Demi kenyamanan Belajar, SDN 11 Geta Butuh Perbaikan Ruang Kelas

0

Pesawaran (RN) – Ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) 11 Gedong Tataan (Geta) Kabupaten Pesawaran butuh perbaikan segera. Banyak pintu, jendela kelas yang lapuk, atap sudah rusak, sebagian jebol.

Kondisi ini tentu mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar siswa SDN 11 Geta yang terletak di Desa Sukabanjar tersebut.

Kepala SD Negeri 11 Geta, Leny Marlina, mengatakan,pada tahun 2020 2021 dan tahun 2022 pihaknya telah mengajukan proposal ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesawaran.

“Namaun sampai sekarang belum ada rehap, bangunan tersebut di bangun pada tahun 1976 dan mendapat rehap baru satu kali pada tahun 1985,” ujar kepala Sekolah SDN 11 Geta saat di temui di ruang kerjanya, Kamis (26/1/2023)

Dirinya juga menjelaskan, perbaikan tiga lokal ruang kelas 1,2 dan 6, ini juga untuk kenyaman proses belajar mengajar. Kerena ketika tempat atau fasilitas bagus siswa-siswi akan nyaman ketika sedang belajar.

“Mengingat jumlah siswa yang di SD ini ada 238, jadi kami khawatir kalau bangunan yang rusak dan atap yang hapir ambrol bisa mencederai siswa. Karena itu, bantuan pembangunan dan rehab ruang kelas dari pemerintah sangat kita butuhkan dan kita harapkan,”harpanya.

Sementar itu Ketua Komite SDN 11 Geta Sumisman saat mengelar rapat komite berapa waktu yang lalu mengatakan, selain ruang kelas yang butuh perbaikan SDN 11 Geta juga perlu pembanguanan pagar sepanjang 42 meter.

“Namun hasil rapat komite yang di hadiri seluruh wali murid sepakatan untuk membangun pagar sekolah sepanjang 42 meter dan tinggi 2 meter akan di bangun secara suwadaya. Tapi saya berharap tiga ruang kelas yang membutuh rehap dapat di bantu oleh pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (DISDIKBUD),” ucapnya. (Rizal)

SDN 11 Geta Gelar Rapat Komite Demi Kemajuan Sekolah

0
Pesawaran (RN) – Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan yang berkualitas dan kelengkapan fasilitas belajar mengajar, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 11 Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Gelar rapat komite, Rabu (25/1/2023). Rapat yang dilaksanakan di aula SD 11 Gedong Tataan (Geta) Desa Sukabanjar, yang dihadiri pengurus komite sekolah, kepala sekolah dan seluruh orang tua siswa. Ketua Komite Sumisman menyampaikan, rapat dilakukan untuk membahas agar SDN 11 Geta bisa lebih lengkap fasilitas belajar mengajarnya sehingga mutu pendidikan yang diharapkan bisa terwujud. “Kesepakatan kami bersama orang tua siswa dan pihak sekolah yaitu, kelengkapan sarana dan prasarana sekolah yang harus dibenahi. Kerena ada beberapa ruang kelas yang sudah rusak parah sehingga dihawatirkan suatusaat bisa mengacam keselamatan siswa,” ucap Sumisman. Sementara itu,Kepala sekolah SDN 11 Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Leny Marlina, Mpd., mengatakan, apapun upaya yang dilakukan pihak komite guna kemajuan SDN 11, pihaknya pasti akan selalu mendukung. “Peran komite sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan perlu mendapat dukungan dari seluruh komponen pendidikan, baik guru, kepala sekolah, siswa, orang tua atau wali murid, masyarakat, dan institusi pendidikan,” kata Leny. Ia juga mengatakan, perlu kerjasama dan koordinasi yang erat di antara komponen pendidikan tersebut sehingga upaya peningkatan mutu pendidikan yang dilaksanakan dapat efektif dan efisien. “Saya berharap kepada semua pihak agar bekerjasama, agar terciptanya transparansi antara sekolah dan masyarakat juga untuk memajukan sekolah demi terciptanya kegiatan belajar mengajar yang aman nyaman dan menyenangkan,” ujarnya. Selain itu lanjut Leny, sekolah juga akan mengaktifkan lagi ekstrakurikuler yg beberapa tahun sempat terhenti dinkarnakan covid-19 dan melakukan perbaikan sarana prasarana yg ada di sekolah. (Rizal)    

Ketua KPU Lantik 444 PPS, Bupati Pesawaran: Pahami Tugas dan Kewajiban

Pesawaran (HO) – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, meminta kepada seluruh anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang baru dilantik, agar bisa menjalankan dan memahami tugas dan kewajibannya dengan sebaik-baiknya.

