Paslon Nanda – Anton: Isu Miring, Kita Tanggapi Dengan Senyum dan Kerja Nyata
Pesawaran (RN) – Pasangan Nanda-Antonius tanggapi isu miring yang menyerang pihaknya, dengan santun.
Calon Bupati Pesawaran Nanda Indira mengatakan, menjelang masa penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati, banyak isu yang beredar tentang dirinya bersama wakilnya, dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
“Sebenarnya banyak isu yang telah disebar oleh orang yang tidak bertanggung jawab, tapi ada dua isu yang mengusik hati saya, mulai dari isu agama yang menuding kepada pak Anton, dan juga narasi-narasi yang mengatakan seorang wanita tidak dapat menjadi pemimpin,” ujarnya dalam acara pengukuhan tim pemenangan Koalisi Untuk Rakyat di Posko Kemenangan, desa Negeri Sakti Kecamatan Gedong Tataan, Minggu (15/09/2024).
Meskipun begitu, dirinya tidak mau mengambil pusing dengan isu-isu tersebut, karena menurutnya hal terpenting saat ini adalah merapatkan barisan koalisi guna memenangkan Pilkada 2024.
“Saya rasa tidak perlulah menyebar isu-isu yang sifatnya menyerang pribadi, adu saja visi misi yang diusung masing-masing, tanpa harus menjatuhkan seseorang, tapi sudahlah kami juga tidak ingin menanggapi isu-isu itu, kami hanya fokus untuk bekerja guna mensejahterakan masyarakat dan membangun Bumi Andan Jejama,” ujar dia.
Dirinya mengatakan, dalam koalisi besar seperti ini diperlukannya kepercayaan di dalam tubuh koalisi, karena ketika kepercayaan tidak ada, koalisi besarpun tidak akan melahirkan hasil yang baik.
“Kita tanggapi isu itu dengan senyum dan kerja nyata dari koalisi kita ini, yanh terpenting saat ini, kita harus menguatkan kepercayaan satu sama lain agar tidak mudah untuk di pecah belah,” kata dia.
Sementara itu, Ketua tim pemenangan Koalisi Untuk Rakyat (KUR) M. Nasir, meminta kepada seluruh tim koalisi untuk merapatkan barisan dan meningkatkan kepercayaan satu sama lain, untuk memenangkan pasangan Nanda-Antonius.
“Menjelang pemilihan, pasti banyak isu yang menerpa, apalagi saya selaku ketua tim, karena kebetulan adik kandung saya menjadi ketua tim pemenangan calon sebelah. Tapi saya tekankan, dalam politik itu harga diri kita dipertaruhkan dengan memenangkan calon Bupati dan Wakil Bupati yang kita usung,” katanya.
“Makanya, saya mengajak seluruh tim pemenangan untuk bersama-sama berpegangan tangan dan terus solid dan bekerja sungguh-sungguh untuk memenangkan Nanda-Anton,” ujarnya.
Diketahui, dalam kegiatan pengukuhan tim pemenangan Koalisi Untuk Rakyat (KUR), diadakan juga bhakti sosial berupaya santunan anak yatim piatu sebanyak 40 anak yang berada di sekitar Posko pemenangan yang berada di Desa Negeri Sakti Kecamatan Gedong Tataan. (R-1).
Wasekum MPAL Provinsi Lampung Tegaskan, MPAL Pesawaran Yang Baru Dilantik Syabirin Koenang Tidak Sah
Lampung (RN) – Wakil Sekretaris Umum Majelis Penyeimbang Adat Lampung (MPAL) Provinsi Lampung, Ahmad Nyerupa gelar Suntan Ratu Balai Bang menegaskan bahwa Ketua MPAL Provinsi Lampung adalah Sjahroedin, ZP gelar Kanjeng Yang Tuan Suttan Mangku Negara Junjungan Pemangku SBRJ I sesuai dengan SK Gubernur Lampung nomor 656/II.03/HK/2013, bukan Syabirin Koenang.
Hal tersebut menanggapi adanya pelantikan pengurus MPAL di beberapa Kabupaten yang ada di Provinsi Lampung oleh Syabirin Koenang.
“Jadi sampai sekarang kita belum melaksanakan Mubes (Musyawarah Besar) untuk memilih ketua MPAL, jadi kami heran kok bisa-bisanya ada yang mengaku Ketua MPAL dan melantik pengurus di Kabupaten, yang sah secara AD/ART MPAL, ketua adalah Sjahroedin ZP,” terangnya, Sabtu (14/9/2024) di kantor sekretariat MPAL Provinsi Lampung.
