Ketua MPC Pesawaran: Seluruh Struktur Organisasi Komitmen Dukung Nanda – Anton

Pesawaran (RN) – Dukungan organisasi kemasyarakatan (Ormas) kepada Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran Nanda Indira-Antonius Muhammad Ali pada Pilkada Pesawaran 2024 terus mengalir dan tak terbendung. Sebelumnya, terdapat 18 organisasi kemasyarakatan yang berkomitmen mendukung kemenangan Nanda-Anton. Kemudian terbaru dukungan tersebut muncul dari Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Pesawaran. Ketua MPC Pemuda Pancasila Pesawaran, Murni Achmadi mengatakan bahwa seluruh struktur organisasi berkomitmen untuk mendukung Paslon Nanda-Anton dalam Pilkada Pesawaran. “Kami berkomitmen untuk turut serta dalam memenangkan Bacalon Bupati dan Wakil Bupati Nanda-Anton untuk melanjutkan pembangunan di Bumi Andan Jejama,” kata dia, saat Deklarasi dukungan MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Pesawaran, di Sekretariat MPC Pemuda Pancasila di Desa Gedong Tataan Kecamatan Gedong Tataan kabupaten setempat, Selasa (17/9/2024). Dia menegaskan bahwa seluruh anggota Pemuda Pancasila di Kabupaten Pesawaran dengan tegas akan memenangkan pasangan calon ini. Selain itu, pihaknya juga berkomitmen menjaga stabilitas dan keamanan dalam Pilkada 2024. “MPC PP Kabupaten Pesawaran juga siap menjaga stabilitas dan keamanan selama masa kampanye, sekaligus memastikan bahwa proses demokrasi berjalan dengan lancar,” tegasnya.  Sementara, Bakal Calon Bupati Pesawaran Nanda Indira mengatakan, mudah – mudahan dengan deklarasi di MPC PP Pesawaran pada hari ini Nanda-Anton semakin kuat.  “Saya bersama pak Anton mengucapkan terimakasih kepada MPC PP Pesawaran beserta jajaran nya yang telah mendeklarasi dukungan nya terhadap kami, Nanda-Anton, semoga ini bukan seremonial saja, dan kita jangan mudah terpancing dengan isu-isu miring yang selama ini beredar,” kata Nanda.  Nanda berpesan pesta demokrasi di Pesawaran harus dimaknai dengan riang gembira, dengan menjaga kerukunan serta situasi kondusif di Bumi Andan Jejama. “Mari kita berdemokrasi dengan riang gembira, kita tunjukkan program-program, serta ide dan gagasan kita, untuk tujuan membawa Kabupaten Pesawaran lebih baik lagi kedepannya,” pungkasnya. Deklarasi tersebut turut dihadiri ketua Tim Pemenangan Koalisi Untuk Rakyat (KUR) M. Nasir, sejumlah kelompok relawan serta anggota Pemuda Pancasila Pesawaran.(zal)

Jalin Silaturahmi, Bacawabup Anton Sampaikan Program Unggul Ke Masyarakat Teluk Pandan

Pesawaran (RN)- Gerilya cari dukungan dan simpati terus dilakukan bakal calon Bupati (Bacawabup) Pesawaran Antonius Muhammad Ali dengan turun langsung ke masyarakat di Kabupaten Pesawaran. Tak kenal lelah, kali ini Bacawabup Antonius Muhammad Ali turun langsung ke empat desa di wilayah pesisir Pesawaran, yaitu Desa Sukajaya Lempasing, Desa Hurun, Desa Hanura dan Desa Sidodadi Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran, Senin (16/09/2024). Bacawabup Pesawaran Antonius Muhammad Ali mengatakan, tujuannya turun langsung ke lapangan untuk menjalin silaturahmi kepada masyarakat Kabupaten Pesawaran. “Yang pasti tujuan kami baik, kami hadir untuk silaturahmi kepada masyarakat dengan membawa program-program yang tujuannya untuk membawa Kabupaten Pesawaran lebih baik lagi,” kata dia. Dalam kesempatan tersebut, Antonius Muhammad Ali juga meminta doa restu dari masyarakat agar niat baiknya membangun Kabupaten Pesawaran bersama Calon Bupati Nanda Indira bisa tercapai. “Insyaallah kami Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran Nanda -Antonius, kedepannya akan kembali melanjutkan program-program kerja Bupati Dendi Ramadhona yang sudah baik akan terus dilanjutkan dan yang belum akan di perbaiki,” ujarnya. “Dengan memanfaatkan sebagai Paslon pilihan Bapak Prabowo Subianto kami berharap kedepannya program-program dari pusat bisa di ambil oleh Kabupaten Pesawaran,” timpalnya.  Dirinya meyakini, dengan mendampingi Calon Bupati Nanda Indira, dirinya sebagai Cawabup insya Allah akan menjadikan dan menambah energi baru untuk Pesawaran lima tahun kedepan. “Insya Allah kedepan dengan Bapak Prabowo Subianto sebagai Presiden RI, saya akan berjuang untuk mendapatkan perhatian yang lebih dari pemerintah pusat,” ungkapnya. Selain itu, dirinya juga meminta kepada semua pihak untuk berpolitik secara santun, riang gembira, adu ide dan gagasan, jangan menebar fitnah atau memberikan narasi yang tidak sehat untuk masyarakat Pesawaran. Sementara itu, salah satu Tokoh Masyarakat Desa Sukajaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan, Hanafi sangat menyambut baik atas kedatangan silaturahmi Bacalon Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali ditengah-tengah masyarakat bawah. “Kami harap kedepan hadir pemimpin yang jujur, amanah dan konsisten terhadap perkataannya, apa lagi ini adalah pemimpin muda, yang energik dan punya jalur ke pusat langsung, dan bukan pemimpin yang tidak mau dekat dengan masyarakatnya,” kata dia. “Semoga niat baik Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran Nanda Indira -Antonius Muhammad Ali bisa menghasilkan hasil yang baik juga, dan bisa membawa Kabupaten Pesawaran lebih baik dan maju lagi,” pungkasnya. (zal)

