segera dapat menggelar sosialisasi besar-besaran kepada masyarakat, diharapkan kedepannya masyarakat menjadi lebih taat lagi dalam pembayaran pajak,” pungkasnya. (Red)

Samsat Pesawaran Sosialisasi Penghapusan Registrasi Mati STNK 2 Tahun

0
Pesawaran (RN) – Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Pesawaran, melakukan sosialisasi tindaklanjut akan diberlakukannya Pasal 74 UU No. 22 Tahun 2009, bahwa kendaraan yang mati STNK telat pajak 2 tahun dapat dicabut/dihapus registrasinya dan tidak dapat didaftarkan ulang. Kepala UPTD Pendapatan Wilayah VIII Samsat Pesawaran Dimas Aditya mengatakan, sosialisasi ini dilakukan guna memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi yang lebih detail mengenai Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2022. “Kami terus mengingatkan kepada masyarakat agar tertib melakukan pembayaran pajak kendaraan, dan registrasi ulang serta segera lakukan balik nama untuk kendaraan bekas, karena bila terjadi penunggakkan pajak selama 5 tahun, ditambah 2 tahun selanjutnya, maka seluruh data yang ada di Samsat akan terhapus dan kendaraan itu tidak bisa lagi diurus,” ujarnya saat melakukan sosialisasi di Pasar Hanura Kecamatan Teluk Pandan. Rabu 19 Oktober 2022. Dirinya mengingatkan, setelah melakukan sosialisasi ini, masyarakat dapat segera membayar pajak kendaraan bermotor apabila telah habis masa berlakunya. “Ini penegakkan hukum yang tidak main–main, karena semua pihak sudah berkomitmen bahwa penerapan pasal 74 UU No. 22 Tahun 2009 akan segera dilaksanakan. Oleh karena itu, untuk saat ini kami terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar kendaraan yang mereka miliki tidak mengalami pembodongan,” ujar dia. “Dan saya juga berpesan kepada para masyarakat yang telah mengetahui informasi ini, untuk menyampaikan himbauan tentang aturan ini kepada kerabat dan lingkungan pengendara agar yang menunggak dapat segera membayar pajaknya dengan segera,” kata dia. Menurutnya, dalam waktu dekat ini pihaknya akan menggandeng pihak kepolisian khususnya Satlantas Polres Pesawaran, untuk bersama-sama mensosialisasikan Pasal 74 UU No. 22 Tahun 2009, kepada masyarakat khususnya yang ada di Kabupaten Pesawaran. “Kita akan segera berkoordinasi, agar segera dapat menggelar sosialisasi besar-besaran kepada masyarakat, diharapkan kedepannya masyarakat menjadi lebih taat lagi dalam pembayaran pajak,” katanya. (Red)

Tingkatkan Perekonomian, Desa Kota Jawa Punduh Pedada Segera Buka Wisata Dua Pulau

