Peringati Hari Santri Nasional, Bupati Pesawaran Ajak Santri Jadi Pelaku Peradaban Dunia
Pesawaran (RN) — Dalam peringatan Hari Santri Nasional 2025, Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M. mengajak para santri untuk menjadi pelaku aktif dalam membangun peradaban dunia yang berkeadaban dan berkeadilan.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat bertindak sebagai pembina apel pada peringatan Hari Santri Nasional bertema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia” di Pondok Pesantren Tahfidhul Qur’an Al-Mu’awanah, Desa Kota Jawa, Kecamatan Way Khilau, Rabu (22/10/2025).
Dalam amanatnya saat membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar, Bupati menyampaikan bahwa peran pesantren dan santri memiliki peran penting dalam berbagai bidang kehidupan bangsa. Bukan sekadar lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter, moral, dan nilai kebangsaan.
Tema Hari Santri tahun ini, “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia,” mencerminkan semangat bahwa santri tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman, tetapi harus hadir sebagai penggerak kemajuan yang membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
“Santri harus tampil sebagai pelaku sejarah baru, bukan sekadar penjaga tradisi. Mereka harus mampu membawa nilai-nilai luhur pesantren ke dunia modern yang serba digital,” kata Bupati.
Dalam sambutan yang dibacakan, keterlibatan pesantren dalam berbagai program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) turut mendapat apresiasi. Kedua program ini dinilai menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup para santri di seluruh Indonesia.
Bupati Nanda juga berpesan agar para santri terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, santri masa kini tidak hanya dituntut memahami kitab kuning, tetapi juga perlu menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan bahasa dunia agar mampu berperan aktif di tingkat global.
“Barangsiapa yang menanam ilmu, maka ia menanam masa depan. Tanamlah ilmu dengan sungguh-sungguh, jaga akhlak, hormati guru dan kiai, serta cintai Tanah Air. Dari tangan para santrilah masa depan Indonesia akan ditulis,” pesan Bupati.
Peringatan Hari Santri Nasional diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan meliputi apel peringatan, pembacaan ikrar santri, dzikir dan sholawat kebangsaan, penyerahan santunan pendidikan kepada 1.000 santri se-Kabupaten Pesawaran, penampilan kreasi santri, serta pengumuman lomba santri nasional antar pondok pesantren. (zal)
SPPG Polres Pesawaran Resmi Diluncurkan, Pemkab Siap Sukseskan Program Gizi Nasional
Pesawaran (RN) – Wakil Bupati Kabupaten Pesawaran Antonius Muhammad Ali, menghadiri acara Launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Pesawaran yang berlokasi di Jalan Way Ratai, Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan, pada Rabu (22/10/2025).
Program SPPG ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan anak-anak sekolah mendapatkan akses terhadap makanan bergizi, sehat, dan higienis. Pelaksanaannya dilakukan secara terpadu antara Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum, guna mempercepat pemerataan pemenuhan gizi di seluruh wilayah, termasuk Kabupaten Pesawaran.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Pesawaran beserta dinas terkait berkomitmen penuh untuk menyukseskan dan melaksanakan arahan Presiden Republik Indonesia dalam program pemberian makanan bergizi gratis tersebut.
“Semoga program ini berjalan lancar dan sukses. Namun tentu, dibutuhkan peran serta seluruh stakeholder serta masyarakat dalam mewujudkan keberhasilan program ini di Kabupaten Pesawaran,” ujar Antonius.
Sebagai bagian dari langkah strategis mendukung ekonomi daerah, Pemkab Pesawaran juga akan mengupayakan penggunaan bahan baku lokal yang diperoleh dari warga dan petani setempat. Langkah ini diharapkan dapat mendukung swasembada pangan, menekan angka kekurangan gizi, serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan adanya SPPG di bawah binaan Polres Pesawaran ini, kami berharap seluruh pihak dapat berkomitmen menjalankannya dengan baik. Kita harus menjaga keselamatan dan keamanan pangan, kualitas gizi yang terukur, ketepatan waktu dan jangkauan distribusi, serta menjamin kebersihan, transparansi, dan akuntabilitas,” tambahnya.