Pemkab Pesawaran Pastikan Pembelajaran Siswa di Kawasan Register 21 Berjalan Maksimal

Pesawaran (RN) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus melakukan berbagai upaya untuk memastikan proses pembelajaran di UPTD SD Negeri 18 Way Ratai, yang terletak di kawasan Register 21, berjalan secara baik dan maksimal.  Sebagaimana diketahui bahwa berdasarkan SK pendirian sekolah, SDN 18 Way Ratai berlokasi di Desa Sumber Jaya Kecamatan Way Ratai, berdiri sejak 15 Oktober 1984. Sekolah ini awalnya merupakan SD Inpres yang berdiri di atas Kawasan Register 21 dan masuk dalam salah satu bagian wilayah Kabupaten Lampung Selatan.  Pendirian Satuan Pendidikan tersebut dibangun berdasarkan kesepakatan warga setempat untuk mengusulkan pendirian satuan Pendidikan dengan tujuan memberikan layanan pendidikan terhadap masyarakat yang berdomisili di kawasan tersebut. Terhitung sejak tahun 1972 sampai saat pemekaran kabupaten Pesawaran, SDN 18 Way Ratai masih menjadi satu-satunya layanan pendidikan yang berada di kawasan register tersebut. Berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kabupaten Pesawaran Nomor 37 Tahun 2022 Tentang Pembentukan, Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Daerah Satuan Pendidikan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran perubahan nomenklatur semula SD Negeri 18 Way Ratai berubah menjadi UPTD SD Negeri 18 Way Ratai. Saat ini jumlah siswa yang tercatat pada Dapodik Satuan Pendidikan sejumlah 40 siswa. Sementara itu, berdasarkan Peraturan Kemendikbudristek Nomor 36 Tahun 2014, mengamanatkan bahwa salah satu pertimbangan merger (penggabungan) satuan Pendidikan adalah kesenjangan baik secara kualitas maupun kuantitas.  Aturan ini diperkuat dengan Surat Edaran Dirjendikdasmen Nomor 0993/ D/ PR/ 2018 Tentang Kualitas Data Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah menyebutkan bahwa “Dalam hal sekolah selama 3 tahun berturut turut memiliki siswa kurang dari 60 siswa dapat dilakukan penggabungan dengan sekolah sederajat dan terdekat”.  Jika melihat jumlah siswa yang tercatat di Dapodik Satuan Pendidikan, UPTD SD Negeri 18 Way Ratai dimungkinkan untuk dilakukan merger atau penggabungan dengan sekolah lain yang terdekat. Apalagi ditambah dengan kondisi fisik bangunan serta sarana dan prasarana yang sudah tidak memungkinkan untuk dilakukan proses belajar mengajar secara maksimal. Berdasarkan hal tersebut Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesawaran telah melakukan upaya untuk melakukan proses pemindahan siswa UPTD SD Negeri 18 Way Ratai ke sekolah terdekat dan berada di luar kawasan register 21, yaitu UPTD SD Negeri 13 Way Ratai yang berjarak tempuh +/- 7 kilometer. Kepala Disdikbud Pesawaran, Anca Martha Utama mengatakan bahwa upaya ini telah tertuang dalam berita acara hasil musyawarah mufakat yang telah dilakukan oleh Dinas Pendidikan bersama komite sekolah, tokoh masyarakat, aparatur desa dan perwakilan APDESI tertanggal 31 Juli Tahun 2024. “Namun masyarakat memilih untuk tetap bertahan menyekolahkan anaknya di UPTD SD Negeri 18 Way Ratai. Hal ini dikarenakan akses jalan yang terjal dan sulit dilalui oleh siswa menuju lokasi sekolah lainnya,” ungkap Anca Senin, (16/9/2024). Melihat kondisi ril dan keinginan masyarakat setempat yang menginginkan UPTD SD Negeri 18 Way Ratai tetap berdiri di lokasi saat ini dengan berbagai keterbatasan dan kondisi fisik sarana dan prasarana yang sangat tidak memadai, Pemerintah Kabupaten Pesawaran tetap memastikan agar proses pembelajaran tetap berjalan dengan baik dan maksimal.   ntuk mendukung hal tersebut, Anca menyebut bahwa Disdikbud Pesawaran telah melakukan pemenuhan tenaga pendidik yang berstatus PNS dan PPPK.  Sementara bagi siswa yang bersekolah di Satuan Pendidikan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran memastikan seluruh siswa mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Dimana saat ini sebanyak 30 siswa UPTD SD Negeri 18 Way Ratai telah tercatat sebagai penerima bantuan PIP. Kemudian dalam hal peningkatan fisik bangunan, sarana dan prasarana UPTD SD Negeri 18 Way Ratai Pemerintah Kabupaten Pesawaran belum dapat melakukan intervensi perbaikan dikarenakan lokasi UPTD SD Negeri 18 Way Ratai yang berada di Lahan Register 21 dan status kepemilikan lahan, hal ini terbentur dengan peraturan yang berlaku. Status lahan register telah diatur dalam Undang- Undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan, yang mengamanatkan bahwa Penyelenggaraan perlindungan hutan dan konservasi alam bertujuan menjaga hutan, kawasan hutan dan lingkungannya agar fungsi lindung, fungsi konservasi dan fungsi produksi tercapai secara optimal dan lestari.  Kebijakan ini juga didukung dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2021 yang mengatur tentang perencanaan kehutanan, Penggunaan Kawasaan Kawasan Hutan berikut sanksi administratifnya. Namun demikian, hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Pesawaran masih terus melakukan berbagai upaya bersama perangkat Desa Sumber Jaya, masyarakat setempat dan APDESI untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait diantaranya yaitu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK) untuk melakukan percepatan perubahan status kepemilikan lahan UPTD SD Negeri 18 Way Ratai.  Hal ini sebagai bentuk upaya untuk mengatasi satu-satunya kendala dari Pemkab Pesawaran dalam melakukan intervensi dan perbaikan fisik serta sarana dan prasarana UPTD SD Negeri 18 Way Ratai guna pemerataan kualitas pendidikan di Bumi Andan Jejama. Selain itu, upaya lainnya yang juga turut dilakukan Pemkab Pesawaran, diantaranya mengupayakan pembiayaan melalui pihak ketiga yang sifatnya tidak mengikat dan dalam waktu dekat akan dilaksanakan renovasi fisik bangunan sekolah. “Pemerataan kualitas Pendidikan di Bumi Andan Jejama merupakan tujuan utama dan hal ini bukanlah hal yang mudah, perlu adanya dukungan dari berbagai pihak untuk mencapai tujuan tersebut,” ujar Anca. (zal)

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pesawaran, Paslon Nanda – Anton Usung Program AMAN

