Bupati Nanda Tekankan Pentingnya Melek Teknologi Sejak Dini
Pesawaran (RN) – Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira, menekankan pentingnya kesiapan generasi muda untuk melek teknologi sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Hal itu disampaikan Bupati saat meninjau langsung pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di UPTD SDN 14 Padang Cermin, Senin (22/9/2025).
Menurut Bupati Nanda, ANBK tidak hanya menjadi instrumen evaluasi pendidikan, tetapi juga sarana untuk mengenalkan siswa pada teknologi sejak dini, salah satunya dengan pemanfaatan komputer/laptop dalam proses belajar.
“Anak-anak ini adalah calon penerus bangsa. Mereka harus cakap dalam teknologi, karena ke depan kita tidak bisa lepas dari itu. Semakin cepat mereka terbiasa, semakin siap mereka menghadapi masa depan,” ujarnya.
ANBK sendiri merupakan program evaluasi nasional dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang bertujuan memotret mutu pendidikan melalui tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) literasi dan numerasi, survei karakter, serta survei lingkungan belajar.
Kepala SDN 14 Padang Cermin, Dewi Tasminah, menyampaikan bahwa ANBK tahun ini diikuti oleh 30 siswa kelas 5, yang dibagi menjadi dua sesi.
“Hari ini pelaksanaan AKM literasi, sementara besok untuk numerasi. Kami bersyukur atas perhatian Ibu Bupati yang hadir memberikan dukungan langsung. Ini tentu menjadi motivasi besar bagi siswa maupun tenaga pendidik,” katanya. (zal)
Soal Video Jembatan Gantung di Pesawaran Viral, Pemdes Pastikan Perbaikan 2026 dan Anak dalam Video Dapat Bantuan
Pesawaran (RN) – Video seorang anak melintasi jembatan gantung di Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, viral di media sosial dan menuai perhatian publik. Kondisi jembatan yang tampak rusak memunculkan kekhawatiran, terlebih jalur itu masih digunakan warga dalam aktivitas sehari-hari.
Pemerintah Desa Sukaraja melalui Penjabat Kepala Desa, Surawan, menegaskan bahwa jembatan gantung tersebut memang mengalami kerusakan, namun masih bisa difungsikan terbatas.
“Jembatan itu khusus untuk pejalan kaki, tidak bisa dilalui kendaraan roda dua apalagi roda empat. Aksesnya hanya menghubungkan sekitar 15 rumah warga di Dusun 1 RT 03 ke RT 02, serta jalan setapak menuju sawah,” kata Surawan, Senin (22/9/2025).
Ia memastikan, perbaikan jembatan sudah masuk dalam rencana kerja pemerintah desa. “Kami sudah rencanakan anggaran melalui Dana Desa di tahun 2026. Harapannya, jembatan bisa digunakan dengan baik, aman, dan lancar, terutama bagi anak-anak yang hendak bersekolah maupun warga yang bekerja ke sawah,” jelasnya.
Camat Gedong Tataan, Darlis, menambahkan bahwa narasi dalam video viral tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan. “Setelah bertemu dengan yang bersangkutan, anak tersebut hanya disuruh mengatakan bahwa jembatan rusak parah, padahal dirinya sendiri belum mengetahui kondisi sebenarnya. Jadi ada pihak yang mengarahkan narasi itu,” tegasnya.
Namun di balik viralnya video tersebut, terungkap pula kondisi kehidupan anak yang menjadi pemeran dalam video, bernama AK (12 tahun), pelajar kelas VI SD di Dusun Sukaraja 1 RT 03. Dari hasil kunjungan pemerintah kecamatan dan desa, diketahui bahwa AK tinggal dalam kondisi memprihatinkan.
“Ananda AK hanya memiliki satu stel seragam sekolah yang kondisinya sudah kotor, sehingga kadang ia tidak bisa berangkat sekolah. Ayahnya bekerja serabutan, kadang menjadi sopir atau buruh kebun, dan bisa pergi tiga sampai tujuh hari meninggalkan rumah. Sementara ibunya sudah lama berpisah, sehingga AK tinggal sendiri di rumah dan harus mengurus makan serta kebutuhan hariannya,” jelas Darlis.