Selain itu, sinergi dan kepedulian antar pihak juga dinilai penting, agar tidak muncul persepsi negatif di masyarakat terkait kualitas makanan yang didistribusikan. Wabup berharap program ini mampu meningkatkan kualitas gizi anak dan remaja, terutama di wilayah Kabupaten Pesawaran.
Kapolres Pesawaran AKBP Heri Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.I.K. dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian bersama dalam memberikan asupan gizi yang merata bagi anak-anak di wilayah kerja SPPG Polres Pesawaran, termasuk sekolah dan pondok pesantren.
“Program ini diharapkan dapat bermanfaat bagi anak-anak dan ibu hamil agar ke depan tidak ada lagi warga yang kelaparan atau kekurangan gizi. Pemerintah ingin memastikan setiap anak mendapatkan hak yang sama tanpa membedakan kondisi ekonomi,” ungkap Kapolres.
Sementara itu, Ketua SPPG Polres Pesawaran, M. Irfan Yasrizal Mega, menjelaskan bahwa pada periode distribusi pertama, SPPG akan menyalurkan 1.624 paket makanan bergizi yang tersebar di tiga desa, yaitu Desa Wiyono, Desa Negeri Sakti, dan Desa Kurungan Nyawa, dengan melibatkan 47 orang tenaga pelaksana, termasuk ahli gizi dan petugas masak.
“Kegiatan launching ini menjadi langkah awal kolaborasi nyata antara Polres Pesawaran, Pemerintah Kabupaten Pesawaran, dan masyarakat, dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan serta memperbaiki status gizi masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya. (zal)
Bahas Pelayanan Publik, PWI dan BPN Pesawaran Gelar Audiensi
Pesawaran (RN) – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran mengelar audiensi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten setempat, Selasa (14/10/2025).
Ketua PWI Pesawaran M. Ismail mengatakan, Pertemuan ini membahas sinergi, transparansi, kolaborasi, dan pelayanan publik.
“Audiensi ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan momentum penting membangun komunikasi terbuka, dan meningkatkan transparansi menangani keluhan pertanahan masyarakat,” kata Ismail didampingi, Sekretaris, Sapto Fimansis, Bendahara, Reza Utama, serta Wakil Ketua I bidang organisasi, Rama Diansyah.
Ia juga menyatakan, bahwa audiensi ini menjadi langkah awal membangun sinergi antara PWI dengan BPN, sekaligus memperkuat kontribusi wartawan dalam mendukung program pembangunan di Bumi Andan Jejama.
“Audiensi ini kami pandang sebagai perkenalan sekaligus ruang untuk menjalin hubungan baik antara PWI dan BPN. Kami ingin membangun sinergitas agar ke depan ada kolaborasi positif yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pesawaran, Nanang Setyawan menyambut baik kunjungan organisasi wartawan tertua se- Indonesia tersebut, kata dia, pentingnya peran media sebagai mitra strategis.
“Media sangat membantu sosialisasi prosedur administrasi pertanahan agar masyarakat lebih memahami. Kami berharap media menjadi mitra strategis BPN dalam menyampaikan informasi BPN ke publik, terutama mengenai prosedur administrasi pertanahan,” kata Nanang.
Nanang menilai audiensi ini menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi positif antara PWI dengan BPN, demi kepentingan masyarakat Kabupaten Pesawaran.
“Kami menekankan pentingnya kemitraan yang kuat antara BPN dan PWI untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik. PWI Pesawaran untuk berperan aktif dalam mengawasi kinerja BPN serta memberikan masukan yang konstruktif,” pungkasnya. (Red)
PWI Pesawaran Edukasi Kepala Sekolah di Tiga Kecamatan Tentang Jurnalistik
Pesawaran (RN) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) berkerja sama dengan Polres dan Kejaksaan Kabupaten Pesawaran menggelar sosialisasi jurnalistik dan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.
