Pesawaran (HO) – Kelompok Gojeg Lesung KRB Dusun Bangun Sari Desa Bagelen meraih juara Harapan I dalam Festival Lomba kesenian tradisional warga Transmigrasi yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung di Museum Transmigrasi pada Kamis (21/12/2023).
Ketua Kelompok Gojeg Lesung Dusun Bangun Sari, Panji Wahyudi mengatakan, KRB Bangun Sari untuk pertama kalinya mengikuti Lomba Kesenian Gojeg Lesung pada Festival tersebut.
“Alhamdulillah, meski penampilan kami baru pertama kalinya, tapi Gojeg Lesung Karya Remaja Bangun Sari (KRB) meraih juara harapan I, Mudah-mudahan tahun depan kita dapat meraih juara pertama,” kata Panji.
Tampil Perdana, KRB Raih Juara Harapan I Lomba Gojeg Lesung
Ditambahkan Panji, sejarah permainan Gojeg Lesung merupakan ekspresi kegembiraan para petani atas melimpah panen atau sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT.
“Dan, disela Kesibukan menumbuk padi tersebut, para petani memainkan Lesung sambil menyanyikan tembang untuk menghibur, tapi sangat disayangkan seiring berkembangnya zaman, Lesung yang dulu sebagai sarana utama menumbuk padi bagi para petani transmigran kini sudah tergantikan dengan alat yang lebih modern, dan ironisnya kesenian Gojeg atau Lesung kini telah tertinggal,” jelas Panji.
Untuk itu dia mengajak seluruh remaja Dusun Bangun Sari, untuk menjaga dan melestarikan kesenian tradisional yang telah diwariskan para leluhur agar tidak tergerus jaman.
Sementara, Kepala Desa Bagelen Merdi Parmanto sangat mengapresiasi para peserta Gojeg lesung yang penuh antusias.
“Saya ucapkan terimakasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung atas digelarnya Lomba kesenian tradisional masyarakat transmigrasi, dan selamat untuk para pemenang lomba Gejog/Lesung, bagi yang belum menjadi juara jangan kecil hati dan tetap semangat dalam menjaga, dan melestarikan kesenian, adat dan budaya yang telah diwariskan leluhur kita,” pungkasnya. (Red)
Pesawaran (HO) – Bupati Pesawaran merasa bersyukur dengan berdirinya Kampung Quran Al-Fushha ini di Bumi Andan Jejama yang bertujuan menjaga generasi muda yang berilmu, bermartabat dan berakhlak baik.
Demikian dikatakan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona saat menghadiri acara Pengajian Akbar dan Istighosah dalam rangka memperingati Milad ke-4 Kampung Quran Al-Fushha Desa Bogorejo Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, Kamis (21/12/2023).
Bupati Dendi mengatakan Pengajian Akbar dan Istighosah dalam rangka memperingati Milad ke-4 Kampung Quran Al-Fushha ini dapat menjadi forum peningkatan pengetahuan keislaman dan keihsanan sekaligus sebagai sarana untuk merefleksi dan mengevaluasi.
Milad ke-4 Kampung Quran Al-Fushha, Bupati Pesawaran : Momentum Peningkatan Keimanan
Harapannya di penghujung tahun 2023 ini menjadi bahan renungan dan introspeksi atas berbagai program pembangunan dan lainnya yang telah dilaksanakan oleh Kampung Quran Al-Fushha Kabupaten Pesawaran.
“Momentum peringatan Milad ke-4 Kampung Quran Al-Fushha Kabupaten Pesawaran merupakan wahana yang tepat untuk kita merenungkan kilas balik perjalanan Kampung Quran serta mengevaluasi atas apa yang telah kita perbuat di tahun sebelumnya,” kata Bupati Dendi.
Hal itu sambungnya, sebagai refleksi untuk melakukan pembenahan-pembenahan mendasar, sehingga kedepan, proses penyelenggaraan pemerintahan dan program-program Kampung Quran Al-Fushha Kabupaten Pesawaran akan lebih kuat, terarah, optimal, efektif dan efisien.
