Dialog Kebudayaan Bersama 10 Bupati/Wali Kota, Ketua PWI Pusat Berikan Apresiasi

0
Medan (RN) – Rangkaian kegiatan Jelang hari puncak anugerah kebudayaan yang di berikan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pusat sepuluh Bupati/ Wali kota yang di gelar di Hotel Santika Pramiera Dyandra Kota Medan, Selasa (7/02/2023). Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal S Depari mengatakan, jurnalis bukan hanya mengeritik kinerja pemerintah tapi jurnalis harus memberikan sosialisasi kebudayaan dan memberikan kontribusi pemikiran pembangunan daerah maupun pusat. “Kerena jurnalis adalah bagian dari pilar ke 4 dalam kontrol sosial yang sangat berperan besar dalam mendorong partisipasi masyarakat dan menjaga kondisi bangsa dalam keadaan kondusif dan untuk kemajuan pembangunan,” ujar Atal saat memberi sambutan pembukaan dialog. “Ia juga menjelaskan anugrah kebudayaan PWI ini sudah berlangsung dari tahun 2016 yang berlangung di lombok sampai sekarang ini tahun 2023 di medan,” jelasnya. Menurut Atal, insan pers juga turut terlibat dalam membangun budaya yang bernilai positif bagi pembangunan. “Karena itu, penting kiranya bagi wartawan untuk mengerti dan turut mengkampanyekan budaya asli Indonesia, agar tetap terjaga,” katanya. Atal juga turut mengapresiasi kepada sepuluh kepala daerah yang akan menerima penghargaan anugerah kebudayaan dari PWI pusat dan disaksikan oleh presiden republik indonesia, Joko widodo. (Red)

Bupati Terima Anugerah Kebudayaan Dari PWI Pusat, Masyarakat Pesawaran Bangga

0

Medan (RN) – Masyarakat Kabupaten Pesawaran patut berbangga dengan khazanah budaya asal wilayah setempat, salah satunya dalam bentuk kerajinan tenun sulam jelujur.

Bahkan, kain tenun khas bumi andan jejama itu berhasil mewakili Provinsi Lampung dalam anugerah kebudayaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.

Kepala Dinas Kominfotiksan Pesawaran, Jayadi Yasa menyebut anugerah kebudayaan itu akan diterima oleh Bupati Dendi Ramadhona pada puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) Kamis 9 febuari 2023.

“Momentum perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2023 ini, Bupati Dendi Ramadhona akan menerima anugerah kebudayaan dari PWI Pusat bersama sembilan bupati/ walikota lain dari seluruh Indonesia,” kata Jayadi mewakili Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona usai dialog kebudayaan di Hotel Santika Dyandra, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (7-2-2023).

Ketua PWI Lampung, Wira Hadikusumah mengatakan penghargaan itu menjadi kebanggaan bagi warga provinsi setempat, sebab karya sulam jelujur telah menjadi warisan budaya yang mencerminkan kearifan lokal dari bumi ruwa jurai.

“Tentu ini menjadi kebanggan masyarakat Lampung, kami juga turut mengapresiasi atas penghargaan yang diterima Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona,” kata Wira.

Penghargaan anugerah kebudayan itu rencananya akan diserahkan oleh Ketua PWI Pusat Atal S Depari, didampingi Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah serta Ketua PWI Kabupaten Pesawaran, M Ismail.

Selain itu, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo juga turut menyaksikan penyerahan panghargaan tersebut.

“Sebelumnya Lampung juga telah menerima penghargaan anugerah kebudayaan yang diwakili oleh Bupati Tulangbawang Barat, Umar Ahmad,” katanya. (Red)

Bank Rakyat Indonesia Waspada, Diduga Ada BEGAL Dana PIP, Aspirasi Komisi X DPR RI Tantang APH (UU ITE)

