Rugikan Negara 3 Miliar Lebih, Kejati Lampung Geledah Kantor Rekanan PDAM
Lampung (RN) – Tim penyidik perkara dugaan tipikor pengadaan pemasangan jaringan pipa distribusi system pompa (SPAM) Bandar Lampung Tahun 2019 di perusahaan daerah air minum (PDAM) Way Rilau Kota Bandar Lampung yang dipimpin Kepala Seksi Penyidikan pada asisten tindak pidana khusus Kejaksaan Tinggi Lampung melakukan Penggeledahan pada Kantor Cabang PT Kartika Ekayasa yang beralamat di Jalan Ikan Bawal No. 58 Teluk Betung Selatan Bandar Lampung.
Kasi Penkum Kejati Lampung Ricky Ramadhan, mengatakan dalam penggeledahan di damping oleh pihak PT Kartika Ekayasa, dimana penggeledahan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penggeledahan Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Nomor PRINT-01/L.8/Fd/07/2024 tanggal 30 Juli 2024, dengan tujuan untuk mengumpulkan tambahan alat bukti dan barang bukti guna mendukung proses penyidikan.
“Tim Penyidik berhasil menyita dan membawa dokumen-dokumen, 3 unit Personal Computer dan 1 unit Laptop yang berkaitan dengan perkara dugaan tipikor tersebut,” kata Kasi Penkum Ricky, Kamis (01/08/2024).
Ia mengatakan, Selama proses penggeledahan tidak terdapat penolakan dan perlawanan dari pihak Kantor Cabang PT Kartika Ekayasa sehingga proses penggeledahan berlangsung secara aman dan lancar. Dokumen dan Barang hasil penyitaan tersebut kemudian oleh Tim Penyidik akan dilakukan proses penelitian barang bukti untuk mendukung proses Penyidikan.
“Penggeledahan yang dilakukan tidak terlepas dari Surat Perintah Penyidikan Nomor: Print – 01/L.8/Fd/04/2024 Tanggal 02 April 2024, terhadap Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Pemasangan Jaringan Pipa Distribusi System Pompa SPAM Bandar Lampung Tahun 2019 di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Rilau Kota Bandar Lampung,” jelasnya.
Dimana perkara tersebut lanjut dia, pada Tahun 2019 PDAM Way Rilau Kota Bandar Lampung terdapat Kegiatan Pengadaan Pemasangan Jaringan Pipa Distribusi System Pompa SPAM Bandar Lampung, hal ini berdasarkan Perda Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kerjasama Pemerintah Kota Bandar Lampung dengan Badan Usaha dalam Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum dengan PAGU Anggaran didalam pekerjaan ini adalah sebesar Rp. 87.156.366.242,00 yang bersumber dari penyertaan modal APBD Pemerintah Kota Bandar Lampung TA 2018.
“Kegiatan Pengadaan Pemasangan Jaringan Pipa Distribusi System Pompa SPAM Bandar Lampung Tahun 2019 di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Rilau Kota Bandar Lampung dilaksanakan oleh PT Kartika Ekayasa sebagai pemenang tender dengan Surat Perjanjian (kontrak) Nomor: PU/2986/PDAM/08/XII/2019 dengan nilai Rp71.942.254.000,00 yang ditandatangani pada hari Senin tanggal 23 Desember 2019 antara Kepala Cabang PT Kartika Ekayasa dengan PPK Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Rilau Kota Bandar Lampung,” terang dia.
Dirinya juga menjelaskan, dalam proses pemeriksaan ditemukan adanya perbuatan pengkondisian terhadap pemenang tender, manipulasi dokumen pengadaan, dan dengan sengaja melaksanakan pekerjaan tidak sesuai kontrak sehingga menyebabkan kekurangan volume pada pekerjaan yang berakibat terjadinya kerugian negara.
“Indikasi awal Kerugian Keuangan Negara yang ditemukan pada Kegiatan Pengadaan Pemasangan Jaringan Pipa Distribusi System Pompa SPAM Bandar Lampung Tahun 2019 di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Rilau Kota Bandar Lampung adalah sebesar Rp.3.223.304.445, Kerugian Keuangan Negara tersebut sewaktu waktu dapat berubah karena masih dalam proses perhitungan ahli,” pungkasnya. (R-1)
Dihari Harganas ke-31, Pesawaran Terima Penghargaan Penurunan Stunting Terbesar
Pesawaran (RN)- Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Pesawaran, Nanda Indira Dendi, menerima penghargaan dari Pemerintah Pusat atas pencapaian penurunan angka stunting terbesar, yaitu sebesar 15,1%.
