ARTIKUJT E FUNDIT

Kereta Api Hantam Toyota Agya di Perlintasan Desa Kejadian Pesawaran

Pesawaran (RN) – Satu unit mobil Toyota Agya berwarna putih dengan nomor polisi BE 1883 NJ tertabrak kereta api yang sedang melintas di perlintasan kereta api Desa Kejadian Kecamatan Tigeneneng Kabupaten Pesawaran sekitar pukul 14:18 WIB Jumat, (05/06/2026). Peristiwa tragis tersebut sontak menggegerkan warga sekitar. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, mobil Toyota Agya diduga melintas di perlintasan kereta api saat kereta sedang melaju, sehingga tabrakan tidak dapat dihindari. Akibat benturan keras, kendaraan mengalami kerusakan parah. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya memberikan pertolongan dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang. Kasat Lantas Polres Pesawaran AKP Suarjo Suryaningrat, S.H., M.M. membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan Satlantas Polres Pesawaran telah melakukan pengecekan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Kami sudah turun langsung ke TKP, dua korban atas nama Hendra Winarko dan Hariawan keduanya warga Desa Batang Hari Lampung Timur. Sudah dievakuasi ke Rumah Sakiy Natar. Saat ini kami bersama Polsus Kereta Api masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk mengetahui penyebab pasti kejadian,” kata AKP Suarjo di lokasi kejadian. “Kami dari Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api dan memastikan kondisi aman sebelum menyeberang guna menghindari terjadinya kecelakaan serupa,” tambah dia. (Rizal)

Satlantas Polres Pesawaran Siap Gelar Operasi Patuh Krakatau, Tingkatkan Kesadaran Berlalu Lintas

Pesawaran (RN) – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pesawaran akan menggelar Operasi Patuh Krakatau selama 14 hari sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan di wilayah Kabupaten Pesawaran. Kasat Lantas Polres Pesawaran AKP Suarjono Suryaningrat, S.H., M.M menegaskan bahwa pelaksanaan operasi ini bukan semata-mata untuk melakukan penindakan atau memberikan tilang kepada pelanggar lalu lintas. Lebih dari itu, operasi tersebut bertujuan untuk menyelamatkan nyawa pengguna jalan. “Operasi Patuh Krakatau bukan soal tilang, tetapi bagaimana kita mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dan tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama. Keselamatan di jalan harus menjadi kebutuhan, bukan karena takut ditilang,” kata Kasat Lantas, Kamis (04/06/2026). Ia juga mengatakan, operasi yang berlangsung selama dua pekan tersebut, petugas akan mengedepankan pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis. Namun demikian, penindakan tetap akan dilakukan terhadap pelanggaran yang berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. “Beberapa pelanggaran yang menjadi perhatian antara lain pengendara yang tidak menggunakan helm standar SNI, tidak memakai sabuk pengaman, menggunakan ponsel saat berkendara, melawan arus, berkendara di bawah umur, serta penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis,” kata dia. Ia juga mengimbau seluruh masyarakat Pesawaran untuk melengkapi surat-surat kendaraan, memastikan kondisi kendaraan layak jalan, serta selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Menurutnya, angka kecelakaan lalu lintas masih didominasi oleh faktor kelalaian pengendara. Oleh karena itu, melalui Operasi Patuh Krakatau diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga dapat menekan angka kecelakaan dan korban jiwa di jalan raya. “Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan budaya tertib berlalu lintas. Karena setiap orang yang berangkat dari rumah, tentu ingin kembali dengan selamat kepada keluarganya,” pungkasnya. Operasi Patuh Krakatau menjadi salah satu langkah strategis kepolisian dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Kabupaten Pesawaran. “Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, diharapkan pelaksanaan operasi ini dapat berjalan efektif dan memberikan dampak positif bagi keselamatan pengguna jalan,” pungkasnya. (zal)