Dendi mengatakan, menjadi anggota PPS merupakan salah satu wujud pengabdian terhadap bangsa, sehingga pemilu yang dilaksanakan akan berhasil dengan baik sesuai apa yang kita harapkan bersama.

“Kalaupun nanti dalam perjalanan tahapan pemilu ada permasalahan yang terjadi di lapangan, hendaknya bisa dimusyawarahkan bersama-sama dengan KPU sebagai penyelenggara, sehingga permasalahan yang terjadi dapat terselesaikan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya. Selasa (24/1//2023).

Dirinya mengatakan, ada beberapa faktor kunci kesuksesan pemilu, pertama adalah integritas, ini adalah faktor yang paling penting karena tidak dapat dibeli dan menjadi hal yang mutlak, dan juga netralitas.

“Jangan ada penyelenggara yang berpihak kepada salah satu calon, selalu bersikap adil kepada semua peserta pemilu, kemudian profesionalitas yakni sebagai penyelenggara harus banyak memahami regulasi, kemudian transparansi juga diperlukan agar selalu terbuka terhadap semua kegiatan tahapan yang berjalan,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pesawaran Yatin Putro Sugino mengatakan, pada hari ini dirinya melantik sebanyak 444 PPS yang tersebar di 148 desa yang ada di 11 kecamatan.

“Jadi setiap desa kita mengambil 3 anggota PPS, kemudian dari sejumlah PPS yang kita lantik memiliki rincian pria sebanyak 341 orang kemudian 103 wanita,” pungkasnya. (Red)

Ketua PPNI Pesawaran Antisipasi Bemcana Alam, Siapkan Satgas Aksi Kemanusiaan

Pesawaran (HO) – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Pesawaran, siapkan Satuan Tugas (Satgas) yang akan diterjunkan apabila terjadi bencana alam di Bumi Andan Jejama. Ketua PPNI Pesawaran Dr. Wahyan. SE,. M.M, mengatakan saat ini PPNI harus dapat berperan aktif dan dapat menyentuh secara langsung kepada masyarakat, terutama dalam penanganan dampak korban bencana yang terjadi di Pesawaran sebagai bagian dari aksi kemanusiaan dan solidaritas. “Dalam penanganan korban bencana, memang diperlukan tim pelayanan yang sigap, profesional dan terorganisir serta mempunyai hubungan baik dengan pemerintah maupun unsur terkait, maka dari itu kami siap hadir ketika terjadi bencana,” jelasnya, Selasa (24/1/2023). “Jadi kalau kita sudah memiliki Satgas, ketika ada bencana yang terjadi di wilayah Pesawaran tanpa adanya komando pun para Satgas ini sudah langsung menuju ke lokasi bencana untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada para korban bencana,” ujar dia. Dirinya mengatakan, saat ini terdapat 20 perawat yang dibagi menjadi 4 tim, yang telah diberikan pelatihan dalam pemberian pelayanan kesehatan di lokasi bencana. “Kesigapan bagi tenaga perawat dalam mengatasi dampak korban bencana baik sebelum, disaat maupun sesudah terjadinya bencana menjadi prioritas keahlian yang perlu dimiliki dan diharapkan implementasinya,” kata dia. Dirinya mengatakan, dengan adanya tim ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata perawat dalam rangka ikut membantu penanganan bencana sesuai dengan kesiapsiagaan dan pertolongan kedauratan bencana di wilayah Pesawaran. “Perawat sejatinya memiliki peran yang sangat strategis dan penting dalam kebencanaan, karena perawat memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang dapat diaplikasikan langsung kepada masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Satreskrim Polres Pesawaran Terus Buru Pelaku, Tokoh Adat: Ingatkan Wartawan Berpedoman KEJ

