Kejari Dikabarkan Puldata dan Pulbaket Dugaan Penyimpangan Dana BUMDes Tajur

Pesawaran (HO) – Kejaksaan Negeri (Kejari), Pesawaran Provinsi Lampung dikabarkan telah melakukan pengumpulan data (Puldata) dan Pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) terkait adanya dugaan penyimpangan data Badan Usaha milik Desa (BUMDes) yang ada di Desa Tajur Kecamatan Marga Punduh. Informasi tersebut dibenarkan Muhidin salah satu perwakilan bujang gadis desa setempat. “Ya kemarin Tim dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Pesawaran sudah turun langsung ke Desa Tajur untuk melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dengan BUMDes yang di ketuai oleh Harpanji,” terang nya kepada Handalonline.com, Rabu (7/9/2022). Dikatakannya, apa yang menjadi harapan masyarakat Desa Tajur akan segera terjawab, karena kejari telah turun kebawah untuk memastikan laporan yang telah masuk di kejari. “Semoga kejari dapat mengungkap dugaan penyimpangan Dana BUMDes yang di kelola Harpanji di tahun 2018 dan tahun 2019,” ujarnya. “Yang luar biasa, ketika ditanya Kejari terkait kegunaan dana BUMDes, Harpanji menjawab dia pakai untuk Uang lelah, dan bukan hanya Harpanji yang dimintai keterangan, namun pihak pemerintah Desa Tajur juga,” pungkasnya.
Harpanji Ketua BUMDes Tajur Kecamatan Marga Punduh
Diberitakan sebelumnya, Mantan Ketua Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Tajur Kecamatan Marga Punduh Kabupaten Pesawaran Harpanji diduga menggelapkan dana BUMDes hingga mencapai puluhan juta rupiah. Dengan mencuatnya dugaan pelanggaran wewenang tersebut Bujang Gadis Muda-mudi Bersama Tokoh masyarakat setempat dalam waktu dekat akan melaporkan dugaan Korupsi Ke Aparat Penegak Hukum. Beberapa Tokoh masyarakat dan Muda-mudi Bujang gadis Desa Tajur mengungkapkan adanya indikasi KKN yang dilakukan Harpanji selaku mantan Ketua Bumdes Tahun 2018 2019 semenjak dia menjabat diduga tidak sesuai dengan anggaran yang ada, banyak terjadi penyimpangan dan pelaporan pertanggungjawaban diduga fiktif. “Untuk diketahui anggaran yang bersumber dari Dana Desa tahun 2018 Badan usaha milik desa (Bumdes) Sebesar Rp. 100.000.000 kemudian 2019 Sebesar Rp. 100.000.000,” terang salah satu warga yang juga tokoh masyarakat setempat mewakili masyarakat lainnya, Jumat (24/6/2022). Salah satu perwakilan Muda-mudi Bujang gadis menanyakan kemana Anggaran Bumdes Tahun 2019 anggaran Itu hanya dibelikan salon, keyboard, perahu bekas, kemudian mesin perahu merk Yamaha. “Kalau dalam perkiraan kami kalau perahu itu paling menghabiskan anggaran antara 7 juta sampai 8 juta karena itu bekas tidak layak pakai di pakai,” jelasnya. Masyarakat kata dia, mempertanyakan sisa uang BUMDes karena menurutnya harga barang yang dibeli tidak sesuai dengan anggaran yang dikucurkan pemerintah. “Sebenarnya kalau mesin baru itu kalau dia 5 PK setengah harga sekarang ini harganya Rp 4.300.000, kemudian 13.000.000 untuk pembelian perahu kalau sound sistem kita ambil Rp 20.000.000 dan jumlahnya Rp 35.000.000 itu kita hitung boros nya pajak segala macam terus sekarang kemana sisanya,” kata dia. “itu yang kami cari hingga saat ini tidak ada kejelasan sama sekali bahkan kami menunggu tidak ada kejelasan dan uang tersebut di kemanakan saya siap bila diminta keterangan oleh APH yang ada di Kabupaten Pesawaran karena itu adalah hak saya sebagai masyarakat,” cetusnya. Dengan adanya keluhan dari ratusan masyarakat Desa Tajur, pihaknya mendesak APH agar turun ke bawah menyelidiki dugaan korupsi tersebut. “Jadi kami mendesak aparat penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Negeri Pesawaran untuk mengusut sampai tuntas adanya Indikasi penyimpangan Dana Desa Badan usaha milik desa (Bumdes),” harapnya. “Dan kami masyarakat Desa Tajur siap memberikan keterangan dengan sebenar-benarnya dengan dasar fakta-fakta dan bukti yang ada serta dalam waktu dekat ini akan kami mulai dengan membuat laporan di Kejaksaan Pesawaran,” timpalnya. Sementara itu mantan Ketua Bumdes Desa Tajur Saat di Konfirmasi mengungkapkan bahwa dirinya akan mengkonfirmasi kepada sekdes terkait dugaan Mark up tersebut. “Nanti saya konfirmasi dulu sama sekdes, nanti saya kabarin kalau yang 100 juta kemarin itu saya sudah dipanggil Dengan Aparat Penegak Hukum waktu dulu perkiraan tahun 2019 dan awal tahun 2020 kalau tidak salah itu, nah dari itu posisinya kan saya mengundurkan diri karena saya sudah tidak dipakai lagi dengan mereka di desa,” jelasnya. Terkait hal itu kan bantuan dana gadis itu pengajuan kapal laut dengan mesin 1 set dan salon dan piano menurutnya sudah diambil pihak desa. “Itu kerjasama BUMDes semua. Kalau duit sudah habis karena untuk di belanjakan barang-barang itu tadi. Kalau ibaratnya tidak makan yang tidak mungkin namanya kita kan uang lelah barang-barangnya apa saja saya tidak memahami seperti keyboard segala macam itu ada semua. Saya masih ada semua rincian nya, bisa saya fotokan semuanya. Makanya kemarin kalau mereka mengungkit permasalah kecil seperti itu saya tunjukan semua yang lain nya,” pungkasnya. (Indra Jaya)