0
Pesawaran (RN) – Guna Meningkatkan Perekonomian warga Desa Kota Jawa Kecamatan Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran akan segera membuka wisata dua Pulau, Pulau Khelok dan Pulau Lunik yang ada di desa setempat. “Dalam waktu dekat ini kami masyarakat Desa Kota Jawa akan segera membuka dua Pulau yang ada di desa ini dan pengelolahan masarakat setempat,” kata Kepala desa Kota Jawa RevaNaro saat di jumpai di ruang kerjanya,Rabu (19/10/2022). Desa kota Jawa ini lanjut RevaNaro, berpotensi wisatanya sangatlah baik, dan ini akan menjadi salah satu Icon wisata kabupaten Pesawaran, yang sebelumnya pulau Pahawang. “Mudah- mudahan niat baik masyarakat Kota Jawa ini bisa terwujud dan biasa menopang perekonomian masarakat setempat kerena akses jalan menuju Dusun 4 bisa di lalui kendaran roda empat, jarak tempuh dari desa kepulau tersebut hanya 10 menit mengunakan kapal getek (kapal kecil) ,” ujarnya. Dirinya juga menjelaskan, selain akan di bukanya dua pulau tersebut Desa Kota Jawa memiliki perogram unggulan yaitu, meningkatan sumber daya manusia (SDM) dan membangun gedung Tempat Pengajian Anak (TPA). “Saya fokusakan pembanguna gedung TPA agar anak- anak desa Kota Jawa bisa sedini mukin belajar tentang agama, dan itu buat bekal mereka di kemudian hari,” ucapnya. Ia juga mengatakan Desa Kota Jawa memiliki Usah Mikro Kecil Menengah (UMKM) pengelolahan kulit pisang menjadi keripik yang tediri berapa kelompok. “Alhamdulilah UMKM di Desa Kota Jawa sudah berjalan dan di kerjakan berapa kelompok, dan dikerjakan langsung oleh ibu- ibu PKK dan untuk pemasaran hasil UMKM sementara ini kami masaih melalui media sosial,” ujarnya. Menurutnya, masih ada beberapa kendala yang dihadapi pihaknya, dalam mempromosikan kerajinan tangan yang dihasilkan oleh desanya, salah satunya kondisi jalan yang kondisinya sangat memprihatinkan. “Infrakstruktur terutama jalankan menjadi salah satu faktor pendukung dalam kemajuan suatu daerah, kalau jalan ditempat kami sudah bagus tentunya dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di desa kami, karena akses jalan bagus perekonomian juga bagus,”pungkasnya. (Red)  

Ratusan Masyarakat Desa Bangun Rejo, Harapkan Pemda Pesawaran Bangun Jembatan

Pesawaran (HO) – Warga Desa Bangun Rejo, Kecamatan Punduh Pedada sangat mengharapkan pembangunan jembatan penghubung antar dusun, hal ini diungkapkan oleh Herliyanto Kepala Desa Bangun Rejo, Kecamatan Punduh Pedada. “Masyarakat disini hampir sebagian besar bekerja sebagai pedagang dan berkebun,” ungkapnya, Kamis kemarin. Kendati demikian, kata dia, terkadang masyarakat terkendala ketika musim penghujan, dimana ada salah satu akses yang tidak biasa dilalui karena tidak adanya jembatan. “Harapan kami ada pembangunan jembatan antar dusun, karena jalan itu biasa dilewati masyarakat untuk menurunkan hasil bumi, bahkan anak sekolah juga lewat jalan itu,” ungkapnya. Selain itu, Herliyanto juga mengatakan masyarakat didaerahnya mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih. “Ada juga di Dusun satu, mengalami kesulitan air bersih, kita sudah mengajukan pembangunan sumur bor, tapi belum terealisasi,” katanya. Disisi lain, Herliyanto juga mengaku jika saat ini dirinya tengah fokus dalam pengembangan pariwisata. “Untuk potensi saat ini yang masih kita kembangkan diantaranya bumi perkemahan, namun sekarang masih proses pengembangannya,” ujarnya. “Di Bidang pertanian kami termasuk salah satu penghasil kopi, tapi memang untuk pemasarannya kita belum maksimal, makanya BUMDes kita juga arahkan untuk pengembangannya,” pungkasnya. (Red)

