[td_block_2 category_id=”” limit=”6″ custom_title=”DON’T MISS” header_color=”#4db2ec” td_ajax_filter_type=”td_category_ids_filter” td_ajax_filter_ids=”” td_filter_default_txt=”All” ajax_pagination=”next_prev” border_top=”no_border_top” sort=”random_posts”]
[td_block_9 sort=”random_posts” limit=”2″ custom_title=”MOST POPULAR” td_filter_default_txt=”All” ajax_pagination=”next_prev”]
[td_block_16 category_id=”” limit=”5″ custom_title=”LATEST VIDEOS” td_filter_default_txt=”All” ajax_pagination=”next_prev” color_preset=”td-block-color-style-2″ header_color=”#ffffff” header_text_color=”#000000″ sort=”random_posts”]
[td_block_2 category_id=”” limit=”2″ custom_title=”TRAVEL GUIDES” td_filter_default_txt=”All” ajax_pagination=”next_prev” border_top=”no_border_top” sort=”random_posts” header_color=”#c7272f”][td_block_2 category_id=”” limit=”2″ custom_title=”MOBILE AND PHONES” td_filter_default_txt=”All” ajax_pagination=”next_prev” offset=”1″ header_color=”#107a56″ sort=”random_posts”][td_block_2 category_id=”” limit=”2″ custom_title=”NEW YORK 2014″ td_filter_default_txt=”All” ajax_pagination=”next_prev” offset=”1″ header_color=”#e83e9e” sort=”random_posts”]
[td_block_9 limit=”3″ custom_title=”TECH” td_filter_default_txt=”All” ajax_pagination=”next_prev” category_id=”” border_top=”no_border_top” sort=”random_posts”][td_block_15 category_id=”” limit=”4″ custom_title=”FASHION” color_preset=”td-block-color-style-2″ td_filter_default_txt=”All” ajax_pagination=”next_prev” sort=”random_posts”][td_block_2 sort=”random_posts” limit=”3″ custom_title=”LATEST REVIEWS” td_filter_default_txt=”All” ajax_pagination=”next_prev”]
[td_block_14 category_id=”” limit=”3″ custom_title=”ENTERTAINMENT” td_filter_default_txt=”All” ajax_pagination=”next_prev”]
ARTIKUJT E FUNDIT
Tingkatkan SDM dan Inovasi Daerah Pemkab Pesawaran Jalin Kerja Sama dengan Itera dan Polinela
Pesawaran (RN) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran resmi melakukan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding (MoU) dengan Institut Teknologi Sumatera (Itera) dan Politeknik Negeri Lampung (Polinela).
Bupati Pesawaran Nanda Indira mengatakan, sebagai langkah strategis dalam memperkuat pembangunan daerah melalui sektor pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.
“Kerja sama ini difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), pengembangan inovasi daerah, serta penguatan pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Nanda Saat menghadiri penutupan Rangkaian Pesta Rakyat Manjau Jama Warga, Minggu (26/7/2026) di Lapangan Krida Yuana, Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan.
Menurut dia, Melalui kolaborasi ini, Pemkab Pesawaran berharap dapat memanfaatkan potensi akademik dan riset yang dimiliki Itera maupun Polinela untuk mendukung berbagai program pembangunan daerah.
“Kerja sama ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi-inovasi yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat serta mempercepat pembangunan di Kabupaten Pesawaran,” ujarnya.
Diri juga menjelaskan, Kolaborasi Pemkab Pesawaran dengan perguruan tinggi sebelumnya juga telah diarahkan pada penguatan SDM, riset, pengembangan potensi daerah, dan inovasi pembangunan.
“Pemerintah Kabupaten Pesawaran menilai sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan dukungan tenaga ahli, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat dari kedua institusi pendidikan tersebut, berbagai potensi daerah dapat dikembangkan secara lebih optimal,” ungkapnya.
Selain itu, kata dia kerja sama ini membuka peluang pelaksanaan berbagai program bersama, seperti pelatihan dan peningkatan kapasitas aparatur, pendampingan masyarakat, penelitian terapan, pengembangan teknologi tepat guna, hingga penguatan sektor-sektor unggulan daerah.
