Warga Apresiasi, AKP Martoyo Turun Langsung Evakuasi Korban Terjepit Mobil Terguling

Pesawaran (HO) – Kasat Lantas Polres Pesawaran Polda Lampung, AKP Martoyo, S.I.P., M.H. bersama anggotanya mendapatkan Apresiasi dari masyarakat setempat, karena gerak cepat melakukan evakuasi supir terjepit dan lakukan pengaturan lalin di lokasi kecelakaan tunggal di Jalan Raya Sri Mulyo Desa Negeri Sakti Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, Rabu (15/2/2023). “Saya sangat mengapresiasi Bapak AKP Martoyo dan anggota Satlantas Polres Pesawaran, karena turun langsung dalam melakukan evakuasi korban terjepit mobil yang terguling,” ungkap Holik biasa disapa Paktut, warga Negeri Sakti yang berada di lokasi kejadian, Rabu (15/2/2023). Kronologi kecelakaan tunggal menurut Kasat Lantas berawal pada Rabu 15 Februari jam 13.00 WIB telah terjadi laka tunggal mobil Truk Tangki Cold Diesel warna kuning yang di kemudikan M. Annas bergerak dari arah Natar ke arah Gedong Tataan. “Kendaraan truk dari arah Natar menuju Gedong Tataan berjalan menanjak di TKP, kemudian tali Gas mobil terputus sehingga tidak dapat menanjak dan berjalan mundur, mobil truk tersebut terguling dan jatuh di sungai,” terang Kasat Lantas. Sopir truk atas nama M. Annas mengalami luka pada kaki kiri dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. “Saya menghimbau kepada pengendara untuk selalu tertib lalu lintas dan memperhatikan kondisi kendaraannya guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” pesan AKP Martoyo. Sementara, Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo, S.I.K., M.Si (Han) menambahkan bahwa, dengan adanya peristiwa kecelakaan ini, personel satlantas gerak cepat mendatangi lokasi kecelakaan untuk melakukan pengalihan arus. “Di lokasi kejadian kecelakaan, personel Satlantas melakukan rekayasa lalu lintas untuk menggunakan satu lajur untuk buka tutup guna mencegah kemacetan panjang,” terang Kapolres. (Red)

Musrenbang Marga Punduh, Bupati Pesawaran Himbau Ibu PKK Bantu Kades Turunkan Stunting

Pesawaran (HO) – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona secara khusus menitipkan program stunting kepada ibu-ibu PKK saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Marga Punduh yang berlangsung di Aula kecamatan setempat, Rabu (15/2/2023). Dendi mengatakan, Musrenbang tersebut dilakukan guna mewujudkan amanat Undang-undang yakni melaksanakan Rencana Kerja Pembangunan (RKP) secara berjenjang. “Yang mana nantinya akan dimulai dari Musyawarah Dusun ke Desa, Desa ke Kecamatan, kemudian ke Kabupaten, Provinsi hingga ke Pusat,” katanya. Menurutnya, diperlukan musyawarah tersebut guna mencapai kesepakatan bersama dalam melakukan pemerintahan, mengingat banyaknya usulan dari masyarakat yang menjadi permasalahan yang harus diselesaikan. “Karenanya, nanti akan kita pilih usulan yang benar-benar menjadi skala prioritas untuk dilaksanakan sesuai kebutuhan yang mendesak dari masyarakat,” terang dia. Tak hanya itu, Dendi juga turut menyinggung terkait kasus stunting yang ada di Indonesia khususnya Bumi Andan Jejama. Dirinya meminta agar ibu-ibu PKK turut membantu program kepala desa dalam menekan penurunan angka kasus tersebut. “Karena anak-anak merupakan cikal-bakal kemajuan bangsa. Jadi, tolong dibuatkan program khusus untuk hal ini. Jangan hanya penyuluhan-penyuluhan saja, melainkan juga dengan bantuan asupan kepada anak-anak tersebut,” pintanya. Sementara itu, Camat Marga Punduh Zulkifli Nuh mengucapkan apresiasi atas kinerja bupati selama ini dalam membangun Kecamatan Marga Punduh. “Karena itu, kami berharap nantinya dalam Musrenbang ini Bupati dapat memberikan solusi atas permasalahan-permasalahan yang terjadi disini melalui aspirasi yang akan disampaikan masyarakat setempat,” ucap Zulkifli. Diketahui, berbagai macam usulan pun disampaikan masyarakat di Kecamatan Marga Punduh, baik dari warga biasa maupun tokoh adat setempat. Berikut beberapa usulan yang disampaikan: 1. Terkait Tapal Batas antara Kecamatan Marga Punduh dan Punduh Pedada, 2. Terkait pengadaan Damkar di Kecamatan Marga Punduh, 3. Terkait Penganggaran Biaya Operasional BPD (BOB), 4. Terkait Perbaikan jalan dan 5. Terkait Perbaikan Talut. (Red)

