Pembangunan RTLH TMMD Sangat Membatu Masyarakat Pesawaran

0
Pesawaran (RN) – Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Tanjung Rejo. Sejumlah unit rumah yang menjadi sasaran program saat ini memasuki tahapan konstruksi lanjutan, mulai dari pekerjaan pondasi hingga pemasangan dinding bata, Jumat (13/02/2026). Pada beberapa titik penerima manfaat, personel TMMD bersama warga setempat telah menyelesaikan tahapan pembuatan pondasi dan pemasangan sloof sebagai struktur dasar bangunan. Tahap ini menjadi bagian penting untuk memastikan rumah berdiri kokoh, aman, dan memiliki daya tahan jangka panjang. Proses pengerjaan dilaksanakan secara terencana dengan tetap mengutamakan kualitas konstruksi. Selain itu, progres pembangunan juga terlihat dari pemasangan batu bata pada sejumlah unit RTLH lainnya. Tahapan ini menandai dimulainya pembentukan struktur dinding rumah, yang secara bertahap mengubah kondisi hunian sebelumnya menjadi bangunan yang lebih layak dan representatif untuk ditempati. Pekerjaan berlangsung lancar dengan dukungan aktif masyarakat sekitar. Keterlibatan warga dalam setiap tahapan pembangunan menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui program RTLH ini, diharapkan para penerima manfaat di Desa Tanjung Rejo dapat segera menempati hunian yang lebih aman, sehat, dan nyaman, sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. Selain itu, dua pekerjaan utama berupa pembangunan talud hingga saat ini telah mencapai panjang kurang lebih 170 meter dari total target 540 meter. Tak hanya itu, pekerjaan utama berupa pembangunan rabat beton hingga saat ini telah mencapai panjang kurang lebih 110 meter dari target 666 meter. (zal)

Hari Ketiga TMMD ke-127: TNI dan Masyarakat Gotong Royong Bangun Jalan dan Talud 

0
Pesawaran (RN) – Memasuki hari ketiga pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun 2026 di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Way Khilau, sejumlah program pekerjaan fisik mulai dikerjakan, Kamis (12/02/2026). Dandim 0421/LS Letkol Kav M. Nuril Ambiyah mengatakan, Pembangunan jalan rabat beton telah mencapai kurang lebih 90 meter, sementara pembangunan talud sudah terealisasi sekitar 130 meter. “Pekerjaan tersebut dilaksanakan secara gotong royong personel bersama masyarakat setempat. Sementara di sektor rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), lima unit rumah penerima manfaat kini telah memasuki tahap pembongkaran dan pemasangan pondasi,” ujarnya. Para penerima bantuan menyampaikan harapan agar rumah tersebut dapat ditempati sebelum Hari Raya Idulfitri, sehingga mereka dapat merayakan Lebaran di hunian yang lebih layak dan aman. “Program unggulan KSAD bertajuk “Bapak Air” juga mulai berjalan. Pembangunan sumur bor telah dilaksanakan di beberapa titik, dengan progres pengeboran dan penyetelan alat di Desa Tanjung Rejo dan Desa Kubu Batu. Program ini diharapkan mampu meningkatkan akses air bersih bagi masyarakat dan mendukung kualitas kesehatan lingkungan,” kata dia. Sebelumnya, TMMD ke-127 resmi dibuka melalui upacara di Lapangan Desa Gunung Sari pada 10 Februari 2026, dipimpin langsung oleh Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M. Kegiatan pembukaan turut dihadiri unsur TNI, Forkopimda, DPRD, TP PKK, serta jajaran perangkat daerah. TMMD tahun ini menargetkan pembangunan jalan rabat beton sepanjang 666 meter, talud 540 meter, lima unit RTLH, serta lima titik sumur bor. Selain sasaran fisik, rangkaian kegiatan juga diisi program nonfisik seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, bahaya narkoba dan judi online, penyuluhan hukum dan lingkungan hidup, hingga edukasi peternakan dan perikanan. Pada hari pembukaan juga digelar berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, antara lain pelayanan kesehatan, sunatan massal, pelayanan KB dan pencegahan stunting, donor darah, dukungan bagi UMKM, bantuan ketahanan pangan, hingga penyerahan bantuan bagi Kelompok Wanita Tani. “Secara keseluruhan, TMMD ke-127 di Kabupaten Pesawaran menjadi wujud nyata sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa serta meningkatkan kesejahteraan warga, dengan target pelaksanaan hingga 11 Maret 2026,” pungkasnya. (zal)

