Pesawaran (HO) – Guna meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Pesawaran, Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Bumi Andan Jejama menggandeng Kampus Institut Informatika Dan Bisnis (IIB) Darmajaya.
Upaya tersebut dilakukan dengan membuat kesepakatan bersama antara Dinkominfotik Kabupaten Pesawaran dengan pihak Kampus IIB Darmajaya yang saling menguntungkan.
“Dalam kesempatan ini disepakati bahwa Darmajaya akan memfasilitasi tempat pelatihan digital bagi Pemerintah Kabupaten Pesawaran yang rencananya akan melatih 250 orang peserta dari berbagai OPD dilingkup Pemerintah Kabupaten Pesawaran baik ASN, Non ASN, dan guru dengan 6 (enam) tema pelatihan yang rencananya akan diselenggarakan dalam waktu dekat,” kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Pesawaran, Jayadi Yasa usai melakukan kunjungan kerja ke Kampus Institut Informatika Dan Bisnis (IIB) Darmajaya Bandarlampung, Jum’at (17/11/2022).

Menurutnya, sumber daya manusia di Kabupaten Pesawaran terutama Pegawai Pemkab Pesawaran masih belum memadai secara kualitas dan kuantitasnya untuk menghadapi digitalisasi sehingga dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak salah satunya perguruan tinggi dan akademisi.
“Pak Bupati berharap dengan terlaksananya program ini dapat memberikan efek peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menguasai Teknologi Informasi di Kabupaten Pesawaran sehingga Bumi Andan Jejama memiliki ASN yang unggul, berdaya saing dan melayani,” ujar dia.
Untuk diketahui, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Pesawaran Jayadi Yasa melakukan kunjungan kerja ke Kampus Institut Informatika Dan Bisnis Darmajaya Bandarlampung pada Kamis (17/11)2022) kemarin.
Kunjungan kerja tersebut guna membahas Kolaborasi pengembangan SDM Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Kabupaten Pesawaran melalui pelatihan Government Transformation Academy (GTA) dalam mendukung program Kemenkominfo RI.
Didampingi para Kabid Dinas Kominfotiksan, Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran, Jayadi diterima langsung oleh Rektor IIB Darmajaya Firmansyah YA bersama dengan Pembantu Rektor dan Sutedi Dekan Ilmu Komputer IIB Darmajaya.
“Pemkab Pesawaran melalui Dinas Kominfotiksan Kabupaten Pesawaran dalam menghadapi tuntutan penyediaan layanan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) sangat membutuhkan peran aktif perguruan tinggi untuk menghasilkan SDM yang unggul dan berdaya saing,” tutur dia.
Menanggapinya, Rektor IIB Darmajaya Firmansyah YA menyambut baik inisiatif Diskominfotik Kabupaten Pesawaran yang ingin meningkatkan SDM terkait penguasaan teknologi informatika atau digitalisasi.
“Kami siap berkolaborasi apalagi kemampuan yang kami miliki sejalan dengan kebutuhan yang disampaikan teman- teman Kominfo Pesawaran,” kata dia. (Red)