“Penandatanganan MoU ini menjadi komitmen bersama antara Pemkab Pesawaran, Itera, dan Polinela untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan dalam rangka menciptakan SDM yang unggul,” pungkasnya. (zal)
Tim Tekab 308 Polsek Kedondong Ringkus Pelaku dan Penadah Ponsel Curian
Pesawaran (RN)- Tim Tekab 308 Presisi Polsek Kedondong Polres Pesawaran berhasil mengungkap kasus pencurian barang elektronik dengan mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat dalam aksi pencurian dan penadahan telepon genggam milik warga.
Kedua tersangka yang diamankan yakni BT (36) sebagai pelaku utama pencurian dan HI (35) sebagai penadah barang hasil curian. Keduanya ditangkap di kediaman masing-masing di Desa Penengahan, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran pada Rabu malam (22/07/2026).
Kapoles Pesawaran AKBP Alvie Granito Panditha, melalui Kapolsek Kedondong AKP Bambang Priantoro, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menjelaskan bahwa operasi penangkapan dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Kedondong Ipda Joni Ismet.
“Kasus pencurian itu bermula pada Kamis pagi (07/05/2026) saat korban, Tatik Retnawati (47), menghadiri acara Walimatus Safar keberangkatan haji tetangganya. Setelah acara selesai, korban membantu membersihkan rumah dan meletakkan telepon genggam miliknya di atas meja dekat kulkas,” kata dia, Senin (27/07/2026).
Melihat korban lengah, pelaku mengambil satu unit ponsel merek Oppo A38 warna kuning emas milik korban. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian hingga jutaan rupiah dan melaporkan peristiwa itu ke Polsek Kedondong.
“Berdasarkan laporan korban dan hasil penyelidikan mendalam, Tim Tekab 308 Presisi Polsek Kedondong berhasil melacak keberadaan barang bukti dan mendeteksi keberadaan penadah sekitar pukul 20.00 WIB. Petugas bergerak cepat mengamankan tersangka penadah di kediamannya,” ujar AKP Bambang Priantoro.
Ia juga menjelaskan, petugas kemudian melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan pelaku utama tanpa perlawanan. Saat diinterogasi, kedua tersangka mengakui perbuatannya.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, kata dia polisi berhasil menyita barang bukti berupa satu unit ponsel Oppo A38 warna kuning emas beserta kotak resmi milik korban. Selain itu, petugas juga masih melakukan penelusuran terhadap barang-barang lain yang diduga terkait dengan tindak pidana dan masuk dalam Daftar Pencarian Barang (DPB).
“Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait tindak pidana pencurian,” pungkasnya. (zal)
HUT Ke-19 Kabupaten Pesawaran, Semangat Kolaborasi Wujudkan Masyarakat CAKEP
Pesawaran (RN) Pemerintah Kabupaten Pesawaran menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pesawaran ke-19 di Lapangan Komplek Perkantoran Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Jum’at(17/7/2026).
Peringatan tahun ini mengusung tema Berkolaborasi Mewujudkan Masyarakat Cerdas, Aman, Kreatif, Efektif dan Produktif (CAKEP) sebagai wujud komitmen bersama dalam membangun Kabupaten Pesawaran yang lebih maju dan sejahtera.
Bupati Pesawaran Nanda Indira menyampaikan, usia ke-19 tahun merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi seluruh elemen daerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Perjalanan Kabupaten Pesawaran selama 19 tahun telah menghasilkan berbagai capaian yang patut disyukuri. Namun tantangan ke depan menuntut kita untuk terus berinovasi, memperkuat pelayanan publik,” kata Nanda.
Ia juga menegaskan, tema HUT tahun ini bukan sekadar slogan, melainkan arah pembangunan yang harus diwujudkan bersama melalui kerja nyata.
“Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Tidak ada keberhasilan yang dapat dicapai tanpa kebersamaan dan gotong royong,” kata dia.
Ia juga mengajak seluruh aparatur pemerintah untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat agar pembangunan dapat dirasakan secara merata hingga pelosok desa.
