Tingkatkan Kualitas, Profesionalitas Kinerja, Bupati: Wujudkan Clean Government dan Good Governance

Pesawaran(HO) – Bupati Pesawaran mengimbau kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah untuk mewujudkan Kabupaten Pesawaran mencapai Clean Government dan Good Governance dengan meningkatkan kualitas dan profesionalitas kinerja sesuai dengan tugas dan fungsinya. Demikian dikatakan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona yang diwakili Asisten Pemerintahan & Kesra Setdakab Pesawaran Sunyoto pada upacara mingguan di Lapangan Pemkab Pesawaran, Senin (22/1/2024). Dalam implementasi mewujudkannya salah satunya melalui Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK. “MCP KPK adalah aplikasi yang dikembangkan oleh KPK untuk melakukan monitoring capaian kinerja program pencegahan korupsi melalui perbaikan tata kelola pemerintahan,” ucap Sunyoto. Sunyoto menjelaskan progress capaian MCP KPK Pemerintah Kabupaten Pesawaran berada pada urutan ke-2 se- Provinsi Lampung. “Capaiannya adalah 91,49% per 9 Januari 2024 dan termasuk dalam ZONA HIJAU yang menunjukkan kemajuan implementasi yang baik,” terang Sunyoto. Selain itu, penguatan akuntabilitas kinerja dilaksanakan melalui penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Nilai SAKIP Organisasi Perangkat Daerah se-Kabupaten Pesawaran Tahun 2023 berada pada nilai B. Dirinya berpesan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah agar terus memperbaiki kualitas dan akuntabilitas kinerja pada masing-masing Perangkat Daerah agar kedepannya penilaian SAKIP Kabupaten Pesawaran dapat lebih ditingkatkan lagi. Lebih lanjut, Ia menjelaskan Inspektorat sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) berperan aktif dalam mengawal semua kegiatan yang ada di Perangkat Daerah, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan. “Pada penilaian Kapabilitas APIP Tahun 2023, Kabupaten Pesawaran berada pada level 3 yaitu praktik profesional dan manajemen audit intern diterapkan secara seragam,” pungkasnya. (Red)

Sebanyak 290 PTPS 19 Desa Kecamatan Gedongtataan Resmi Dilantik

Psawaran (HO) – Setelah melalui tahapan dari penjaringan, verifikasi berkas, dan wawancara, sebanyak 290 Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) dari 19 Desa di Kecamatan Gedong Tataan terpilih resmi dilantik. PTPS merupakan instrumen penting dalam pelaksanaan Pemilu 14 Februari 2024 mendatang. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Panwaslu Kecamatan Gedong Tataan Dedy Erhandi, di Aula Kutoarjo Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, Senin (22/1/2024). “PTPS merupakan petugas yang dibentuk oleh Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan untuk membantu Panwaslu Kelurahan/Desa dalam menjalankan tugasnya,” jelas Dedy Erhandi.
Sebanyak 290 PTPS 19 Desa Kecamatan Gedongtataan Resmi Dilantik
Dia menambahkan, tugas utama PTPS Pemilu 2024 adalah memastikan pelaksanaan pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) berjalan sesuai dengan regulasi dan tidak terjadi pelanggaran. Berdasarkan Pasal 43 ayat (3) Peraturan Bawaslu Nomor 1 Tahun 2020, beberapa tugas PTPS Pemilu 2024 antara lain. “Pencegahan dugaan pelanggaran Pemilu; Pengawasan tahapan pemungutan dan penghitungan surat suara Pemilu. Pengawasan pergerakan hasil penghitungan suara. Penerimaan laporan dan/atau temuan dugaan pelanggaran Pemilu. Penyampaian laporan dan/atau temuan dugaan pelanggaran Pemilu atau pemilihan kepada Panwaslu Kecamatan Kecamatan melalui Panwaslu Kelurahan/Desa,” ungkapnya. Dedy menambahkan, selain tugas tersebut, PTPS Pemilu 2024 juga memiliki wewenang, seperti, menyampaikan keberatan terhadap dugaan pelanggaran atau kesalahan dalam administrasi pemungutan dan penghitungan suara. “Menerima salinan berita acara dan sertifikat pemungutan dan penghitungan suara, Melaksanakan wewenang lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; PTPS Pemilu 2024 juga dapat melakukan koordinasi atau konsultasi dengan PTPS di tempat lain setelah mendapatkan izin dari Panwaslu Kelurahan/Desa/PPL. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan di TPS saat Pemilu,” pungkasnya. Diketahui hadir dalam pelantikan, Ketua Panwaslu Kecamatan Gedong Tataan Dedy Erhandi, Koordinator Divisi Pencanangan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (PP&PS), Nicho Hadi Wijaya, SH.,M.H. Koordinator Divisi Hukum Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, (HPPMHM), Fiqril Suryadilaga Togak Ratu, Kepala Sekretariat, M. Efendi, Uspika, Babinsa, Bhabinkamtibmas. (Red)