Sukabumi (RN) – Bank Rakyat Indonesia (BRI) di seluruh pelosok nusantara, WASPADA dan HATI-HATI jika terjebak dalam memberikan keputusan untuk mendukung sejumlah program unggulan Pemerintah saat mencairkan dana bantuan kepada penerima manfaat masyarakat, khususnya dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) melalui giringan Aspirasi perwakilan rakyat yang mengaku sebagai modus TIM Monitoring Evaluasi PIP Komisi X DPR RI. Tampak ada surat mengirim” PERMOHONAN VISITTING” kepada pihak BRI, agar segera menyalurkan dana bantuan PIP tersebut ke nomer rekening atas nama para penerima manfaat (siswa-siswi) Pendidikan Sekolah di sejumlah daerah. Pasalnya, dana bantuan PIP Aspirasi yang seolah-olah melalui giringan TIM Monitoring Evaluasi PIP Komisi X DPR RI tersebut, diduga ada penyimpangan penyaluran bantuan oleh modus pelaku pungutan liar (PUNGLI) atau aksi BEGAL pemotongan kepada para penerima manfaat (siswa) ketika uang sudah di cairkan dari Bank, dengan berbagai modus alasan bahwa dana bantuan PIP Aspirasi harus siap di potong untuk kepentingan tabungan dan lainnya. Seperti halnya yang terjadi kegaduhan terhadap penerima manfaat orangtua (siswa-siswi) di SMP 1 Kebonpedes Kabupaten Sukabumi – Jawa Barat. Terduga pelaku saat melakukan aksi BEGAL potong memotong dana bantuan PIP yang bersumber anggaran pemerintah/ negara melalui giringan Aspirasi untuk (siswa-siswi) sebesar Rp.750,000,00 (Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) tersebut, ketika para penerima manfaat mencairkan melalui rekening atas nama masing-masing di salahsatu Bank atas petunjuk sebelumnya, ternyata diduga pelaku BEGAL langsung melakukan pemotongan senilai Rp.350,000,00 (Tiga Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) per/Siswa. Sedangkan, terduga pelaku BEGAL pemotongan dana bantuan PIP tersebut ketika di konfirmasi radarnusantara.co mengaku, bahwa seolah-olah sudah terbiasa diperiksa melalui Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh Aparat Penegak Hukum (APH) dan terkesan menangtang APH ditunggu surat pemanggilan kepada dirinya. Seperti kutipan kata ia sampaikan melalui contak pesan alat transaksi elektronik (UU ITE) WhatsApp, “sudah biasa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh Aparat Penegak Hukum (APH) ditunggu Surat Pemanggilan Resminya”. Sabtu, 28 Januari 2023 sekira pukul 09.56 WIB. Diketahui, bahwa terduga pelaku BEGAL pemotongan dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) Aspirasi tersebut mengaku sebagai TIM Monev Komisi X DPR RI yang tempat tinggalnya berdomisili di Garut – Jawa Barat. Adapun menurut sumber informasi dan hasil investigasi radarnusantara.co bahwa terduga pelaku BEGAL yang melakukan pemotongan dana bantuan PIP Aspirasi terhadap siswa-siswi SMP 1 Negeri Kebonpedes, sebelumnya melakukan cara modus pertemuan terlebih dahulu dari sejak awal atau mengumpulkan para calon penerima manfaat (siswa/orangtua) di salahsatu tempat yang sudah mereka tentukan. Setelah itu, mereka seolah-olah untuk melaksanakan sosialisasi Pendatanganan berkas kesepakatan bersama, dengan dalih jika nanti dana bantuan tersebut sudah tersalurkan (CAIR) atau diterimanya melalui nomer rekening atas nama (siswa) masing masing di Bank, diduga agar semua para penerima bantuan harus siap dilakukan pemotongan dengan berbagai alasan untuk kepentingan tabungan dan lainnya, Selanjutnya sumber informasi penerima manfaat (siswa) selaku orangtua, GT menyampaikan kepada radarnusantara.co bahwa dari sejak pertemuan itulah mereka yang mengaku sebagai TIM Monev Komisi X DPR RI melakukan dugaan modus BEGAL pemotongan dana bantuan PIP Aspirasi terhadap seluruh para penerima manfaat tersebut, juga katanya turut di saksikan oleh pihak pendamping dari sekolah. “Sebelumnya, mereka sudah sejak awal dalam pertemuan itu meminta paraf dari kesepakatan seluruh penerima manfaat (siswa/orangtua) yang dituangkan pada lembaran persyaratan para calon penerima manfaat dana bantuan PIP Aspirasi tersebut, berupa surat pernyataan berita acara (dokumentasi). Seolah-olah apa yang dilakukan oleh mereka sudah sesuai aturan resmi secara prosedur, tetapi yang terjadi kenyataan ketika saat pencairan dana bantuan PIP Aspirasi masuk melalui no rekening atas nama masing-masing penerima bantuan di salahsatu Bank, saya menduga seluruh penerima manfaat dana bantuan PIP Aspirasi untuk (siswa/orangtua) mau tidak mau harus siap dilakukan pemotongan oleh pelaku BEGAL tersebut dengan berbagai alasan untuk kepentingan tabungan siswa siswi dan lainnya,” ungkap GT. GT, lebih lanjut menjelaskan kalau menurut dari penilaian saya selaku orangtua (siswa) penerima manfaat dana bantuan PIP Aspirasi tersebut, saya merasa di jebak oleh modus operandi mereka sebagai TIM Monev Komisi X DPR RI yang meminta kesepakatan terhadap penerima manfaat (siswa/orangtua) berupa paraf dari sejak awal dalam pertemuan tersebut, sebelum dana bantuan PIP Aspirasi itu di cairkan nya. “Sebab, setelah para penerima manfaat (siswa) selesai mencairkan di Bank, diduga pelaku Begal dana bantuan PIP Aspirasi yang mengaku sebagai TIM Monitoring dan Evaluasi Komisi X DPR RI melakukan pemotongan tanpa sedikit pun kendala,” Jelas GT. Terkait informasi tersebut,masyarakat berharap kepada pihak-pihak yang berwenang atas terjadinya dugaan pelecehan terhadap Institusi Kepolisian aparat penegak hukum (APH) tindak pidana (UU ITE) juga melakukan pemotongan dana bantuan PIP Aspirasi Komisi X DPR RI di SMP 1 Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi sebagai temuan awal agar ditindak lanjuti, untuk dilakukan penyelidikan lebih dalam oleh Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polri, Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Mabes Polri, Direktorat Penyidikan Jam Pidsus Kejaksaan Agung RI, Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Jabar, Direktorat Pidsus Kejaksaan Tinggi Jawabarat, Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polres Sukabumi Kota, dan Direktorat Pidsus Kejaksaan Kota/Kabupaten Sukabumi. Jika mana kutipan kata bahasa yang disampaikan terhadap radarnusantara.co melalui contak pesan WhatsApp bahwa, ia seolah-olah sudah terbisa di periksa melalui Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh Aparat Penegak Hukum (APH), dan bila ternyata dari hasil kajian ahli bahasa diketemukan tindak pidana ada unsur pelecehan, atau ujaran kebencian melalui transaksi elektronik (UU ITE) maupun tersangkut Tidak Pidana Korupsi (TPK) dalam pungutan liar (PUNGLI) dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) Aspirasi Komisi X DPR RI se-JAWA BARAT tersebut. “Segera dilakukan penangkapan terhadap terduga pelaku, juga pemeriksaan sesuai aturan hukum yang berlaku dengan azas praduga tak bersalah untuk menetapkan para tersangka,” pungkasnya (Erick)