“Kabupaten Pesawaran memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, pariwisata, dan UMKM. Dengan semangat kolaborasi, kami yakin Pesawaran akan semakin maju dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkasnya. (R-1)
Kereta Api Hantam Toyota Agya di Perlintasan Desa Kejadian Pesawaran
Pesawaran (RN) – Satu unit mobil Toyota Agya berwarna putih dengan nomor polisi BE 1883 NJ tertabrak kereta api yang sedang melintas di perlintasan kereta api Desa Kejadian Kecamatan Tigeneneng Kabupaten Pesawaran sekitar pukul 14:18 WIB Jumat, (05/06/2026).
Peristiwa tragis tersebut sontak menggegerkan warga sekitar. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, mobil Toyota Agya diduga melintas di perlintasan kereta api saat kereta sedang melaju, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
Akibat benturan keras, kendaraan mengalami kerusakan parah. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Kasat Lantas Polres Pesawaran AKP Suarjo Suryaningrat, S.H., M.M. membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan Satlantas Polres Pesawaran telah melakukan pengecekan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Kami sudah turun langsung ke TKP, dua korban atas nama Hendra Winarko dan Hariawan keduanya warga Desa Batang Hari Lampung Timur. Sudah dievakuasi ke Rumah Sakiy Natar. Saat ini kami bersama Polsus Kereta Api masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kejadian,” kata AKP Suarjo di lokasi kejadian.
“Kami dari Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api dan memastikan kondisi aman sebelum menyeberang guna menghindari terjadinya kecelakaan serupa,” tambah dia. (Rizal)
Satlantas Polres Pesawaran Siap Gelar Operasi Patuh Krakatau, Tingkatkan Kesadaran Berlalu Lintas
Pesawaran (RN) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pesawaran akan menggelar Operasi Patuh Krakatau selama 14 hari sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Pesawaran.
Kasat Lantas Polres Pesawaran AKP Suarjono Suryaningrat, S.H., M.M menegaskan bahwa pelaksanaan operasi ini bukan semata-mata untuk melakukan penindakan atau memberikan tilang kepada pelanggar lalu lintas. Lebih dari itu, operasi tersebut bertujuan untuk menyelamatkan nyawa pengguna jalan.
“Operasi Patuh Krakatau bukan soal tilang, tetapi bagaimana kita mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dan tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama. Keselamatan di jalan harus menjadi kebutuhan, bukan karena takut ditilang,” kata Kasat Lantas, Kamis (04/06/2026).
Ia juga mengatakan, operasi yang berlangsung selama dua pekan tersebut, petugas akan mengedepankan pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis. Namun demikian, penindakan tetap akan dilakukan terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
“Beberapa pelanggaran yang menjadi perhatian antara lain pengendara yang tidak menggunakan helm standar SNI, tidak memakai sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara, melawan arus, berkendara di bawah umur, serta penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis,” kata dia.
Ia juga mengimbau seluruh masyarakat Pesawaran untuk melengkapi surat-surat kendaraan, memastikan kondisi kendaraan layak jalan, serta selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas.
Menurutnya, angka kecelakaan lalu lintas masih didominasi oleh faktor kelalaian pengendara. Oleh karena itu, melalui Operasi Patuh Krakatau diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga dapat menekan angka kecelakaan dan korban jiwa di jalan raya.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan budaya tertib berlalu lintas. Karena setiap orang yang berangkat dari rumah, tentu ingin kembali dengan selamat kepada keluarganya,” pungkasnya.
Operasi Patuh Krakatau menjadi salah satu langkah strategis kepolisian dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Pesawaran.
“Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, diharapkan pelaksanaan operasi ini dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi keselamatan pengguna jalan,” pungkasnya. (zal)
Polda Lampung Berhasil Ungkap 75 Kasus, 95 Tersangka Diamankan
Lampung (RN) – Polda Lampung berhasil mengungkap 75 kasus kejahatan jalanan yang terdiri dari pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dari 13 hingga 31 Mei 2026.
Dari hasil pengungkapan tersebut, sebanyak 95 tersangka berhasil diamankan beserta ratusan barang bukti hasil tindak pidana maupun sarana yang digunakan pelaku.
Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan wujud keseriusan dan komitmen Polda Lampung dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menekan angka kriminalitas di wilayah Provinsi Lampung.