Ingat, 17 Desember 2022, Sebanyak 27 Desa di Pesawaran Gelar Pilkades

Pesawaran (HO) – Sebanyak 27 desa yang berada di 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Pesawaran, akan menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak pada bulan Desember mendatang. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Pesawaran Zuriadi mengatakan, pihaknya telah memetakan beberapa daerah yang memiliki tingkat kerawanan dalam pilkades serentak yang akan digelar. “Pastinya dalam setiap pilkades akan selalu ada gesekan, namun kitakan sudah mempersiapkan segala kemungkinan yang bisa saja terjadi, dan kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak pihak terkait, seperti TNI Polri untuk memastikan pelaksanaan pilkades ini berjalan dengan baik dan kondusif,” terangnya, Selasa (18/10/2022). Dirinya mengatakan, dari sebanyak 27 desa yang akan menggelar pilkades, hanya terdapat satu desa yang memiliki calon lebih dari lima orang. “Saat inikan sudah masuk dalam tahapan verifikasi tingkat kabupaten, dan terdapat satu desa yang memiliki calon lebih dari lima yaitu Desa Sukajaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan, rencananya pada tanggal 1 bulan depan kita akan menggelar Computer Assisted Test (CAT) untuk desa tersebut,” jelas dia. Menurutnya, pada pelaksanaan Pilkades serentak yang akan digelar pada 17 Desember 2022 mendatang, pihaknya masih tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Kalau untuk pelaksanaannya, tentu kita akan tetap menerapkan prokes seperti pelaksanaan pilkades serentak sebelumnya, hal ini guna menjamin tidak adanya klaster penyebaran virus covid-19 pada pelaksanaan Pilkades serentak,” kata dia. “Saya berharap, dalam pelaksanaan Pilkades ini dapat memunculkan kades-kades yang berkompeten dan memiliki visi misi yang sifatnya membangun desanya masing-masing ke arah yang lebih baik,” ujarnya. Diketahui, 27 desa yang akan menggelar pilkades tersebut berasal dari 10 kecamatan, dan hanya Kecamatan Tegineneng saja yang desanya tidak ikut menggelar pelaksanaan Pilkades serentak. (Red)

BPN Pesawaran Serahkan 100 Sertipikat PTSL Kepada Warga Desa Way Layap

Pesawaran (HO) – Kantor Agraria dan Tata Ruang – Badan Pertanahan Nasional (ATR-BPN) Kabupaten Pesawaran menyerahkan 100 sertipikat tanah kepada masyarakat Desa Way Layap, Kecamatan Gedong Tataan. Penyerahan sertipikat tanah tersebut berdasarkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada seluruh masyarakat di desa se Indonesia. Dalam hal ini, Kepala Kantor ATR-BPN Kabupaten Pesawaran, Aan Rosmana yang diwakili Wakil Ketua Yuridis, Safiin mengatakan, penyerahan sertipikat tersebut sebetulnya berjumlah 124 sertifikat, namun saat ini yang diberikan hanya sebanyak 100 sertifikat.
BPN Pesawaran Serahkan 100 Sertipikat PTSL Kepada Warga Desa Way Layap
“Sisanya sedang diproses, karena memang ada beberapa yang harus dilengkapi dulu,” ujarnya, di Balai Desa Way Layap, Selasa (18/20/2022). Dijelaskannya, persyaratan pengambilan sertipikat tersebut harus menunjukkan fotocopy KTP dan KK yang diserahkan oleh pemiliknya. “Kalau pengambilannya mau diwakilkan, harus menyertakan surat kuasa dulu, sebagai prosedur karena memang semuanya akan kita laporkan ke kantor,” jelasnya. Disamping itu, Kepala Desa Way Layap, Ismed Inanu yang diwakili Sekretaris Desa (Sekdes), M. Aris mengucapkan terima kasih kepada pihak ATR-BPN yang telah membantu proses pembuatan sertifikat tanah milik masyarakat desa setempat. “Serta diimbau juga kepada seluruh penerima agar dapat menjaga sertipikat nya dengan baik, jangan ditaruh sembarang apalagi di pinjamkan kepada orang yang tidak dikenal, intinya di jaga baik-baik sertipikat tersebut,” ujarnya. Melengkapi, salah satu penerima sertifikat PTSL, Jariah (47) warga Desa Way Layap Dusun induk mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan kepadanya dan beberapa masyarakat desa lainnya. “Makasih banyak, ini sangat membantu, walaupun memang ada uang dikeluarkan, yakni sebesar Rp. 250.000,” pungkasnya. (Red)

Kades Pagar Jaya Gali Potensi, Terapkan Program, Pembangunan Maju Pesat, Masyarakat Sejahtera