Diketahui, AK sebelumnya pernah menerima bantuan program BPNT (Bantuan Pangan Non-Tunai). Namun, setelah orang tuanya berpisah, bantuan tersebut tidak bisa lagi diterima oleh keluarganya.
Sebagai langkah awal, pihak kecamatan bersama pemerintah desa sudah memberikan bantuan berupa seragam sekolah baru, perlengkapan belajar, serta paket sembako untuk kebutuhan sehari-hari AK.
“Kami ingin memastikan AK tetap bisa bersekolah dan tidak terbebani kondisinya,” ungkapnya. (zal)
Bupati Pesawaran Salurkan Bantuan ATENSI untuk Lansia
Pesawaran (RN) – Bupati Pesawaran Nanda Indira menyalurkan Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Sentra Handayani Jakarta, Kementerian Sosial RI, kepada 96 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) lanjut usia di Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Bunga Krisma, Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pesawaran diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Sunyoto yang didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pesawaran, M. Zuriadi, serta Camat Gedong Tataan Darlis. Sementara dari pihak Sentra Handayani Jakarta hadir Pokja Lanjut Usia (Lansia) yang turut memastikan proses penyaluran bantuan berjalan baik dan tepat sasaran.
Dalam sambutan tertulis Bupati Pesawaran Nanda Indira yang dibacakan oleh Asisten Sunyoto, disampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial RI melalui Sentra Handayani atas perhatian dan kepedulian kepada para lansia di Kabupaten Pesawaran. Beliau menekankan bahwa lansia adalah bagian penting dari keluarga dan masyarakat yang harus mendapatkan perlindungan serta dukungan dari pemerintah.
“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan membantu memenuhi kebutuhan dasar para lansia, sehingga mereka tetap sehat, sejahtera, dan berdaya di tengah keluarga maupun lingkungan,” ujar Bupati dalam sambutan tertulisnya.
Bantuan ini merupakan usulan Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran melalui Dinas Sosial, dengan pendataan warga calon penerima yang dilakukan oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Bunga Krisma yang diketuai oleh Ibu Ngadiem. Sebelum penyaluran, tim dari Sentra Handayani juga telah melakukan asesmen langsung terhadap data yang diusulkan untuk memastikan ketepatan penerima manfaat.
Program ATENSI sendiri merupakan upaya pemerintah dalam memberikan dukungan komprehensif kepada kelompok rentan, termasuk lansia, agar dapat hidup lebih bermartabat dan mandiri. (zal)
Pemkab Pesawaran Mantapkan Langkah Percepatan Penanganan Stunting Lewat Rakor TPPS
Pesawaran (RN) Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tahun 2025 yang digelar di Balai Desa Bogorejo, Kecamatan Gedong Tataan, Jumat (19/9/2025).
Rakor yang dipimpin langsung Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali, S.H., didampingi Ketua TP-PKK Cindy Aria Anton, S.E., M.M., ini menjadi agenda penting dalam merumuskan strategi konkret pencegahan dan penurunan stunting secara terintegrasi. Kegiatan tersebut diikuti camat, ketua TP-PKK se-Kabupaten Pesawaran, perangkat desa, kepala puskesmas, serta perwakilan tim pendamping keluarga.
Wakil Bupati Kabupaten Pesawaran Antonius Muhammad Ali menyebut, penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), puskesmas, pemerintah desa, hingga elemen masyarakat.
Keterlibatan Puskesmas, bidan desa, hingga kader Posyandu dinilai sangat krusial dalam menelusuri dan menangani kasus balita berisiko stunting, seperti balita dengan berat badan stagnan, gizi buruk, TBC kronis, atau gangguan metabolisme.
“Isu stunting adalah isu strategis yang menyangkut masa depan generasi. Forum ini penting untuk menyatukan langkah, memastikan intervensi penanganan stunting tepat sasaran, serta menghasilkan rencana aksi yang konkret,” kata Anton.
Kepala Bappeda Kabupaten Pesawaran, Adhytia Hidayat, memaparkan bahwa prevalensi stunting di Pesawaran pada 2024 tercatat 15,5 persen, sedikit lebih rendah dari rata-rata Provinsi Lampung yang berada di angka 15,9 persen.
