Satreskrim Polres Pesawaran Terus Buru Pelaku, Tokoh Adat: Ingatkan Wartawan Berpedoman KEJ
PPNI Pesawaran Siapkan Satgas Penanganan Dampak Korban Bencana
Pesawaran (RN) – Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Pesawaran, siapkan Satuan Tugas (Satgas) yang akan diterjunkan apabila terjadi bencana alam di Bumi Andan Jejama.
Ketua PPNI Pesawaran Wahyan mengatakan, saat ini PPNI harus dapat berperan aktif dan dapat menyentuh secara langsung kepada masyarakat, terutama dalam penanganan dampak korban bencana yang terjadi di Pesawaran sebagai bagian dari aksi kemanusiaan dan solidaritas. “Dalam penanganan korban bencana, memang diperlukan tim pelayanan yang sigap, profesional dan terorganisir serta mempunyai hubungan baik dengan pemerintah maupun unsur terkait, maka dari itu kami siap hadir ketika terjadi bencana,” ujarnya. Selasa 24 Januari 2023. “Jadi kalau kita sudah memiliki Satgas, ketika ada bencana yang terjadi di wilayah Pesawaran tanpa adanya komando pun para Satgas ini sudah langsung menuju ke lokasi bencana untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada para korban bencana,” ujar dia. Dirinya mengatakan, saat ini terdapat 20 perawat yang dibagi menjadi 4 tim, yang telah diberikan pelatihan dalam pemberian pelayanan kesehatan di lokasi bencana. “Kesigapan bagi tenaga perawat dalam mengatasi dampak korban bencana baik sebelum, disaat maupun sesudah terjadinya bencana menjadi prioritas keahlian yang perlu dimiliki dan diharapkan implementasinya,” kata dia. Dirinya mengatakan, dengan adanya tim ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata perawat dalam rangka ikut membantu penanganan bencana sesuai dengan kesiapsiagaan dan pertolongan kedauratan bencana di wilayah Pesawaran. “Perawat sejatinya memiliki peran yang sangat strategis dan penting dalam kebencanaan, karena perawat memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang dapat diaplikasikan langsung kepada masyarakat,” katanya. (Rizal)Tim Tekab Polres Pesawaran Terus Buru Pelaku Pembacokan Oknum Wartawan
Pesawaran (RN) – Tim Tekab 308 Satreskrim Polres Pesawaran hingga saat ini masih terus memburu terduga pelaku pembacokan pada oknum wartawan yang terjadi beberapa waktu lalu.
Anggota Satreskrim Polres Pesawaran melakukan pemburuan selama dua pekan ini hingga ke Pulau Jawa.
Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo melalui Kasat Reskrim AKP Supriyanto Husin mengatakan, bahwa terkait perkara penganiayaan terhadap salah satu oknum wartawan, pihaknya masih memproses penyidikannya dan terus memburu terduga pelakunya.
“Saat ini sudah sampai tahap penyidikan dan Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP) sudah dikirim ke Kejaksaan Negeri Pesawaran. Dari hasil gelar perkara penyidik telah menetapkan satu orang tersangka dan saat ini masih DPO,” kata Supriyanto, Selasa (24/1/2023).
Dirinya menjelaskan, jajaran Tim Tekab 308 telah memburu selama dua pekan di Pulau Jawa. Namun, terduga pelaku selalu berpindah pindah tempat hingga kemudian lolos dari buruan petugas.
“Kemarin selama dua minggu anggota memburu pelaku di Serang Provinsi Banten sana, namun yang bersangkutan selalu berpindah tempat dan berganti nomor dan handphone, sehingga tidak terlacak keberadaannya, namun kami optimis pelaku segera ditangkap,” ujar dia.
Ia juga mengatakan, pelapor juga diharapkan dapat membantu memberikan informasi terkait keberadaan pelaku yang dimaksud guna mempermudah pengungkapannya.
“Kalau pelapor tau keberadaan pelaku, bisa segera diinformasikan ke kami. Ini sangat membantu kami dalam mengungkap kasus tersebut,” jelasnya.
Untuk diketahui, kasus penganiayaan tersebut terjadi pada tanggal 5 Desember 2022 lalu, di Desa Mulyosari Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran melalui Laporan dengan Nomor LP/B – 774/XII/2022/SPKT/Polres Pesawaran, yang sudah diproses sejak masuknya laporan.
“Sejumlah saksi yang ada di TKP ataupun diluar telah dilakukan pemeriksaan seluruhnya dan sudah melaksanakan olah TKP serta pra rekonstruksi. Tinggal kita amankan pelakunya, jadi harap sabar karena kami tetap menyidik dan memburu pelaku,” pintanya.
Menanggapi hal tersebut, salah satu Tokoh Adat Lampung Bumi Andan Jejama yakni Erland Syofandi gelar Suntan Penatih menyebut bahwa apa yang dilakukan Kepolisian terkait ungkap kasus yang dimaksud sudah sesuai dengan ketentuan.