Ringankan Beban Sopir Angkot, Polres Pesawaran Bersama Polda Lampung Bagikan Sembako

Pesawaran (HO) – Guna meringankan beban pengemudi mobil angkutan kota dan Pedesaan pasca kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang melintas di jalan lintas barat, jajaran Polres Pesawaran bersama Polda Lampung membagikan sembilan bahan pokok (sembako), Rabu (7/9/2022). Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo, S.IK.,M.Si. (Han) menjelaskan adapun yang dibagikan Polda Lampung bersama Polres Pesawaran memberikan bantuan berupa sembako beras dan minyak goreng kepada pengemudi mobil angkutan kota dan Pedesaan (angkot). “Pembagian sembako ini untuk meringankan beban pengemudi angkutan desa dan angkutan kota pasca kenaikan BBM. Sebagai bentuk peduli Polres Pesawaran,” terangnya. Kapolres mengatakan bantuan tersebut berupa beras dan minyak goreng kepada pengemudi mobil angkutan desa dan angkutan kota. “Personil yang dilibatkan diantaranya Kompol Maryanto, AKP Martoyo, AKP Mulyadi, Iptu Matera, Ipda Samsul Ridwan dan beberapa personil Polres Pesawaran,” sebutnya. (Rls/Red)

Kabid Humas Polda Lampung Ungkap Motif Mayat Gadis di Kebon Karet

Pesawaran (HO) – Ditemukan mayat gadis belia di perkebunan karet milik warga Desa Kalirejo, Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran ternyata korban pencurian handphone.

Demikian diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad saat konferensi pers di Mapolres Pesawaran, Rabu (7/9/2022).

“Terduga pelaku inisial KRS, lelaki berusia 21 tahun berprofesi sebagai buruh warga Desa Kalirejo Kecamatan Negeri Katon. Pelaku memiliki motif menguasai secara paksa terhadap gawai milik korban,” ungkap Pandra.

Korban yang diketahui berinisial IT, gadis belia berusia 15 tahun, warga Kecamatan Negeri Katon itu sebelumnya dijemput dirumahnya pada Senin (5-9-2022) malam sekira pukul 20.00 WIB oleh pelaku.

“Peristiwa bermula saat korban dijemput olah pelaku, kemudian pihak keluarga berusaha mencari, dan ditemukan meninggal dunia pada Selasa pagi pukul 06.00 WIB oleh warga yang bernama Mugi, saat akan menyadap karet di ladang miliknya,” tuturnya.