Pemkab Pesawaran menargetkan angka stunting turun menjadi 12,2 persen pada 2026. Target tersebut sejalan dengan RPJMD Provinsi Lampung yang menargetkan prevalensi 10,36 persen pada 2030.
“Untuk mencapai target ini, koordinasi lintas sektor menjadi kunci. Intervensi harus fokus pada lokus prioritas, menyasar balita berisiko stunting dan keluarga berisiko, serta dilakukan dengan kualitas yang terukur. Selain itu, pendampingan berjenjang dari kabupaten ke kecamatan hingga desa akan diperkuat dengan melibatkan mitra non-pemerintah,” jelas Adhytia.
Rakor juga membahas pentingnya memasukkan program penanganan stunting ke dalam RKPD dan Renja OPD. Hal ini untuk memastikan program tidak hanya berjalan di tahun berjalan, tetapi juga menjadi bagian dari perencanaan pembangunan jangka menengah.
Kepala Dinas P3AP2KB, Maisuri, menambahkan bahwa Pemkab Pesawaran telah membentuk TPPS berdasarkan SK Bupati. Tim ini bertugas mengintegrasikan berbagai intervensi dengan pendekatan tematik, spasial, serta penguatan kualitas pelaksanaan.
“Upaya ini tidak bisa hanya berhenti pada perencanaan. Pemantauan, evaluasi, dan penguatan kapasitas SDM juga menjadi faktor penentu keberhasilan,” ujar Maisuri.
Kepala Dinas Kesehatan dr. Media Apriliana dan Kepala Dinas PMD Nur Asikin turut menjadi narasumber dalam rakor tersebut. Keduanya menekankan perlunya percepatan pelaksanaan aksi konvergensi yang didukung alokasi anggaran memadai serta pengisian data berkualitas pada sistem pelaporan berbasis web.
Sebagai langkah tindak lanjut, pendampingan akan dilakukan secara berjenjang. Pemerintah kabupaten menjadwalkan pendampingan khusus bagi kecamatan, sementara kecamatan akan mendampingi desa. Skema ini dirancang agar proses pencegahan stunting berjalan berkesinambungan, bukan hanya bersifat sementara.
“Pendekatan tersebut juga akan diperkuat dengan menggandeng berbagai mitra non-pemerintah, seperti akademisi, organisasi profesi, lembaga masyarakat sipil, mitra pembangunan, hingga sektor swasta. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas sumber daya, sekaligus memastikan seluruh tahapan mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” pungkasnya. (zal)
Tersangka Korupsi Rp17 Miliar Lebih Dana Nasabah BRI Diserahkan Ke Kejari Pringsewu
Lampung (RN) – Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Lampung melakukan penyerahan Tersangka dan Barang Bukti Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengelolaan Dana Nasabah di salah satu Bank milik pemerintah Cabang Pringsewu di Kejaksaan Negeri Pringsewu, Kamis (18/09/2025).
Tersangka tindak pidana korupsi pengelolaan dana nasabah pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Kantor Cabang Pringsewu untuk periode 2021 – 2025.
“Penyerahan Tahap II dilaksanakan di Kejaksaan Negeri Pringsewu karena locus delicti perkara berada dalam wilayah hukum Kabupaten Pringsewu,” Kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Lampung Ricky Ramadhan.
“Tersangka berinisial C.A., selaku Relationship Manager Funding & Transaction (RMFT) di BRI Cabang Pringsewu yang bertugas sebagai tenaga pemasaran untuk menghimpun dana serta mengelola transaksi nasabah, diduga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp.17.960.000.000,00 (tujuh belas miliar sembilan ratus enam puluh juta rupiah),” jelasnya.
Ia menjelaskan, Pelaksanaan Tahap II dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P-21) oleh Jaksa Peneliti pada Kejaksaan Tinggi Lampung.
“Dalam perkara ini, Penyidik Pidsus Kejati Lampung telah melakukan penyitaan terhadap 613 barang bukti yang berasal dari tersangka dan para saksi, antara lain, Aset tidak bergerak (tanah dan bangunan, Kendaraan bermotor, Perhiasan, Telepon genggam, serta Beberapa rekening tabungan pada berbagai Bank,” ujarnya.