“FKUB anggotanya meliputi seluruh umat dari semua agama yang ada dan tersebar diseluruh kecamatan yang ada. Kita juga telah meluncurkan desa sadar kerukunan di Desa Poncokresno dan Lumbirejo yang dulunya pernah hampir terjadi konflik,” kata dia.
Diantara upayanya adalah mensertifikatkan tanah milik rumah ibadah semua agama. Karena, hal tersebut sangat berpotensi terjadi permasalahan ditingkat bawah. Dan, hingga sekarang ratusan sertifikat tanah milik rumah ibadah.
“FKUB bekerja sama dengan BPN, allhamdulillah telah mensertifikatkan tanah tanah milik rumah ibadah. Kemudian, banyak lagi kegiatan FKUB yang dirasakan manfaatnya dalam proses pembangunan dengan kebersamaan dan gotong royong,” ujar dia.
Kepala Kemenag Kabupaten Pesawaran Wasril Purnawan mengatakan bahwa kegiatan tersebut dimaksudkan dapat memberikan dan meningkatkan nilai kerukunan dan toleran dengan melibatkan seluruh pihak untuk mewujudkan suasana rukun.
“Kegiatan ini diselenggarakan FKUB Kabupaten Pesawaran dan kegiatan serupa dari informasi yang didapat hanya dilaksanakan oleh Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Dengan ucap bismillah, kegiatan sarasehan kerukunan ini dibuka,” jelas dia.
Saat berlangsung kegiatan, Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo mengatakan bahwa kegiatan sarasehan kerukunan sangat bagus guna mewujudkan kerukunan beragama.
“Nantinya, kegiatan silaturahim atau komunikasi oleh kepolisian akan dilakukan disetiap rumah ibadah dengan berhubungan atau membangun komunikasi langsung dilapangan agar tetap kondusif,” ujar dia.
Menurutnya, pihaknya akan membangun sistem keamanan melalui pertahanan ditingkat bawah yakni masing masing individu pada seluruh umat yang ada.
“Kita akan lakukan komunikasi guna membangun sistem ditingkat bawah yaitu melaksanakan komunikasi pada setiap individu pada pemuka agama ataupun umat ditingkat bawah,” ucap dia.
Ia juga mencontohkan sejumlah kasus kerusuhan antar suku dan komunitas yang terjadi di Ambon dan Sampit Kalimantan. Dimana, dari kasus tersebut dapat dipetik hikmah sehingga dapat dijadikan pelajaran untuk bisa mencegahnya.
“Dari kasus tersebut, setelah diurai ternyata salah satu pemicunya adalah persoalan kriminalitas yang tidak terselesaikan dengan baik sehingga terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Nah, saya minta di Kabupaten Pesawaran jangan sampai terjadi hal yang demikian, kita selesaikan bersama sama dengan baik setiap permasalahan yang terjadi,” tutur dia.
Ia pun menyarankan agar kedepan FKUB Kabupaten Pesawaran dapat lebih berkreasi lagi dalam membuat kegiatan sosial dengan memanfaatkan semangat gotong royong.
“Sebelum terjadi adanya konflik, yang bisa menjembatani adalah pemerintah daerah. Karenanya, kita dorong agar kerukunan beragama harus terus dikembangkan guna merekatkan ikatan batin sehingga bisa saling menghargai dan menghormati sesama, ” ucapnya.
Kegiatan sarasehan kerukunan tersebut dilangsungkan dengan diskusi dan mengemukakan pendapat serta membahas isu isu yang berkembang serta bagaimana menyikapinya. Kemudian, sejumlah tokoh juga menerima penghargaan atas kerukunan yang telah dijaganya.
Hadir pada kesempatan tersebut, diantaranya adalah Kepala Kantor Kementrian Agama (Ka Kemenag) Kabupaten Pesawaran Wasril Purnama, Kapolres AKBP Pratomo Widodo, Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran Abdul Hamid, Ketua FKUB Kabupaten Pesawaran Sugiarto dan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona yang diwakili Staf Ahli Bidang pemerintah hukum dan politik Chabrasman.
Kemudian, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran Ismail bersama pengurus, Kajari Kabupaten Pesawaran, Kepala Kesbangpol Zainal Arifin, Ketua MUI Kabupaten Pesawaran dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta beberapa pihak terkait.
Hadir juga tokoh agama islam, agama katolik, agama kristen, agama hindu, agama hindu dan beberapa tokoh masyarakat serta organisasi kemasyarakatan. (Red)

Sementara itu, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan, sektor hortikultura merupakan salah satu sektor pertanian yang memiliki posisi strategis dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
“Melihat peluang yang ada dalam komoditas hortikultura khususnya komoditas Cabai, Pemerintah Kabupaten Pesawaran menjadikan
komoditas ini sebagai salah satu komoditas unggulan pertanian yang dikembangkan,” kata Dendi.
“Hal itu juga tidak hanya didukung oleh kesesuaian lahan dan agroklimat untuk pengembangan tanaman cabai, akan tetapi posisi Kabupaten Pesawaran yang cukup strategis untuk pemasaran komoditas pertanian,” timpalnya.
Terkait stabilisasi harga dan ketersediaan, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Pesawaran tentunya menyambut baik inisiasi yang dilakukan oleh Bank Indonesia bersama dengan Pemerintah Provinsi
Lampung, melalui TPID, melalui acara Gerakan Tanam Cabai hari ini yang diikuti dengan penandatangan kesepakatan kerjasama antar daerah.
“Kegiatan ini juga merupakan bagian dari Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) sekaligus merupakan aksi gerak cepat untuk mengendalikan inflasi pangan, salah satunya melalui aksi penanaman cabai di lingkungan sekitar,” ujar dia.
Dirinya juga berharap para petani cabai dapat memperoleh kepastian akan stabilisasi produk dan harga, yang akan berkontribusi positif bagi kesejahteraan petani dan perekonomian di Provinsi Lampung khususnya di Kabupaten Pesawaran.
“Saya juga ucapkan terimakasih kepada Pak Gubernur Lampung Arinal Djunaidi yang sudah menganggarkan Rp2 miliar di tahun 2023 untuk perbaikan jalan menuju Desa Trimulyo Kecamatan Tegineneng,” pungkasnya. (Red)