GPM, Dinas Ketapang Pesawaran Jadi Garda Terdepan Stabilitas Pangan

Pesawaran (RN) – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pesawaran menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Balai Desa Sukajaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan pada hari Rabu, (11/02/2026) dan dibuka langsung oleh Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian. Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pesawaran menjadi Garda terdepan stabilitas Pangan dan merupakan lembaga teknis daerah yang memegang peranan krusial dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan kedaulatan serta keamanan pangan. Di bawah kepemimpinan yang berkoordinasi langsung dengan Bupati Pesawaran Nanda Indira B, DKP Pesawaran berkomitmen memastikan kecukupan, aksesibilitas, dan stabilitas harga pangan pokok bagi seluruh masyarakat Pesawaran. “Menghadapi tantangan inflasi dan fluktuasi harga, DKP Pesawaran secara proaktif melakukan intervensi pasar. Fokus utama DKP tidak hanya pada ketersediaan, tetapi juga pada distribusi yang merata dan keamanan pangan, sehingga masyarakat dapat mengakses bahan pokok yang sehat, aman, dan terjangkau,”ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pesawaran, Hendra Sulistianto. Untuk diketahui, Gerakan Pangan Murah (GPM) adalah solusi nyata untuk masyarakat sebagai langkah nyata dalam menjaga stabilitas harga pangan, GPM sendiri bukan sekadar operasi pasar biasa, melainkan sebuah gerakan terpadu yang didukung oleh berbagai pihak. Beberapa poin penting terkait GPM di Pesawaran: Intervensi Inflasi “GPM efektif menekan fluktuasi harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Komoditas Berkualitas, serta GPM juga menyediakan bahan pangan pokok dengan harga di bawah harga pasar, seperti beras SPHP, Gula Maniskita, dan Tepung Bola Salju serta Minyak Gorengkita dari Bulog, cabai, bawang dan sayuran,”ungkapnya. Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi Tim GPM di Pesawaran yang merupakan sinergi antara DKP dan Perum BULOG Provinsi Lampung, Dinas Perkebunan dan Peternakan, serta Dinas Pertanian “Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pesawaran melalui Gerakan Pangan Murah berhasil menunjukkan komitmennya dalam melindungi daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi daerah. GPM menjadi salah satu solusi konkrit yang sangat diharapkan masyarakat untuk memperoleh bahan pokok berkualitas dengan harga hemat,”tukasnya. Karena, Pemerintah Kabupaten Pesawaran akan terus menjaga stabilitas harga dan distribusi dengan aktif melakukan Sidak ke Pasar tradisional yang ada di Kabupaten Pesawaran secara berkala untuk memastikan Ketersediaan Bahan Pangan Pokok terutama Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional,”jelas Hendra. Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pesawaran mendorong Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk mengoptimalkan lahan pekarangan sebagai salah satu pilar ketahanan pangan rumah tangga. Program-program ini bertujuan menciptakan sistem pangan mandiri di desa-desa serta menjamin bahwa pasokan pangan di Kabupaten Pesawaran tetap aman dan surplus, bahkan dalam situasi ekonomi yang menantang. “Dinas Ketahanan Pangan Pesawaran terus berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemenuhan kebutuhan pangan yang Beragam,Bergizi, Seimbang dan Aman B2SA,” katanya. Dia juga menjelaskan, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pesawaran mengampanyekan Gerakan Selamatkan Pangan melalui aksi Stop Boros Pangan melaksanakan, menerapkan, mengedukasi dan mensosialisasikan hal sebagai sebagai berikut: 1. Mengambil makanan secukupnya dengan prinsip gizi seimbang dan habiskan. 2. Membawa pulang makanan (take away) jika tersisa. 3. Bijak berbelanja pangan (meal planning ) dengan cara membuat perencanaan setiap kali berbelanja. 4. Manajemen penyimpanan bahan makanan (gunakan wadah yang baik sesuaikan dengan karakteristik pangan. 5. Membiasakan mengecek tanggal kadaluarsa. 6. Mengolah kembali dan manfaatkan pangan yang berpotensi terbuang. (zal).