Bupati Pesawaran: Inspektorat Harus Berperan Aktif Dalam Mengawal Semua Kegiatan di Perangkat Daerah

0
Pesawaran (RN) – Bupati Pesawaran Hi.Dendi Ramadhona mengimbau kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mewujudkan Kabupaten Pesawaran mencapai Clean Government dan Good Governance, dengan meningkatkan kualitas dan profesionalitas kinerja sesuai dengan tugas dan fungsinya.  “Dalam implementasi mewujudkannya salah satunya melalui Monitoring Center for Prevention (MCP) KPK. Merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh KPK untuk melakukan monitoring capaian kinerja program pencegahan korupsi melalui perbaikan tata kelola pemerintahan,”kata Bupati Pesawaran melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra, Sunyoto saat upacara mingguan di Lapangan Pemkab, Senin (22/01/2024).  Dirinya juga menjelaskan, progress capaian MCP KPK Pemerintah Kabupaten Pesawaran berada pada urutan ke-2 se- Provinsi Lampung. Dengan capaiannya 91,49% per 9 Januari 2024 dan termasuk dalam zona hijau yang menunjukkan kemajuan implementasi yang baik. “Penguatan akuntabilitas kinerja dilaksanakan melalui penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Nilai SAKIP Organisasi Perangkat Daerah se-Kabupaten Pesawaran Tahun 2023 berada pada nilai B,”ujarnya. Dirinya berpesan, kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar terus memperbaiki kualitas dan akuntabilitas kinerja pada masing-masing Perangkat Daerah agar kedepannya penilaian SAKIP Kabupaten Pesawaran dapat lebih ditingkatkan lagi.  Ia juga melanjutkan, Inspektorat sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) berperan aktif dalam mengawal semua kegiatan yang ada di Perangkat Daerah, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan.   “Pada penilaian Kapabilitas APIP Tahun 2023, Kabupaten Pesawaran berada pada level 3 yaitu praktik profesional dan manajemen audit intern diterapkan secara seragam,”pungkasnya. (Rizal)

