Antisipasi Demam Berdarah, Desa Durian Rutin Lakukan Fogging

Pesawaran (HO) – Meningkatnya kasus demam berdarah membuat Pemerintah Desa Durian Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran melakukan langkah antisipasi dengan melakukan pengasapan (fogging) menyemburkan racun pembunuh nyamuk dewasa atau biasa disebut Insektisida. Kepala Desa Durian Fauzi mengatakan bersamaan dengan banjir laut yang terjadi di desa nya sedang melaksanakan pengasapan Fogging untuk membunuh nyamuk Aedes Aegypti, di Tiga Dusun karena warga banyak yang terjangkit penyakit Demam Berdarah (DBD) termasuk dirinya sendiri saat hari raya Idul Fitri 1443, di rawat di rumah sakit dan positip DBD. “Fogging dilngkungan untuk menuju Desa Durian yang Lebih sehat, dalam kegiatan ini pemerintah Desa Durian bekerja sama dengan kecamatan itu saya minta dikerahkan satpol PP, kemudian Bhabinkamtibmas serta pihak kecamatan dan kesehatan kita bergabung selama dua hari ini apa bila tidak selesai hari ini kita lanjut sampai besok,” terangnya Kepada Handalonline.com Selasa (17/5/2022). “Dan saya akan berusaha semaksimal mungkin, supaya penuntasan penyakit DBD di desa saya tuntas dan masyarakat saya arahkan mari bersama bergotong royong kita kerahkan untuk kebersihan lingkungan masing-masing,” kata Kades Fauzi. Kades berharap agar masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan jangan membuang sampah sembarangan dan tetap menjaga kesehatan. “Beberapa bulan kemarin sempat penyakit Demam Berdarah ini merenggut nyawa anaknya bidan desa kita dan akan kita tuntaskan penyemprotan dilingkungan ini,” ujarnya. Dirinya terus menghimbau kepada seluruh masyarakat Desa Durian selalu jaga kesehatan utamakan kebersihan lingkungan. “Dimana tempat-tempat perkembangbiakan jentik-jentik selalu diberikan obat pembunuh oleh Dinas Kesehatan seperti sumur-sumur maupun kolam-kolam yang tergenang air yang ada di Desa Durian,” pungkasnya. (Indra Jaya)

Polres Pesawaran Segera Tindaklanjuti Dugaan Korupsi Kades Deswan

Pesawaran (HO) – Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Pesawaran Polda Lampung, dalam waktu dekat akan segera menindak lanjuti dugaan Korupsi Dana Desa yang dilakukan Deswan Kepala Desa Bernung Kecamatan Gedong tataan, yang di sinyalir mencapai ratusan juta rupiah.

“Ya dalam waktu dekat akan kami tindak lanjuti terkait dugaan Korupsi Dana Desa pada tahun 2018, 2019, 2020 dan 2021,” ungkap Kasat Reskrim AKP Supriyanto Husin, SH, MH, mewakili Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo,. S.Ik,. M.Si,. (Han), ketika dikonfirmasi, Senin (16/5/2022).

Dikatakan nya, pihaknya menghimbau agar tugas pokok dan fungsi serta Peran Inspektorat Kabupaten Pesawaran sebagai Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) berjalan dengan maksimal dan turun kebawah.

“Dan kami menunggu kinerja APIP, jangan di bolak-balik, kalau Inspektorat menunggu rekomendasi dari Polres Pesawaran,” ujarnya.

Deswan, Kepala Desa Bernung Kecamatan Gedong tataan Kabupaten Pesawaran

Diberitakan sebelumnya, Masyarakat Desa Bernung, mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan pemeriksaan terhadap Deswan, karena diduga melakukan penyimpangan dan Mark, Up anggaran Dana Desa (DD), tahun 2018, 2019, 2020 dan 2021, hingga ratusan juta rupiah.

Karena masyarakat menilai banyak pembangunan di Desa Bernung yang menggunakan Dana Desa tidak sesuai dalam realisasi dengan anggaran Dana Desa yang yang telah dikucurkan pemerintah pusat.

Diketahui pada tahun 2018 Pagu Rp. 886.401.000, kemudian pada tahun 2019 Pagu Rp. 926.625.000 dan di tahun 2020 Pagu Rp. 952.408.000 serta pada tahun 2021 sebesar Pagu Rp. 1.022.505.000. (Red)

Kades Tajur Buat Aturan Diluar Aturan, Diduga Korupsi Dana Desa, BLT Dipermainkan

“Ada Apa Aparat Penegak Hukum Kabupaten Pesawaran Terkesan Tutup mata Atau Ada Indikasi Main Mata”

Pesawaran (HO) – Kepala Desa Tajur Kecamatan Marga Punduh Kabupaten Pesawaran Lampung, Nawawi diduga dalam merealisasikan Dana Desa selama menjabat banyak terjadi penyimpangan hingga ratusan juta rupiah, selain itu dalam penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tidak tepat sasaran di indikasikan dinikmati oleh perangkat desa setempat.

Salah satu perwakilan masyarakat desa setempat, MH (56) dari Dusun Kampung Sawah mengungkapkan, kemarin menjelang dua hari Raya Idul Fitri 2022, Desa Tajur melakukan pembagian BLT-DD Bulan Januari, Februari dan Maret untuk sebanyak 96 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Lima Dusun namun sangat di sayangkan yang mendapatkan bantuan tersebut banyak dari perangkat desa.

“Yang mendapat kan bantuan justru hanya oarang-orang nya saja dan kroni-kroni nya  dan terkesan memprioritas kan Apartur desa yang menerima,” jelasnya kepada Handalonline.com, Jumat (13/5/2022).

Dirinya memohon kepada yang terhormat Bapak Bupati Kabupaten Pesawaran Dendi Ramadohna, tolong lihat dan turunkan tim dari Inspektorat, terkait kinerja Kepala Desa Nawawi yang membuat aturan dalam aturan, sehingga pembagian BLT-DD, tidak di rasakan masyarakat sebagai mana mestinya justru yang pantas mendapatkan malah tidak  menerima.

“Kami berharap dari aparat penegak hukum baik Kejari maupun Polres Pesawaran untuk turun dan memanggil serta memeriksa Pak Kades, jika terbukti ada indikasi korupsi penjarakan Kades Nawawi,” harapnya.