Kegiatan ini berlangsung Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Kedondong Kabupaten Pesawaran. Dan dihadiri langsung Korcam Kedondong, Korcam Way Lima, Korcam Way Khilau dan Puluhan Peserta Kepala Sekolah.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran M. Ismail yang diwakili Sekertaris PWI Sapto Firmansis, mengatakan. PWI adalah organisasi profesi wartawan pertama di Indonesia yang berdiri pada 9 Februari 1946 di Surakarta. Tanggal lahir PWI ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional (HPN).
Menurutnya, kebebasan pers seringkali disalahartikan oleh oknum-oknum di lapangan. Meskipun niatnya baik, dengan penyampaian yang kurang tepat hasilnya malah kontraproduktif. Imbasnya narasumber malah menjadi resah sehingga citra profesi ini semakin terpuruk di mata masyarakat,” kata dia, Kamis (09/10/2025).
Ia mengatakan, melalui kegiatan ini Kepala Sekolah bisa mengenal anggota PWI Pesawaran, dan bisa memahami tentang Kode Ektik Jurnalistik (KEJ) dan Undang -Undang Pers. Untuk dapat menjadi anggota PWI tidak mudah, harus melalui berbagai tahap rekrutmen.
“Jadi, saya pastikan tidak ada wartawan anggota PWI Pesawaran yang ke sekolah-sekolah meminta uang. Wartawan bekerja sesuai dengan penugasan dan pencarian informasi yang ditugaskan. Kalau ada wartawan seperti itu, saya pastikan bukan wartawan, tapi orang yang mengaku-ngaku wartawan,” tegasnya.
Sementara itu kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesawaran yang diwakili Sekertaris, Pradana Utama sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh PWI Pesawaran.
“Dijaman Digitalisasi ini, masyarakat harus paham dan bisa menyaring berita itu terlebih dahulu. Siapa pun bisa menjadi wartawan tanpa memahami aturan Kode Ektik jurnalistik (KEJ),” ujarnya.
Tama menambahkan, kegiatan sosialisasi semacam ini sangat penting untuk memperkuat literasi media di lingkungan pendidikan. Ia juga berharap, kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan di seluruh kecamatan di Kabupaten Pesawaran.
“Harapan kami, sosialisasi Undang-Undang Pers dan penyuluhan hukum ini dapat dilaksanakan di seluruh wilayah Pesawaran, agar semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya berita yang disajikan yang benar dan berimbang,” katanya. (zal)
Bupati Nanda: Insan Pers Merupakan Corong Bagi Pemerintah Pesawaran
Pesawaran (RN) – Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran, kumpul bersama dengan belasan organisasi wartawan yang ada di kabupaten setempat.
Bupati Pesawaran Nanda Indira mengatakan, insan pers merupakan corong bagi pemerintah, untuk menyebar luaskan segala program yang telah dicanangkan oleh Nanda-Anton selama lima tahun kedepan.
“Selama ini pemerintah Kabupaten Pesawaran bersama dengan insan pers di Bumi Andan Jejama, memiliki hubungan yang sangat baik, maka dari itu kita kumpul pada hari ini untuk lebih mempererat kembali tali silahtuhrami yang telah udah ada,” ujarnya.
Dirinya mengatakan, Nanda Anton memiliki tagline Cerdas, Aman, Kreatif, Efektif dan Produktif (CAKEP), hal ini yang pihaknya kejar dalam 100 hari masa kerjanya setelah pelantikan.
“Jadi tagline itu bukan hanya untuk gaya-gayaan selama kampanye, namun itu memang cita-cita dan harapan yang Nanda-Anton bawa untuk kemajuan Kabupaten Pesawaran,” kata dia, di Cafe Backland Desa Bagelen Kecamatan Gendong Tataan, Rabu (08/10/2025).
“Selain itu juga, kami juga mengedepankan untuk perbaikan infrastruktur, dan dalam waktu dekat ini kita sedang dalam proses perbaikan di 16 ruas jalan kabupaten, dan 76 jalan lingkungan, tentunya ini dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat,” kata dia.