Bupati Ajak Masyarakat Bumi Andan Jejama, Budaya Sebagai Marwah Kehidupan

Pesawaran (HO) – Bupati Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan budaya sebagai marwah dari setiap perilaku kehidupan, khususnya masyarakat di Bumi Andan Jejama. Demikian dikatakan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona pada Festival Budaya Kecamatan Punduh Pedada dengan tema “Merajut Kebhinekaan Dalam Bingkai Persatuan Di Bumi Andan Jejama” di Lapangan Sepuluh November Desa Bangun Rejo Kecamatan Punduh Pidada,Rabu (17/1/2024). “Melalui kesempatan ini saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan budaya sebagai marwah dari setiap perilaku kehidupan, khususnya bagi diri masyarakat Kecamatan Punduh Pedada, kapan dan dimanapun berada,” kata dia.
Bupati Ajak Masyarakat Bumi Andan Jejama, Budaya Sebagai Marwah Kehidupan
Kegiatan ini lanjut Bupati, bukan hanya menjadi sebuah kebanggaan bagi kita semua maupun sebagai aktualisasi adat budaya dalam sebuah pertunjukan, namun juga melambangkan bahwa Pesawaran adalah tempat yang nyaman, indah dan bersahabat bagi semua orang. “Oleh karena itu, saya berharap bahwa tujuan dari penyelenggaraan Festival ini dapat menjadi perhatian dan tanggungjawab kita semua. Bukan hanya oleh pemerintah daerah maupun panitia penyelenggara, melainkan oleh para seniman/budayawan, pemerhati, pelaku wisata dan masyarakat Pesawaran pada umumnya,” ucapnya. “Sehingga Festival Budaya Punduh Pedada ini benar-benar menjadi milik masyarakat dan berdampak positif bagi kemajuan daerah dalam wujud peningkatan kunjungan wisatawan dan peningkatan investasi pariwisata di Kabupaten Pesawaran,” terangnya. Dia juga meminta agar masyarakat terus berkreasi dan berupaya menggapai prestasi puncak untuk kemajuan seni, budaya dan pariwisata di Kabupaten Pesawaran.
Bupati Ajak Masyarakat Bumi Andan Jejama, Budaya Sebagai Marwah Kehidupan
“Seperti kita saksikan, bahwa Festival Budaya Punduh Pedada ini tidak saja meriah, namun juga khas dan menarik yang menampilkan kreativitas masyarakat dan inovasi para pencinta seni dan budaya,” ujar dia. Inovasi seni dan budaya yang dimaksud seperti halnya pawai budaya, pagelaran tari, Rudat Lampung, Wayak,Redap, Lagu klasik Lampung hingga tari kuda lumping yang menampilkan banyak peserta ini tentunya akan menjadi salah satu magnet bagi masyarakat dan wisatawan untuk berkunjung. “Atas semua itu kita patut bersyukur sekaligus bangga karena Kabupaten Pesawaran memperoleh Penetapan Warisan Budaya Tak Benda Tahun 2023 dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan Riset Dan Teknologi yakni, Tari Rudat Lampung,” tutur dia. Oleh karenanya, melalui kesempatan yang berbahagia ini, bupati menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) dan APDESI Kecamatan Punduh Pedada, panitia penyelenggara, para seniman dan budayawan, serta kepada segenap masyarakat Punduh Pedada atas terselenggaranya Festival Budaya yang sangat meriah dan penuh makna ini. “Semoga ikhtiar dalam melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya ini menjadi wujud partisipasi dan wujud kebersamaan guna membangun masyarakat Pesawaran yang hebat dan bermartabat melalui bidang seni, budaya dan pariwisata,” ucapnya. Ia juga berharap agar Festival Budaya Punduh Pedada ini dapat memotivasi segenap masyarakat khususnya para seniman, budayawan, pemerhati, dan organisasi-organisasi kesenian untuk terus dan terus mengembangkan kreasi dan inovasi sekaligus mengaktualisasikan diri melalui aktivitas dan prestasi seni. “Festival ini juga merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pelestarian budaya daerah yang berperan penting dalam memperkokoh jati diri bangsa, khususnya jati diri masyarakat Pesawaran agar tidak tergerus oleh derasnya arus globalisasi dan modernisasi,” tegas dia. Sementara itu salah satu warga setempat mengaku bangga kepada pemerintah daerah yang terus mendorong kreatifitas seni dan budaya ditengah pembangunan Bumi Andan Jejama. “Tentu sangat bangga kepada Pemda khususnya Pak Bupati, karena dia sangat konsen dan terus memotivasi pelaku seni dan budaya agar terus dilestarikan bersamaan pembangunan daerahnya,” kata dia. (Red)

Bupati Pesawaran: Mencintai Adat Istiadat Pondasi Utama  Membangun Kabupaten

0

Pesawaran (RN) – Bupati Pesawaran Hi.Dendi Ramadhona menghadiri Festival Budaya yang di gelar di Kecamatan Punduh Pedada Desa Bangun Rejo, dengan Tema Merangkai Kebhinekaan dan Dalam Bingkai Persatuan Bumi Andan Jejama, Rabu (17/01/2024).

