Dana PIP SMP 1 Kebonpedes Sukabumi Diduga di BEGAL TIM Monev Komisi X DPR RI Rp.350,000/siswa

Sukabumi (RN) – Waduh! diduga aksi potong memotong atau pelaku Begal dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa siswi sekolah terjadi di Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, ketika pemotongan dana bantuan PIP tersebut dilakukan setelah para penerima manfaat (siswa) selesai mencairkan melalui nomer rekening atas nama masing-masing disalahsatu Bank di Sukabumi.

Seperti halnya yang terjadi di SMP 1 Negeri Kebonpedes, bahwa para penerima dana bantuan PIP tersebut diduga telah di potong oleh oknum pelaku Begal yang mengaku sebagai pendamping sekolah juga TIM Monitoring dan Evaluasi Komisi X DPR RI. Anehnya, potongan dana bantuan PIP tersebut tanpa dilengkapi dokumen surat pernyataan berita acara hasil kesepakatan dari penerima manfaat di atas matrai dan berparaf basah.

Sedangkan, diketahui dari berbagai sumber informasi bahwa aksi modus pelaku Tindak Pidana Korupsi maupun pungutan liar (PUNGLI) sering terjadi di seluruh pelosok negeri yang selalu meresahkan masyarakat dalam memanfaatkan situasi, khususnya pada penyimpangan penyaluran dana bantuan pemerintah kepada masyarakat atau siswa siswi sekolah untuk kepentingan oknum pribadi dan kelompok tertentu.

Seharusnya, dana bantuan PIP yang diterima oleh para penerima manfaat (siswa) SMP 1 Kebonpedes tersebut sebesar Rp.750,000,00 (Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah). Tetapi kenyatanya, dana bantuan PIP tersebut diduga telah di Begal atau di potong yang direncanakan sebelumnya, senilai Rp.350,000,00 (Tiga Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) per/Siswa oleh oknum pelaku yang mengaku pihak pendamping Sekolah atau pihak ke tiga sebagai TIM Monitoring dan Evaluasi Komisi X DPR RI. Ia juga mengaku sebagai oknum profesi media sinarpriyangan.com entah sinarcalo.com entah lah.

GT, sebagai perwakilan Orangtua (siswa) penerima manfaat yang menjadi korban modus pelaku BEGAL dana bantuan PIP tersebut menyampaikan kepada radarnusantara.co mengatakan, sebelumnya saya sejak awal tidak mengatahui jika dana bantuan PIP itu dari Aspirasi dewan perwakilan rakyat DPR RI dan saya pikir dari dana bantuan PIP yang biasa reguler.

“Terusterang saja saya baru tau informasi ini, setelah radarnusantara.co menanyakan langsung terhadap pihak sekolah walau sebelumnya saya yang memberitahukan adanya terjadi potongan dana bantuan PIP tersebut di SMP 1 Kebonpedes. Sebenarnya saya pun kaget bahwa dana bantuan PIP yang telah kami terima selaku penerima manfaat (siswa), ternyata dana bantuan tersebut dari PIP Aspirasi dewan Komisi X DPR RI. Jadi pertanyaan saya, apa bedanya antara sumber dana bantuan Pemerintah dan Aspirasi melalui Komisi X DPR RI tersebut? Apakah sumber keuangan nya dari pribadi para dewan wakil rakyat DPR RI atau dari sumber Pemerintah melalui Kementrian Keuangan RI,” Ujar GT Jumat (27/1/2023).

Lanjut, GT menjelaskan dan juga menyangkan jika memang dana bantuan PIP Aspirasi melalui dewan dari DPR RI, kenapa dana bantuan PIP Aspirasi tersebut potongan nya sangat besar, nilainya pun fantastis diluar nalar akal sehat yang diterima oleh penerima manfaat hanya sebagiannya.

“Coba kalau kita hitung secara global dari potongan dana bantuan PIP tersebut, jika dipotong per-Orang mencapai 1000 (siswa) se-JABAR dan dikalikan Rp.350,000 sama dengan Jumlah =…..??? Jadi, seperti terkesan santapan para sindikat mafia perwakilan rakyat untuk merampok uang rakyat yang tidak berprikemanusian. Sedangkan potongan dana bantuan PIP Aspirasi tersebut sebelumnya tanpa ada kesepakatan dari kami sebagai penerima manfaat (siswa/orangtua) di atas matrai dengan paraf basah,” Ungkapnya.