Dirinya mengungkapkan, bahwa MPAL lahir berdasarkan Perda Provinsi Lampung nomor 5 tahun 2013 tentang kelembagaan Adat Lampung.
“Sesuai dengan AD ART bahwa pengurus MPAL tingkat provinsi dilantik dan dikukuhkan oleh Gubernur dan pengurus MPAL Kabupaten/Kota dilantik oleh Bupati/Walikota, jadi diluar ketentuan itu ilegal,” tambahnya.
“SK juga sama bagi MPAL Provinsi Lampung ditandatangani oleh Gubernur, sedangkan SK pengurus MPAL tingkat Kabupaten/Kota ditandatangani oleh Bupati/Walikota,” timpalnya.
Hal ini menurut Ahmad Nyerupa harus diklarifikasi kepada kepala daerah yang ada di Provinsi Lampung karena pelantikan yang diadakan oleh yang mengaku MPAL dirasa sudah meresahkan.
“Agar semua faham bahwa MPAL masih dipimpin oleh Sjahroedin, ZP bukan yang lain, karena fenomena di lapangan sudah membuat gaduh, pengurus MPAL di Kabupaten/Kota sudah ada tidak boleh ada pelantikan-pelantikan yang mengaku dirinya MPAL sesuai amanah AD ART,” ujarnya.
Dengan mempertimbangkan aspek-aspek tersebut dirinya menegaskan bahwa pelantikan pengurus MPAL di Kabupaten Pesawaran pada tanggal 10 September 2024 yang dilantik saudara Syabirin HS Koenang tidak berdasarkan hukum dan tidak berdasarkan AD ART MPAL dan dinyatakan Ilegal.
“Empat poin penjabaran ini merupakan klarifikasi kami selaku pengurus MPAL Provinsi Lampung, dan kami sudah surati Bupati Pesawaran agar difahami bahwa MPAL yang kemarin dilantik itu ilegal,” pungkasnya. (R-1)
Dua Pelaku Pembuang Mayat di Jembatan Binong Pesawaran Diringkus Polisi, Ini Motifnya
Pesawaran (RN) – Tim TEKAB 308 Polres Pesawaran Polda Lampung berhasil menangkap dua terduga pelaku pembunuhan di rumah ibu tirinya di Sleman Yogyakarta beberapa waktu lalu.
Kapolres Pesawaran AKBP Maya Henny Hitijahubessy melalui Kasat Reskrim Iptu Devrat Aolia Arfan mengatakan bahwa kedua terduga pelaku tersebut diamankan setelah pihaknya melakukan penyelidikan dilapangan.
“Ya, hasil penyelidikan dilapangan yang kita dalami kemudian didapatkan informasi tentang keberadaan kedua terduga pelaku yang sedang berada di rumah ibu tiri pelaku yaitu di Kota Sleman Yogyakarta,” kata dia,Kamis (13/09/2024).
Kedua terduga pelaku yang dimaksud adalah atas nama Ardi Kurniawan (24) dan Novita Dwi Ramadanti (21) warga Dusun Tanjung Waras, Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung yang merupakan suami istri.
“Kedua pelaku tersebut diamankan tanpa ada perlawanan, lalu dari hasil pemeriksaan sementara, motifnya adalah pelaku berinisial AK mengaku cemburu terhadap korban WS yang diduga ada main dengan istrinya berinisial NDR,” ujar dia.
Kemudian, lanjutnya, selain terduga pelaku AK dan NDR masih ada pelaku lain berinisial R alias Rocker yang kini masih dalam pengejaran dilapangan.
“Jadi, kasus ini bermula dari hubungan gelap antara korban WS dan NDR , istri dari AK Pada 18 Agustus 2024, korban WS menghubungi NDR melalui pesan WhatsApp, mengajaknya untuk bertemu. Pesan tersebut diketahui oleh AK yang kemudian merencanakan pembunuhan dengan bantuan temannya R alias Rocker,” ungkapnya.
Kemudian, lanjutnya, pelaku AK meminta istrinya NDR untuk membalas pesan dan mengatur pertemuan di kontrakan mereka di Desa Tanjung Waras, Kecamatan Natar. Saat itu, AK sudah memutuskan bahwa pertemuan ini akan menjadi perangkap untuk membunuh WS.
“Ketika korban tiba di kontrakan pada pukul 16.00 WIB, AK dan R sudah bersiap. Tanpa mengetahui niat jahat yang menunggunya, WS masuk ke dalam kontrakan dan langsung diserang oleh AK dari belakang, yang menjerat leher korban WS dengan kedua tangannya. pelaku R membantu dengan memegangi tubuh WS agar tidak melawan,” lanjutnya.