Polda Lampung Berhasil Ungkap 75 Kasus, 95 Tersangka Diamankan

Lampung (RN) – Polda Lampung berhasil mengungkap 75 kasus kejahatan jalanan yang terdiri dari pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dari 13 hingga 31 Mei 2026.  Dari hasil pengungkapan tersebut, sebanyak 95 tersangka berhasil diamankan beserta ratusan barang bukti hasil tindak pidana maupun sarana yang digunakan pelaku. Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan wujud keseriusan dan komitmen Polda Lampung dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat serta menekan angka kriminalitas di wilayah Provinsi Lampung. Polda Lampung membentukan Patroli QR (Quick Response) janji jaga di tingkat Polda maupun Polres jajaran yang secara aktif melaksanakan patroli pada lokasi dan jam rawan kejahatan, merespons cepat laporan masyarakat, serta melakukan pengungkapan terhadap tindak pidana jalanan. “Pada kasus Curat, pelaku umumnya merusak pintu atau jendela menggunakan alat bantu seperti linggis dan obeng, serta memanfaatkan kondisi rumah atau bangunan yang kosong,” kata Helfi Assegaf. Ia juga menjelaskan, pada kasus Curas, pelaku melakukan intimidasi, penghadangan di jalan sepi, hingga perampasan secara paksa terhadap barang berharga milik korban. Adapun pelaku Curanmor kerap menggunakan kunci letter T, modus peminjaman kendaraan, hingga berpura-pura menjadi pembeli dalam transaksi cash on delivery (COD) untuk membawa kabur kendaraan korban. “Dalam pengungkapan tersebut, Polda Lampung dan jajaran berhasil menyita sebanyak 410 barang bukti serta uang tunai senilai Rp18.377.000,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan, barang bukti yang diamankan antara lain kendaraan roda dua dan roda empat, telepon genggam, dokumen kendaraan, senjata api rakitan, senjata tajam, amunisi, hingga berbagai barang hasil kejahatan lainnya. Helfi menegaskan bahwa Polda Lampung akan terus mengedepankan langkah preemtif, preventif, dan represif dalam menekan aksi kejahatan jalanan. Patroli rutin akan terus ditingkatkan dengan menyasar titik-titik rawan kriminalitas berdasarkan hasil analisa dan evaluasi yang dilakukan secara berkala. “Dalam pelaksanaan penegakan hukum, Polda Lampung memastikan seluruh tindakan kepolisian dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan prinsip hak asasi manusia,” ujarnya. “Pelaku yang melakukan perlawanan, berupaya melarikan diri, atau melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan masyarakat maupun petugas, kepolisian akan mengambil tindakan tegas dan terukur,” tegas dia. (Rizal)  