Selanjutnya terkait sumber informasi tersebut, radarnusantara.co mencoba mendatangi SMP 1 Negeri Kebonpedes tersebut untuk melakukan konfirmasi, dan langsung diterima oleh Kepala Sekolah SMP 1 Kebonpedes berikut jajaran para guru lainnya, mengatakan tunggu saya mau tanyakan dulu ke staf guru lainnya yang mengetahui prihal permasalahan tersebut. Selanjutnya, saya selaku kepala sekolah meminta waktu dan janji akan kami kabari kembali secepatnya.

“Pertanyaan tersebut, saya sebagai kepala sekolah meminta waktu dulu untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi. Sebab, permasalahan tersebut atau penyaluran dana bantuan PIP itu terjadi di tahun 2022 yang lalu. Saya saat itu baru menjabat di SMP 1 Kebonpedes, dan tidak mengetahui persis tentang alur proses penyalurannya bagaimana,” ujar Kepsek.

Lebih lanjut, setelah seminggu kemudian radarnusantara.co dihubungi kembali oleh pihak Sekolah SMP 1 Kebonpedes tersebut, Kepsek menjelaskan bahwa benar dana bantuan PIP itu tahun 2022 lalu. Tetapi dana bantuan tersebut dari PIP Aspirasi yang disalurkan oleh pihak ketiga sebagai TIM Monitoring dan Evaluasi Komisi X DPR RI.

“Setelah pihak sekolah konfirmasi ke bersangkutan, ia mengakui sebagai TIM Monitoring dan Evaluasi Komisi X DPR RI. Saya pun selaku pihak Sekolah menyampaikan kepada dia, bahwa kami tidak mau jika terbawa-bawa tentang prihal masalah potongan dana bantuan PIP Aspirasi, karena terkait masalah potongan dana bantuan PIP tersebut oleh pihak dia yang melakukannya,” Jelasnya.

Solihati Nurzanah, ketika di konfirmasi radarnusantara.co via virtual WhatsApp, mengaku sebagai TIM Monitoring dan Evaluasi Komisi X DPR RI, juga mengatasnamakan diduga seorang calo dana bantuan PIP sebagai oknum profesi media ibu rumah tangga (IRT) mengatakan, benar saya sebagai TIM Monitoring dan Evaluasi Komisi X DPR RI. Terkait masalah potongan dana bantuan PIP Aspirasi tersebut, pihak sekolah SMP 1 Kebonpedes tidak ada kaitannya dengan saya. Karena masalah potongan dana bantuan PIP Aspirasi ini urusan saya dengan para penerima manfaat (siswa).

“Mungkin juga saudara tau, jika ada dana bantuan dari melalui Aspirasi pasti ada potongan sesuai kesepakatan. Kalau saudara ingin tau lebih jauh tentang data atau proses penyaluran dana bantuan PIP Aspirasi ini, silahkan saya tunggu di Garut,” katanya TIM Monitoring dan Evaluasi Komisi X DPR RI, Solihati Nurzanah.

Terkait informasi tersebut, radarnusantara.co berharap kepada pihak pihak yang berwenang atas terjadinya dugaan potongan begal dana bantuan PIP Aspirasi Komisi X DPR RI di SMP 1 Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi agar ditindaklanjuti oleh Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Mabes Polri, Direktorat Penyidikan Jam Pidsus Kejaksaan Agung RI, Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jabar, Direktorat Pidsus Kejaksaan Tinggi Jawabarat, Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polres Sukabumi Kota, dan Direktorat Pidsus Kejaksaan Kabupaten Sukabumi.

Jika mana diketemukan adanya unsur Tidak Pidana Korupsi (TPK) dalam pungutan liar (PUNGLI) dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) Aspirasi Komisi X DPR RI tersebut, agar segera dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai aturan hukum yang berlaku dengan azas praduga tak bersalah untuk menetapkan para tersangka sebagai pelaku tindak pidana korupsi. (Erick)