Kemudian, ketika korban WS berusaha melawan, R mengambil balok kayu dan memukul dada korban berulang kali hingga korban tak berdaya. Setelah memastikan korban meninggal, mereka membungkus tubuh WS terlebih dahulu dengan karung pakan ternak, kemudian dibalut dengan kain seprai bermotif bunga, sebelum membuang jasadnya di bawah jembatan Sungai Binong.
“Kedua pelaku tersebut dan barang bukti berupa kain seprai, karung pakan ternak, serta balok kayu yang diduga digunakan untuk menghabisi korban telah diamankan di Mapolres Pesawaran guna pemeriksaan lebih lanjut,” ucapnya.
Atas perbuatannya,kedua pelaku yang dimaksud diancam dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan berencana yang mengakibatkan meninggal dunia dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, atau pidana maksimal 20 tahun penjara.
Menanggapinya, Erland Syofandi salah satu Tokoh Adat Lampung Bumi Andan Jejama dengan Gelar Suttan Penatih mengapresiasi kinerja Polres Pesawaran yang responsif dan cepat dalam mengungkap kasus yang ditanganinya.
“Sebagai masyarakat, kami sangat mengapresiasi atas kinerja Tim TEKAB 308 Satreskrim Polres Pesawaran yang telah berhasil mengungkap kasus pembunuhan dalam waktu kurang dari sebulan,” kata dia. (Red)
Bupati Dendi: Pemkab Pesawaran Komitmen Mendukung Penuh Pengembangan Pertanian Organik
Pesawaran (RN) – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia bersama PW Muhammadiyah Lampung dan Kelompok Tani Tunas Muda, serta Jemaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Lampung menggelar acara Temu Raya Petani Organik di Desa Sriwedari, Kecamatan Tegineneng Kamis, (12/09/2024).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Massal Pertanian Organik yang mengusung tema “Membumikan Organik, Selamatkan Bumi” sebagai wujud revolusi mental di bidang pertanian menuju kemandirian pangan.
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, menyebut sektor pertanian merupakan salah satu sektor strategis yang mempunyai peranan penting dalam menunjang perekonomian di Kabupaten Pesawaran.
Namun meski demikian, sektor pertanian di Bumi Andan Jejama masih mengalami beberapa kendala yang berpengaruh pada produksi petani, mulai dari pengairan sampai dengan penyerapan produksi di tingkat petani.
Berkenaan dengan hal itu, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Daerah berkomitmen untuk mendukung penuh pengembangan pertanian organik di wilayahnya.
“Demi mendukung pertanian yang berkelanjutan, maka saya pastikan pemerintah daerah dan jajaran akan mensupport penuh, kita akan buat sumur dangkal 1, sumur dalam 1, berikut juga pipanisasi nya,” kata Dendi.
Pada kegiatan itu, Bupati Dendi beserta jajaran melakukan panen padi organik secara simbolik di lahan seluas 20 hektar yang menjadi garapan dari kelompok petani organik Desa Sriwedari. Selain itu, para petani juga turut menghadirkan berbagai hasil produksi pertanian organik dan juga hasil olahan pertanian yang sudah dikemas dan siap dipasarkan.
“Tentu kerja sama dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar hasil pertanian organik dapat terserap oleh pasar dengan baik, termasuk dukungan untuk pemenuhan kebutuhan bibit, pendampingan, dan sistem pengairan yang memadai,” ujarnya.
Sekretaris Deputi V Kementerian PMK, Gatot Hendarto menyebut bahwa gerakan ini mencerminkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan dan penyediaan pangan berkualitas melalui konsep pertanian organik.
“Ini adalah aksi nyata membentuk kemandirian pangan yang mendukung pangan sehat bagi masyarakat kita, termasuk dalam upaya menanggulangi stunting,” ujar Gatot.
Kegiatan ini, juga sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program Indonesia Mandiri, yang mendorong masyarakat untuk membangun karakter dan peradaban yang mandiri serta peka terhadap tantangan global.
Ketua Muhammadiyah Lampung, Prof. Sudarman, juga turut mengapresiasi para petani sebagai guru dari masyarakat Indonesia. Dirinya beranggapan bahwa kehadiran petani menjadi ujung tombak utama dalam membangun Sumber Daya Manusia yang unggul melalui penyediaan pangan yang berkelanjutan.
Maka melalui kegiatan ini, Prof. Sudarman mengharapkan agar petani dapat terus memperkuat sinergi bersama pemerintah, dan stakeholder terkait dalam upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang mandiri dan sejahtera melalui pertanian organik.
