Bupati Pesawaran Serahkan Bantuan Alsintan dan Produksi Pupuk Organik
Pesawaran (RN) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus berupaya memperkuat ketahanan pangan daerah dengan menghadirkan dukungan sarana pertanian modern dan inovasi ramah lingkungan bagi petani.
Dukungan ini tertuang langsung dalam agenda kunjungan kerja Bupati Pesawaran Nanda Indira B., S.E., M.M. bersama Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali, S.H. di Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedong Tataan, Jumat (3/10/2025), dalam rangka penyerahan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) serta peninjauan produksi Pupuk Organik Cair (POC).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati menyerahkan sejumlah bantuan Alsintan secara simbolis kepada kelompok tani di beberapa kecamatan.
Bantuan itu terdiri atas dua unit mesin panen combine harvester besar tipe Maxi 102 untuk Kelompok Tani Makarti Jaya I (Desa Kutoarjo, Gedong Tataan) dan Kelompok Tani Sumber Makmur (Desa Sidomulyo, Negeri Katon).
Selain itu, ada juga tiga unit traktor roda empat juga diserahkan kepada Kelompok Tani Budi Rukun (Desa Bernung, Gedong Tataan), Kelompok Tani Joyo Makaryo (Desa Bangun Sari, Negeri Katon), dan Kelompok Tani Maju Jaya Sejahtera (Desa Margomulyo, Tegineneng).
Bupati Nanda Indira dalam sambutannya menyebut sektor pertanian di Bumi Andan Jejama memegang peranan dalam mendukung ketahanan pangan nasional, sejalan dengan prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pesawaran memiliki potensi lahan sawah 12.926 hektare dengan produksi padi mencapai 1,6 juta ton. Kita bahkan surplus sekitar 40 ribu ton beras. Menurut Bupati, ini merupakan capaian bagus yang harus dipertahankan dan ditingkatkan, salah satunya melalui dukungan Alsintan dan sarana penunjang lainnya.
Untuk itu, bantuan Alsintan ini diharapkan dapat dioptimalkan untuk mempercepat olah tanah, tanam, dan panen, sehingga produktivitas pangan semakin meningkat.
“Semoga Alsintan ini bisa meningkatkan produksi pertanian, demi terwujudnya swasembada pangan, sehingga Pesawaran bisa menjadi salah satu lumbung pertanian di Lampung, seperti yang kita harapkan bersama,” kata Bupati. Jumat (03/10/2025)
Ketua Gapoktan Makarti Jaya Desa Kutoarjo, Haryanto menyambut baik bantuan tersebut. Ia menuturkan, keberadaan mesin panen dan traktor akan sangat membantu petani, khususnya dalam mempercepat proses panen, meningkatkan efisiensi biaya, dan memperluas cakupan lahan garapan.
“Dengan combine harvester, pemanenan bisa dilakukan lebih cepat dan hasil gabah lebih bersih dari jerami. Selisih harga juga lebih tinggi dibanding panen manual,” ujarnya.
Selain menyerahkan Alsintan, Bupati bersama jajaran juga meninjau langsung proses pembuatan pupuk organik cair (POC) yang dikelola Gapoktan Makarti Jaya bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Gedong Tataan. Inovasi ini dinilai sangat penting guna menawarkan solusi ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia.
Penyuluh Pertanian Lapangan Kecamatan Gedong Tataan Lukman, menjelaskan bahwa POC dibuat dari bahan organik cair berupa air cucian beras dan air kelapa yang diolah kembali melalui serangkaian proses fermentasi. Kandungan unsur hara makro seperti nitrogen, fosfor, kalium, serta unsur mikro lainnya, mampu meningkatkan kesuburan dan kegemburan tanah secara alami.
“POC juga memperbaiki struktur tanah yang keras menjadi lebih gembur, menjaga kelembaban, serta meningkatkan hasil produksi petani,” jelasnya. (zal)
Mahasiswa ITERA Dirikan Sanggar Tani di Pesawaran
Pesawaran (RN)– Keterbatasan lahan pertanian bukan menjadi hambatan bagi masyarakat Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, untuk terus mengembangkan sektor pertanian. Berkat gagasan mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dari Program Studi Matematika dan Teknik Perkeretaapian, kini Desa Bagelen memiliki Sanggar Tani Sistem Pertanian Hidroponik Berbasis Vertical Farming (SIPETANI) sebagai pusat inovasi sekaligus pelatihan pertanian modern.