“Insyaallah kedepannya Kampung Quran Al-Fushha ini bisa lebih cepat progres penyelesaian program-program serta pembangunan yang ada,” ujarnya.
Dirinya berharap kedepannya lebih banyak lagi para dermawan yang bersedia mewakafkan sedikit rejekinya, serta para donatur untuk membantu jalannya pembangunan yang ada di Kampung Quran Al-Fushha Kabupaten Pesawaran.
Sementara, Ketua Panitia Pelaksana kegiatan sekaligus Ketua Yayasan Kampung Quran Al-Fushha Ustadz Iqbal berharap, momentum Milad ke-4 Kampung Quran Al-Fushha ini kedepan pihaknya berusaha untuk lebih baik lagi dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Selain itu mencerdaskan masyarakat dan bisa berbagi sebanyak-banyaknya kepada masyarakat, karena program Al Quran kita cukup di gemari oleh masyarakat,” pungkasnya.
Diketahui hadir dalam kegiatan tersebut, Syekh Muhammad Jaber, Forkopimda Kabupaten Pesawaran, dan jamaah Kampung Quran Al-Fushha Kabupaten Pesawaran. (Red)
Pesawaran (HO) – Polres Pesawaran Polda Lampung menggelar acara Gelar Pasukan Operasi Lilin Krakatau 2023 di Lapangan Apel Mapolres Pesawaran. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kapolres Pesawaran, Bupati Pesawaran, perwakilan instansi terkait, serta unsur TNI-Polri dan para tamu undangan, Kamis, (21/12/2023).
Peserta gelar pasukan terdiri dari berbagai elemen, termasuk Babinsa, Batalyon TWEJ Kompi Senapan A, Lanal Lampung, Pomal Lampung, Brigif 4 Marinir Piabung/BS, serta gabungan Res/Intel, Staf, dan Polsek Polres Pesawaran. Juga turut serta unsur Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Sat Pol PP, Dinas BPBD, serta Pramuka Saka Bhayangkara Kabupaten Pesawaran.
Acara dimulai dengan kehadiran pimpinan apel di lapangan apel, menyanyikan lagu Mars Polri, penghormatan pasukan kepada pimpinan apel, dan laporan serta pemeriksaan pasukan. Selanjutnya dilakukan penyematan pita Tanda Operasi Lilin Krakatau 2023, amanat dari pimpinan apel, pembacaan doa, dan penutupan acara dengan penghormatan kepada pimpinan apel serta menyanyikan lagu hymne Polri.
Gelar Pasukan Operasi Lilin Krakatau 2023: Polres Pesawaran Siap Amankan Perayaan Nataru
Dalam amanatnya, Kapolres Pesawaran, AKBP Maya Henny Hitijahubessy, S.H., S.IK., M.M., menggarisbawahi pentingnya Gelar Pasukan Operasi Lilin 2023 sebagai persiapan akhir untuk memastikan kelancaran pengamanan perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) di seluruh Indonesia.
Dalam upaya menjaga keamanan dan kelancaran perayaan Nataru, Kapolres menyoroti peningkatan mobilitas masyarakat yang diprediksi meningkat 143.65% dari tahun sebelumnya, serta adanya masa kampanye Pemilu 2024 yang dapat meningkatkan potensi kerawanan.
Operasi Lilin 2023 akan melibatkan 129.923 personel TNI-Polri serta stakeholder lainnya, dengan penempatan di 1.668 pos pengamanan dan 670 pos pelayanan. Kapolres juga menekankan pada pengamanan lalu lintas, pengamanan lokasi ibadah, antisipasi terorisme, pengamanan malam tahun baru, pengaturan distribusi petasan, patroli rutin, serta kesiapan tanggap bencana.
Selain itu, dalam pengamanan Nataru, disosialisasikan tentang pembatasan operasional angkutan, pengaturan arus lalu lintas, pengawasan distribusi pangan dan BBM, hingga penggunaan command center yang terintegrasi untuk pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.