Dikatakan Kombes Pol Zahwani Pandra, setelah pelaku berusaha merampas gawai milik korban, lantas korban melakukan perlawanan dan pelaku nekat menghabisi nyawa korban dengan bermodal pecahan botol kaca. KRS mengaku melakukan kekerasan dengan mengambil pecahan botol kaca di sekitar lokasi kejadian dan menyayat leher korban.

“Sebelum terjadi peristiwa tragis tersebut, KRS mengaku sempat menyetubuhi korban,” sebutnya.

Kemudian lanjut Kombes Pol Zahwani Pandra, terduga pelaku berhasil ditangkap dirumahnya tanpa perlawanan. Barang bukti yang diamankan berupa: motor honda beat, cover pelindung handphone, kotak gawai merk Oppo seri A3 serta pecahan botol kaca.

“KRS diganjar pasal berlapis tentang Pasal 365 ayat 1 dan 4 KUHP tentang pencurian kekerasan dengan ancaman pidana minimal sembilan tahun, pasal 76 UU RI tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana minimal lima tahun serta Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan sengaja ancaman pidana 15 tahun dan maksimal seumur hidup,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Warga Dusun Kamulyan, Desa Kalirejo, Kecamatan Negri Katon (Nekat) Kabupaten Pesawaran geger adanya penemuan mayat di desa tersebut.

Mayat berjenis kelamin perempuan ini, ditemukan warga yang akan menyadap karet di kebun lokasi penemuan mayat.

Iwan (45) salah satu saksi mata warga setempat mengungkapkan, korban ditemukan oleh rekannya yang akan hendak menyadap pohon karet dikebun nya.

Namun saat hendak melakukan aktifitasnya, rekannya dikejutkan dengan melihat seorang wanita yang tergeletak dibawah pohon karet dikebun miliknya tersebut.

“Saat didekati, dia kaget. Karena perempuan itu sudah meninggal, dengan darah dibagian wajah dan kepala. Lalu dia melaporkan kejadian tersebut ke aparat desa setempat,” jelasnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Haidir (40) warga Kalirejo yang menambahkan bahwa, korban yang merupakan gadis belia yang masih duduk di bangku SMP ini, di diduga dibunuh. Sebab, kata dia, ada luka di kepala dan luka sayatan di bagian leher.

“Saat ditemukan, kondisi korban sudah meninggal. Dengan luka di kepala dan dileher korban seperti digorok. Dan disekitar mayat ada pecahan botol minuman keras. Mungkin itu alatnya yang untuk bunuh korban ini,” terangnya.

Dia juga mengungkapkan, bahwa korban bernama Ina ini sedang dicari oleh pihak keluarganya, karena keluar dari rumah tanpa berpamitan sejak tadi malam (Senin, 5/9/2022-red).

Dan akhirnya, kata dia, keluarga dikabarkan Ina (korban, red) ditemukan sudah meninggal disalah satu kebun milik warga desa setempat.

“Informasinya, korban pergi dengan temannya semalam sekitar pukul 8 malam (20.00 Wib). Dan warga ada yang melihat korban pergi berboncengan dengan seseorang. Namun karena tidak pamit, keluarganya pergi mencari korban. Dan ditemukan pagi ini (Selasa, 6/9/2022) sudah meninggal,” ungkapnya.

Diketahui, korban bernama Ina Talia yang diperkirakan berusia sekitar 15 tahun, yang masih duduk di bangku sekolah kelas 3 SMPN.18 Negeri Katon Kabupaten Pesawaran.

Namun sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Pesawaran. Dan saat ini, korban sudah dibawa pihak kepolisian ke rumah sakit setempat untuk dilakukan otopsi.  (Red)