Sanggar Tani SIPETANI hadir melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Kemendikbudristek yang dilaksanakan pada 18 Juli–12 Oktober 2025. Dengan melibatkan 15 mahasiswa dari dua program studi, inisiatif ini dirancang untuk membantu petani setempat mengatasi keterbatasan lahan, meningkatkan produktivitas, serta menumbuhkan kemandirian melalui teknologi hidroponik dan vertical farming.
Program ini dijalankan secara kolaboratif bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Karang Taruna Desa Bagelen.
Masyarakat tidak hanya belajar membangun instalasi hidroponik, tetapi juga memahami teknik budidaya modern, pengolahan pascapanen, hingga strategi pemasaran.
Beberapa komoditas yang dikembangkan antara lain bayam, selada, kangkung, dan sawi, seluruhnya ditanam dengan metode ramah lingkungan dan efisien lahan.
Kepala Desa Bagelen, Merdi Parmanto, S.Kom., M.Pd., menyebut pendirian sanggar ini menjadi peluang baru bagi warganya.
Inovasi ini membuka ruang bagi masyarakat untuk belajar pertanian modern sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi.
“Harapannya, sanggar ini dapat menjadi contoh bagi desa lain di Pesawaran bahkan di Lampung,” ujarnya. Rabu (01/10/2025).
Dukungan juga datang dari warga. Eka Dewi, perwakilan KWT, menyampaikan bahwa pendampingan mahasiswa ITERA membawa pengetahuan baru bagi warga desa.
Kini masyarakat bisa mengolah hasil pertanian secara modern, menghasilkan produk lebih berkualitas, dan siap dipasarkan lebih luas.
“Terima kasih kepada mahasiswa ITERA yang telah membimbing kami,” tuturnya.
Ketua Karang Taruna Desa Bagelen menambahkan, kehadiran sanggar ini memantik semangat generasi muda untuk berkarya di bidang pertanian. Menurutnya, program ini bukan hanya memperkenalkan teknologi pertanian modern, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru sekaligus memperkuat gotong royong masyarakat.
Wakil Ketua Tim PPK Ormawa, Egis Efri Rahyunda, menuturkan bahwa program ini menghasilkan sejumlah capaian penting. Output dari program ini meliputi terbentuknya sanggar sebagai pusat pelatihan pertanian modern, peningkatan kapasitas KWT dan petani muda, pemanfaatan lahan sempit menjadi produktif, hingga lahirnya petani baru dengan rencana usaha tani.
“Selain itu, program ini juga menghasilkan kurikulum pelatihan nonformal, buku ber-ISBN, HKI, hingga publikasi media sebagai dokumentasi,” jelasnya.
Dalam jangka panjang, Sanggar Tani SIPETANI ditargetkan menjadi pusat pengembangan pertanian modern di tingkat desa. Mahasiswa ITERA berkomitmen mendampingi masyarakat Bagelen agar mampu memperluas jejaring pemasaran melalui media digital, sekaligus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak demi keberlanjutan program. (zal)
Lindungi Hak Anak, Kejari Pesawaran Serahkan 1.309 KIA
Pesawaran (RN) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pesawaran kembali menunjukkan peran aktifnya melampaui tugas penindakan. Melalui Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Kejari Pesawaran menyerahkan sebanyak 1.309 keping Kartu Identitas Anak (KIA) kepada Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Wilayah Negeri Katon.
Penyerahan ribuan KIA ini berlangsung di Kejaksaan Negeri Pesawaran pada Selasa, 30 September 2025.
Plt. Kepala Kejaksaan Negeri Pesawaran, Asep Sunarsa, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen Kejaksaan untuk memastikan setiap anak di Kabupaten Pesawaran memiliki identitas hukum yang sah sejak dini.
“Kami ingin menunjukkan bahwa peran Kejaksaan tidak hanya sebatas penindakan, tetapi juga hadir memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui Datun, kami berkomitmen membantu anak-anak di Kabupaten Pesawaran agar memiliki Kartu Identitas Anak,” ujar Asep Sunarsa.
