Jalan Penghubung Desa Diperbaiki, Warga Ucapkan Terimakasih Kepada Pemkab Pesawaran
Pesawaran (RN)- Masyarakat Desa Tanjungrejo dan Gunungsari Kecamatan Way Khilau ucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Pesawaran, atas perbaikan jalan penghubung yang telah rusak.
Pasalnya perbaikan jalan tersebut sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat setempat, karena jalan rusak tersebut sudah bertahun-tahun dan baru tahun ini bisa diperbaiki.
Putra salah satu warga Desa Gunung Sari menyampaikan ucapan terimakasih kepada Pemkab Pesawaran yang telah memperbaiki jalan tersebut.
“Setiap hari saya menggunakan dan melintas dijalan Gunung Sari-Tanjung Rejo untuk mengantar anak ke sekolah, tentunya dengan adanya perbaikan jalan ini sangat berdampak baik bagi masyarakat,” kata dia, Jum’at (04/10/2024).
“Alhamdulillah jalan yang selama ini rusak sekarang lagi di perbaiki dan mudah-mudahan perbaikan ini bisa sampai di rabat beton atau hotmik kedepannya biar awet dan masyarakat nyaman melintas,” timpalnya.
Hal senada juga disampaikan, Turmudi warga Desa Tanjung Rejo menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona karena telah mewujudkan harapan dan impian masyarakat Tanjung Rejo yang telah lama mengidam idamkan pembangunan jalan, yang selama ini rusak parah.
“Jalan ini adalah lintas yang menghubungkan beberapa desa yang menjadi akses perekonomian dan mengangkut hasil pertanian masyarakat,” ungkapnya.
Dirinya juga berharap pula untuk kedepan lebih diperhatikan pembangunan jalan kami, meski saat ini masih belum bisa dikatakan bagus kualitas jalan yang dibangun namun pihaknya sudah bersyukur sekali dengan adanya pembangunan jalan ini.
“Mudah-mudahan kedepannya pembangunan jalan-jalan rusak akan lebih baik lagi, tentunya untuk kemudahan masyarakat dalam beraktivitas,” pungkasnya (Red).
DPLH Pesawaran Rumuskan Skenario Pembangunan Berkelanjutan
Pesawaran (RN) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup (PLH) menggelar Uji Publik II Kajian Lingkungan Hidup Strategis Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (KLHS RPJMD) Tahun 2025 – 2029 di Aula Hotel De Green, Bandar Lampung Kamis, (3/10/2024).
Kepala dinas PLH Linda Sari mengatakan, digelarnya kegiatan uji publik KLHS RPJMD ini guna merumuskan skenario dan rekomendasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) melalui analisis yang sistematis, menyeluruh, dan partisipatif.
“Dalam penyusunan KLHS RPJMD ini Dinas PLH telah menyusun beberapa proyeksi skenario mengenai daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup di Kabupaten Pesawaran. Diantaranya yakni mengenai daya dukung air, skenario daya dukung lahan, serta rasio tampung penduduk,” kata dia.
Untuk daya dukung air, Linda menyebut ketersediaan air diproyeksikan masih mengalami surplus hingga 5 tahun ke depan. Namun beberapa upaya menurutnya masih perlu dilakukan untuk mempertahankan kesediaan air.
Diantaranya yaitu dengan kesadaran menghemat penggunaan air melalui upaya sosialisasi, reboisasi dan penghijauan pada area pemukiman dan jalan besar, membangun waduk di area yang berpotensial mengalami kekeringan, serta memelihara atau melakukan rehabilitasi konservasi lahan dan air.
Sementara itu, untuk daya dukung lahan potensial diperkirakan akan terus menurun dalam 5 tahun ke depan. Untuk itu perlu adanya upaya untuk mempertahankan daya dukung lahan melalui penyediaan ruang terbuka hijau pada kawasan pemukiman pada penduduk serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan penataan ruang.
Adapun untuk rasio daya tampung penduduk di Kabupaten Pesawaran menurut Linda masih dapat dikategorikan bagus untuk dalam 5 tahun kedepan.
“Upaya yang dapat dilakukan untuk mempertahankannya adalah dengan meningkatkan pengendalian pemanfaatan ruang dan mengarahkan pembangunan pada kawasan pemukiman,” ujarnya.
Ditempat yang sama, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona diwakili Sekretaris Daerah Wildan, mengatakan bahwa penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) menjadi dasar dalam penyusunan perencanaan program pembangunan daerah berupa dokumen RPJMD.