Pesawaran (HO) – Kepala Desa Pagar Jaya Kecamatan Punduh Pidada Kabupaten Pesawaran, Fauzi Khairul Anwar dalam memajukan pembangunan dan mensejahterakan masyarakat nya dengan menggali berbagai potensi desa, sehingga desa yang terujung di Bumi Andan jejama tersebut menjadi maju pesat. Kepala Desa Pagar Jaya Kecamatan Punduh Pidada Fauzi Khairul Anwar mengatakan bahwa ada sejumlah potensi yang masih terus digali guna mensejahterakan perekonomian masyarakat yang dipimpinnya. “Desa Pagar Jaya merupakan wilayah terujung dari Kabupaten Pesawaran, karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Tanggamus. Desa kami memiliki banyak potensi alam yang masih terus dikembangkan agar dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang banyak beraktifitas di laut dan perkebunan,” kata dia, Selasa (18/10/2022). Ia juga menuturkan, bahwa luasan geografis desanya ada sekitar kurang lebih 21.000 Hektar. Dan memiliki jumlah penduduk laki-laki 813 jiwa serta perempuannya ada 716 jiwa dengan jumlah 439 kepala keluarga. “Untuk pendapatan masyarakat kebanyakan dari perkebunan, seperti pisang kopi coklat dan tanaman tahunan serta nelayan. Karenanya, jalan atau infrastruktur yang berada atau menuju perkebunan terus kita bangun dan menjadi fokus pembangunan desa,” tutur dia. Desa Pagar Jaya tidak ada bangunan sekolah SMP, SMU atau SMK apalagi perguruan tinggi. Untuk pendidikan masyarakatnya hanya tersedia pada 2 PAUD dan 2 SD Negeri. Lalu, untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi harus ke kota atau di desa lain yang memiliki fasilitas tersebut. “Kami tetap bersyukur, secara umum infrastruktur telah terbentuk badan jalannya tinggal pengerasan atau dibeton. Sampai saat ini, aktifitas pendidikan tidak ada masalah hanya saja jalan yang menuju tempat destinasi wisata sangat perlu diperhatikan,” ujar dia.
Wisata Pantai Teluk Hantu yang ada di Desa Pagar Jaya, surga terselubung di Provinsi Lampung
Keterbatasan menuju destinasi wisata yang dimaksud adalah akses ke Teluk Hantu dan Pulau Wayang yang masih berbentuk tanah sehingga sangat sulit dilalui kendaraan baik roda dua maupun roda empat manakala hujan. “Kalau pengunjung ke lokasi tersebut sudah mulai banyak, nantinya akan ada home stay yang disediakan masyarakat setempat. Sehingga para wisatawan dapat menginap dan pagi harinya dapat menyaksikan aktifitas ikan lumba-lumba yang kerap muncul pagi dan sore hari,” ucap dia. Tidak hanya akses jalan, lanjutnya, akses internet dan jaringan telekomunikasi juga menjadi hambatan. Pasalnya, selain di Desa Pagar Jaya signal mengalami blangspot juga belum adanya provider yang dapat membangun menara atau tower guna mempermudah signal. “Sangat kesulitan, untuk itu ketika dilakukan zoom meeting oleh pemda atau bupati, kami kerap ketinggalan karena harus mencari tempat dimana ada signal. Saya yakin, kalau akses internet lancar terlebih jalan dibeton akan lebih pesat perkembangannya. Karena, pengunjung dari luar akan lebih memilih jalur darat dari pada laut,” ungkapnya. Kemajuan pembangunan desa tersebut juga tidak luput dari keterlibatan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona yang secara masif mendorong desa-desa yang ada nantinya dapat menjadi desa mandiri. Diantaranya adalah memaksimalkan anggaran yang ada guna pembangunan infrastruktur meskipun dengan keterbatasan. Dan, di Desa Pagar Jaya sejumlah ruas jalan telah dibeton meskipun belum seluruhnya. Kemudian, program satu desa satu destinasi wisata, desa pintar atau smart village yang itu semua merupakan upaya memajukan Bumi Andan Jejama ke arah yang lebih baik dan sejahtera. Prosesi tersebut sedikit mengalami keterlambatan setelah dua tahun terbentur dengan pandemi corona yang sangat menguras anggaran, baik APBD kabupaten dan provinsi maupun ABPBN ditingkat nasional. “Mudah-mudahan, kedepan tidak ada lagi blangspot di wilayah Kabupaten Pesawaran. Kita sedang galakan digitalisasi, baik di desa kecamatan serta OPD atau pemda. Nah, pembangunan tower provider di areal yang masih blangspot rencananya segera dibangun, karena perencanaannya sudah dilakukan beberapa tahun sebelumnya hanya kemarin kan pandemi, jadi ya harap maklum, ” kata Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Teknologi serta Persandian Kabupaten Pesawaran Jayadi Yasa. Ia juga menegaskan, nantinya dengan berbagai upaya setiap desa diharapkan mampu mengaktifkan website desa sehingga dapat mengeksplore potensi yang ada serta mempermudah masyarakat mendapat informasi secara cepat. “Ya, sesuai dengan harapan Pak Bupati, kedepan website desa harus lebih aktif. Tentunya, didukung dengan sumber daya manusia yang berkualitas agar dapat mengoperasikan IT,” tegas dia. Kemudian soal kesehatan, Desa Pagar Jaya hanya memiliki satu bidan desa dan tidak terjamah oleh perawat homecare yang dapat melayani kebutuhan kesehatan masyarakat. Kondisi tersebut diakui Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran yang dikemukakan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran dr. Andika didampingi Kabag TU nya Firman diruang kerjanya. “Memang untuk wilayah pesisir masih kekurangan tenaga perawat dan perawat homecare yang ditempatkan di Kecamatan Punduh Pidada hanya tiga orang. Nah, perawat homecare tersebut harus melayani 10 desa, sehingga wajar kalau ada desa yang belum terlayani secara maksimal,” pungkasnya. (Red)