Penghargaan ini diserahkan oleh Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Kemasyaratan dan SDM, Intizam kepada Ketua TPPS Kabupaten Pesawaran yang diwakili Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Pesawaran, Nurhayati, pada upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 Tingkat Provinsi Lampung di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung.
“Penghargaan ini merupakan pengakuan atas kerja keras dan dedikasi Nanda Indira Dendi dan seluruh tim TPPS Kabupaten Pesawaran dalam menurunkan angka prevalensi stunting dari 25,1% pada tahun 2022 menjadi 10,0% pada tahun 2023, berdasarkan hasil dari Survey Kesehatan Indonesia (SKI) yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI,” kata Nanda Indira, Kamis (01/08/2024).
Dirinya juga menjelaskan, Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, dan implementasi berbagai kebijakan strategis seperti Peraturan Bupati No. 35 Tahun 2023 tentang Percepatan Penurunan Stunting, serta Surat Edaran Bupati dan SK pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting dari tingkat kabupaten hingga desa.
“Kabupaten Pesawaran juga menetapkan desa lokus stunting per tahun dan melaksanakan delapan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting,” ujarnya.
Ia pun mengatakan, Intervensi yang dilakukan meliputi pemberian makanan tambahan oleh Dinas Kesehatan untuk sasaran berisiko stunting, peningkatan peran Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta perbaikan lingkungan dan sanitasi berbasis masyarakat.
Selain itu, bantuan juga diberikan dalam bentuk pemberian telur dari Baznas dan CSR di lokus stunting serta pembentukan dan pembinaan Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) sebagai wadah penurunan stunting di desa.
“Pada peringatan Harganas ke-31 ini, Kabupaten Pesawaran juga meraih sejumlah apresiasi lainnya, termasuk, Terbaik I Kategori Penyuluh KB PNS Tingkat Provinsi Lampung atas nama Muhamad Ilham, S.Sos., Terbaik I Kategori KB Lestari 20 Tahun atas nama Siti Maryam/Vista D. Iskandar. Terbaik III Kategori Kelompok KB Pria atas nama Kelompok KB Pria Garuda,” jelasnya.
“Penghargaan dan apresiasi ini menjadi bukti nyata komitmen dan kerja keras Kabupaten Pesawaran dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menurunkan angka stunting. Kabupaten Pesawaran akan terus berupaya maksimal dalam program penurunan stunting dan berkomitmen untuk mencapai target yang lebih baik di masa depan,” pungkasnya. (zal)
Pesawaran Bakal Jadi Percontohan Kabupaten Anti Korupsi di Lampung
Pesawaran (RN) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI mengunjungi Kabupaten Pesawaran dalam rangka observasi program percontohan Kabupaten dan Kota Anti-korupsi.
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan Kabupaten Pesawaran telah diteropong dan diharapkan dapat mewakili Provinsi Lampung untuk menjadi Kabupaten Anti Korupsi di tahun 2025.
Untuk menuju kabupaten Anti Korupsi itu, Bupati Dendi mengajak mempersiapkan diri menuju kabupaten yang lebih baik.
“Kita semua pasti menginginkan perkembangan anti korupsi di Provinsi Lampung terutama di Kabupaten Pesawaran. Jika ada sistem-sistem yang bocor mari kita benahi sehingga kita layak menyandang predikat tersebut,” ujar Bupati Dendi di Aula Pemkab Pesawaran, Rabu (31/07/2024).
Menurutnya, jajaran Pemkab Pesawaran mampu untuk menuju ke level yang lebih tinggi.
“Mari sama-sama kita membuktikan kalau kabupaten kita ini adalah kabupaten yang baik, yang bebas dari korupsi,” imbuhnya.
Dirinya mengapresiasi seluruh Tim KPK RI yang telah mendampingi Pesawaran mulai dari lolosnya klasifikasi Desa Anti Korupsi dan berharap naik menjadi Kabupaten Anti Korupsi.
