Abdul Hamid Kembali Jabat Ketua BAZNAS, Bupati Pesawaran Apresiasi Program Kerja

Pesawaran (HO) – Kabupaten Pesawaran adalah kabupaten yang paling besar dalam pengumpulan zakat se – Provinsi Lampung.

Demikian dikatakan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona didampingi Ketua HMT Kabupaten Pesawaran Nanda Indira Dendi saat menghadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesawaran Preiode 2023-2028.

“Hal ini merupakan bukti bahwa ketaaan dan kesadaran umat yang tinggi di Bumi Andan Jejama akan pentingnya zakat,” ucap Bupati Dendi di Aula Pemkab Pesawaran, Selasa (05/12/2023).

Bupati Dendi juga memberikan apresiasi atas berbagai program unggulan yang dilaksanakan BAZNAS Kabupaten Pesawaran.

Poto bersama: Abdul Hamid Kembali Jabat Ketua BAZNAS, Bupati Pesawaran Apresiasi Program Kerja

Disebutkan program-program tersebut diantaranya Program Pesawaran Cerdas berupa Beasiswa Sarjana dan Bantuan siswa berprestasi yang tidak mampu secara ekonomi.

Kemudian sambung Dendi, Program Pesawaran Sejahtera berupa Bedah Rumah Layak Sehat (BERKAT), Benah Rumah (BENAR), Beras Sedekah (BERKAH) dan Bantuan Pangan Siap Saji (BAPA SIJI).

“Selain itu Program Pesawaran Sehat berupa Bantuan Biaya Pengobatan, Bantuan alat Kesehatan dan Pengentasan AIDS, Tubercolosis dan Malaria (ATM) serta stunting dan ada pula Program Pesawaran Kemanusiaan berupa BAZNAS Tanggap Bencana (BTB),” urainya.

Program itu tentunya untuk mewujudkan masyarakat Kabupaten Pesawaran lebih maju, makmur dan sejahtera melalui upaya pengentasan kemiskinan, mengatasi keterbelakangan pendidikan dan meningkatkan kehidupan layak.

Pemberian cendramata: Abdul Hamid Kembali Jabat Ketua BAZNAS, Bupati Pesawaran Apresiasi Program Kerja

Ia berharap semua Stakeholder dapat bergandengan tangan bersama BAZNAS untuk menyejahterahkan masyarakat Pesawaran.

“Yakinlah semua zakat/infak/sedekah yang kita berikan pada BAZNAS ini semua ada pelaporannya, tercatat dan pelaksanaannya jelas serta di audit oleh lembaga yang berkompeten,” tutupnya.

Sementara, Pimpinan Baznas RI yang diwakili oleh Pimpinan Bagian Pertimbangan Area I Putra Erianton menjelaskan bahwa BAZNAS adalah lembaga pemerintah non struktural yang memiliki tugas pengelolan zakat secara nasional.

“Untuk itu ada 4 fungsi yang harus dikelola, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pelaporan,” ucap Putra.

Putra berharap BAZNAS Pesawaran kedepannya menjadi BAZNAS yang lebih baik dan maju. Kehadiran BAZNAS ini juga sangat membantu Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam penanggulan kemiskinan.

“Oleh karena itu ini adalah amanah yang tidak mudah untuk dijalankan,” pungkasnya.

Disisi lain, Ketua BAZNAS Provinsi Lampung  Iskandar menambahkan bahwa BAZNAS Pesawaran BAZNAS melalui BAZNAS tanggap bencana menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang sedang tertimpa bencana.

“BAZNAS Pesawaran yang paling terdepan menyerahkan terkait bantuan tersebut,” sambungnya.

Ia menyebut di Provinsi Lampung sedang membuat Peraturan terkait pengelolaan zakat. Dia berharap kedepan Kabupaten Pesawaran juga bisa mengikuti langkahnya agar masyarakat tidak semena-mena menyepelekan pentingnya zakat.