Ratusan Aparat Gabungan Pringsewu Amankan Pengajian Akbar Ustadz Das’ad Latif

0
Pringsewu (RN) – Ratusan aparat gabungan akan diterjunkan untuk pengamanan pengajian akbar bersama Ustadz Das’ad Latif di Lapangan Pemkab Pringsewu, Pusat Pemerintahan Kabupaten Pringsewu, Pekon Klaten, Kecamatan Gadingrejo, Pringsewu, Kamis (08/09/22). Acara tersebut digelar dalam rangka kunjungan kerja Gubernur Lampung ke Bumi Jejama Secancanan. Menurut Kapolres Pringsewu AKBP Rio Cahyowidi diwakili Kabag Ops Komisaris Pol. Kisron Bastiar, aparat yang diterjunkan seluruhnya sebanyak 317 personel, terdiri dari 142 personel Polri, 65 personel TNI-AD, 60 personel Dinas Perhubungan dan 50 personel Satpol PP Pemkab Pringsewu. “Para personel ini akan ditempatkan di sejumlah titik yang telah ditentukan, baik di lokasi pengajian, area parkir, dan jalur yang dilalui rombongan serta masyarakat. Dengan maksimalnya pengamanan, diharapkan akan meminimalisir potensi gangguan keamanan”, katanya. Sementara itu, secara terpisah, Kabag Kesra Setdakab Pringsewu Rustiyan, M.Pd. kepada RRI mengatakan kegiatan pengajian akbar akan dihadiri sekitar 7.200 ribu jamaah dari berbagai penjuru wilayah Kabupaten Pringsewu dan sekitarnya. Pihaknya juga memastikan hal-hal terkait acara tersebut sudah dinyatakan siap, baik tempat acara, perlengkapan, pengerahan jamaah dan lain sebagainya. “Termasuk masalah pengamanan selama acara berlangsung, kami sudah berkoordinasi dengan Polres Pringsewu dan Kodim 0424 Tanggamus, Satpol PP maupun Banser”, katanya. Rustiyan juga mengimbau masyarakat dan jamaah yang akan hadir di acara pengajian akbar tersebut untuk berhati-hati dan tetap mematuhi protokol kesehatan. (MR)

Terkuak” Pelaku Pembunuhan Siswi SMP Negeri Katon Pesawaran

0
Pesawaran (RN) – Terkuak, Mayat gadis belia yang ditemukan di perkebunan karet milik warga Desa Kalirejo, Kecamatan Negerikaton ternyata korban pencurian handphone. Hal itu diungkap oleh Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad saat konferensi pers di Mapolres Pesawaran, Rabu (7/9/2022). “Terduga pelaku inisial KRS, lelaki berusia 21 tahun berprofesi sebagai buruh, warga Dusun Mekarsari, Desa Kalirejo, Kecamatan Negerikaton. Pelaku memiliki motif menguasai secara paksa terhadap gawai milik korban,” ungkap Pandra. Korban yang diketahui berinisial IT, gadis belia berusia 15 tahun, warga Kecamatan Negerikaton itu sebelumnya dijemput dirumahnya pada Senin (5-9-2022) malam sekira pukul 20.00 WIB oleh pelaku. “Peristiwa bermula saat korban dijemput olah pelaku, kemudian pihak keluarga berusaha mencari, dan ditemukan meninggal dunia pada Selasa pagi pukul 06.00 WIB oleh warga yang bernama Mugi, saat akan menyadap karet di ladang miliknya,” tuturnya. Menurut Pandra, setelah pelaku berusaha merampas gawai milik korban, lantas korban melakukan perlawanan dan pelaku nekat menghabisi nyawa korban dengan bermodal pecahan botol kaca. KRS mengaku melakukan kekerasan dengan mengambil pecahan botol kaca di sekitar lokasi kejadian dan menyayat leher korban. “Sebelum terjadi peristiwa tragis tersebut, KRS mengaku sempat menyetubuhi korban,” katanya. Terduga pelaku berhasil ditangkap dirumahnya tanpa perlawanan. Barang bukti yang dimankan berupa: motor honda beat, cover pelindung handphone, kotak gawai merk Oppo seri A3 serta pecahan botol kaca. “KRS diganjar pasal berlapis tentang Pasal 365 ayat 1 dan 4 KUHP tentang pencurian kekerasan dengan ancaman pidana minimal sembilan tahun, pasal 76 UU RI tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana minimal lima tahun serta Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan sengaja ancaman pidana 15 tahun dan maksimal seumur hidup,” katanya.