“Kemarin yang menerima BLT-DD dari perangkat desa diantaranya Antoni, RT Dusun Tajur Induk, kemudian Masroh Istri dari Kadus Tajur Induk, Nurhayati Istri Ketua BPD, kemudian Anak Kadus Dusun Lima Sriyana kemudian Umi Sunrya Istri dari Kasi Pemerintahan, kemudian Masnurila dari Kaur, Hibra Desiwahyuningsih Istri dari kaur Perencanan Muhidin, kemudian Anak Kepala Desa Tajur Padadina Yulanda Salbiah Istri dari Bendahara, Nurhalimah Istri dari Kadus tiga, Mursalin Hamnah RT Kadus Tiga Matnor RT Umi Sunarya, apakah ini tidak menyalahi aturan,” tanya dia. Terpisah salah satu perwakilan masyarakat Muara sanggi juga mengatakan dalam Realisasi Anggaran Dana Desa Tahun 2020 sampai 2021 selama masa jabatan Kades Nawawi tidak banyak perubahan dan masyarakat yakin dalam realisasi nya diduga banyak terjadi penyimpangan serta yakin surat pertanggungjawaban nya di manipulasi.

Untuk diketahui pada tahun 2020 Pagu anggaran sebesar Rp. 1.022.576.000, dengan Item Pembinaan Lembaga Adat Rp. 10.269.750, Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Sarana dan Prasarana Kepemudaan dan Olah Raga Milik Desa Rp. 30.380.000, Penyelenggaraan Festival Lomba Kepemudaan dan Olahraga tingkat Desa Rp. 10.025.000, kemudian Penyelenggaraan Festival Kesenian, Adat Kebudayaan, dan Keagamaan perayaan hari kemerdekaan, hari besar keagamaan, tingkat Desa Rp. 20.738.000.

Selanjutnya ada juga item Koordinasi Pembinaan Ketentraman, Ketertiban, dan Pelindungan Masyarakat dengan masyarakat.instansi pemerintah daerah, Skala Lokal Desa Rp. 28.000.000, Pembinaan PKK Rp. 104.051.500, Pelatihan Penyuluhan.Sosialisasi kepada Masyarakat di Bidang Hukum dan Pelindungan Masyarakat Rp. 7.315.448, dan Penyelenggaraan Musyawarah Desa lainnya musdus, rembug warga, yang bersifat non-reguler sesuai kebutuhan desa Rp. 7.948.000.

Kemudian Penyusunan Dokumen Perencanaan Desa RPJMDes RKPDes Rp. 17.950.000, ada juga Penyusunan Dokumen Keuangan Desa APBDes APBDes Perubahan LPJ APBDes, dan seluruh dokumen terkait Rp. 8.500.000, kemudian Penanggulangan Bencana Rp. 48.514.000 dan Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Rp. 27.518.500 serta Penyelenggaraan PAUD TK TPA TKA TPQ Madrasah Non-Formal Milik Desa Bantuan Honor Pengajar, Pakaian Seragam Rp. 36.000.000.

Ada juga Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Rp. 216.391.694, Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman Gang Rp. 62.107.858 kemudian Penyelenggaraan Posyandu Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu Rp. 51.524.000 dan Kemudian Pembangunan Rehabilitas Peningkatan Fasilitas Jamban Umum MCK umum, Rp. 20.959.750 serta Peningkatan kapasitas perangkat Desa Rp. 25.481.000.

“Kami menduga semua beberapa item anggaran tersebut banyak terjadi penyimpangan, dan bisa di lihat langsung kebawah,” ucapnya.

Selanjutnya tahun 2021 Pagu Rp. 975.799.000, untuk Item Penanggulangan Bencana Rp. 33.275.000, Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase Rp. 56.435.000, Pemeliharaan Sanitasi Permukiman Gorong-gorong, Selokan, Parit Rp. 19.792.500, Pemeliharaan Sambungan Air Bersih ke Rumah Tangga pipanisasi Rp. 35.000.000 serta Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Desa Rp. 32.394.500.

Kemudian ada juga untuk Pelatihan dan Penguatan Penyandang Difabel penyandang disabilitas Rp. 3.500.000 Pelatihan Penyuluhan Perlindungan Anak Rp. 4.607.500, Penanggulangan Bencana Rp. 21.606.000, Penguatan dan Peningkatan Kapasitas Tenaga Keamanan Ketertiban oleh Pemerintah Desa Satlinmas desa Rp. 20.000.000 dan Pembinaan PKK Rp. 15.000.000.

Ada juga Pelatihan Penyuluhan Sosialisasi kepada Masyarakat di Bidang Hukum dan Pelindungan Masyarakat Rp. 6.000.000, kemudian Pemeliharaan Sambungan Air Bersih ke Rumah Tangga Rp. 35.000.000, Pemeliharaan Sanitasi Permukiman Gorong-gorong, Selokan, Parit,  Rp. 19.792.500, Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box.Slab Culvert, Drainase, Rp. 40.701.000, Penyelenggaraan Posyandu Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu) Rp. 16.060.000.

Kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Desa Rp. 32.394.500 ada juga Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Rp. 20.800.000 kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jembatan Milik Desa Rp. 37.163.000.

Selanjutnya ada Penguatan dan Peningkatan Kapasitas Tenaga Keamanan Ketertiban oleh Pemerintah Desa Satlinmas desa Rp. 28.000.000, Pelatihan Penyuluhan Sosialisasi kepada Masyarakat di Bidang Hukum dan Pelindungan Masyarakat Rp. 6.000.000, Penyediaan Insentif Operasional RT RW Rp. 117.000.000, Penyusunan Pendataan Pemutakhiran Profil Desa profil kependudukan dan potensi desa Rp. 19.122.750 dan kembali mengganggarkan Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jembatan Milik Desa Rp. 37.163.000.

Kemudian Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Rp. 35.799.500, Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Desa Rp. 19.200.000, Penyelenggaraan Posyandu Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu Rp. 28.840.000, ada juga untuk Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain Rp. 40.701.000, kemudian Pemeliharaan Sanitasi Permukiman Gorong-gorong, Selokan, Parit, Rp. 19.792.500 serta Pemeliharaan Sambungan Air Bersih ke Rumah Tangga pipanisasi, Rp. 35.000.000.

“Kami selaku masyarakat mempertanyakan kemana Anggaran sebanyak itu, karena Desa Tajur tidak banyak perubahan dan kami semakin yakin kalau SPj nya di manipulasi dan kami rasa Aparat penegak Hukum sudah tau,” sebutnya.