Polda Lampung membentukan Patroli QR (Quick Response) janji jaga di tingkat Polda maupun Polres jajaran yang secara aktif melaksanakan patroli pada lokasi dan jam rawan kejahatan, merespons cepat laporan masyarakat, serta melakukan pengungkapan terhadap tindak pidana jalanan.
“Pada kasus Curat, pelaku umumnya merusak pintu atau jendela menggunakan alat bantu seperti linggis dan obeng, serta memanfaatkan kondisi rumah atau bangunan yang kosong,” kata Helfi Assegaf.
Ia juga menjelaskan, pada kasus Curas, pelaku melakukan intimidasi, penghadangan di jalan sepi, hingga perampasan secara paksa terhadap barang berharga milik korban.
Adapun pelaku Curanmor kerap menggunakan kunci letter T, modus peminjaman kendaraan, hingga berpura-pura menjadi pembeli dalam transaksi cash on delivery (COD) untuk membawa kabur kendaraan korban.
“Dalam pengungkapan tersebut, Polda Lampung dan jajaran berhasil menyita sebanyak 410 barang bukti serta uang tunai senilai Rp18.377.000,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan, barang bukti yang diamankan antara lain kendaraan roda dua dan roda empat, telepon genggam, dokumen kendaraan, senjata api rakitan, senjata tajam, amunisi, hingga berbagai barang hasil kejahatan lainnya.
Helfi menegaskan bahwa Polda Lampung akan terus mengedepankan langkah preemtif, preventif, dan represif dalam menekan aksi kejahatan jalanan. Patroli rutin akan terus ditingkatkan dengan menyasar titik-titik rawan kriminalitas berdasarkan hasil analisa dan evaluasi yang dilakukan secara berkala.
“Dalam pelaksanaan penegakan hukum, Polda Lampung memastikan seluruh tindakan kepolisian dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan prinsip hak asasi manusia,” ujarnya.
“Pelaku yang melakukan perlawanan, berupaya melarikan diri, atau melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan masyarakat maupun petugas, kepolisian akan mengambil tindakan tegas dan terukur,” tegas dia. (Rizal)
Dukung Penguatan Ketahanan Pangan, GNTI Gelar Panen Raya Jagung di Pesawaran
Pesawaran (RN) – Kabupaten Pesawaran menjadi tuan rumah pelaksanaan Panen Raya Jagung yang diselenggarakan oleh Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) di Desa Sinar Jati, Kecamatan Tegineneng, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui penguatan sektor pertanian berbasis teknologi dan inovasi.
Bupati Pesawaran Nanda menyampaikan, bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis sebagai penopang ketahanan pangan sekaligus fondasi perekonomian daerah.
“Pertanian adalah urusan perut rakyat sekaligus fondasi ekonomi daerah. Jika sektor pertanian kuat, maka daerah akan aman dan sejahtera,” kata Nanda.
Ia juga menjelaskan capaian sektor pertanian jagung di Kabupaten Pesawaran hingga Mei 2026, luas tanam jagung tercatat mencapai 14.478 hektare dengan luas panen sekitar 10.897 hektare dan total produksi mencapai 64.292,3 ton.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi dan pola budidaya yang lebih adaptif terhadap tantangan perubahan iklim.
“Tantangan ke depan adalah bagaimana kita dapat bertani dengan lebih cerdas. Pemanfaatan teknologi, efisiensi usaha tani, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan cuaca harus terus ditingkatkan agar hasil panen semakin optimal,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Pesawaran akan terus mendorong peningkatan infrastruktur pendukung, bantuan sarana produksi pertanian, serta pendampingan teknologi bagi para petani.
“Kami ingin memastikan setiap upaya dan kerja keras para petani dapat menghasilkan nilai ekonomi yang lebih baik dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga petani,” tambah Bupati.
Sementara itu, Ketua Umum GNTI Rokhmin Dahuri menuturkan bahwa modernisasi pertanian merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional sekaligus menarik minat generasi muda agar terlibat dalam pembangunan sektor pertanian.
