Pesawaran (RN) – Bunda Literasi Kabupaten Pesawaran mengungkapkan sebagai sebuah perkumpulan sosial yang memiliki kesamaan tujuan dalam hal menulis dan membaca.Hal tersebut dikatakan Nanda Indira Dendi selaku Bunda Literasi, saat membuka Kegiatan Peningkatan Mutu Komunitas Literasi Se-Kabupaten Pesawaran di Aula Saung D’junjungan Desa Sukabanjar Kecamatan Gedong Tataan, Senin (08/5/2023).Komunitas literasi diharapkan dapat berperan sebagai fasilitas umum atau publik melalui apa yang didapat dengan memperoleh pengetahuan dan berbagai ilmu pendidikan.“Saya berharap melalui kegiatan ini, dapat menambah wawasan dan pengetahuan setiap anggota komunitas literasi untuk berbagi dan bertukar informasi kepada sesama anggota maupun masyarakat luas tentang pengetahuan dan berbagai ilmu pendidikan,”harapnya.Dirinya juga meminta, Pemkab Pesawaran melalui OPD terkait untuk memetakan Komunitas Literasi untuk memudahkan koordinasi dalam rangka peningkatan mutu anggota komunitas literasi, sekaligus menguatkan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dan bahasa pengantar pendidikan.“Komunitas literasi sangat bermanfaat untuk masyarakat seperti, pembangunan gedung perpustakaan yang ada di Kabupaten Pesawaran, dan Pojok baca,” ujarnya.Ia menambahkan, literasi merupakan kemampuan dan keterampilan seseorang dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, juga memecahkan masalah di dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan seseorang dalam berbahasa.“Literasi menciptakan dan mengembangkan budi pekerti yang baik. Menciptakan budaya membaca di sekolah dan masyarakat, meningkatkan pengetahuan dengan membaca berbagai macam informasi bermanfaat, serta membuat orang berfikir kritis,” ucapnya.Sementara itu, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Lampung (KBPL), unit pelaksana teknis (UPT) Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Desi Ari Pressanti, mengatakan, kegiatan ini di gelar untuk Peningkatan Mutu Komunitas Literasi yang ada di Kabupaten Pesawaran.“Disini kami mempunyai program pioritas, Literasi, perlindungan bahasa sastra daerah dan perinternasionalan bahasa Insonesia,” kata dia.Ia juga menjeaskan, kegiatan segaja di gelar untuk menigkatkan mutu komunitas literasi, dan kegiatan ini akan di gelar di dua Kabupaten Pesawaran dan Kabupaten Lampung Tengah.“Literasi tidak hanya memfokuskan baca dan tulis, namun mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa Daerah dan menginternasionalkan bahasa Insonesia,” pungkasnya. (Rizal)
Pesawaran (RN) – Para pegawai instansi pemerintah di Kabupaten Pesawaran gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, dalam ragam lisan maupun tulisan.Hal tersebut dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran, Wildan saat membuka kegiatan Pelayanan Profesional terhadap Lembaga Pengguna Bahasa di ruang Publik se-Kabupaten Pesawaran di Aula Pemkab setempat, Kamis (04/05/2023).“Saya mewakili Bupati Pesawaran H. Dendi Ramadhona, ucapkan terima kasih kepada Kantor Bahasa Provinsi Lampung atas terselenggaranya acara ini. Kepada para peserta, kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini dapat memahami dan menggunakan bahasa Negara di ruang publik dengan baik dan benar,” kata Wildan.Dirinya juga mengatakan, bahwa pelemahan bahasa negara cenderung terjadi seiring dengan penguatan bahasa asing, terutama bahasa Inggris, di ruang publik.“Penguatan bahasa asing disebabkan oleh kenyataan arus informasi dan komunikasi global yang makin deras bersamaan dengan mobilitas penduduk antar negara yang makin intens,” tuturnya.Ia menambahkan ketika arus informasi dan komunikasi serta mobilitas penduduk seperti itu terjadi di wilayah NKRI, bahasa asing cenderung muncul mendesak bahasa negara.Oleh karena itu, upaya pembinaan oleh instansi pusat dan daerah perlu terus dilakukan untuk meningkatkan situasi tertib berbahasa di Indonesia.Selain itu, Sekda juga mengatakan bahwa Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2018 mengimbau agar mengutamakan bahasa Indonesia di ruang publik. Dengan mengutamakan bahasa Indonesia di atas bahasa daerah dan bahasa asing, menggambarkan masyarakat memiliki sikap positif terhadap bahasa negara.