Kegiatan ini sekaligus mendukung penuh pemenuhan hak anak atas identitas hukum, sejalan dengan amanat Undang-Undang dan Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 tentang KIA.
KIA: Kunci Akses Program Strategis Pemerintah
Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Pesawaran, Vita Hestiningrum, S.H., M.H., menambahkan bahwa keberadaan KIA sangat krusial.
“KIA tidak hanya sebagai bukti legalitas identitas anak, tetapi juga menjadi syarat utama dalam mengakses berbagai program strategis pemerintah, seperti Program Indonesia Pintar, beasiswa pendidikan, dan bantuan sosial,” jelas Vita.
Ia juga mengungkapkan bahwa langkah ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, Kejari Pesawaran telah menerbitkan sebanyak 1.796 keping KIA untuk anak-anak di Kabupaten Pesawaran.
Dengan langkah ini, Kejaksaan menegaskan niat tulus dan semangat pengabdiannya untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan memperjuangkan keadilan sosial. (Red)
Majukan Pembangunan Keagamaan di Kabupaten Pesawaran, Bupati Nanda Ajak GP Ansor Sinergi
Pesawaran (RN) – Bupati Pesawaran Nanda Indira mengajak Gerakan Pemuda (GP) Ansor untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam memajukan pembangunan, khususnya di bidang keagamaan.
Hal itu disampaikan Bupati saat menghadiri Pelantikan Kepengurusan Pimpinan Cabang GP Ansor Pesawaran Masa Khidmat 2024–2028, yang berlangsung di Aula Pemkab Pesawaran, Senin (29/9/2025).
Bupati Nanda menyebut peran GP Ansor penting sebagai organisasi kepemudaan yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU). Dikepengurusan baru GP Ansor Pesawaran dapat mendorong pemberdayaan pemuda, penguatan sumber daya, serta keterampilan generasi muda untuk menjamin keberlanjutan organisasi NU.
“Ciptakanlah ide dan gagasan dalam membangun daerah serta berkolaborasi dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Saya yakin GP Ansor mampu ikut menciptakan kehidupan Islami dan harmonis di Pesawaran,” kata Nanda.
Bupati juga mengapresiasi kiprah GP Ansor yang selama lebih dari setengah abad konsisten menjadi perekat kebangsaan. Menurutnya, keberadaan GP Ansor selalu dibutuhkan dalam menjaga nilai keislaman sekaligus memperkokoh persatuan di tengah keberagaman.
“Kami akan senantiasa mendukung setiap langkah maupun program GP Ansor, terutama yang berkaitan dengan kemaslahatan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua GP Ansor Kabupaten Pesawaran, Towaf Muslim, menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah sekaligus menegaskan kesiapan GP Ansor untuk bersinergi dalam berbagai agenda pembangunan.
Towaf menyebut, pelantikan ini bukan sekadar penobatan, tetapi pengukuhan amanah yang mulia. GP Ansor siap terlibat dan berkontribusi melalui program-program yang sudah dirumuskan, baik daru sisi kaderisasi, mengembangkan kemandirian ekonomi, serta menguatkan dakwah digital yang ramah.
“Kami juga sudah membentuk barisan kepala seksi otonom yang siap berkontribusi terhadap program-program yang bisa dijalankan untuk bersinergi demi kemajuan daerah,” tegasnya. (zal)
Dinkes Pesawaran Pastikan Perkembangan Balita Yang Mengalami Gizi Buruk
Pesawaran (RN) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pesawaran Pastikan kasus gizi buruk yang dialami balita Muhammad Aefudin (2,5 tahun), terpantau dengan aman.
petugas dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Kota Jawa melakukan kunjungan langsung ke kediaman Aefudin di Desa Bayas Jaya, Kecamatan Way Khilau, Kamis (25/9/2025).
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, Trio Pranoto, menyampaikan bahwa perkembangan kondisi Adik Aefudin menunjukkan kemajuan yang cukup baik.