Dukung Penguatan Ketahanan Pangan, GNTI Gelar Panen Raya Jagung di Pesawaran 

Pesawaran (RN) – Kabupaten Pesawaran menjadi tuan rumah pelaksanaan Panen Raya Jagung yang diselenggarakan oleh Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) di Desa Sinar Jati, Kecamatan Tegineneng, Sabtu (30/5/2026).  Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui penguatan sektor pertanian berbasis teknologi dan inovasi. Bupati Pesawaran Nanda menyampaikan, bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis sebagai penopang ketahanan pangan sekaligus fondasi perekonomian daerah. “Pertanian adalah urusan perut rakyat sekaligus fondasi ekonomi daerah. Jika sektor pertanian kuat, maka daerah akan aman dan sejahtera,” kata Nanda. Ia juga menjelaskan capaian sektor pertanian jagung di Kabupaten Pesawaran hingga Mei 2026, luas tanam jagung tercatat mencapai 14.478 hektare dengan luas panen sekitar 10.897 hektare dan total produksi mencapai 64.292,3 ton. Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting untuk terus meningkatkan produktivitas pertanian melalui penerapan teknologi dan pola budidaya yang lebih adaptif terhadap tantangan perubahan iklim. “Tantangan ke depan adalah bagaimana kita dapat bertani dengan lebih cerdas. Pemanfaatan teknologi, efisiensi usaha tani, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan cuaca harus terus ditingkatkan agar hasil panen semakin optimal,” ujarnya. Sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Pesawaran akan terus mendorong peningkatan infrastruktur pendukung, bantuan sarana produksi pertanian, serta pendampingan teknologi bagi para petani. “Kami ingin memastikan setiap upaya dan kerja keras para petani dapat menghasilkan nilai ekonomi yang lebih baik dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga petani,” tambah Bupati. Sementara itu, Ketua Umum GNTI Rokhmin Dahuri menuturkan bahwa modernisasi pertanian merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian nasional sekaligus menarik minat generasi muda agar terlibat dalam pembangunan sektor pertanian. “Pertanian tidak boleh dipandang semata sebagai sektor ekonomi, tetapi juga sebagai sektor kehidupan yang menopang keberlangsungan suatu bangsa. Karena itu, Indonesia harus mampu mewujudkan kedaulatan pangan sebagai modal dasar menuju negara yang maju dan sejahtera,” kata Rokhmin. Sebagai bagian dari kegiatan, panen raya dilaksanakan di lahan jagung produktif dengan memanfaatkan Combine Harvester, alat panen modern yang mampu meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat proses panen, serta meminimalkan kehilangan hasil produksi di lapangan,” tambah dia. (zal)  

Idul Adha 1447 H, Bupati Pesawaran Serukan Semangat Pengorbanan dan Kepedulian Sosial

Pesawaran (RN) – Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi momentum untuk memperkuat nilai pengorbanan, keikhlasan, serta solidaritas sosial di tengah masyarakat. Melalui peringatan hari besar keagamaan ini, masyarakat diajak untuk meneladani keteguhan iman Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, sekaligus mempererat kepedulian terhadap sesama melalui semangat berbagi dan berkurban. Hal itu disampaikan Bupati Pesawaran Nanda Indira B dalam rangkaian pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 H/2026 M bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pesawaran di Masjid Nurul Amal, Desa Kotaagung, Kecamatan Tegineneng pada Rabu, (27/5/2026). Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia berupa satu ekor sapi kurban jenis Limousin dengan bobot mencapai 1.023 kilogram yang diserahkan melalui Pemerintah Kabupaten Pesawaran untuk masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati Nanda Indira menyampaikan bahwa Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sarana memperkuat nilai-nilai keimanan dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat. “Keteguhan iman Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS harus menjadi teladan bagi kita semua dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, saya mengajak masyarakat yang memiliki kelapangan rezeki untuk turut berkurban sebagai bentuk peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujar Bupati Nanda. Menurutnya, ibadah kurban juga menjadi wujud nyata solidaritas sosial melalui pembagian daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan. Bupati Nanda juga mengajak masyarakat menjadikan Hari Raya Idul Adha sebagai momentum mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa persaudaraan di tengah kehidupan sosial. “Melalui semangat berbagi, kita tunjukkan bahwa Islam adalah agama yang penuh kasih dan kepedulian. Momentum ini juga harus menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah serta memperkuat toleransi antarumat beragama di Kabupaten Pesawaran,” ujarnya. (zal)  