Berdasarkan Surat Perintah Penahanan (T-7), kata dia, Kepala Kejaksaan Negeri Pringsewu Nomor: PRINT-815/L.8.20/Ft.1/09/2025 tanggal 18 September 2025, terhadap tersangka C.A. dilakukan penahanan rutan untuk paling lama 20 (dua puluh) hari, terhitung 18 September 2025 – 7 Oktober 2025, bertempat di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung.
“Tim Jaksa Penuntut Umum pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati Lampung bersama Kejari Pringsewu akan segera menyusun surat dakwaan dan melimpahkan perkara ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Tanjung Karang untuk proses persidangan sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (Red)
DPC Gerindra Pesawaran Tegaskan RD Bukan Anggota Partai Tapi Jurnalis

Pembangunan Jalan Lingkungan di Rejo Agung Jadi Target Nanda Berikutnya
Pesawaran (RN) – Bupati Pesawaran Nanda Indira meninjau langsung lokasi rencana pembangunan jalan lingkungan di Dusun Kalangan, Desa Rejo Agung, Kecamatan Tegineneng.
Kehadiran Bupati bersama jajaran ini sekaligus untuk memastikan kebutuhan infrastruktur warga dapat segera ditindaklanjuti.
Bupati Nanda meminta jajaran terkait agar cepat tanggap dalam mengawal pembangunan yang menjadi kebutuhan masyarakat. Pembangunan jalan harus memberi dampak nyata terhadap peningkatan aksesibilitas dan mobilitas warga.
“Pembangunan infrastruktur harus dirasakan perbedaannya, baik sebelum maupun sesudah dikerjakan. Karena itu, nanti kita lihat bersama before-afternya seperti apa,” kata Nanda, Senin (15/09/2025).
Nanda juga mengajak masyarakat setempat untuk ikut berperan aktif dalam mengawal proses pembangunan sekaligus merawat jalan setelah selesai dibangun.
“Jalan ini nantinya akan digunakan bersama. Jadi mari kita jaga bersama-sama agar manfaatnya bisa bertahan lama,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Evans Saggita, menjelaskan bahwa pembangunan jalan lingkungan di Dusun Kalangan 1 dan Kalangan 2 merupakan usulan dari dewan dan akan segera dilaksanakan dengan rincian panjang jalan yang akan dibangun 1.133 meter dengan tebal rabat beton 15 cm.
“Insyaallah pekerjaan dimulai dalam waktu dekat dan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2025,” ungkapnya.
Kepala Desa Rejo Agung, Edi Purwanto, menyampaikan apresiasi dan terima masih kepada Pemkab Pesawaran atas perhatian yang diberikan. Edi menyebut, ada empat titik jalan di Dusun Kalangan yang kondisinya cukup memprihatinkan dan sangat membutuhkan perbaikan.
“Kami berterima kasih karena jalan ini nantinya akan membawa kemudahan dan akses yang lebih baik bagi masyarakat. Harapannya, pembangunan ini bisa benar-benar memberi manfaat luas,” katanya. (zal)
Balita Penderita TBC dan Ikterik Mendapatkan Perhatian Khusus dari Pemkab Pesawaran
Pesawaran (RN) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Dinas Kesehatan memastikan penanganan terhadap balita asal Dusun Bayas Jaya, Desa Bayas Jaya, Kecamatan Way Khilau, yang kini dirawat di RSUD Pesawaran dengan diagnosa gizi buruk tipe Kwashiorkor.
Balita bernama Muhammad Aefudin (2 tahun 6 bulan) itu juga mengalami penyakit penyerta berupa anemia defisiensi zat besi, kecacingan, TBC, dan ikterik. Catatan kesehatan menunjukkan, pemerintah desa, kader posyandu, hingga tenaga gizi Puskesmas Kota Jawa telah melakukan intervensi sejak Mei 2024.
