
Gebrak Wabah Penyakit Malaria

Gebrak Wabah Penyakit Malaria


Pesawaran (HO) – Guna membentuk karakter anak didik, SDN Negeri 6 Teluk Pandan Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung puluhan guru bersama siswa-siswi dengan bersemangat dan sangat antusias bergotong royong bahu membahu membersihkan halaman sekolah dalam rangka Jumat Taqwa, Jumat (10/3/2023).
Kepala SDN 6 Teluk Pandan Siti Kuntari,S.Pd.SD.M.Pd mengatakan program kegiatan baru yang dilaksanakan di SDN 6 guna meningkatkan Keimanan dan Ketaqwaan para peserta didik, dimulai dengan kegiatan sholat dhuha bersama.

“Kegiatan dilanjutkan dengan bersholawat dan tausiyah kegiatan ini dilaksanakan bertujuan agar seluruh warga sekolah dapat meningkatkan kecintaannya pada Allah SWT dan Rasulullah serta dapat menjadi motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila,” kata Siti Kuntari,S.Pd.SD.M.Pd kepada Handalonline.com Sabtu, (11/3/2023).
“Memang sebelumnya guru-guru telah mengajarkan tata cara sholat dhuha kepada para siswa dan Bapak Sukardi selaku guru PAI bertugas sebagai imam,” timpalnya.

Dia juga menjelaskan kegiatan dilanjutkan dengan setoran hapalan surat-surat pendek. Guru-guru memberi motivasi kepada para siswa yang memiliki keberanian untuk tampil terlebih dahulu menyetorkan hapalannya sehingga menjadi contoh bagi teman-temannya yang lain. para siswa/siswi terlihat antusias dalam kegiatan tersebut dan bergantian membaca hapalan nya.
“Harapannya saya Kegiatan Jumat taqwa bisa memotivasi para peserta didik untuk berakhlak mulia dan menambah wawasan dan pengetahuan siswa tentang ajaran agama kegiatan ditutup dengan doa bersama serta membersihkan halaman yang sudah digunakan untuk kegiatan jumat taqwa,” pungkas Siti Kuntari, S.Pd.SD.M.Pd. (Indra Jaya)






Pesawaran (RN) -Kisah di balik musisi jalanan ini penuh dengan rintangan.Pengamen jalanan ini yang ngamen cara kreatif dengan alat musik tradisional asal Jawa Barat ini lain dari pada yang lain, inilah Angklung Aulia, grup pengamen kreatif.
Sejak dibentuk tahun 2016, Angklung Aulia yang beranggotakan 5 orang saja yaitu, Yusup, alfiyansah, sony Sanjaya dan Sugiarto. Nama Aulia sendiri diambil dari anak Yusup, dan hingga saat ini nama tersebut dipakai.
Ketua grup musisi jalanan Yusup mengataka, angklung sebagai alat musik utama, dilengkapi 3 alat musik Alklung, tripok dan selo, dari ke lima anggota ini ada peran masing – masing.
“Kami ini asal dari Cerebon Provinsi Jawa Barat. bertempat tinggal di Kabupaten Pringsewu baru dua bulan ini. Dan setiap harinya kami keliling dari rumah kerumah dan toko-toko,” ujar yusup saat singgah di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran. Kamis (09/03/2023).
Dirinya menjelaskan, banyak kisah suka duka yang kami alamai, kalu ngamen di kota bandar lampung sering kena usir sama Satpol PP. Kerena tidak boleh ngamen di tepi jalan protokol.
“Saya dan teman-teman Angklung Aulia sudah terbiasa mementaskan musiknya di jalanan umum, sehingga tidak ada lagi rasa malu lagi, yang penting pekerjaan itu halal, kerena buat menafkahi keluarga,” ucapnya.
Ia juga menuturkan, menjalani kegiatan musik jalanan ini. Terkadang ada rasa bosan yang menghampiri. Mengatasi hal tersebut, Angklung Aulia akhirnya membuka peluang lebih lebar dengan menerima panggilan pentas untuk acara-acara tertentu.
“Jadi kami bisa pentas di acara-acara ulang tahun, hajatan atau peresmian, itu jadi sarana refreshing tersendiri bagi kami. Setidaknya bertemu dengan orang-orang baru dan lingkungan baru, dan bisa mengubungi Angklung Aulia melalui Wa 0887437643284 ,” kata Yusup.
Yusup juga menjelaskan, tarif yang dipasang Angklung Aulia cukup bervariasi sesuai dengan jenis acaranya, mulai dari Rp500 ribu, hingga Rp2 juta untuk acara pernikahan dengan durasi pementasan satu hari penuh.
“Saya berharap Masyarakat bisa menerima kehadiran kami ini sebagai pengamen jalanan,” pungkasnya. (Rizal)