“Kepada 30 peserta pelatihan dari berbagai OPD di lingkup Pemkab Pesawaran agar mengikuti kegiatan tersebut dengan seksama sampai dengan selesai agar dapat menyerap ilmu yang disampaikan oleh para narasumber agar dapat menanamkan sikap postif para pegawai dalam mengutamakan bahasa Indonesia di ruang publik,”ujarnya.Sementara itu, Kepala Kantor Bahasa Lampung, Desi Ari Resti menyampaikan kegiatan hari ini merupakan salah satu upaya mengutamakan penggunaan bahasa di lingkungan OPD yang berhubungan dengan masyarakat atau ruang publik.“Kegiatan ini akan dilaksanakan di 5 Kabupaten dan yang pertama di Kab. Pesawaran, saya berharap peserta dapat mendapatkan pemahaman penggunaan bahasa yang benar untuk menggunakan bahasa diruang publik yang baik dan benar,”jelasnya.Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan, Kadis Pariwisata, Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Kominfotiksan, Kadis PMPTSP dan Plt. Kadis Dukcapil Kabupaten Pesawaran. (Rizal)
Pringsewu (RN) – Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu gelar upacara Hari Pendidikan Nasional 2023 dan Hari Otonomi Daerah ke-27 diperingati dalam suatu upacara di lapangan Pemkab Pringsewu, Selasa (02/05/23).Pj.Bupati Pringsewu Adi Erlansyah sekaligus pembina upacara menyampaikan amanat tertulis Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim, mengatakan selama tiga tahun terakhir, perubahan besar terjadi di sekitar kita, di mana-mana dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia.“Sebanyak 24 episode Merdeka Belajar yang telah diluncurkan membawa kita semakin dekat dengan cita-cita luhur Ki Hajar Dewantara, yaitu pendidikan yang menuntun bakat, minat, dan potensi peserta didik agar mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai seorang manusia dan sebagai anggota masyarakat,” katanya.Dikatakan, anak-anak sekarang bisa belajar dengan lebih tenang karena aktivitas pembelajaran mereka dinilai secara lebih holistik oleh gurunya sendiri.“Para kepala sekolah dan kepala daerah yang dulu kesulitan memonitor kualitas pendidikannya sekarang dapat menggunakan data Asesmen Nasional di Platform Rapor Pendidikan untuk melakukan perbaikan kualitas layanan pendidikan,” ujarnya.Terkait peringatan Hari Otonomi Daerah ke-27, yang mengusung tema ‘Otonomi Daerah Maju, Indonesia Unggul’, tema ini sesuai dengan tujuan dilaksanakannya Otonomi Daerah yaitu mendesentralisasikan sebagian kewenangan pemerintah pusat kepada daerah, sejatinya untuk menjadikan daerah mencapai kemandirian fiskal dengan menggali berbagai potensi sumber daya yang dapat meningkatkan PAD serta memacu terjadinya percepatan dan pemerataan pembangunan.“Kabupaten Pringsewu telah melaksanakan Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), yang merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden RI terkait pengendalian inflasi 2023 dan dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah guna menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga pangan, daya beli masyarakat, dan mendukung kelancaran distribusi serta stabilitas perekonomian di daerah,” ujarnyaUntuk itu, lanjut Adi Erlansyah, pada momentum peringatan Hari Otonomi Daerah, Pj.Bupati Pringsewu mengajak bersama-sama terus berupaya mengembangkan potensi diri, berinovasi dan bersinergi, dengan mendukung program-program pembangunan yang telah disusun di berbagai bidang, baik program daerah maupun pusat.“Sebagaimana amanat Gubernur Lampung pada peringatan Hari Otonomi Daerah Provinsi Lampung, yakni SDM yang berintegritas, profesional, kompeten dan dapat bekerjasama secara kolaboratif adalah kunci utama tercapainya tujuan mulia otonomi daerah,” tandasnya. (MR)