Tingkatkan Kualitas Kesehatan Personel, Polres Pesawaran Adakan Rikkes Berkala

Pesawaran (HO) – Guna mengetahui kondisi kesehatan seluruh anggota dan mencegah berbagai penyakit sejak awal, Polres Pesawaran Polda Lampung melakukan Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) Berkala yang dilaksanakan oleh SiDokkes Polres Pesawaran yang di Ketuai oleh Ps. Kasi Dokkes Penda TK 1 Dr. Ratna Minanda Fitryani bekerja sama dengan Laboratorium Dokkes Polda Lampung, Rabu (15/02/2023) pukul 07.00 s/d Selesai bertempat di Aula Pamor Persada polres setempat, dan diikuti oleh PJU, personel serta ASN Polres Pesawaran sebanyak 98 orang. Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo, S.I.K., M.Si.(Han)) mengatakan perhatian dan kepedulian Polri terhadap anggotanya terbilang sangat baik. kegiatan ini merupakan instruksi dari Mabes Polri dan harus di laksanakan oleh anggota polri secara bertahap,minimal 1 (satu) kali dalam Setahun Secara bergantian termasuk Polres Pesawaran. “Medical check up sangat perlu untuk mengetahui kesehatan personel. Apabila diketahui ada anggota yang memiliki penyakit atau gangguan kesehatan maka akan diberikan rujukan ke rumah sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk ditindak lanjuti,” terangnya. “Sekaligus sebagai upaya pencegahan karena nanti akan muncul hasil diagnosa laboratorium secara lengkap juga ada rekomendasi apa yang harus dilakukan kepada personel yang bersangkutan, dan Semuanya gratis tidak dipungut biaya,” pungkasnya. Sementara itu Ps. Kasidokkes Penda TK 1 Dr.Ratna Minanda Fitryani menjelaskan bahwa Pemeriksaan Kesehatan Berkala ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan seluruh Anggota, guna mencegah berbagai penyakit sejak awal dan apabila ditemukan penyakit maka segera dilakukan tindakan medis.bagaimanapun juga kesehatan fisik merupakan syarat penting utama bagi anggota Polri untuk menjalankan tugasnya. “Pemeriksaan kesehatan itu sendiri meliputi pemeriksaan Tensi Darah, Gigi , Tinggi Badan, Berat badan, Mata, Laboratorium, Darah, Urine, Ekg, Rontgen, Fisik, Keswa dan Treadmill,” sebutnya. Dia menambahkan, pemeriksaan kesehatan berkala ini diselenggarakan selama 1 (Satu) hari yakni hari Rabu, tanggal 15 Februari 2023 sesuai dengan Sprin dari Kapolres Pesawaran. “Kegiatan Pemeriksaan kesehatan berkala ini berjalan dengan lancar dan sukses, terlihat PJU Polres pesawaran dan Anggota Polres Pesawaran serta ASN Sangat antusias dalam mengikuti tahapan demi tahapan dari berbagai Aspek kegiatan Rikkes Berkala tersebut,” pungkasnya. (Red)