Dispar Pesawaran Targetkan PAD Rp2 Milyar di Tahun 2026

0
Pesawaran (RN) – Tahun 2026 Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran fokus pada penguatan kualitas destinasi, pemasaran yang lebih agresif, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.  Plt, Kepala Dinas Pariwisata Pesawaran, Hendra Sulistianto mengatakan, Target PAD sebesar Rp 2 miliar itu kami capai bukan hanya dengan menarik lebih banyak wisatawan, tetapi juga dengan memastikan pengelolaan destinasi berjalan profesional, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah ekonomi,”ujarnya, Selasa, (10/02/2026). Hendra menjelaskan, Prioritas utama kami adalah Program Peningkatan Daya Tarik Destinasi Pariwisata. Melalui program ini, kami melaksanakan kegiatan Pengelolaan Daya Tarik Wisata Kabupaten/Kota, termasuk monitoring dan evaluasi pengelolaan destinasi serta peningkatan kapasitas SDM pengelola destinasi unggulan. “Tujuannya agar destinasi yang ada benar-benar siap menerima wisatawan, baik dari sisi layanan, kebersihan, keamanan, maupun tata kelola. Kami juga menjalankan kegiatan Pengelolaan Kawasan Strategis Pariwisata Kabupaten/Kota. Fokusnya pada peningkatan kapasitas SDM pengelola kawasan strategis serta pengadaan, pemeliharaan, dan rehabilitasi sarana dan prasarana destinasi,”katanya. Tentunya, lanjut dia, Infrastruktur yang layak dan SDM yang kompeten menjadi kunci agar kawasan strategis mampu menjadi penggerak PAD dan ekonomi lokal. “Melalui Program Pemasaran Pariwisata, kami melaksanakan pemasaran pariwisata baik dalam maupun luar negeri. Kegiatannya meliputi fasilitasi promosi destinasi serta penguatan promosi melalui media cetak, elektronik, dan media lainnya. Kami ingin branding pariwisata daerah semakin kuat dan dikenal luas, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kunjungan dan penerimaan asli daerah. “Untuk Program Pengembangan Ekonomi Kreatif melalui Pemanfaatan dan Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual, kami mengembangkan ekosistem ekraf lewat pengembangan pendidikan, penyusunan rencana aksi pengembangan ekonomi kreatif, serta penguatan kelembagaan ekraf daerah. Produk ekraf yang kuat akan meningkatkan belanja wisatawan dan berdampak pada PAD,”tambahnya. Dia mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha pariwisata untuk bersama-sama membangun pariwisata daerah. Melalui Program Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, khususnya pemberdayaan dan pembinaan masyarakat, Meski begitu, dia ingin memastikan manfaat pariwisata dirasakan langsung oleh masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis target PAD Rp2 miliar tahun 2026 dapat tercapai. “Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan secara terukur dan selaras dengan dokumen perencanaan daerah, serta dievaluasi secara berkala guna memastikan capaian kinerja dan kontribusi terhadap PAD.”pungkasnya.(Indra).

