PWI Pesawaran Bersama Kejari Jalin Koordinasi Kemajuan Andan Jejama

Pesawaran (HO) – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran melakukan koordinasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Senin (12/07/2021). Pengurus yang dimaksud adalah Ketua PWI Pesawaran Ismail, Sekretaris Sapto Firmansis, Bendahara Reza Utama dan Kasi Organisasi PWI Pesawaran Ramadiansyah. Kedatangannya disambut Kepala Kejari Pesawaran Andi Metra Wijaya dengan didampingi Kasi Intel Kejari A. Dice dan Kasi Pidsus Kejari Tatang Hermawan. “Kami siap bersinergi dengan rekan-rekan PWI Kabupaten Pesawaran dalam rangka melaksanakan tugas demi kemajuan daerah Pesawaran, apakah dalam bentuk publikasi maupun kegiatan sosial,” kata Kajari Pesawaran Andi Metra Wijaya. Kemudian, Ketua PWI Kabupaten Pesawaran Ismail menanggapi dengan mengungkapkan bahwa kedepan dapat saling bertukar informasi dan bersama-sama melaksanakan tugas yang saling bersinergi. “Kami dikepengurusan yang baru terpilih akan bersinergi dan bekerja sama dengan Kejari Kabupaten Pesawaran, ini penting agar kedepan eksistensi kejaksaan dapat memiliki nilai positif dan bermanfaat bagi masyarakat Bumi Andan Jejama,” kata Ismail. Sinergi yang dimaksud tidak akan mempengaruhi dan intervensi perkara-perkara yang sedang dan akan ditangani penyidik kejaksaan tersebut. Kerjasama tersebut lebih kepada soal publikasi yang dapat meminimalisir kegaduhan politik. “Kejaksaan tadi menyampaikan bahwa dalam menjalankan tugasnya netral dan tidak boleh berpihak dengan kelompok atau golongan manapun dan apapun. Nah, PWI pun sama demikian, kita profesional dan tentunya komunikasi yang kita bangun tidak mempengaruhi kinerja kejaksaan,” tegas dia. Untuk diketahui, kedatangan pengurus PWI Kabupaten Pesawaran periode 2021-2024 ke Kejari tersebut dalam rangka memperkuat dan meningkatkan komunikasi dengan sejumlah instansi aparat penegak hukum serta institusi lainnya dalam merajut kerja sama kedepan. (Red)

Kades Negeri Sakti Bersama Warga Lakukan Gotong-royong Perbaikan Jembatan

Pesawaran (HO) – Kepala Desa Negeri Sakti Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Gema Sukma Jaya bersama warga melakukan gotong-royong di Dusun Negeri Ampai.

“Iya ini sedang melakukan gotong-royong bersama warga untuk perbaikan jembatan di Dusun Negeri Ampai Dilom, dan ini dananya murni dari saya pribadi, bukan Dana Desa,” jelas Kades Gema Sukma Jaya kepada Handalonline.com, Minggu (11/7/2021).

Kades Negeri Sakti Gema Sukma Jaya

Kades berharap nilai-nilai Pancasila ini tetap dilaksanakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dan tidak hanya gotong royong dalam pembangunan fisik saja melainkan dalam pembangunan Sumber Daya Manusia.

“Kegiatan gotongroyong saling meringankan, menghormati dan memperkokoh persatuan dan budaya tolong menolong ini sudah melekat di Desa Negeri Sakti,” pungkasnya.

Begitu juga ditambahkan  Zaini Alwi selaku Kadus Negeri Ampai berharap kegiatan gotongroyong tersebut terus dilakukan.

“Saya berharap kegiatan gotong-royong ini bisa terus dilaksanakan didusun-dusun lainnya agar Desa Negeri Sakti terlihat rapi dan indah,” katanya.