Terpisah salah satu warga Dusun Muara Sanggi mengatakan Tahun 2020 Ada item sarana kepemudaan olahraga milik desa Rp 30.380.000 itu kemana Anggaran nya kemudian lomba kepemudaan milik desa Rp. 10.025.000 ada juga Penyelenggaraan Festival Kesenian, Adat Kebudayaan, dan Keagamaan perayaan hari kemerdekaan, hari besar keagamaan, tingkat Desa Rp. 20.738.000 dan MCK Rp. 20.959.750 Semua Anggaran Tahun 2020.

Terpisah salah satu masyarakat Sanggi Tengah yang nama nya minta di rahasiakan mengatakan pada Tahun 2021 ada item gorong-gorong Drainase  Rp.56.435.000 itu kemana lagi sisa anggaran nya kemudian Sanitasi Gorong-gorong parit Rp. 19.792.500 Kemudian pipanisasi Rp. 35.000.000 itu tidak tersalurkan sebagaimana mestinya itu tidak ada pipa nya.

“Kemudian ada jembatan milik yang hancur dan tidak di perbaiki sedangkan keterangan dari apartur desa yang nama nya minta di rahasiakan menghabiskan Anggaran Rp. 18 juta sedangan Anggaran yang di kucurkan sebanyak Rp. 37.163.000 sebanyak dua kali,” ungkapnya.

Begitu juga dikatakan salah satu tokoh masyarakat Dusun Tajur Induk, sudah tidak heran lagi dengan ulah serta keputusan yang tidak masuk akal yang dilakukan Kades Nawawi, dulu pernah sempat heboh di beritakan salah satu Media akan tetapi sampai hari tidak ada tindak lanjutnya sedangkan masyarakat sudah jelas memberikan keterangan.

“Dan perlu di ketahui oleh Aparat Penegak Hukum hal ini sudah bukan menjadi rahasia umum, seluruh masyarkat DesaTajur tau, yang pertama kami menduga ada Pemalsuan Ijazah semua perangkat Desa, yang digunakan itu Ijazah palsu semua, kami sanggup mempertanggung jawabkan dan di hadapan APH bisa di cek kebenaran nya,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Desa Tajur Nawawi, saat akan di konfirmasi Handalonline.com terkait adanya indikasi korupsi serta pembagian BLT-DD, terkesan menghindar dan beberapa kali di hubungi melalui sambungan telpon seluler, walau dalam keadaan aktip tidak di angkat dan saat di kirim pesan melalui aplikasi Whtsaap tidak membalas hanya di baca saja.

Dan saat Handalonline.com menghubungi Kaur Perencanaan Muhidin, melalui sambungan telpon seluler dia membenarkan jika Tahun Anggaran 2022 Desa Tajur membagikan BLT-DD sebanyak 96 KPM dan membenarkan jika anak nya mendapatkan Bantuan BLT-DD senilai Rp. 900 Ribu.

“Untuk Tahap selanjutnya akan kami ganti daftar penerima BLT-DD nya dan sudah saya bahas dengan pak kades dan dia juga membenarkan jika perangkat desa lain nya juga menerima bantuan BLT-DD serta Padadina Yulanda Anak Kepala Desa Tajur menerima juga,” ucapnya.

“Dan akan segera kami rubah daftar bagi penerima Manfaat bantuan langsung tunai karena sudah kami musyawarahkan untuk kedepan nya nanti tolong jangan di sebarkan datanya,” katanya.

Terpisah Mat Nor selaku Bendahara Desa Tajur, membenarkan jika Istri nya atas nama Salbiah mendapatkan Bantuan Langsung Tunai, di ungkapkan nya hal tersebut karena dulu nya warga yang mendapatkan Bantuan BLT-DD tidak Ada pengertian kepada Perangkat Desa.

“Harus nya kan paling tidak ada pengertian upah untuk kami yang mendata dan mengambil uang tersebut,” ucapnya.  (Indra Jaya)

Luar Biasa, Enam Kali Berturut-turut, Pemkab Pesawaran Raih Predikat WTP

Pesawaran (HO) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran kembali mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada audit Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2021 oleh BPK RI Perwakilan Lampung. Raihan opini WTP dari BPK RI ini merupakan yang keenam berturut-turut sejak Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menjabat sebagai Bupati Kabupaten Pesawaran. Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan perolehan Opini WTP yang keenam ini merupakan kado istimewa pada HUT Kabupaten Pesawaran yang ke-15. “Alhamdulillah berkat kerja keras dan kolaborasi yang baik antara seluruh jajaran Pemkab Pesawaran dan juga tidak terlepas dari peran DPRD Kabupaten Pesawaran, Pemkab Pesawaran kembali mendapatkan predikat WTP dari BPK RI,” ungkap Dendi, Kamis (12/5/2022). “Maka dari itu perolehan predikat WTP ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Pesawaran, khususnya saat ini Kabupaten Pesawaran akan berulang tahun yang ke-15,” timpalnya. Dendi juga menyampaikan terimakasih kepada BPK RI yang telah memberikan masukan dan saran kepada Pemkab Pesawaran untuk meningkatkan kinerja aparatur dalam pengelolaan keuangan yang akuntabel dan transparan. “Walaupun masih ada kekurangan dalam penyajian laporan ataupun yang lainnya, tapi kami bertekad untuk selalu berbenah diri, kami jadikan WTP ini sebagai semangat untuk lebih baik lagi kedepannya,” ucapnya. Diketahui, perolehan predikat opini WTP oleh BPK RI ini berdasarkan empat kriteria yaitu Laporan keuangan disajikan sesuai dengan standar akuntansi Pemerintah, kecukupan penyajian, kepatuhan terhadap peraturan perundangan dan sistem pengendalian intern yang memadai. (Red)

Masa Sulit Warga Susah, Kades Bernung Diduga Korupsi Dana Desa

Deswan Terkesan Tantang Aparat Penegak Hukum

Pesawaran (HO) – Masyarakat Desa Bernung Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran, mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan pemeriksaan terhadap Deswan, karena diduga melakukan penyimpangan dan Mark, Up anggaran Dana Desa (DD), hingga ratusan juta rupiah.

“Kami mendesak dan berharap aparat penegak hukum untuk melakukan pemanggilan serta pemeriksaan terhadap Deswan karena kami duga telah menyimpangkan Dana Desa tahun 2018, 2019, 2020 dan 2021,” ungkap salah satu masyarakat Dusun Menanti Kasih Kepada Handalonline.com yang namanya minta di rahasiakan, untuk sementara waktu, Rabu (11/5/2022).