Nanda Indira Dendi Optimis 2023 Pesawaran Raih KLA Peringkat Utama

0
Pesawaran (RN) – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pesawaran Nanda Indira Dendi memimpin Rapat Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA) Tahun 2023 yang gelar di Ruang Rapat Teluk Ratai Kamis, (26/01/2023). “Saya minta instansi terkait, untuk dapat mendukung dan menyukseskan Pesawaran sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) dan meraih Peringkat Utama Tahun 2023 ini,” kata Nanda Indira Dendi. Nanda menjelaskan, dilakukannya evaluasi Kabupaten Layak Anak (KLA) setiap tahun untuk mengetahui kinerja dari semua stakeholder anak di Kabupaten Pesawaran. Untuk membentuk regulasi, program dan kegiatan pembangunan dalam pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak. “Kita patut bersyukur bahwa Kabupaten Pesawaran telah meraih Kabupaten Layak Anak Peringkat Madya selama 2 (dua) tahun berturut-turut, yaitu tahun 2021 dan tahun 2022. Menjadi harapan kita bersama, tahun 2023 ini Kabupaten Pesawaran optimis dapat meraih Kabupaten Layak Anak Peringkat Utama”,tutur Nanda. Menurutnya, untuk mencapai Kabupaten Layak Anak (KLA) peringkat utama di tahun ini, butuh adanya dukungan berbagai pihak, mulai dari OPD untuk dapat bersama-sama bekerja sama dalam menyukseskan demi mewujudkan Bumi Andan Jejama sebagai KLA di tahun ini. “Saya mengimbau kepada seluruh Gugus Tugas KLA yang diketuai oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk berkomitmen, dan segera berkoordinasi, berkolaborasi serta berpartisipasi aktif dalam pemenuhan 24 indikator dan 5 (lima) Klaster KLA,” ujarnya. Dirinya juga menjelaskan, penilaian evaluasi mandiri akan dilaksanakan pada awal Bulan Februari Tahun 2023. “Segera mempersiapkan eviden sesuai dengan instrumen-instrumen pada indikator KLA. Untuk memaksimalkan evaluasi KLA tahun 2023 ini, dan akan dibuat Surat Perintah Tugas (SPT) penanggungjawab dari masing-masing OPD atau lintas sektor terkait dalam pemenuhan indikator KLA,” katanya.(Rizal)

Demi kenyamanan Belajar, SDN 11 Geta Butuh Perbaikan Ruang Kelas

0

Pesawaran (RN) – Ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) 11 Gedong Tataan (Geta) Kabupaten Pesawaran butuh perbaikan segera. Banyak pintu, jendela kelas yang lapuk, atap sudah rusak, sebagian jebol.

Kondisi ini tentu mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar siswa SDN 11 Geta yang terletak di Desa Sukabanjar tersebut.

Kepala SD Negeri 11 Geta, Leny Marlina, mengatakan,pada tahun 2020 2021 dan tahun 2022 pihaknya telah mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesawaran.

“Namaun sampai sekarang belum ada rehap, bangunan tersebut di bangun pada tahun 1976 dan mendapat rehap baru satu kali pada tahun 1985,” ujar kepala Sekolah SDN 11 Geta saat di temui di ruang kerjanya, Kamis (26/1/2023)

Dirinya juga menjelaskan, perbaikan tiga lokal ruang kelas 1,2 dan 6, ini juga untuk kenyaman proses belajar mengajar. Kerena ketika tempat atau fasilitas bagus siswa-siswi akan nyaman ketika sedang belajar.

“Mengingat jumlah siswa yang di SD ini ada 238, jadi kami khawatir kalau bangunan yang rusak dan atap yang hapir ambrol bisa mencederai siswa. Karena itu, bantuan pembangunan dan rehab ruang kelas dari pemerintah sangat kita butuhkan dan kita harapkan,”harpanya.

Sementar itu Ketua Komite SDN 11 Geta Sumisman saat mengelar rapat komite berapa waktu yang lalu mengatakan, selain ruang kelas yang butuh perbaikan SDN 11 Geta juga perlu pembanguanan pagar sepanjang 42 meter.