KLHS ini menurutnya harus terbentuk dari analisis yang sistematis, menyeluruh dan partisipatif untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam kebijakan atau rencana program pembangunan suatu wilayah.
Untuk menghasilkan dokumen KLHS yang berkualitas, Wildan mengamanatkan agar tahapan-tahapan penyusunan KLHS hendaknya dapat dilaksanakan secara maksimal, mulai dari pengumpulan data hingga tahapan validasi.
“Oleh karena itu, saya mengajak untuk bersama-sama membangun kesepahaman dan dapat memberikan informasi, masukan, dan data sebanyak mungkin sebagai salah satu dukungan dalam penyusunan KLHS RPJMD Kabupaten Pesawaran,” ujar Sekda
Mengingat pentingnya kegiatan ini, dirinya turut berpesan agar pengelolaan dan pendayagunaan sumberdaya alam sebagai modal dasar pembangunan berkelanjutan harus benar-benar memperhatikan kapasitas daya dukung, daya tampung serta melakukan perkiraan dampak dan resiko lingkungan hidup.
Selain itu, kinerja layanan, jasa ekosistem, efisiensi pemanfaatan sumber daya alam, tingkat kerentanan dan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim, juga menjadi hal yang harus diperhatikan.
“Guna mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs) yang sesuai dengan visi Kabupaten Pesawaran, maka perlu ada kesepakatan yang mendorong ke arah pembangunan berkelanjutan berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraan untuk mendorong pembangunan sosial, ekonomi dan lingkungan hidup secara berkesinambungan,” ucapnya. (Red/Rls)
Relawan Muda Sosialisasikan Program CAKEP Tampa Memakai Politik Sara
Pesawaran (RN) – Relawan Muda Nanda-Anton yang merupakan sayap tim pemenangan pasangan nomor urut 02 pada Pilkada Pesawaran 27 November 2024 melarang keras anggotanya memakai politik berbau rasisme dan sara.
Hal tersebut ditegaskan sekretaris Relawan Muda Nanda-Anton, Deri F Tampi menanggapi narasi berbau suku oleh oknum tim sukses salah satu calon bupati Pesawaran di media sosial.
“Kami sudah lakukan rapat dengan pengurus relawan muda Nanda-Anton membahas program sosialisasi door to door yang dalam waktu dekat akan kami gelar di 11 Kecamatan dan 148 Desa, jadi keputusannya tegas kami pengurus melarang sosialisasi berbau sukuisme karena berpotensi membuat perpecahan ditengah masyarakat,” tegas Deri, Kamis (3/10/2024) via sambungan seluler.
Hal tersebut dirasa penting karena kata Deri, pilkada Pesawaran tidak hanya berbicara menang atau kalah namun lebih kepada nasib Kabupaten Pesawaran kedepan.
“Terkait pilkada, kemenangan Nanda-Anton harga mati bagi kami, kami akan terus bergerak sampai masa pemilihan, namun kami memilih jalan menang terhormat dengan tidak menghalalkan segala cara, tapi dengan visi,” kata dia.
“Apalagi program bu Nanda ini kan banyak, kami meminta relawan muda untuk sosialisasi ke masyarakat tentang program “cakep” kita agar masyarakat tau bahwa Nanda-Anton pilihan tepat,” tambahnya.
Deri menghimbau seluruh pihak menjaga suasana dengan tidak memakai cara yang berpotensi membuat kegaduhan ditengah masyarakat.
“Kedua pasangan calon Bupati sudah sepakat menjalankan pemilu damai, jangan lagi ada cara-cara kotor yang dipakai sehingga masyarakat terpecah belah, kita bantu aparat kepolisian menjaga suasana, dan relawan muda Nanda-Anton akan menjadi garda depan dalam menjaga kondusifitas pilkada bersama elemen yang ada,” ujarnya.
Deri menjabarkan, isu berbau sukuisme hanya akan memperburuk citra calon bupati di mata pemilih, karena menurutnya Pesawaran merupakan Kabupaten yang beraneka ragam suku dan budaya.
“Apa calon sudah tidak ada program sehingga harus menjual isu beraroma rasis? Contohnya saya, jangan ditanya suku saya apa, karena saya lahir di Pesawaran, sekolah, cari nafkah di Pesawaran, kalau boleh memilih nanti mati juga maunya di Pesawaran, artinya ini kampung halaman kita semua,” ungkapnya.