“Kami sangat apresiasi, Kepolisian Pesawaran sangat cepat merespon setiap laporan yang masuk. Banyak kok, kasus pembunuhan aja terungkap, apalagi soal pembacokan. Soal waktu aja, tapi itu petugas terus memburu artinya kan tidak berhenti, hanya kita memang harus sabar,” kata Erland.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh rekan media yang melakukan liputan di lapangan agar waspada dan tetap berpedoman pada Kaidah Etik Jurnalistik (KEJ) sehingga terhindar dari perbuatan anarkis.
“Kejadian Paisal ini dapat dijadikan contoh, untuk rekan-rekan media, kami ingatkan agar tetap berpedoman pada KEJ sehingga terhindar dari aksi kriminalitas atau main hakim sendiri. Wartawan itu intelektual, artinya ketika di lapangan tidak boleh bersikap seperti preman yang tidak paham hukum,” pungkasnya. (Red) Apdesi Kabupaten Pesawaran Dukung Jabatan Kades 9 Tahun
Jaga Kebugaran Personil, Polres Pesawaran Adakan Olahraga Bersama
Kadis Prindag Tegaskan Tanah Pasar Kedondong Milik Pemkab Pesawaran, Jelas Bersertipikat
Pesawaran (HO) – Terkait tanah lokasi pasar Kedondong yang di klim milik Masyarakat Adat Sai Bhatin Marga Way Lima, dibantah keras oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Prindag) Razak, S.Sos.
“Saya tegaskan tanah lokasi Pasar Kedondong sah milik Pemkab Pesawaran dan jelas bersertipikat,” tegasnya kepada Media Handalonline.com, Sabtu (21/1/2023).
Kepala Dinas Prindag menjelaskan tanah lokasi pasar tersebut awal nya milik pemerintah daerah Kabupaten Lampung Selatan kemudian di hibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Pesawaran dan bersertifikat dengan nomor : 08.11.07.04.4.00003, dan bisa di cek di aplikasi resmi kementrian ATR/BPN, sentuhtanahku dengan nomor : AV635114.
“Jadi itu jelas tanah milik Pemkab Pesawaran yang telah di hibah oleh pemerintah Kabupaten Lampung Selatan,” terangnya.
Jika katanya, ada masyarakat yang kurang jelas silakan bertanya dengan BPN Kabupaten Pesawaran, jangan bertanya dengan orang-orang yang tidak tahu atau dengan orang-orang yang hanya mempunyai kepentingan pribadi.
“Kalau mau jelas silakan tanyakan dengan instansi terkait atau dengan BPN Pesawaran, terkait keabsahan sertipikat tanah lokasi Pasar Kedondong,” ucapnya.
“Jadi apa dasar mereka meng klim, Atau jika mereka punya sertipikat tanah lokasi pasar Kedondong, silakan bawa kesini, mari kita lihat keabsahan nya,” pungkasnya. (Red)
Kadis Prindag : Saya Tegaskan Tanah Pasar Kedondong Sah Milik Pemkab Pesawaran
Pesawaran (RN) – Terkait tanah lokasi pasar Kedondong yang di klim milik Masyarakat Adat Sai Bhatin Marga Way Lima, dibantah keras oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Prindag) Razak, S.Sos.
“Saya tegaskan tanah lokasi Pasar Kedondong sah milik Pemkab Pesawaran dan jelas bersertifikat,” tegasnya kepada Media, Sabtu (21/1/2023).
Kepala Dinas Prindag menjelaskan tanah lokasi pasar tersebut awal nya milik pemerintah daerah Kabupaten Lampung Selatan kemudian di hibahkan kepada Pemerintah Kabupaten Pesawaran dan bersertifikat dengan nomor : 08.11.07.04.4.00003, dan bisa di cek di aplikasi sentuhtanahku dengan nomor : AV635114.
“Jadi itu jelas tanah milik Pemkab Pesawaran yang telah di hibah oleh pemerintah Kabupaten Lampung Selatan,” terangnya.
Jika katanya, ada masyarakat yang kurang jelas silakan bertanya dengan BPN Kabupaten Pesawaran, jangan bertanya dengan orang-oeang yang tidak tahu atau dengan orang-orang yang hanya mempunyai kepentingan pribadi.
“Kalau mau jelas silakan tanyakan dengan instansi terkait atau dengan BPN Pesawaran, terkait keabsahan sertipikat tanah lokasi Pasar Kedondong,” ucapnya.