Pesawaran (HO) – Tim TEKAB 308 Satreskrim Polres Pesawaran masih terus memburu terduga pelaku pembacokan pada oknum wartawan beberapa waktu lalu. Perburuannya selama dua pekan dilakukan hingga ke Pulau Jawa. Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo melalui Kasat Reskrim AKP Supriyanto Husin mengatakan bahwa terkait perkara penganiayaan terhadap salah satu oknum wartawan, pihaknya masih memproses penyidikannya dan terus memburu terduga pelakunya. “Saat ini sudah sampai tahap penyidikan dan Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP) sudah dikirim ke Kejaksaan Negeri Pesawaran. Dari hasil gelar perkara penyidik telah menetapkan satu orang tersangka dan saat ini masih DPO,” kata dia, Selasa (24/1/2023). Ia juga menerangkan, jajaran Tim TEKAB 308 Satreskrim Polres Pesawaran telah memburu selama dua pekan di Pulau Jawa. Namun, terduga pelaku selalu berpindah pindah tempat hingga kemudian lolos dari buruan petugas. “Kemarin petugas selama dua minggu memburu pelaku di Banten Pulau Jawa sana, namun yang bersangkutan selalu berpindah tempat dan berganti handphone sehingga tidak terlacak keberadaannya, namun kami optimis pelaku segera ditangkap,” terang dia. Kepada, pelapor juga diharapkan dapat membantu memberikan informasi terkait keberadaan pelaku yang dimaksud guna mempermudah pengungkapannya. “Kalau pelapor tau keberadaan pelaku, bisa segera diinformasikan ke kami. Ini sangat membantu kami dalam mengungkap kasus tersebut, ” ucap dia. Untuk diketahui, kasus tersebut terjadi pada tanggal 5 Desember 2022 lalu, di Desa Mulyosari Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran melalui Laporan dengan nomor LP / B – 774 / XII / 2022 / SPKT/ Polres Pesawaran yang sudah diproses sejak masuknya laporan. “Sejumlah saksi yang ada di TKP ataupun diluar telah dilakukan pemeriksaan seluruhnya dan sudah melaksanakan olah TKP serta pra rekonstruksi. Tinggal kita amankan pelakunya, jadi harap sabar karena kami tetap menyidik dan memburu pelaku,” tegas dia. Hal tersebut juga mendapat respon dari salah satu Tokoh Adat Lampung Bumi Andan Jejama yakni Suttan Penatih yang menyebut bahwa apa yang dilakukan kepolisian terkait ungkap kasus yang dimaksud sudah sesuai dengan ketentuan. “Kami sangat apresiasi, kepolisian Pesawaran sangat cepat merespon setiap laporan yang masuk. Banyak kok, kasus pembunuhan aja terungkap, apalagi soal pembacokan. Soal waktu aja, tapi itu petugas terus memburu artinya kan tidak berhenti, hanya kita memang harus sabar,” kata dia. Ia juga mengingatkan kepada seluruh rekan media yang melakukan liputan di lapangan agar waspada dan tetap berpedoman pada Kaidah Etika Jurnalistik (KEJ) sehingga terhindar dari perbuatan anarkis. “Kejadian Paisal ini dapat dijadikan contoh, untuk rekan rekan media kami ingatkan agar tetap berpedoman pada KEJ sehingga terhindar dari aksi kriminalitas atau main hakim sendiri. Wartawan itu intelektual, artinya ketika dilapangan tidak boleh bersikap seperti preman yang tidak paham hukum,” ujar dia. (Red)

PPNI Pesawaran Siapkan Satgas Penanganan Dampak Korban Bencana

0

Pesawaran (RN) – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Pesawaran, siapkan Satuan Tugas (Satgas) yang akan diterjunkan apabila terjadi bencana alam di Bumi Andan Jejama.

Ketua PPNI Pesawaran Wahyan mengatakan, saat ini PPNI harus dapat berperan aktif dan dapat menyentuh secara langsung kepada masyarakat, terutama dalam penanganan dampak korban bencana yang terjadi di Pesawaran sebagai bagian dari aksi kemanusiaan dan solidaritas. “Dalam penanganan korban bencana, memang diperlukan tim pelayanan yang sigap, profesional dan terorganisir serta mempunyai hubungan baik dengan pemerintah maupun unsur terkait, maka dari itu kami siap hadir ketika terjadi bencana,” ujarnya. Selasa 24 Januari 2023. “Jadi kalau kita sudah memiliki Satgas, ketika ada bencana yang terjadi di wilayah Pesawaran tanpa adanya komando pun para Satgas ini sudah langsung menuju ke lokasi bencana untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada para korban bencana,” ujar dia. Dirinya mengatakan, saat ini terdapat 20 perawat yang dibagi menjadi 4 tim, yang telah diberikan pelatihan dalam pemberian pelayanan kesehatan di lokasi bencana. “Kesigapan bagi tenaga perawat dalam mengatasi dampak korban bencana baik sebelum, disaat maupun sesudah terjadinya bencana menjadi prioritas keahlian yang perlu dimiliki dan diharapkan implementasinya,” kata dia. Dirinya mengatakan, dengan adanya tim ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata perawat dalam rangka ikut membantu penanganan bencana sesuai dengan kesiapsiagaan dan pertolongan kedauratan bencana di wilayah Pesawaran. “Perawat sejatinya memiliki peran yang sangat strategis dan penting dalam kebencanaan, karena perawat memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang dapat diaplikasikan langsung kepada masyarakat,” katanya. (Rizal)