“Jika ada yang mengaku relawan muda tapi memakai isu sara artinya itu bukan bagian dari kami, sesuai instruksi bu Nanda seluruh pendukung harus menjaga suasana tetap aman dan damai,” pungkasnya. (Red)
Pemkab Pesawaran Perbaiki Ruas Jalan Rusak Penghubung Dua Desa
Pesawaran (RN) – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pesawaran terus memperbaiki jalan-jalan rusak penghubung antar desa di kabupaten setempat secara bertahap.
Perbaikan jalan rusak yang dilakukan Pemda Pesawaran kali ini di ruas jalan Desa Tanjungrejo menuju jalan Desa Gunungsari Kecamatan Waykhilau.
Tentunya perbaikan jalan rusak tersebut sangat disambut baik dan dinanti-nantikan oleh masyarakat Desa Tanjungrejo dan Desa Gunungsari. Karena jalan tersebut merupakan jalan fungsional masyarakat setempat untuk tranformasi bagi warga dan para petani.
Sekretaris Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pesawaran David Oktoriandi mengatakan, bahwa penanganan dan pemeliharaan jalan tersebut sepanjang 2 kilometer, yaitu dari Desa Tanjungrejo sampai Desa Gunungsari Kecamatan Way Khilau.
“Tujuan perawatan jalan ini agar secara fungsional dapat mempermudah akses masyarakat dalam beraktivitas,” kata David, Rabu (02/10/2024).
“Perbaikan jalan ini sampai dengan lapen, dan ini belum selesai, progresnya masih terus berjalan. Doakan saja supaya perbaikan jalan ini bisa cepat dirampungkan,” timpalnya.
Sementara itu, Camat Way Khilau Nazam Roni mengatakan, bahwa perbaikan jalan Desa Tanjungrejo tersebut baru saja dimulai, dan mudah-mudahan perbaikan jalan tersebut bisa selesai dalam waktu sebulan ini.
“Tadi sudah kita cek ke lokasi, dan kita lihat pengerjaannya sudah mulai dilakukan, bahkan jalan-jalan yang sebelumnya berlubang saat ini sudah mulus diperbaiki,” kata dia.
Menurutnya, saat ini jalan tersebut sudah tahapan pemerataan dan sudah tidak ada lagi yang berlubang bahkan sudah enak untuk dilalui kendaraan masyarakat.
“Dengan adanya perbaikan jalan ini tentunya sangat berdampak bagi masyarakat, karena mereka semakin mudah untuk melalui jalan tersebut, terlebih lagi bagi para petani yang melalui jalan itu untuk menuju sawah mereka,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, bahwa sebelumnya memang banyak masyarakat yang meminta dan menyampaikan untuk perbaikan jalan tersebut.
“Saat ini sudah dilakukan perbaikan. Saya yakin masyarakat sangat senang dan antusias karena jalan yang mereka lalui saat ini sudah mulus,” pungkasnya. (Red)
Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Paslon Nanda Anton Gulirkan Program Produktif
Pesawaran (RN) – Sejahterakan serta kemandirian desa yang ada di Kabupaten Pesawaran, pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran nomor urut 2 Nanda Indira-Antonius Muhammad Ali siap menggulirkan program produktif.
Salah satu program dari visi misi CAKEP ini, diusung untuk mewujudkan masyarakat yang produktif dan kreatif, dengan memanfaatkan serta mengelola sumber daya alam yang ada di desa.
Cawabup Antonius M. Ali menerangkan, program ini akan dijalankan dalam rangka untuk mewujudkan masyarakat yang produktif dan inovatif, agar tidak terus bergantung dengan program-program dari pemerintah.
Apalagi permasalahan yang sering terjadi di masyarakat menurut dia, tidak banyak masyarakat yang menyadari pentingnya melakukan hal yang bisa menghasilkan dan memulai berinovasi untuk menciptakan produk baru yang mendatangkan keuntungan dengan pengelolaan sumber daya alam yang ada di lingkungan masyarakat itu sendiri.
“Dalam program ini kami ingin mengajak masyarakat untuk mengenali potensi diri dan lingkungannya, agar dapat memaksimalkan aktivitas kerja yang memiliki nilai tambah dan memberikan penghasilan bagi masyarakat itu sendiri,” kata dia, Selasa (1/10/2024).
Selain itu, membina masyarakat desa agar produktif dan inovatif, sehingga bisa menjadi kreator-kreator baru pembuka lapangan kerja. Dengan harapan, angka pengangguran dapat ditekan dan angka produktivitas masyarakat desa meningkat.