Pasalnya kata dia banyak pembangunan di Desa Bernung yang menggunakan Dana Desa tidak sesuai dalam realisasi dengan anggaran Dana Desa yang yang telah dikucurkan pemerintah pusat.

“Ini sudah jelas kita lihat dengan kasat mata seperti pada tahun 2018 Pagu Rp. 886.401.000, dengan rincian anggaran untuk Item Pembinaan PKK Rp. 5.090.000, Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa Rp. 13.800.000, kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Rp. 131.553.148,” sebutnya.

“Dan kembali menganggarkan Pembinaan PKK Rp. 13.640.000, ada lagi Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa Rp. 18.600.000, kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Desa Rp. 228.970.920, dalam realisasi nya tidak sesuai dengan anggaran,” timpal nya.

Selain itu, diketahui juga ada Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Rp. 176.165.198, kemudian Penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa (PKD) Polindes Milik Desa Obat-obatan; Tambahan Insentif Bidan Desa Perawat Desa  Penyediaan Pelayanan KB dan Alat Kontrasepsi bagi Keluarga Miskin, Rp. 16.200.000, kemudian ada lagi Pembinaan PKK Rp. 25.000.000, kemudian Penyelenggaraan Festival Kesenian, Adat Kebudayaan, dan Keagamaan perayaan hari kemerdekaan, hari besar keagamaan, tingkat Desa Rp. 10.000.000.

Selanjut nya Penguatan dan Peningkatan Kapasitas Tenaga Keamanan Ketertiban oleh Pemerintah Desa Satlinmas desa Rp. 13.200.000, kemudian Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa Rp. 44.700.000, Peningkatan Produksi Tanaman Pangan Alat Produksi dan pengolahan pertanian, penggilingan Padi jagung, Rp. 7.500.000, ada juga Penyertaan Modal BUM Desa Rp. 50.000.000, kemudian Penyelenggaraan Lomba antar kewilayahan dan pengiriman kontingen dalam mengikuti Lomba Desa Rp. 7.080.000.

Masih di tahun 2018 ada juga Penyelenggaraan PAUD TK TPA TKA TPQ Madrasah Non-Formal Milik Desa Bantuan Honor Pengajar, Pakaian Seragam, Operasional, Rp. 10.080.000, Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Desa Rp. 234.845.875, Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa (Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain Rp. 296.994.725.

Selanjut nya Penyediaan Insentif Operasional RT RW Rp. 180.000.000, ada juga Penyusunan Pendataan Pemutakhiran Profil Desa (profil kependudukan dan potensi desa Rp. 15.318.250, dan Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain Rp. 48.465.000, Kemudian Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Rp. 16.700.000, dan Peningkatan kapasitas perangkat Desa Rp. 10.000.000, Pemeliharaan Fasilitas Pengelolaan Sampah Desa Permukiman Penampungan, Bank Sampah Rp. 8.000.000.

“Selain itu mas, ada anggaran Pos Kesehatan Desa (PKD) Polindes Milik Desa (Obat-obatan Tambahan Insentif Bidan Desa/Perawat Desa; Penyediaan Pelayanan KB dan Alat Kontrasepsi bagi Keluarga Miskin, Rp. 41.400.000, ada juga Pengelolaan dan Pembuatan Jaringan Instalasi Komunikasi dan Informasi Lokal Desa Rp. Rp. 31.035.000 dan Pengelolaan Lingkungan Hidup Desa Rp. 7.200.000,” katanya.

Selanjutnya di tahun 2019 Pagu Rp. 926.625.000, dengan Item Pengembangan Sarana Prasarana Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta Koperasi Rp. 10.300.000 kemudian Pembinaan PKK Rp. 16.600.000, Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebudayaan Rumah Adat Keagamaan Milik Desa Rp. 11.100.000 Kemudian Penyelenggaraan Festival Kesenian, Adat Kebudayaan, dan Keagamaan perayaan hari kemerdekaan, hari besar keagamaan, tingkat Desa Rp. 21.000.000 serta Pembangunan Peningkatan Monumen Gapura Batas Desa Rp. 115.027.400.

“Ada juga Penyelenggaraan Posyandu Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader PosyanduRp. 33.300.000 kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Sanitasi Permukiman Gorong-gorong, Selokan, Parit, dan lain-lain, diluar prasarana jalan Rp. 127.624.700 dan Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Desa Rp. 33.039.000 serta Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa Rp. 19.000.000,” ungkapnya.

Untuk di tahun 2020 Pagu Rp. 952.408.000 Item Penyediaan Insentif.Operasional RT RW Rp. 97.200.000, ada Pembinaan PKK Rp. 10.035.000, Kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jembatan Milik Desa Rp. 86.757.000, ada juga Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa Rp. 25.800.000 kemudian Penyediaan Insentif Operasional RT RW Rp. 129.600.000.

Di tahun yang sama kembali menganggarkan Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan.Pengerasan Jembatan Milik Desa Rp. 86.757.000, dan Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa Rp. 25.800.000 serta Penanggulangan Bencana Rp. 45.198.000.

Salanjut nya Tahun 2021 Pagu Rp. 1.022.505.000, dengan Item Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Rp. 34.086.000, ada juga Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain Rp. 86.496.000 kemudian Bantuan Hukum Untuk Aparatur Desa dan Masyarakat Miskin Rp. 37.500.000 Kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Prasarana Jalan lain Rp. 48.465.000.

Salah satu masyarakat Dusun Taman Rejo dan Dusun Bernung satu, mengatakan cukup dilihat secara kasat mata saja dari segi jalan pemukiman gang itu banyak jalan yang sudah hancur dan bahkan sangat memperihatinkan kan tidak bisa di pungkiri banyak masyarakat yang jatuh saat berkendara, dirinya tidak mau terlalu jauh memberi keterangan biar kan Aparat penegak Hukum saja yang menilai nya.

“Dan terkait jalan pemukiman gang yang hancur kami selaku warga juga pernah memberikan keluhan serta surat kepada kadus namun hingga saat ini alhamdulilah belum ada tindak lanjut,” katanya.

Terpisah salah satu perwakilan masyarakat Dusun Sido Asri juga mendesak Aparat Penegak Hukum baik Kejaksaan Negeri Kabupaten Pesawaran (Kejari), Kemudian Tipikor Polres Pesawaran untuk mengambil langkah tegas kerena hal ini sudah bukan menjadi rahasia umum, untuk diketahui Desa Bernung ada enam Dusun dan Delapan Belas Rukun tetangga atau RT,” ucapnya.