Pemkab Pesawaran Meraih Opini WTP ke 10 Berturut-turut

Pesawaran (RN) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Perwakilan Provinsi Lampung atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Capaian tersebut menjadi opini WTP ke-10 secara berturut-turut yang berhasil diraih Kabupaten Pesawaran sejak tahun 2016. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung, Nugroho Heru Wibowo, kepada Bupati Pesawaran Nanda Indira B. Dalam acara Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang berlangsung di Aula Krakatau Kantor BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung, Jumat (29/5/2026). Bupati Pesawaran Nanda Indira menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian yang kembali diraih Pemerintah Kabupaten Pesawaran. Menurutnya, keberhasilan mempertahankan opini WTP selama satu dekade berturut-turut merupakan hasil dari kerja bersama seluruh jajaran pemerintah daerah dalam menjaga tata kelola keuangan yang akuntabel dan transparan. “Opini WTP ini merupakan hasil kerja keras dan komitmen bersama seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang baik, transparan, dan sesuai dengan prinsip akuntansi pemerintahan,” kata Nanda. Nanda menyampaikan, capaian tersebut tidak hanya menjadi bentuk pengakuan atas kualitas laporan keuangan daerah, tetapi juga mencerminkan sinergi yang baik antara Pemerintah Kabupaten Pesawaran bersama DPRD dalam menjaga pengelolaan keuangan daerah yang sehat dan bertanggung jawab. “Opini WTP dari BPK sekaligus menunjukkan bahwa penyusunan maupun pelaksanaan anggaran daerah telah dilaksanakan sesuai standar akuntansi pemerintahan serta memenuhi prinsip akuntabilitas yang tinggi,” ujarnya. Pemerintah Kabupaten Pesawaran berkomitmen untuk terus memperkuat sistem pengawasan internal, meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, serta mendorong pengelolaan anggaran yang efektif, efisien, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. “Prestasi ini harus menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah ke depan. WTP bukan hanya sebuah prestasi, tetapi juga amanah yang harus dijaga dan dipertahankan,” kata dia. (zal)

Imunisasi di Pesawaran Hadirkan Edukasi Bersama Kemenkes RI

Pesawaran (RN) – Bupati Pesawaran Nanda Indira, menghadiri kegiatan sekaligus menjadi Narasumber dalam acara Talkshow dengan tema “Sinergi dan Edukasi, Kejar Imunisasi Lengkap Anak Sehat (SEKILAS) bersama Kementerian Kesehatan R.I yang berlangsung di GSG Pemkab Pesawaran Selasa (19/5/2026). Bupati Pesawaran menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan RI serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut di Kabupaten Pesawaran. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui program imunisasi. Bupati juga menegaskan bahwa imunisasi merupakan investasi kesehatan jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas. “Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus berupaya mendukung pelaksanaan program imunisasi melalui peningkatan pelayanan kesehatan, edukasi kepada masyarakat, serta penguatan sinergi lintas sektor,” kata dia. Melalui kegiatan ini, Bupati berharap masyarakat semakin memahami pentingnya imunisasi sebagai langkah pencegahan penyakit yang efektif dan aman, sehingga cakupan imunisasi di Kabupaten Pesawaran dapat terus meningkat. Sementara itu, dr. Endang dari kementerian RI mengatakan, bahwa imunisasi adalah hak anak dan menjadi kewajiban orang tua, tenaga kesehatan, serta pemerintah untuk memenuhi hak anak-anak tersebut. “Tidak ada kata terlambat untuk imunisasi, segerakan imunisasi anak-anak ke puskesmas ataupun posyandu,” tutupnya. Selanjutnya, dr. Ikhsan menyampaikan bahwa ada tiga hal yang harus dipenuhi dalam tumbuh kembang anak, yaitu nutrisi, stimulasi, dan imunisasi. “Kalau anak kita tidak diberikan nutrisi yang optimal, tumbuh kembangnya juga akan terpengaruh. Jika gizi sudah baik dan tercukupi, perlu distimulasi karena anak tanpa diajari juga tidak bisa tumbuh dengan baik,” katanya. Ia juga menambahkan bahwa setelah kebutuhan nutrisi dan stimulasi terpenuhi, anak harus diproteksi dengan imunisasi karena imunisasi merupakan hak anak yang wajib dipenuhi oleh orang tua. “Karena imunisasi itu sebenarnya bukan cuma melindungi anak kita saat ini, tapi juga untuk 20 hingga 30 tahun yang akan datang,” tutup dr. Ikhsan. (zal)

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Fondasi Kebijakan Pembangunan di Pesawaran 