Pesawaran (RN)- Demi terciptanya kondusifitas dalam kehidupan dan terwujudnya rasa nyaman dan bahagia masyarakat Bumi Andan Jejama, Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran Nanda Indira dan Antonius Muhammad Ali akan mengusung program AMAN. Program AMAN yang juga merupakan salah satu program prioritas dari visi misi CAKEP ini, berisi tentang Berusaha, Ekonomi, Pangan, Sosial, dan Infrastruktur, untuk Pesawaran Maju. Melalui program ini, Bacawabup Antonius M. Ali menekankan bahwa infrastruktur berkelanjutan untuk ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi menjadi sangat penting untuk menjadi perhatian.  “Dalam beberapa tahun terakhir, kita mengalami tantangan pangan yang sangat serius dan punya pekerjaan rumah untuk menekan angka inflasi,” kata dia, Senin (16/9/2024). “Inilah salah satu motivasi mengapa menurut saya infrastruktur berkelanjutan sangatlah penting. Khususnya untuk peningkatan ekonomi, ketahanan pangan, dan kehidupan sosial masyarakat di kabupaten ini,” timpalnya. Untuk itu, Anton juga menilai infrastruktur berkelanjutan untuk ketahanan pangan menjadi sangat penting. Bukan hanya di sektor pangan, infrastruktur berkelanjutan juga penting untuk sektor-sektor lainnya. “Sudah menjadi perjalanan panjang dan banyak bukti bahwa kehidupan rakyat saat ini masih dipenuhi berbagai masalah. Dan untuk menghadirkan kesejahteraan bagi semua, yang dibutuhkan adalah kerja nyata dan solusi konkrit untuk masyarakat,” ujarnya. Dirinya menjelaskan bahwa, program AMAN ini juga, mengacu pada amanat dalam undang-undang, yaitu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat, penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan. “Selain itu, meningkatkan ketersediaan pangan baik dari hasil produksi masyarakat, meningkatkan keterjangkauan pangan bagi masyarakat, meningkatkan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, aman, higienis, bermutu, tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, serta berbasis pada potensi sumber daya lokal,” jelasnya. “Ketahanan pangan ini dapat dicapai dengan berdasarkan pada prinsip-prinsip, seperti partisipasi secara aktif masyarakat tentang perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kebijakan ketahanan pangan di desa. Kegotongroyongan dan kesadaran bekerja sama, kesetaraan yang mengutamakan pemenuhan hak dan kepentingan seluruh masyarakat, terutama bagi masyarakat miskin yang tidak memiliki aset dan akses terhadap pangan,” tambahnya. Selain itu, Kemandirian yang diselenggarakan dengan mengutamakan pendayagunaan segala sumber daya pembangunan yang ada untuk membangun pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, dan peternakan yang berkelanjutan.  “Banyak aspek yang akan kita wujudkan kedepan jika terpilih, seperti Ketersediaan pangan di desa, Ketersediaan pangan dari hasil produksi masyarakat Desa, Ketersediaan data dan informasi mengenai hasil produksi, Ketersediaan Pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan berbasis potensi sumber daya lokal. dan Ketersediaan bantuan pangan bagi masyarakat miskin, rawan pangan dan gizi, maupun dalam keadaan darurat. Serta Konsumsi pangan yang aman, higienis, bermutu, dan tidak bertentangan dengan agama,” ungkapnya. Sementara itu, Bacabup Nanda Indira menambahkan, program ini juga sangat erat kaitannya dengan persoalan ekonomi. Seperti memastikan ketersediaan kebutuhan pokok dan biaya hidup murah. Apalagi kebutuhan pokok adalah hak dasar setiap warga.  Menurut dia, ‘kemandirian’ harus dilakukan secara bersama-sama, guna memastikan Kabupaten Pesawaran bisa memaksimalkan potensi sumber daya yang ada untuk memproduksi pangan. Hal ini tentunya, kata dia, akan menekan resiko krisis pangan akibat dinamika global. “Jika dilakukan dengan baik dan benar, tentunya program yang kami usung ini bisa mensejahterakan petani dan masyarakat Pesawaran,” kata dia. Dirinya mengungkapkan, setidaknya dalam program ini ada beberapa aspek yang akan menjadi perhatian dan akan dilakukan. Seperti di aspek kemandirian pangan, ketersediaan dan keterjangkauan pupuk, kemudian melakukan langkah konkrit agar petani tidak perlu memikirkan pasar dan harga jual, serta membangun sarana dan prasarana guna menaikkan produktivitas dan menurunkan biaya produksi. Pada program ini, dirinya juga akan memastikan kesejahteraan seluruh masyarakat Pesawaran. Sehingga kedepannya masyarakat bisa hidup nyaman dan aman, serta merencanakan masa depan dengan baik. Karena pemerintah berperan penting dalam dalam kehidupan masyarakatnya. Seperti menyuburkan kewirausahaan, menciptakan lapangan kerja dan menguatkan sistem perlindungan sosial. “Semua ini akan kita lakukan, agar di Kabupaten Pesawaran angka kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan turun secara signifikan. Melakukan terobosan-terobosan dan optimalisasi seluruh sektor. Pemerataan Ekonomi, yang akan dilakukan sesuai dengan kondisi daerah, memperbaiki infrastruktur, meningkatkan akses masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi produktif, serta melakukan penguatan keterampilan masyarakat, agar tercipta masyarakat Pesawaran yang unggul,” pungkasnya. (R-1)