“Para petani merupakan orang-orang hebat, mereka hebat ini bekerja tanpa lelah, tanpa sanjungan, namun mereka adalah pahlawan yang menjaga eksistensi kemandirian pangan nasional,” ungkapnya. (zal).
Namun meski demikian, sektor pertanian di Bumi Andan Jejama masih mengalami beberapa kendala yang berpengaruh pada produksi petani, mulai dari pengairan sampai dengan penyerapan produksi di tingkat petani.
Berkenaan dengan hal itu, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Daerah berkomitmen untuk mendukung penuh pengembangan pertanian organik di wilayahnya.
“Demi mendukung pertanian yang berkelanjutan, maka saya pastikan pemerintah daerah dan jajaran akan mensupport penuh, kita akan buat sumur dangkal 1, sumur dalam 1, berikut juga pipanisasi nya,” kata Dendi.
Pada kegiatan itu, Bupati Dendi beserta jajaran melakukan panen padi organik secara simbolik di lahan seluas 20 hektar yang menjadi garapan dari kelompok petani organik Desa Sriwedari. Selain itu, para petani juga turut menghadirkan berbagai hasil produksi pertanian organik dan juga hasil olahan pertanian yang sudah dikemas dan siap dipasarkan.
“Tentu kerja sama dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar hasil pertanian organik dapat terserap oleh pasar dengan baik, termasuk dukungan untuk pemenuhan kebutuhan bibit, pendampingan, dan sistem pengairan yang memadai,” ujarnya.
Sekretaris Deputi V Kementerian PMK, Gatot Hendarto menyebut bahwa gerakan ini mencerminkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan dan penyediaan pangan berkualitas melalui konsep pertanian organik.
“Ini adalah aksi nyata membentuk kemandirian pangan yang mendukung pangan sehat bagi masyarakat kita, termasuk dalam upaya menanggulangi stunting,” ujar Gatot.
Kegiatan ini, juga sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program Indonesia Mandiri, yang mendorong masyarakat untuk membangun karakter dan peradaban yang mandiri serta peka terhadap tantangan global.
Ketua Muhammadiyah Lampung, Prof. Sudarman, juga turut mengapresiasi para petani sebagai guru dari masyarakat Indonesia. Dirinya beranggapan bahwa kehadiran petani menjadi ujung tombak utama dalam membangun Sumber Daya Manusia yang unggul melalui penyediaan pangan yang berkelanjutan.
Maka melalui kegiatan ini, Prof. Sudarman mengharapkan agar petani dapat terus memperkuat sinergi bersama pemerintah, dan stakeholder terkait dalam upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang mandiri dan sejahtera melalui pertanian organik.
“Para petani merupakan orang-orang hebat, mereka hebat ini bekerja tanpa lelah, tanpa sanjungan, namun mereka adalah pahlawan yang menjaga eksistensi kemandirian pangan nasional,” ungkapnya. (zal). Turunkan Angka Stunting, Pemkab Pesawaran Terus Lakukan Inovasi
Pesawaran (RN) – Guna menurunkan angka stunting Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran terus melakukan inovasi dan melakukan rembuk dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona yang disampaikan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Kabupaten Pesawaran Sunyoto, mengatakan bahwa dalam rangka mengawal penurunan stunting pemerintah melakukan intervensi terhadap peran multisektor yang tergabung pada tim percepatan penurunan stunting.
“Seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dapat bersinergi dan bersatu padu dan masif dalam melakukan kegiatan sesuai dengan porsinya untuk bagaimana caranya menurunkan angka Stunting hingga terkecil,” kata dia. di Gedung Serba Guna (GSG) Mahan Agung Komplek Rumah Dinas Bupati di Desa Kurungan Nyawa Kecamatan Gedong Tataan,Kamis (12/09/2024).
Sementara itu, Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Pesawaran Nanda Indira mengatakan bahwa kedepan targetnya ada di angka minimal satu digit di tahun 2025.
“Target tersebut tidak akan tercapai manakala seluruh pihak tidak bersatu,untuk itu semua pihak harus melakukan tindakan kongkrit dan komprehensif sesuai dengan poksi masing-masing sehingga capaian yang kita kejar lebih mudah teratasi, ya berkisar di angka 7 sampai 8 persen lah,” kata Nanda.
Nanda juga menerangkan, dari apa yang dikemukakan oleh Dinas Kesehatan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (PMD) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) serta Kelompok kerja (Pokja) Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Pesawaran merupakan langkah kongkrit yang telah dilakukan.
“Dinas kesehatan, melalui bidan desa dan perawat homecare telah melakukan kegiatan yang rutin guna menangani dan mencegah stunting. DP3AP2KB juga bekerja, PMD pun membantu sesuai dengan porsinya ditambah lagi dari Pokja serta elemen masyarakat lain guna menurunkan angka Stunting tersebut,” terang dia.