Menurutnya, selain Infrakstruktur, pihaknya juga bertekad untuk memajukan dalam bidang pertanian dan ketahanan pangan yang ada di Pesawaran.
Dirinya juga mengharapkan, setiap insan pers juga harus dapat memberikan saran dan masukan bagi pemerintah, tentunya saran dan masukan ini yang sifatnya membangun.
“Saya berharap para insan pers ini dapat memberikan informasi apa saja kendala yang dialami masyarakat saya di bawah kepada kami, karena saya percaya kawan-kawan insan pers ini lebih cepat mendapatkan informasi dibandingkan kami,” katanya. (Red)
Penasehat DWP Kabupaten Pesawaran Buka Sosialisasi Organisasi Mighrul Lampung Bersatu
Pesawaran (RN) — Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pesawaran, Cindy Aria Anton, membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Organisasi Mighrul Lampung Bersatu yang berlangsung di Aula Kabupaten Pesawaran, Selasa (07/10/25). Kegiatan dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pesawaran, dan Ketua Unsur Dharma Wanita Persatuan Perangkat Daerah dan Kecamatan se- Kabupaten Pesawaran
Dalam sambutannya, Ketua DWP Kabupaten Pesawaran menyampaikan rasa bahagianya dapat hadir dan bertemu langsung dengan para anggota serta pengurus organisasi Mighrul Lappung Bersatu. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang sosialisasi, melainkan juga sebagai sarana silaturahmi untuk memperkuat persatuan dan kesatuan.
“Saya sangat berbahagia bisa hadir di sini, bertemu dengan rekan-rekan semua dalam rangka sosialisasi Mighrul Lappung Bersatu. Acara ini bagi kami bukan hanya sosialisasi, melainkan sarana silaturahmi untuk makin memperkuat persatuan dan kesatuan kita,” ujar Cindy Aria Anton.
Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi terhadap kiprah Mighrul Lappung Bersatu yang dikenal sebagai organisasi yang peduli terhadap pelestarian budaya Lampung. Ia juga memberikan penghargaan atas peran Ketua Umum Mighrul Lappung Bersatu, Ibu Dwita Ria Gunadi Gelar Ibuan Migo, yang telah membawa organisasi tersebut semakin dikenal dan eksis di Provinsi Lampung.
Sebagai Penasehat DWP Kabupaten Pesawaran, Cindy Aria Anton juga menyambut baik kegiatan sosialisasi ini. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai peran organisasi dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah, khususnya di Bumi Andan Jejama.
“Kami mendorong agar semakin banyak perempuan-perempuan Pesawaran yang bisa aktif dalam kegiatan organisasi ini. Organisasi yang menempatkan budaya Lampung sebagai sesuatu yang utama, yang mesti selalu dijaga sebagai identitas kebudayaan kita,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan komitmen DWP Kabupaten Pesawaran untuk siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Mighrul Lappung Bersatu dalam upaya memajukan kebudayaan dan pembangunan daerah.
“Kami juga siap untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan Mighrul Lappung Bersatu untuk kemajuan Lampung dan juga Kabupaten Pesawaran. Semoga dengan sosialisasi ini, Mighrul Lappung Bersatu bisa semakin eksis dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tutupnya.
Di akhir acara, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sosialisasi oleh dua narasumber, yaitu Prof. Dr. Dra. Farida Ariyani, M.Pd dan Dr. Febriyanti, S.Pd., M.Pd, yang memberikan materi seputar peran Perempuan dalam Pemberdayaan organisasi dan Spirit Pemberdayaan Mighrul Lappung Berbasis Kearifan Lokal Lampung. (zal)
Warga Gedong Tataan Temukan Mayat Membusuk di Kebun Karet
Pesawaran (RN) – Warga Desa Kebagusan Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran digegerkan dengan penemuan mayat Anonim yang sudah membusuk di areal kebun karet di desa setempat, Minggu (5/10/2025).
Menurut Fit (43) warga setempat mengatakan, penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut pertama kali ditemukan oleh warga sekitar yang mencium bau busuk dilokasi kejadian.