“Saya mengimbau BAZNAS Pesawaran bisa lebih terdepan dan juga dalam pengumpulan zakat bisa jadi yang terbaik,” pungkasnya.   (Red)

Ngaku BIN Mabes Polri Lakukan Pemerasan, Berakhir Di Jeruji Polres Pesawaran

Pesawaran (HO) – Polres Pesawaran Polda Lampung berhasil meringkus Pelaku kasus pemerasan dengan ancaman yang terjadi di jalan desa Ponco kresno, Kecamatan Negeri katon Kabupaten Pesawaran, Hal itu, menindak lanjuti laporan korban Ahmad Sujarwadi (30) yang merupakan Warga Desa Trisno maju, Kecamatan Negeri Katon kepada Polisi, beberapa saat usai kejadian yang menimpanya. Senin, (4/12/2023). Kapolres Pesawaran AKBP Maya Henny Hitijahubessy melalui Kasat Reskrim AKP Supriyanto Husin menjelaskan setelah menerima laporan dari korban pemerasan, Satuan Reskrim Polres Pesawaran berhasil menangkap 2 (dua) Pria tersangka pelakunya. Tersangka pelaku pemerasan tersebut yaitu Bambang Irawan (46) warga Dusun Roworejo Utara, RT/RW 001/001, Desa Roworejo, Kecamatan Negeri Katon dan Muhamad Hasim (46) warga Dusun Roworejo Utara, RT/RW 001/001, Desa Roworejo Kecamatan Negeri Katon. “Dugaan terjadinya tindak pidana pemerasan dengan ancaman itu terjadi dijalan Desa Ponco kresno Peristiwa itu terjadi dilakukan oleh Pelaku yang mengaku bernama Bambang sebagai anggota BIN  MABES POLRI,” ungkap Kasat. AKP Supriyanto Husin menceritakan kejadian tersebut bermula ketika pelaku datang kerumah korban pada tanggal 24 November 2023 sekira jam 13.50 wib bersama 1 (satu) rekan pelaku yang mengaku bernama Hasyim dengan menunjukkan kartu anggota BIN dan menakuti korban bahwa korban mempunyai kesalahan yaitu melakukan pungli. “Karena sebagai agen BRILINK memungut uang jasa. Karena korban merasa ketakutan dan pelaku terus mengancam korban apabila tidak menyerahkan uang senilai Rp.25.000.000 (Dua Puluh Lima Juta Rupiah), pelaku dapat menangkap korban,” ucap Supriyanto Husin. Korban akhirnya menyanggupi permintaan Pelaku, namun hanya Rp.5.000.000 (Lima Juta Rupiah) yang diserahkan kepada Pelaku diluar rumah tidak jauh dari rumah korban. “Beberapa hari kemudian korban ditelpon melalui WhatsApp oleh Pelaku agar menyerahkan uang kembali dari permintaan pelaku, akan tetapi korban tidak bisa menyanggupi dan meminta waktu 10 (sepuluh) hari kedepan,” lanjut Supriyanto Husin. Pelaku mengirim pesan melalui chat whatsApp dengan korban agar menyerahkan uangnya, dan pada saat ditemui oleh korban dilokasi yang ditentukan oleh pelaku sekira jam 17.30 Wib, korban menyerahkan uang senilai Rp 2.500.000 (Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) kepada Pelaku. Ketika Pelaku pergi meninggalkan korban pada jarak Kurang Lebih 50 meter, Pelaku berhasil diamankan oleh Tim Tekab 308 Presisi Polres Pesawaran. “Sebelumnya sudah dihubungi korban melalui Telepon pada hari Senin tanggal 04 Desember 2023 Sekira Pukul 14.00 WIB karena kecurigaan korban yang mengaku sebagai anggota BIN MABES POLRI.” jelas Supriyanto Husin. Maka katanya, atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian senilai Rp 7.500.000 (Tujuh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) dan Pelaku kini diamankan di Polres Pesawaran guna dilakukan penyidikan lebih lanjut. “Berdasarkan laporan masyarakat yang kami terima, kami langsung mendatangi TKP bersama Tim Tekab 308 Presisi Polres Pesawaran yang berada di Desa Tresno Maju, Kecamatan Negeri Katon yang dijadikan tempat janjian oleh pelaku an. Bambang Irawan (46) untuk bertemu dengan korban an. Ahmad Sujarwadi (30),” ucapnya. Kemudian lanjut nya, setelah mendapatkan informasi dari korban bahwa pelaku sudah menunggu di tempat janjian yang telah disepakati, usai Korban Ahmad Sujarwadi menyerahkan Uang Kepada pelaku Bambang Irawan, Sekira Jam 17.30 Wib Kami langsung mengamankan Pelaku dan barang bukti. “Setelah dilakukan interogasi kepada pelaku Bambang Irawan, pelaku menyebutkan 1 (satu) orang an. Muhamad Hasim (46) bahwa mereka berdua lah yang melakukan pemerasan kepada korban an. Ahmad Sujarwadi (30), kemudian Kami bersama Tim Tekab 308 Presisi Polres Pesawaran melanjutkan penangkapan kepada sdr. Muhamad Hasim yang pada saat itu sedang berada di rumah yang beralamat di Desa Roworejo, sekira jam 18.30 Wib,” ujarnya. Kasat menambahkan, kedua pelaku berikut barang bukti diamankan ke polres pesawaran guna proses penyidikan lebih lanjut dan dari tangan Pelaku, Satreskrim Polres Pesawaran Berhasil mengamankan Barang bukti berupa 1 (satu) unit HP OPPO A58 warna Light Blue, 1 (satu) unit HP OPPO warna putih, 1 (satu) bungkus obat Paramex yang tersisa satu tablet, 1 (satu) bungkus rokok merk Sergio yang tersisa 2 barang rokok. “Kemudian, 1 (satu) buah kartu tanda anggota PINRI (Personil Informan Negara Republik Indonesia) an. Bambang Irawan, 1 (satu) buah nota pembelian HP OPPO A58, 2 (dua) buah struk Bank Bri, 1 (satu) buah amplop warna putih, 1 (satu) unit motor aerox dengan no pol : A M E L, 1  (satu) buah lencana PINRI, Uang tunai sebesar Rp. 3.550.000.- (Tiga Juta Lima Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) dan Kedua pelaku disangkakan Pasal 368 KUHAPidana,” sebutnya. (Red)