Kapolres juga menekankan pentingnya sinergi dan solidaritas antara seluruh elemen yang terlibat dalam operasi ini. Ia mengakhiri amanatnya dengan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat serta mengajak seluruh personel untuk menjaga kesehatan dan menjadikan tugas pengamanan Nataru sebagai ladang ibadah.
Acara Gelar Pasukan Operasi Lilin Krakatau 2023 berlangsung dengan khidmat dan semangat untuk memastikan perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar. (Red)
Jakarta (HO) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran melengkapi koleksi penghargaannya di penghujung tahun 2023.
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran Wildan menerima penghargaan Anugerah Revolusi Mental 2023 (ARM 2023) kategori Gerakan Indonesia Tertib.
Penghargaan itu diserahkan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Abdullah Azwar Anas di Istana Wakil Presiden RI, Rabu (20/12/23).
Wildan mengatakan penghargaan tersebut diberikan kepada Pemkab Pesawaran atas bentuk nyata berbagai gerakan atau aksi inisiatif agen perubahan yang mencerminkan Gerakan Nasional Revolusi Mental.
Penghargaan ini sambungnya, merupakan wujud nyata atas tindakan yang dilakukan Pemkab Pesawaran dalam mengangkat kembali nilai-nilai strategis yang diperlukan oleh Indonesia.
“Mulai dari integritas, etos kerja, hingga gotong royong agar mampu menciptakan ketertiban dan kesejahteraan rakyat dalam upaya memenangkan persaingan pada era global di tengah-tengah pergaulan dunia,” ujarnya.
Wildan menyampaikan ARM 2023 sudah melalui mekanisme dan tahapan penilaian dari awal sampai akhir.
“Penilaian tak hanya dari dokumen portofolio juga penilaian kuantitatif seperti Indeks Pembangunan Manusia dan sebagainya untuk nominator tingkat provinsi dan kabupaten / kota. Selain itu penilaian kualitatif seperti inovasi pelayanan, jejak digital dan sebagainya,” pungkasnya. (Red)
Pesawaran (RN) – Amankan perayaan Natal dan Tahun Baru 2024, Polres Pesawaran Polda Lampung turunkan 129.923 personel gabungan yang terdiri dari TNI-Polri serta stakeholder lainnya, dengan penempatan di 1.668 pos pengamanan dan 670 pos pelayanan.Kapolres Pesawaran, AKBP Maya Henny Hitijahubessy, S.H., S.IK., M.M., mengatakan, pentingnya Gelar Pasukan Operasi Lilin 2023, sebagai persiapan akhir untuk memastikan kelancaran pengamanan perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) khususnya Kabupaten Pesawaran.“Pengamanan lalu lintas, pengamanan lokasi ibadah, antisipasi terorisme, pengamanan malam tahun baru, pengaturan distribusi petasan, patroli rutin, serta kesiapan tanggap bencana,”kata Kapolres Maya saat mengelar Apel dan penyematan pita Tanda Operasi Lilin Krakatau 2023 di halaman Mapolres setempat, Kamis (21/12/2023).Ia juga menjelaskan, upaya ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan kelancaran perayaan Nataru, kerena peningkatan mobilitas masyarakat yang diprediksi meningkat 143.65% dari tahun sebelumnya, serta adanya masa kampanye Pemilu 2024 yang dapat meningkatkan potensi kerawanan.“Disaat ini lah, pentingnya sinergi dan solidaritas antara seluruh elemen yang terlibat dalam operasi ini. Dalam pengamanan Nataru, disosialisasikan tentang pembatasan operasional angkutan, pengaturan arus lalu lintas, pengawasan distribusi pangan dan BBM, hingga penggunaan command center yang terintegrasi untuk pengambilan keputusan yang cepat dan tepat,”pungkasnya. (Rizal)
Pesawaran (RN) – Kelompok Gojeg Lesung KRB Dusun Bangun Sari Desa Bagelen Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran meraih juara Harapan I dalam Festival Lomba kesenian tradisional warga Transmigrasi, yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung di Museum Transmigrasi, Kamis (21/12/2023).