Dituturkan, data soal stunting yang dikemukakan pada rembuk stunting merupakan data riil dan telah sesuai dengan apa yang dilapangan. Bahkan, Nanda mengaku sering turun langsung ke desa desa untuk melakukan evaluasi dan pembinaan sehingga manakala ada kendala dapat lebih cepat diberikan solusi.
“Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) tahun 2023 mencacat Kabupaten Pesawaran telah berhasil menurunkan Pravelensi Stunting menjadi 10,0 persen. Artinya apa, ada perubahan signifikan dari sebelumnya, dan survei ini dilakukan oleh pemerintah pusat secara nasional dengan independen,” tutur dia.
Penurunan angka tersebut berkat kerja keras seluruh stakeholder terkait yang dilakukan dengan baik. Mulai dari penanganan pada pengantin baru, ibu dengan usia produktif, keluarga, dan penanganan pada bayi usia dibawah lima tahun.
“Pemerintah Kabupaten Pesawaran juga sebelumnya berhasil menurunkan pravelensi stunting Tahun 2023 sebanyak 15,1% dari angka pravelensi stunting tahun 2022 sebesar 25,1%. Ini akan kita tekan terus dengan mengoptimalkan peran pihak terkait, sehingga capaian 7 atau 8 persen dapat terpenuhi,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan, peran penting seluruh pihak bahkan media massa dalam rangka menekan atau mempercepat penurunan stunting di Bumi Andan Jejama sangatlah dibutuhkan.
“Kedepan saya minta partisipasi peran aktif media massa agar dapat membantu mempublikasi apa saja yang telah dan tengah dilakukan sehingga masyarakat dapat mengetahui secara utuh dan bertanggungjawab. Ini penting juga sekaligus mensosialisasikan kepada masyarakat, sehingga kendala yang dialami bisa terurai melalui informasi yang disampaikan,” tegas dia. (Red)
“Seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dapat bersinergi dan bersatu padu dan masif dalam melakukan kegiatan sesuai dengan porsinya untuk bagaimana caranya menurunkan angka Stunting hingga terkecil,” kata dia. di Gedung Serba Guna (GSG) Mahan Agung Komplek Rumah Dinas Bupati di Desa Kurungan Nyawa Kecamatan Gedong Tataan,Kamis (12/09/2024).
Sementara itu, Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Pesawaran Nanda Indira mengatakan bahwa kedepan targetnya ada di angka minimal satu digit di tahun 2025.
“Target tersebut tidak akan tercapai manakala seluruh pihak tidak bersatu,untuk itu semua pihak harus melakukan tindakan kongkrit dan komprehensif sesuai dengan poksi masing-masing sehingga capaian yang kita kejar lebih mudah teratasi, ya berkisar di angka 7 sampai 8 persen lah,” kata Nanda.
Nanda juga menerangkan, dari apa yang dikemukakan oleh Dinas Kesehatan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (PMD) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) serta Kelompok kerja (Pokja) Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Pesawaran merupakan langkah kongkrit yang telah dilakukan.
“Dinas kesehatan, melalui bidan desa dan perawat homecare telah melakukan kegiatan yang rutin guna menangani dan mencegah stunting. DP3AP2KB juga bekerja, PMD pun membantu sesuai dengan porsinya ditambah lagi dari Pokja serta elemen masyarakat lain guna menurunkan angka Stunting tersebut,” terang dia.
Dituturkan, data soal stunting yang dikemukakan pada rembuk stunting merupakan data riil dan telah sesuai dengan apa yang dilapangan. Bahkan, Nanda mengaku sering turun langsung ke desa desa untuk melakukan evaluasi dan pembinaan sehingga manakala ada kendala dapat lebih cepat diberikan solusi.
“Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) tahun 2023 mencacat Kabupaten Pesawaran telah berhasil menurunkan Pravelensi Stunting menjadi 10,0 persen. Artinya apa, ada perubahan signifikan dari sebelumnya, dan survei ini dilakukan oleh pemerintah pusat secara nasional dengan independen,” tutur dia.
Penurunan angka tersebut berkat kerja keras seluruh stakeholder terkait yang dilakukan dengan baik. Mulai dari penanganan pada pengantin baru, ibu dengan usia produktif, keluarga, dan penanganan pada bayi usia dibawah lima tahun.