“Mencintai adat istiadat adalah pondasi utama dalam membangun Kabupaten Pesawaran. Hari ini merupakan sejarah untuk Kecamatan Punduh Pedada karena telah mengumpulkan berbagai macam suku, adat dan budaya dalam satu kegiatan,” kata Dendi. Dendi juga menjelaskan, kekompakan masyarakat dari semua elemen khususnya yang ada di Kecamatan Punduh Pedada sangat kompak, dan bersatu padu dalam menyukseskan dan menyelenggarakan Festival Budaya tersebut. “Sebagai masyarakat yang besar dan hidup di Lampung, masyarakat terutama anak anak harus tau tentang istilah adat dan norma normanya. Filosofi Pi’il Pesenggiri yang merupakan nilai dan norma yang mengatur tata hidup masyarakat Lampung sebagai makhluk sosial dan juga Nemui Nyimah yaitu konsep harmoni dalam perbedaan di kehidupan masyarakat adat Lampung,” ujarnya. Dirinya juga mengatakan, apresiasi setinggi-tingginya seluruh pihak yang berhasil menggelar festival. kepala desa yang ada di Kecamatan Punduh Pedada. Tak lupa panitia Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Punduh Pedada yang telah memperkenankan tempatnya untuk menggelar kegiatan. “Terimakasih untuk elemen masyarakat, kepala desa tokoh adat,dan seluruh masyarakat Kecamatan Punduh Pedada yang telah sukses mengelar kegiatan ini,” ucapnya. Sementara itu Ketua Panitia Festival Yadi Suparman mengatakan, kegiatan diikuti ribuan peserta. Yang terdiri dari 11 desa di Kecamatan Punduh Pedada, unsur pendidikan PAUD sampai SMA, UPT pertanian, UPT kesehatan, penyelenggaraan dan pengawas Pemilu, anggota Pramuka Kwartir Ranting Kecamatan Punduh Pedada. “Alhamdulilah dari pertama sampai dengan hari ini Kegiatan semua kegiatan berjalan dengan lancar, masyarakat antusias dan kompak untuk mengelar kegiatan Festival ini, kegiatan ini dibuka dengan pawai budaya dan dilanjutkan dengan penampilan adat seperti penampilan redap, tari siger pengunten,”ujarnya. (Rizal)

Setiap Hari Jum’at, Guru dan Siswa SDN 11 Gedongtataan Bagikan Paket Sembako Kewarga Sekitar

0

Pesawaran (RN) – Peduli dengan masyarakat yang kurang mampu, keluarga besar Sekolah Dasar (SD) Negeri 11 Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran setiap hari juma’at menggelar kegiatan sosial, dengan membagikan paket sembako kepada masyarakat di sekitar sekolah.

Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri 11 Gedong Tataan, Leny Marlina., Mpd., mengatakan, sembako yang terkumpul dari partisipasi Keluarga besar SDN 11 Gedong Tataan. Berupa beras 5 kg, minyak, telor, gula susu, teh dan lain-lain.

“Ini kami lakukan untuk membantu meringankan masyarakat khususnya yang ada di lingkungan sekolah. Setiap jumatnya kami membagikan dua paket sembako dengan nilai 150.000 per paketnya,” kata Leny saat diwawancarai usai membagikan paket sembako ke masyarakat, Jumat (12/01/2024).

Ia juga menjelaskan, setiap kegiatan selalu diikut sertakan, perangkat Desa Sukabanjar, Babinkatimas dan Babinsa serta perwakilan siswa dari kelas satu sampai kelas enam, dan siswa yang ikut juga bergantian sehingga nanti semua siswa mempunyai pengalaman masing-masing dalam berbagi tersebut.

“Ini salah satu contoh kegiatan yang positif, guna memberikan contoh kepada siswa siswi SD 11 Gedong Tataan agar mengetahui penting nya berbagi dengan siapa saja,” ujarnya.

Dirinya juga mengatakan, pembagian paket sembako ini dibagi secara  bergiliran dimulai dari dusun satu. Jumat berikutnya kemudian ke dusun dua sampai dusun 4 setelah dusun 4 kembali lagi ke dusun satu dengan sasaran yang berbeda.

“Mudah -mudahan dengan adanya kegiatan seperti ini, siswa siswi akan dapat lebih bersyukur lagi setelah mereka melihat langsung di sekitar kita masih banyak orang-orang yang dibawah kita,” ucapnya. (Rizal)

Cegah Bullying dan Antisipasi Bahaya Narkoba, Polres Pesawaran Gelar Sosialisasi di SDN 44 Geta

0

Pesawaran (RN) – Guna mencegah terjadinya bullying dan Antisipasi bahayanya narkoba di sekolah dasar (SD), Polres Pesawaran Polda Lampung melakukan sosialisasi. Kali ini, di UPTD SDN 44 Gedong Tataan yang terletak di Desa Wiyono, Kamis (11/01/2024).