Kades Sukamaju Prioritaskan Kesehatan dan Pendidikan Bagi Warganya

0
Kepala Desa Sukamaju Kecamatan Punduh Pedada
Pesawaran (RN) – Kepala Desa Sukamaju Kecamatan Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran prioritaskan pelayanan Kesehatan dan Pendidikan terhadap masyarakat setempat. Rasa tanggung jawab, dedikasi serta suri tauladan sebagai abdi dan pelayanan masyarakat harus dikedepankan guna memberi rasa nyaman dan mampu menampung aspirasi masyarakat Desa. Hal tersebut dikatakan Kepala Sukamaju Kecamatan Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran Virman Ardana S.,Spi saat di wawacarai di ruang kerjanya, kamis (13/10/2022). “Pelayanan kita kepada masyarakat harus optimal agar mereka merasa puas. Selain itu, perhatian lebih yang kita berikan kepada masyarakat dapat menghasilkan nilai positif bagi pembangunan di Desa dan meningkatkan Sumber Daya manusia (SDM) bagi warga Sokamaju,” tuturnya. Dirinya juga menjelaskan, bagi masarakat khusunya anak yatim piatu dan tidak mampu, yang ingin sekolah di luar desa dari SD hingga SMP secara adminitrasi dan biayaya seragam kami geratiskan. “Desa Sokamaju sudah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak Darmajaya dan kedepan Desa Sokamaju akan melakukan kerja sama dengan Malhayati, guna menunjang dan melahirkan Sarjan- sarjan muda bagi masarakat setempat,” jelasnya. Ia juga mengatakan selain memprioritaskan pendidikan, Desa Sokamaju juga prioritaskan kesehatan bagi masarakat yang membutuhkan. “Bagi masarakat Sokamaju yang kurang mampu apa bila hendak berobat tetap kami geratiskan baik berobat di rumah sakit maupun di puskemas,” pungkasnya. (Red)