Begitu juga di ungkapkan warga Dusun Sukoharjo dikatakan nya, dirinya bersama masyarakat mendesak Inspektorat, tembusan ke Polres, Kejaksaan Negeri serta Bupati Pesawaran, pihaknya ingin selama jabatan Kades Deswan Anggaran Dana Desa itu di Audit kembali dan harus transparan karena Anggaran tersebut untuk kesejahteraan masyarakat bukan untuk Kepala Desa dan kroni-kroni nya.

“Di tahun 2020 kemarin ada Pembangunan jembatan Dusun Bernung Satu Volume Panjang 6 M X Lebar 4 M. 1 Unit Anggaran Rp 88.332.000. di Anggarkan sebanyak dua kali Kemudian Program Dana Desa Tahun 2021 Jenis Kegiatan Pengalian dan pembersihan Drainase Dusun Menanti Kasih Anggaran Rp 19.732.000, kami pertanyakan pengerjaannya,” sebutnya.

Kemudian katanya, ada pula Pembangunan Peningkatan Monumen Gapura Batas Desa di Dusun Taman Rejo yang menghabiskan Anggaran Rp. 115.027.400, dan Pembangunan Drainase Dusun Suka Negeri Volume 66 M dan Talud Penahan Tanah TPT Dusun Suka Negeri Volume 361 M Anggaran Dana Desa Tahun 2021.

“Hal ini tidak bisa kami biarkan, bagaimana Desa kami mau maju, jika anggaran untuk pembangunan nya di duga banyak disimpangkan, jadi sekali lagi kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan pemeriksaan kepada Deswan selaku Kades Bernung,” ujarnya.

“Dan jika nanti terbukti kami berharap segera diproses sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku, sebagai efek jera dan sebagai pelajaran untuk kades-kades lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Desa Bernung Deswan Saat di konfirmasi Handalonline.com, terkait realisasi Dana Desa selama dirinya menjabat terkesan menghindari dan mempersilakan untuk di publikasikan dan dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

“Di Desa Bernung tidak ada Drainase, itu PKT, kita juga tidak bisa belanja bahan material hanya mempekerjakan masyarakat, kalau untuk Sumur Bor tahun 2019 ada di Bernung Satu,” ucapnya, Rabu (11/5/2021).

“Ya kalau ini  sudah cari-cari dong. masa dari tahun 2019 Sampai drainase sampai ini segala macam bahkan sampai 2021. Ya yang kira-kira masuk diakal sajalah. Ya silahkan tidak apa-apa, berita yang mana yang mau diberitakan Ya bukan yang mana dulu beritanya kan perlu kebenarannya juga. Ya sudah terserah oke. tidak apa kalau ingin diserahkan ke APH silahkan,” tambahnya.    (Indra Jaya)

Wacana Penghapusan PPKM, Dendi Ramadhona Siapkan Kebijakan Lokal

Pesawaran (HO) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran, akan menyiapkan kebijakan lokal apabila peraturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) akan dihapuskan oleh pemerintah pusat. Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima surat pemberitahuan dari pemerintah pusat terkait dengan penghapusan PPKM tersebut. “Itukan baru wacana, saat ini masih dalam pembahasan setau saya. Kalau menurut data sebelum lebaran kita masuk dalam PPKM level II tapi kalau untuk saat ini kemungkinan sudah level I karena tidak ada kasus baru terkonfirmasi,” ujarnya. Rabu (11/5/2022). Dirinya mengatakan, apabila kedepannya PPKM dihapuskan, pihaknya akan menyiapkan segala kebijakan yang mengatur dalam penerapan protokol kesehatan (Prokes) di tengah masyarakat. “Saya rasa, setiap daerah nantinya akan membuat suatu kebijakan yang sesuai dengan kondisi daerahnya, aktifitas masyarakatnya, sehingga aktifitas masyarakat tetap berjalan dan prokes ini tetap terjaga sehingga mencegah penyebaran Virus Covid-19,” ujar dia. Menurutnya, untuk saat ini pihaknya juga tengah berupaya melakukan percepatan vaksinasi bagi masyarakat, sehingga capaian vaksinasi dapat 100%. “Untuk saat ini vaksinasi tahap satu kita sudah 80% lebih, kemudian untuk tahap kedua sudah 60 lebih, nah kalau untuk tahap ketiga ini kita sedang berusaha mengejar saat ini kalau tidak salah sudah mencapai 20%,” kata dia. Dendi juga mengimbau kepada masyarakat, meskipun saat ini pandemi sudah mulai mengarah ke endemi, namun bukan berarti masyarakat dapat mengabaikan prokes. “Kita ketahui, saat ini masyarakat sudah mulai abai dengan prokes, padahal virus ini masih tetap ada, makanya kami meminta kepada masyarakat, setidaknya menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah,” katanya. (Red)