Upacara Pembukaan TMMD ke-127, Perkuat Sinergi TNI dan Pemerintah Daerah Membangun Desa

Pesawaran (RN) – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun 2026 Kodim 0421/Lampung Selatan resmi digelar melalui upacara pembukaan yang dilaksanakan di Lapangan Desa Gunung Sari, Kecamatan Way Khilau, Selasa (10/2/2026).  Kegiatan tahunan ini sekaligus menjadi wujud nyata sinergi TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. “TMMD sendiri merupakan program strategis TNI Angkatan Darat yang bertujuan mempercepat pembangunan infrastruktur desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat,” kata Dandim 0421/LS Letkol Kav M. Nuril Ambiyah. Menurutnya, Pelaksanaan TMMD ke-127 di Kabupaten Pesawaran akan berlangsung di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Way Khilau hingga penutupan pada 11 Maret 2026, dengan menerjunkan sebanyak 214 personel. “Sasaran fisik yang dikerjakan meliputi pembangunan jalan rabat beton sepanjang 666 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 0,15 meter, pembangunan talud sepanjang 540 meter, serta program unggulan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 5 unit, dan pembangunan sumur bor sebanyak 5 unit” ujarnya. Selain kegiatan fisik, TMMD juga menyasar program nonfisik berupa berbagai penyuluhan, antara lain wawasan kebangsaan dan bela negara, sekolah ramah anak, peternakan, perikanan, bahaya judi online dan pornografi, Kamtibmas dan bahaya narkoba, penyuluhan hukum, serta penyuluhan lingkungan hidup. Sementara itu, Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B. menyampaikan bahwa TMMD merupakan bukti nyata bersatunya TNI dan rakyat dalam menyukseskan pembangunan. Sementara bagi Pemerintah Kabupaten Pesawaran, TMMD menjadi percepatan luar biasa dalam memajukan desa, sejalan dengan tema yang diusung, “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” Lebih lanjut, Nanda menyampaikan bahwa keberhasilan TMMD bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI semata, melainkan tanggung jawab bersama. Untuk itu Ia mengajak kepada masyarakat serta jajaran perangkat daerah terkait untuk menunjukan sikap gotong royong memastikan semua program bisa berjalan maksimal dengan dukungan semua pihak. “Semoga momentum ini menjadi tonggak terbangunnya soliditas dan sinergitas yang memberikan kemaslahatan bersama,” pungkasnya. (zal)

TMMD Perkuat Sinergi TNI dan Pemerintah Daerah Membangun Desa

0

Pesawaran (RN) – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun 2026 Kodim 0421/Lampung Selatan resmi digelar melalui upacara pembukaan yang dilaksanakan di Lapangan Desa Gunung Sari, Kecamatan Way Khilau, Selasa (10/2/2026). 

Kegiatan tahunan ini sekaligus menjadi wujud nyata sinergi TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. TMMD sendiri merupakan program strategis TNI Angkatan Darat yang bertujuan mempercepat pembangunan infrastruktur desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. Pelaksanaan TMMD ke-127 di Kabupaten Pesawaran akan berlangsung di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Way Khilau hingga penutupan pada 11 Maret 2026, dengan menerjunkan sebanyak 214 personel. Dandim 0421/LS Letkol Kav M. Nuril Ambiyah menyampaikan bahwa sasaran fisik yang dikerjakan meliputi pembangunan jalan rabat beton sepanjang 666 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 0,15 meter, pembangunan talud sepanjang 540 meter, serta program unggulan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak 5 unit, dan pembangunan sumur bor sebanyak 5 unit. “Selain kegiatan fisik, TMMD juga menyasar program nonfisik berupa berbagai penyuluhan, antara lain wawasan kebangsaan dan bela negara, sekolah ramah anak, peternakan, perikanan, bahaya judi online dan pornografi, Kamtibmas dan bahaya narkoba, penyuluhan hukum, serta penyuluhan lingkungan hidup.,” kata dia. Ia juga mengatakan, Upacara pembukaan TMMD ke-127 juga dirangkaikan dengan beragam kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti pelayanan kesehatan dan sunatan massal, pelayanan KB dan pencegahan stunting, donor darah, penyuluhan dan bantuan bagi pelaku UMKM. ” Kami juga melakukan penyuluhan toleransi antarumat beragama disertai bantuan kitab suci Al-Qur’an, serta penyaluran bantuan ketahanan pangan dan alat Kelompok Wanita Tani (KWT),” ujarnya. Sementara itu, Bupati Pesawaran Nanda Indira menyampaikan bahwa TMMD merupakan bukti nyata bersatunya TNI dan rakyat dalam menyukseskan pembangunan. Sementara bagi Pemerintah Kabupaten Pesawaran, TMMD menjadi percepatan luar biasa dalam memajukan desa, sejalan dengan tema yang diusung, “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa.” Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa keberhasilan TMMD bukan hanya menjadi tanggung jawab TNI semata, melainkan tanggung jawab bersama. Untuk itu Ia mengajak kepada masyarakat serta jajaran perangkat daerah terkait untuk menunjukan sikap gotong royong memastikan semua program bisa berjalan maksimal dengan dukungan semua pihak. “Semoga momentum ini menjadi tonggak terbangunnya soliditas dan sinergitas yang memberikan kemaslahatan bersama,” ujarnya. (zal)

