[td_block_2 category_id=”” limit=”6″ custom_title=”DON’T MISS” header_color=”#4db2ec” td_ajax_filter_type=”td_category_ids_filter” td_ajax_filter_ids=”” td_filter_default_txt=”All” ajax_pagination=”next_prev” border_top=”no_border_top” sort=”random_posts”]
[td_block_9 sort=”random_posts” limit=”2″ custom_title=”MOST POPULAR” td_filter_default_txt=”All” ajax_pagination=”next_prev”]
[td_block_16 category_id=”” limit=”5″ custom_title=”LATEST VIDEOS” td_filter_default_txt=”All” ajax_pagination=”next_prev” color_preset=”td-block-color-style-2″ header_color=”#ffffff” header_text_color=”#000000″ sort=”random_posts”]
[td_block_2 category_id=”” limit=”2″ custom_title=”TRAVEL GUIDES” td_filter_default_txt=”All” ajax_pagination=”next_prev” border_top=”no_border_top” sort=”random_posts” header_color=”#c7272f”][td_block_2 category_id=”” limit=”2″ custom_title=”MOBILE AND PHONES” td_filter_default_txt=”All” ajax_pagination=”next_prev” offset=”1″ header_color=”#107a56″ sort=”random_posts”][td_block_2 category_id=”” limit=”2″ custom_title=”NEW YORK 2014″ td_filter_default_txt=”All” ajax_pagination=”next_prev” offset=”1″ header_color=”#e83e9e” sort=”random_posts”]
[td_block_9 limit=”3″ custom_title=”TECH” td_filter_default_txt=”All” ajax_pagination=”next_prev” category_id=”” border_top=”no_border_top” sort=”random_posts”][td_block_15 category_id=”” limit=”4″ custom_title=”FASHION” color_preset=”td-block-color-style-2″ td_filter_default_txt=”All” ajax_pagination=”next_prev” sort=”random_posts”][td_block_2 sort=”random_posts” limit=”3″ custom_title=”LATEST REVIEWS” td_filter_default_txt=”All” ajax_pagination=”next_prev”]
[td_block_14 category_id=”” limit=”3″ custom_title=”ENTERTAINMENT” td_filter_default_txt=”All” ajax_pagination=”next_prev”]
ARTIKUJT E FUNDIT
Kejati Lampung Selamatkan Keuangan Negara Rp1,14 Triliun, Penegakan Hukum Berbasis Pemulihan Aset Jadi Sorotan
Lampung (RN) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung mencatat capaian gemilang dalam penegakan hukum sepanjang Semester I tahun 2026. Melalui pendekatan penegakan hukum yang berorientasi pada pemulihan aset dan penyelamatan keuangan negara. Kejati Lampung bersama jajaran berhasil menyelamatkan keuangan negara hingga mencapai Rp1,145 triliun.
Capaian tersebut disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung dalam kegiatan Coffee Morning bersama insan media cetak, elektronik, dan online se-Provinsi Lampung yang digelar di Aula Kejati Lampung, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penyampaian rilis capaian kinerja Kejati Lampung dan Kejaksaan Negeri se-Lampung selama periode Januari–Juli 2026.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung menegaskan, penegakan hukum tindak pidana korupsi kini tidak hanya berfokus pada pemidanaan pelaku, tetapi juga mengedepankan strategi Follow the Money dan Asset Recovery guna memaksimalkan pengembalian kerugian negara.
“Keberhasilan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp1,145 triliun tersebut berasal dari penanganan sejumlah perkara korupsi besar. Kontributor terbesar berasal dari perkara dugaan korupsi penggunaan dan pemanfaatan kawasan hutan oleh PT P di Kabupaten Way Kanan dengan nilai penyelamatan mencapai Rp1,003 triliun,” kata Kajati Lampung.
Selain itu, nilai penyelamatan tersebut juga berasal dari penanganan perkara korupsi PT LEB, proyek SPAM Pesawaran, pembayaran uang pengganti dan denda, serta penyitaan berbagai mata uang asing seperti USD, SGD, EUR, AUD, dan MYR, termasuk penyitaan 738 gram logam mulia.
Tidak hanya di bidang Tindak Pidana Khusus, capaian positif juga ditunjukkan bidang lainnya di lingkungan Kejati Lampung. Pada Bidang Tindak Pidana Umum, Kejati Lampung berhasil menyelesaikan 52 perkara melalui mekanisme Restorative Justice yang mengedepankan keadilan restoratif dan pembinaan keahlian bagi para tersangka.