Ngaku Anggota BIN Mabes Polri “Peras Agen BRILINK” Dua Pria Ditangkap Polisi

0
Pesawaran (RN) – Polres Pesawaran Polda Lampung berhasil meringkus dua pelaku pemerasan yang terjadi di jalan Desa Ponco kresno, Kecamatan Negeri katon, Kabupaten Pesawaran. Pelaku yang diketahui bernama Bambang mengaku sebagai anggota BIN Mabes Polri. Kejadian tersebut bermula ketika pelaku datang ke rumah korban pada tanggal 24 November 2023 sekira jam 13.50 wib bersama 1 (satu) rekan pelaku yang mengaku bernama Hasyim dengan menunjukkan kartu anggota BIN dan menakuti korban bahwa korban mempunyai kesalahan, yaitu melakukan pungli karena sebagai agen BRILINK memungut uang jasa. “Pelaku terus mengancam korban apabila tidak menyerahkan uang senilai Rp.25.000.000 (Dua Puluh Lima Juta Rupiah),” kata AKP Supriyanto Husin, Selasa (05/12/2023). Kerena Korban takut akhirnya menyanggupi permintaan Pelaku, namun hanya Rp.5.000.000 (Lima Juta Rupiah) yang diserahkan kepada Pelaku diluar rumah tidak jauh dari rumah korban. Beberapa hari kemudian korban ditelpon melalui WhatsApp oleh Pelaku agar menyerahkan uang kembali, akan tetapi korban tidak bisa menyanggupi dan meminta waktu 10 hari. “Pelaku mengirim Pesan kembali melalui chat whatsApp agar korban menyerahkan uangnya yang diminta, sekira jam 17.30, korban menyerahkan uang senilai Rp 2.500.000 di lokasi yang telah di tentukan yaitu di Desa Tresno Maju Kecamatan Negeri Katon,” ujarnya. “Berdasarkan laporan masyarakat yang di terima, Tim Tekab 308 Presisi Polres Pesawaran ke lokasi yang dijadikan tempat janjian oleh pelaku, dan langsung meringkus pelaku Bambang Irawan (46), warga Dusun Roworejo Utara, RT/RW 001/001, Desa Roworejo. Ketika Pelaku pergi meninggalkan korban jarak Kurang Lebih 50 meter setelah menerima uang dari korban,” tambahnya. Atas peristiwa tersebut lanjut Supriyanto, korban Ahmad Sujarwadi (30) yang merupakan warga Desa Trisno maju, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran. Mengalami kerugian senilai Rp 7.500.000. “Setelah dilakukan introgasi kepada pelaku Bambang Irawan, pelaku menyebutkan 1 (satu) orang rekan nya Muhamad Hasim (46) bahwa mereka berdualah yang melakukan pemerasan kepada korban, Ahmad Sujarwadi (30), kemudian Tim Tekab 308 Presisi Polres Pesawaran melanjutkan penangkapan Muhamad Hasim yang pada saat itu sedang berada di rumah yang beralamat di Desa Roworejo, Kecamatan Negeri Katon, sekira jam 18.30,” ucapnya. Dari tangan Pelaku, Satreskrim Polres Pesawaran Berhasil mengamankan Barang bukti berupa 1 (satu) unit HP OPPO A58 warna Light Blue, 1 (satu) unit HP OPPO warna putih, 1 (satu) bungkus obat Paramex yang tersisa satu tablet, 1 (satu) bungkus rokok merk Sergio yang tersisa 2 barang rokok, 1 (satu) buah kartu tanda anggota PINRI (Personil Informan Negara Republik Indonesia) an. Bambang Irawan. “satu buah nota pembelian HP OPPO A58, 2 (dua) buah struk Bank Bri, 1 (satu) buah amplop warna putih, 1 (satu) unit motor aerox dengan no pol : A M E L, 1  (satu) buah lencana PINRI, Uang tunai sebesar Rp. 3.550.000.