Gegerrr, Warga Nekat Temukan Gadis Bersimbah Darah di Kebun Karet

Pesawaran (HO) – Warga Dusun Kamulyan, Desa Kalirejo, Kecamatan Negri Katon (Nekat) Kabupaten Pesawaran geger adanya penemuan mayat di desa tersebut. Mayat berjenis kelamin perempuan ini, ditemukan warga yang akan menyadap karet di kebun lokasi penemuan mayat. Iwan (45) salah satu saksi mata warga setempat mengungkapkan, korban ditemukan oleh rekannya yang akan hendak menyadap pohon karet dikebunnya. Namun saat hendak melakukan aktifitasnya, rekannya dikejutkan dengan melihat seorang wanita yang tergeletak dibawah pohon karet dikebun miliknya tersebut. “Saat didekati, dia kaget. Karena perempuan itu sudah meninggal, dengan darah dibagian wajah dan kepala. Lalu dia melaporkan kejadian tersebut ke aparat desa setempat,” jelasnya. Hal senada juga dikatakan oleh Haidir (40) warga Kalirejo yang menambahkan bahwa, korban yang merupakan gadis belia yang masih duduk dibangku SMP ini, di diduga dibunuh. Sebab, kata dia, ada luka dikepala dan luka sayatan dibagian leher. “Saat ditemukan, kondisi korban sudah meninggal. Dengan luka dikepala dan dileher korban seperti digorok. Dan disekitar mayat ada pecahan botol minuman keras. Mungkin itu alatnya yang untuk bunuh korban ini,” terangnya. Dia juga mengungkapkan, bahwa korban bernama Ina ini sedang dicari oleh pihak keluarganya, karena keluar dari rumah tanpa berpamitan sejak tadi malam (Senin, 5/9/2022, red). Dan akhirnya, kata dia, keluarga dikabarkan Ina (korban, red) ditemukan sudah meninggal disalah satu kebun milik warga desa setempat. “Informasinya, korban pergi dengan temannya semalam sekitar pukul 8 malam (20.00 Wib). Dan warga ada yang melihat korban pergi berboncengan dengan sesorang. Namun karena tidak pamit, keluarganya pergi mencari korban. Dan ditemukan pagi ini (Selasa, 6/9/2022) sudah meninggal,” ungkapnya. Diketahui, korban bernama Ina Talia yang diperkirakan berusia sekitar 15 tahun, yang masih duduk dibangku sekolah kelas 3 SMPN.18 Negeri Katon Kabupaten Pesawaran. Namun sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Pesawaran. Dan saat ini, korban sudah dibawa pihak kepolisian ke rumah sakit setempat, untuk dilakukan otopsi. (red)

Golkar Pesawaran Bersiap Hadapi Pemilu 2024

Pesawaran (HO) – Guna menyongsong pemilu 2024, Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Pesawaran menggelar rapat bulanan bersama jajaran pengurus daerah maupun Kecamatan, Senin (5/9/2022) di kantor DPD Golkar, Desa Gedongtataan kecamatan setempat. Ketua DPD Golkar Pesawaran Yusak menuturkan, rapat yang diadakan merupakan rutinitas bulanan Partai untuk menyatukan program kerja dan menjalin silaturahmi antar kader. “Rapat kali ini kita menitik beratkan kepada persiapan Partai menjelang verifikasi, dan hari ini kita koordinasi dengan seluruh pengurus untuk persiapan caleg sementara sampai nanti penetapan caleg,” ungkap Yusak. Hal tersebut menurutnya menjadi bahan pembahasan karena adanya rencana perubahan jumlah kursi di DPRD Kabupaten Pesawaran pada pemilu 2024. “Kemungkinan besar mempengaruhi jumlah dapil dan pembagian wilayah dapil, jadi kita bahas dengan seluruh pengurus,” ujar nya. “Kami juga membuka forum tanya jawab kepada pengurus Kecamatan untuk menjawab pertanyaan yang mungkin ada,” timpalnya. Turut hadir dalam rapat anggota Fraksi Partai Golkar Pesawaran Mustika Bahrum, dan Erlinda Widiastuti berikut sejumlah pengurus DPD. (Randy Septian)