Pesawaran (RN) — Pemerintah Kabupaten Pesawaran bersama Badan Pusat Statistik (BPS) menggelar kegiatan Pencanangan dan Sosialisasi Sensus Ekonomi (SE) 2026 sebagai langkah strategis dalam memetakan potensi dan arah pembangunan ekonomi daerah ke depan. Kegiatan tersebut digelar di Aula Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran, Selasa (19/5/2026). Kegiatan dibuka secara simbolis dengan pemukulan gong oleh Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali, sebagai tanda dimulainya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Pesawaran. Sensus Ekonomi dinilai menjadi instrumen penting dalam menghasilkan data akurat mengenai kondisi riil perekonomian daerah, mulai dari sektor pertanian, perdagangan, industri, hingga perkembangan ekonomi digital. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi bukan sekadar pendataan, melainkan upaya bersama dalam menentukan arah pembangunan ekonomi daerah di masa mendatang. “Sensus Ekonomi adalah potret menyeluruh tentang struktur ekonomi suatu daerah. Data yang dihasilkan akan sangat menentukan ketepatan program-program pemerintah dalam pembangunan dan pengembangan ekonomi ke depan,” ujar Antonius. Selain itu, sektor perdagangan besar dan eceran serta industri pengolahan juga terus berkembang dan mulai memperkuat transformasi struktur ekonomi daerah menuju sektor sekunder dan tersier. Menurut Wabup, keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kualitas data yang dimiliki pemerintah. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. “Saya mengimbau seluruh pelaku usaha di Bumi Andan Jejama untuk memberikan data yang jujur dan akurat kepada petugas sensus. Pastikan setiap potensi ekonomi di pelosok Pesawaran dapat terdata dengan baik, karena data berkualitas akan menjadi modal penting dalam menyusun roadmap pembangunan daerah yang lebih kuat dan terukur,” katanya. Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh.) Kepala BPS Kabupaten Pesawaran Rosadi Zein menjelaskan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Pesawaran akan melibatkan sebanyak 486 petugas pendata yang akan melakukan pendataan secara door to door. “Pendataan akan berlangsung selama empat bulan, mulai Mei hingga Agustus 2026, dengan sasaran seluruh pelaku usaha dari berbagai sektor ekonomi,” kata dia. Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution menambahkan, hasil Sensus Ekonomi nantinya akan memberikan gambaran menyeluruh mengenai struktur ekonomi daerah, termasuk kontribusi sektor usaha, potensi hilirisasi industri, hingga tingkat penyerapan tenaga kerja. “Hasil sensus ini akan menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan dan mengevaluasi pembangunan ekonomi. Selain itu, pelaku usaha juga dapat melihat peluang dan potensi pasar dari data yang dihasilkan,” jelasnya. (zal)