Tim Tekab Polres Pesawaran Terus Buru Pelaku Pembacokan Oknum Wartawan

0
Pesawaran (RN) – Tim Tekab 308 Satreskrim Polres Pesawaran hingga saat ini masih terus memburu terduga pelaku pembacokan pada oknum wartawan yang terjadi beberapa waktu lalu. Anggota Satreskrim Polres Pesawaran melakukan pemburuan selama dua pekan ini hingga ke Pulau Jawa. Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo melalui Kasat Reskrim AKP Supriyanto Husin mengatakan, bahwa terkait perkara penganiayaan terhadap salah satu oknum wartawan, pihaknya masih memproses penyidikannya dan terus memburu terduga pelakunya. “Saat ini sudah sampai tahap penyidikan dan Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP) sudah dikirim ke Kejaksaan Negeri Pesawaran. Dari hasil gelar perkara penyidik telah menetapkan satu orang tersangka dan saat ini masih DPO,” kata Supriyanto, Selasa (24/1/2023). Dirinya menjelaskan, jajaran Tim Tekab 308 telah memburu selama dua pekan di Pulau Jawa. Namun, terduga pelaku selalu berpindah pindah tempat hingga kemudian lolos dari buruan petugas. “Kemarin selama dua minggu anggota memburu pelaku di Serang Provinsi Banten sana, namun yang bersangkutan selalu berpindah tempat dan berganti nomor dan handphone, sehingga tidak terlacak keberadaannya, namun kami optimis pelaku segera ditangkap,” ujar dia. Ia juga mengatakan, pelapor juga diharapkan dapat membantu memberikan informasi terkait keberadaan pelaku yang dimaksud guna mempermudah pengungkapannya. “Kalau pelapor tau keberadaan pelaku, bisa segera diinformasikan ke kami. Ini sangat membantu kami dalam mengungkap kasus tersebut,” jelasnya. Untuk diketahui, kasus penganiayaan tersebut terjadi pada tanggal 5 Desember 2022 lalu, di Desa Mulyosari Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran melalui Laporan dengan Nomor LP/B – 774/XII/2022/SPKT/Polres Pesawaran, yang sudah diproses sejak masuknya laporan. “Sejumlah saksi yang ada di TKP ataupun diluar telah dilakukan pemeriksaan seluruhnya dan sudah melaksanakan olah TKP serta pra rekonstruksi. Tinggal kita amankan pelakunya, jadi harap sabar karena kami tetap menyidik dan memburu pelaku,” pintanya. Menanggapi hal tersebut, salah satu Tokoh Adat Lampung Bumi Andan Jejama yakni Erland Syofandi gelar Suntan Penatih menyebut bahwa apa yang dilakukan Kepolisian terkait ungkap kasus yang dimaksud sudah sesuai dengan ketentuan. “Kami sangat apresiasi, Kepolisian Pesawaran sangat cepat merespon setiap laporan yang masuk. Banyak kok, kasus pembunuhan aja terungkap, apalagi soal pembacokan. Soal waktu aja, tapi itu petugas terus memburu artinya kan tidak berhenti, hanya kita memang harus sabar,” kata Erland. Ia juga mengingatkan kepada seluruh rekan media yang melakukan liputan di lapangan agar waspada dan tetap berpedoman pada Kaidah Etik Jurnalistik (KEJ) sehingga terhindar dari perbuatan anarkis. “Kejadian Paisal ini dapat dijadikan contoh, untuk rekan-rekan media, kami ingatkan agar tetap berpedoman pada KEJ sehingga terhindar dari aksi kriminalitas atau main hakim sendiri. Wartawan itu intelektual, artinya ketika di lapangan tidak boleh bersikap seperti preman yang tidak paham hukum,” pungkasnya. (Red)