“Namun hasil rapat komite yang di hadiri seluruh wali murid sepakatan untuk membangun pagar sekolah sepanjang 42 meter dan tinggi 2 meter akan di bangun secara suwadaya. Tapi saya berharap tiga ruang kelas yang membutuh rehap dapat di bantu oleh pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DISDIKBUD),” ucapnya. (Rizal)

SDN 11 Geta Gelar Rapat Komite Demi Kemajuan Sekolah

0
Pesawaran (RN) – Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan yang berkualitas dan kelengkapan fasilitas belajar mengajar, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 11 Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Gelar rapat komite, Rabu (25/1/2023). Rapat yang dilaksanakan di aula SD 11 Gedong Tataan (Geta) Desa Sukabanjar, yang dihadiri pengurus komite sekolah, kepala sekolah dan seluruh orang tua siswa. Ketua Komite Sumisman menyampaikan, rapat dilakukan untuk membahas agar SDN 11 Geta bisa lebih lengkap fasilitas belajar mengajarnya sehingga mutu pendidikan yang diharapkan bisa terwujud. “Kesepakatan kami bersama orang tua siswa dan pihak sekolah yaitu, kelengkapan sarana dan prasarana sekolah yang harus dibenahi. Kerena ada beberapa ruang kelas yang sudah rusak parah sehingga dihawatirkan suatusaat bisa mengacam keselamatan siswa,” ucap Sumisman. Sementara itu,Kepala sekolah SDN 11 Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Leny Marlina, Mpd., mengatakan, apapun upaya yang dilakukan pihak komite guna kemajuan SDN 11, pihaknya pasti akan selalu mendukung. “Peran komite sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan perlu mendapat dukungan dari seluruh komponen pendidikan, baik guru, kepala sekolah, siswa, orang tua atau wali murid, masyarakat, dan institusi pendidikan,” kata Leny. Ia juga mengatakan, perlu kerjasama dan koordinasi yang erat di antara komponen pendidikan tersebut sehingga upaya peningkatan mutu pendidikan yang dilaksanakan dapat efektif dan efisien. “Saya berharap kepada semua pihak agar bekerjasama, agar terciptanya transparansi antara sekolah dan masyarakat juga untuk memajukan sekolah demi terciptanya kegiatan belajar mengajar yang aman nyaman dan menyenangkan,” ujarnya. Selain itu lanjut Leny, sekolah juga akan mengaktifkan lagi ekstrakurikuler yg beberapa tahun sempat terhenti dinkarnakan covid-19 dan melakukan perbaikan sarana prasarana yg ada di sekolah. (Rizal)    

Ketua KPU Lantik 444 PPS, Bupati Pesawaran: Pahami Tugas dan Kewajiban

Pesawaran (HO) – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, meminta kepada seluruh anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang baru dilantik, agar bisa menjalankan dan memahami tugas dan kewajibannya dengan sebaik-baiknya.

Dendi mengatakan, menjadi anggota PPS merupakan salah satu wujud pengabdian terhadap bangsa, sehingga pemilu yang dilaksanakan akan berhasil dengan baik sesuai apa yang kita harapkan bersama.

“Kalaupun nanti dalam perjalanan tahapan pemilu ada permasalahan yang terjadi di lapangan, hendaknya bisa dimusyawarahkan bersama-sama dengan KPU sebagai penyelenggara, sehingga permasalahan yang terjadi dapat terselesaikan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya. Selasa (24/1//2023).

Dirinya mengatakan, ada beberapa faktor kunci kesuksesan pemilu, pertama adalah integritas, ini adalah faktor yang paling penting karena tidak dapat dibeli dan menjadi hal yang mutlak, dan juga netralitas.

“Jangan ada penyelenggara yang berpihak kepada salah satu calon, selalu bersikap adil kepada semua peserta pemilu, kemudian profesionalitas yakni sebagai penyelenggara harus banyak memahami regulasi, kemudian transparansi juga diperlukan agar selalu terbuka terhadap semua kegiatan tahapan yang berjalan,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pesawaran Yatin Putro Sugino mengatakan, pada hari ini dirinya melantik sebanyak 444 PPS yang tersebar di 148 desa yang ada di 11 kecamatan.

“Jadi setiap desa kita mengambil 3 anggota PPS, kemudian dari sejumlah PPS yang kita lantik memiliki rincian pria sebanyak 341 orang kemudian 103 wanita,” pungkasnya. (Red)