- (Tiga Juta Lima Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) dan Kedua pelaku dijerat Pasal 368 KUHAPidana,” tegasnya. (Rizal)

Pulang Kampung, Direktur Radar Banten Bangun Taman Wisata Edukasi

Pesawaran (HO) – Dengan niat hati untuk membangun kampung halaman, Wartawan Senior Direktur Radar Banten Mashudi membuat Taman Wisata Edukasi yang terletak di Dusun Sukamanah Desa Way Harong Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Mashudi yang juga Penanggung Jawab Media Radar Banten mengungkapkan, berawal tergerak dari hati nurani untuk membangun Kampung halaman nya, maka dirinya membuat sebuah Destinasi Taman Wisata Edukasi dengan nama Pungki Park yang bertemakan Wisata Main-main Seru Tambah Ilmu.
Pulang Kampung, Direktur Radar Banten Bangun Taman Wisata Edukasi
“Alhamdullilah baru di buka pengunjung nya sangat luar biasa ramai, Taman Wisata Edukasi ini, atas lahan seluas kurang lebih setengah hektar dengan fasilitas saat ini yang kami sediakan, seperti kolam renang untuk anak anak dan dewasa, taman bermain yang di lengkapi dengan kereta gantung, mandi bola, mobil-mobilan dan lain nya,” terang pria yang akrab di sapa bang haji.
Bincang Akrab Bersama Direktur Radar Banten Mashudi baju kemeja kotak-kotak lengan panjang, di lokasi Taman Wisata Edukasi yang terletak di Desa Way Harong
Selain itu lanjutnya, wisata ini memberikan edukasi terhadap anak-anak, pelajar maupun orang tua untuk menambah wawasan, dengan menyediakan tanaman obat-obatan keluarga. selain itu ada juga hewan seperti Kelinci, Kambing Marino atau Shaun The Sheep. “Kedepan kami juga akan menambahkan hewan seperti Kijang dan satwa lainnya,” ucapnya. Dirinya berharap kepada pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Pesawaran agar dapat mendukung Taman Wisata Edukasi ini agar lebih berkembang dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bumi Andan Jejama.
Pulang Kampung, Direktur Radar Banten Bangun Taman Wisata Edukasi
“Saya berharap dengan hadir nya Taman Wisata Edukasi ini, tentunya, dukungan dari segala pihak baik pemerintah desa maupun pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Dinas Pariwisata, sehingga dapat lebih bermanfaat bagi masyarakat dalam mendukung program-program Bupati Kabupaten Pesawaran,” pungkasnya. (Ris)