Sementara, Sekretaris Inspektorat Provinsi Lampung Hidayatika menyampaikan pemberantasan korupsi tidak hanya tugas dari lembaga anti korupsi saja, namun peran aktif dari masyarakat.
“Bagaimana cara kita untuk membangun implementasi dalam mendukung pembangunan daerah yang bebas dari korupsi,” ucap Hidayatika.
Tujuan kegiatan ini menurutnya adalah terbangunnya budaya anti korupsi dan berharap Pesawaran bebas dari korupsi.
Menambahkannya, Kasatgas Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI Rino Haruno mengatakan berdasarkan usulan dari berbagai pihak sehingga Kabupaten Pesawaran ditunjuk untuk menjadi Kabupaten Percontohan.
Selain itu, pihaknya juga telah menganalisa dalam beberapa tahun belakang Pesawaran konsisten dalam mengimplementasikan indikatornya.
“Usulan dari Pemerintah Provinsi Lampung, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PANRB, Kementrian Keuangan serta usulan dari pemerhati Anti Korupsi dan analisa kami kabupaten Pesawaran kedepannya dapat menjadi Kabupaten Percontohan,” ujarnya.
Dirinya menyampaikan kehadirannya hari ini untuk mendapatkan indikator yang telah dikirimkan.
“Apakah Kabupaten Pesawaran masih tetap konsisten, karena yang menilai bukan hanya kami, tapi juga dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian PanRB, Ombudsman dan BPKP,” terangnya.
Lebih lanjut, jika Kabupaten Pesawaran menjadi Kabupaten Percontohan maka, pihaknya akan membina dalam permasalahan terkait pengadaan barang dan jasanya, serta benturan peraturan yang susah di implementasikan. (zal)
Bupati Pesawaran Letakan Batu Pertama Pembangunan RSB
Pesawaran (RN) – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona lakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Sehat Baznas (RSB). Yang ada di Desa Sukabanjar Kecamatan Gedong Tataan,Rabu (30/07/2024).
Dendi mengatakan, pembangunan RSB ini guna memberikan pelayanan kesehatan di Bumi Andan Jejama, Baznas Kabupaten Pesawaran akan membangun Rumah Sehat Baznas Pesawaran di atas tanah seluas 1924M hibah dari Pemerintah Kabupaten Pesawaran.
“Tanah ini untuk masyarakat banyak, maka aset ini yang sebelum nya terpakai untuk gedung sekolah dasar SDN 44, sekarang ini sudah tidak terpakai lagi maka dari itu kita bangun Rumah Sehat Baznas (RSB),” kata Dendi, (31/07/2024).
Dirinya nya juga menjelaskan, nanti nya RSB ini, fasilitas kesehatan nya bukan hanya sekedar rawat jalan saja, tetapi akan kita buat pusat pelayanan kesehatan kerena Desa Sukabanjar sudah masuk perkotaan.
“Rumah Sehat Baznas ini nantinya setara dengan Klinik Pratama karena hanya melayani rawat jalan dan bisa juga persalinan normal. Nah, untuk itu disiapkan sejumlah tenaga medis diantaranya 10 bidan dan perawat,2 dokter, 1 analisa laboratorium, 1 apoteker dan asisten apoteker,” kata dia.
“Saya ucapkan terimakasih kepada Basnas Provinsi Lampung dan pusat yang telah mendukung untuk pembangunan RSB. Dan nantinya pelayanan kesehatan ini diberikan secara gratis,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Pesawaran Abdul Hamid, menjelaskan pembangun rumah sehat dengan pelayanan kesehatan secara gratis, ini merupakan arahan dari BAZNAS Pusat yang didukung oleh Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona.
“Nantinya, program pelayanan kesehatan nantinya akan melayani masyarakat yang kurang mampu di wilayah Kabupaten Pesawaran,” ujarnya
Ia juga mengatakan, tanpa dukungan Bupati Pesawaran,program pelayanan kesehatan gratis tidak dapat terlaksana. Untuk itu, kami sebagai pengurus BAZNAS Kabupaten Pesawaran menyampaikan terima kasih atas semua dukungan dan arahannya sehingga kemanfaatan BAZNAS ditengah masyarakat begitu dirasakan.