Setelah dicari asal bau tersebut, lanjut dia, ternyata sesosok mayat yang sudah dalam kondisi membusuk, tergeletak di areal pohon bambu pinggir jalan disekitaran kebun karet milik PTPN.
“Kondisinya sudah membusuk pak. Kalo liat dari mayatnya itu laki-laki. Tapi nggak tau siapa. Saya dan warga sini nggak ada yang kenal pak,” jelasnya.
Sementara menurut salah satu anggota personel Polres Pesawaran yang datang ke lokasi kepada media ini menjelaskan. Penemuan mayat anonim ini ditemukan warga sekitar pukul 14.15 Wib.
Dia mengungkapkan, mayat anonim ini berjenis kelamin laki-laki diperkirakan sudah meninggal lebih dari tiga hari. Dan setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara, mayat dibawa ke RS. Bhayangkara Bandar Lampung untuk dilakukan otopsi.
“Dilokasi tidak ditemui identitas. Dan saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut terkait hal ini, termasuk dugaan apakah terdapat unsur tindak pidana atau tidak,” jelasnya. (Red)
Diduga Korupsi, Kejati Lampung Tangkap Mantan Kepala Desa Mada Jaya Pesawaran
Lampung (RN) – Tim Intelijen Kejati Lampung bersama Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Pesawaran berhasil meringkus terduga korupsi S mantan Kepala Desa Mada Jaya Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran.
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Lampung Ricky Ramadhan mengatakan, terduga seorang Daftar Pencarian Orang (DPO), tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan Dana Bantuan Program Gerakan Desa Ikut Sejahtera (GADIS).
Perkara ini berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana bantuan desa dan keuangan APBDes Tahun Anggaran 2018–2019, yang berpotensi merugikan keuangan negara,” Kata Ricky Sabtu (04/10/2025).
Menurutnya, melalui pemantauan intensif dan kerja intelijen yang terukur, tim gabungan akhirnya berhasil melacak keberadaan tersangka dan mengamankan yang bersangkutan hari ini.
“Usai diamankan, tersangka langsung diserahkan kepada penyidik Kejaksaan Negeri Pesawaran untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut,” ujarnya.
“Keberhasilan ini menegaskan bahwa Kejaksaan tidak akan pernah berhenti menegakkan hukum terhadap siapa pun yang berupaya melarikan diri dari proses peradilan tidak ada tempat aman bagi DPO,” tegasnya.
Kejaksaan Tinggi Lampung menyatakan bahwa upaya pelacakan, penangkapan, dan penegakan hukum terhadap para buronan merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menjaga integritas penegakan hukum yang bersih, profesional, dan berkeadilan.
“Konsistensi ini juga menunjukkan bahwa fungsi intelijen kejaksaan berperan sentral dalam memastikan setiap pelaku tindak pidana mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum,” pungkasnya.
Diberitakan Sebelumnya
Mantan Kepala Desa Mada Jaya Kecamatan Way Khilau Sutrisna sudah resmi menjadi buronan Kejaksaan Negeri Kabupaten Pesawaran, Ia tak mengindahkan panggilan Kejari Pesawaran dan sudah pernah berupaya melakukan penjemputan paksa namaun gagal, sehingga Kejari Kabupaten Pesawaran tetapkan Sutrisna sebagai daftar pencarian orang (DPO).
Kajari Pesawaran Tandy Mualim mengatakan, penetapan DPO Sutrisna ini, disebabkan karena yang bersangkutan tidak kooperatif, setelah dilakukan pemanggilan oleh Kejari Pesawaran.
“Kita sudah beberapa kali melakukan pemanggilan kepada tersangka Sutrisna ini, kemudian kita juga sudah pernah berupaya melakukan penjemputan paksa, namun gagal, dan perhari ini kita resmi mengeluarkan surat DPO terhadap Sutrisna,” ujarnya. Jumat (14/02/2025).
Dirinya juga mengatakan, pihaknya juga telah menyebarkan surat DPO tersebut ke tempat-tempat umum, serta telah disebar juga di lingkungan tempat tinggal Sutrisna.