Sementara itu, Bidang Intelijen terus melakukan deteksi dini dan pengawalan berbagai program strategis pemerintah. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengawasan langsung terhadap pelaksanaan Program Prioritas Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Lampung.
Di sektor Perdata dan Tata Usaha Negara, Jaksa Pengacara Negara berhasil memulihkan keuangan negara sebesar Rp33,2 miliar serta menyelamatkan keuangan negara senilai Rp10,2 miliar melalui berbagai pendampingan hukum.
“Bidang Pemulihan Aset mencatatkan kinerja yang sangat signifikan dengan tingkat keberhasilan mencapai 256,7 persen, berhasil memulihkan aset senilai Rp16,2 miliar dari target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp6,3 miliar,” ujar nya.
Kepala Kejati Lampung menegaskan bahwa institusinya akan terus memperkuat penegakan hukum yang profesional, berkeadilan, dan memberikan manfaat nyata bagi negara serta masyarakat.
“Kejaksaan Tinggi Lampung berkomitmen untuk terus memperkuat penegakan hukum yang berkeadilan, tegas dalam memberantas korupsi, namun tetap humanis dan memberi manfaat finansial yang nyata bagi pemulihan kas negara,” pungkasnya. (Red)
Cyntia Martalena, Warga Pesawaran, Bagikan Pengalaman Berharga Selama Diklat SPPI
Pesawaran (RN)- Cyntia Martalena, warga asal Kabupaten Pesawaran, Lampung, merupakan salah satu peserta yang mengikuti pendidikan atau pelatihan (diklat) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahun 2026 .
Ia mengikuti Diklat di Menart 1 Mar atau Resimen Artileri 1 Marinir Cilincing Jakarta Utara yang dipimpin Kolonel Marinir Aminuddin, M.Tr.Hanla., M.M. Cyntia merasa beruntung mendapatkan kesempatan menjadi SPPI. Dari ratusan ribu peserta saat seleksi, hingga akhirnya menjadi salah satu peserta yang lulus, kemudian mengikuti pendidikan Diksarmil yang diubah menjadi Bela Negara.
Menurut Cyntia, banyak pengalaman berharga yang ia dapatkan selama mengikuti pendidikan. Peserta diberikan pemahaman tentang bersikap yang harus ditanamkan dalam diri, perilaku, pengetahuan. terutama keterampilan dasar kemiliteran yang belum tentu didapatkan oleh semua orang.
Selama diklat, menurut Cyntia ada pengalaman yang tidak akan ia lupakan, yaitu saat dirinya dipercaya menjadi Ketua kelas, selain itu dipercaya menjadi SisDanki (Siswa Komandan Kompi), SisBama, hingga SisDanyon (Siswa Komandan Batalyon ) yaitu memimpin sekitar 860 orang.
“Disana kita dilatih dan diuji kemampuan memimpin. Kita dilatih menjadi pemimpin, mengendalikan sumber daya manusia (SDM) agar apa yang menjadi tujuan dan harapan tercapai,” ujarnya .
Sementara soal dasar-dasar kemiliteran, diakui itu merupakan pengetahuan yang berharga sebagai bentuk kesadaran bela negara, ” kita tidak mungkin mendapatkan itu semua diluar, disana kita diperlakukan baik, kita dididik disiplin, menjaga ketahanan tubuh, saya justru kangen suasana disana,” ungkapnya.
Menurut Cyntia selama pendidikan ia dan siswa lainnya bukan saja diajarkan dasar kemiliteran sebagai upaya membentuk karakter dan kemampuan memimpin, akan tetapi ada waktunya peserta SPPI diajarkan khusus managerial .
Cyntia sendiri merupakan SPPI bidang penjamin mutu Kampung Nelayan Merah Putih. Kelak tugasnya memastikan produk perikanan yang akan di edarkan KNMP baik di wilayahnya atau di eksport memiliki mutu terjamin dan aman.
“Kalau di managerial, kita juga diajarkan seperti Good Manufacturing Practices memastikan produk diproduksi dan dikendalikan secara konsisten sesuai standar kualitas,” kata dia Selasa (04/08/2026).
“Kemudian kita juga dibekali Mindset kewirausahaan kelautan dan perikanan, literasi keuangan UMKM perikanan dan kelautan, digital kelautan perikanan .problem solving mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah di lapangan,” tambahnya.