“Baznas Kabupaten Pesawaran juga memberikan santunan kepada para mustahiq setempat. Yakni, Berkah Benar Bedah rumah layak dan sehat (Berkat) bea siswa sarjana untuk bidang Pendidikan dan Asuransi Kesehatan BPJS,” pungkasnya. (zal)
Bupati Pesawaran Kunjungi Bayi Tersiram Air Panas
Pesawaran (RN) Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, mengunjungi Laila Turomdonah balita berusia empat bulan, yang mengalami luka bakar akibat tersiram air panas.
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan, Laila saat ini tengah mendapatkan perawatan secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pesawaran.
“Kalau tadi saya lihat, korban mengalami luka bakar 54% karena terkena siraman air panas yang tidak sengaja ditumpahkan oleh kakaknya yang berumur 5 tahun di kediaman nya di Desa Bayas Kecamatan Way Khilau,” ujarnya. Selasa 30 Juli 2024.
Dirinya juga mengatakan, telah meminta kepada pihak rumah sakit, agar terus memantau keadaan dan memberikan perawatan yang terbaik untuk bayi Laila.
“Saya minta RSUD Pesawaran, memberikan perawatan yang terbaik hingga sembuh untuk bayi Laila, dan untuk keluarga semoga diberikan kesabaran atas musibah yang terjadi ini,” ujar dia.
Sementara itu, Rasda ayah dari bayi Laila mengatakan, anaknya terkena air panas dari mie instan yang saat itu istrinya sedang memasak, dan kondisinya sedang ditinggal kebelakang untuk menaruh termos air panas.
“Kemarin itu, anak saya yang pertama meminta mie ke ibunya, ketika sedang merebus air di panci, oleh istri saya ditinggal untuk meletakan termos air panas, ternyata kakaknya tidak sengaja menumpahkan panci berisi air panas,” kata dia.
“Sedangkan, si Laila ini sedang ditidurkan dengan beralaskan karpet, sehingga air panas tersebut menggenang di bawah badan bayi saya, setelah kejadian tersebut saya langsung membawa ke bidan terdekat yang kemudian di rujuk ke RSUD Pesawaran dan langsung mendapatkan perawatan,” katanya. (zal)
Pasturi Kena Stroke Dapat Perhatian Khusus Dari Pemkab Pesawaran
Pesawaran (RN) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran memberikan perhatian khusus bagi pasangan suami istri yang terkena stroke sudah 4 tahun. Nurman (50) dan Ibu Juhariah (45) merupakan warga Desa Gerning Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pesawaran Wildan mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan kesehatan melalui Bidan Desa dan Homecare.
“Bapak Nurman sakit Hernia/turun berok sudah 4 tahunan menyebabkan dirinya tak dapat bekerja. Sedangkan istrinya, Ibu Juhariah sejak sekitar 3 tahun yang lalu terkena stroke,” kata Wildan, Selasa (30/07/2024).
Menurut Wildan, Kondisi tempat tinggal pasutri ini juga belum termasuk kedalam rumah layak huni, sehingga dengan kondisi tersebut Pemerintah Kabupaten Pesawaran memberikan sejumlah bantuan.
“Pemkab Pesawaran melalui Dinas Sosial berinisiatif membantu membuat keanggotaan JKN KIS dan berupaya memasukkannya ke daftar penerima program bantuan melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial ( DTKS ),” ujarnya.
“Camat Tegineneng sudah melaporkan kondisi kedua pasutri itu, saat ini masih dipantau kondisi kesehatannya sembari menunggu hasil keanggotaan JKN KIS. Namun apabila memang diperlukan tindak lanjut yang sangat urgen maka kami sudah menyarankan untuk ditindak lanjuti di RSUD Pesawaran,” terangnya.
Selain itu sambungnya, dirinya telah berkoordinasi dengan Baznas Kabupaten Pesawaran untuk bantuan Bedah Rumah dan kursi roda.
“Kami telah berkoordinasi dengan Baznas. Karena syarat bedah rumah beliau sudah terpenuhi, Alhamdulillah, Baznas akan memberikan bantuan Bedah Rumah dan Bantuan Kursi Roda,” imbuhnya.
“Rencananya bantuan itu akan diserahkan secara simbolis saat peletakan batu pertama pembangunan RSB di Desa Sukabanjar,” ucapnya.