Sedangkan Cabup Nanda Indira menambahkan, program ini merupakan salah satu langkah kepekaan dalam merespons tuntutan kebutuhan masyarakat yang terjadi saat ini. Selain itu juga, memberikan pemahaman tentang prinsip hidup positif, dinamis, dan kreatif, agar masyarakat siap menghadapi tantangan ke depannya.
“Membangkitkan semangat dan menanamkan optimisme masyarakat. Serta mengubah cara pandang untuk menjadi percaya diri, dengan menggali potensi yang dimiliki, baik individu atau kelompok. Karena setiap manusia memiliki potensi, tetapi kadang-kadang tidak digali dan dikembangkan,” ujarnya.
Dalam program ini, pihaknya juga akan memberikan pelatihan dan pendampingan dalam memanfaatkan sumber daya yang ada, yang diarahkan pada kegiatan-kegiatan produktif. Sehingga membangkitkan kreatifitas warga untuk menciptakan sesuatu yang bernilai untuk mendapatkan keuntungan finansial.
Selain pemerintah, tambah Nanda, dalam program ini diperlukan adanya upaya bersama dan kerjasama yang baik. Upaya ini dapat dilakukan dengan sebuah gerakan menuju masyarakat yang kreatif dan produktif agar lebih cepat. Melakukan pendataan potensi, kemampuan yang dimiliki warga, dan mengelompokkannya untuk kepentingan pembinaan selanjutnya. Misalnya kelompok produksi kuliner, budidaya, kelompok industri kreatif atau barang-barang kerajinan yang jenisnya disesuaikan dengan ketersediaan bahan dasar yang dimiliki desa atau kawasan.
Selain itu, pendataan sumber daya yang ada, baik yang dimiliki individu, kelompok, maupun desa/kawasan, lingkungannya, serta pendataan sumber daya, pembinaan per-kelompok dan pendampingan sesuai dengan jenisnya, yang dilakukan bekerja sama dengan Dinas terkait untuk kepentingan pengembangan kreatifitas dan inovasi produk dengan jaringan pemasaran
“Jika program dengan gerakan membangun masyarakat produktif dan kreatif ini berjalan, tentunya kesejahteraan warga akan meningkat, karena perekonomian bangkit. Pengangguran berkurang, pendapatan meningkat, biaya pendidikan dapat terpenuhi, dan kehidupan sosial tercipta dengan baik,” pungkasnya. (R-1)
Koordinator UMKM Provinsi Lampung Merasa Dirugikan Terkait Berita Yang Beredar
Pesawaran (RN) – Saat menjadi narasumber pada pelatihan UMKM di Gedung Koperasi Desa Way Urang Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran, Minggu (29/9/2024) lalu. Koordinator Ruang UMKM Provinsi Lampung Tri Indah merasa dirugikan terkait berita yang beredar. Dirinya merasa dibenturkan antara Ruang UMKM dan pelaku UMKM dengan Pembina UMKM Pesawaran Nanda Indira.
Menurutnya, acara yang digelar merupakan program Ruang UMKM kepada pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Pesawaran agar mendapatkan edukasi tentang pentingnya kualitas dan perizinan produk yang akan disalurkan.
“Saya juga kaget, kok beredar berita seolah-olah saya menyalahkan Ibu Nanda Indira tentang UMKM Pesawaran, pada kenyataannya saya menjabarkan permasalahan UMKM secara umum bahwa pelaku usaha belum maksimal memanfaatkan program dari pemerintah terkait regulasi, jadi hadirnya kami untuk membantu pelaku UMKM mendapatkan fasilitas tersebut,” kata Indah melalui sambungan telepon, Senin (30/9/2024).
Menurutnya, program dari Pemkab Pesawaran sudah sangat maksimal, hanya saja tidak semua pelaku UMKM faham regulasinya sehingga pihaknya akan melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM mendapatkan apa yang disediakan pemerintah.
“Pemkab Pesawaran sudah sangat maksimal, hadirnya kami untuk memfasilitasi mereka mendapatkan kemudahan fasilitas yang diberikan Pemkab Pesawaran,” ujarnya.
Tri menuturkan, dirinya telah meminta pewarta untuk meluruskan berita yang berkembang agar tidak menjadi salah faham.
“Kok kami seperti dibenturkan dengan pembina kami sendiri, kami independen dan tidak ada sangkut pautnya dengan politik, hadirnya kami untuk pelaku UMKM, kita ada kok dokumentasinya semua, saya sudah hubungi wartawan untuk mengklarifikasi berita yang berkembang,” kata dia.