Intinya lanjutnya, cara ngatasi ikan dari hulu sampai hilir,” Dari nelayan nangkap, di kapal sampai ke konsumen supaya kualitasnya terjaga, ada banyak lagi ilmu yang kita dapat dan itu semua diajarkan sesuai bagian dan bidang masing-masing,” tandasnya.
Ia berharap, dirinya dapat memberikan kontribusi untuk negara melalui Ketahanan pangan tersebut.” Kalau untuk ikut seleksi Akmil umur saya sudah lewat, tapi kita bisa memberikan kontribusi lewat yang lainnya terutama lewat KNMP,” tuntas Cyntia.
Diketahui diklat Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) KDKMP dan KNMP tahun 2026 telah ditutup 31 Juli 2026. peserta yang telah dibekali kesiapan intelektual hingga fisik dan dinyatakan lulus kemudian diberikan ijazah.
Sekretaris Jenderal Kemhan, Letjen TNI Tri Budi Utomo mengatakan seluruh peserta telah lulus itu, kini siap menjalankan tugas, .(Red)
Tingkatkan SDM dan Inovasi Daerah Pemkab Pesawaran Jalin Kerja Sama dengan Itera dan Polinela
Pesawaran (RN) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran resmi melakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding (MoU) dengan Institut Teknologi Sumatera (Itera) dan Politeknik Negeri Lampung (Polinela).
Bupati Pesawaran Nanda Indira mengatakan, sebagai langkah strategis dalam memperkuat pembangunan daerah melalui sektor pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.
“Kerja sama ini difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pengembangan inovasi daerah, serta penguatan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Nanda Saat menghadiri penutupan Rangkaian Pesta Rakyat Manjau Jama Warga, Minggu (26/7/2026) di Lapangan Krida Yuana, Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan.
Menurut dia, Melalui kolaborasi ini, Pemkab Pesawaran berharap dapat memanfaatkan potensi akademik dan riset yang dimiliki Itera maupun Polinela untuk mendukung berbagai program pembangunan daerah.
“Kerja sama ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi-inovasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat serta mempercepat pembangunan di Kabupaten Pesawaran,” ujarnya.
Diri juga menjelaskan, Kolaborasi Pemkab Pesawaran dengan perguruan tinggi sebelumnya juga telah diarahkan pada penguatan SDM, riset, pengembangan potensi daerah, dan inovasi pembangunan.
“Pemerintah Kabupaten Pesawaran menilai sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan dukungan tenaga ahli, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat dari kedua institusi pendidikan tersebut, berbagai potensi daerah dapat dikembangkan secara lebih optimal,” ungkapnya.
Selain itu, kata dia kerja sama ini membuka peluang pelaksanaan berbagai program bersama, seperti pelatihan dan peningkatan kapasitas aparatur, pendampingan masyarakat, penelitian terapan, pengembangan teknologi tepat guna, hingga penguatan sektor-sektor unggulan daerah.
“Penandatanganan MoU ini menjadi komitmen bersama antara Pemkab Pesawaran, Itera, dan Polinela untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan dalam rangka menciptakan SDM yang unggul,” pungkasnya. (zal)
Tim Tekab 308 Polsek Kedondong Ringkus Pelaku dan Penadah Ponsel Curian
Pesawaran (RN)- Tim Tekab 308 Presisi Polsek Kedondong Polres Pesawaran berhasil mengungkap kasus pencurian barang elektronik dengan mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat dalam aksi pencurian dan penadahan telepon genggam milik warga.
Kedua tersangka yang diamankan yakni BT (36) sebagai pelaku utama pencurian dan HI (35) sebagai penadah barang hasil curian. Keduanya ditangkap di kediaman masing-masing di Desa Penengahan, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran pada Rabu malam (22/07/2026).
Kapoles Pesawaran AKBP Alvie Granito Panditha, melalui Kapolsek Kedondong AKP Bambang Priantoro, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa operasi penangkapan dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Kedondong Ipda Joni Ismet.
“Kasus pencurian itu bermula pada Kamis pagi (07/05/2026) saat korban, Tatik Retnawati (47), menghadiri acara Walimatus Safar keberangkatan haji tetangganya. Setelah acara selesai, korban membantu membersihkan rumah dan meletakkan telepon genggam miliknya di atas meja dekat kulkas,” kata dia, Senin (27/07/2026).