Gubernur Lampung Buka Diklat Wartawan Muda PWI Angkatan II Tahun 2023 

0
Lampung (RN) – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi membuka Diklat Wartawan Muda  Angkatan II PWI Lampung Tahun 2023 bertemakan ”Wartawan Kuat, Wartawan Bermartabat”, yang berlangsung di Balai Wartawan H. Solfian Akhmad PWI Lampung, Bandar Lampung, Kamis (30/11/2023). Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Gubernur Arinal mengapresiasi diselenggarakannya kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian PWI Lampung tersebut. “Saya mengapresiasi dan menyambut baik diselenggarakannya kegiatan ini. Semoga seluruh peserta dapat betul-betul mengikuti sehingga mampu menjadi seorang wartawan yang mampu menjaga, menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik,” ujar Gubernur Arinal. Gubernur Arinal menuturkan bahwa dirinya mengamati perjalanan Pengurus PWI Lampung yang telah berulang kali mengadakan kegiatan baik diklat maupun uji kompetensi wartawan di Provinsi Lampung. Kegiatan ini tentunya didukung dengan kegiatan-kegiatan lainnya.  ”Saya sangat berharap ini dapat dilaksanakan secara terus menerus. Dan saya mengucapkan terimakasih karena selama saya menjalankan tugas sebagai Kepala Daerah (Gubernur), hubungan kita terjalin dengan baik,” ujar Gubernur Arinal. Gubernur Arinal juga menilai sinergi antara Pemerintah dan insan pers akan membawa efek positif. “Saya sangat berharap kita secara bersama-sama dapat melawan berita hoax,” jelasnya. Dalam menghadapi Pemilu 2024 mendatang, Gubernur Arinal mengingatkan agar wartawan dapat profesional dan objektif dalam menjalankan profesinya.  Dalam kesempatan yang sama, Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah menyampaikan bahwa kegiatan ini kali kedua dilaksanakan.  Kegiatan untuk memfilterisasi juga mengorientasi para para calon-calon anggota PWI yang akan masuk ke organisasi bernama PWI (Persatuan Wartawan Indonesia). Ia melaporkan bahwa sampai dengan hari ini, anggota PWI Lampung berjumlah 1.001 orang yang tersebar di seluruh Provinsi Lampung, dengan rincian 626 orang Anggota Biasa, 250 orang Anggota Muda, dan 125 orang calon Anggota.  “Tentunya PWI fokus terhadap bagaimana meningkatkan SDM, meningkatkan kualitas wartawan, bagaimana menjadi Wartawan yang berkualitas,” ujarnya. Dalam kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian PWI Lampung, jelas Wirahadikusumah, juga dilaksanakan penandatanganan MoU bersama BNN Lampung dan DPD Granat Lampung terkait Sosialisasi Bahaya Narkoba. Sebanyak 25 Anggota PWI Lampung akan dididik oleh BNN dan granat untuk menjadi penyuluh narkoba di Provinsi Lampung. (Rls/Red)