“Pertanian tidak boleh dipandang semata sebagai sektor ekonomi, tetapi juga sebagai sektor kehidupan yang menopang keberlangsungan suatu bangsa. Karena itu, Indonesia harus mampu mewujudkan kedaulatan pangan sebagai modal dasar menuju negara yang maju dan sejahtera,” kata Rokhmin.
Sebagai bagian dari kegiatan, panen raya dilaksanakan di lahan jagung produktif dengan memanfaatkan Combine Harvester, alat panen modern yang mampu meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat proses panen, serta meminimalkan kehilangan hasil produksi di lapangan,” tambah dia. (zal)
Idul Adha 1447 H, Bupati Pesawaran Serukan Semangat Pengorbanan dan Kepedulian Sosial
Pesawaran (RN) – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi momentum untuk memperkuat nilai pengorbanan, keikhlasan, serta solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Melalui peringatan hari besar keagamaan ini, masyarakat diajak untuk meneladani keteguhan iman Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, sekaligus mempererat kepedulian terhadap sesama melalui semangat berbagi dan berkurban.
Hal itu disampaikan Bupati Pesawaran Nanda Indira B dalam rangkaian pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 H/2026 M bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pesawaran di Masjid Nurul Amal, Desa Kotaagung, Kecamatan Tegineneng pada Rabu, (27/5/2026).
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia berupa satu ekor sapi kurban jenis Limousin dengan bobot mencapai 1.023 kilogram yang diserahkan melalui Pemerintah Kabupaten Pesawaran untuk masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Nanda Indira menyampaikan bahwa Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sarana memperkuat nilai-nilai keimanan dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
“Keteguhan iman Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS harus menjadi teladan bagi kita semua dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, saya mengajak masyarakat yang memiliki kelapangan rezeki untuk turut berkurban sebagai bentuk peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujar Bupati Nanda.
Menurutnya, ibadah kurban juga menjadi wujud nyata solidaritas sosial melalui pembagian daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.
Bupati Nanda juga mengajak masyarakat menjadikan Hari Raya Idul Adha sebagai momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa persaudaraan di tengah kehidupan sosial.
“Melalui semangat berbagi, kita tunjukkan bahwa Islam adalah agama yang penuh kasih dan kepedulian. Momentum ini juga harus menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat toleransi antarumat beragama di Kabupaten Pesawaran,” ujarnya. (zal)
Pemkab Pesawaran Meraih Opini WTP ke 10 Berturut-turut
Pesawaran (RN) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Lampung atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.
Capaian tersebut menjadi opini WTP ke-10 secara berturut-turut yang berhasil diraih Kabupaten Pesawaran sejak tahun 2016.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung, Nugroho Heru Wibowo, kepada Bupati Pesawaran Nanda Indira B. Dalam acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang berlangsung di Aula Krakatau Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung, Jumat (29/5/2026).
Bupati Pesawaran Nanda Indira menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian yang kembali diraih Pemerintah Kabupaten Pesawaran.
Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP selama satu dekade berturut-turut merupakan hasil dari kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah dalam menjaga tata kelola keuangan yang akuntabel dan transparan.
“Opini WTP ini merupakan hasil kerja keras dan komitmen bersama seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang baik, transparan, dan sesuai dengan prinsip akuntansi pemerintahan,” kata Nanda.
Nanda menyampaikan, capaian tersebut tidak hanya menjadi bentuk pengakuan atas kualitas laporan keuangan daerah, tetapi juga mencerminkan sinergi yang baik antara Pemerintah Kabupaten Pesawaran bersama DPRD dalam menjaga pengelolaan keuangan daerah yang sehat dan bertanggung jawab.
“Opini WTP dari BPK sekaligus menunjukkan bahwa penyusunan maupun pelaksanaan anggaran daerah telah dilaksanakan sesuai standar akuntansi pemerintahan serta memenuhi prinsip akuntabilitas yang tinggi,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Pesawaran berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pengawasan internal, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, serta mendorong pengelolaan anggaran yang efektif, efisien, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
“Prestasi ini harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah ke depan. WTP bukan hanya sebuah prestasi, tetapi juga amanah yang harus dijaga dan dipertahankan,” kata dia. (zal)
