Korupsi 2 M Lebih Pekerjaan Jalan di Kota Bumi, Kejati Lampung Tahan Dua Tersangka
Bejattt, Oknum Pengasuh Ponpes Baitul Madani Pesawaran Diduga Cabuli Santriwati
Pesawaran (HO) – Oknum pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Baitul Madani yang terletak di Desa Negeri Sakti Kecamatan Gedongtataan Kabupaten Pesawaran berinisial SB (37) diduga melakukan pelecehan seksual kepada santriwatinya yang diketahui masih dibawah umur.
Hal tersebut ditegaskan dalam surat laporan bernomor LP/B/541/XII/2023/SPKT/Polda Lampung tertanggal 7 Desember 2023 atas nama pelapor yang merupakan orang tua korban tentang pencabulan anak dibawah umur.
Penelusuran media ini, terlapor SB diduga telah melakukan pelecehan sebanyak 10 kali terhadap anak terlapor di tahun 2023. Puncaknya pada bulan Desember 2023 sehingga menyebabkan korban kabur ke rumah dan menceritakan apa yang terjadi.
Salah seorang sumber yang dapat dipercaya mengatakan, orang tua korban melaporkan hal tersebut ke Polda Lampung karena tidak terima anaknya telah dilecehkan sehingga menyebabkan korban trauma.
“Orang tuanya mungkin malu karena kejadian yang menimpa anaknya, namun saya mendengar langsung bahwa pengasuh ponpes itu sudah melecehkan sebanyak 10 kali,” kata sumber, Jumat (19/2/2024).
Ditambahkan, kejadian pertama berlangsung pada Mei 2023, saat itu korban bersama 2 orang temannya sedang berada di Musholla pondok, terlapor meminta korban menangkap ayam, setelah itu terlapor menyuruh kedua temannya kembali ke musholla.
“Modus nya mau didoakan supaya diberi kemudahan hafalan, korban diajak ke sebuah gubuk lalu dicium kening dan pipinya,” tambah dia.
Kejadian serupa menurutnya terjadi berulang-ulang dan dengan modus yang sama.
“Puncaknya bulan Desember, korban saat itu sedang wudhu di rumah terlapor, tiba-tiba terlapor nyuruh masuk ke kamar, nah di kamar itu terlapor mencium bibir dan meraba-raba bagian-bagian vital tubuh korban, sampai memaksa memasukkan alat kelamin terlapor ke mulut korban,” ujarnya.
Sementara itu saat akan di konfirmasi, Pengasuh Ponpes Baitul Madani SB tidak berada di Pondok dan ketika di hubungi melalui telpon seluler dengan nomor 08127295XXXX, tidak aktif, begitu juga di hubungi melalui chat WhatsApp tidak terhubung hanya terlihat terakhir aktif pada tanggal 10/01/24. 11.30 Wib.
Sedangkan salah seorang penyidik Polda Lampung saat dikonfirmasi tidak membantah hal tersebut, hanya saja belum mau dimintai keterangan karena hal tersebut wewenang pimpinan.
“Silahkan tanya ke pimpinan saya pak, saya tidak berwenang memberi keterangan,” tukasnya. (Red)
RKPD 2025, Sekda Pesawaran: Fokus Penurunan Angka Kemiskinan