Bripka Aldias Mardianto,S.H., Kanit Bin Kamsa, sekaligus sebagai pemateri mengatakan, kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari program Polres Pesawaran yang bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa.  “Kami ingin melibatkan orang tua murid dalam upaya pencegahan bullying dan antisipas bahaya narkoba. Dengan pemahaman yang baik, siswa dapat lebih waspada dan bersikap bijaksana dalam berinteraksi satu sama lain,”ujarnya. Ia juga mengatakan, terjadi nya bullying di kecamatan Hanura berapa bulan yang lalu, itu kita jadikan sebagai cermin agar bullying di Sekolah dasar khususnya Kabupaten Pesawaran tidak terjadi kembali. “Saya berharap kepada orang tua wali murid agar lebih ekstra lagi untuk mengawasi anak nya, tentang bullying dan Antisipasi bahayanya narkoba,” harapnya. Sementara itu, Kepala UPTD SDN 44 Gedong Tataan Veronika Rahayu,S.Pd.,MM mengatakan, sosialisasi ini sengaja kita lakukan guna memberikan kepada murid dan wali murid bertapa bahayanya bullying dan antisipas bahanya narkoba. Sosialisasi ini sudah kita programkan pada Januari 2023, namun bisa terlaksana sekarang ini. “Melalui kegiatan ini, siswa-siswi terutama orang tua murid dapat memahami lebih dalam mengenai bahaya bullying dan menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah,”ujarnya. Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, lanjut Veronika, banyaknya bullying yang terjadi, makan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona memerintahkan kita agar memberikan sosialisasi dan membentuk tim pencegahan kekerasan yang terjadi di sekolahan. “Saya berharap para siswa-siswi dan wali murid dapat lebih peka terhadap tanda-tanda bullying, serta dapat memberikan dukungan satu sama lain untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan bersahabat,”kata Veronika. (Red)  

Bupati Dendi Minta Pengamanan Gudang Logistik Pemilu Ditingkatkan

Pesawaran (HO) – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menilai agar gudang logistik pemilu KPU Pesawaran perlu adanya peningkatan pengamanan. “Kita tadi bersama dengan Forkopimda, KPU dan Bawaslu melakukan pemantauan, proses pelipatan surat suara, memang ada sedikit kendala, karena KPU (Pesawaran) belum memiliki gudang logistik definitif jadi harus sewa, tentu hal ini dalam segi keamanan perlu ada peningkatan baik pengawasan maupun pemantauan nya, makanya tadi juga ibu Kapolres dan TNI menambah jumlah personil untuk pengamanannya,” ungkapnya, saat melakukan peninjauan pelipatan dan sortir surat suara Pemilu tahun 2024, di Desa Taman Sari, Kecamatan Gedong Tataan, Selasa (9/1/2024).
Bupati Dendi Minta Pengamanan Gudang Logistik Pemilu Ditingkatkan
Kendati demikian, kata Dendi, untuk proses pelipatan dan sortir surat suara berjalan dengan baik. “Kalau untuk kendala proses pelipatan suaranya sejauh ini tidak ada, namun kalau surat suara yang rusak itu ada, tapi tidak bisa kami sebutkan, karena prosesnya masih berjalan dan secara resmi nanti setelah selesai pemilu akan ada laporan dari KPU, untuk nantinya dimusnahkan,” katanya. “Dan untuk hari ini sudah memasuki hari ke empat dan direncanakan akan selesai sampai 10 hari, ini tadi kita lihat sekarang sudah masuk pelipatan kertas suara untuk DPR RI, yang sudah selesai DPRD Kabupaten dan Provinsi, kalau Capres dan DPD belum,” timpalnya. Dendi juga menjelaskan, pada Pemilu 2024 setidaknya ada jutaan surat suara yang dikirim ke KPU Pesawaran. “Total surat suara yang masuk ke Kabupaten Pesawaran untuk Pemilu 2024 berjumlah kurang lebih hampir 1,8 juta lembar, itu untuk semua tingkatan mulai dari DPRD Kabupaten, Provinsi, DPR RI, DPD RI dan Presiden. Itu juga sudah termasuk untuk Pemilihan Suara Ulang (PSU) jika nanti ada TPS yang akan melakukan PSU,” jelasnya. Dia pun berharap kepada penyelenggara dan pengawas Pemilu agar bisa menjaga kesehatan serta bertugas sesuai peraturan. “Harapan saya semua yang terlibat dalam proses Pemilu 2024 bisa menjaga kesehatan, makanya kami selalu berdiskusi dengan KPU maupun Bawaslu mulai dari perekrutan baik itu PPS maupun KPPS perlu adanya skrining kesehatan meskipun sudah dimandatkan oleh peraturan KPU, sudah tercover BPJS,” harapnya. Sementara itu, Kapolres Pesawaran AKBP Maya Heni Hitijahubessy menuturkan Polres Pesawaran akan menambah jumlah personil yang ditempatkan di gudang logistik pemilu. “Untuk di gudang KPU ini kita ada empat personil polisi dibantu TNI dan Pemda, tapi akan ada penambahan 10 personil polisi yang melekat sisanya preventif dua jam sekali juga dilakukan patroli oleh enam orang polisi,” tuturnya. Kapolres juga menjelaskan, ada standar operasional prosedur khusus bagi pengamanan gudang logistik pemilu selama proses pelipatan dan sortir surat suara. “Kami juga menempatkan tiga Polwan yang nantinya akan melakukan penggeledahan kepada petugas pelipatan suara sebelum masuk kedalam gudang karena memang didalam gudang harus steril, termasuk larangan penggunaan handphone, jam tangan ataupun benda lainnya, agar tidak merusak surat suara, kami juga melalui Dokkes Polres Pesawaran melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan,” tutupnya. (Red)