Hadir dalam gotong-royong tersebut Babinsa Serma Akmal Sani, Babinkhamtibmas Bripka Brama Deni dan juga Kadus Zaini Alwi.  (Rudy/Indra)

Lakukan Kunjungan, Ketua PWI Pesawaran Jalin Komunikasi Antar Lembaga

Pesawaran (HO) – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran Ismail melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor DPD KO-WAPPI Kabupaten Pesawaran, Jumat (9/7/2021), dan diterima langsung Ketua KO-WAPPI Pesawaran Dahron didampingi Sekretaris Anton Kurniawan. Dalam kesempatan ini Ismail menyampaikan harapannya agar lembaga kewartawanan di Kabupaten Pesawaran bisa bersatu saling mendukung demi Kabupaten Pesawaran yang lebih baik. “Sesama wartawan kita harus bersatu dan saling menjaga tanpa melihat organisasi tempat dia bernaung. Apapun organisasi kewartawanannya, kita adalah wartawan, jadi kita harus saling bela jangan sampai terpecah belah,” ujar Ismail. Selanjutnya Ismail mengingatkan seorang wartawan harus menulis berita secara terus-menerus. Menurut Ismail, jika tidak ada karya dalam bentuk berita maka profesinya sebagai wartawan dipertanyakan. “Wartawan itu kerjanya ya menulis berita secara terus menerus, bukan seminggu sekali, sebulan sekali atau sesekali tapi terus menerus,” ucapnya. Selain itu, Ismail juga menyampaikan gagasan pentingnya media center di Kabupaten Pesawaran sebagai tempat diskusi bagi wartawan yang ada di Pesawaran. Sementara itu, Ketua DPD KO-WAPPI Pesawaran Dahron mengucapkan terima kasih dan sangat mengapresiasi kunjungan ini sebab bisa menjadi motivasi bagi organisasi KO-WAPPI agar lebih baik di masa mendatang. Dahron juga menyatakan sangat mendukung gagasan perlunya media center di Kabupaten Pesawaran agar semua lembaga kewartawanan di Bumi Andan Jejama bersatu padu dan saling mendukung. “Kami sangat mengapresiasi kunjungan ini. Ini merupakan dukungan bagi kami untuk menjadi lebih baik,” ujar Dahron. (Red)

Jelang Idul Adha, Distanak Pesawaran Awasi Hewan Kurban

Pesawaran (HO) – Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Pesawaran, akan melakukan pemantauan dan pengawasan kepada hewan ternak yang akan digunakan sebagai Kurban sebelum dan sesudah ternak dipotong pada Idul Adha 1442 Hijriah. Kepala Distanak Pesawaran Anca Martha Utama, mengatakan pemeriksaan hewan kurban yang dilakukan oleh Dinas Pertanian meliputi pengawasan dan pemeriksaan hewan sebelum dan sesudah ternak dipotong (antemortem dan postmortem) di tempat penjualan dan tempat pemotongan hewan kurban. “Pemeriksaan hewan kurban sebelum disembelih (antemortem) meliputi pengecekan kesehatan, kondisi ternak, usia ternak dan persyaratan lain terkait kesesuaian untuk dijadikan hewan kurban. Dan sasaran pengawasan, pemeriksaan, dan pendataan hewan kurban dilakukan di kandang, lapak, atau tempat penjualan hewan kurban,” ujarnya. Kamis (8/7/2021). Dirinya mengatakan, pelaksanaan pemeriksaan antemortem ini dilakukan dari tanggal 5 Juli sampai dengan 19 Juli 2021 oleh petugas dari Dinas Pertanian khususnya bidang peternakan. “Sementara pemeriksaan dan pengawasan hewan kurban setelah disembelih (postmortem) dilakukan pada lokasi-lokasi yang telah ditentukan mulai tanggal 20 sampai 22 Juli 2021, guna memastikan daging yang akan dibagi kepada masyarakat aman dan sehat untuk dikonsumsi,” terangnya. “Terlebih pelaksanaan ibadah qurban ini dilakukan pada masa pandemi seperti saat ini, kita harus memastikan lokasi pemotongan harus menerapkan standar protokol covid-19, dan kita juga melakukan pembatasan kepada panitia penyembelih hanya ada 10 orang di lokasi,” ujarnya. Selain itu, lanjut Anca pihaknya juga memberikan sosialisasi, komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada masyarakat untuk meningkatkan pemahaman terhadap bahaya penyakit menular yang bersifat zoonosis dan upaya pencegahannya. “Kita juga harus memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait dengan pencegahan penyebaran Covid-19 melalui edukasi dan arahan kepada penjual dan panitia/petugas pemotongan hewan kurban dalam masa pandemi,” katanya. “Agar mereka tetap menjaga protokol kesehatan antara lain dengan mengacu kepada Surat Edaran Menteri Agama Nomor 16 Tahun 2021 tentang teknis penyelenggaraan malam takbiran, sholat Idul Adha, dan pelaksanaan Qurban Tahun 1442 H /2021 M di luar wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat,” tambahnya. (Red)