Pesawaran (RN) – Bupati Pesawaran H. Dendi Ramadhona lantik 132 Pejabat di Lingkup Pemerintah Kabupaten Pesawaran. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) setempat, Rabu (03/5/2023).Bupati Pesawaran H.Dendi Ramadhona mengatakan, Pejabat yang dilantik hari ini terdiri dari Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama sebanyak 3 orang, Pejabat Administrator sebanyak 52 orang, Pejabat Pengawas sebanyak 71 orang dan Pejabat Fungsional sebanyak 6 orang.“Saya ucapkan selamat kepada para Pejabat yang telah dilantik maupun yang dikukuhkan, saat ini tidak ada yang di –nonjob-kan namun dibutuhkan penyegaran – penyegaran guna efektifitas dan peningkatan kinerja agar tidak ada kendala dalam pelaksanaan tugas,” kata Dendi.Dendi juga menuturkan, jaga kepercayaan yang diamanahkan kepada saudara/saudari dengan meningkatkan performanya dalam mengabdi di Bumi Andan Jejama. Ini merupakan bagian dari ujian untuk lebih meningkatkan lagi kinerjanya dalam melayani masyarakat Bumi Wisata Sejuta Pesona.“Saya berharap untuk para pejabat yang baru dilantik segera bekerja dengan baik dan segera beradaptasi dengan jabatannya apabila ada hal baru serta tidak ada kendala dalam pelaksanaan lembaga Organisasi Perangkat Daerah,” tutupnya. (Rizal)
Pesawaran (RN) – Tim gabungan Polres Peswaran dan Polda Lampung memasang “Polisi Line” di rumah Mustopa Warga Sukajaya Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung, pelaku penembakan Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat.Kapolres Peawaran AKBP Pratomo Widodo mengatakan, Pelaku Penembakan Gedung Majelis Ulama Indonesia yang terjadi berapa waktu yang lalu seorang warga Pesawaran, dan Semalam Polres Pesawaran dan Polda Lampung Memasang Polisi Line di Rumah pelaku Penembakan.“Benar dia (Mustopa) Pelaku penembakan warga Desa Sukajaya Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran’ untuk saat ini keluarga nya masih di mintai keterangan oleh Polda Metro Jaya,” kata Kapolres Saat di hubungi melalui telpon selulernya, Rabu (03/05/2023).“Ia menuturkan tersangka ini juga mempunyai riwayat kriminal pada tahun 2016 memecahkan kaca ruangan kantor ketua DPRD Provinsi Lampung Dedi Afrizal, dan pelaku penembakan ini bekerja sejara individu tidak berkelompok,” tambah kapolresSementara itu, Kepala Desa Sukajaya Kecamatan Way Khilau Tarmizi, membenarkan polisi memasang Garis Polisi Line di rumah pelaku penembakan Gedung MUI, Atas nama Mustopa.“Iya, memang dia (Mustopa) warga saya, usianya sekitar 60 tahun dan memiliki tiga orang anak” kata Tarmizi yang masih memakai pakaian dinas, Selasa (02/05/2023) malam.Ditambahakan Tarmizi, selama ini Mustopa berprofesi sebagai petani kalau dan tidak terlihat adanya perubahan mental dalam kesehariannya.“Dia ini tinggal bersama istrinya di desa kami, di dusun 7 dia punya anak tiga tapi setau saya anak anaknya tidak ada di rumah semua karena sedang bekerja,”tambah Tarmizi.“Kalau dengan masyarakat selama ini dia baik, dan kami tidak tahu apakah dia mengikuti ajaran yang tidak benar, karena kegiatan dia ini bertani dan tidak pernah ikut ajaran-ajaran yang menyimpang,” terangnya.“Kalau ingin lebih jelas lagi nanti silahkan tanyakan langsung sama keluarganya, sebab saya jadi Kepala Desa ini masih baru,” ungkap Tarmizi menandaskan.Diketahui, pihak keluarga pelaku penembakan masih dimintai keterangan di Polsek Kedondong, dan aparat kepolisian telah memasang garis polisi dikediaman pelaku untuk dilakukan pendalaman. (Rizal).
Pesawaran (HO) – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, minta seluruh Kepala Desa yang ada di Bumi Andan Jejama untuk menjalin komunikasi dan koordinasi dengan para tokoh agama maupun adat, guna menangkal sejak dini hal-hal yang keluar dari koridor agama dan adat.