Kepemimpinan Kades Virman Ardana di Apresiasi Masyarakat Sukamaju, Ambulance Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Pesawaran (HO) – Dalam rangka terus memacu pembangunan baik sarana dan prasarana berskala prioritas, sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sebagai penjabaran dari strategi, tindakan, dan tahapan dalam usaha mencapai tujuan pembangunan yang diinginkan serta memenuhi kebutuhan warga di bidang kesehatan, warga Desa Sukamaju Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran saat ini telah memiliki mobil ambulance guna melayani untuk mewujudkan desa maju, mandiri dan berkembang. Demikian diterangkan Kepala Desa Sukamaju Virman Ardana yang juga Ketua Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kecamatan Punduh Pidada.
Bantu Pelayanan Kesehatan Masyarakat Desa Sukamaju, Kades Virman Ardana sediakan Ambulance gratis
“Mobil ambulance ini diperoleh dengan menggunakan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019, yang merupakan hasil rapat desa,” terang Kepala Desa Sukamaju Virman Ardana, kepada media Handalonline.com, Minggu (4/9/2022). Dikatakan Virman, Pelayanan ambulance diberikan secara gratis. Warga setempat yang butuh berobat, baik itu dalam keadaan darurat atau untuk rawat jalan ke rumah sakit maupun membawa jenazah ke pemakaman tidak repot lagi menunggu ambulance dari Pukesmas. “Dimana usulan masyarakat yang menginginkan keberadaan mobil angkutan khusus untuk layani kebutuhan kesehatan. Saat ini alhamdulillah sudah terlihat manfaatnya. Armada ambulance dan drivernya siap siaga 24 jam, yang terparkir di kantor desa terang,” ujar Virman. Kepala Desa Virman Ardana melanjutkan yang membuat beda dari desa-desa yang lain yang ada di kecamatan paling ujung pesisir Pesawaran yaitu Punduh Pidada Itikad dari Ambulance ini untuk melayani masyarakat perlu diketahui daerah ke desanya bisa dibilang paling ujung pesisir Kabupaten Pesawaran maka dari itu dengan jarak tempuh ke Puskesmas menempuh jarak kurang lebih 15 KM.
Bukti nyata, mobil Ambulance sangat bermanfaat bantu warga Desa Sukamaju yang sedang sakit
“Sehingga memang masyarakat di tempat kita sangat bersyukur dengan adanya Ambulance dan pada saat kita belum memiliki ambulans tetap rutin melayani masyarakat menggunakan kendaraan pribadi namanya kita mengabdi bolak-balik menggunakan mobil saya untuk mengantarkan masyarakat yang sakit dan lain sebagainya tidak mengenal siang dan malam,” katanya. Kades juga mengatakan semenjak dirinya merealisasikan ambulans menggunakan dana desa masyarakat yang sakit langsung cepat ditangani langsung di antarkan berobat jadi sangat bisa dirasakan langsung oleh masyarakat manfaat dari mobil ambulans tersebut. “Jadi untuk mobil ambulance tersebut yang saat ini sudah ada di desa itu tugasnya tidak hanya mengantarkan orang sakit melainkan menjemput juga yang sedang sakit dan sudah pulih dan sejauh ini untuk jarak tempuh ambulance desa milik kami dan sudah pernah menjemput warga desa yang meninggal itu di bandara Soekarno Hatta Tangerang,” ungkapnya. “Dan memang pada saat itu ada warga saya yang mengalami laka lantas kecelakaan di Bangka Belitung dan jenazah dikirim melalui pesawat dan kita jemput ke sana,” jelasnya. Kades Virman Ardana juga menyampaikan Ambulance tersebut milik bersama dan seluruh masyarakat Desa Sukamaju jadi semua warga berhak menggunakan ambulance karena itu atas nama desa.
Mobil Ambulance sedang digunakan untuk membawa warga Desa Sukamaju yang sedang sakit
Virman menyebutkan, untuk ambulans tersebut pihaknya menggunakan plat merah Dan sepengetahuan nya kalau berkaca ke desa-desa yang lain ada yang menggunakan plat hitam, namun ambulance Desa Sukamaju menggunakan plat merah artinya tergantung dari Kepala desanya masing-masing. “Saat ini mobil ambulance sangat dirasakan masyarakat manfaatnya karena ambulans milik bersama yang artinya harus sama-sama saling merasa memiliki peduli untuk menjaga kendaraan supaya pada saat di butuhkan kendaraan tersebut siap dan selalu sehat,” timpalnya.
Mobil Ambulance pemerintah desa Sukamaju Kecamatan Punduh Pidada
Kepala desa juga mengatakan terkait ambulans tersebut itu tidak ada penarikan untuk masyarakat yang menggunakan semua sudah di tanggung dari desa jadi setiap Ambulance jalan atau mengantarkan masyarakat yang sedang sakit atau yang terkena musibah itu operasional langsung dari desa baik itu bensin uang makan. “Intinya uang uang transport dari desa jadi ambulance tersebut untuk melayani masyarakat dan memang milik masyarakat itu gratis dan dan siap melayani masyarakat selama 24 jam,” pungkasnya. Salah satu tokoh masyarakat Desa Sukamaju, H. Selamet mengucapkan banyak terima kasih kepada pemerintah desa terkhusus untuk Virman Ardana, karena dengan adanya kendaraan ambulance yang di sediakan sangat membantu masyarakat, karena selama berpuluh-puluh tahun dan beberapa kali ganti kepala desa, baru semenjak Kepala Desa Virman Ardana yang peduli dan banyak melakukan perubahan di desa, baik di bidang kesehatan, pembangunan, pendidikan, sosial maupun lainnya, yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat Desa Sukamaju. “Saya mewakili masyarakat Desa Sukamaju mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Virman Ardana, yang telah melakukan banyak perubahan di desa, dan semenjak Bapak Virman menjabat, banyak kemajuan, kami selaku warga dapat merasakan langsung pembangunan-pembangunan baik sarana, prasarana maupun lainnya,” ujarnya. “Dan kami akan terus berdoa untuk Bapak Virman beserta keluarga dan seluruh perangkat desa, semoga selalu diberikan kesehatan, keselamatan, sehingga roda pemerintahan desa terus berjalan dengan baik untuk tujuan membangun desa dan kesejahteraan masyarakat Desa Sukamaju,” ucap H. Selamet yang juga salah satu tokoh agama desa setempat. (Indra Jaya)