Pesawaran Kasus Covid-19 Melonjak, Tahapan Pilkades Dihentikan Sementara

Pesawaran (HO) – Melonjaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Pesawaran membuat tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) harus dihentikan untuk sementara waktu. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Zuriadi mengatakan saat ini tahapan Pikades serentak 2021 dihentikan sampai dengan tahap verifikasi berkas bakal calon kepala desa. “Dan untuk tahapan selanjutnya yaitu tahapan penetapan bakal Calon Kades akan kita tunda sampai batas yang tidak ditentukan,” katanya, Kamis (8/7/2021) “Penundaan ini juga atas dasar instruksi Bupati Pesawaran Nomor 4 tahun 2021 tengang Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro Darurat Covid-19 di Kabupaten Pesawaran,” timpalnya. Ia menuturkan, saat ini pihaknya belum bisa memastikan kapan tahapan Pilkades akan dilanjutkan. “Kita belum tahu sampai kapan penundaan ini, karena saat ini terdapat delapan Kecamatan yang berstatus zona merah dan jika masih tetap kita lanjutkan tentunya akan berisiko menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19,” tururnya. “Ya jadi kita tunggu saja informasi dari panitia Pilkades tingkat Kabupaten Pesawaran,” tambahnya. Menurutnya, saat ini surat edaran Nomor 140/3307/IV.15/2021 mengenai penundaan Pilkades sudah dikeluarkan dan ditujukan kepada camat se-Kabupaten Pesawaran. “Ya, suratnya sudah kami keluarkan yang ditujukan kepada seluruh camat di Bumi Andan Jejama ini, untuk selanjutnya diinformasikan kepada Panitia Pilkades tingkat Desa terkait penundaan pelaksanaan Pilkades tersebut,” tutupnya. (Red)

BAZNAS Pesawaran Berikan Bantuan Kursi Roda Kepada Warga Desa Sukabanjar

Pesawaran (HO) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran memberikan bantuan kursi roda kepada salah satu warga Desa Sukabanjar Kecamatan Gedongtataan. Adhitiya Desilma Putra,S.H.,M.Kn Selaku Penjabat sementara Desa Sukabanjar mengatakan BAZNAS Pesawaran memberikan bantuan kursi roda kepada Eko warga Dusun 3. “Ya hari ini kegiatan desa, ada beberapa kegiatan, seperti penyerahan kursi roda dari BAZNAS untuk Pak Eko yang di dampingi oleh Babinkantibmas dan mahasiswa/mahasiswi KKN ITERA,” jelasnya Rabu (7/7/2021). Selain itu katanya, pihaknya melakukan acara kuliah umum yang diikuti oleh sebanyak 25 mahasiswa dan mahasiswi ITERA. “Dalam kuliah umum tersebut ada penyerahan Gardu baca dan sosialisasi DDS, dan semua kegiatan tersebut tetap menerapkan protokol kesehatan,” katanya. “Saya menghimbau kepada seluruh warga Sukabanjar, agar selalu mentaati aturan pemerintah daerah dimasa pandemi Covid-19,” tambahnya. (Rudy/Indra)