“Sudah kita sebar surat DPO nya, ditempat-tempat umum seperti balai desa di Mada Jaya, sehingga masyarakat yang mengetahui lokasinya bisa menghubungi nomor yang tertera di surat edaran tersebut,” ujar dia.
Di singgung, terkait adanya video yang beredar memperlihatkan Sutrisna sedang berada di Jakarta, Kejari sedang mencari informasi kebenarannya.
“Kita sedang mencari tau informasi tersebut, kalau ditanya apakah kita akan melakukan penjemputan paksa, nanti kami akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan tim, dan juga kita mencari tau kebenarannya terkait video yang beredar,” kata dia.
Dikatakan nya, Sutrisna ditetapkan tersangka atas dugaan melakukan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) tahun anggaran 2018 yang merugikan negara mencapai Rp553 juta.
“Kita telah melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi ini sejak bulan Juni tahun 2024, dan kita menemukan adanya kerugian negara, namun karena yang bersangkutan sama sekali tidak kooperatif, makanya kami lakukan penjemputan paksa,” kata dia.
Kajari juga mengatakan, penangkapan terhadap Sutrisna ini, murni karena adanya dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukannya saat menjabat sebagai Kades, dan tidak ada perintah dari siapapun.
“Kami melaksanakan tugas ini berdasarkan hasil pemeriksaan kami, bukan karena perintah bupati ataupun kepentingan lainnya, jadi tolong jangan membuat isu yang membikin gaduh situasi pasca pemilu ini,” katanya. (Red)
Pemkab Pesawaran Luncurkan Dua Program SIDAYA dan GENTING
Pesawaran (RN) – Dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pesawaran meluncurkan dua program strategis yang menyasar kelompok rentan, yaitu Sekolah Lansia (Gerakan Lanjut Usia Berdaya (SIDAYA) dan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Bupati Pesawaran Nanda Indira menegaskan nantinya, keberhasilan kedua program akan sangat bergantung pada keterlibatan multisektor.
Dengan kolaborasi lintas sektor, Pesawaran menargetkan penurunan prevalensi stunting sekaligus peningkatan kualitas hidup lansia. Program SIDAYA dan GENTING diharapkan menjadi model integrasi kebijakan sosial dan kesehatan di tingkat daerah yang memberi dampak langsung pada masyarakat.
“SIDAYA mendorong lansia agar tetap berdaya, sedangkan GENTING diarahkan untuk memperkuat generasi sejak 1000 hari pertama kehidupan. Jika keduanya berjalan optimal, maka Pesawaran bisa menghasilkan masyarakat yang sehat dari hulu sampai hilir,” Kata Nanda, di Balai Desa Bogorejo Kecamatan Gedong Tataan, Jum’at (03/10/2025).
Dirinya juga menjelaskan, Keduanya diproyeksikan sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas hidup lanjut usia sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting di tingkat keluarga.
SIDAYA dirancang sebagai ruang pemberdayaan lansia melalui pertemuan terjadwal sebanyak dengan kurikulum yang mengintegrasikan aspek kesehatan fisik, psikologis, hingga keterlibatan sosial.
“Sekolah lansia ini bukan hanya tempat belajar, tetapi wadah bagi orang tua kita untuk tetap sehat, aktif, produktif, dan bermartabat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BKKBN menuturkan bahwa Lampung saat ini memiliki lebih dari 1 juta lansia atau sekitar 11,35 persen dari total penduduk. Dengan tren peningkatan populasi lanjut usia, pemerintah perlu menyiapkan sistem yang mampu menjawab persoalan kesehatan, kesepian, hingga keterbatasan produktivitas.
“Dengan SIDAYA, lansia di Pesawaran diharapkan bisa menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar penerima layanan,” katanya.
Di sisi lain, program GENTING diarahkan untuk mendampingi keluarga berisiko stunting, terutama ibu hamil, ibu menyusui, serta anak usia 0–23 bulan dari keluarga kurang sejahtera. Melalui skema Orang Tua Asuh (OTA), berbagai pihak dilibatkan untuk memberikan dukungan nutrisi, bedah rumah, dan perbaikan sanitasi.
