Dihadapan Joko Widodo, Bupati Pesawaran Terima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat
Mahasiswa KKN Unila Ciptakan Apotek Hidup di Negararatu
Presiden Jokowi Tegaskan Komitmen Pemerintah Berantas Korupsi Tak Pernah Surut
Pasca Tawuran, Kades Bernung Berikan Arahan Puluhan Anak-Anak Remaja
Kepala Desa Deswan juga mengatakan semoga dengan adanya malam hari ini dapat memberikan edukasi serta arahan yang dapat dicerna anak-anak.
“Jadi harapan saya kepada anak-anak yang bertikai beberapa waktu lalu agar tidak mengulangi kejadian yang serupa orang tua daripada anak-anak ini dapat memantau dan memberikan arahan yang positif untuk mereka,” kata Kades Deswan.
Kedepan, lanjut Deswan, pemerintah desa akan berupaya untuk memberikan anak-anak kesibukan dan kegiatan yang positif yaitu bergelut di bidang sosial youtuber agar tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum dan berperilaku yang tidak baik,” ujarnya.
“Alhamdulillah pada hari ini pertemuan kita ini untuk kita semua dan anak-anak sudah berjanji tidak akan mengulang lagi serta orang tua akan lebih efektif lagi ekstra lagi dalam memantau dari pada anak-anak,” ucap nya.
Masih di tempat yang sama Gema Sukama Jaya Kepala Desa Negeri Sakti juga menyampaikan hal yang senada, semoga anak-anak serta orang tua yang di kumpulkan pada malam hari dapat saling mengawasi sehingga kejadian yang sudah terjadi tidak terulang kembali.
“Saya berharap kepada anak-anak dengan kejadian ini dapat menjadi pelajaran tidak mengulangi dan kedepan dapat membuat kegiatan-kegiatan yang positif,” terangnya.
“Selain itu antara Desa Negeri Sakti dan Bernung kemudian Desa Suka Banjar kita adalah saudara untuk anak-anak berfokuslah belajar gapailah mimpi dan cita-cita kalian karena kalian adalah generasi penerus bangsa,” pungkas Kades Gema Sukma Jaya.
Dalam kegiatan ini juga dihadiri puluhan anak-anak yang terlibat keributan dan juga dihadiri seluruh perangkat Desa Bernung dan juga dihadiri orang tua daripada anak-anak serta Babinsa Sertu Donny Ramadhan dan Bhabinkamtibmas Bripka Desril Mamid. S.Psi. (Indra Jaya) Dialog Kebudayaan Bersama 10 Bupati/Wali Kota, Ketua PWI Pusat Berikan Apresiasi
Bupati Terima Anugerah Kebudayaan Dari PWI Pusat, Masyarakat Pesawaran Bangga
Medan (RN) – Masyarakat Kabupaten Pesawaran patut berbangga dengan khazanah budaya asal wilayah setempat, salah satunya dalam bentuk kerajinan tenun sulam jelujur.
Bahkan, kain tenun khas bumi andan jejama itu berhasil mewakili Provinsi Lampung dalam anugerah kebudayaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.
Kepala Dinas Kominfotiksan Pesawaran, Jayadi Yasa menyebut anugerah kebudayaan itu akan diterima oleh Bupati Dendi Ramadhona pada puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) Kamis 9 febuari 2023.
“Momentum perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2023 ini, Bupati Dendi Ramadhona akan menerima anugerah kebudayaan dari PWI Pusat bersama sembilan bupati/ walikota lain dari seluruh Indonesia,” kata Jayadi mewakili Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona usai dialog kebudayaan di Hotel Santika Dyandra, Kota Medan, Sumatera Utara, Selasa (7-2-2023).
Ketua PWI Lampung, Wira Hadikusumah mengatakan penghargaan itu menjadi kebanggaan bagi warga provinsi setempat, sebab karya sulam jelujur telah menjadi warisan budaya yang mencerminkan kearifan lokal dari bumi ruwa jurai.