Melihat korban lengah, pelaku mengambil satu unit ponsel merek Oppo A38 warna kuning emas milik korban. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian hingga jutaan rupiah dan melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kedondong.
“Berdasarkan laporan korban dan hasil penyelidikan mendalam, Tim Tekab 308 Presisi Polsek Kedondong berhasil melacak keberadaan barang bukti dan mendeteksi keberadaan penadah sekitar pukul 20.00 WIB. Petugas bergerak cepat mengamankan tersangka penadah di kediamannya,” ujar AKP Bambang Priantoro.
Ia juga menjelaskan, petugas kemudian melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan pelaku utama tanpa perlawanan. Saat diinterogasi, kedua tersangka mengakui perbuatannya.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, kata dia polisi berhasil menyita barang bukti berupa satu unit ponsel Oppo A38 warna kuning emas beserta kotak resmi milik korban. Selain itu, petugas juga masih melakukan penelusuran terhadap barang-barang lain yang diduga terkait dengan tindak pidana dan masuk dalam Daftar Pencarian Barang (DPB).
“Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait tindak pidana pencurian,” pungkasnya. (zal)
HUT Ke-19 Kabupaten Pesawaran, Semangat Kolaborasi Wujudkan Masyarakat CAKEP
Pesawaran (RN) Pemerintah Kabupaten Pesawaran menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pesawaran ke-19 di Lapangan Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Jum’at(17/7/2026).
Peringatan tahun ini mengusung tema Berkolaborasi Mewujudkan Masyarakat Cerdas, Aman, Kreatif, Efektif dan Produktif (CAKEP) sebagai wujud komitmen bersama dalam membangun Kabupaten Pesawaran yang lebih maju dan sejahtera.
Bupati Pesawaran Nanda Indira menyampaikan, usia ke-19 tahun merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi seluruh elemen daerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Perjalanan Kabupaten Pesawaran selama 19 tahun telah menghasilkan berbagai capaian yang patut disyukuri. Namun tantangan ke depan menuntut kita untuk terus berinovasi, memperkuat pelayanan publik,” kata Nanda.
Ia juga menegaskan, tema HUT tahun ini bukan sekadar slogan, melainkan arah pembangunan yang harus diwujudkan bersama melalui kerja nyata.
“Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Tidak ada keberhasilan yang dapat dicapai tanpa kebersamaan dan gotong royong,” kata dia.
Ia juga mengajak seluruh aparatur pemerintah untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat agar pembangunan dapat dirasakan secara merata hingga pelosok desa.
“Kabupaten Pesawaran memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, pariwisata, dan UMKM. Dengan semangat kolaborasi, kami yakin Pesawaran akan semakin maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkasnya. (R-1)
Kereta Api Hantam Toyota Agya di Perlintasan Desa Kejadian Pesawaran
Pesawaran (RN) – Satu unit mobil Toyota Agya berwarna putih dengan nomor polisi BE 1883 NJ tertabrak kereta api yang sedang melintas di perlintasan kereta api Desa Kejadian Kecamatan Tigeneneng Kabupaten Pesawaran sekitar pukul 14:18 WIB Jumat, (05/06/2026).
Peristiwa tragis tersebut sontak menggegerkan warga sekitar. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, mobil Toyota Agya diduga melintas di perlintasan kereta api saat kereta sedang melaju, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
Akibat benturan keras, kendaraan mengalami kerusakan parah. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Kasat Lantas Polres Pesawaran AKP Suarjo Suryaningrat, S.H., M.M. membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan Satlantas Polres Pesawaran telah melakukan pengecekan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Kami sudah turun langsung ke TKP, dua korban atas nama Hendra Winarko dan Hariawan keduanya warga Desa Batang Hari Lampung Timur. Sudah dievakuasi ke Rumah Sakiy Natar. Saat ini kami bersama Polsus Kereta Api masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kejadian,” kata AKP Suarjo di lokasi kejadian.
“Kami dari Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api dan memastikan kondisi aman sebelum menyeberang guna menghindari terjadinya kecelakaan serupa,” tambah dia. (Rizal)
Satlantas Polres Pesawaran Siap Gelar Operasi Patuh Krakatau, Tingkatkan Kesadaran Berlalu Lintas
Pesawaran (RN) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pesawaran akan menggelar Operasi Patuh Krakatau selama 14 hari sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Pesawaran.