Bullying di SDN 1 Teluk Pandan, AKBP Maya Heni: Ini Kronologis nya

Pesawaran (HO) – Polisi Resor (Polres) Pesawaran, ceritakan awal mula terjadi bullying yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Teluk Pandan Kecamatan Teluk Pandan. Kapolres Pesawaran AKBP Maya Heni Hitijahubessy didampingi Kasat Reskrim Polres Pesawaran AKP Supriyanto Husin mengatakan, kronologis kejadian bermula dari story WhatsApp yang diunggah oleh korban. “Dalam story itu terdapat kata-kata kasar, karena korban ini anak pindahan dari luar Provinsi yang baru lima bulan, story nya itu dibaca oleh kakak kelasnya, mungkin karena merasa tidak terima dan tersindir, akhirnya kakak kelasnya ini melabrak korban,” ujarnya di halaman Mapolres Pesawaran. Rabu (29/11/2023). Dirinya mengatakan saat melabrak korban, pelaku bersama empat kawan lainnya mendatangi korban yang sedang berada di kelas saat jam istirahat. “Salah satu pelaku ini memvideokan perbuatan yang mereka lakukan kepada korban, kemudian diupload di status WhatsApp, kemudian diambil oleh orang lalu viral di media sosial,” terang dia. Menurutnya, dalam penyelesaian permasalahan yang melibatkan pelaku anak-anak dan korban anak-anak, pihak kepolisian menggunakan Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. “Dalam UU tersebut diharapkan, penyelesaian permasalahan anak yang berhadapan dengan hukum, baik itu pelaku ataupun korban, diselesaikan secara restorative justice. Makanya sore ini kita panggil orang tua korban dan orang tua pelaku agar duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan ini,” kata dia. “Tadi kita juga sudah bertemu dengan korban Bullying, kondisinya cukup baik sampai dengan saat ini, dan korban masih ingin sekolah di sekolah tersebut, tapi kita berpesan kepada pihak sekolah, untuk dapat mengawasi secara ketat di lingkungan areal sekolah sehingga tidak kembali terjadi permasalahan ini,” pungkasnya. (Red)

Siswi Sekolah Dasar Kena Bully, Bupati Pesawaran Gerak Cepat Lakukan Ini

Pesawaran (HO) – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona bergerak cepat menindaklanjuti tindak bullying yang terjadi di UPTD SDN 1 Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran, Lampung, Rabu (29/11/2023). Bupati Dendi memerintahkan langsung kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Dinas P3AP2KB Kabupaten Pesawaran dan Camat Teluk Pandan untuk bertindak cepat setelah mendapatkan kabar terkait tindak bullying di wilayahnya. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran Ancha Marta Utama mengatakan telah memediasi antara pihak orang tua korban dengan orang tua pelaku. “Disaksikan oleh Jajaran Polres Pesawaran, Polsek Padang Cermin, Kepala Sekolah, Komite Sekolah, Jajaran Perangkat Desa dan masyarakat setempat, mediasi menghasilkan kesepakatan untuk diselesaikan secara kekeluargaan antara kedua belah pihak,” ucapnya. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Dinas P3AP2KB Kabupaten Pesawaran akan terus mendampingi dan memantau perkembangan psikis serta menghilangkan trauma agar mau kembali bersekolah. Selain itu, dalam rangka mencegah tindak kekerasan di lingkungan dunia pendidikan, Bupati Pesawaran telah membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) Di Lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran. Sementara, Orang tua dari pelaku bullying, Purwanto telah memohon maaf yang sebesar – sebesarnya atas perlakuan buah hatinya kepada Sy yang terjadi kemarin (Selasa, 28/11/23-red). Dirinya menyesalkan tindakan buah hatinya yang berada diluar kontrolnya dan berjanji memastikan buah hatinya tidak mengulangi perbuatan tersebut. Menanggapi hal itu, Orang tua dari korban Sy., Sodikin menerima dengan lapang dada permohonan dari orang tua pelaku. Namun Ia berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi kepada anaknya maupun kepada murid lainnya. Sodikin meminta peningkatan pengawasan di pihak sekolah untuk kenyamanan para murid dalam mengenyam pendidikan. Kepala SDN 1 Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran, Meliana sangat menyayangkan dan ada terjadinya pembullyan di Sekolah yang dipimpinnya. “Saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat dan berjanji akan lebih meningkatkan pengawasan dalam proses pembelajaran di sekolah, kedepannya hal serupa tidak terjadi lagi,” pungkasnya. (Red)