Instruksi Presiden, Pemkab Pesawaran Laksanakan Gerakan Bersih-bersih Lingkungan Kantor

Pesawaran (RN) – Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali, memimpin pelaksanaan Gerakan Bersih-bersih Kantor dan Lingkungan Kerja Pemerintah Kabupaten Pesawaran Jumat, (6/2/2026).  Kegiatan ini dilaksanakan serentak di masing-masing unit kerja sebagai bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan nyaman. “Bersih-bersih tersebut dilakukan secara menyeluruh di area perkantoran dan lingkungan kerja OPD, dengan melibatkan seluruh aparatur sipil negara serta tenaga pendukung di lingkungan Pemkab Pesawaran,” Kata Antonius. Dirinya juga mengatakan, Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang peduli terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan. “Pelaksanaan Korve ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Bogor, Jawa Barat, pada Senin (2/2/2026) lalu,” kata dia. Ia menjelaskan, dalam Rakornas tersebut Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam menangani persoalan sampah nasional secara serius dan terintegrasi. “Presiden juga menyampaikan rencana peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan berkelanjutan,” ujarnya. Menurutnya, Gerakan bersih-bersih ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi kebiasaan bersama. Kami mengimbau agar kegiatan Korve ini dapat dilaksanakan secara berkala, minimal setiap minggu, demi terciptanya lingkungan yang asri, bersih, dan sehat. “Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Pesawaran berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif seluruh aparatur dan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya. (zal)