Bupati Pesawaran Keluarkan Surat Edaran PPKM Berbasis Mikro Darurat Covid-19

Pesawaran (HO) – Surat edaran intruksi Bupati Pesawaran Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro Darurat Covid-19, yang telah dikeluarkan mengharuskan para pelaku tempat wisata menutup lokasi wisatanya ketika sedang berstastus zona merah. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran Elsafri mengatakan, dengan keluarnya surat edaran tersebut, sudah secara otomatis ketika kecamatan di lokasi wisata berstatus zona merah, para pelaku usaha harus menutup tempat wisatanya. “Jadi para pelaku usaha wisata, harus tanggap sendiri dan peduli terhadap penanganan penyebaran covid-19, jadi kalau di lokasi mereka statusnya zona merah, mereka harus menutup lokasi wisatanya, hal ini guna mencegah penyebaran covid-19 di lokasi tempat wisata,” ujarnya. Rabu (7/7/2021). “Dan hal ini sudah kita sosialisasikan kepada mereka semua, karena untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Kabupaten Pesawaran, perlu adanya kerja sama dari semua pihak, termasuk para pelaku tempat wisata,” kata dia. Ia mengatakan, pihaknya telah menyiapkan segala sanksi yang akan diberikan kepada para pelaku tempat wisata, yang melanggar protokol kesehatan maupun tidak mengikuti surat edaran yang telah dikeluarkan. “Mulai dari pencabutan izin operasi sampai penutupan lokasi sudah disiapkan, sehingga kami berharap para pelaku tempat wisata dapat memahami dan mengikuti segala peraturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah,” ujarnya. Dalam rapat Satgas yang telah dilakukan beberapa waktu lalu, lanjutnya, camat dan kepala desa diharapkan dapat mendukung setiap pembatasan yang telah ditetapkan dan dapat melarang setiap bentuk kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan, salah satunya tempat wisata di daerahnya masing-masing. “Bahkan didalam rapat tersebut, untuk camat dan kepala desa yang tidak melaksanakan peraturan akan dikenakan sanksi administrasi sesuai dengan ketentuan perundang -undangan,” kata dia. (Red)

Sinergitas…, PWI Bersama Polres Pesawaran Tangani Percepatan Penyebaran Covid-19

Pesawaran (HO) – Polres Pesawaran Polda Lampung dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran bersinergi dalam menangani percepatan penyebaran Covid-19 di Bumi Andan Jejama.

Demikian diungkapkan pada pertemuan Pengurus PWI Kabupaten Pesawaran 2021-2024 bersama Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo, SI.K., M.H, dan jajaran di ruang kerjanya, Rabu (7/7/2021).

“Kedepan, sinergi Polres dan PWI Pesawaran dapat ditingkatkan lagi baik dibidang kehumasan maupun non kehumasan atau bhakti sosial dan kegiatan lainnya,” kata Kapolres AKBP Vero Aria Radmantyo SI.K., M.H.

Diterangkan, untuk kondisi pandami corona ini, setidaknya dapat bersama sama melakukan kegiatan pencegahan diantaranya dengan vaksinasi covid-19. Media dapat mengedukasi masyarakat tentang vaksin, menyampaikan bahwa vaksin khalal dan sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan imunitas sehingga dapat mencegah pemaparan covid-19.

“Berdasarkan data dilapangan, penyebaran lebih didominasi melalui kontak fisik. Ada Sejumlah warga yang baru pulang dari luar kota, dan ketika pulang tanpa dilakukan tes ulang ataupun isolasi mandiri. Nah, ini yang menjadi sumber pemaparan virus tersebut, ” ujar dia.