Kejutan HPN 2023 di Medan, Pengamat Sejarawan Bonkar Pelopor Pers Perjuangan

0

Medan (RN) – Ada Kejutan Dalam Seminar dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) yang di gelar di Medan Sumetra Utara dari pemaparan sebagai narasumber, Dr  Phil Ichwan Azhari pengamat media dan sejarawan pengajar dan ahli filogi infonesia yang memaparkan para pelopor pers perjuangan yang ada di indonesia.

Menurutnya Dr. Phil Ichwan Azhari pengamat media dan sejarawan pengajar dan ahli filogi infonesia. Tuan MH Manulang, adalah pelopor Pers Perjuangan, pemilik koran pertama di indonesia, dan dan di cetak di Indonesia yaitu koran Binsar Sipondang batak, dan diedarkan di Tampanuli.

“Tuan MH Manulang lahir pada tahun 1887 di Tampanuli Utara Sumatera Utara dengan nama Mangradja Hezeklel Manullang, pada tahun 1905 Beliau menerbitkan koran Binsar Sinondang Batak di Padang dan diedarkan di Tampanuli, dengan “Moto” Majalah hiburan dengan orang Batak, pada tahun 1919 – 1929 menerbitkan kembali Soara Batak,” kata Ichwan Azhari dalam seminar Seruan Pers di Hotel Grand Mercure, Kota Medan, Selasa (7-2-2023).