“Tentu ini menjadi kebanggan masyarakat Lampung, kami juga turut mengapresiasi atas penghargaan yang diterima Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona,” kata Wira.
Penghargaan anugerah kebudayan itu rencananya akan diserahkan oleh Ketua PWI Pusat Atal S Depari, didampingi Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah serta Ketua PWI Kabupaten Pesawaran, M Ismail.
Selain itu, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo juga turut menyaksikan penyerahan panghargaan tersebut.
“Sebelumnya Lampung juga telah menerima penghargaan anugerah kebudayaan yang diwakili oleh Bupati Tulangbawang Barat, Umar Ahmad,” katanya. (Red)
Kejutan HPN 2023 di Medan, Pengamat Sejarawan Bonkar Pelopor Pers Perjuangan
Medan (RN) – Ada Kejutan Dalam Seminar dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) yang di gelar di Medan Sumetra Utara dari pemaparan sebagai narasumber, Dr Phil Ichwan Azhari pengamat media dan sejarawan pengajar dan ahli filogi infonesia yang memaparkan para pelopor pers perjuangan yang ada di indonesia.
Menurutnya Dr. Phil Ichwan Azhari pengamat media dan sejarawan pengajar dan ahli filogi infonesia. Tuan MH Manulang, adalah pelopor Pers Perjuangan, pemilik koran pertama di indonesia, dan dan di cetak di Indonesia yaitu koran Binsar Sipondang batak, dan diedarkan di Tampanuli.
“Tuan MH Manulang lahir pada tahun 1887 di Tampanuli Utara Sumatera Utara dengan nama Mangradja Hezeklel Manullang, pada tahun 1905 Beliau menerbitkan koran Binsar Sinondang Batak di Padang dan diedarkan di Tampanuli, dengan “Moto” Majalah hiburan dengan orang Batak, pada tahun 1919 – 1929 menerbitkan kembali Soara Batak,” kata Ichwan Azhari dalam seminar Seruan Pers di Hotel Grand Mercure, Kota Medan, Selasa (7-2-2023).
Dia juga memaparkan, selain Tuan Manullang, ada juga dua nama besar yang menjadi pelopor pers nasional, antara lain: Dja Endar Moeda yang lahir pada tahun 1861 dan Tirto Adhi Sooerjo lahir 1907.
Sementara itu Ketua Dewan Pers Ninik Rahyu mengatakan, pers adalah salah satu pilar ke 4 yang berperan besar dalam mendorong partisipasi masyarakat dan menjaga kondisi bangsa dalam keadaan kondusif.
“Kerena Tugas jurnalis bukan hanya menulis, peran pers dalam pemerintahan sangat besar peres beperan dalam melawan kekacauan informasi,hoax ujar kebencian yang mengacam kehidupan demokrasi,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, banyak keluhan kawan – kawan media sulit nya untuk mendaptkan informasi publik. Namaun Ketik kita belum bisa konfirmasi narasumber, itu boleh di tulis dan disebarkan, tapi harus di tulis belum bisa di konfirmasi,” ujarnya.
Dirinya juga mengatakan, jurnalis sebagai kontrol sosial, mempunyai peran penting dalam demokrasi, tapi jurnalis harus bisa meletakan pada porsi yang propisional.
“Banyak keluhan dari kawan – kawan Wartawan, seperti kekerasan yang di alami media, terus terang belum ada sekema pelindungan yang utuh seperti webnya yang di serang, siapa yang bertangung jawab,? Yang belum ditetapkan oleh pemerintah, kalu penyelesaian hukum secara fisik ada,” pungkasny. (Red)
Hook Up on Tinder
- Meetup.com is another popular platform, however it’s not built around dating.
- Research from Berkeley University in California suggests there is a dropoff in interest after online daters meet face-to-face.
- This may have something to do with most of its features being free.
- Three-in-ten U.S. adults say they have ever used a dating site or app, according to a Pew Research Center survey conducted July 5-17, 2022.
- A line of research initiated in recent years links dark personality traits to the reasons for using Tinder.