Target Menangkan Nanda – Anton, PKN Pesawaran Siap Bekerja Maksimal

Pesawaran (RN)- Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Kabupaten Pesawaran, siap membawa kemenangan kepada Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nanda Indira -Antonius Muhammad Ali pada Pilkada serentak 2024. Ketua PKN Pesawaran, R. Budiyanto, bersama Sekretaris M. Riyadi menyatakan kesiapan mereka untuk bekerja maksimal dalam mendukung dan memenangkan pasangan Nanda-Antonius. “Kami dari Partai PKN siap all out untuk memenangkan pasangan Nanda-Antonius. Ini bukan hanya sekadar dukungan, tetapi langkah strategis untuk membawa perubahan nyata bagi Kabupaten Pesawaran,” kata dia, saat menghadiri acara Pengukuhan Tim Pemenangan Nanda -Antonius di Posko Pemenangan Desa Negeri Sakti Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, Minggu (15/09/ 2024). Menurutnya, dukungan dari Partai PKN diharapkan dapat memperkuat posisi Paslon Nanda-Antonius dalam meraih kemenangan pada kontestasi Pilkada ini. “Kami siap bekerja dan berjuang bersama-sama untuk memenangkan Nanda -Antonius, dengan tujuan untuk memajukan Kabupaten Pesawaran ini,” ujarnya. Dirinya juga akan terus menjalin komunikasi dan kerjasama baik dengan partai koalisi maupun dengan masyarakat Kabupaten Pesawaran. “Tentunya kami berharap perjuangan ini bisa mendapatkan hasil yang baik serta membawa kemenangan kepada Paslon Nanda -Antonius untuk Pesawaran lebih baik dan lebih maju kedepannya,” pungkasnya. (zal)

Paslon Nanda – Anton: Isu Miring, Kita Tanggapi Dengan Senyum dan Kerja Nyata 

Pesawaran (RN) – Pasangan Nanda-Antonius tanggapi isu miring yang menyerang pihaknya, dengan santun. Calon Bupati Pesawaran Nanda Indira mengatakan, menjelang masa penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati, banyak isu yang beredar tentang dirinya bersama wakilnya, dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. “Sebenarnya banyak isu yang telah disebar oleh orang yang tidak bertanggung jawab, tapi ada dua isu yang mengusik hati saya, mulai dari isu agama yang menuding kepada pak Anton, dan juga narasi-narasi yang mengatakan seorang wanita tidak dapat menjadi pemimpin,” ujarnya dalam acara pengukuhan tim pemenangan Koalisi Untuk Rakyat di Posko Kemenangan, desa Negeri Sakti Kecamatan Gedong Tataan, Minggu (15/09/2024). Meskipun begitu, dirinya tidak mau mengambil pusing dengan isu-isu tersebut, karena menurutnya hal terpenting saat ini adalah merapatkan barisan koalisi guna memenangkan Pilkada 2024. “Saya rasa tidak perlulah menyebar isu-isu yang sifatnya menyerang pribadi, adu saja visi misi yang diusung masing-masing, tanpa harus menjatuhkan seseorang, tapi sudahlah kami juga tidak ingin menanggapi isu-isu itu, kami hanya fokus untuk bekerja guna mensejahterakan masyarakat dan membangun Bumi Andan Jejama,” ujar dia. Dirinya mengatakan, dalam koalisi besar seperti ini diperlukannya kepercayaan di dalam tubuh koalisi, karena ketika kepercayaan tidak ada, koalisi besarpun tidak akan melahirkan hasil yang baik. “Kita tanggapi isu itu dengan senyum dan kerja nyata dari koalisi kita ini, yanh terpenting saat ini, kita harus menguatkan kepercayaan satu sama lain agar tidak mudah untuk di pecah belah,” kata dia. Sementara itu, Ketua tim pemenangan Koalisi Untuk Rakyat (KUR) M. Nasir, meminta kepada seluruh tim koalisi untuk merapatkan barisan dan meningkatkan kepercayaan satu sama lain, untuk memenangkan pasangan Nanda-Antonius. “Menjelang pemilihan, pasti banyak isu yang menerpa, apalagi saya selaku ketua tim, karena kebetulan adik kandung saya menjadi ketua tim pemenangan calon sebelah. Tapi saya tekankan, dalam politik itu harga diri kita dipertaruhkan dengan memenangkan calon Bupati dan Wakil Bupati yang kita usung,” katanya. “Makanya, saya mengajak seluruh tim pemenangan untuk bersama-sama berpegangan tangan dan terus solid dan bekerja sungguh-sungguh untuk memenangkan Nanda-Anton,” ujarnya. Diketahui, dalam kegiatan pengukuhan tim pemenangan Koalisi Untuk Rakyat (KUR), diadakan juga bhakti sosial berupaya santunan anak yatim piatu sebanyak 40 anak yang berada di sekitar Posko pemenangan yang berada di Desa Negeri Sakti Kecamatan Gedong Tataan. (R-1).