Sebanyak 127 Jamaah Calon Haji Asal Pesawaran di Berangkatkan 

Pesawaran (RN) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran secara resmi melepas keberangkatan Jama’ah Calon Haji Kabupaten Pesawaran Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Islamic Center Kabupaten Pesawaran, Kamis (7/5/2026). Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Pesawaran Nanda Indira. “Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT karena atas izin dan rahmat-Nya kita dapat berkumpul dalam rangka pelepasan Jama’ah Calon Haji Kabupaten Pesawaran Tahun 2026,” kata Nanda. Dirinya juga berpesan kepada seluruh jamaah agar selalu menjaga kesehatan, menjaga kesabaran, serta mengikuti arahan petugas pembimbing haji selama menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci. Ia berharap seluruh jamaah dapat kembali ke tanah air sehingga menjadi Haji Mabrur dan Hajjah Mabrurah. “Saya menitipkan doa kepada para jamaah agar Kabupaten Pesawaran senantiasa diberikan perlindungan, keberkahan, dan kemajuan bagi seluruh masyarakatnya,” ujarnya. Sementara itu, Ketua panitia Pelaksanaan Haji Kamarudin, menjelaskan bahwa jumlah Jama’ah Calon Haji Kabupaten Pesawaran tahun 2026 sebanyak 127 jamaah yang terbagi ke dalam dua kelompok terbang (Kloter). “Kloter 19 berjumlah 118 jamaah yang diberangkatkan pada hari ini, Kamis 7 Mei 2026, dan bergabung bersama jamaah dari Kabupaten Tanggamus. Sementara yang lainnya berada di kloter 31 dengan jumlah 9 jamaah yang dijadwalkan berangkat pada 17 Mei 2026 mendatang dan bergabung bersama jamaah dari Kabupaten Tanggamus, Pringsewu, Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Timur, dan Tulang Bawang,” kata dia. Ia juga menjelaskan, dari total jamaah tersebut, terdiri dari 58 jamaah laki-laki dan 69 jamaah perempuan yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pesawaran. Adapun rinciannya yaitu, Kecamatan Gedong Tataan sebanyak 30 jamaah, Negeri Katon 16 jamaah, Tegineneng 11 jamaah, Way Lima 16 jamaah, Padang Cermin 4 jamaah, Punduh Pedada 3 jamaah, Kedondong 10 jamaah, Marga Punduh 4 jamaah, Way Khilau 14 jamaah, Teluk Pandan 5 jamaah, serta Way Ratai 14 jamaah. “Jadwal keberangkatan Calon Jamaah Haji dari Bandara Soekarno Hatta menuju Jedah tanggal 8 Mei 2026, mari kita doakan para calon jemaah haji lancar dalam perjalanan dan kembali ke tanah air sehat wal’afiat serta menjadi Haji yang mabrur,” jelasnya. Meski jumlah jamaah tahun ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, Bupati menegaskan hal tersebut tidak mengurangi rasa syukur dan kekhidmatan seluruh pihak dalam mengantarkan para tamu Allah menuju Tanah Suci. “Saya percaya Bapak dan Ibu yang hadir di sini adalah orang-orang pilihan yang telah dipanggil Allah SWT untuk menyempurnakan rukun Islam yang kelima,” katanya. (zal)  

Lantik Kejari Lampung Timur, Kajati Lampung Minta: Tegakan Hukum Secara Tegas

Lampung (RN) – Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Danang Suryo Wibowo melantik dan serah terima jabatan dari pejabat lama ke pejabat yang baru Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung dan Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Timur, di Aula Kejaksaan Tinggi setempat Selasa (05/5/2026). Pelantikan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung yang baru ini sesuai Surat Keputusan Jaksa Agung R.I. Nomor 488 Tahun 2026 tanggal 13 April 2026 dan Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Timur yang baru berdasarkan Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor : KEP-IV-347/C/04/2026 tanggal 13 April 2026. Tenku Rahmatsyah sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung dan Saptono sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Timur “Kajati Lampung menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada pimpinan dan institusi, tetapi juga kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Kepala Kejati Lampung Danang Suryo Wibowo. Ia juga mengatakan, pentingnya optimalisasi peran Kejaksaan dalam mendukung penegakan hukum yang berkeadilan, humanis, dan berorientasi pada kepentingan publik. “Kepada pejabat yang baru dilantik diminta untuk segera menyesuaikan diri, memperkuat koordinasi internal, serta meningkatkan sinergi dengan aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan lainnya, khususnya dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi, tindak pidana umum, dan pengamanan pembangunan strategis di daerah,” ujarnya. Ia juga menjelaskan, Sejalan dengan kebijakan Jaksa Agung Republik Indonesia, Kajati mengingatkan agar seluruh jajaran senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Tri Krama Adhyaksa, menjaga independensi dan marwah institusi, serta menghindari segala bentuk penyalahgunaan kewenangan. “Penegakan hukum harus dilaksanakan secara tegas namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, dan kepastian hukum,” tegasnya. Dirinya berharap, pelantikan dan serah terima jabatan ini dapat memberikan energi baru dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Kejaksaan Tinggi Lampung. “Sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum yang profesional, modern, dan terpercaya,” pungkasnya. (Red)