Kasat Lantas Polres Pesawaran AKP Suarjono Suryaningrat, S.H., M.M menegaskan bahwa pelaksanaan operasi ini bukan semata-mata untuk melakukan penindakan atau memberikan tilang kepada pelanggar lalu lintas. Lebih dari itu, operasi tersebut bertujuan untuk menyelamatkan nyawa pengguna jalan.
“Operasi Patuh Krakatau bukan soal tilang, tetapi bagaimana kita mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dan tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama. Keselamatan di jalan harus menjadi kebutuhan, bukan karena takut ditilang,” kata Kasat Lantas, Kamis (04/06/2026).
Ia juga mengatakan, operasi yang berlangsung selama dua pekan tersebut, petugas akan mengedepankan pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis. Namun demikian, penindakan tetap akan dilakukan terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
“Beberapa pelanggaran yang menjadi perhatian antara lain pengendara yang tidak menggunakan helm standar SNI, tidak memakai sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara, melawan arus, berkendara di bawah umur, serta penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis,” kata dia.
Ia juga mengimbau seluruh masyarakat Pesawaran untuk melengkapi surat-surat kendaraan, memastikan kondisi kendaraan layak jalan, serta selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
Menurutnya, angka kecelakaan lalu lintas masih didominasi oleh faktor kelalaian pengendara. Oleh karena itu, melalui Operasi Patuh Krakatau diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga dapat menekan angka kecelakaan dan korban jiwa di jalan raya.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan budaya tertib berlalu lintas. Karena setiap orang yang berangkat dari rumah, tentu ingin kembali dengan selamat kepada keluarganya,” pungkasnya.
Operasi Patuh Krakatau menjadi salah satu langkah strategis kepolisian dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Pesawaran.
“Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, diharapkan pelaksanaan operasi ini dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi keselamatan pengguna jalan,” pungkasnya. (zal)
Polda Lampung Berhasil Ungkap 75 Kasus, 95 Tersangka Diamankan
Lampung (RN) – Polda Lampung berhasil mengungkap 75 kasus kejahatan jalanan yang terdiri dari pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dari 13 hingga 31 Mei 2026.
Dari hasil pengungkapan tersebut, sebanyak 95 tersangka berhasil diamankan beserta ratusan barang bukti hasil tindak pidana maupun sarana yang digunakan pelaku.
Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan wujud keseriusan dan komitmen Polda Lampung dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menekan angka kriminalitas di wilayah Provinsi Lampung.
Polda Lampung membentukan Patroli QR (Quick Response) janji jaga di tingkat Polda maupun Polres jajaran yang secara aktif melaksanakan patroli pada lokasi dan jam rawan kejahatan, merespons cepat laporan masyarakat, serta melakukan pengungkapan terhadap tindak pidana jalanan.
“Pada kasus Curat, pelaku umumnya merusak pintu atau jendela menggunakan alat bantu seperti linggis dan obeng, serta memanfaatkan kondisi rumah atau bangunan yang kosong,” kata Helfi Assegaf.
Ia juga menjelaskan, pada kasus Curas, pelaku melakukan intimidasi, penghadangan di jalan sepi, hingga perampasan secara paksa terhadap barang berharga milik korban.
Adapun pelaku Curanmor kerap menggunakan kunci letter T, modus peminjaman kendaraan, hingga berpura-pura menjadi pembeli dalam transaksi cash on delivery (COD) untuk membawa kabur kendaraan korban.
“Dalam pengungkapan tersebut, Polda Lampung dan jajaran berhasil menyita sebanyak 410 barang bukti serta uang tunai senilai Rp18.377.000,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, barang bukti yang diamankan antara lain kendaraan roda dua dan roda empat, telepon genggam, dokumen kendaraan, senjata api rakitan, senjata tajam, amunisi, hingga berbagai barang hasil kejahatan lainnya.
Helfi menegaskan bahwa Polda Lampung akan terus mengedepankan langkah preemtif, preventif, dan represif dalam menekan aksi kejahatan jalanan. Patroli rutin akan terus ditingkatkan dengan menyasar titik-titik rawan kriminalitas berdasarkan hasil analisa dan evaluasi yang dilakukan secara berkala.
“Dalam pelaksanaan penegakan hukum, Polda Lampung memastikan seluruh tindakan kepolisian dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan prinsip hak asasi manusia,” ujarnya.
“Pelaku yang melakukan perlawanan, berupaya melarikan diri, atau melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan masyarakat maupun petugas, kepolisian akan mengambil tindakan tegas dan terukur,” tegas dia. (Rizal)