Dia juga memaparkan, selain Tuan Manullang, ada juga dua nama besar yang menjadi pelopor pers nasional, antara lain: Dja Endar Moeda yang lahir pada tahun 1861 dan Tirto Adhi Sooerjo lahir 1907.

Sementara itu Ketua Dewan Pers Ninik Rahyu mengatakan, pers adalah  salah satu pilar ke 4 yang berperan besar dalam mendorong partisipasi masyarakat dan menjaga kondisi bangsa dalam keadaan kondusif.

“Kerena Tugas jurnalis bukan hanya menulis, peran pers dalam pemerintahan sangat besar peres beperan dalam melawan kekacauan informasi,hoax ujar kebencian yang mengacam kehidupan demokrasi,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, banyak keluhan kawan – kawan media sulit nya untuk mendaptkan informasi publik. Namaun Ketik kita belum bisa konfirmasi narasumber, itu boleh di tulis dan disebarkan, tapi harus di tulis belum bisa di konfirmasi,” ujarnya.

Dirinya juga mengatakan, jurnalis sebagai kontrol sosial, mempunyai peran penting dalam demokrasi, tapi jurnalis harus bisa meletakan pada porsi yang propisional.

“Banyak keluhan dari kawan – kawan Wartawan, seperti kekerasan yang di alami media, terus terang belum ada sekema pelindungan yang utuh seperti webnya yang di serang, siapa yang bertangung jawab,? Yang belum ditetapkan oleh pemerintah, kalu penyelesaian hukum secara fisik ada,” pungkasny. (Red)

Hook Up on Tinder

0
Since dating can be stressful, there is the possibility of humor to try to reduce tensions. In a new study published in the Proceedings of the National Academy of Sciences, Rosenfeld found that heterosexual couples are more likely to meet a romantic partner online than through personal contacts and connections. Since 1940, traditional ways of meeting partners – through family, in church and in the neighborhood – have all been in decline, Rosenfeld said. The company has said that this app is single, progressive and specially designed for the Gen Z market. So it’s taken that pressure off, this has to be a friendship interaction, and this has to be a romantic interaction. The platforms highlighted below are legal, so you don’t have to worry about getting scammed. OurTime.com is a dating site that caters to singles 50 years and older. Registration is free, and you can view profiles of singles in your area. The app is easy to use, and you can connect with local singles that interest you. Starting a conversation here is very easy because your potential matches are meant to comment on a specific piece of information on your profile. They are oriented on varied countries and on the varied nationalities. There hookupguru the sites with the diverse prices and the diverse functionalities. You will need a premium membership to use the site’s full potential. For example, messaging people as a free member lets you only use the message feature to send site-generated icebreakers, while Standard members can only send winks and add folks to their favorites.
  • Meetup.com is another popular platform, however it’s not built around dating.
  • Research from Berkeley University in California suggests there is a dropoff in interest after online daters meet face-to-face.
  • This may have something to do with most of its features being free.
  • Three-in-ten U.S. adults say they have ever used a dating site or app, according to a Pew Research Center survey conducted July 5-17, 2022.
  • A line of research initiated in recent years links dark personality traits to the reasons for using Tinder.
So until then, I’m delighted and would like to say thank you towards the present software for providing usa together. I got most positive and negative experiences previously, and many consumers actually shattered the emotions.

How to use dating apps like a pro

The date can be online or physical, with the latter costing the paying party any expenses incurred during the meet-up. If the date is to take place in a venue that requires an entry fee, your partner should pay for that too. As to how much you get to take home, the going rate averages $80 to $100 per date. Also, as an attractive member, you have an option to negotiate the bid if you feel the amount is too. After submitting your request, you’ll receive a confirmation email giving you access to the site. This is an adult dating website where bids are placed to win a date.

The Dangers of Dating App Meet-Ups

Reverting to characteristics of traditional sexual scripts, women may find themselves further entrenched in unwanted gender roles. Feminist Gail Dines has opined that pornography is “a cultural force that is shaping the sexual attitudes of an entire generation” and a “major form of sex ed today for boys.” Most importantly, you get to set the budget for the entire date. What this means is that you get to keep the full-price amount. Finally, you don’t have to disclose your personal identity if you are not comfortable with a bidder. For the chance to get paid to date a millionaire or just the average Joe, you pay a subscription fee of $59.99 for 30 days. Basically, you’re given a random profile with the option to either “like” them or “X” cross them out – sort of like Tinder’s swipe feature. Most of the members on SearchingforSingles are from the US, but you can still find users worldwide! Plus, there are also more women than men on this hookup site, if that’s what you’re after. Tinder has been called the harbinger of the hookup-fueled “dating apocalypse.” But the truth of the matter is, hooking up isn’t anything new . And as for Tinder, sure, it can be used for swiftly finding a one-night stand, but there are plenty of other apps that are better suited for that task. You don’t have to travel thousands of miles away to meet your date when you find the perfect match – as Tinder lets you only access singles near your location.