Aipda Anderson Victori Gerak Cepat Bantu Warga Sakit Rujuk RSUD Pesawaran

Pesawaran (HO) – Aipda Anderson Victori Bhabinkamtibmas Kelurahan Bagelen Polsek Gedong Tataan Polres Pesawaran Polda Lampung gerak cepat membantu untuk merujuk warga yang sakit ke RSUD Pesawaran, Rabu (15/2/2023). Hal itu dilakukan setelah mendapatkan laporan dari Kepala Dusun RW.02 bahwa ada salah satu warganya bernama Alzaidan berumur 4 Tahun yang beralamat di Dusun Karangsari Rt. 07 Rw. 02 Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan mengalami sakit Perut Besar dan Badan Lemas. Kapolsek Gedong Tataan Polres Pesawaran Kompol Hapran, S.H mengatakan bahwa Bhabinkamtibmas Desa Bagelen, Aipda Anderson Victori langsung melakukan pengecekan dan mendatangi rumah warganya. Pelayanan ini merupakan suatu upaya untuk mengatasi kesulitan warga di wilayah binaannya. “Hal ini sudah menjadi kewajiban bagi kami sebagai Polri untuk senantiasa peduli terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat,” terangnya. Dikatakan Kapolsek Gedong Tataan, Personil Bhabinkamtibmas Aipda Anderson Victori menghubungi Yayasan Respek Peduli Indonesia Regional Lampung untuk meminta bantuan agar warganya yang sakit dapat dirujuk ke RSUD Pesawaran dan mendapat pertolongan medis dengan cepat. “Bhabinkamtibmas yang berada di Lapangan langsung melaksanakan Kordinasi dengan Perangkat desa sehingga dapat menyelesaikan masalah di Desa Binaannya dengan Cepat dan Tanggap,” ujarnya. Selanjutnya Bhabinkamtibmas dan Kepala Dusun atas seizin pihak keluarga pasien, membawa warga yang sakit langsung menuju ke RSUD Pesawaran. “Diharapkan dengan kehadiran Anggota Polri dilapangan bisa membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan serta memberikan rasa aman serta perlindungan,” pungkasnya. (Red)

Angka Kemiskinan di Pesawaran Turun dari 15,11% Menjadi 13,85% 2022

0
Pesawaran (RN) – Berdasarkan data rilis terbaru dari Badan Pusat Statistik, angka kemiskinan di Kabupaten Pesawaran berhasil turun 1,26% di tahun 2022 (penurunan terbesar ke-2 se- Provinsi Lampung) dari 15,11% menjadi 13,85%. Juga terjadi peningkatan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 66,14 menjadi 66,70. Hal tersebut dikatakan Bupati Pesawaran H. Dendi Ramadhona saat menghidiri Musrenbang di Kecamatan Negeri Katon dan Kecamatan Tegineneng, Selasa, (14 Februari 2023). “Capaian ini tentu menjadi semangat dan motivasi untuk bekerja lebih optimal lagi dan saya juga meminta kepada seluruh jajaran Perangkat Daerah hingga Kecamatan dan Desa bahwa semua program dan aksi yang kita lakukan semua harus mengerucut pada fokus penurunan angka kemiskinan dan permasalahan lainnya seperti stunting dan perlindungan terhadap anak,” ujarnya. Dalam kegitan musrenbang Kecamatan ini, kata Dendi, agar dimanfaatkan sebagai Forum Penanganan Kemiskinan Ekstrem, Rembuk Stunting, dan Forum Anak, sehingga dapat bersama-sama, bahu-membahu menyelesaikan permasalahan satu-persatu dari hulu ke hilir baik melalui APBD maupun APBDes. “Saya tekankan para camat agar lebih cepat tanggap terhadap situasi dan kejadian yang ada di wilayahnya dengan senantiasa memantau situasi dan kondisi wilayahnya masing-masing kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi di wilayah kita,” ucapnya. Bupati juga menjelaskan musrenbang Kecamatan tahun ini mempunyai arti penting bagi perencanaan pembangunan di Kabupaten Pesawaran pasca Pandemi Covid-19 yang dilaksanakan secara partisipatif oleh para pemangku kepentingan untuk menyepakati rencana kegiatan tahun anggaran 2024 yang akan datang. “Saya berharap rencana kerja yang diusulkan benar-benar merupakan program/kegiatan prioritas dan mendesak yang ada di wilayah kerja masing-masing, serta merupakan hasil kesepakatan yang dituangkan dalam Berita Acara hasil Musrenbang Kecamatan Tahun 2024,” kata Dendi. “Hasil kesepakatan tersebut lanjut Dendi, masih memerlukan proses sinkronisasi dengan Rencana Kerja Tingkat Kabupaten yang akan dipertajam dalam Forum Perangkat Daerah dan Musrenbang Kabupaten yang InsyaAllah akan dilaksanakan pada Bulan Maret,” pungkasnya. Diketahui dalam acara Musrenbang Bupati memberikan bantuan secara simbolis berupa Pembangunan jalan usaha tani dan pembangunan jaringan irigasi tingkat usaha tani bagi kelompok tani. Kemudian bantuan Bumil KEK serta Balita Kurus untuk Puskesmas setempat. Lalu diberikan juga bantuan berupa bantuan mesin dan peralatan IKM kepada KUB, bantuan perlengkapan siswa SD dan SMP dan bantuan Polibag, Waring, bibit buah, bibit sayuran, gembor dan pupuk. (Rizal)