Kasus Bully Siswi SD, Jadi Perhatian Khusus Bupati Pesawaran 

0
Pesawaran (RN) – Terkait kasus bullying yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Teluk Pandan, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona bergerak cepat menindaklanjuti tindak bully tersebut, Rabu (29/11/2023).  Bupati Dendi memerintahkan langsung kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Dinas P3AP2KB Kabupaten Pesawaran dan Camat Teluk Pandan untuk bertindak cepat setelah mendapatkan kabar terkait tindak bullying di wilayahnya.  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran Ancha Marta Utama mengatakan, telah memediasi antara pihak orang tua korban dengan orang tua pelaku.  “Disaksikan oleh Jajaran Polres Pesawaran, Polsek Padang Cermin, Kepala Sekolah, Komite Sekolah, Jajaran Perangkat Desa dan masyarakat setempat, mediasi menghasilkan kesepakatan untuk diselesaikan secara kekeluargaan antara kedua belah pihak,” ucapnya.  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Dinas P3AP2KB Kabupaten Pesawaran akan terus mendampingi dan memantau perkembangan psikis serta menghilangkan trauma dari Sy. Agar mau kembali bersekolah.  “Selain itu, dalam rangka mencegah tindak kekerasan di lingkungan dunia pendidikan, Bupati Pesawaran telah membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di Lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran,”ujarnya. Sementara, Orang tua dari pelaku bullying, Purwanto telah memohon maaf yang sebesar – sebesarnya atas perlakuan buah hatinya kepada Sy yang terjadi kemarin (selasa, 28/11/23 – red).  Dirinya menyesalkan tindakan buah hatinya yang berada diluar kontrolnya dan berjanji memastikan buah hatinya tidak mengulangi perbuatan tersebut.  Menanggapi hal itu, Orang tua dari korban Sy.,  Sodikin menerima dengan lapang dada permohonan dari orang tua pelaku. Namun Ia berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi kepada anaknya maupun kepada murid lainnya.  “Saya meminta peningkatan pengawasan di pihak sekolah untuk kenyamanan para murid dalam mengenyam pendidikan,”pintanya. Kepala Sekolah SDN 1 Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran, Meliana menyayangkan dan menyesali terjadinya pembullyan di Sekolah yang dipimpinnya. “Saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat dan berjanji akan lebih meningkatkan pengawasan proses pembelajaran kedepannya,”ucapnya. (Rizal)

Usai Upacara, Bupati Pesawaran Berikan Penghargaan Kepada ASN Berprestasi

Pesawaran (HO) – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona memberikan apresiasi kepada para ASN yang berprestasi dan berjasa di Lingkup Pemkab Pesawaran. Apresiasi tersebut diberikan Bupati Dendi pada Upacara Peringatan HUT ke-52 KORPRI, Hari Guru Nasional (HGN) dan HUT ke-78 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pesawaran di Lapangan Pemkab Pesawaran Selasa (28/11/2023). Bupati Dendi memberikan penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada perwakilan Pegawai Negeri Sipil Pesawaran yang telah bekerja selama 10 tahun, 20 tahun dan 30 tahun. “Penghargaan ini diberikan secara simbolis oleh Pemerintah kepada perwakilan Pegawai Negeri Sipil Pesawaran yang telah bekerja dengan penuh kesetiaan pada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara dan Pemerintah serta pengabdian, kejujuran dan disiplin yang baik,” ucap Dendi. Selain itu, Ia juga memberikan penghargaan kepada Guru SMP Negeri Satu Atap 9 Pesawaran sebagai Duta Korpri Kabupaten Pesawaran karena telah berhasil menjadi Runner Up Duta Korpri Berprestasi dalam pemilihan Duta Korpri Provinsi Lampung dalam rangka HUT ke-52 Korpri Tahun 2023. Penghargaan juga diberikan kepada pegawai negeri sipil anggota Korpri dilingkungan Pemkab Pesawaran sebanyak 7 kategori penghargaan diantaranya Kategori JPT/Eselon II, Kategori Administrator/ Eselon III, Kategori Pengawas/Eselon IV, Kategori Fungsional Umum, Kategori SMP/Pengawas, Kategori Guru SMP dan TK dan Kategori Pelaksana. Dendi menyerahkan penghargaan berupa piagam, plakat dan uang pembinaan dari Dewan Pengurus Kopri Kabupaten Pesawaran.
Ketua TP PKK Nanda Indira juga menyerahkan bantuan Benah Rumah dari Baznas Kabupaten Pesawaran
Pada kesempatan yang sama Ketua TP PKK Kabupaten Pesawaran Nanda Indira juga menyerahkan bantuan BENAR (Benah Rumah) dari Baznas Kabupaten Pesawaran kepada warga dari beberapa kecamatan se-Kabupaten Pesawaran. Bantuan tersebut diberikan kepada warga Desa Sukadadi Kecamatan Gedong Tataan, warga Desa Way Harong Kecamatan Way Lima dan warga Desa Gedong Dalom Kecamatan Way Lima. Pada Upacara tersebut, Pemkab Pesawaran menerima penyerahan Warisan Budaya Tak Benda dari Kementerian Pendidikan melalui Dinas Pendidikan Provinsi Lampung. (Red)