HPN 2023 di Medan, PWI Pesawaran Kawal Bupati Penerima Anugerah Kebudayaan

0
Lampung (RN) – Dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang akan di gelar di Medan Sumetra Utara, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung ikut serta berpartisipasi. Dalam bentuk mengawal Bupati Pesawaran Dendi Ramadhon sebangi penerima anugerah kebudayaan. Ketua PWI Kabupaten Pesawaran M.Ismail mengatakan. Selain menghadiri sejumlah agenda seminar dan konferensi media massa, rombongan juga turut mengawal penyerahan penghargaan Anugerah Kebudayaan dari PWI Pusat. “Penghargaan tersebut akan diserahkan oleh Presiden Joko Widodo kepada Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona pada malam puncak tanggal 9 Februari 2023,” ujar Ketua PWI Pesaearan M.Ismail, Senin (6/02/2023). Ismail juga menuturkan, ini menjadi kabar baik bagi Provinsi Lampung, khususnya warga Kabupaten Pesawaran sebab warisan budaya kita dalam bentuk sulam jelujur mendapat apresiasi dari PWI Pusat dan Presiden RI Jokowi. Saya minta terhadap seluruh anggota PWI kabupaten setempat yang bertugas di daerah asal agar terus menyajikan pemberitaan yang mendukung pembangunan,” pintanya. Diketahui jadwal rangkaian agenda selama HPN berlangsung, antara lain: Seminar Seruan Pers Bebas dan Bermatabat, Seminar Anugerah Jurnalistik Adinegoro. Seminar Internasional Disrupsi Digital dab Tata Ulang Ekosistem Media Berkelanjutan dan Seminar Kolaborasi dan Inovasi Kemandirian Pers Berkelanjutan. (Red)

Terlibat Tawuran Belasan Siswa SMP Di Pesawaran Diamankan Polisi

0
Pesawaran (RN) – Tim gabungan Polsek Gedong Tataan dan Polres Pesawaran amankan pelaku tawuran antara remaja SMP di perkebunan karet PTPN VII Desa Taman Sari Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, Minggu (05/02/23) Pukul 00.30 WIB. Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo mengatakan, ada sebanyak 11 orang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) terlibat tawuran, kemudian digiring ke Polsek Gedong Tataan untuk dilakukan pendataan. “Kita ambil foto dan sidik jari ini untuk memudahkan penyidik melakukan identifikasi, dan pendataan terhadap 11 remaja tersebut dan kita pulangkan kerumah masing masing,” kata Kapolres, Minggu (05/02/2023). Kapolres juga menjelasakan, dari hasil penyelidikan, bahwa pelajar yang tertangkap ini mengaku ingin membalas dendam dikarenakan salah satu teman mereka yang dikeroyok oleh pemuda desa lain. “Alhamdulilah dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, dan personel juga sudah mengambil foto wajah, identitas dan lainnya. Jadi nanti mudah untuk mengidentifikasi, bisa mencocokan dari sidik jari atau foto,” ujar kapolres. Kedua belah pihak sudah membuat surat perjanji dan berjanji tidak mengulangi hal serupa, apa bila mengulang lagi dengan konsekuesi bersedia diproses secara hukum yang berlaku. “Kami menghimbau kepada seluruh orang tua yang mempunyai anak sekolah agar selalu mengawasi semua aktifitasnya, jangan sampai hal seperti terulang kembali kerena anak adalah masa depan bangsa,” ucap kapolres. (Rizal)

GEMAPATAS Pecahkan Rekor Muri, BPN Pesawaran Pasang 1.530 Batas Tanah di Dua Desa

