Bupati Nanda Targetkan Perbaikan Jalan Way Khilau Rampung Oktober 2025
Rumah Warga Ambruk, Bupati Pesawaran Berikan Bantuan Bedah Rumah
Pimpin Apel, Bupati Nanda Tekankan Disiplin dan Peningkatan Layanan Publik
Ketua Koperasi Pena Mass: Banner Ucapan Sesuai Koridor dan Tidak Ada Pungli
Pesawaran (RN) – Ketua Koperasi Pena Mas Nurizal mengaku geram dengan isu sepihak yang di gaungkan oleh beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab terkait produk banner ucapan selamat pelantikan Bupati Pesawaran.
Saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya memang menjual banner ucapan selamat kepada sekolah-sekolah yang ada di Gedong Tataan dengan kualitas dan tanpa paksaan, dirinya menyayangkan adanya pemberitaan yang tidak konfirmasi kepada pihaknya.
Koperasi Pena Mas Memiliki Legalitas Jelas
“Saya belum pernah di konfirmasi, saya dapat berita itu dari kawan, yang dipajang di berita produk yang kami jual, salahnya dimana? Koperasi Pena Mas ini koperasi yang memiliki legalitas jelas,” kata dia.
Nurizal menegaskan, dirinya telah berbicara dengan anggota koperasi terkait langkah kedepan, karena apa yang dikerjakan koperasi Pena Mas masih dalam koridor.
Ketua Koperasi Ambil Langkah Hukum
“Itu ada video di Tik Tok, yang upload video itu tidak ada konfirmasi sama sekali, kabarnya juga dia ada di penjara kasus pemerkosaan, nanti kita akan cari dari mana dia dapat informasi tidak jelas itu,” tegasnya.
“Kami juga sedang konsultasi dengan kuasa hukum kami terkait langkah hukum, karena ini sudah pencemaran nama baik dengan dalih pemberitaan, entah tujuan mereka apa, masyarakat bisa menilai sendiri,” pungkasnya.
Terpisah, Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) Gedong Tataan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran Solecha membantah adanya tudingan dirinya melakukan pungutan liar (pungli) banner ucapan selamat.
Dirinya mengaku kecewa karena tudingan tersebut diarahkan kepada dirinya meskipun sudah menjelaskan terkait produk banner yang ada di sekolah-sekolah di Kecamatan Gedong Tataan.
“Padahal saya sudah beri tau itu produk dari koperasi pena mas milik kawan-kawan yang ada di Pesawaran, kok jadi saya dituduh yang bukan-bukan, harusnya konfirmasi ke koperasi Pena Mas, itu juga kan sebelumnya diberikan penawaran apakah mau atau tidak,” ujarnya, Senin (1/9/2025) di ruang kerjanya.
Penawaran Tidak Ada Unsur Paksaan
Ditambahkan, tidak ada paksaan dalam pembelian banner karena ditawarkan kepada kepala-kepala sekolah masing-masing.
“Jadi saya berharap jangan menggiring narasi bahwa saya pungli, tidak ada hal seperti itu,” tambahnya. (Red)
Akibat Hujan Deras, Pemkab Pesawaran Turun Langsung di Wilayah Pesisir
Pesawaran (RN) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pesawaran sejak Sabtu pagi menyebabkan banjir di sejumlah dusun di Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan. Ketinggian air dilaporkan mencapai 30 hingga 50 sentimeter, merendam permukiman warga di Dusun 2, 3, 5, dan 8.
Kepala BPBD Pesawaran Drs. Sopyan Agani,M.H. menyampaikan bahwa meski banjir sempat mengganggu aktivitas warga, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
“Saat ini kondisi banjir sudah surut, sementara untuk kerugian dan kerusakan masih dalam proses pendataan,” jelasnya.
Selain merendam permukiman, hujan deras juga memicu longsor di jalur perbatasan Pesawaran–Bandar Lampung.
Tebing di sekitar Hotel Mariot Mutun dilaporkan longsor hingga menutup sebagian badan jalan. Sementara itu, di jalur provinsi menjelang Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Lempasing, material batu menutupi badan jalan sepanjang lebih kurang 40 meter, sempat menyebabkan arus lalu lintas tersendat.
Camat Teluk Pandan, Salpani, mengonfirmasi adanya banjir dan genangan air di depan Tirtayasa yang menghambat kendaraan. “Polrestabes Bandar Lampung bersama BPBD sudah turun melakukan evakuasi dan pengaturan lalu lintas agar kendaraan kembali bisa melintas,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Pesawaran merespons cepat peristiwa ini. Jajaran BPBD, camat, dan perangkat daerah terkait langsung meninjau lokasi terdampak. Ia memastikan penanganan darurat berjalan optimal, termasuk membantu warga, mengurai kemacetan, hingga mengevakuasi masyarakat di titik yang tergenang.
“Fokus kami saat ini adalah keselamatan warga. Pemerintah daerah bersama tim gabungan terus bersiaga untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dan jalur lalu lintas bisa kembali normal,” ujar Salpani. (zal)