Ketua Kelompok Gojeg Lesung Dusun Bangun Sari, Panji Wahyudi mengatakan, KRB Bangun Sari untuk pertama kalinya mengikuti Lomba Kesenian Gojeg Lesung pada Festival tersebut. “Alhamdulillah, meski penampilan kami baru pertama kalinya, tapi Gojeg Lesung Karya Remaja Bangun Sari (KRB) meraih juara harapan I, Mudah-mudahan tahun depan kita dapat meraih juara pertama,” kata Panji. Ditambahkan Panji, sejarah permainan Gojeg Lesung merupakan ekspresi kegembiraan para petani atas melimpah panen atau sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. “Disela Kesibukan menumbuk padi tersebut, para petani memainkan Lesung sambil menyanyikan tembang untuk menghibur, tapi sangat disayangkan seiring berkembangnya zaman, Lesung yang dulu sebagai sarana utama menumbuk padi bagi para petani transmigran kini sudah tergantikan dengan alat yang lebih modern, dan ironisnya kesenian Gojeg atau Lesung kini telah tertinggal,”jelas Panji. Untuk itu, dia mengajak seluruh remaja Dusun Bangun Sari, untuk menjaga dan melestarikan kesenian tradisional yang telah diwariskan para leluhur agar tidak tergerus jaman. Sementara, Kepala Desa Bagelen Merdi Parmanto sangat mengapresiasi para peserta Gojeg lesung yang penuh antusias. Ini suatu kebanggan bagi Desa Bagelen khususnya Dusun Bangun Sari.“Saya ucapkan terimakasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung atas digelarnya Lomba kesenian tradisional masyarakat transmigrasi, dan selamat untuk para pemenang lomba Gejog/Lesung, bagi yang belum menjadi juara jangan kecil hati dan tetap semangat dalam menjaga, dan melestarikan kesenian, adat dan budaya yang telah diwariskan leluhur kita, “tandasnya. (Indra).
Lembaga Pers Sepakat, PWI Pengelola dan Penanggung Jawab Balai WartawanPesawaran (HO) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran bersama 10 organisasi dan lembaga pers serta pemerintah daerah menggelar dialog dan silaturahmi di Gedung Balai Wartawan PWI Kabupaten Pesawaran di Komplek Perkantoran Pemda setempat, Selasa (19/12/2023).
Untuk 11 lembaga dan organisasi yang dimaksud adalah IWO-I (Okvia Niza), SPI (Herman), KWP (Fauzi), Ko-WAPPI (Dahron), FPII (Sufyawan), FKW-KP (Feri D), AWPI (Syahrul), IJKP (Fauzi), PWRI (Razak), IWAPes (Sayuti) dan PWI (M.Ismail) sebagai penyelenggara kegiatan.
Ketua PWI Pesawaran, M. Ismail mengatakan bahwa keberadaan Gedung Balai Wartawan PWI Kabupaten Pesawaran tersebut melalui proses yang cukup lama. Yakni, pengajuan atau usulan yang disampaikan berulangkali kepada pemerintah daerah dari beberapa tahun sebelumnya.
Pembangunan Balai Wartawan, Ini Penjelasan Ketua PWI Pesawaran
“Untuk diketahui, pengajuan Gedung Balai Wartawan itu sudah berlangsung dari 2009 pada masa kepemimpinan Ketua PWI Pesawaran, Erland Syoffandi. Lalu, diusulkan lagi pada tahun 2015 saat dipimpin Erda Nizar dan terakhir pada 2021 di kepemimpinan kami,” kata dia.
Diterangkan, keberadaan Gedung Balai Wartawan tidak serta merta tanpa usulan dan pengajuan. Nah, usulan tersebut kemudian dibahas di DPRD Kabupaten Pesawaran untuk penganggarannya.
“Setelah dibahas di dewan, tahun 2022 kemudian mulai dibangun tahap pertama. Dilanjutkan tahun 2023 tahap kedua hingga dapat ditempati sekarang ini,” terang dia.
Setelah selesai dibangun, pada tanggal 12 Oktober 2023 kemudian gedung diresmikan oleh Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona dengan dihadiri semua Forkompinda Bumi Andan Jejama.