Pesawaran (HO) – Dalam rangka menyukseskan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PSTL) tahun 2023, Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Pesawaran Lampung, melaksanakan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas (GEMAPATAS), sebanyak 1530 patok batas di dua Kecamatan yang ada di Bumi Andan Jejama, Jumat, (3/2/2023). Kepala Kantor Kementerian ATR/BPN Kabupaten Pesawaran Aan Rosmana, S.SiT.,M.M.,M.H, menerangkan pada rangkaian acara GEMAPATAS yang berlangsung secara luring di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah Penyerahan Anugerah MURI sebagai “Rekor Pemasangan Patok Batas Bidang Tanah dengan Jumlah Terbanyak.
GEMAPATAS Pecahkan Rekor Muri, BPN Pesawaran Pasang 1.530 Batas Tanah Dua Desa
“Sudah dilaksanakan Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas secara serentak di seluruh Indonesia, sebanyak satu juta batas tanah atau patok. Jumlah satu juta patok ini menjadi angka baru yang dicatatkan dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Rekor Pemasangan Patok Batas Bidang Tanah dengan Jumlah Terbanyak,” jelasnya.
GEMAPATAS Pecahkan Rekor Muri, BPN Pesawaran Pasang 1.530 Batas Tanah Dua Desa
Aan Rosmana mengungkapkan untuk BPM Kabupaten Pesawaran saat ini sudah terpasang patok atau tanda batas di dua desa, yaitu Desa Sungai Langka Kecamatan Gedong tataan sebanyak 1.500 patok dan sebanyak 30 patok di Desa Bumi Agung Kecamatan Tegineneng Pesawaran. “Jadi jumlah nya yang sudah terpasang saat ini, 1.530 tanda batas dari target 1.500 Patok atau tanda batas,” sebut nya.
GEMAPATAS Pecahkan Rekor Muri, BPN Pesawaran Pasang 1.530 Batas Tanah Dua Desa
“Untuk pelaksanaan GEMAPATAS pada Kantor BPN Kabupaten Pesawaran dipusatkan di Desa Bumi Agung Kecamatan Tegineneng, Pesawaran,” timpalnya. Aan Rosmana berharap dengan adanya pencanangan GEMAPATAS tersebut, para pemilik tanah, baik perorangan, Badan Hukum maupun Instansi pemerintahan dapat meningkatkan kesadarannya untuk menjaga batas-batas tanahnya secara pasti sehingga memberikan kepastian terkait batas-batas letak tanahnya. “Dan tidak sengketa dengan tanah tetangga. saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan acara ini, terutama kepada masyarakat Indonesia. Semoga PTSL semakin cepat selesai menuju Indoensia Lengkap,” pungkasnya. Diketahui hadir dalam pelaksanaan GEMAPATAS tersebut, Kepala Kantor Wilayah Provinsi Lampung Ir. Dadat Dariatna, M.Si dan para kabid, Kepala BPN Kabupaten Pesawaran Aan Rosmana, S.SiT.,M.M.,M.H, beserta jajarannya, Kepala Dinas Pertanian dan Lingkungan Hidup Kabupaten Pesawaran Ariasnsyah, S.E, M.M, PLT Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan kawasan Pemukiman Kabupaten Pesawaran Evans Saggita R,S.E,M.M, Camat Tegineneng Santori, dan Kepala Desa Bumi Agung Jamaluddin. (Red)

Sulam Jelujur Asal Pesawaran Sampai ke New York

0
Membentangkan wastra sulam jelujur bersama tim juri. Ki-ka: Agus Dermawan T, Yusuf Susilo Hartano, Bupati Dendi Ramadona, Nungki Kusumastuti, Atal S. Depari, dan Ninok Leksono. (Foto: Malik AKPWI

Jakarta (RN) – Pekan Mode New York atau New York Fashion Week adalah salah satu dari empat besar pekan mode yang diselenggarakan di seluruh dunia bersama Pekan Mode Paris, London, dan Milan. 

Pekan Mode New York diselenggarakan pada bulan Februari dan September setiap tahunnya di New York City, Amerika Serikat. Pekan mode yang awalnya disebut “Press Week” ini mulai diselenggarakan tahun 1943 saat Perang Dunia II sedang meletus. 

Kini Pekan Mode New York telah menjadi kiblat pada mode dunia di samping Paris, London, dan Milan. Ke Pekan Mode New York, itulah Bupati Pesawaran H. Dendi Ramadhona K., S.T.,M.Tr.I.P., membawa sulam jelujur dari Kabupaten Pesawaran terbang tinggi pada  11 September 2022.