Pengabdian Marta Diana Rizal Jabat Kepala SDN 12 Punduh Pidada Patut di Apresiasi

Pesawaran (HO) – Suka Duka Marta Diana Rizal menjadi Kepala SDN 12 Punduh Pidada Kecamatan Punduh Pidada Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung sejak tahun 2018 hingga saat ini patut diapresiasi. Demikian dikatakan oleh Kepala Sekolah Marta Diana Rizal, di ungkapkan nya, menjabat atau menjadi kepala sekolah di SDN 12 Punduh Pidada sejak tahun 2018 sampai saat ini, banyak sukaduka dan pengalaman yang tidak terlupakan untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah sesuai dengan visi misi Bupati Pesawaran. “Benar saya diberikan amanah dan menjadi kepala sekolah itu sejak tahun 2018 hingga saat ini perlu diketahui SDN 12 itu terletak di desa Legundi di pulau namun itu tidak menyurutkan semangat saya untuk mengabdi dan mendidik anak-anak yang ada di pulau di ujung pesisir Kabupaten Pesawaran,” terang Marta Diana Rizal kepada Handalonline.com Senin (13/2/2023).
Pengabdian Marta Diana Rizal Jabat Kepala SDN 12 Punduh Pidada Patut di Apresiasi
Dirinya juga menceritakan suka duka dalam memimpin SDN 12 yang terletak di pesisir Pesawaran atau di pulau terpencil harus benar-benar ekstra berjuang memberikan ilmu pendidikan kepada anak-anak. “Namun alhamdulillah sedikit demi sedikit kalau yang tadinya kami tidak memiliki kantor untuk beristirahat sekarang sudah punya kantor atau ruang guru pertama kali saya memimpin SDN 12 bisa dibilang sangat sedih namun sekarang semenjak saya memimpin SDN 12 ini ruang untuk beristirahat guru sudah ada walaupun masih gabung di ruang perpustakaan,” kata Marta Diana Rizal. Kemudian dirinya juga menambahkan untuk kegiatan anak-anak di SDN 12 di bidang Pramuka sejak pulihnya pandemi Covid 19 mereka unjuk gigi dan hadir di kecamatan ikut partisipasi kegiatan Pramuka perlu diketahui dari daratan untuk menuju ke SDN 12 harus menaiki kapal karena dari darat menuju ke Desa Legundi itu hampir 2 jam setengah.
Pengabdian Marta Diana Rizal Jabat Kepala SDN 12 Punduh Pidada Patut di Apresiasi
“Saya segenap dewan guru sangat mengapresiasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran perhatian dari dinas pendidikan sangat kami rasakan,” timpal nya. Hanya saja mereka kekurangan tenaga guru jadi mereka berharap tenaga pendidik nya pasal nya banyak dewan guru-guru yang sudah berkembang dan tidak bisa menghambat karir mereka ada yang meningkat menjadi kepala sekolah atau yang di PLT. “Harapan saya kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran untuk penambahan tenga pengajar sama dengan tenaga pengajar yang ada di darat kegiatan belajar mengajar tidak terhambat ke depannya,” jelas nya. Dirinya juga berharap kepada dewan guru yang ada di SDN 12 Punduh Pidada harus benar-benar mengabdi karena mereka adalah seorang guru pahlawan tanpa jasa jadi di manapun tempat bertugas untuk memberikan ilmu kepada anak-anak keadaan apapun dan di mana pun harus siap. “Harapan saya kepada murid-murid yang saya cintai siswa-siswi yang menimba ilmu di SDN 12 Punduh Pidada harapan saya mereka tidak minder meskipun tinggal di pulau harus tetap semangat seperti sekolah-sekolah yang ada di darat cita-citanya jangan sampai putus di tengah jalan teruslah belajar bersemangat dan kelak bisa membanggakan orang tua jug nusa dan bangsa,” harap nya. Dirinya lebih lanjut juga mengatakan pada saat ini dipercayai sebagai PLT koordinasi wilayah atau korwilcam Kecamatan Punduh Pidada. “Ya saya mendapatkan tambahan tugas dan ini pun menjadi beban berat buat saya tapi akan saya jalani saja karena ini adalah amanah dan perintah kalau untuk sekolah yang saya naungi bisa dikatakan itu meliputi 3 SMP dan 12 SDN,” papar nya. Dia juga mengatakan semoga Kecamatan Punduh Pidada ini semakin baik semakin maju dan berkembang baik dari segi pendidikan maupun dari segi ekstrakurikuler anak-anak kita bisa belajar dengan maksimal karena beberapa tahun terakhir hampir vakum kegiatan ekstrakurikuler saat ini harus kembali di tonjolkan. “Saya kepada rekan-rekan sejawat kepada kepala sekolah yang ada di Kecamatan Punduh Pidada yang sudah kita ketahui ini ada kurikulum terbaru kurikulum merdeka diadakan pelatihan harapan saya update jangan sampai tertinggal dengan hal-hal semacam itu karena pastinya pemerintah juga mengadakan kurikulum itu sudah dengan bahan pertimbangan dan dengan tujuan baik,” ungkap nya. Untuk seluruh kepala masih kata Marta Diana Rizal sekolah-sekolah untuk update mengikuti kegiatan tersebut agar pendidikan lebih maju lagi. “Tentunya saya juga ingin menyampaikan kepada rekan-rekan kepala sekolah masing-masing sekolah setiap manusia ini butuh masukkan serta saran agar kita tidak vakum saya juga butuh saran dan masukan dari rekan-rekan agar lebih baik lagi mungkin ada ide-ide dari rekan-rekan mari kita bersama-sama demi kenyamanan dalam kegiatan belajar mengajar demi kemajuan pendidikan terkhusus di Kecamatan Punduh Pidada,” pungkas nya. (Indra Jaya)