Dampak Perubahan Iklim, Bupati Pesawaran Berikan Inovasi Baru

Pesawaran (HO) – Dampak perubahan iklim tampaknya sangat dirasakan oleh semua pihak, sebagai contoh nelayan yang kesehariannya menangkap ikan, adanya gelombang tinggi tentunya membuat hasil tangkapannya menurun, karena banyak nelayan yang tidak berani melaut. Hal itu dikatakan Direktur Mitra Bentala Ahmad Rizani dalam Serial Diskusi Publik yang bertemakan dukungan multistakeholder untuk kebijakan pembangunan berketahanan iklim di Kabupaten Pesawaran di aula pemda setempat, Kamis, (23/11/2023). “Namun begitu Pemkab Pesawaran telah bentuk kelompok kerja yang hampir setiap minggu selalu berdiskusi, dan ini tidak lepas dari dukungan pemerintah yang juga sejalan dengan kami,” kata dia. Sementara Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan Kabupaten Pesawaran pasti terdampak dengan kondisi perubahan iklim itu. “Namun begitu ada inovasi lain dari petani kita, dengan menanam tanaman lain dengan menanam cabe,” sebutnya. “Dan hal seperti itu yang harus kita dampingi, karenanya kita adakan diskusi, agar kita dapat pemahaman bersama stek holder lainya, tentang bagaimana kita mendapatkan inovasi inovasi baru untuk kita terapkan di masyarakat,” ujar bupati. Menurut Dendi, bukan hanya menjaga ketahanan Kabupaten Pesawaran, tetapi kelestarian lingkungan. Karena musim kemarau sangat berdampak terhadap produksi padi. “Nah diskusi ini sangat bermanfaat untuk sharing program, saling berdampingan dengan seluruh pihak,” terang dia. Dikatakan dia, Kabupaten Pesawaran sudah membentuk pokja pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim. “Pesawaran sebagai kabupaten penyangga harus siap dan sigap mengatasi hal ini, tentunya harus dibantu oleh semua pihak,” ucap dia. Di sisi lain, Anggota DPD RI Bustami Zainudin mengatakan Kabupaten Pesawaran tidak terlalu jauh beda dengan Bogor, yakni sebagai kota penyangga. Tentunya kata dia, kalau Pesawaran tidak terjaga, kota Bandar Lampung bisa tenggelam. Dataran tinggi sebagai reservoir terutama di Kabupaten Pesawaran ini karena Dunia tengah hadapi krisis FEW pertama soal food (pangan) (Energy) energi dan water (air). “Pertama soal Krisis pangan, saat ini anomali yang tidak bisa diprediksi lagi. Karena krisis pangan, energi dan air ada kaitannya dengan kita menjaga lingkungan,” ujar dia. Menurut Bustami, persoalan iklim bukan persoalan yang biasa biasa aja, bukan hanya tugas pemerintah saja untuk menjaga kelestarian lingkungan, tetapi semua pihak bertanggung jawab dan penyelamatan lingkungan harus dilaksanakan secara bersama sama. “Pihak swasta jangan pasif dalam melakukan penyelamatan lingkungan. Dalam UU PT berkaitan dengan menjaga lingkungan sudah diatur di dalamnya,” pungkas. (Red)