DPRD dan Pemkab Pesawaran Sepakati Ranperda RPJMD 2025–2029

Pesawaran (RN)– Pemerintah Kabupaten Pesawaran bersama DPRD Kabupaten Pesawaran menggelar Rapat Paripurna Persetujuan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pesawaran Tahun 2025–2029. Rapat Paripurna Penyampaian Nota Pengantar Empat Ranperda Prakarsa DPRD, yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) Pemkab Pesawaran, Kamis (5/2/2026). Rapat Paripurna tersebut dihadiri Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira, Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali, Ketua DPRD Kabupaten Pesawaran Ahmad Rico Julian beserta jajaran Wakil Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, para Kepala Perangkat Daerah, serta para Anggota DPRD perwakilan setiap fraksi. Pelaksanaan rapat paripurna berlangsung khidmat dan berkesan karena bertepatan dengan Kamis Beradat, yang mewajibkan penggunaan Bahasa Lampung dalam kegiatan resmi pemerintahan daerah. Dalam agenda persetujuan Ranperda RPJMD, laporan pembahasan disampaikan oleh Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Pesawaran, dilanjutkan dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama antara DPRD dan Pemerintah Daerah, serta sambutan Bupati Pesawaran. Bapemperda menyampaikan bahwa Ranperda RPJMD pada prinsipnya layak dan dapat disetujui untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Peraturan Daerah Ranperda RPJMD Kabupaten Pesawaran Tahun 2025–2029 dinilai tidak hanya sebagai dokumen teknokratis, melainkan sebagai norma hukum daerah yang menjadi rujukan DPRD dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Ruang lingkup pembahasannya mencakup isu-isu strategis dan arah pembangunan daerah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi daerah, pembangunan infrastruktur, tata kelola pemerintahan, serta perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang menjadi dasar penguatan program pembangunan daerah. Dalam sambutannya, Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M. menyampaikan bahwa dokumen RPJMD disusun tidak hanya untuk memenuhi kewajiban regulatif, tetapi juga sebagai dokumen strategis yang menjadi pedoman arah pembangunan Kabupaten Pesawaran selama lima tahun ke depan. “Selanjutnya, Ranperda tersebut akan disampaikan kepada Gubernur Lampung selaku wakil Pemerintah Pusat di Daerah untuk dilakukan evaluasi, sebelum diundangkan dan ditetapkan sebagai pedoman resmi pembangunan daerah,” kata Bupati. Pada kesempatan tersebut, Bupati juga turut menyampaikan arahan Presiden RI yang disampaikan dalam Rakornas bersama seluruh Kepala Daerah, khususnya terkait pentingnya peningkatan kualitas dan tata kelola lingkungan hidup daerah. Salah satu penekanan diarahkan pada penataan lingkungan perkotaan, termasuk penertiban baliho agar wajah daerah terlihat lebih tertib, rapi, dan berwawasan lingkungan. Usai agenda persetujuan Ranperda RPJMD, rapat dilanjutkan dengan Penyampaian Nota Pengantar Empat Ranperda Prakarsa DPRD Kabupaten Pesawaran, yaitu Ranperda tentang Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Ranperda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, Ranperda tentang Ketertiban Kawasan dan Tanah Terlantar, serta Ranperda tentang Rumah Sakit Umum Daerah dengan pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Menanggapi penyampaian tersebut, Bupati Pesawaran menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada DPRD Kabupaten Pesawaran atas prakarsa penyusunan keempat Ranperda tersebut. Menurutnya, inisiatif DPRD merupakan wujud nyata pelaksanaan fungsi legislasi yang strategis dan visioner dalam memperkuat fondasi pembangunan daerah yang berkelanjutan. “Pemerintah Kabupaten Pesawaran berharap agar seluruh Ranperda Prakarsa DPRD dapat dibahas secara komprehensif, konstruktif, dan sinergis bersama Bapemperda DPRD Kabupaten Pesawaran, sehingga menghasilkan regulasi yang berkualitas, implementatif, serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Pesawaran,” ujarnya (zal)

Gelaran Isra Mi’raj, Nanda Ajak Seluruh OPD Introspeksi Diri

0
Pesawaran (RN) – Dewan Kemakmuran Masjid Al Muttaqin Komplek Pemda Pesawaran menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus menyongsong datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah pada Jumat, (6/2/2026). Mengusung tema “Dengan Hikmah Isra Mi’raj Kita Tingkatkan Kualitas Ibadah dengan Kemakmuran Masjid Al Muttaqin”, kegiatan ini menghadirkan penceramah Ustadz Mun’im dari Pardasuka, Kabupaten Pringsewu. Dalam tausiyahnya, Ustadz Mun’im menyampaikan kisah perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW beserta keteladanan beliau dalam meningkatkan kualitas ibadah, akhlak, dan kepedulian sosial umat Islam. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu sebagai wujud kepedulian dan kebersamaan. Bupati Pesawaran mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pesawaran untuk menjadikan momentum Isra Mi’raj sebagai sarana introspeksi diri dan peningkatan keimanan. “Keberadaan Masjid Al Muttaqin di lingkungan Pemkab Pesawaran harus menjadi pusat pembinaan spiritual dan pembentuk karakter aparatur,” kata Nanda. “Dengan adanya masjid ini, semoga kita semua dapat lebih disiplin dan tepat waktu dalam melaksanakan ibadah, khususnya salat berjamaah. Mari bersama-sama kita makmurkan masjid ini,” tambah dia. Ia juga mengajak seluruh pegawai dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam memakmurkan masjid, baik melalui kehadiran dalam kegiatan keagamaan maupun dengan dukungan dan kepedulian lainnya. “Jika ada rezeki lebih, mari kita sisihkan untuk memakmurkan masjid kita bersama,” tambahnya. Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Bupati Nanda Indira turut mengingatkan pentingnya mempersiapkan diri dengan ketulusan hati dan kebersihan jiwa. “Ramadan 1447 H menjadi momentum peningkatan kualitas ibadah, kebersamaan, serta kepedulian sosial di tengah masyarakat Kabupaten Pesawaran,” pungkasnya. (zal)

