



Pesawaran (RN) -Kisah di balik musisi jalanan ini penuh dengan rintangan.Pengamen jalanan ini yang ngamen cara kreatif dengan alat musik tradisional asal Jawa Barat ini lain dari pada yang lain, inilah Angklung Aulia, grup pengamen kreatif.
Sejak dibentuk tahun 2016, Angklung Aulia yang beranggotakan 5 orang saja yaitu, Yusup, alfiyansah, sony Sanjaya dan Sugiarto. Nama Aulia sendiri diambil dari anak Yusup, dan hingga saat ini nama tersebut dipakai.
Ketua grup musisi jalanan Yusup mengataka, angklung sebagai alat musik utama, dilengkapi 3 alat musik Alklung, tripok dan selo, dari ke lima anggota ini ada peran masing – masing.
“Kami ini asal dari Cerebon Provinsi Jawa Barat. bertempat tinggal di Kabupaten Pringsewu baru dua bulan ini. Dan setiap harinya kami keliling dari rumah kerumah dan toko-toko,” ujar yusup saat singgah di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran. Kamis (09/03/2023).
Dirinya menjelaskan, banyak kisah suka duka yang kami alamai, kalu ngamen di kota bandar lampung sering kena usir sama Satpol PP. Kerena tidak boleh ngamen di tepi jalan protokol.
“Saya dan teman-teman Angklung Aulia sudah terbiasa mementaskan musiknya di jalanan umum, sehingga tidak ada lagi rasa malu lagi, yang penting pekerjaan itu halal, kerena buat menafkahi keluarga,” ucapnya.
Ia juga menuturkan, menjalani kegiatan musik jalanan ini. Terkadang ada rasa bosan yang menghampiri. Mengatasi hal tersebut, Angklung Aulia akhirnya membuka peluang lebih lebar dengan menerima panggilan pentas untuk acara-acara tertentu.
“Jadi kami bisa pentas di acara-acara ulang tahun, hajatan atau peresmian, itu jadi sarana refreshing tersendiri bagi kami. Setidaknya bertemu dengan orang-orang baru dan lingkungan baru, dan bisa mengubungi Angklung Aulia melalui Wa 0887437643284 ,” kata Yusup.
Yusup juga menjelaskan, tarif yang dipasang Angklung Aulia cukup bervariasi sesuai dengan jenis acaranya, mulai dari Rp500 ribu, hingga Rp2 juta untuk acara pernikahan dengan durasi pementasan satu hari penuh.
“Saya berharap Masyarakat bisa menerima kehadiran kami ini sebagai pengamen jalanan,” pungkasnya. (Rizal)


Pesawaran (HO) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pesawaran, meminta kepada Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) yang progres persentase di bawah angka 80% memaximalkan kerjanya dalam mencoklit sesuai wilayah kerjanya masing-masing.
Salah satu Komisioner KPU Dody Afriyanto yang membidangi divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Pesawaran mengatakan, berdasarkan hasil jumlah persentase di masing-masing kecamatan, termonitor Kecamatan Way Lima dan Kecamatan Kedondong masih mengalami progres yang cukup rendah diantara kecamatan lainya.
“Selama 20 hari kerja ini, dua kecamatan tersebut persentasenya masih sangat rendah, makanya kami meminta kepada petugas Pantarlih dapat memaximalkan kerjanya dalam mencoklit. Dan juga keberhasilan pencoklitan ini perlu partisipasi semua elemen masyarakat untuk ikut mensukseskan kegiatan coklit yang dilakukan oleh Pantarlih,” ujarnya. Jumat (3/3/2023).
Dirinya mengatakan, berdasarkan data di Aplikasi E- Coklit update data 3 maret 2023 pukul 12.00 WIB, progres pencoklitan telah diangka 80,69% dari hasil akumulasi coklit di 1.375Â TPS yang tersebar di 148 Desa yang ada di kabupaten Pesawaran.
“Berdasarkan DP4 yang dijadikan bahan dalam melakukan pemutakhiran, pemilih kita mencapai angka sebanyak 347.835 pemilih, dari jumlah angka tersebut KPU Pesawaran saat ini sudah mendapat angka sebanyak 280.679 pemilih sesuai hasil laporan monitoring progres Pantarlih,” kata dia.
“Jadi daftar pemilih yang sedang dimutakhirkan oleh Pantarlih dalam Coklit ini, nantinya akan disusun dan dilakukan rekap oleh KPU Pesawaran yang dibantu oleh Pantarlih, PPS, PPK untuk menjadi Daftar Pemilih Sementara (DPS),” pungkasnya.
Diketahui rincian Progres Persentase dari masing-masing kecamatan selama 20 hari sebagai berikut.
1. Kecamatan Gedongtataan mencapai angka 71,8%
2. Kecamatan Negeri Katon mencapai angka 79,6%
3. Kecamatan Tegineneng mencapai angka 89,6%
4. Kecamatan Teluk Pandan mencapai angka 75,6%
5. Kecamatan Padang Cermin mencapai angka 96,9%
6. Kecamatan Way Ratai mencapai angka 92,6%
7. Kecamatan Way Lima mencapai angka 69,3%
8. Kecamatan Kedondong mencapai angka 69,5%
9. Kecamatan Way Khilau mencapai angka 92,3%
10. Kecamatan Marga Punduh mencapai angka 83,7%
11. Kecamatan Punduh Pidada mencapai angka 95,8%. (Red)

Selain itu lanjutnya, SDN 6 Teluk Pandan sudah mengadakan Kelompok Kerja Guru (KKG), sebagai wadah pengembangan profesionalisme guru dengan tujuan untuk memfasilitasi kegiatan yang dilakukan di pusat kegiatan guru berdasarkan masalah dan kesulitan yang dihadapi guru, memberikan bantuan profesional kepada para guru kelas dan mata pelajaran di sekolah serta meningkatkan pemahaman.
“Jadi himbauan saya kepada rekan rekan guru untuk membuka aplikasi Platform Merdeka Mengajar pada saat KKG di sekolah, di dalam banyak sekali hal-hal yang bisa di pelajari terkait dengan Kurikulum Merdeka, ada video-video pembelajaran, modul ajar dan Profil Pelajar Pancasila,” jelas nya.
“Kita tim di sekolah ini adalah keluarga kalau ada apa-apa mari bicarakan bersama-sama kita tingkatkan lagi kekeluargaan ini menjadi satu keluarga yang utuh jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di keluarga kita ini di sekolah tempat kita mencerdaskan anak-anak penerus bangsa,” timpalnya.
Maka dia mengajak untuk bersama-sama berkolaborasi antara guru kemudian dengan wali murid dengan dirinya selaku kepala sekolah artinya di sini bersinergi supaya SDN ini bisa dikatakan baik menjadi lebih baik lagi.
“Pesan saya kepada siswa-siswi rajin dan semangat belajar untuk menggapai cita-citamu setinggi bintang di langit,” harapnya. (Indra Jaya)