“Atau jika mereka punya sertipikat silakan tanah lokasi pasar Kedondong, silakan bawa kesini, mari kita lihat keabsahan nya,” pungkasnya. (Red)
Ciptakan Desa Maju dan Mandiri, Kades Kresno Widodo Harapkan Dukungan Masyarakat
Pesawaran (HO) – Guna terciptanya Desa Maju, berkembang dan mandiri, Kepala Desa Kresno Widodo Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung, Hariyanto meminta dukungan dari masyarakat baik dari segi pemikiran maupun dukungan di dalam melaksanakan roda kepemerintahan.
Kepala Desa Kresno Widodo Hariyanto mengatakan dirinya menjabat menjadi kepala desa sejak tahun 2022 dan berakhir di tahun 2028.
“Motivasi saya pada saat saya mencalonkan diri menjadi kepala desa yang jelas untuk membangun desa supaya lebih maju lagi dari segi infrastruktur jalan kemudian sumber daya manusia,” kata Kades Hariyanto Kepada Handalonline.com Jumat (20/1/2023).
Lebih lanjut dia juga mengatakan sesudah dirinya dilantik sebelum anggaran dana desa turun dia juga sudah mengadakan kegiatan pada saat minyak goreng sedang langka dan mahal.
“Merasa itu keluhan dari warga saya tergugah hati saya karena di sini saya adalah kepala desa dan melihat masyarakat saya sedang dalam kesusahan pada saat itu saya mengajukan ke kabupaten sesuai dengan KK yang ada di desa alhamdulillah bisa terealisasi bantuan minyak goreng itu terlaksana terbagi dengan merata di 5 dusun yang terdiri dari 1600 kepala keluarga,” ucap nya.
Dirinya juga mengutarakan peran penting seorang Kepala desa dalam membantu masyarakat mensubsidikan minyak goreng tersebut.
“Meskipun masyarakat menebus minyak goreng tersebut namun dengan harga yang terbilang sangat murah dan saya juga mengeluarkan dari kantong pribadi saya untuk masyarakat saya apa yang menjadi keluhan mereka saya bisa menutupinya dan memang itu adalah tugas kita selaku kepala desa selalu bersama masyarakat,” timpal nya.
Masih kata kata Kades Haryanto tidak hanya itu pihaknya juga sudah merealisasikan jaringan aliran listrik di pemukiman warga sudah terpasang walaupun belum semua dirinya mengatakan 13 titik sudah terpasang sudah 85% sudah dirasakan masyarakat juga manfaatnya.
“Pada saat itu saya juga mengajukan terkait untuk jalan lingkungan di desa di Dusun Kresno Krajan 2 titik dan perbatasan Dusun kresno aji Kresno baru 1 titik dengan panjang kurang lebih 1 KM,” jelas nya.
Dikatakannya, pada saat itu dirinya mengajukan ke pemerintah Kabupaten di kawal oleh DPRD Kabupaten Pesawaran.
“Saya rasa masyarakat sudah tahu siapa orangnya kami juga ucapan terima kasih dan alhamdulillah berkat pengawalan beliau sudah dapat dirasakan oleh masyarakat dan mereka sangat senang terkait jalan lingkungan tersebut,” papar nya.
Kemudian kepala desa juga menerangkan pertama kali dirinya mengelola dana desa juga sudah banyak item-item yang sudah ia bangun untuk masyarakat.
“Kita juga sudah merealisasikan pembangunan fisik yang menggunakan dana desa atau DD yaitu jalan usaha tani masing-masing di Dusun Kresno di kerjakan 1 titik dan di Dusun Kresno aji 2 titik dan tidak hanya itu kita juga sekalian membangun badan jalan pada saat itu pembebasan lahan dari masyarakat,” ungkap nya.
Dirinya juga menyampaikan dalam pembangunan tersebut kita juga melalui proses tahapan musyawarah dusun sudah terealisasi dapat dirasakan oleh masyarakat yang hendak berkebun.
“Harapan saya untuk di tahun 2023 agar masyarakat saya khususnya bisa membantu pemerintah desa dalam membangun desa saling mengisi tentang pembangunan kalau tanpa bantuan masyarakat dan warga kami pemerintah desa itu tidak bisa apa-apa,” terang nya.
Kades Haryanto juga menyampaikan untuk infrastruktur jalan pertanian karena setiap jalan harus ada pembebasan lahan dari warga.
“Agar nanti nya tanah tersebut bisa dibuatkan jalan kami selaku pemerintah desa siap untuk memprioritaskan jalan pertanian yang menggunakan dana desa karena memang dana desa tersebut adalah hak dari masyarakat,” tegas nya.
Kemudian kepala desa juga menghimbau Kepada masyarakat untuk meminta doanya serta dukungan.
“Karena saya baru memimpin desa masih banyak belajar supaya amanah dalam memimpin desa yang kita cintai ini kemudian bisa melakukan fungsi saya jadi saya harap dukungan serta pemikiran agar terciptanya desa maju berkembang dan mandiri baik dari segi infrastruktur dan sumber daya manusianya,” pungkasnya. (Indra Jaya)