Apdesi Kabupaten Pesawaran Dukung Jabatan Kades 9 Tahun

Pesawaran (HO) – Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Pesawaran, mendukung terkait adanya permintaan dari para Kepala Desa (Kades) penambahan masa jabatan menjadi 9 tahun. Ketua APDESI Pesawaran Suranto mengatakan, permintaan dari para Kades tersebut dinilai masuk akal, mengingat dengan masa jabatan yang pendek saat ini terkadang para Kades belum maksimal melakukan pembangunan di desa. “Tentunya sebelum mereka menyampaikan aspirasi tentang masa jabatan ini pastinya ada alasan terlebih dahulu, salah satu alasannya dengan bertambahnya masa jabatan, Kades memiliki banyak waktu untuk lebih berkreasi dalam menentukan arah pembangunan di desa,” terang nya, Senin (23/1/2022). Disinggung adanya potensi besar penyimpangan anggaran Dana Desa (DD), dalam masa jabatan yang cukup panjang, dirinya meminta kepada pihak pemerintah untuk lebih memperketat segala regulasi dalam penggunaan DD tersebut. “Potensi itu pasti ada, berarti disini pemerintah harus lebih memperketat lagi segala regulasinya, kalau dirasa oleh pemerintah regulasi yang ada saat ini sudah cukup, berarti perlu adanya penambahan wawasan yang diberikan oleh pemerintah untuk para Kades dan juga pendampingan dalam penggunaan DD bahkan pengawasannya juga harus lebih diperketat,” katanya. “Dalam mengubah suatu undang-undang, tentunya ada dampak positif dan negatifnya, dampak positifnya Kades memiliki peluang yang besar untuk mengkreasikan pembangunan desa, dampak negatifnya juga harus dicarikan solusi oleh pemerintah,” ucap dia. Menurutnya, dalam aksi yang dilakukan oleh para Kades tersebut tidak ada Kades asal Pesawaran yang ikut menyampaikan aspirasinya ke Jakarta. “Kalau kita tidak ada yang berangkat, namun pada dasarnya kami setuju dengan usulan yang disampaikan oleh para Kades beberapa waktu lalu di Jakarta tentang penambahan masa jabatan,” pungkas Suranto. (Red)

Jaga Kebugaran Personil, Polres Pesawaran Adakan Olahraga Bersama

Pesawaran (HO) – Untuk menjaga kebugaran tubuh dalam mendukung menjalankan tugas seluruh personil Polres Pesawaran Polda Lampung rutin melaksanakan olahraga bersama di lapangan mapolres setempat, Sabtu (21/1/2023). Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo, S.I.K., M.Si (Han) mengingatkan Kepada Personel Polres Pesawaran agar selalu memperhatikan dan menjaga kesehatan dengan cara meluangkan waktu untuk berolahraga agar tetap fit dan tidak mudah sakit. “Kegiatan olahraga ini rutin di setiap hari Sabtu, mengingat padatnya kegiatan personel Polres Pesawaran diperlukan olahraga untuk selalu menjaga kesehatan dan stamina dalam melaksanakan tugas-tugas Kepolisian,” terang AKBP Pratomo Widodo. “Dengan giat olahraga setiap hari, ini diharapkan dapat menunjang kesiapan fisik setiap personil dalam beraktifitas tanpa terkendala faktor kesehatan,” pungkas Kapolres. (Red)

Kadis Prindag Tegaskan Tanah Pasar Kedondong Milik Pemkab Pesawaran, Jelas Bersertipikat

Pesawaran (HO) – Terkait tanah lokasi pasar Kedondong yang di klim milik Masyarakat Adat Sai Bhatin Marga Way Lima, dibantah keras oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Prindag) Razak, S.Sos.

“Saya tegaskan tanah lokasi Pasar Kedondong sah milik Pemkab Pesawaran dan jelas bersertipikat,” tegasnya kepada Media Handalonline.com, Sabtu (21/1/2023).

Kepala Dinas Prindag menjelaskan tanah lokasi pasar tersebut awal nya milik pemerintah daerah Kabupaten Lampung Selatan kemudian di hibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Pesawaran dan bersertifikat dengan nomor : 08.11.07.04.4.00003, dan bisa di cek di aplikasi resmi kementrian ATR/BPN, sentuhtanahku dengan nomor : AV635114.

“Jadi itu jelas tanah milik Pemkab Pesawaran yang telah di hibah oleh pemerintah Kabupaten Lampung Selatan,” terangnya.

Jika katanya, ada masyarakat yang kurang jelas silakan bertanya dengan BPN Kabupaten Pesawaran, jangan bertanya dengan orang-orang yang tidak tahu atau dengan orang-orang yang hanya mempunyai kepentingan pribadi.

“Kalau mau jelas silakan tanyakan dengan instansi terkait atau dengan BPN Pesawaran, terkait keabsahan sertipikat tanah lokasi Pasar Kedondong,” ucapnya.

“Jadi apa dasar mereka meng klim, Atau jika mereka punya sertipikat tanah lokasi pasar Kedondong, silakan bawa kesini, mari kita lihat keabsahan nya,” pungkasnya. (Red)