Bupati Pesawaran Dampingi Rika Tohir Tinjau UMKM Sungai Langka

Pesawaran (HO) – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mendampingi Ketua Dewan Penasehat Yayasan Pertiwi Indonesia Rika Tohir dalam rangka menemui pelaku UMKM dan penenun Sulam Jelujur, di Desa Sungai Langka Kecamatan Gedongtataan, Rabu (11/5/2022). Dalam sambutannya, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan bahwa kegiatan kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung aktifitas para pengrajin yang melestarikan warisan nenek moyang. “Selamat datang Ibu Rika Tohir, perlu diketahui Desa Sungai Langka banyak memiliki potensi wisata diantaranya Agro Wisata tanaman Coklat dan Jeruk. Kemudian ada juga pemandian jaman Belanda dan penenun Sulam Jelujur yang masih membutuhkan pembinaan untuk dapat go internasional,” kata dia. Dijelaskan, Desa Sungai Langka Kecamatan Gedongtataan juga didukung dengan kerukunan dan keguyuban masyarakat sehingga banyak kreatifitas yang dituangkan dan memiliki nilai luhur seni budayanya. “Pengrajin Sulam Jelujur beraktifitas dirumah rumah, hasilnya sebagai tambahan pendapatan ekonomi keluarga. Mudah-mudahan nanti ada arahan dan bantuan yang dapat diberikan oleh Ketua Dewan Penasehat Yayasan Pertiwi Indonesia ibu Rika Tohir,” ujar dia. Menanggapinya, Ketua Dewan Penasehat Yayasan Pertiwi Indonesia Rika Tohir mengatakan bahwa para pengrajin Sulam Jelujur sangat beruntung memiliki Bupati dan Ketua Dekranasda yang peduli dan memperhatikannya. “Hasil karya para pengrajin ini sangat luar biasa dan kita akan dukung hingga go internasional. Insha Allah bulan September 2022 nanti hasil kerajinannya akan dipamerkan di Galery Sarinah Jakarta yaitu pameran nasional bekerja sama dengan Bank BNI 46,” kata dia. Dijelaskan, tampilnya Sulam Jelujur sebagai produk kerajinan Kabupaten Pesawaran yang nantinya akan dipamerkan di Galery Sarinah Jakarta merupakan kerja keras Bupati Dendi Ramadhona yang telah memaparkan karya khas daerahnya. “Pak Bupati Pesawaran telah berhasil memaparkan karya kreasi masyarakatnya di Jakarta, hasilnya ternyata sangat luar biasa dan kedepan kita lebih tingkatkan dengan berbagai inovasi agar lebih baik lagi,” jelas dia. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Ketua Dekranasda Kabupaten Pesawaran Nanda Indira Dendi, sejumlah Kepala OPD, Kepala Desa Sungai Langka Erwan Sukijo, Camat Gedongtataan M. Syukur dan TNI serta Polri. Ikut dalam rombongan diantaranya adalah Dewan Penasehat Yayasan Pertiwi Indonesia Rika Tohir, Penasehat Keuangan Suci Kuswardani, Sekjend Darariza, Ketua Bidang Dana Nirmala Dewi. Lalu, Ketua Cinta Tenun Indonesia (CTI) IntanF. Fauzi, Manajer Pelatihan Koestriastuti, Marcomm Putri Purnama Dewi, Textile Designer Koesoemaningsih, Admin Program Istiqomah Pamarullah dan Iis Aisyah Maharani. (Red)

Kak Nanda Indira Gelar Rakor, Berikan Penghargaan 11 Anggota Pramuka

Pesawaran (HO) – Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Pesawaran menggelar Rapat Koordinasi Tahun 2022 dengan mengusung tema jalin silaturahmi, tingkatkan koordinasi, bertempat di Aula Islamic Center Pesawaran, Selasa (10/5/2022). Hadir dalam kegiatan ini Ketua Kwarcab Pramuka Pesawaran Kak Nanda Indira Bastian, Ketua Harian Kak Aria Guna, Para Wakil Ketua Bidang, serta seluruh Pengurus Kwarcab Pesawaran. Dalam kegiatan Rakor ini, kwartir cabang Gerakan Pramuka Pesawaran juga memberikan Piagam penghargaan kepada 11 orang anggota Pramuka yang berpartisipasi sebagai peserta dalam kegiatan penjagaan pos pam nataru tahun 2021/2022 yang diselenggarakan oleh Polres Pesawaran. Kak Nanda Indira dalam sambutannya mengatakan, digelarnya Rapat Kordinasi bersama pengurus Kwarcab pesawaran ini tentunya untuk menjalin silaturahmi setelah sekian lama vakum karena masa Pandemi Covid-19 yang membuat kita semua terbatas untuk melakukan pertemuan. “Alhamdulilah saat ini bisa bersilaturahmi kembali walaupun dengan penerapan Protokol Kesehatan,”ujar kak Nanda. Kak Nanda menjelaskan, Rapat Koordinasi ini merupakan forum konsolidasi dan koordinasi bersama diantara Pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Pesawaran yang diselenggarakan setidaknya setahun sekali. “Dalam Rakor ini, Peserta Rakor setidaknya akan membahas poin-poin penting yang diharapkan dapat menjadi pedoman dalam menyusun rencana dan program kerja secara terukur, konsisten, terintegrasi, melembaga, dan berkelanjutan,” terang kak Nanda yang merupakan istri dari Bupati Pesawaran. Rapat Koordinasi yang di laksanakan ini, diharapkan dapat menghasilkan kesamaan persepsi dan kegiatan yang dapat dilaksanakan untuk tahun ini dan tahun mendatang. “Saya berharap Rapat koordinasi ini, tidak mengurangi kualitas dari hasil yang diharapkan dan bermanfaat bagi kita semua untuk Gerakan Pramuka Pesawaran kedepannya,” tutup kak Nanda. Kemudian, Acara dilanjutkan dengan Pemaparan Program Kerja oleh 8 Ketua Bidang Pengurus Kwarcab Pramuka Pesawaran. (Red)

Pasca Libur Lebaran, Disdikbud Pesawaran Berlakukan PTM 100%

Pesawaran (HO) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesawaran, mulai memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara 100% pasca libur Lebaran Idul Fitri 1443 Hijriyah. Kadisdikbud Pesawaran Anca Martha Utama mengatakan, pertanggal 10 Mei 2022 ini pihaknya telah memulai PTM secara penuh kepada seluruh tingkatan sekolah, mulai dari SD sampai dengan SMA. “Hari ini sekolah-sekolah sudah mulai melakukan aktifitas belajar mengajar seperti biasa, jam belajarnya juga sudah normal, kemudian anak-anak yang masuk juga sudah 100%,” ujarnya. Selasa (10/5/2022). Dirinya mengatakan, meskipun saat ini sistem pembelajaran sudah dilakukan secara normal, namun pihaknya meminta kepada seluruh sekolah agar dapat tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) secara ketat, dan juga mengejar vaksinasi tahap dua bagi anak-anak murid. “Selain vaksinasi yang mampu menangkal penyebaran covid-19, penerapan prokes juga sangat penting apalagi di area sekolah, hal ini agar anak-anak murid kita terhindar dari paparan covid,” ujar dia. Menurutnya, selain mengantisipasi penyebaran covid, pihaknya juga meminta kepada para kepala sekolah agar memberikan edukasi kepada para wali murid, terkait dengan penyakit hepatitis misterius yang sudah ditemukan di Indonesia. “Menurut informasi yang kita terima, penyakit tersebut timbul akibat permasalahan kehigienisan atau kebersihan, maka dari peran sekolah sangat penting disini, guna menjamin kebersihan sekolah maupun ruang kelasnya, dan juga penggunaan masker dalam area sekolah,” kata dia. “Sementara itu, orang tua juga memiliki kewajiban untuk menjaga anak-anak mereka mengkonsumsi jajanan yang tidak higienis, kalau bisa para orang tua ini membawakan bekal yang dikelola sendiri, agar bisa dipastikan untuk kebersihannya,” pungkas nya. (Red)

Dugaan Korupsi Kades Rejo Agung, Inspektorat Tunggu Rekom Polres Pesawaran

Pesawaran (HO) – Inspektorat Kabupaten Pesawaran selangkah lagi akan memulai penyelidikan dugaan kasus korupsi Kepala Desa (Kades) Rejo Agung, Kecamatan Tegineneng, Edi Purwanto.