“Pemerintah Kabupaten Pesawaran juga sebelumnya berhasil menurunkan pravelensi stunting Tahun 2023 sebanyak 15,1% dari angka pravelensi stunting tahun 2022 sebesar 25,1%. Ini akan kita tekan terus dengan mengoptimalkan peran pihak terkait, sehingga capaian 7 atau 8 persen dapat terpenuhi,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan, peran penting seluruh pihak bahkan media massa dalam rangka menekan atau mempercepat penurunan stunting di Bumi Andan Jejama sangatlah dibutuhkan.
“Kedepan saya minta partisipasi peran aktif media massa agar dapat membantu mempublikasi apa saja yang telah dan tengah dilakukan sehingga masyarakat dapat mengetahui secara utuh dan bertanggungjawab. Ini penting juga sekaligus mensosialisasikan kepada masyarakat, sehingga kendala yang dialami bisa terurai melalui informasi yang disampaikan,” tegas dia. (Red) Relawan Muda Pesawaran Siap Menangkan Paslon Nanda – Antonius Pilkada 2024
Pesawaran (RN)- Sekelompok anak muda yang menamakan diri Relawan Muda Nanda-Antonius bertekad mengulang sukses Pilkada dengan mengantarkan kemenangan kepada Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran Nanda Indira – Antonius Muhammad Ali pada Pilkada serentak 27 November 2024.
Hal tersebut ditegaskan ketua Relawan Muda Nanda-Antonius Kris Gunarto, di posko Relawan Muda, jalan pramuka nomor 10 Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.
“Alhamdulillah setelah melalui rembuk bersama rekan-rekan di 11 Kecamatan, Relawan Muda Nanda-Anton lahir untuk berjuang bersama pada Pilkada Pesawaran 27 November 2024 mendatang,” kata dia, Kamis (12/09/2024).
Menurutnya, relawan Muda Nanda-Anton diisi wajah-wajah lama saat menjadi pendukung pasangan Dendi Ramadhona – S Marzuki pada pilkada sebelumnya.
“Anggota dan koordinator kecamatan masih diisi muka lama saat kita berjuang memenangkan Dendi-Marzuki di 2020 lalu, saat itu kita sukses turun ke bawah mengajak masyarakat memilih pemimpin terbaik, dan sekarang kita bertekad akan mengulang sukses itu bersama Ibu Nanda dan Bapak Anton,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, Pemuda sebagai garda terdepan pembangunan harus memiliki peran serta dalam memajukan Kabupaten Pesawaran termasuk dengan memilih sosok pemimpin.
“Kami menilai pasangan Nanda-Anton memiliki visi dan misi yang jelas, program “CAKEP” yang diusung akan membawa Pesawaran makin maju lagi, jadi itu salah satu indikator yang membuat kami mau berjuang untuk Nanda-Antonius sampai mendapatkan kemenangan pada pilkada,” jelasnya.
Terpisah, Sekretaris Relawan Muda Nanda-Antonius Deri Firnanda Tampi menuturkan, keputusan mendukung Nanda-Antonius tidak serta merta, pihaknya telah mendengar masukan dari bawah termasuk dengan program-program yang mendukung kepemudaan.
“Setelah kami dalami, pasangan Nanda-Anton yang terbaik bagi para pemuda di Kabupaten Pesawaran, jadi tidak ada alasan untuk tidak berjuang memenangkan pasangan kita karena sudah saatnya pemuda di Pesawaran bisa terakomodir kemampuan dan haknya dalam berkarya,” ungkapnya.
Deri mengatakan, Relawan Muda Nanda-Anton nantinya akan menyentuh masyarakat secara langsung dengan sosialisasi door to door.
“Kita ada program unggulan bertajuk Relawan Muda Ketuk Seribu Pintu, nantinya anggota kita akan datang dari rumah ke rumah mensosialisasikan program Cakep sekaligus membagikan APK agar masyarakat tidak salah pilih calon pemimpin, dan memilih calon visioner yaitu ibu Nanda Indira dan bapak Antonius Muhammad Ali,” tegasnya.
“Jadi kami membuka ruang seluas-luasnya bagi para pemuda di Pesawaran untuk bergabung berjuang besama memenangkan Nanda-Anton, Karena Nanda-Anton merupakan jawaban dari kebangkitan anak muda berdasarkan program-programnya,” pungkasnya. (zal)
Bupati Pesawaran Bersama Kodim 0421/Lamsel Resmikan Pembangunan Jalan Desa Lumbirejo
Pesawaran (RN) – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona bersama Kodim 0421/Lamsel menggelar tasyakuran peresmian pembangunan jalan di Desa Lumbirejo, Kecamatan Negeri Katon.
Kegiatan itu bersamaan dengan upacara penutupan Karya Bhakti TNI yang digelar di Lapangan Desa Lumbirejo pada Selasa, (10/09/2024).