Miris !! Rania Putri Penderita Keterbelakangan Mental Butuh Bantuan

0
Bandar Lampung (RN) – Sungguh miris nasib yang dialami Rania Putri (12) Rania yang memiliki keterbelakangan mental sejak lahir ini harus mengalami penderitaan tanpa batas waktu. Rania putri pertama dari pasangan Mad Yani (45) dan Rijemah (51) warga Kampung Karang Jaya, RT 12 Lingkungan 1, Kelurahan Karang Maritim Kecamatan Panjang Bandar Lampung. Rania Putri saat ini tinggal bersama sang bibik Oviah (47) lantaran sang ayah, Mad Yani telah berpisah dengan sang ibu, dan ibu Rania Putri sudah 14 hari pergi ke Negri Jiran untuk merubah nasib. “Kalau harapannya untuk sembuh kayanya ga bisa ya, ponakan saya Rania Putri ini belum pernah dapat bantuan apapun dari pemerintah, program Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin (Jamkesmas). Juga belum masuk,” kata Oviah kepada media ini, Senin (13/02/2023). Ditambahkan Oviah, dirinya berharap agar pemerintah setempat dapat membantu beban Rania untuk mencukupi kebutuhan sehari hari. “Kami ini terus terang sangat kesulitan, suami saya kerja di Riau, bapaknya Rania pergi entah kemana, sedangkan ibunya baru dua Minggu ini berangkat kerja keluar Negri, saya nya bingung untuk menutupi kebutuhan Rania,”ungkap Oviah dengan nada sedih. Menurutnya, walaupun Rania Putri memiliki keterbelakangan mental, namun Rania tetap sekolah seperti layaknya anak anak yang lain. “Iya, Rania harus tetap sekolah, kasian dia kalau ga sekolah,”tukas dia. Oviah berharap, agar pemerintah setempat dapat mendengar dan mau mengulurkan tangannya untuk membantu Rania Putri. “Saya ini Ga muluk -muluk pak, asal Rania itu dapat bantuan aja saya sudah bersyukur, apa lagi sekarang Rania sudah mengalami haid, tolong kami pak, bantu Ponakan saya Rania,”tutupnya. (Rizal).