Di Pesawaran, intervensi awal GENTING mencakup bantuan nutrisi selama enam bulan untuk 100 keluarga, renovasi jamban sehat bagi dua keluarga, serta bedah rumah untuk satu keluarga penerima manfaat.
“Masih ada banyak keluarga yang membutuhkan pendampingan, sehingga kami berharap program ini bisa terus diperluas bersama mitra potensial lainnya,” pungkasnya. (zal)
Optimalkan Tanam dan panen, Bupati Pesawaran Serahkan Bantuan Alsintan Ke Petani Kutoarjo
Pesawaran (RN) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus berupaya memperkuat ketahanan pangan daerah dengan menghadirkan dukungan sarana pertanian modern dan inovasi ramah lingkungan bagi petani.
Dukungan ini tertuang langsung dalam agenda kunjungan kerja Bupati Pesawaran Nanda Indira, bersama Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali, di Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedong Tataan, Jumat (3/10/2025).
Bupati Pesawaran Nanda Indira, mengatakan hari Pemerintahan Kabupaten Pesawaran menyerahkan sejumlah bantuan Alsintan secara simbolis kepada kelompok tani di beberapa kecamatan.
“Bantuan itu terdiri atas dua unit mesin panen combine harvester besar tipe Maxi 102 untuk Kelompok Tani Makarti Jaya I (Desa Kutoarjo, Gedong Tataan) dan Kelompok Tani Sumber Makmur (Desa Sidomulyo, Negeri Katon,” kata Nanda, Jumat (03/10/2025).
Selain itu, ada juga tiga unit traktor roda empat juga diserahkan kepada Kelompok Tani Budi Rukun (Desa Bernung, Gedong Tataan), Kelompok Tani Joyo Makaryo (Desa Bangun Sari, Negeri Katon), dan Kelompok Tani Maju Jaya Sejahtera (Desa Margomulyo, Tegineneng).
“Sektor pertanian di Bumi Andan Jejama memegang peranan dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pesawaran memiliki potensi lahan sawah 12.926 hektare dengan produksi padi mencapai 1,6 juta ton. Kita bahkan surplus sekitar 40 ribu ton beras. Menurut Bupati, ini merupakan capaian bagus yang harus dipertahankan dan ditingkatkan, salah satunya melalui dukungan Alsintan dan sarana penunjang lainnya,” tambah dia.
Ia juga berharap, bantuan Alsintan ini dapat dioptimalkan untuk mempercepat olah tanah, tanam, dan panen, sehingga produktivitas pangan semakin meningkat.
“Semoga Alsintan ini bisa meningkatkan produksi pertanian, demi terwujudnya swasembada pangan, sehingga Pesawaran bisa menjadi salah satu lumbung pertanian di Lampung, seperti yang kita harapkan bersama,” kata Bupati.
Ketua Gapoktan Makarti Jaya Desa Kutoarjo, Haryanto menyambut baik bantuan tersebut. Ia menuturkan, keberadaan mesin panen dan traktor akan sangat membantu petani, khususnya dalam mempercepat proses panen, meningkatkan efisiensi biaya, dan memperluas cakupan lahan garapan.
“Dengan combine harvester, pemanenan bisa dilakukan lebih cepat dan hasil gabah lebih bersih dari jerami. Selisih harga juga lebih tinggi dibanding panen manual,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Gedong Tataan Lukman, menjelaskan bahwa POC dibuat dari bahan organik cair berupa air cucian beras dan air kelapa yang diolah kembali melalui serangkaian proses fermentasi. Kandungan unsur hara makro seperti nitrogen, fosfor, kalium, serta unsur mikro lainnya, mampu meningkatkan kesuburan dan kegemburan tanah secara alami.
“POC juga memperbaiki struktur tanah yang keras menjadi lebih gembur, menjaga kelembaban, serta meningkatkan hasil produksi petani,” jelasnya. (zal)