“Saat itu, berat badan Aefudin stagnan di kisaran 7,5–8 kilogram. Juli 2024, petugas memasukkan Aefudin ke dalam program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal BOK Kemenkes. Selama dua bulan penuh ia menerima PMT, obat cacing, dan pemantauan gizi, yang membuat kondisinya membaik hingga akhir 2024,” Media Apriliana, Senin (15/09/2025).
Ia juga menjelaskan, Ketika kondisi memburuk pada April 2025, pemerintah desa bersama bidan dan petugas gizi kembali turun tangan. Anak tersebut dirujuk dengan ambulans desa ke RSUD Pesawaran, di mana dokter menemukan infeksi kecacingan dan anemia ringan. Setelah perawatan intensif, Aefudin dipulangkan dengan catatan wajib kontrol bulanan.
“Sayangnya, kontrol itu tidak dilakukan keluarga. Pada Agustus 2025, kondisi anak kembali drop. Petugas desa, bidan, dan kader kesehatan harus kembali melakukan pendekatan langsung agar keluarga bersedia membawa Aefudin ke IGD RSUD Pesawaran. Upaya itu berhasil, dan sejak 26 Agustus 2025 ia menjalani perawatan penuh di rumah sakit daerah,” ujarnya.
Media Apriliana, menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama tenaga medis telah bekerja sejak awal kasus ini muncul.
“Anak ini sejak 2024 sudah menjadi sasaran pemantauan. Pemerintah hadir lewat PMT Lokal, obat cacing, hingga perawatan rumah sakit. Ketika kondisinya menurun, bidan desa, kader, dan aparat desa bergerak cepat melakukan rujukan,” ucapnya.
Menurut Media, keberhasilan penanganan gizi buruk tidak hanya bergantung pada intervensi pemerintah, melainkan juga kepatuhan keluarga dalam melaksanakan kontrol dan kunjungan posyandu.
“Pemerintah tidak tinggal diam. Kami memastikan intervensi berjalan, tapi keluarga harus disiplin melanjutkan kontrol agar kondisi pasien stabil,” katanya.
Untuk selanjutnya, berdasarkan koordinasi dengan pihak desa, Sekretaris Desa Bayas Jaya, Andre Zafano, menerangkan bahwa beberapa hari lalu Aefudin telah dirujuk ke RSUD Abdul Moeloek Bandar Lampung menggunakan mobil ambulans desa untuk mendapatkan perawatan intensif dengan memanfaatkan BPJS Kesehatan (PBI).
Selain dukungan kesehatan, keluarga pasien juga tercatat sebagai penerima berbagai bantuan sosial pemerintah, yakni:
1. BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai)
2. PKH (Program Keluarga Harapan)
3. BPJS Kesehatan PBI aktif
Muhammad Aefudin, bayi laki-laki berusia 2 tahun 6 bulan, putra dari pasangan Tn. Sukriya dan Ny. Saini, saat ini masih menjalani perawatan lanjutan. Pemkab Pesawaran menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan kesehatan dasar, pemantauan gizi balita, serta edukasi keluarga melalui posyandu dan program kesehatan masyarakat. Pemerintah daerah juga memastikan bahwa setiap kasus gizi buruk akan mendapat perhatian dan penanganan medis yang sesuai standar.
“Hal ini sekaligus menjawab pemberitaan yang beredar di sejumlah media terkait kondisi balita asal Bayas Jaya tersebut,” pungkasnya. (zal)
Dorong Swasembada Pangan di Tingkat Desa Bupati Nanda Serahkan Bantuan Handtractor
Pesawaran (RN)- Guna memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat, Bupati Pesawaran Nanda Indira serahkan bantuan satu unit handtractor untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bumi Agung, Kecamatan Tegineneng, Senin (15/9/2025).
“Bantuan tersebut berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Pelindo Regional 2 Panjang. Bantuan handtractor ini tidak hanya membantu mempercepat proses olah tanah, tanam, dan panen, tetapi juga menjadi pendorong swasembada pangan di tingkat desa,” kata Nanda.
Nanda menjelaskan, Sampai saat ini sektor pertanian di Pesawaran dinilai masih menjadi salah satu sektor strategis yang menopang perekonomian. Dengan adanya bantuan ini, produksi pangan masyarakat semakin meningkat, dan BUMDes Bumi Agung dapat lebih berdaya dalam mengelola potensi pertanian.