Sementara itu kepala dinas Sosial Zuriadi mengatakan, untuk pasturi yang terkena Hernia dan stroke akan kita masukan di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Supaya masuk keanggotaan Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
“Kemaren, bersama camat dan bidan desa Homecare kita sudah melakukan kunjungan di kediaman pasturi tersebut, untuk bantuan tersebut secepatnya kita akan serahkan,” ujarnya. (zal)
Sambut Satu Muharram, Pemdes Bogorejo Gelar Pawai Budaya
Pesawaran (RN) -Dalam rangka menyambut dan memeriahkan tahun baru islam 1 Muharram 1446 Hijriah,Pemerintah Desa Bogorejo Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Menggelar acara Grebeg Suro kegiatan digelar di Halaman Desa setempat, Senin (29/07/2024)
Kepala Desa Bogorejo Hermansyah menuturkan, kegiatan Grebeg Suro dan kirab budaya ini digelar rutin setiap tahun untuk merayakan hasil panen bumi yang ada di Desa Bogorejo.
“Kita juga adakan karnaval pawai budaya keliling dusun Desa Bogorejo. Pawai tersebut diikuti kendaraan roda empat dan pejalan kaki, pawai budaya menjadi salah satu sorotan utama dalam perayaan kali ini,” kata Herman.
Herma juga menjelaskan, dalam pawai tersebut warga berlomba-lomba memamerkan kostum tradisional jawa. Semangat Grebeg Suro begitu terasa dalam setiap langkah warga, dengan senyum ceria dan tawa riang menghiasi wajah mereka sebagai ungkapan kebahagiaan dan rasa syukur atas limpahan berkah yang mereka terima.
“Dalam pawai tersebut warga juga menampilkan gunungan tumpeng kreatif yang di hiasi beraneka ragam hasil panen bumi yang ada di Desa Bogorejo,” ujarnya.
Menurut Herman, kegiatan rutin ini juga mempererat ajang silaturahmi, menjaga kerukunan dan kekompakan, serta menggali kembali cikal bakal adat yang ada di Desa Bogorejo. Yang paling utama adalah berdoa bersama untuk mengenang dan mendoakan para leluhur yang telah almarhum, atas jasa-jasa mereka dalam memperjuangkan dusun dan desa, Bogorejo.
“Diera modern ini, diharapkan tradisi Grebeg Suro tetap menjadi identitas dan kebanggaan Desa Bogorejo. Festival Grebeg Suro mengajarkan nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, tolong-menolong, dan rasa syukur. Semoga tradisi ini dapat terus berkembang dan dilestarikan oleh generasi mendatang,” harapnya.
Ditempat yang sama Salah satu warga setempat,Yuli Dawati mengaku rutin mengikuti Grebeg Suro setiap tahun yang di gelar oleh desa.
“Semoga di bulan Suro ini Desa Bogorejo di jauhkan dari balak, bencana dan masyarakat nya mendapatkan barokah, keselamatan,” ujarnya. (zal)
“Diera modern ini, diharapkan tradisi Grebeg Suro tetap menjadi identitas dan kebanggaan Desa Bogorejo. Festival Grebeg Suro mengajarkan nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, tolong-menolong, dan rasa syukur. Semoga tradisi ini dapat terus berkembang dan dilestarikan oleh generasi mendatang,” harapnya.
Ditempat yang sama Salah satu warga setempat,Yuli Dawati mengaku rutin mengikuti Grebeg Suro setiap tahun yang di gelar oleh desa.
“Semoga di bulan Suro ini Desa Bogorejo di jauhkan dari balak, bencana dan masyarakat nya mendapatkan barokah, keselamatan,” ujarnya. (zal) Tiga Pelaku Penyalahgunaan Narkoba Ditangkap Polisi
Pesawaran (RN)- Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Pesawaran Polda Lampung berhasil meringkus tiga pelaku penyalahgunaan narkoba jenis Sabu sabu.
Mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu dengan mengamankan 3 (tiga) orang terduga pelaku, pada hari Rabu (24/7/2024).
Ketiga pelaku berinisial MS (28), AI (24), dan IS (38) ditangkap oleh Tim Opsnal Satres Narkoba. Di Jalan Lintas Sumatera desa Bumi Agung, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Ketiganya berasal dari Kota Bandar Lampung.