Wasekum MPAL Provinsi Lampung Tegaskan, MPAL Pesawaran Yang Baru Dilantik Syabirin Koenang Tidak Sah

Lampung (RN) – Wakil Sekretaris Umum Majelis Penyeimbang Adat Lampung (MPAL) Provinsi Lampung, Ahmad Nyerupa gelar Suntan Ratu Balai Bang menegaskan bahwa Ketua MPAL Provinsi Lampung adalah Sjahroedin, ZP gelar Kanjeng Yang Tuan Suttan Mangku Negara Junjungan Pemangku SBRJ I sesuai dengan SK Gubernur Lampung nomor 656/II.03/HK/2013, bukan Syabirin Koenang. Hal tersebut menanggapi adanya pelantikan pengurus MPAL di beberapa Kabupaten yang ada di Provinsi Lampung oleh Syabirin Koenang. “Jadi sampai sekarang kita belum melaksanakan Mubes (Musyawarah Besar) untuk memilih ketua MPAL, jadi kami heran kok bisa-bisanya ada yang mengaku Ketua MPAL dan melantik pengurus di Kabupaten, yang sah secara AD/ART MPAL, ketua adalah Sjahroedin ZP,” terangnya, Sabtu (14/9/2024) di kantor sekretariat MPAL Provinsi Lampung.  Dirinya mengungkapkan, bahwa MPAL lahir berdasarkan Perda Provinsi Lampung nomor 5 tahun 2013 tentang kelembagaan Adat Lampung. “Sesuai dengan AD ART bahwa pengurus MPAL tingkat provinsi dilantik dan dikukuhkan oleh Gubernur dan pengurus MPAL Kabupaten/Kota dilantik oleh Bupati/Walikota, jadi diluar ketentuan itu ilegal,” tambahnya. “SK juga sama bagi MPAL Provinsi Lampung ditandatangani oleh Gubernur, sedangkan SK pengurus MPAL tingkat Kabupaten/Kota ditandatangani oleh Bupati/Walikota,” timpalnya. Hal ini menurut Ahmad Nyerupa harus diklarifikasi kepada kepala daerah yang ada di Provinsi Lampung karena pelantikan yang diadakan oleh yang mengaku MPAL dirasa sudah meresahkan. “Agar semua faham bahwa MPAL masih dipimpin oleh Sjahroedin, ZP bukan yang lain, karena fenomena di lapangan sudah membuat gaduh, pengurus MPAL di Kabupaten/Kota sudah ada tidak boleh ada pelantikan-pelantikan yang mengaku dirinya MPAL sesuai amanah AD ART,” ujarnya. Dengan mempertimbangkan aspek-aspek tersebut dirinya menegaskan bahwa pelantikan pengurus MPAL di Kabupaten Pesawaran pada tanggal 10 September 2024 yang dilantik saudara Syabirin HS Koenang tidak berdasarkan hukum dan tidak berdasarkan AD ART MPAL dan dinyatakan Ilegal. “Empat poin penjabaran ini merupakan klarifikasi kami selaku pengurus MPAL Provinsi Lampung, dan kami sudah surati Bupati Pesawaran agar difahami bahwa MPAL yang kemarin dilantik itu ilegal,” pungkasnya. (R-1)

Dua Pelaku Pembuang Mayat di Jembatan Binong Pesawaran Diringkus Polisi, Ini Motifnya