Fakta tersebut terkuak saat salah seorang sumber di Inspektorat Pesawaran menuturkan bahwa pihaknya sedang menunggu rekomendasi dari aparat penegak hukum (APH) dalam hal ini Kepolisian Resor (Polres) Pesawaran untuk kemudian melakukan pendalaman lebih lanjut dugaan korupsi tersebut.

“Kami masih menunggu rekom dari APH, setelah adanya rekom ya nanti kita lakukan pendalaman,” tuturnya.

Hal ini tentunya menjadi angin segar bagi iklim pemerintahan di Kabupaten Andan Jejama untuk mewujudkan pemerintahan desa yang bersih bebas korupsi.

Untuk diketahui, kasus dugaan korupsi di Desa Rejo Agung bermula saat investigasi yang dilakukan handalonline.com terkait penggunaan dana desa (DD) tahun anggaran 2020 dan 2021 diduga menuai banyak pelanggaran oleh kades Edi Purwanto.

Pasalnya realisasi DD dianggap oleh masyarakat tidak sesuai dengan peruntukan dan terindikasi banyak item yang di Mark up sehingga membuat kerugian negara ratusan juta rupiah.

Diberitakan sebelumnya masyarakat Desa Rejo Agung Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran mulai bergejolak, pasalnya dalam realisasi pembangunan yang menggunakan Dana (DD) tahun 2020-2021, diduga banyak terjadi penyimpangan dan Mark Up anggaran hingga ratusan juta rupiah.

“Kami masyarakat Desa Rejo Agung meminta kepada aparat penegak hukum agar melakukan penyelidikan terkait adanya dugaan penyimpanan Dana Desa tahun 2020 dan 2021 di desa kami, yang dilakukan Edi Purwanto,” ungkap salah satu warga setempat kepada media Handalonline.com, Selasa (12/4/2022).

Dia mengatakan Edi Purwanto dalam melaksanakan pembangunan di desa nya diduga tidak transparan serta tidak melibatkan masyarakat terkesan tebang pilih hanya orang-orang nya saja.

“Jadi kepada kepada aparat penegak hukum tolong lihat dan lakukan pengumpulan data, kami siap memberikan keterangan kepada Inspektorat, kepolisian Tipikor Polres Pesawaran maupun Kejaksaan Negeri Pesawaran, untuk mengungkap penyimpangan Dana Desa tahun 2021 dan 2021,” ujarnya.

Diketahui untuk Anggaran tahun 2020 Desa Rejo Agung dengan Pagu Rp. 1.027.239.000 sesuai dengan Anggaran Pendapatan belanja desa (APBDes) dengan rincian, Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Rp. 5.000.000, Penguatan dan Peningkatan Kapasitas Tenaga Keamanan Ketertiban oleh Pemerintah Desa Satlinmas desa Rp. 7.000.000, Pelatihan Penyuluhan Sosialisasi kepada Masyarakat di Bidang Hukum dan Pelindungan Masyarakat Rp. 10.000.000.

Kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Sambungan Air Bersih ke Rumah Tangga pipanisasi Rp. 45.000.000, Pengelolaan Lingkungan Hidup Desa Rp. 10.600.000, Pembangunan Rehabilitas Peningkatan Fasilitas Jamban Umum MCK umum Rp. 7.504.000, Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman Gang Rp. 29.363.000.

Selanjutnya ada juga Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Sumber Air Bersih Milik Desa Mata Air Tandon Penampungan Sumur Bor Rp. 32.665.300, Peningkatan Produksi Tanaman Pangan Alat Produksi dan pengolahan pertanian, penggilingan Padi jagung, Rp. 21.351.000, Peningkatan kapasitas perangkat Desa Rp. 5.806.000.

Selain itu ada juga untuk Penyediaan Insentif Operasional RT/RW Rp. 156.000.000, Pembinaan Karang Taruna Klub Kepemudaan Klub Olah raga Rp. 16.600.000, Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Desa Rp. 13.633.800, Pembinaan PKK Rp. 18.178.000, Penguatan dan Peningkatan Kapasitas Tenaga Keamanan Ketertiban oleh Pemerintah Desa Satlinmas desa Rp. 14.000.000.

Masih di tahun 2020 di anggarkan juga untuk Penanggulangan Bencana Rp. 89.148.000, kembali menganggarkan Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Sambungan Air Bersih ke Rumah Tangga pipanisasi, Rp. 45.000.000, Pengelolaan Lingkungan Hidup Desa Rp.10.600.000 dan Pembangunan Rehabilitas Peningkatan Fasilitas Jamban Umum MCK umum Rp. 7.504.000.

Di tahun yang sama kembali menganggarkan Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman Gang Rp. 29.363.000, Rehabilitasi Peningkatan Sumber Air Bersih Milik Desa Mata Air Tandon Penampungan Sumur Bor Rp. 32.665.300, Pengelolaan dan Pembuatan Jaringan Instalasi Komunikasi dan Informasi Desa Rp. 26.580.000.

Selanjutnya, Penyelenggaraan PAUD TK TPA TKA TPQ Madrasah Non-Formal Milik Desa Bantuan Honor Pengajar, Pakaian Seragam, Rp. 4.800.000, Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Rp. 3.795.000, kemudian kembali menganggarkan Pembinaan Group Kesenian dan Kebudayaan Tingkat Desa Rp. 13.633.800, dan kembali Peningkatan Sumber Air Bersih Milik Desa Mata Air Tandon Penampungan Sumur Bor Rp 35.610.300.

Menurut salah satu masyarakat Dusun Pancur  mengatakan untuk pembangunan Sumur Bor milik desa untuk tahun 2020 itu di bangunkan tiga Sumur di Dusun Purwodadi satu titik, kemudian di Dusun Pancur satu titik dan ada, juga di Dusun Purworejo Dua satu titik dengan total nilai Rp 66 juta lebih.