“Pemerintah Daerah Pesawaran mengenalkan produk kerajinan sulam jelujur  pada event Indonesia Fashion Week di New York dengan tema Sang Dewi,” kata Bupati  Dendi dengan bangga di depan Tim Juri Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2023 di Kantor PWI Pusat, Kebon Sirih, Jakarta Pusat ,Sabtu (4/2/2023).

“Sang Dewi adalah sebuah dedikasi terhadap pengrajin sulam jelujur Pesawaran di Desa Sungai Langka yang mayoritas pengrajinnya adalah perempuan yang tangguh dalam menghadapi sebuah kondisi dan keadaan yang mereka alami. Para wanita  itu menjadi simbol sang dewi,” jelas Bupati.

Saat presentasi sulam jelujur di depan tim juri. Bupati Dendi (kanan) didampingi PWI, desainer, dan para kepala dinas Kab. Pesawaran. (Foto: Malik AKPWI)

Saat tampil di Pekan Mode New York itu desainer Ariesmansyah membawa 12 desain sulam jelujur dengan tema Sang Dewi. Saat tampil di depan Tim Juri, Bupati Dendi  mengajak Ariesmansyah ikut serta bersama stafnya. Dendi juga memamerkan sejumlah produk sulam jelujur di depan juri.

Sulam jelujur terus terbang tinggi. Usai Pekan Mode New York, sulam jelujur dipamerkan di Ocean City Gift Expo di Washington DC, lalu ikut tampil di panggung  Dubai Fashion Week.

Sulam jelujur mulai tampil di panggung di dunia internasional sejak tahun 2018.

“Tahun 2018 ada kerja sama dengan  Negara Belanda  berkaitan dengan  sulam jelujur. Motif sulam jelujur  dipajang di Bandara Internasional Netherlands, Museum Tektile Netherlands, dan Stasiun Metrohal Netherlands,” kata Bupati Dendi. 

Lalu, tahun 2019 sulam jelujur ditampilkan  di Kedubes RI di  Afrika Selatan untuk pameran dan fashion show. Tahun 2021 ikut serta dalam beberapa pameran yakni Lampung Craft, Innacraft, dan Bali TTI Expo.

Sulam jelujur sebetulnya bukan khas Pesawaran dan Lampung pada umumnya. Kain khas Lampung adalah Tapis Lampung. Dedi mengungkapkan penemuan sulam jelujur terjadi secara kebetulan tahun 2017.

“Saat bertamu di rumah warga, ada telapak meja dan hiasan dinding yang menarik. Ternyata itu sulam jelujur,” ungkap Bupati Dendi. Sulam jelujur dibawa oleh transmigran dari Jawa ke Pesawaran tahun 1905.

Keterampilan membuat sulam jelujur dipertahankan terus oleh keturunan transmigran dari Jawa itu terutama di Desa Sungailangka, Kecamatan Gedongtataan. Kerajinan itu hanya digunakan sebagai pajangan atau hiasan rumah.

Setelah digali, ternyata ada narasi yang besar di balik sulam jelujur itu. Motif-motifnya mengandung pesan filosofi atau kearifan yang luar biasa. Juga ada motif yang mengisahkan perjalanan transmigran dari Jawa ke Pesawaran, yaitu motif kapal dan jung, yaitu alat transportasi laut yang diperkirakan membawa transmigran dari Jawa ke Lampung, khususnya Pesawaran pada masa lalu.

Tiap motif memiliki makna atau filosofi. Misalnya, motif Bintang Pak mempunyai makna kita harus menjadi terang bagi orang yang ada di sekeliling kita. Bila ingin dihormati dan dimuliakan  orang, maka hormatilah  dan muliakan orang lain lebih dahulu.

Dengan visi jauh ke depan Bupati Dendi memutuskan untuk mengembangkan sulam jelujur menjadi salah satu  kekhasan Pesawaran. Ia mendorong melakukan pembinaan dan pengembangan hingga diversifikasi produk dari kerajinan sulam jelujur itu melalui Dekranasda Kabupaten Pesawaran.

Upaya mengembangkan sulam jelujur mendapat dukungan  dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran,  Pemerintah Provinsi Lampung, dan Yayasan Cinta Tenun Indonesia (CTI) dengan memberikan pembinaan-pembinaan yang intensif.