Masyarakat Desa Karang Anyar, Desak Wasiman Maju Calonkan Diri Pileg Mendatang

Pesawaran (HO) – Mantan Kepala Desa Tiga Periode, Wasiman tokoh masyarakat Desa Karang Anyar Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung di dukung dan di desak masyarakat untuk maju pada pemilihan legislatif (Pileg) mendatang. Demikian dikatakan oleh Wasiman mantan kepala desa yang sudah banyak makan asam garam di dunia kepemerintahan dirinya menceritakan menjabat sejak tahun 2001 dilantik menjadi Kepala Desa Karang Anyar dan pada saat itu belum ada yang namanya anggaran dana desa atau (DD). “Ya pada saat saya memimpin desa pertama kali itu belum ada yang namanya anggaran dana desa, masih bandes saat itu kita masih bagian dari Kabupaten Lampung Selatan,” ujar mantan Kades tiga periode Wasiman Kepada Handalonline.com Kamis (9/2/2023). Bapak Wasiman sapaan akrabnya lanjutkan dengan berjalannya waktu sampai pada tahun 2009, kemudian keluarlah undang-undang baru masa jabatan selama 6 tahun pada saat itu pun diri nya sudah tidak berniat lagi untuk menjadi kepala desa yang jelas karena keterbatasan diri nya namun atas keinginan masyarakat yang masih mempercayai nya. “Pada saat pemilihan di tahun 2009 itu saya menang lagi dan pada tahun 2016 saya mencalonkan diri kembali atas dukungan dan keinginan masyarakat dan terpilih kembali dan berakhir jabatan di tahun 2023 ini,” kata Wasiman. Wasiman juga menceritakan pada tahun 2016 itulah dia mengelola anggaran dana desa. “Jadi setelah ada anggaran dana desa sudah banyak dari segi infrastruktur maupun pemberdayaan yang sudah saya realisasikan berdasarkan musyawarah desa serta aspirasi dari masyarakat saya sangat memprioritaskan apa yang diinginkan oleh masyarakat,” papar nya. Dia juga menceritakan bahwasanya dia sangat memprioritaskan tempat belajar mengajar perjuangan untuk SMP 26 pada saat itu sangat luar biasa perjuangan pemerintah desa maupun perjuangan masyarakat dan sudah terwujud. “Kemudian saya juga membangun tempat sekolah dari dana desa yaitu gedung TK dan PAUD tujuan saya membangun gedung tersebut untuk memprioritaskan di bidang pendidikan untuk desa kemudian infrastruktur jalan tugas sudah saya realisasikan dan sudah dapat dirasakan oleh masyarakat,” jelas nya. Dirinya juga mengatakan pahit manisnya dalam memimpin desa itu adalah tanggung jawab dari seorang pemimpin desa. “Saya pada saat memimpin desa jangan kan jalan aspal jalan onderlagah batu pun belum ada tapi dengan berjalannya waktu artinya perjuangan masyarakat serta kami dari pemerintah desa apa yang diharap masyarakat paling tidak sudah terwujud,” ucap nya. Kemudian saat ditanya bilamana sudah tidak aktif lagi di pemerintahan desa Pakde wasiman sapaan akrabnya mengatakan Dalam bahasa Jawanya itu mosok pak Kades 3 periode ora wani nyalon anggota DPRD. “Jadi dalam bahasa Jawa tersebut saya menjawab keinginan dari masyarakat saya bukan tidak berani untuk mencalonkan diri namun saya masih belum memikirkan ke sana karena saya sudah cukup lama di dunia ke pemerintahan hampir 20 tahun lebih lebih memimpin desa jadi keinginan dari masyarakat belum bisa saya pastikan karena masih banyak pertimbangan,” timpal nya. Dirinya juga melanjutkan masyarakat berkeinginan untuk mempunyai anggota DPRD yang asli dari Desa Karang anyar tentunya itu pun akan di pikirkan namun untuk saat ini belum bisa di jawab. “Mungkin untuk saat ini saya akan memiliki keinginan untuk menyewa lahan dan akan berfokus untuk bertani dan berkebun memang di dasari saya adalah seorang petani namun tidak menutup kemungkinan karena kita seorang manusia bisa kita hanya berencana kalau tuhan berkehendak apa yang menjadi keinginan masyarakat akan terwujud dan saya pun siap,” tegas nya. Dirinya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat kepada nya, serta arahan dan bimbingan nya sehingga hampir 20 tahun lebih bisa memimpin desa. “Jika ada kekurangan saya pada saat memimpin desa, saya mohon kiranya dapat memaafkan, karena saya adalah ciptaan tuhan semoga kedepannya desa kita ini menjadi desa yang maju makmur dan berkembang,” ucap nya. Wasiman juga berharap kepada kepala desa terpilih yang sudah dilantik semoga amanah karena diri nya dipilih oleh masyarakat harus bermasyarakat harus selalu ada di tengah-tengah masyarakat. “Kemudian program-program yang artinya belum terealisasi selama masa jabatan saya karena keterbatasan anggaran kedepannya dapat di tingkatkan demi kemajuan dan kesejahteraan desa kita tercinta meskipun saya sudah tidak menjadi kepala desa lagi saya akan tetap peduli terhadap masyarakat,” kata nya. (Indra Jaya)