“Kami dari Dinkes Pesawaran memastikan kondisi terkini perkembangan kesehatan Aefudin pasca mendapatkan perawatan intensif di RSUD Pesawaran dan RSUD Abdoel Moeloek beberapa waktu lalu,” kata Trio Pranoto saat mengunjungi Rumah Saefudin Desa Bayas Kecamatan Way Khilau Jum’at (26/09/2025).
Ia juga mengatakan, Pemkab Pesawaran berkomitmen untuk terus hadir langsung memberikan pelayanan terbaik, sekaligus memastikan akses layanan kesehatan dapat berjalan maksimal.
“Alhamdulillah makan dan minumnya sudah bagus. Ke depan, yang perlu kita perhatikan adalah pola asuh dari orang tua. Kami minta dukungan penuh agar adik Aefudin mendapat perhatian serius, dan dari Puskesmas bersama bidan desa serta kader posyandu akan terus melakukan pemantauan rutin,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kota Jawa, dr. Abimanyu, menjelaskan bahwa kondisi gizi buruk pada Adik Aefudin juga disertai dengan beberapa penyakit penyerta. Hal inilah yang menghambat penyerapan asupan makanan sehingga menyebabkan berat dan tinggi badannya tidak berkembang.
Guna memastikan perkembangan lebih lanjut mengenai kesehatannya, maka pada Jumat (26/9/2025), Adik Aefudin kembali dijadwalkan menjalani perawatan lanjutan di RSUD Abdoel Moeloek dan akan didampingi oleh Puskesmas Kota Jawa bersama Bidan Desa.
“Sejak mendapat perawatan di RSUD Pesawaran hingga dirujuk ke RSUD Abdoel Moeloek, kini kondisi Aefudin sudah mulai ada perbaikan. Kami dari Puskesmas bersama bidan desa dan tim kesehatan desa akan terus memantau perkembangannya, agar kesehatannya terjaga dengan baik,” terangnya. (zal)
Jembatan Gantung di Desa Sukaraja Segera Diperbaiki
Pesawaran (RN) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran Melalui Pemerintah Desa Sukaraja segera memperbaiki jembatan gantung yang ada di Dusun 1 RT 3, Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan.
Bupati Pesawaran Nanda Indira mengatakan, Jembatan tersebut menghubungkan sekitar 15 kepala keluarga setempat yang sehari-hari menggunakannya untuk bersekolah, berkebun, dan kegiatan lainnya.
“Kondisi jembatan tersebut sempat menjadi perhatian khusus Pemkab Pesawaran Saat ini, jembatan hanya ditopang bambu, tidak mampu dilalui kendaraan bermotor, dan sebagian perbaikannya dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Situasi ini dinilai berisiko terhadap keselamatan warga, terutama anak-anak sekolah,” kata Nanda saat meninjau lokasi jembatan, Jumat (26/09/2025).
Bupati Nanda menegaskan, pihaknya akan berupaya mempercepat proses perbaikan agar masyarakat segera mendapatkan akses yang aman. Ia juga mengimbau warga untuk sementara berhati-hati saat melintas, serta meminta aparat desa memberi peringatan agar jembatan tidak dilalui kendaraan bermotor guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
“Jembatan ini sangat penting bagi aktivitas sehari-hari warga. Kami mohon kerja sama dan kesabaran agar perbaikan bisa segera terealisasi,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Desa Sukaraja, Surawan, menjelaskan bahwa jembatan itu sudah dibangun sejak 2017 melalui program seribu jembatan era Gubernur Ridho Ficardo. Pemdes Sukaraja menyambut baik usulan Bupati untuk segera melakukan upaya perbaikan agar aktivitas warga tidak terhambat.
Ia memastikan bahwa pemerintah desa akan mengalokasikan Dana Desa tahun 2026 untuk perbaikan jembatan.
“Kami komitmen untuk merealisasikan usulan masyarakat ini. Konsep dan gambar perencanaan sedang disusun, dan akan disesuaikan dengan besaran anggaran yang tersedia,” ujarnya. (zal)
Bupati Nanda Salurkan Bantuan Beras untuk Keluarga Balita Stunting di HUT ke-80 PMI
Pesawaran (RN) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Palang Merah Indonesia (PMI) ke-80 tahun, Bupati Pesawaran Nanda Indira, bersama jajaran pengurus PMI Kabupaten Pesawaran turun langsung menyalurkan bantuan logistik berupa beras kepada keluarga balita stunting dan ibu hamil berisiko stunting di Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan, Jumat (26/9/2025).