Dijelaskan, bahwa di Kabupaten Pesawaran masih banyak masyarakat yang belum mendapat vaksinasi, untuk itu bisa bersinergi bagaimana teknis dilapangan dalam memberikan vaksin. Terutama usia lansia, mereka perlu bantuan dan yang terpenting jangan sampai menimbulkan klaster baru. Karenanya harus benar benar disiplin dalam menjalankan tugas ini, sehingga tepat sasaran.

“Persentasi pendistribusian vaksin covid-19 sekarang telah berubah yakni TNI/Polri mendapat 60 persen dan Dinas Kesehatan atau Pemda mendapat 40 persen. Ini karena TNI dan Polri dianggap mampu menggerakan masyarakat sementara dinas kesehatan hanya lebih sebagai vaksinator saja,” tutur dia.

Begitu juga dikatakan Ketua PWI Kabupaten Pesawaran Ismail, bahwa pertemuan tersebut sekaligus sebagai perdana dipengurusan yang baru dalam menjalin komunikasi dua arah atau sinergitas dalam bertugas antara Polres Pesawaran dan PWI kedepan.

“Ini merupakan pertemuan yang pertama, kita akan lebih meningkatkan sinergi antara Polres Pesawaran dengan PWI Kabupaten Pesawaran. Banyak yang kita bahas, diantaranya adalah akan dilakukannya kegiatan bersama dalam menangani pencegahan covid-19,” kata dia.

“Rencananya, dalam waktu dekat antara PWI Kabupaten Pesawaran dengan Polres Pesawaran akan melaksanakan kegiatan bersama dalam rangka mencegah penyebaran covid-19 di sejumlah tempat,” tegas dia.

Hadir pada kegiatan tersebut, Kapolres AKBP Vero Aria Radmantyo yang didampingi jajaran Sat Intel dan Humas, Ketua PWI Pesawaran Ismail, Sekretaris PWI Pesawaran Sapto Firmansis, Bendahara PWI Pesawaran Reza Utama dan Kasi Organisasi PWI Pesawaran Rama Diansyah.  (Red)

Antisipasi Kelangkaan Oksigen, Pemkab Pesawaran Jebol Stasiun Palembang

Pesawaran (HO) – Guna mengantisipasi kelangkaan oksigen di wilayahnya, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pesawaran melakukan jemput bola (Jebol) ke stasiun pengisian oksigen di Palembang, Selasa (6/7/2021). Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona melalui Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran Maysuri mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan antisipasi kelangkaan oksigen karena kebutuhan tersebut meningkat pasca naiknya angka pasien yang terkonfirmasi positif covid-19 belakangan ini. “Sudah jemput bola, sesuai arahan bupati agar cepat mengambil langkah untuk penanganan terhadap pasien yang terkonfirmasi covit-19 di Kabupaten Pesawaran baik yang di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Pesawaran dan fasilitas pelayanan kesehatan terutama Puskesmas rawat inap jangan sampai stok oksigen habis tadi malam jam 10 malam dibantu dari Marinir dengan kendaraan mereka jemput bola langsung ke Palembang mengisi ulang tabung oksigen kita yang ada dan membeli juga tabung yang baru, hal ini untuk persedian dan pemberian oksigen kepada pasien yang sedang dirawat,” kata dia. Ia menerangkan, pemberangkatan ke Palembang dilaksanakan oleh dua petugas rumah sakit dan dua anggota TNI dari Marinir. “Semalam ngisi 44 tabung, sampai di Palembang jam 4 subuh nunggu antrian jam 8 baru dapat proses pergantian tadi sekitar jam 1 perjalanan pulang insya allah sore atau malam ini dah sampai. Kalau yang ke sana, dua anggota Marinir dan dua petugas rumah sakit,” terang dia. “Untuk stok oksigen di Rumah Sakit Umum Daerah ada 69 tabung yang isi penuh dan 44 terisi terpakai. Alkhamdulillah,mudah-mudahan stok oksigen yang ada dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akibat terpapar covid-19,” tambahnya. Untuk diketahui, kelangkaan oksigen telah terjadi disejumlah daerah kabupaten dan kota bahkan di ibu kota Jakarta sendiri. Nah, Kabupaten Pesawaran masih normal namun guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan oksigen, Dinas Kesehatan lakukan jemput bola ke pengisian oksigen di Palembang. (Red)

Ini Dia… Destinasi Wisata Garam di Pulau Legundi Pesawaran Provinsi Lampung

Pesawaran (HO) – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona terus menggaungkan tentang Destinasi Wisata di Bumi Andan Jejama.