Ciptakan Rasa Nyaman, Kadis Pariwisata Pesawaran Bahas Perbub No 64/2022

Pesawaran (HO) – Guna menciptakan rasa nyaman dan aman bagi para pengunjung wisata di Bumi Andan Jejama, Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Dinas Pariwisata menggelar rapat silaturahmi membahas Perbub No 64/2022 bersama pelaku usaha dan travel agent, Kamis (9/2/2023).

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran Anggun Saputra, S.E., M.M, mengatakan rapat silaturahmi tersebut membahas Perbub No 64/2022 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan di Kabupaten Pesawaran.

“Banyak pembahasan yang di bahas terkait dengan Perbub No 64/2022, di antaranya akan Menertibkan Semua Travel Agent di Kabupaten Pesawaran agar segera berizin dan segera membentuk Dewan Pengurus Cabang Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies,” terangnya.

Selain itu lanjut Anggun, setiap Travel Agent Wajib melaporkan kunjungan wisatawan ke Wisata Pesawaran dengan sistem aplikasi yang sudah ditetapkan.

“Dalam Peraturan Bupati Nomor 64/2022 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan setiap Travel Agent dan Pelaku Wisata Pesawaran agar dapat dipedomani sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Anggun menambahkan, sistem kunjungan wisatawan maupun skema asuransi akan diperbaiki agar setiap pengunjung wisatawan merasa nyaman dan aman saat berwisata di Kabupaten Pesawaran.

“Pengembangan seluruh objek wisata di Kabupaten Pesawaran agar membuat paket wisatanya guna sebagai informasi dan pelayanan publik bagi setiap pengunjung wisatawan yang berkunjung,” katanya.

Diketahui hadir dalam siilaturahmi tersebut, Pelaku Wisata La Nadia, Ketapang Bahari, Bronjong, Mahitam, Airud, Kopi Komando, Pemerhati Pariwisata, Arter Anglo, Pokdarwis, dan Mitra Pariwisata yaitu Jalan Jalan Geh. (Red)

Dinas Pariwisata Gelar Rapat Dengan Pelaku Wisata, Bahas Perbub

0
Pesawaran (RN) – Guna menciptakan rasa nyaman dan aman bagi para pengunjung wisata di Bumi Andan Jejama, Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Dinas Pariwisata menggelar rapat silaturahmi membahas Perbub No 64/2022 bersama pelaku usaha dan travel agent, Kamis (9/2/2023). Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran Anggun Saputra, S.E., M.M, mengatakan rapat silaturahmi tersebut membahas Perbub No 64/2022 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan di Kabupaten Pesawaran. “Banyak pembahasan yang di bahas terkait dengan Perbub No 64/2022, di antaranya akan Menertibkan Semua Travel Agent di Kabupaten Pesawaran agar segera berizin dan segera membentuk Dewan Pengurus Cabang Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies,” terangnya. Selain itu lanjut Anggun, setiap Travel Agent Wajib melaporkan kunjungan wisatawan ke Wisata Pesawaran dengan sistem aplikasi yang sudah ditetapkan. “Dalam Peraturan Bupati Nomor 64/2022 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan setiap Travel Agent dan Pelaku Wisata Pesawaran agar dapat dipedomani sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya. Anggun menambahkan, sistem kunjungan wisatawan maupun skema asuransi akan diperbaiki agar setiap pengunjung wisatawan merasa nyaman dan aman saat berwisata di Kabupaten Pesawaran. “Pengembangan seluruh objek wisata di Kabupaten Pesawaran agar membuat paket wisatanya guna sebagai informasi dan pelayanan publik bagi setiap pengunjung wisatawan yang berkunjung,” katanya. Diketahui hadir dalam siilahturahmi tersebut, Pelaku Wisata La Nadia, Ketapang Bahari, Bronjong, Mahitam, Airud, Kopi Komando, Pemerhati Pariwisata, Arter Anglo, Pokdarwis, dan Mitra Pariwisata yaitu Jalan Jalan Geh. (Rizal)