Ketua PPNI Pesawaran Antisipasi Bemcana Alam, Siapkan Satgas Aksi Kemanusiaan

Pesawaran (HO) – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Pesawaran, siapkan Satuan Tugas (Satgas) yang akan diterjunkan apabila terjadi bencana alam di Bumi Andan Jejama. Ketua PPNI Pesawaran Dr. Wahyan. SE,. M.M, mengatakan saat ini PPNI harus dapat berperan aktif dan dapat menyentuh secara langsung kepada masyarakat, terutama dalam penanganan dampak korban bencana yang terjadi di Pesawaran sebagai bagian dari aksi kemanusiaan dan solidaritas. “Dalam penanganan korban bencana, memang diperlukan tim pelayanan yang sigap, profesional dan terorganisir serta mempunyai hubungan baik dengan pemerintah maupun unsur terkait, maka dari itu kami siap hadir ketika terjadi bencana,” jelasnya, Selasa (24/1/2023). “Jadi kalau kita sudah memiliki Satgas, ketika ada bencana yang terjadi di wilayah Pesawaran tanpa adanya komando pun para Satgas ini sudah langsung menuju ke lokasi bencana untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada para korban bencana,” ujar dia. Dirinya mengatakan, saat ini terdapat 20 perawat yang dibagi menjadi 4 tim, yang telah diberikan pelatihan dalam pemberian pelayanan kesehatan di lokasi bencana. “Kesigapan bagi tenaga perawat dalam mengatasi dampak korban bencana baik sebelum, disaat maupun sesudah terjadinya bencana menjadi prioritas keahlian yang perlu dimiliki dan diharapkan implementasinya,” kata dia. Dirinya mengatakan, dengan adanya tim ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata perawat dalam rangka ikut membantu penanganan bencana sesuai dengan kesiapsiagaan dan pertolongan kedauratan bencana di wilayah Pesawaran. “Perawat sejatinya memiliki peran yang sangat strategis dan penting dalam kebencanaan, karena perawat memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang dapat diaplikasikan langsung kepada masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Satreskrim Polres Pesawaran Terus Buru Pelaku, Tokoh Adat: Ingatkan Wartawan Berpedoman KEJ

Pesawaran (HO) – Tim TEKAB 308 Satreskrim Polres Pesawaran masih terus memburu terduga pelaku pembacokan pada oknum wartawan beberapa waktu lalu. Perburuannya selama dua pekan dilakukan hingga ke Pulau Jawa. Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo melalui Kasat Reskrim AKP Supriyanto Husin mengatakan bahwa terkait perkara penganiayaan terhadap salah satu oknum wartawan, pihaknya masih memproses penyidikannya dan terus memburu terduga pelakunya. “Saat ini sudah sampai tahap penyidikan dan Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP) sudah dikirim ke Kejaksaan Negeri Pesawaran. Dari hasil gelar perkara penyidik telah menetapkan satu orang tersangka dan saat ini masih DPO,” kata dia, Selasa (24/1/2023). Ia juga menerangkan, jajaran Tim TEKAB 308 Satreskrim Polres Pesawaran telah memburu selama dua pekan di Pulau Jawa. Namun, terduga pelaku selalu berpindah pindah tempat hingga kemudian lolos dari buruan petugas. “Kemarin petugas selama dua minggu memburu pelaku di Banten Pulau Jawa sana, namun yang bersangkutan selalu berpindah tempat dan berganti handphone sehingga tidak terlacak keberadaannya, namun kami optimis pelaku segera ditangkap,” terang dia. Kepada, pelapor juga diharapkan dapat membantu memberikan informasi terkait keberadaan pelaku yang dimaksud guna mempermudah pengungkapannya. “Kalau pelapor tau keberadaan pelaku, bisa segera diinformasikan ke kami. Ini sangat membantu kami dalam mengungkap kasus tersebut, ” ucap dia. Untuk diketahui, kasus tersebut terjadi pada tanggal 5 Desember 2022 lalu, di Desa Mulyosari Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran melalui Laporan dengan nomor LP / B – 774 / XII / 2022 / SPKT/ Polres Pesawaran yang sudah diproses sejak masuknya laporan. “Sejumlah saksi yang ada di TKP ataupun diluar telah dilakukan pemeriksaan seluruhnya dan sudah melaksanakan olah TKP serta pra rekonstruksi. Tinggal kita amankan pelakunya, jadi harap sabar karena kami tetap menyidik dan memburu pelaku,” tegas dia. Hal tersebut juga mendapat respon dari salah satu Tokoh Adat Lampung Bumi Andan Jejama yakni Suttan Penatih yang menyebut bahwa apa yang dilakukan kepolisian terkait ungkap kasus yang dimaksud sudah sesuai dengan ketentuan. “Kami sangat apresiasi, kepolisian Pesawaran sangat cepat merespon setiap laporan yang masuk. Banyak kok, kasus pembunuhan aja terungkap, apalagi soal pembacokan. Soal waktu aja, tapi itu petugas terus memburu artinya kan tidak berhenti, hanya kita memang harus sabar,” kata dia. Ia juga mengingatkan kepada seluruh rekan media yang melakukan liputan di lapangan agar waspada dan tetap berpedoman pada Kaidah Etika Jurnalistik (KEJ) sehingga terhindar dari perbuatan anarkis. “Kejadian Paisal ini dapat dijadikan contoh, untuk rekan rekan media kami ingatkan agar tetap berpedoman pada KEJ sehingga terhindar dari aksi kriminalitas atau main hakim sendiri. Wartawan itu intelektual, artinya ketika dilapangan tidak boleh bersikap seperti preman yang tidak paham hukum,” ujar dia. (Red)