Hal ini disampaikannya, saat memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Kepala Desa se-Kabupaten Pesawaran di GSG Pemkab Pesawaran pada Selasa, (2/5/2/23).
“Saya minta seluruh Kepala Desa agar waspada cermat dalam menanggapi segala bentuk penyimpangan yang terjadi di tengah masyarakat kita, dan saya juga ingin semua Kades agar intens menjalin komunikasi dan koordinasi dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat dan aparat terkait,” ujarnya.
Bupati Pesawaran Minta Kades Tingkatkan Koordinasi Dengan Tokoh Agama dan Adat
Bupati Dendi juga menyampaikan bahwa rapat Koordinasi Kepala Desa ini merupakan bentuk komunikasi sinergi untuk Pelaksanaan Pemerintahan yang Optimal.
“Rakor ini merupakan salah satu bentuk sinergitas antara Pemkab dengan Pemerintahan Desa untuk pelaksanaan pemerintah yang optimal yaitu Pelayanan Kepada Masyarakat, dan sebagai fasilitasi permasalahan -permasalahan di desa dengan Dinas/Badan/Kantor terkait,” kata Bupati Dendi.
Dirinya juga meminta, kepada Pemerintahan Desa, untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
“Saya tegaskan disini, bahwa Pemerintah Kabupaten mendelegasikan kewenangannya kepada Camat dan Kepala Desa untuk mengoptimalkan kinerja terutama dalam hal prioritas pembangunan,” ucapnya.
“Marilah kita bersama-sama benahi dan tangani masalah-masalah yang ada di kabupaten kita ini, sehingga Insya Allah ke depan nanti kita akan merasakan kehidupan yang lebih nyaman, lebih tentram dan lebih damai di bumi Andan Jejama yang kita cintai,” pungkasnya. (Red)
Lampung (HO) – Pelaku penembakan Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, dikenal memiliki rutinitas keseharian bertani sama seperti warga lain nya.
Kepala Desa Sukajaya Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung, Tarmizi mengatakan, pelaku penembakan di kantor MUI atas nama Mustopa merupakan salah satu warganya.
“Iya kalau dari keterangan KTP nya sih memang dia warga saya, namun saya baru tau informasi ini dari rekan-rekan media, karena kebetulan hari ini saya sedang mengikuti rakor di Pemkab Pesawaran,” ujarnya. Selasa (2/5/2023).
Kepala Desa Sukajaya Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung
Dirinya mengatakan, selama ini Mustopa diketahui masyarakat beraktifitas seperti warga pada umumnya, tidak terlihat adanya penyimpangan dalam kesehariannya.
“Dia ini tinggal bersama istrinya di desa kami, yaitu Desa Sukajaya Kecamatan Way Khilau Kabupaten Pesawaran, dia punya anak tiga tapi setau saya tidak ada di rumah semua karena sedang bekerja di luar daerah,” ujar dia.
“Kalau untuk mengikuti ajaran yang tidak benar sepertinya tidak ya, karena kesehariannya dia ini bertani dan tidak pernah ikut ajaran-ajaran yang menyimpang,” katanya.
Pelaku Penembakan Tewas Tercatat Warga Lampung
Sebelumnya, ramai di beritakan: Pelaku penembakan di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, tercatat sebagai warga Lampung dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Selasa (2/5/2023) siang.
Pelaku Penembakan di Gedung MUI, Kades Sebut Rutinitas Sebagai Petani
Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto membenarkan pelaku merupakan warga Lampung. Sebab dari hasil olah TKP, ditemukan pelaku memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Lampung.
“Kami akan koordinasi dengan Polda Lampung, karena didapati KTP pelaku asal Lampung. Anggota segera ke Lampung untuk berkoodinasi dan menyelidiki bagaimana latar belakang pelaku,” kata Irjen Karyoto saat diwawancarai awak media di lokasi.
Kantor MUI Jakarta Jadi Sasaran Penembakan Misterius, Sejumlah Korban Terluka, Pelakunya Tewas, Selain itu, polisi juga menemukan secarik kertas berisi sebuah permintaan, yang diduga ditulis dari pelaku. Namun surat tersebut akan diteliti lebih lanjut, apakah memang benar-benar dibuat pelaku.