Kasat Resnarkoba Polres Pesawaran IPTU Muhammad Nufi, mewakili Kapolres Pesawaran AKBP Maya Henny Hitijahubessy, menjelaskan, bahwa penangkapan dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat terkait aktivitas penyalahgunaan narkoba di wilayah tersebut.
“Pada hari Rabu (24/07/24) siang sekira pukul 13.30 WIB, kami berhasil mengamankan ketiga Pelaku penyalahgunaan narkoba dengan barang bukti yang di temukan dari penguasaan pelaku sebanyak 4 (Empat) bungkus plastik klip bening berisi kristal putih yang di duga narkotika jenis sabu dengan berat netto keseluruhan 0,38 gram,” kata IPTU Nufi, Senin, (29/07/2024).
Lebih lanjut, IPTU Nufi mengatakan bahwa Polri Presisi mendukung percepatan transformasi yang inklusif dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Pesawaran untuk aktif dalam melawan peredaran narkoba yang dapat merusak generasi muda,” ujarnya.
“Kehadiran narkoba dapat menghambat pencapaian visi Indonesia Emas pada tahun 2045,” tegas Nufi.
Saat ini, ketiga pelaku masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan di Mapolres Pesawaran sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
“Ketiga pelaku disangkakan dengan pasal 114 ayat (1) jo 132 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) jo 132 ayat (1) tentang UU RI no 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana penjara selama 5 tahun,” tegasnya. (zal)
Sebanyak 23 Napi Jaringan Narkoba Fredy Pratama Dipindahkan ke Lapas Nusakambangan
Lampung (RN) – Sebanyak 23 narapidana jaringan narkoba Fredy Pratama dipindahkan dari Lapas Narkotika Way Hui ke Lapas Nusakambangan Cilacap. Pemindahan ini berlangsung pada Kamis 25-7-2024 malam.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik mengatakan ke 23 narapidana tersebut telah tiba di Lapas Nusakambangan pada Jumat 26-7-2024 pagi.
“Polda Lampung meminta kepada Kanwil Kemenkumham Lampung untuk memindahkan 23 narapidana narkoba jaringan Fredy Pratama dari sebelumnya ditahan di Lapas Way Hui ke Lapas Nusakambangan,” katanya, Sabtu (27/7/2024)
“Pemindahan dilakukan pada Kamis malam dan Jumat pagi telah tiba di sana (Nusakambangan),”sambungnya.
Umi menuturkan, dalam proses pemindahan ini dijaga ketat oleh Satuan Brimob Polda Lampung.
“Proses memang ketat dan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), jadi dijaga ketat oleh Satuan Brimob bersenjata lengkap. Kemudian para narapidana ini juga diborgol baik kaki dan tangannya, mata mereka juga ditutup menggunakan lakban hitam,” jelasnya.
Dia menyebutkan, alasan pemindahan ini karena dikhawatirkan akan adanya upaya membuat jaringan baru yang terjadi di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).
“Total ada 23 narapidana jaringan narkoba Fredy Pratama yang kami tangkap dan telah mendapatkan vonis persidangan. Alasannya karena dikhawatirkan mereka akan membangun jaringan baru. Maka kami meminta untuk mereka di pindahkan ke lapas highres yakni di Nusakambangan,” ungkap Umi.
Dia menjelaskan, para narapidana yang dipindahkan ini merupakan orang-orang yang terlibat langsung dalam jaringan Fredy Pratama selama bertahun-tahun.
“Ya memang tidak semua, alasan kami karena mereka yang dipindahkan ini sejak awal terbangun jaringan ini memang telah berada didalamnya. Maka napi-napi ini yang kami nilai berbahaya kami pindahkan ke Nusakambangan,” tandasnya. (Rls/Red)
HUT Desa Bagelen Ke-119, Bupati Pesawaran: Desa Bagelen Lokasi Transmigrasi Pertama di Lampung
Pesawaran (RN) Peringati HUT yang Ke -119 Pemerintah Desa ( Pemdes) Bagelen Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran menggelar pertunjukan seni budaya wayang kulit, acara diselenggarakan di halaman Balai Desa setempat Sabtu,(27/07/2024) malam.