Pemerintah Kabupaten Pesawaran menyediakan  Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) di Rumah Galeri Sulam Jelujur yang dapat digunakan oleh para pengrajin di Desa Sungai Langka, Kecamatan Gedong Tataan, yang jadi sentra sulam jelujur.

Tidak hanya memproduksi sulam jelujur, Pemerintah Kabupaten juga membuka  pasarnya. Misalnya ikut pameran di tingkat nasional dan internasional.

Lalu bagaimana sulam jelujur di Pesawaran sendiri? “Saat ini saya mewajibkan hotel-hotel di Pesawaran untuk menggunakan sulam jelujur untuk  home decoration, table runner, bed runner, true sofa, pouch bag, kotak tisu, dll,” kata Bupati.

Dan, puncaknya wastra sulam jelujur hadir di pekan mode bergengsi dunia, yakni Pekan Mode New York, pekan mode pertama yang diselenggarakan di dunia dan menjadi salah satu pekan mode dunia yang jadi acuan mode di samping Paris, London, dan Milan. (Red)

Aliran Terlarang JAI Muncul Lagi, Forkopimda Sukabumi Sepakat STOP Semua Aktivitas

Sukabumi (RN) – Semua sepakat tegas Stop hentikan, akivitas aliran Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang kembali muncul di wilayah Kecamatan Parakansalak Kabupaten Sukabumi. Putusan kesepakatan tersebut, setelah pemerintah melakukan Rapat Badan Kehormatan Pengawasan Aliran Kepercayaan (Bakor Pakem) melibatkan seluruh unsur Forkopimda yang dilaksanakan di Gedung Pendopo Kabupaten Sukabumi, Kamis (02/02/2023). Rapat koordinasi Bakor Pakem dilaksanakan dengan pembahasan aliran Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) yang kembali melaksanakan aktivitas di wilayah Kecamatan Parakansalak Kabupaten Sukabumi. Bupati Sukabumi, Marwan Hamami ketika ditemui awak media usai pertemuan dengan jajaran Forkopimda menegaskan, Pemerintah secara tegas menyatakan jika Aliran Ahmadiyah merupakan aliran terlarang di Indonesia, hal tersebut dikuatkan dengan telah dikeluarkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) dari 3 Kementerian. “Ini kan mencari kesepakatan, untuk mengingatkan teman – teman, saudara kita di Parakansalak yang tentunya secara aturan SKB tiga menteri itu kan sudah tidak diperbolehkan,” tegasnya. Kamis (02/02/23). Ditambahkan, bahwa segala apapun Aktivitas Aliran Ahmadiyah di Parakansalak dibuktikan dengan adanya rencana pembangunan dugaan sarana peribadatan. Jadi, hasil pertemuan bersama dengan jajaran Forkopimda semua sepakat, seluruh aktivitas pembangunan maupun aktivitas lain dari JAI dihentikan atau dilarang. “Hari ini dengan posisi mereka mulai pembangunan, dan berdasarkan laporan tadi, semua unsur mempunyai kesepakatan untuk mengeluarkan surat bukan teguran lagi tetapi untuk menghentikan pembangunan dan menghentikan ajaran,” ungkapnya Bupati Sukabumi, Marwan Hamami. Setelah itu, ditempat yang sama awak media menemui Ketua MUI Kecamatan Parakansalak, Endang Abdul Karim, menyebut bahwa pihaknya meminta tindakan penyegelan seluruh aktivitas Ahmadiyah di wilayahnya. “Permintaan kami adalah agar disegel ataupun dibekukan, karena kami sudah lelah berhadapan dengan mereka, kalaupun itu datang lagi datang lagi. Jumlah jemaat yang terdata sekitar 200 orang lebih, akhirnya yang pusing juga Forkopimcam dan Forkopimda,” ungkap Endang. Selain itu, dengan kembali adanya aktivitas pembangunan sarana Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) diwilayahnya, Ketua MUI Parakansalak mengaku riskan, hal tersebut bisa kembali berpotensi konflik masyarakat seperti yang pernah terjadi tahun 2008 silam. “Dikhawatirkan adalah masyarakat sekitar dan dari luar Parakansalak karena di sana bukan hanya Ahmadiyah saja namun umat islam pun ada. Sekali lagi keinginan kami disegel atau dibekukan pembangunan dan kegiatan penyebaran pemahamannya.” tegas Endang.(Erick)