“Bahkan kami tidak bisa memberikan uang bensin kepada kawan-kawan media kemarin, karena kami ini aktivis UMKM, dan kegiatan ini murni kegiatan perjuangan UMKM, tidak ada anggaran, kalau mau memajukan UMKM ayo kita bersama-sama,” timpalnya.
Ia berharap kehadiran Ruang UMKM ditengah pelaku usaha mampu membantu memajukan UMKM yang ada di Provinsi Lampung secara umum.
“Ya, kami akan melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM untuk dapat bersinergi dengan program Pemkab Pesawaran yang kita semua tahu memiliki program berjenjang sehingga dari tahun ke tahun jumlah UMKM Pesawaran meningkat” pungkasnya.
Untuk diketahui, Kegiatan Pelatihan dan Pendampingan UMKM yang diikuti oleh 100 peserta ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para pelaku UMKM, sehingga memiliki ide-ide kreatif untuk mengembangkan usahanya, sehingga memiliki daya saing. (R-1)
Bupati Pesawaran Minta KPM Manfaatkan BLT-DD Seefektif Mungkin
Pesawaran (RN)- Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengingatkan kepada para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT DD) untuk bisa menggunakan bantuan tersebut dengan sebaik mungkin.
Menurutnya bantuan tersebut diberikan bertujuan untuk meningkatkan geliat perekonomian ditangan masyarakat desa.
“Saya ingin berpesan kepada KPM agar bisa seefektif mungkin dalam menggunakan bantuan ini (BLT DD), karena tujuan adanya bantuan ini adalah untuk meningkatkan perputaran ekonomi di desa, jadi jangan dapat bantuan di Pesawaran belanjanya diluar Pesawaran,” candanya di Desa Purworejo, Kecamatan Negeri Katon, Senin (30/09/2024).
Dendi juga berharap bantuan BLT DD bisa meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat. Di Kedondong, dimana ada seorang warga yang menggunakan sebagian bantuannya untuk modal usaha, dimana usahanya saat ini mulai berkembang, tentunya ini merupakan contoh yang baik, meski saya tahu bantuan ini tidak seberapa jika dibandingkan kebutuhan, tapi semangat dan inovasinya semoga bisa menular kepada warga lainnya.
“Saya menyampaikan permohonan maaf, jika dalam pendistribusian bantuan maupun insentif aparatur desa sedikit terhambat, namun hal itu karena adanya dinamika yang terjadi hampir diseluruh Pemerintah Kabupaten/kota bukan hanya di Kabupaten Pesawaran,” ujarnya.
“Yakinlah ini hanya soal keterlambatan bukan masalah tunda-menunda karena memang tidak ada kapasitas kami untuk menahannya, dan ini juga bukan salah dari teman-teman di Pemda, tapi memang prosesnya, ini juga terjadi kepada insentif aparatur desa, karena untuk penyelesaiannya tergantung dari ketersediaan anggaran dari pajak, dimana pajak disetorkan kepusat lalu kita menunggu untuk kembali ditransfer dibagi ke daerah,” tukasnya.
Ini juga tantangan bagi saya sebagai Bupati, saya ini di Pemerintah pusat maupun Provinsi selalu mengkonfirmasi hal ini, sebab memang sudah menjadi tanggungjawab, tapi kita bersyukur, kita sudah mendapatkan solusi, Mudah-mudahan semuanya akan selesai pada akhir tahun ini.
“Saya juga ingatkan, jangan ada oknum yang coba-coba untuk memainkan bantuan ini, seperti misalnya dengan berbagai alasan melakukan potongan jumlah bantuannya, ini yang bakal kita selesaikan jika terbukti,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Negeri Katon Enggo Pratama didampingi Pj Kepala Desa Purworejo Ardiansyah mengatakan jika distribusi BLT DD ini merupakan tahap yang kedua. “Hari ini kita mendistribusikan BLT DD kepada 57 KPM yang ada di Desa Purworejo, dimana besarannya sejumlah Rp300 ribu per bulan,” ungkapnya.
Selain itu, kata dia, Bupati Pesawaran juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan jalan pertanian di Desa Purworejo.
“Ya, selain penyerahan BLT DD, pak Bupati juga meresmikan secara simbolis mulainya pembangunan jalan pertanian di Dusun empat, Desa Purworejo sepanjang 350 meter berupa rabat beton, karena memang jalan itu sering digunakan masyarakat untuk aktifitas pertanian dengan harapan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya para petani yang ada di Desa Purworejo,” tutupnya. (zal)
Pelancar Distribusi Hasil Pertanian, Bupati Dendi Letakan Batu Pertama Pembangunan Jalan Usaha Tani
Pesawaran (RN)- Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona meninjau sekaligus melakukan peletakkan batu pertama pembangunan jalan Usaha Tani sepanjang 350 meter di Desa Purworejo, Kecamatan Negeri Katon pada Senin, (30/9/2024).