“Sesuai apa yang disampaikan Pak Bupati, Balai Wartawan ini untuk semua wartawan di Kabupaten Pesawaran untuk meningkatkan SDM para jurnalis dan diskusi atau aktifitas pers lainnya,” kata Ismail.
Dalam pengelolaannya, Gedung Balai Wartawan tersebut dikelola oleh PWI Kabupaten Pesawaran. PWI Pesawaran juga memantau serta mengawal proses pembangunan yang berlangsung selama kurang lebih 12 bulan ini.
Pembangunan Balai Wartawan, Ini Penjelasan Ketua PWI Pesawaran
Dikesempatan tersebut, Ketua FKW-KP, Feri Darmawan mengatakan bahwa kegaduhan yang timbul selama ini disebabkan oleh kesalahpahaman belaka. Dengan adanya kesalahpahaman itu, menurutnya, pernyataan dari Ketua PWI Pesawaran sudah sangat jelas.
“Yang disampaikan Ketua PWI tadi sudah sangat jelas, artinya kami sepakat Balai Wartawan di kelola PWI dan selaku penanggung jawab, kemarin hanya ada kesalahpahaman saja dari informasi yang kami dapat. Dan, kami tidak akan mempersoalkan ini. Kita semua saudara dan sahabat yang sama sama di bidang pers,” kata dia.
Apa yang dikemukakan Ketua FWK-KP tersebut juga sama disampaikan oleh ketua ketua lembaga dan organisasi pers yang hadir pada kegiatan.
Begitu juga dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pesawaran melalui Kepala Diskominfotik Jayadi Yasa mengatakan bahwa adanya dialog ini dikarenakan adanya miss komunikasi yang terjadi antara 13 organisasi wartawan dengan Pemda Pesawaran terkait penggunaan balai wartawan.
“Terimakasih untuk kehadiran seluruh pimpinan organisasi wartawan yang ada di Pesawaran, yang bersedia hadir untuk membangun dialog. Kalau begini sudah jelas, tinggal kedepan kita semua lebih harmonis dan kita adakan kegiatan bersama sama,” kata dia.
Untuk diketahui, pada temu silaturahim tersebut para ketua lembaga dan organisasi pers awalnya menyampaikan terkait gedung yang dimaksud. Namun, setelah diterangkan oleh Ketua PWI Kabupaten Pesawaran M.Ismail semuanya mengerti dan memahami. Hampir seluruhnya mengakui adanya salah informasi dan hanya miskomunikasi. Kegiatan berlangsung dengan sejuk dan damai yang kemudian dilanjutkan makan siang bersama. (Red)
Pesawaran (RN) – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kecamatan Marga Punduh Ke 11 Kabupaten Pesawaran mengelar Festival budaya dan doa bersama yang di gelar di halaman kantor camat Marga Punduh, Selasa (19/12/2023).
Bupati Pesawaran H. Dendi Ramadhona mengatakan, Festival Budaya dan Doa Bersama dalam rangka Memperingati Hari Lahir Kecamatan Marga Punduh ke -11 Tahun,dan ini salah satu sarana instropeksi berasam antara pemerintah dan masyarakat.“Dihari yang istimewa ini sekaligus menetapkan resolusi dan kebulatan tekad untuk mengambil sikap, guna meningkatkan kesejahteraan, kemajuan dan kemakmuran wilayah di Bumi Andan Jejama,”kata Dendi.Dirinya juga menyampaikan bahwa Festival Budaya Marga Punduh ini tidak saja meriah, namun juga khas dan menarik, yang menampilkan kreativitas masyarakat serta inovasi para pencinta seni dan budaya.“Seperti halnya Karnaval Budaya yang menampilkan banyak peserta ini tentunya akan menjadi salah satu magnet bagi masyarakat dan wisatawan untuk berkunjung ke sini,”ujarnya.Orang nomor satu di Bumi Andan Jejama ini juga mengatakan Festival ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pelestarian budaya daerah yang mempunyai peran penting. Berperan penting dalam memperkokoh jati diri bangsa, khususnya jati diri masyarakat Pesawaran agar tidak tergerus oleh derasnya arus globalisasi dan modernisasi.“Mari kita jadikan budaya sebagai marwah dari setiap perilaku kehidupan, khususnya bagi diri masyarakat Kecamatan Marga Punduh, kapan dan dimanapun berada. Semoga Kecamatan Marga Punduh semakin berkembang kearah yang lebih maju, produktif dan mandiri serta menjadi teladan,”ujarnya. Dirinya juga berharap, budaya Marga Punduh ini benar -benar menjadi milik masyarakat dan berdampak positif bagi memajuan daerah dalam wujud peningkatan kunjungan wisatawan dan peningkatan investasi pariwisata di Kabupaten Pesawaran. (Rizal)