“Karya Bhakti TNI 2024 ini, Kodim 0421/Lamsel bersama elemen masyarakat melakukan pembangunan jalan beton sepanjang 670 meter. Jalan ini sekaligus menjadi penghubung antara Dusun 1 dan Dusun 2 Desa Lumbirejo yang menjadi akses masyarakat sekitar dalam menjalankan mobilitas pertanian, kesehatan, dan juga pendidikan,” kata Dendi.
Dirinya juga menjelaskan, program ini sejalan dengan visi yang hendak dicapai dalam tahapan pembangunan jangka panjang daerah Kabupaten Pesawaran, yakni menciptakan Pesawaran lebih maju dan sejahtera dengan masyarakat yang produktif.
“Visi ini sangat relevan dan sinergis, sebagai program terpadu antara Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran dan Kodim 0421/Lamsel guna mempercepat pelaksanaan pembangunan daerah. Bukan hanya aspek non-fisik seperti pembinaan, keamanan, dan ketertiban masyarakat. TNI juga memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan fisik infrastruktur sebagai penunjang pembangunan daerah,” ujarnya.
Untuk itu, atas nama Pemerintah Kabupaten Pesawaran, mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI, Kecamatan, Pemerintah Desa, hingga masyarakat yang telah berpartisipasi aktif menyumbangkan waktu, tenaga, dan pikirannya dalam mendukung kegiatan ini.
“Kegiatan ini telah banyak memberikan pelajaran berharga, betapa penting dan luar biasa semangat gotong royong membangun bangsa. Semua bahu membahu, memberikan sumbang pikiran, ide, gagasan, sumbangan tenaga dan keterampilan, sumbangan materi dan lain-lain demi kepentingan umum,” ujar Dendi.
Sementara itu, Komandan Kodim 0421/Lamsel Letkol Inf Esnan Haryadi, menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya kepada seluruh personil TNI serta masyarakat yang telah bergotong royong dalam proses pembangunan jalan.
Dirinya menilai pembangunan jalan di Desa Lumbirejo sebagai proyek Karya Bhakti TNI tidak terlepas dari penilaian masyarakatnya yang kompak, rukun, dan guyub. Untuk itu, Esnan berharap agar masyarakat bisa merawat dan menjaga jalan agar tetap bisa digunakan dalam jangka panjang guna mempermudah mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kita patut berbangga karena suasana guyub seperti ini sudah kita temui lagi di kota-kota besar. Terima kasih kepada seluruh personel dan masyarakat yang sudah turut andil, semoga berguna untuk aktivitas masyarakat, silakan dirawat dan dijaga,” harapnya.
“Pembangunan jalan proyek Karya Bhakti TNI sebagai sarana pendukung pembangunan infrastruktur desa mengundang antusias dan tanggapan positif dari masyarakat,” tambahnya.
Ditempat yang sama, Kepala Desa Lumbirejo Ridho menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada jajaran TNI, Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran serta seluruh pihak yang turut berkontribusi dalam mendukung pembangunan desa.
Ridho menjelaskan bahwa jalan sepanjang 670 meter didesanya tersebut merupakan akses yang kerap dilalui warga untuk pergi berkebun serta bersekolah. Dengan pembangunan ini, ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan dengan bijak dan merawatnya untuk kemaslahatan bersama.
“Sesuai dengan namanya, Jalan Nakula ini diambil dari tokoh pewayangan yang merupakan ksatria yang baik sebagai simbol masyarakat desa Lumbirejo agar menjadi orang-orang yang baik sesuai nama jalannya,” ujar Kades. (zal)
Dirinya juga menjelaskan, program ini sejalan dengan visi yang hendak dicapai dalam tahapan pembangunan jangka panjang daerah Kabupaten Pesawaran, yakni menciptakan Pesawaran lebih maju dan sejahtera dengan masyarakat yang produktif.
“Visi ini sangat relevan dan sinergis, sebagai program terpadu antara Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran dan Kodim 0421/Lamsel guna mempercepat pelaksanaan pembangunan daerah. Bukan hanya aspek non-fisik seperti pembinaan, keamanan, dan ketertiban masyarakat. TNI juga memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan fisik infrastruktur sebagai penunjang pembangunan daerah,” ujarnya.
Untuk itu, atas nama Pemerintah Kabupaten Pesawaran, mengucapkan terima kasih kepada jajaran TNI, Kecamatan, Pemerintah Desa, hingga masyarakat yang telah berpartisipasi aktif menyumbangkan waktu, tenaga, dan pikirannya dalam mendukung kegiatan ini.