PPNI Pesawaran Siapkan Satgas Penanganan Dampak Korban Bencana

0

Pesawaran (RN) – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Pesawaran, siapkan Satuan Tugas (Satgas) yang akan diterjunkan apabila terjadi bencana alam di Bumi Andan Jejama.

Ketua PPNI Pesawaran Wahyan mengatakan, saat ini PPNI harus dapat berperan aktif dan dapat menyentuh secara langsung kepada masyarakat, terutama dalam penanganan dampak korban bencana yang terjadi di Pesawaran sebagai bagian dari aksi kemanusiaan dan solidaritas. “Dalam penanganan korban bencana, memang diperlukan tim pelayanan yang sigap, profesional dan terorganisir serta mempunyai hubungan baik dengan pemerintah maupun unsur terkait, maka dari itu kami siap hadir ketika terjadi bencana,” ujarnya. Selasa 24 Januari 2023. “Jadi kalau kita sudah memiliki Satgas, ketika ada bencana yang terjadi di wilayah Pesawaran tanpa adanya komando pun para Satgas ini sudah langsung menuju ke lokasi bencana untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada para korban bencana,” ujar dia. Dirinya mengatakan, saat ini terdapat 20 perawat yang dibagi menjadi 4 tim, yang telah diberikan pelatihan dalam pemberian pelayanan kesehatan di lokasi bencana. “Kesigapan bagi tenaga perawat dalam mengatasi dampak korban bencana baik sebelum, disaat maupun sesudah terjadinya bencana menjadi prioritas keahlian yang perlu dimiliki dan diharapkan implementasinya,” kata dia. Dirinya mengatakan, dengan adanya tim ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata perawat dalam rangka ikut membantu penanganan bencana sesuai dengan kesiapsiagaan dan pertolongan kedauratan bencana di wilayah Pesawaran. “Perawat sejatinya memiliki peran yang sangat strategis dan penting dalam kebencanaan, karena perawat memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang dapat diaplikasikan langsung kepada masyarakat,” katanya. (Rizal)