Salah satu Destinasi Wisata Garam yang terletak di Dusun Labuan Agung RT/RW 011/004 Desa Pulau Legundi Kecamatan Punduh Pedada, Kabupaten Pesawaran, yang baru beberapa bulan yang lalu di resmikan oleh Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, yang dikelola oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Terang dan Garam Indonesia (Tegarindo) Pimpinan Firman Jaya, SH menambah jumlah pilihan Destinasi Wisata bagi para wisatawan baik lokal maupun wisatawan luar di Bumi Andan Jejama.

Lokasi Destinasi wisata Garam Pulau Legundi adalah satu-satunya Desnitasi Wisata Garam di Provinsi Lampung, bisa ditempuh menggunakan kapal motor memakan waktu 2 jam dari Pelabuhan Ketapang Teluk Pandan Pesawaran.

Bagaimana suasana Destinasi Wisata Garam ini,  dan bagaimana proses pengolahan Garam tersebut, Wawan Murtiawan Koordinator Produksi mewakili Direktur KUB Tegarindo Firman Jaya,  SH di lokasi pengolahan Garam Rumah Prisma menjelaskan tentang bagaimana proses pengolahan air laut jadi garam kepada media ini, pada Senin (5/7/2021).

Menurut Wawan, teknologi rumah prisma ini ditemukan oleh bapak Arifin Jami’an dari Lamongan, Jawa Timur, dan dikembangkan di Kabupaten Pesawaran khususnya di Provinsi Lampung. Teknologi ini satu-satunya di Provinsi Lampung, khususnya di Kabupaten Pesawaran.

“Bahkan di Sumatera baru satu-satunya memproduksi garam dengan menggunakan teknologi ini, dengan cara kita mengambil air laut yang berada di Pulau Legundi ini, berdekatan dengan lautan Hindia Australia. Kadar air laut disini masih bagus dan tidak begitu banyak sampah atau pencemaran dengan harapan hasil produksi garam disini punya kualitas yang bagus,” kata dia.

Wawan melanjutkan, prosesnya air laut disedot pakai pompa dan di simpan di banker air agar bebas dari sampah maupun unsur organik yang diendapkan, sedangkan air banker itu sendiri untuk petakan-petakan pemilihan. Artinya unsur-unsur lain, bukan garam atau bukan garam -garam NaCl itu akan mengendapkan disitu sampailah menjadi air tua. Air tua itu sendiri adalah air yang siap menjadi garam.

“Setelah itu proses terakhir adalah kristalisasi untuk air tua tadi, lalu di masukkan ke dalam rumah kristalisasi. Jadi disitulah kristalisasi-kristalisasi terjadi dan menjadi garam-garam NaCl yang biasa dikonsumsi di dapur sebagai bumbu makanan. Dan dari hasil produksi garam di Pulau Legundi ini telah melalui Uji Lab, dan hasilnya ternyata mempunyai kandungan NaCl cukup tinggi kadar garamnya,” jelas Wawan didampingi tim produksi Sugeng, Pulung dan Herdi.

Setelah itu, tambah Wawan, Uji Lab ini di analisasi kadar garamnya, hasilnya mencapai 99,61 % , ini sangat-sangat baik dan layak dikonsumsi, juga karena natural, tidak ada campuran bahan kimia karena ini murni dari air laut.

“Sekarang ini kami baru bisa produksi per harinya 1 ton, dan kami kemas menjadi garam halus ataupun garam kasar dan juga garam untuk kesehatan,” tutup wawan. (Red)