“Hal lainnya terkait pemeriksaan, pelaku akan kami autopsi apakah punya penyakit maupun lainnya. Kami masih mendalami, makanya anggota segera ke Lampung,” ujar Karyoto.
Selanjutnya Polda Metro Jaya bakal berkoordinasi dengan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88, apakah pelaku masuk jaringan atau tidak.
Terpisah, Wakil Ketua Umum MUI Pusat, Anwar Abbas menjelaskan, penembakan terjadi ketika ia bersama sejumlah pimpinan tengah melakukan rapat di Lantai IV, ada yang mengabarkan adanya penembakan.
“Saat datang ke MUI, awalnya ingin bertemu dengan ketua, ia sempat mendesak penjaga keamanan, lalu saat coba dikonfirmasi, terjadilah penembakan,” jelas Anwar Abbas dilansir Suara.com.
Orang yang bersangkutan mendakwahkan diri sebagai nabi berasal dari Lampung. Anwar Abbas menyebut, berdasarkan keterangan petugas keamanan, pelaku penembakan bertubuh gempal dengan tinggi sekitar 160 CM. (*)
Pesawaran (HO) – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran Anggun Saputra menyebut, ada peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke sejumlah Destinasi Wisata selama libur Lebaran 2023 ini.
Meski begitu, ia melihat masih banyak pelaku wisata yang tidak mengindahkan aturan yang ada, ditambah pelaku usaha yang diduga kurang update terkait data pengunjung.
“Jika dibandingkan tahun lalu, jumlah pengunjung yang datang ke pesawaran mengalami peningkatan, itu berdasarkan pendapatan disektor pariwisata,” terang Anggun saat dihubungi media ini, Senin (1/5/2023).
Anggun menambahkan, peningkatan pengunjung dari 24- 30 April 2023 sebanyak 19.635 pengunjung, jadi hingga per 1 Mei total Pendapatan Asli Daerah (PAD) disektor pariwisata senilai Rp.100. 000.000 lebih.
“Jadi, itukan ada 22 Destinasi wisata, ada juga dermaga 1-4, kalau untuk dermaga kami tidak jaga lagi karena sudah kita serahkan kepada dinas perhubungan, jadi kami jaga hanya di titik titik destinasi saja dengan dibekali QRIS Barkode,” ungkap Kadis Anggun.
Menurut Anggun, sesuai dengan Peraturan Bupati Nomor 64 tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan, dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran menggunakan QRIS Kunjungan Wisatawan agar terhubung dengan SAPDA di http://sapda.pesawarankab.go.id/dashboard dengan kunjungan wisatawan sejumlah 10.525 orang atau 10.525% dari target kunjungan Liburan Lebaran.
“Untuk target kunjungan wisatawan dalam satu tahun 5 miliar x 5000 : 1 juta Kunjungan Wisatawan/tahun, sedangkan target kunjungan Liburan Lebaran 2023 1 juta x 10% : 100.ribu kunjungan wisatawan/22 Destinasi Wisata Unggulan: dengan target, 4.545/0bjek wisata,” jelas Anggun.
Masih dengan Anggun, berbicara antusias pengunjung wisatawan dalam liburan lebaran tahun ini sangat tinggi untuk berlibur di destinasi wisata yang ada di Kabupaten Pesawaran.
“Karena,target Kunjungan wisatawan per tahun 1 juta Kunjungan dan target kunjungan Liburan Lebaran 100ribu pengunjung. Melihat trend dari QRIS Kunjungan Liburan Lebaran hanya mencapai 10.5% dan masih banyak Destinasi Wisata Unggulan yang tidak menggunakan QRIS maupun laporan Data Kunjungan Wisatawan tahun ini,” ujarnya.
Untuk itu Anggun berharap agar semua sektor, terutama pelaku usaha untuk terus mengupdate data pengunjung guna mendukung peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pemerintah kabupaten pesawaran.