Pesawaran (RN) – Tim TEKAB 308 Polres Pesawaran Polda Lampung berhasil menangkap dua terduga pelaku pembunuhan di rumah ibu tirinya di Sleman Yogyakarta beberapa waktu lalu. Kapolres Pesawaran AKBP Maya Henny Hitijahubessy melalui Kasat Reskrim Iptu Devrat Aolia Arfan mengatakan bahwa kedua terduga pelaku tersebut diamankan setelah pihaknya melakukan penyelidikan dilapangan. “Ya, hasil penyelidikan dilapangan yang kita dalami kemudian didapatkan informasi tentang keberadaan kedua terduga pelaku yang sedang berada di rumah ibu tiri pelaku yaitu di Kota Sleman Yogyakarta,” kata dia,Kamis (13/09/2024). Kedua terduga pelaku yang dimaksud adalah atas nama Ardi Kurniawan (24) dan Novita Dwi Ramadanti (21) warga Dusun Tanjung Waras, Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung yang merupakan suami istri. “Kedua pelaku tersebut diamankan tanpa ada perlawanan, lalu dari hasil pemeriksaan sementara, motifnya adalah pelaku berinisial AK mengaku cemburu terhadap korban WS yang diduga ada main dengan istrinya berinisial NDR,” ujar dia. Kemudian, lanjutnya, selain terduga pelaku AK dan NDR masih ada pelaku lain berinisial R alias Rocker yang kini masih dalam pengejaran dilapangan. “Jadi, kasus ini bermula dari hubungan gelap antara korban WS dan NDR , istri dari AK Pada 18 Agustus 2024, korban WS menghubungi NDR melalui pesan WhatsApp, mengajaknya untuk bertemu. Pesan tersebut diketahui oleh AK yang kemudian merencanakan pembunuhan dengan bantuan temannya R alias Rocker,” ungkapnya. Kemudian, lanjutnya, pelaku AK meminta istrinya NDR untuk membalas pesan dan mengatur pertemuan di kontrakan mereka di Desa Tanjung Waras, Kecamatan Natar. Saat itu, AK sudah memutuskan bahwa pertemuan ini akan menjadi perangkap untuk membunuh WS. “Ketika korban tiba di kontrakan pada pukul 16.00 WIB, AK dan R sudah bersiap. Tanpa mengetahui niat jahat yang menunggunya, WS masuk ke dalam kontrakan dan langsung diserang oleh AK dari belakang, yang menjerat leher korban WS dengan kedua tangannya. pelaku R membantu dengan memegangi tubuh WS agar tidak melawan,” lanjutnya.  Kemudian, ketika korban WS berusaha melawan, R mengambil balok kayu dan memukul dada korban berulang kali hingga korban tak berdaya. Setelah memastikan korban meninggal, mereka membungkus tubuh WS terlebih dahulu dengan karung pakan ternak, kemudian dibalut dengan kain seprai bermotif bunga, sebelum membuang jasadnya di bawah jembatan Sungai Binong. “Kedua pelaku tersebut dan barang bukti berupa kain seprai, karung pakan ternak, serta balok kayu yang diduga digunakan untuk menghabisi korban telah diamankan di Mapolres Pesawaran guna pemeriksaan lebih lanjut,” ucapnya. Atas perbuatannya,kedua pelaku yang dimaksud diancam dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan berencana yang mengakibatkan meninggal dunia dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, atau pidana maksimal 20 tahun penjara. Menanggapinya, Erland Syofandi salah satu Tokoh Adat Lampung Bumi Andan Jejama dengan Gelar Suttan Penatih mengapresiasi kinerja Polres Pesawaran yang responsif dan cepat dalam mengungkap kasus yang ditanganinya. “Sebagai masyarakat, kami sangat mengapresiasi atas kinerja Tim TEKAB 308 Satreskrim Polres Pesawaran yang telah berhasil mengungkap kasus pembunuhan dalam waktu kurang dari sebulan,” kata dia. (Red)