Dengan mengusung tema “Tebarkan Kebaikan”, Plt. Ketua PMI Pesawaran, dr. Imelda Carolia, menyebut kegiatan ini menjadi bagian dari upaya PMI untuk memberikan tambahan dukungan gizi bagi keluarga yang membutuhkan.
“Total ada 723 paket bantuan beras yang akan didistribusikan kepada masyarakat di setiap kecamatan yang masuk kategori rawan stunting. Pembagian akan dibagikan secara serentak pada Sabtu, 27 September 2025 besok,” kata Imelda.
Ke depan ia berharap, PMI Pesawaran dapat bermanfaat lebih luas, tidak hanya fokus pada donor darah, tetapi juga memperluas kiprah melalui kegiatan sosial lain. Termasuk tanggap bencana, penyuluhan tentang narkoba, serta pembinaan remaja Palang Merah Remaja (PMR).
“Harapannya, langkah kecil ini bisa memberi makna dan membantu upaya perbaikan kesehatan masyarakat di Pesawaran,” ujar Imelda.
Bupati Nanda Indira berharap, bantuan ini mampu mendukung upaya pemenuhan gizi keluarga, khususnya bagi anak-anak dengan kondisi stunting maupun yang berisiko stunting.
“Semoga bantuan ini bisa meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi dorongan untuk hidup lebih sehat,” ujar Bupati.
Salah satu penerima manfaat, Susanti, menyampaikan terima kasih dan rasa syukur atas bantuan yang diterima.
“Terima kasih, bantuan beras ini sangat berarti buat kami. Semoga PMI selalu maju dan terus membantu masyarakat,” ucapnya. (zal)
PWI Pesawaran Memperingati Maulid Nabi, KH Endang Khaidir: Pentingnya Meneladani Akhlak Rasulullah
Pesawaran (RN)- KH Endang Khaidir, tokoh agama yang hadir sebagai penceramah, menekankan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan hanya seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat teladan Nabi dalam kehidupan bermasyarakat.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H diisi dengan pesan mendalam tentang pentingnya meneladani akhlak Rasulullah, tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga dalam menjalankan profesi, termasuk sebagai wartawan.
“Rasulullah adalah suri teladan terbaik. Beliau membawa pesan kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai inilah yang harus kita hidupkan kembali, termasuk oleh wartawan yang punya peran penting dalam menyampaikan kebenaran,” ujar Endang.
“Menjadi wartawan bukan sekadar mencari berita, tetapi juga menjaga kebenaran agar tidak tercemar fitnah. Itu sesuai dengan teladan Nabi yang selalu menjaga lisan dan amanah,” tambahnya.
Acara Maulid Nabi 1447 H yang digelar sederhana tersebut dihadiri oleh anggota PWI Pesawaran dan jajaran kepengurusan.
Selain tausiah, kegiatan juga diisi dengan doa bersama dan refleksi profesi wartawan yang diharapkan mampu meneguhkan ke arah etika, kebenaran, dan keberpihakan pada masyarakat. (zal)
Peringati Maulid Nabi, M.Ismail: Wartawan Tidak Hanya Dituntut Menyampaikan Informasi
Pesawaran (RN) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di sekretariat balai wartawan, Desa Waylayap Kecamatan Gedong Tataan, Kamis (25-9-2025).
Ketua PWI Pesawaran, M Ismail mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial semata, namun sebagai momentum untuk meneladani sifat mulia Nabi Muhammad SAW.
“Hari ini kita berkumpul dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, sosok agung yang menjadi teladan bagi seluruh umat manusia. Maulid Nabi bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk meneladani akhlak mulia beliau dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam profesi kita sebagai wartawan,” kata Ismail.
Dia mengajak seluruh wartawan, khususnya yang tergabung dalam PWI Pesawaran untuk meningkatkan profesionalitas dalam dunia jurnalistik.