“Apakah ada yang mempengaruhi dari tercapainya atau tidak tercapainya pada sepekan libur lebaran untuk berwisata di Pesawaran? Sangat banyak pengaruhnya terhadap target kunjungan wisatawan karena masih belum adanya dukungan dari semua sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Pesawaran,” pungkasnya. (Red)
Bandar Lampung (RN) – Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1444 H tahun 2023 menjadi hari bahagia bagi Warga Binaan Pemasarakatan (WBP) di Rutan kelas I Bandar Lampung, Pasal nya debanyak 409 WBP mendapatkan remisi Khusus hari Raya Idul Fitri 1444 H.“Sebanyak 409 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Balam mendapat Remisi (RK l) Khusus Hari Raya Idul Fitri 1444 H/2023 M. Dari 409 orang (WBP) Pemberian remisi ini adalah hal yang rutin dilakukan setiap hari besar keagamaan,” kata Ardeli Permata Coriaqzo, Kasubsi Administrasi, Sabtu (22/04/2023).Ia juga menjelaskan, dari ratusan WBP tersebut, sebanyak 8 orang (WBP)mendapatkan remisi bebas (RK ll) dihari yang sama.Sementara itu, Karutan Balam Iwan Setiawan, membacakan sambutan dari Menteri Hukum dan Ham RI, Yasonna H. LAOLY, Pemberian Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri diharapkan dapat memotivasi saudara-saudara untuk mencapai penyadaran diri yang tercermin dari sikap dan perilaku sehari-hari.“Selalu meningkatkan optimisme dalam menjalani pidana hilang kemerdekaan yang sedang saudara jalani” ucapnya. Kepala Rutan Kelas I Bandar Lampung, Iwan Setiawan menyerahkan Remisi Khusus Hari Raya Idul Fitri 1444 H secara simbolis kepada perwakilan Warga Binaan Rutan Kelas I Bandar Lampung yang mendapatkan Remisi Khusus Hari Raya.“Semoga pemberian remisi kali ini dapat menjadi motivasi bagi narapidana untuk menjadi pribadi lebih baik dan bertanggung jawab yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (Red)
Pesawaran (HO) – Jelang Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah, Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran Lampung kembali menyembelih satu ekor sapi pada Rabu, (19/04/2023) pagi, di sekretariat PWI Desa Bagelen. Penyembelihan sapi yang dilakukan PWI Pesawaran tersebut telah dilakukan yang kedua kalinya.
Ketua PWI Kabupaten Pesawaran M.Ismail mengatakan, pemotongan sapi ini sebagai salah satu perekat persaudaraan, kebersamaan dan kekompakan dalam wadah organisasi Persatuan Wartawan Indonesia yang akan bagikan kepada pengurus dan segenap rekan rekan jurnalis yang tergabung di PWI serta masyarakat sekitar.
PWI Pesawaran Jelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H, Kembali Potong Sapi
“Pemotongan sapi jelang idul Fitri 1444 Hijriah ini yang kedua kali, tahun lalu kami juga melakukan pemotongan sapi,” kata Ismail.
Ditambahkan Ismail, kegiatan ini menjadi agenda rutin PWI dan IKWI Pesawaran agar dapat memperkuat tali silaturahmi dalam keluarga PWI.
“Kegiatan ini, diupayakan rutin dilakukan setiap tahun dengan mengajak pengurus dan anggota,” tuturnya.
“Alhamdulillah, pemotongan sapi hari ini berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan dan rintangan yang berarti. Mudah mudahan tahun depan dapat kembali dilakukan kegiatan serupa,” tandasnya.
PWI Pesawaran Jelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H, Kembali Potong Sapi
Kemudian, Ismail berharap, agar rekan rekan senantiasa menjaga kekompakan, kekeluargaan, dan terus meningkatkan solidaritas.
“Untuk rekan -rekan sekalian saya ucapkan terimakasih atas kekompakannya, dan semoga kita semua dapat terus solid,” ucapnya.
PWI Pesawaran Jelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H, Kembali Potong Sapi
Hadir dalam kegiatan, Penasehat PWI Pesawaran, diantaranya, Drs. Erland Syofandi. Drs. Erdanizar. Heri Kodri. Kemudian, Ketua, Sekretaris, dan Bendahara PWI Pesawaran, Yakni, M.Ismail, Sapto Firmansis, dan Reza Utama beserta anggota. Turut hadir juga IKWI Pesawaran. (Red)