Pertunjukan seni budaya wayang kulit tersebut dibawakan oleh dalang Ki Gondo Sukono dari Jawa Tengah dengan judul “Gatot kaca membangun Pringgodani” dengan makna seorang kesatria membangun tempat untuk memperbaiki diri.
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona yang di wakili sekretariat Dewan DPRD Kabupaten Pesawaran Toto Sumedi, menjelaskan atas nama pemerintah Kabupaten Pesawaran, menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada masyarakat Bagelen yang partisipasi turut serta membangun Kabupaten Pesawaran.
“Selamat Ulang Tahun ke-119 kepada Desa Bagelen dan segenap masyarakat Desa Bagelen yang telah berpartisipasi membangun serta memajukan Kabupaten Pesawaran. Pada usianya ke-119 ini merupakan sejarah panjang perjalanan bagi Desa Bagelen sebagai lokasi Transmigrasi pertama di Lampung bahkan di Indonesia,” kata Toto.
Dirinya juga meminta kepada masyarakat jadikan hari jadi ke-119 Desa Bagelen ini sebagai momentum untuk introspeksi bersama antara pemerintah maupun masyarakat, sekaligus menetapkan resolusi atau ketetapan hati berupa kebulatan tekad, guna meningkatkan kesejahteraan, kemajuan dan kemakmuran wilayah.
“Kedepannya nanti Desa Bagelen dapat semakin berkembang kearah yang lebih maju dan menjadi desa yang produktif dan mandiri, dan menjadi teladan bagi desa-desa disekitar,” ujarnya.
Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Desa Bagelen Merdi Parmanto mengucapkan terimakasih kepada tamu undangan, tokoh agama dan masyarakat desa yang telah hadir memenuhi undangan kami.
“Saya berharap kedepan wayang kulit ini menjadi rutinitas setiap tahun nya, sehingga bisa mengakomodir ekonomi budaya sehingga kedepannya Desa Bagelen lebih maju lagi,” ujarnya.
“Saat ini kesenian wayang kulit bisa dirasakan kedamaian dan sejuk, semoga ruwatan desa ini dapat membawa kedamaian, menghilangkan balak, bencana dan cobaan yang menyusahkan masyarakat selama ini,” tutupnya. (zal)
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona yang di wakili sekretariat Dewan DPRD Kabupaten Pesawaran Toto Sumedi, menjelaskan atas nama pemerintah Kabupaten Pesawaran, menyampaikan penghargaan dan terimakasih kepada masyarakat Bagelen yang partisipasi turut serta membangun Kabupaten Pesawaran.
“Selamat Ulang Tahun ke-119 kepada Desa Bagelen dan segenap masyarakat Desa Bagelen yang telah berpartisipasi membangun serta memajukan Kabupaten Pesawaran. Pada usianya ke-119 ini merupakan sejarah panjang perjalanan bagi Desa Bagelen sebagai lokasi Transmigrasi pertama di Lampung bahkan di Indonesia,” kata Toto.
Dirinya juga meminta kepada masyarakat jadikan hari jadi ke-119 Desa Bagelen ini sebagai momentum untuk introspeksi bersama antara pemerintah maupun masyarakat, sekaligus menetapkan resolusi atau ketetapan hati berupa kebulatan tekad, guna meningkatkan kesejahteraan, kemajuan dan kemakmuran wilayah.
“Kedepannya nanti Desa Bagelen dapat semakin berkembang kearah yang lebih maju dan menjadi desa yang produktif dan mandiri, dan menjadi teladan bagi desa-desa disekitar,” ujarnya.
Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Desa Bagelen Merdi Parmanto mengucapkan terimakasih kepada tamu undangan, tokoh agama dan masyarakat desa yang telah hadir memenuhi undangan kami.
“Saya berharap kedepan wayang kulit ini menjadi rutinitas setiap tahun nya, sehingga bisa mengakomodir ekonomi budaya sehingga kedepannya Desa Bagelen lebih maju lagi,” ujarnya.
“Saat ini kesenian wayang kulit bisa dirasakan kedamaian dan sejuk, semoga ruwatan desa ini dapat membawa kedamaian, menghilangkan balak, bencana dan cobaan yang menyusahkan masyarakat selama ini,” tutupnya. (zal) 