Ia juga, mengucapkan terimakasih, kepada PT Pelindo yang secara konsisten menyalurkan program CSR untuk masyarakat Pesawaran. Sebelumnya, bantuan serupa juga telah diberikan kepada BUMDes di Kecamatan Negeri Katon dan Padang Cermin.
“Sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat sangat penting. Kami berharap program seperti ini terus berlanjut dan manfaatnya semakin luas,” ujarnya.
Direktur BUMDes Bumi Agung, Arif Sofyan Aziz, menyambut baik dukungan tersebut. Ia menegaskan bahwa handtractor akan menunjang program pengembangan ketahanan pangan desa, terutama pada komoditas padi dan jagung.
“Kami sangat senang dengan bantuan ini karena akan membantu aktivitas pertanian warga sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional,” ungkapnya. (zal)
Usai Dilantik Bupati Nanda Gass Poll Perbaiki Jalan
Pesawaran (RN) – Dua ruas jalan di Kecamatan Tegineneng, yakni Jalan Kresno Widodo–Tri Rahayu dan Jalan Masgar–Margomulyo, telah selesai diperbaiki.
Peningkatan ruas Jalan Kresno Widodo–Tri Rahayu mencakup pembangunan rigid beton sepanjang 250 meter dengan tebal 20 cm dan lebar 4 meter, lapisan aspal sepanjang 750 meter dengan tebal 6 cm dan lebar 3 meter, serta talud sepanjang 268 meter.
Sementara itu, peningkatan ruas Jalan Masgar–Margomulyo meliputi pengaspalan sepanjang 915 meter dengan tebal 4 cm dan lebar 3,3 meter, serta pemasangan marka jalan di sisi kiri dan kanan sepanjang 915 meter.
Perbaikan jalan ini langsung dirasakan manfaatnya, terutama dalam mempermudah mobilitas sehari-hari dan memperlancar kegiatan ekonomi masyarakat.
Sebelumnya, kondisi jalan di dua desa tersebut banyak dikeluhkan warga karena rusak dan berlubang, sehingga menghambat aktivitas, mulai dari pertanian, perdagangan, hingga akses pendidikan. Kini, dengan jalan yang mulus, warga bisa lebih nyaman pergi ke sekolah, ke pasar, maupun mengangkut hasil pertanian.
Kepala Desa Kresno Widodo, Hariyanto, mengungkapkan rasa syukurnya. Ia menyebut, jalan poros ini sangat vital bagi masyarakat. Dengan adanya perbaikan, akses ke ladang, pasar, maupun sekolah jauh lebih mudah.
“Ini jelas mempermudah masyarakat dan roda perekonomian warga tidak lagi terhambat” ujarnya.
Ibu Widia, seorang pengusaha laundry sekitar mengaku kini lebih aman saat mengantar jemput pesanan laundry ke pelanggan akibat jalan yang mulus
“Dulu jalannya rusak, kalau malam nganter sering takut. Sekarang malam pun saya berani, karena jalan sudah bagus. Terima kasih untuk pemerintah daerah,” katanya.
Di Desa Margomulyo, Kepala Desa Darsono menyebut perbaikan jalan memberi dampak besar bagi aktivitas warganya. Menurutnya, jalan yang sebelumnya sulit dilalui kini sudah mulus sehingga aktivitas ekonomi bisa berjalan lancar.
Warga setempat, Ibu Santi, bahkan menyebut perubahan jalan membuat masyarakat lebih tenang dan nyaman.
“Dulu mau ke pasar saja khawatir, sekarang jalannya bagus jadi tidak ada hambatan lagi,” ungkapnya.
Bupati Pesawaran, Nanda Indira, saa meninjau langsung hasil pembangunan, berharap warga turut menjaga jalan agar manfaatnya bisa bertahan lama.
Akses yang lebih mudah diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga desa.
“Pemerintah sudah membangun, sekarang tugas kita bersama untuk merawat. Jalan ini adalah milik masyarakat, dan manfaatnya akan kembali untuk memperlancar aktivitas dan perekonomian warga,” tegasnya. (zal)