Tim Tekab Polres Pesawaran Terus Buru Pelaku Pembacokan Oknum Wartawan

0
Pesawaran (RN) – Tim Tekab 308 Satreskrim Polres Pesawaran hingga saat ini masih terus memburu terduga pelaku pembacokan pada oknum wartawan yang terjadi beberapa waktu lalu. Anggota Satreskrim Polres Pesawaran melakukan pemburuan selama dua pekan ini hingga ke Pulau Jawa. Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo melalui Kasat Reskrim AKP Supriyanto Husin mengatakan, bahwa terkait perkara penganiayaan terhadap salah satu oknum wartawan, pihaknya masih memproses penyidikannya dan terus memburu terduga pelakunya. “Saat ini sudah sampai tahap penyidikan dan Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP) sudah dikirim ke Kejaksaan Negeri Pesawaran. Dari hasil gelar perkara penyidik telah menetapkan satu orang tersangka dan saat ini masih DPO,” kata Supriyanto, Selasa (24/1/2023). Dirinya menjelaskan, jajaran Tim Tekab 308 telah memburu selama dua pekan di Pulau Jawa. Namun, terduga pelaku selalu berpindah pindah tempat hingga kemudian lolos dari buruan petugas. “Kemarin selama dua minggu anggota memburu pelaku di Serang Provinsi Banten sana, namun yang bersangkutan selalu berpindah tempat dan berganti nomor dan handphone, sehingga tidak terlacak keberadaannya, namun kami optimis pelaku segera ditangkap,” ujar dia. Ia juga mengatakan, pelapor juga diharapkan dapat membantu memberikan informasi terkait keberadaan pelaku yang dimaksud guna mempermudah pengungkapannya. “Kalau pelapor tau keberadaan pelaku, bisa segera diinformasikan ke kami. Ini sangat membantu kami dalam mengungkap kasus tersebut,” jelasnya. Untuk diketahui, kasus penganiayaan tersebut terjadi pada tanggal 5 Desember 2022 lalu, di Desa Mulyosari Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran melalui Laporan dengan Nomor LP/B – 774/XII/2022/SPKT/Polres Pesawaran, yang sudah diproses sejak masuknya laporan. “Sejumlah saksi yang ada di TKP ataupun diluar telah dilakukan pemeriksaan seluruhnya dan sudah melaksanakan olah TKP serta pra rekonstruksi. Tinggal kita amankan pelakunya, jadi harap sabar karena kami tetap menyidik dan memburu pelaku,” pintanya. Menanggapi hal tersebut, salah satu Tokoh Adat Lampung Bumi Andan Jejama yakni Erland Syofandi gelar Suntan Penatih menyebut bahwa apa yang dilakukan Kepolisian terkait ungkap kasus yang dimaksud sudah sesuai dengan ketentuan. “Kami sangat apresiasi, Kepolisian Pesawaran sangat cepat merespon setiap laporan yang masuk. Banyak kok, kasus pembunuhan aja terungkap, apalagi soal pembacokan. Soal waktu aja, tapi itu petugas terus memburu artinya kan tidak berhenti, hanya kita memang harus sabar,” kata Erland. Ia juga mengingatkan kepada seluruh rekan media yang melakukan liputan di lapangan agar waspada dan tetap berpedoman pada Kaidah Etik Jurnalistik (KEJ) sehingga terhindar dari perbuatan anarkis. “Kejadian Paisal ini dapat dijadikan contoh, untuk rekan-rekan media, kami ingatkan agar tetap berpedoman pada KEJ sehingga terhindar dari aksi kriminalitas atau main hakim sendiri. Wartawan itu intelektual, artinya ketika di lapangan tidak boleh bersikap seperti preman yang tidak paham hukum,” pungkasnya. (Red)

Apdesi Kabupaten Pesawaran Dukung Jabatan Kades 9 Tahun

Pesawaran (HO) – Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Pesawaran, mendukung terkait adanya permintaan dari para Kepala Desa (Kades) penambahan masa jabatan menjadi 9 tahun. Ketua APDESI Pesawaran Suranto mengatakan, permintaan dari para Kades tersebut dinilai masuk akal, mengingat dengan masa jabatan yang pendek saat ini terkadang para Kades belum maksimal melakukan pembangunan di desa. “Tentunya sebelum mereka menyampaikan aspirasi tentang masa jabatan ini pastinya ada alasan terlebih dahulu, salah satu alasannya dengan bertambahnya masa jabatan, Kades memiliki banyak waktu untuk lebih berkreasi dalam menentukan arah pembangunan di desa,” terang nya, Senin (23/1/2022). Disinggung adanya potensi besar penyimpangan anggaran Dana Desa (DD), dalam masa jabatan yang cukup panjang, dirinya meminta kepada pihak pemerintah untuk lebih memperketat segala regulasi dalam penggunaan DD tersebut. “Potensi itu pasti ada, berarti disini pemerintah harus lebih memperketat lagi segala regulasinya, kalau dirasa oleh pemerintah regulasi yang ada saat ini sudah cukup, berarti perlu adanya penambahan wawasan yang diberikan oleh pemerintah untuk para Kades dan juga pendampingan dalam penggunaan DD bahkan pengawasannya juga harus lebih diperketat,” katanya. “Dalam mengubah suatu undang-undang, tentunya ada dampak positif dan negatifnya, dampak positifnya Kades memiliki peluang yang besar untuk mengkreasikan pembangunan desa, dampak negatifnya juga harus dicarikan solusi oleh pemerintah,” ucap dia. Menurutnya, dalam aksi yang dilakukan oleh para Kades tersebut tidak ada Kades asal Pesawaran yang ikut menyampaikan aspirasinya ke Jakarta. “Kalau kita tidak ada yang berangkat, namun pada dasarnya kami setuju dengan usulan yang disampaikan oleh para Kades beberapa waktu lalu di Jakarta tentang penambahan masa jabatan,” pungkas Suranto. (Red)