“Kegiatan ini telah banyak memberikan pelajaran berharga, betapa penting dan luar biasa semangat gotong royong membangun bangsa. Semua bahu membahu, memberikan sumbang pikiran, ide, gagasan, sumbangan tenaga dan keterampilan, sumbangan materi dan lain-lain demi kepentingan umum,” ujar Dendi.
Sementara itu, Komandan Kodim 0421/Lamsel Letkol Inf Esnan Haryadi, menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya kepada seluruh personil TNI serta masyarakat yang telah bergotong royong dalam proses pembangunan jalan.
Dirinya menilai pembangunan jalan di Desa Lumbirejo sebagai proyek Karya Bhakti TNI tidak terlepas dari penilaian masyarakatnya yang kompak, rukun, dan guyub. Untuk itu, Esnan berharap agar masyarakat bisa merawat dan menjaga jalan agar tetap bisa digunakan dalam jangka panjang guna mempermudah mobilitas masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Kita patut berbangga karena suasana guyub seperti ini sudah kita temui lagi di kota-kota besar. Terima kasih kepada seluruh personel dan masyarakat yang sudah turut andil, semoga berguna untuk aktivitas masyarakat, silakan dirawat dan dijaga,” harapnya.
“Pembangunan jalan proyek Karya Bhakti TNI sebagai sarana pendukung pembangunan infrastruktur desa mengundang antusias dan tanggapan positif dari masyarakat,” tambahnya.
Ditempat yang sama, Kepala Desa Lumbirejo Ridho menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada jajaran TNI, Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran serta seluruh pihak yang turut berkontribusi dalam mendukung pembangunan desa.
Ridho menjelaskan bahwa jalan sepanjang 670 meter didesanya tersebut merupakan akses yang kerap dilalui warga untuk pergi berkebun serta bersekolah. Dengan pembangunan ini, ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan dengan bijak dan merawatnya untuk kemaslahatan bersama.
“Sesuai dengan namanya, Jalan Nakula ini diambil dari tokoh pewayangan yang merupakan ksatria yang baik sebagai simbol masyarakat desa Lumbirejo agar menjadi orang-orang yang baik sesuai nama jalannya,” ujar Kades. (zal) 
Dalam Sambutannya, Jihan Nurlela menyampaikan ucapan terimakasih kepada Paguyuban Bela Budaya dan Pemerintah Desa Margorejo atas terselenggaranya kegiatan Tournament Volleyball tersebut.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada Paguyuban Bela Budaya dan Pemerintah Desa Margorejo yang sudah membuat kegiatan positif seperti ini semoga kegiatan ini juga menjadi inspirasi bagi Desa yang lainnya untuk membuat Tournament Volleyball seperti ini sehingga,masyarakat bisa bersukacita menyaksikan pertandingan bola voli dan bisa memberikan manfaat juga bagi para pedagang dan UMKM,” katanya.
Pada kesempatan itu, dr Jihan Nurlela juga memohon izin kepada Masyarakat atas pencalonan dirinya sebagai Calon Wakil Gubernur Lampung mendampingi Rahmat Mirzani Djausal.
“Ini belum masa Kampanye tapi saya mohon izin kepada masyarakat karena saat Pemilihan Anggota DPD RI pada Pemilihan Legislatif yang lalu saya juga memperoleh suara yang sangat banyak dari Lampung Selatan, sehingga saya minta izin dulu untuk mendampingi bapak Rahmat Mirzani Djausal sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung pada Pilkada 27 November nanti,” ujarnya.
Peraih suara Terbanyak pemilu legislatif DPD RI ini juga mengatakan dukungan dan Apresiasinya kepada Paguyuban Bela Budaya Provinsi Lampung yang masih merawat dan mencintai Budaya bangsa Indonesia dengan banyak mengadakan berbagai kegiatan yang bertema kebudayaan.
” Saya dan Yai Mirza sepemikiran dengan Paguyuban Bela Budaya tentang bagaimana masyarakat khususnya di Provinsi Lampung ini bisa terus menjaga, melestarikan dan mencintai Budayanya, banyak sekali budaya luar yang masuk ke negara Kita dan itu sulit sekali untuk dicegah, karena informasi yang begitu mudah diterima masyarakat melalui media sosial, namun apa yang kita lihat malam ini di Desa Margorejo masih ada seni tari Kuda Lumping anak-anak itu luar biasa sekali dan menjadi kebanggaan kita semua oleh karena itu, jika nanti kami bisa diberi kesempatan memimpin masyarakat provinsi Lampung maka seni dan Budaya akan kita support terus supaya generasi muda kita bisa semakin cinta terhadap budaya, sebagai jati diri bangsa Indonesia,”Tutupnya (Red).