Bupati Dendi: Pemkab Pesawaran Komitmen Mendukung Penuh Pengembangan Pertanian Organik

Pesawaran (RN) – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia bersama PW Muhammadiyah Lampung dan Kelompok Tani Tunas Muda, serta Jemaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Lampung menggelar acara Temu Raya Petani Organik di Desa Sriwedari, Kecamatan Tegineneng Kamis, (12/09/2024). Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Massal Pertanian Organik yang mengusung tema “Membumikan Organik, Selamatkan Bumi” sebagai wujud revolusi mental di bidang pertanian menuju kemandirian pangan. Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, menyebut sektor pertanian merupakan salah satu sektor strategis yang mempunyai peranan penting dalam menunjang perekonomian di Kabupaten Pesawaran. Namun meski demikian, sektor pertanian di Bumi Andan Jejama masih mengalami beberapa kendala yang berpengaruh pada produksi petani, mulai dari pengairan sampai dengan penyerapan produksi di tingkat petani. Berkenaan dengan hal itu, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Daerah berkomitmen untuk mendukung penuh pengembangan pertanian organik di wilayahnya.  “Demi mendukung pertanian yang berkelanjutan, maka saya pastikan pemerintah daerah dan jajaran akan mensupport penuh, kita akan buat sumur dangkal 1, sumur dalam 1, berikut juga pipanisasi nya,” kata Dendi. Pada kegiatan itu, Bupati Dendi beserta jajaran melakukan panen padi organik secara simbolik di lahan seluas 20 hektar yang menjadi garapan dari kelompok petani organik Desa Sriwedari. Selain itu, para petani juga turut menghadirkan berbagai hasil produksi pertanian organik dan juga hasil olahan pertanian yang sudah dikemas dan siap dipasarkan. “Tentu kerja sama dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar hasil pertanian organik dapat terserap oleh pasar dengan baik, termasuk dukungan untuk pemenuhan kebutuhan bibit, pendampingan, dan sistem pengairan yang memadai,” ujarnya. Sekretaris Deputi V Kementerian PMK, Gatot Hendarto menyebut bahwa gerakan ini mencerminkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan dan penyediaan pangan berkualitas melalui konsep pertanian organik.  “Ini adalah aksi nyata membentuk kemandirian pangan yang mendukung pangan sehat bagi masyarakat kita, termasuk dalam upaya menanggulangi stunting,” ujar Gatot. Kegiatan ini, juga sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program Indonesia Mandiri, yang mendorong masyarakat untuk membangun karakter dan peradaban yang mandiri serta peka terhadap tantangan global. Ketua Muhammadiyah Lampung, Prof. Sudarman, juga turut mengapresiasi para petani sebagai guru dari masyarakat Indonesia. Dirinya beranggapan bahwa kehadiran petani menjadi ujung tombak utama dalam membangun Sumber Daya Manusia yang unggul melalui penyediaan pangan yang berkelanjutan. Maka melalui kegiatan ini, Prof. Sudarman mengharapkan agar petani dapat terus memperkuat sinergi bersama pemerintah, dan stakeholder terkait dalam upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 yang mandiri dan sejahtera melalui pertanian organik. “Para petani merupakan orang-orang hebat, mereka hebat ini bekerja tanpa lelah, tanpa sanjungan, namun mereka adalah pahlawan yang menjaga eksistensi kemandirian pangan nasional,” ungkapnya. (zal).