Pesawaran (RN) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran bersama 11 organisasi dan lembaga pers serta pemerintah daerah menggelar dialog dan silaturahmi di Gedung Balai Wartawan PWI Kabupaten Pesawaran di Komplek Perkantoran Pemda setempat, Selasa (19/12/2023).11 lembaga dan organisasi yang dimaksud adalah IWO-I (Okvia Niza), SPI (Herman), KWP (Fauzi), Ko-WAPPI (Dahron), FPII (Sufyawan), FKW-KP (Feri D), AWPI (Syahrul), IJKP (Fauzi), PWRI (Razak), IWAPes (Sayuti) dan PWI (M.Ismail) sebagai penyelenggara kegiatan.Ketua PWI Pesawaran, M. Ismail mengatakan bahwa keberadaan Gedung Balai Wartawan PWI Kabupaten Pesawaran tersebut melalui proses yang cukup lama. Yakni, pengajuan atau usulan yang disampaikan berulangkali kepada pemerintah daerah dari beberapa tahun sebelumnya.“Untuk diketahui, pengajuan Gedung Balai Wartawan itu sudah berlangsung dari 2009 pada masa kepemimpinan Ketua PWI Pesawaran, Erland Syoffandi. Lalu, diusulkan lagi pada tahun 2015 saat dipimpin Erda Nizar dan terakhir pada 2021 dikepemimpinan kami,” kata dia.Diterangkan, keberadaan Gedung Balai Wartawan tidak serta merta tanpa usulan dan pengajuan. Nah, usulan tersebut kemudian dibahas di DPRD Kabupaten Pesawaran untuk penganggarannya.“Setelah dibahas di dewan, tahun 2022 kemudian mulai dibangun tahap pertama. Dilanjutkan tahun 2023 tahap kedua hingga dapat ditempati sekarang ini,” terang dia.Setelah selesai dibangun, pada tanggal 12 Oktober 2023 kemudian gedung diresmikan oleh Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona dengan dihadiri semua Forkompinda Bumi Andan Jejama.“Sesuai apa yang disampaikan Pak Bupati, Balai Wartawan ini untuk semua wartawan di Kabupaten Pesawaran untuk meningkatkan SDM para jurnalis dan diskusi atau aktifitas pers lainnya,” kata Ismail.Dalam pengelolaannya, Gedung Balai Wartawan tersebut dikelola oleh PWI Kabupaten Pesawaran. PWI Pesawaran juga memantau serta mengawal proses pembangunan yang berlangsung selama kurang lebih 12 bulan ini.Dikesempatan tersebut, Ketua FKW-KP, Feri Darmawan mengatakan bahwa kegaduhan yang timbul selama ini disebabkan oleh kesalahpahaman belaka. Dengan adanya kesalahpahaman itu, menurutnya, pernyataan dari Ketua PWI Pesawaran sudah sangat jelas.“Yang disampaikan Ketua PWI tadi sudah sangat jelas, artinya kami hanya ada kesalahpahaman saja dari informasi yang kami dapat. Dan, kami tidak akan mempersoalkan ini. Kami semua saudara dan sahabat yang sama sama dibidang pers,” kata dia.Apa yang dikemukakan Ketua FWK-KP tersebut juga sama disampaikan oleh ketua ketua lembaga dan organisasi pers yang hadir pada kegiatan.Melengkapinya, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pesawaran melalui Kepala Diskominfotiksan Jayadi Yasa mengatakan bahwa adanya dialog ini dikarenakan adanya miss komunikasi yang terjadi antara 13 organisasi wartawan dengan Pemda Pesawaran terkait penggunaan balai wartawan.“Terimakasih untuk kehadiran seluruh pimpinan organisasi wartawan yang ada di Pesawaran, yang bersedia hadir untuk membangun dialog. Kalau begini sudah jelas, tinggal kedepan kita semua labih harmonis dan kita adakan kegiatan bersama sama,” kata dia.Untuk diketahui, pada temu silaturahim tersebut para ketua lembaga dan organisasi pers awalnya menyampaikan terkait gedung yang dimaksud. Namun, setelah diterangkan oleh Ketua PWI Kabupaten Pesawaran M.Ismail semuanya mengerti dan memahami. Hampir seluruhnya mengakui adanya salah informasi dan hanya miskomunikasi. Kegiatan berlangsung dengan sejuk dan damai yang kemudian dilanjutkan makan siang bersama. (Red)
Pesawaran (HO) – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona memberikan salinan Surat Keputusan Perhutanan Sosial kepada masyarakat penggarap kawasan hutan register 18 Titi Bungur Kecamatan Negeri Katon dan Tegineneng.