“Semoga kita semua senantiasa diberi kekuatan untuk meneladani perjuangan Rasulullah SAW,” harapnya.
Menurut Ismail, sebagai insan pers, wartawan tidak hanya dituntut menyampaikan informasi, tetapi juga menebarkan kebaikan, menjaga nilai nilai kebenaran, serta memperjuangkan keadilan.
“Inilah yang sejalan dengan misi kerasulan Nabi Muhammad SAW, yakni membawa rahmat bagi seluruh alam,” terangnya.
Sementara Kadis Kominfotiksan Pesawaran, Jayadi Yasa mengapresiasi gelaran tersebut dan berharap PWI Pesawaran turut mengawal program pembangunan pemkab setempat.
“Semoga kita bisa terus meningkatkan sinergi dalam membangun Kabupaten Pesawaran, agar semakin maju dan berkembang,” harapnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu menghadirkan penceramah, Wakil Ketua II Baznas Pesawaran, Endang Zainal Khaidir. Kegiatan berlangsung khidmat disertai pembagian ratusan paket sembako berasal dari Baznas Pesawaran. (red)
Kejati Lampung Tetapkan Tiga Petinggi PT Lampung Energi Berjaya Sebagai Tersangka
Lampung (RN) – Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Lampung Menetapkan tiga tersangka dari PT Lampung Energi Berjaya Sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi terhadap pengelolaan dana Participating Interest 10% (PI 10%) pada wilayah kerja offshore south east sumatera (wk oses) senilai US$ 17.286.000 (tujuh belas juta dua ratus delapan puluh enam ribu dolar As.
“Berdasarkan alat bukti yang cukup, Tim Penyidik telah menetapkan para tersangka dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi terhadap Pengelolaan Dana Participating Interest 10% (PI 10%), Ketiga Tersangka yaitu, M.H selaku Direktur Utama PT. Lampung Energi Berjaya, BK selaku Direktur Operasional PT. Lampung Energi Berjaya dan HW selaku Komisaris PT. Lampung Energi Berjaya,” kata Kasi Penkum Kejati Lampung, Ricky Ramadhan, Selasa (23/09/2025).
Ia juga menegaskan, para tersangka tersebut dilakukan penahanan selama 20 (dua puluh) hari kedepan di Rumah Tahanan Kelas I Way Hui Lampung Selatan.
“Penetapan para tersangka tersebut dikarenakan, Direksi dan Komisaris PT Lampung Energi Berjaya yang mana PT Lampung Energi Berjaya merupakan penerima dana Participating Interest senilai US$ 17.286.000 (Tujuh Belas Juta Dus Ratus Delapan Puluh Enam Ribu Dolar AS),” ujarnya.
Ia menjelaskan, modus operandi yang dilakukan oleh para tersangka yaitu pada saat PT Lampung Energi Berjaya menerima dana Participating Interest sebesar US$ 17.286.000 (Tujuh Belas Juta Dua Ratus Delapan Puluh Enam Ribu Dolar AS) uang tersebut tidak dikelola sesuai dengan core bussines dalam kegiatan Migas melainkan digunakan untuk pembayaran gaji, bonus dan taritiem pegawai PT. Lampung Energi Berjaya serta dijadikan deviden dan dibagikan kepada PT Lampung Jasa Utama, PDAM Way Guruh dan Pemerintah Provinsi Lampung.
“Akibat dari perbuatan para tersangka menyebabkan kerugian keuangan negara berdasarkan Laporan Hasil Audit BPKP Provinsi Lampung,” ucapnya.
Kejaksaan Tinggi Lampung berkomitmen dan Konsisten dalam Penyidikan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi terhadap Pengelolaan Dana Participating Interest 10% (PI 10%) dan Kejaksaan Tinggi Lampung akan terus menelusuri pihak-pihak yang terkait untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Penanganan perkara ini akan mejadi Role Model dalam pengelolaan dana Participating Interest 10% (P 10%) di seluruh Indonesia. Agar kedepannya Pengelolaan Dana Participating Interest 10% (P) 10%) dapat dikelola secara benar dan tepat untuk memperoleh Pendapatan Asli Daerah (PAD), baik di Provinsi Lampung,” pungkasnya. (Red)