“Jika satu titik semur bor tersebut menghabiskan sampai Rp. 30 juta lebih itu sisa nya kemana karena jelas disini di daerah Tegineneng untuk pembuatan sumur bor hanya Rp.10 juta itu sudah sama mesin nya dan ini lah yang terjadi di desa kami,” ungkapnya.

Kemudian lanjutnya, untuk kran-kran nya pun sudah patah dan rusak dan jika masuk di musim kemarau ke tiga sumur bor tersebut tidak di rasakan manfaat nya oleh masyarakat yang lain karena tidak ada nya pipanisasi seperti desa-desa tetangga lainnya.

“Itu baru sumur bor, sedangkan anggaran pipanisasi besar juga anggaran nya, belum lagi pembangunan lain nya, yang kami duga banyak bermasalah, salah satu contoh untuk ltem pembangunan paving blok dengan volume 100 x 1,5 M yang menghabiskan anggaran Rp. 29.375.000, itu kami duga juga ada penyimpangan anggaran nya,” tuturnya.

Diketahui juga untuk tahun 2021, Pagu Rp. 1.110.656.000 sesuai dengan Anggaran Pendapatan belanja desa  dengan Item Pembangunan paving Blok volume 100 x 200 M yang terletak di Dusun Purwodadi Rp. 47.277.500, Sumber Air Bersih Milik Desa Mata Air Tandon Penampungan Sumur Bor yang terletak di Dusun Purworejo Dua, Rp. 36.945.500, ada, juga Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengadaan Sarana Prasarana Posyandu Polindes Rp. 10.000.000,  Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Desa Lapen di Dusun Pancur volume 200 x 3 M Rp. Rp. 57.145.000.

Selanjutnya Pelatihan Penyuluhan Sosialisasi kepada Masyarakat di Bidang Hukum dan Pelindungan Masyarakat Rp. 5.000.000, masih di tahun 2021, Penyediaan Insentif Operasional RT/RW Rp. 175.500.000, Pelayanan administrasi umum dan kependudukan Surat Pengantar Pelayanan KTP, Akta Kelahiran, Kartu Keluarga Rp. 9.000.000, Penyusunan Pendataan Pemutakhiran Profil Desa profil kependudukan dan potensi desa Rp. 23.408.200 dan Penyelenggaraan Posyandu Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu Rp. 22.050.000.

Kemudian Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase Rp. 98.360.000, kembali menganggarkan Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman Gang Rp. 47.277.500, dan Kembali menganggarkan Air Bersih Milik Desa Mata Air Tandon Penampungan Sumur Bor Rp. Rp. 36.945.500.

Diketahui juga ada Pembangunan Rehabilitasi.Peningkatan Pengadaan Sarana Prasarana Posyandu Polindes Rp. 24.000.000, Pengadaan Penyelenggaraan Pos Keamanan Desa pembangunan pos, pengawasan pelaksanaan jadwal ronda patroli di dusun purworejo volume P, 2,5 M, L 2,5 M T 2,5 M Rp. 22.747.000, Kemudian Kembali menganggarkan Air Bersih Milik Desa Mata Air Tandon Penampungan Sumur Bor Rp. Rp. 36.945.500, Penyelenggaraan PAUD TK.TPA TKA TPQ Madrasah Non-Formal Milik Desa Bantuan Honor Pengajar, Pakaian Seragam, Rp. 9.600.000, dan kembali mengangarkan Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Lingkungan Permukiman Gang Rp. 47.277.500.

Ada lagi untuk Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa  Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Rp. 98.360.000, kembali Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Desa Rp. 57.145.000 dan kembali menganggarkan Pengadaan Penyelenggaraan Pos Keamanan Desa pembangunan pos, pengawasan pelaksanaan jadwal ronda patroli Rp. 22.717.000.

Selanjutnya ada lagi Pengelolaan dan Pembuatan Jaringan instalasi Komunikasi dan Informasi Lokal Desa Rp. 12.200.000, ada juga  Penanggulangan Bencana Rp. 21.647.000, Pembinaan PKK Rp. 8.100.000, Pembinaan Karang Taruna Klub Kepemudaan Klub Olah raga Rp. 3.310.000, dan Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Sarana dan Prasarana Kepemudaan dan Olah Raga Milik Desa Rp. 5.630.000.

Salah satu masyarkat Dusun Pancur, mengatakan selama hampir dua tahun terpilih menjadi Kades Edi Purwanto menjabat Kepala Desa Rejo Agung belum banyak perubahan dari segi fiisk maupun bantuan yang tidak merata dan masyarakat sangat yakin dalam realisasi anggaran dana desa banyak sekali yang di manipulasi seperti contoh tahun 2021, kegiatan Lapen volume 200 x 3 M Rp. 57.145.000 di Dusun Pancur yang di anggarkan sebanyak dua kali dengan anggaran yang sama.

“Itu sudah bisa untuk pintu masuk penegak hukum melakukan pemeriksaan karena jika anggaran Rp. 57.145.000 sebanyak dua kali itu tidak masuk di akal mari kita cek mas itu hanya di taburi batu split dan aspal nya pun sedikit jadi terkesan asal-asalan,” ungkapnya.

“Belum lagi item Gorong-gorong, Selokan, Box Slab Culvert, Drainase, Rp. 98.360.000 itu kemana anggaran nya apa yang di bangun kemudian pembangunan pos ronda yang di anggarkan berkali-kali apa yang di bangun kan kami semakin yakin sarat penyimpangan dan jangan-jangan SPj nya di manipulasi,” ujarnya.

Dia juga mengeluhkan adanya Bantuan Langsung Tunai BLT DD tahun 2021, sebanyak 21  KPM, sejak Januari sampai Desember jika di kalikan setahun sebanyak 252 dia menduga ada indikasi di manipulasi.

“Jadi kami berharap aparat penegak hukum agar melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan, jika nanti ada indikasi penyimpangan agar diproses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” harapnya.

Sementara itu Edi Purwanto Kepala Desa Rejo Agung saat di konfirmasi Handalonline.com, terkait penggunaan Dana Desa Tahun 2020-2021, mengatakan semua anggaran pembangunan sudah di laksanakan, begitu juga dengan Item sumur bor tahun 2020 tiga titik dan 2021 tiga titik begitu juga dengan prasarana kepemudaan itu di belikan bola dan hedroponik.

“Kemudian jalan lapen di Dusun Pancur sudah dilaksanakan, jadi jika ada masyarakat yang komplain silahkan temui saya,” tantangnya.  (Indra Jaya)