Bertempat di Lapangan Desa Tri Rahayu Kecamatan Negeri Katon, Bupati Dendi mengatakan berdasarkan data, kawasan hutan register 18 secara keseluruhan luasnya 1.390 Ha.
“Seluruh izin konsensinya diberikan kepada BUMN Inhutani V Lampung berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 144/Kpts-II/1999,” kata Dendi pada Senin (18/12/2023).
Kawasan hutan register berada di 2 kecamatan yaitu di Desa Sinar Bandung dan Desa Tri Rahayu Kecamatan Negeri Katon dan di Desa Gedung Gumanti, Kresno Widodo, Tri Mulyo dan Sri Wedari Kecamatan Tegineneng.
Dari total keseluruhan lahan tersebut, yang efektif untuk lahan pertanian dan perkebunan seluas 1.169 Ha. Sedangkan, yang telah terbentuk kemitraan perhutanan sosial saat ini seluas 256 Ha atau baru 21%.
Poto bersama: saat Bupati Pesawaran Serahkan SK Perhutanan Sosial Kepada Masyarakat Dua Kecamatan
Dirinya menjelaskan pada tahun 2022 lalu telah diterbitkan SK Kulin KK dan pada hari ini telah diserahkan sebanyak 2 (dua) Surat Keputusan Kemitraan Perhutanan Sosial sebanyak 2 Kelompok Tani Hutan (KTH).
KTH ini dengan luas kurang lebih 66 Ha dari total luas hutan produksi Register 18 Titi Bungur dengan jumlah penggarap 73 orang.
Sedangkan lanjutnya, pada tahun 2023 ini masih ada 3 KTH yang sedang dalam proses pengusulan SK Perhutanan Sosial pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Orang nomor satu di Bumi Andan Jejama menerangkan saat ini hutan juga berkontribusi besar dalam income petani dan kebutuhan akan ketahanan pangan.
Pemkab Pesawaran dapat berkontribusi kepada masyarakat untuk meningkatkan kapasitas building tentang perkebunan, pertanian dan peternakan untuk kesejahteraan kelompok tani hutan.
Ia berharap kepada masyarakat yang saat ini menggarap lahan di hutan Kawasan Register 18 untuk manfaatkan kebijakan dan regulasi pemerintah ini.
Turut hadir Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Para Pejabat Struktural di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Komisaris Utama beserta Direksi PT. Inhutani V Unit Lampung, Kepala Balai PSKL Wilayah Sumatera, Kepala BPHL Wilayah VI Bandar Lampung, Kepala BPDASHL Way Seputih Way Sekampung dan Kepala KPH XI Pesawaran.
Selain itu, hadir juga Camat Negeri Katon dan Camat Tegineneng, para Kepala Desa di lingkup Kecamatan Negeri Katon dan Tegineneng, Babinsa, Babinkamtibmas, Para Ketua serta anggota KTH. (Red)