Santriwati Diduga Jadi Korban Pencabulan Oknum Pengasuh Ponpes

Tingkatan Pelayanan Kesehatan, Sekda Pesawaran Serahkan Rekomendasi BLUD
Pesawaran (RN) – Guna meningkatkan pelayanan kesehatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pesawaran Wildan menyerahkan surat rekomendasi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) kepada dua Puskesmas yang ada di Kabupaten Pesawaran.
“Untuk mewujudkan peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, pengelolaan BLUD Puskesmas dilakukan lebih profesional dan mandiri. Profesionalisme, komitmen,”ujar Wildan di ruang kerjanya, Rabu (24/01/2024). Ia juga mengatakan, selaku ketua Tim Penilai BLUD berharap melalui sistem BLUD, Puskesmas dapat melakukan pelayanan lebih cepat. Karena puskesmas bisa langsung mengatur keuangan sendiri, juga ketersediaan alat medis dan bahan habis pakai lebih terjamin karena sistem pengadaan lebih fleksibel. “Untuk saat ini seluruh Puskesmas yang di Kabupaten Pesawaran telah berstatus BLUD. Dengan jumlah 15 Puskesmas yang ada di Kabupaten Pesawaran, sejak tahun 2020 sebanyak 13 Puskesmas sudah BLUD dan 2 Puskesmas BLUD pada Desember 2023,”ujarnya. Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran dr. Media Apriliana menambahkan, dua Puskesmas yang baru BLUD ini berasal dari Kecamatan Way Khilau yaitu Puskesmas Kota Jawa dan Puskesmas Gunung Sari. “Alhamdulilah seluruh Puskesmas sudah BLUD, sehingga masing masing Puskesmas dapat lebih mandiri dalam pengelolaan keuangan. Dan bisa melakukan rekrutmen tenaga sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang tersedia,”kata dr.Media. Ia menjelaskan, dalam proses penilaian usulan penerapan BLUD pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) Kabupaten Pesawaran, terdapat enam dokumen yang dinilai. “Antara lain surat kesanggupan untuk meningkatkan kinerja, dokumen tata kelola, dokumen Renstra, dokumen standar pelayanan maksimal, dokumen laporan keuangan pokok dan laporan audit terakhir,” pungkasnya. (Rizal)Tingkatkan Kualitas, Profesionalitas Kinerja, Bupati: Wujudkan Clean Government dan Good Governance
Sebanyak 290 PTPS 19 Desa Kecamatan Gedongtataan Resmi Dilantik

Bupati Pesawaran: Inspektorat Harus Berperan Aktif Dalam Mengawal Semua Kegiatan di Perangkat Daerah
Bupati Ajak Masyarakat Bumi Andan Jejama, Budaya Sebagai Marwah Kehidupan


Bupati Pesawaran: Mencintai Adat Istiadat Pondasi Utama Membangun Kabupaten
Pesawaran (RN) – Bupati Pesawaran Hi.Dendi Ramadhona menghadiri Festival Budaya yang di gelar di Kecamatan Punduh Pedada Desa Bangun Rejo, dengan Tema Merangkai Kebhinekaan dan Dalam Bingkai Persatuan Bumi Andan Jejama, Rabu (17/01/2024).
“Mencintai adat istiadat adalah pondasi utama dalam membangun Kabupaten Pesawaran. Hari ini merupakan sejarah untuk Kecamatan Punduh Pedada karena telah mengumpulkan berbagai macam suku, adat dan budaya dalam satu kegiatan,” kata Dendi.
Dendi juga menjelaskan, kekompakan masyarakat dari semua elemen khususnya yang ada di Kecamatan Punduh Pedada sangat kompak, dan bersatu padu dalam menyukseskan dan menyelenggarakan Festival Budaya tersebut.
“Sebagai masyarakat yang besar dan hidup di Lampung, masyarakat terutama anak anak harus tau tentang istilah adat dan norma normanya. Filosofi Pi’il Pesenggiri yang merupakan nilai dan norma yang mengatur tata hidup masyarakat Lampung sebagai makhluk sosial dan juga Nemui Nyimah yaitu konsep harmoni dalam perbedaan di kehidupan masyarakat adat Lampung,” ujarnya.
Dirinya juga mengatakan, apresiasi setinggi-tingginya seluruh pihak yang berhasil menggelar festival. kepala desa yang ada di Kecamatan Punduh Pedada. Tak lupa panitia Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Punduh Pedada yang telah memperkenankan tempatnya untuk menggelar kegiatan.
“Terimakasih untuk elemen masyarakat, kepala desa tokoh adat,dan seluruh masyarakat Kecamatan Punduh Pedada yang telah sukses mengelar kegiatan ini,” ucapnya.
Sementara itu Ketua Panitia Festival Yadi Suparman mengatakan, kegiatan diikuti ribuan peserta. Yang terdiri dari 11 desa di Kecamatan Punduh Pedada, unsur pendidikan PAUD sampai SMA, UPT pertanian, UPT kesehatan, penyelenggaraan dan pengawas Pemilu, anggota Pramuka Kwartir Ranting Kecamatan Punduh Pedada.
“Alhamdulilah dari pertama sampai dengan hari ini Kegiatan semua kegiatan berjalan dengan lancar, masyarakat antusias dan kompak untuk mengelar kegiatan Festival ini, kegiatan ini dibuka dengan pawai budaya dan dilanjutkan dengan penampilan adat seperti penampilan redap, tari siger pengunten,”ujarnya. (Rizal) 