Depresi Ditinggal Suami Merantau, Basarnas Lampung Selamatkan Wanita Panjat Tower

Pesawaran (HO) – Tim gabungan SAR Lampung dan BPBD Kabupaten Pesawaran bersama warga, berhasil mengevakuasi wanita yang diduga hendak bunuh diri di tower milik PT. Telkomsel di Desa Bernung Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, sehingga korban berhasil diturunkan dengan selamat. “Alhamdulilah korban berhasil diturunkan dalam keadaan selamat. Setelah bisa diturunkan, langsung di bawa ke rumah sakit untuk diperiksa kesehatannya,” kata Koordinator Basarnas Lampung Adi Ayansah saat di wawancarai di lokasi kejadian, Rabu (10/1/2024).
Depresi Ditinggal Suami Merantau, Basarnas Lampung Selamatkan Wanita Panjat Tower
Dia menyebutkan, dari keterangan keluarga korban, diketahui bahwa korban bernama Aat (18), warga Dusun 1 Desa Bernung, Korban diduga sengaja memanjat tower karena berniat bunuh diri diduga depresi. “Upaya pertolongan yang berlangsung selama satu jam, terkendala kerena hujan sehingga kondisi besi tower licin,” ujarnya. Sementara itu bibi korban Aswiyah mengatakan, keponakan itu tinggal dengan ayah kandungnya, sekira jam 12.00 dia keluar rumah tanpa sepengetahuan ayah korban. Sekitar jam 13.00 ada warga telpon bahwa keponakan sudah naik tower. “Sudah berapa bulan keponakan saya ini depresi kerena ditinggal suaminya merantau selam 1,5 tahun tidak ada kabar, sebelumnya keponakan saya ini tidak ada masalah dengan kejiwaan nya, normal normal aja, namun setelah berapa bulan ini, kejiwaan nya malah terganggu,” ucapnya. (Red)

UPTD SD 44 Geta Gelar Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

0

Pesawaran (RN) – Dalam membentuk karakter dan pemahaman nilai-nilai Pancasila pada siswa, SD 44 Gedong menggelar acara Panen hasil dan karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Kearifan Lokal” yang digelar di Halaman SD setempat Desa Wiyono Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, Rabu (10/01/2024).

Kepala UPTD SDN 44 Gedong tataan Veronika Rahayu, S.Pd.MM, mengatakan, mata pelajaran P5 memang sangat penting diajarkan mulai dari tingkat sekolah dasar.

“Mata pelajaran ini diisi dengan berbagai kegiatan berdasarkan prinsip P5 itu sendiri, ini adalah proyek yang dilakukan dengan menanamkan karakter pada pribadi peserta didik berdasarkan nilai-nilai pancasila,”kata Veronika.

Dirinya juga berharap, melalui kegiatan ini, peserta didik bisa menjadi penerus bangsa yang unggul dan produktif serta turut berpartisipasi dalam pembangunan.

“Kegiatan ini merupakan implementasi dari kurikulum merdeka dan sebagai upaya menumbuhkembangkan potensi dan minat siswa yang disajikan dalam gelar karya,”ucapnya.

Sementara itu, Korwilcam Gedong tataan Dra. Sholihah, M. Pd. I menjelaskan melalui gelar karya ini diharapkan dapat membangun ekosistem pendidikan yang berfokus pada peningkatan kualitas serta menciptakan iklim kolaboratif antara stakeholder di sekitar sekolah.

“Ini sangat penting dalam membentuk profil pelajar pancasila yang mengedepankan kearifan lokal. Selain itu juga siswa mendapat pengetahuan, pengalaman dan keterampilan dari lingkungan sekolah yang diwujudkan dalam produk yang sesuai dengan karakter,”ujarnya. (Rizal)