Soal OTT Oknum Wartawan Melakukan Pemerasan, Ketua PWI Pesawaran Apresiasi Kinerja Polisi

Pesawaran (RN) – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pesawaran M Ismail, mengapresiasi kinerja kepolisian Polres Pesawaran dalam mengungkap kasus pemerasan yang mengatasnamakan oknum wartawan dan LSM. Pengungkapan tersebut dilakukan melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dinilai sebagai langkah konkret dalam membersihkan praktik kotor berkedok pemberitaan di Kabupaten Pesawaran. OTT dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pesawaran. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan dua oknum yang diduga memanfaatkan posisi dan pemberitaan untuk menekan serta memeras korban pengusaha atau kontraktor. Ketua PWI Pesawaran M Ismail menilai keberhasilan pengungkapan ini sebagai bukti keberanian dan ketegasan aparat penegak hukum dalam menghadapi praktik-praktik ilegal yang telah lama meresahkan di Kabupaten Pesawaran. “Modus seperti ini sangat sering terjadi. Ada pihak-pihak yang mengaku melakukan kontrol sosial, tetapi pada kenyataannya melakukan intimidasi dan pemerasan. Keberanian Polres Pesawaran patut diapresiasi,” kata dia, Rabu 4 Februari 2026. Menurutnya, tidak ada pembenaran hukum bagi tindakan pemerasan, apa pun dalih yang digunakan. “Kontrol sosial dan fungsi pengawasan harus dilakukan secara beretika, berlandaskan hukum, serta bertujuan untuk kepentingan publik, bukan menjadi alat pemerasan,” ujarnya. Dirinya menjelaskan, Jika memang ada dugaan penyimpangan, tempuh jalur hukum, laporkan ke aparat berwenang. Bukan dengan cara menekan, mengancam, apalagi meminta uang. “Mudah-mudahan dengan begini tidak ada lagi oknum-oknum yang mengatasnamakan wartawan dan LSM untuk melakukan pemerasan,” ungkapnya. Diberitakan sebelumnya, Tekab 308 Presisi Satreskrim Polres Pesawaran berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepada dua orang yang diduga melakukan pemerasan terhadap seorang kontraktor di Pesawaran. Kedua pelaku adalah Hendra Irawan (HI), oknum yang mengaku wartawan, bersama Hasyim Asmarantaka (HA), Satpam RSUD Pesawaran. Diduga kedua pelaku memanfaatkan pemberitaan online untuk memeras korban. Kapolres Pesawaran AKBP Alvie Granito Panditha mengatakan, HI menulis berita terkait pembangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit dan meminta uang agar pemberitaan tidak diperluas sementara pelaku HA berperan sebagai orang dalam karena bekerja di rumah sakit tersebut. “Awalnya HI meminta uang sebesar Rp10 juta, namun setelah negosiasi korban menyerahkan Rp2,5 juta sebagai pembayaran awal. Keesokan harinya, HI kembali menagih sisa uang melalui pesan singkat. Merasa terancam, korban melapor ke polisi,” kata dia, Selasa 2 Januari 2026. “Pada Kamis (29/1/2026), korban menyerahkan sisa uang melalui HA, yang kemudian ditangkap bersama barang bukti amplop berisi Rp2,5 juta kemudian HI ditangkap di rumahnya di Dusun Suka marga Desa Gedongtataan,” timpalnya. (Rizal)