Turunkan Angka Stunting, Pemkab Pesawaran Terus Lakukan Inovasi

Pesawaran (RN) – Guna menurunkan angka stunting Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran terus melakukan inovasi dan melakukan rembuk dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona yang disampaikan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Kabupaten Pesawaran Sunyoto, mengatakan bahwa dalam rangka mengawal penurunan stunting pemerintah melakukan intervensi terhadap peran multisektor yang tergabung pada tim percepatan penurunan stunting. “Seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dapat bersinergi dan bersatu padu dan masif dalam melakukan kegiatan sesuai dengan porsinya untuk bagaimana caranya menurunkan angka Stunting hingga terkecil,” kata dia. di Gedung Serba Guna (GSG) Mahan Agung Komplek Rumah Dinas Bupati di Desa Kurungan Nyawa Kecamatan Gedong Tataan,Kamis (12/09/2024). Sementara itu, Ketua Pelaksana Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Pesawaran Nanda Indira mengatakan bahwa kedepan targetnya ada di angka minimal satu digit di tahun 2025. “Target tersebut tidak akan tercapai manakala seluruh pihak tidak bersatu,untuk itu semua pihak harus melakukan tindakan kongkrit dan komprehensif sesuai dengan poksi masing-masing sehingga capaian yang kita kejar lebih mudah teratasi, ya berkisar di angka 7 sampai 8 persen lah,” kata Nanda. Nanda juga menerangkan, dari apa yang dikemukakan oleh Dinas Kesehatan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pemerintahan Masyarakat Desa (PMD) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) serta Kelompok kerja (Pokja) Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Pesawaran merupakan langkah kongkrit yang telah dilakukan. “Dinas kesehatan, melalui bidan desa dan perawat homecare telah melakukan kegiatan yang rutin guna menangani dan mencegah stunting. DP3AP2KB juga bekerja, PMD pun membantu sesuai dengan porsinya ditambah lagi dari Pokja serta elemen masyarakat lain guna menurunkan angka Stunting tersebut,” terang dia. Dituturkan, data soal stunting yang dikemukakan pada rembuk stunting merupakan data riil dan telah sesuai dengan apa yang dilapangan. Bahkan, Nanda mengaku sering turun langsung ke desa desa untuk melakukan evaluasi dan pembinaan sehingga manakala ada kendala dapat lebih cepat diberikan solusi. “Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) tahun 2023 mencacat Kabupaten Pesawaran telah berhasil menurunkan Pravelensi Stunting menjadi 10,0 persen. Artinya apa, ada perubahan signifikan dari sebelumnya, dan survei ini dilakukan oleh pemerintah pusat secara nasional dengan independen,” tutur dia. Penurunan angka tersebut berkat kerja keras seluruh stakeholder terkait yang dilakukan dengan baik. Mulai dari penanganan pada pengantin baru, ibu dengan usia produktif, keluarga, dan penanganan pada bayi usia dibawah lima tahun. “Pemerintah Kabupaten Pesawaran juga sebelumnya berhasil menurunkan pravelensi stunting Tahun 2023 sebanyak 15,1% dari angka pravelensi stunting tahun 2022 sebesar 25,1%. Ini akan kita tekan terus dengan mengoptimalkan peran pihak terkait, sehingga capaian 7 atau 8 persen dapat terpenuhi,” ungkapnya. Ia juga menegaskan, peran penting seluruh pihak bahkan media massa dalam rangka menekan atau mempercepat penurunan stunting di Bumi Andan Jejama sangatlah dibutuhkan. “Kedepan saya minta partisipasi peran aktif media massa agar dapat membantu mempublikasi apa saja yang telah dan tengah dilakukan sehingga masyarakat dapat mengetahui secara utuh dan bertanggungjawab. Ini penting juga sekaligus mensosialisasikan kepada masyarakat, sehingga kendala yang dialami bisa terurai melalui informasi yang disampaikan,” tegas dia. (Red)