Satlantas Gelar Monitoring Pasca kenaikan BBM di SPBU Kurungan Nyawa

Pesawaran (HO) – Satuan lalu lintas (Polres) Pesawaran Polda Lampung melakukan Monitoring antisipasi pasca pengumuman kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Kurungan Nyawa Kecamatan Gedongtataan. Kasat Lantas Polres Pesawaran AKP Martoyo, S.I.P, M.H. mewakili Kapolres AKBP Pratomo Widodo, S.Ik., M.Si (Han), mengatakan dalam rangka mengantisipasi untuk menjaga situasi kamtibmas dan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) di jalan lintas barat (jalinbar) satlantas Polres Pesawaran melakukan monitoring di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah hukumnya. “Kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini, melaksanakan pengaturan lalu lintas, serta monitoring arus lalu lintas antisipasi pasca pengumuman kenaikan BBM di SPBU Kurungan Nyawa,” terangnya kepada Handalonline.com Sabtu (3/9/2022). Kemudian lanjut AKP Martoyo melakukan kegiatan pengaturan lalu lintas agar pengguna jalan tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Tujuan nya untuk menjaga situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas di jalinbar aman lancar dan terkendali,” katanya. “Untuk personil pelaksananya adalah, selain saya sendiri ada juga Ipda Samsul Ridwan, Aiptu Caca dan Briptu Ivan Zen,” sebutnya. (Red)

Pasca Kenaikan BBM’ Polres Pesawaran Lakukan Pengamanan Di SPBU

0
Pesawaran (RN) – Pasca Kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) Polres Pesawaran Polda Lampung lakukan Pengaman di sejumblah SPBU yang berada diwilayah hukum wilayah setempat. Hal ini di lakukan untuk menjaga hal- hal yang tidak diinginkan di SPBU. Tampak juga masyarakat tetap melakukan aktifitas pembelian BBM secara normal, baik sepeda motor maupun mobil. ”Personil Polres dan Polsek Jajaran sudah kami tempatkan di SPBU untuk membuat kondusif, tidak ada penimbunan maupun gangguan kamtibmas lainnya,” ujar Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo, S.Ik., M.Si (Han) didampingi Kabag Ops Polres Pesawaran Kompol Maryanto, SH., M.H, sabtu (03/09/2022). Menurutnya, pengamanan di SPBU yang ada diwilayah hukum Polres Pesawaran itu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pasca kenaikan harga BBM. Kapolres menambahkan.Dari SPBU yang ada diwilayah Hukum Polres Pesawaran pasca pengumuman kenaikan harga BBM sore tadi, tidak ada antrian panjang yang berarti dan dilaporkan juga bahwa stok BBM di SPBU yang ada di Kabupaten Pesawaran juga cukup. “Kami juga memberikan Himbauan kepada para pengendara terkait kenaikan harga BBM hari ini untuk tidak panik dan juga kepada pemilik usaha SPBU dalam pengisian BBM kepada pengendara untuk tetap melayani masyarakat dengan baik tanpa dipersulit,” pungkasnya. (Red)