Peninjauan itu dilakukan Bupati usai menghadiri penyerahan Bantuan Langsung Tunai di Balai Desa setempat. Turut serta mendampingi Bupati, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Joni Arizon, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesra Sunyoto, Kepala Dinas PMD Nur Asikin, serta jajaran aparatur Desa Purworejo.
Bupati Dendi menjelaskan bahwa pembangunan Jalan Usaha Tani ini merupakan hasil kesepakatan bersama masyarakat dan aparatur desa yang bersumber dari anggaran dana desa. Diharapkan melalui pembangunan ini, aksesibilitas pertanian di Desa Purworejo bisa lebih terbantu.
“Kita tentu sama-sama berharap jalan ini bisa membawa kemajuan bagi masyarakat, hasil pertanian semakin berlimpah, kemudahan dalam distribusi terjamin, dan insyaallah manfaatnya bisa lebih luas,” ujar Bupati Dendi.
Disamping pembangunan infrastruktur jalan, Bupati Dendi juga menyebut bahwa berbagai program lain masih dibutuhkan guna membawa kemajuan bagi masyarakat desa. Termasuk program sosial kemasyarakatan dan juga program penunjang usaha tani.
“Mari kita berdoa dan berpikir optimis bagaimana Purworejo dari tahun ke tahun bisa membangun. Jangan lelah untuk berpikir dan berdoa dan kita sama-sama wujudkan mimpi masyarakat Purworejo untuk yang lebih baik,” ungkap Bupati.
Pj Kepala Desa Purworejo Ardiansyah mengatakan bahwa sebagian besar masyarakat desa Purworejo bermata pencarian sebagai petani. Oleh karenanya, kualitas infrastruktur jalan menjadi kebutuhan yang penting dalam mempermudah mobilitas masyarakat dalam penyaluran hasil pertanian.
“Memang pembangunan Jalan Usaha Tani ini datang dari aspirasi dan permintaan masyarakat. Jadi setiap panen berbarengan dengan hujan sehingga aksesnya sulit, sehingga jalan ini diharapkan dapat membantu dan lebih efisien,” ujar Ardiansyah.
Ardiansyah menyebut, proses pengerjaan jalan dilakukan dengan cara gotong royong melibatkan masyarakat setempat.
“Estimasi mungkin sekitar 1 bulan paling lama mudah-mudahan selesai,” kata dia. (zal)
Korban Angin Puting Beliung di Kecamatan Negeri Katon Terima Bantuan Bedah Rumah
Pesawaran (RN)- Pemerintah Kabupaten Pesawaran memberikan bantuan bedah rumah untuk korban Angin Puting Beliung, di Desa Pejambon Kecamatan Negeri Katon.
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan, Pemkab Pesawaran menyerahkan bantuan berupa panganan siap saji, bantuan beras, tiker dan air mineral yang diperuntukkan bagi warga yang terkena musibah.
“Kemudian, kita juga bersama BAZNAS memberikan bantuan berupa bedah rumah bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat, kemudian ada juga tali asih yang kita berikan untuk membantu warga,” kata Dendi saat meninjau lokasi korban puting beliung. Senin (30/09/2024).
Pada kesempatan ini juga, Dendi mengimbau kepada masyarakat Pesawaran, untuk selalu berhati-hati dalam perubahan musim dari kemarau ke musim penghujan.
“Kita ketahui, geografis Pesawaran menjadi daerah yang rawan terkena musibah, baik itu saat musim kemarau ataupun musim penghujan, maka dari itu masyarakat harus tetap waspada dan berhati-hati,” ujar dia.
Sementara itu, Kepala Desa Pejambon Edi Wartoyo mengatakan, kejadian musibah angin puting beliung tersebut terjadi pada minggu 29 September 2024 sekitar pukul 14.00 wib.
“Kejadiannya itu sekitar 15 menitan, saat itu kondisi cuaca sedang hujan lebat, tak berselang lama angin kencang datang juga, langsung menerbangkan genteng rumah milik warga,” kata dia.
Dirinya mengatakan, dalam kejadian angin puting beliung tersebut tidak ada korban jiwa, hanya saja terdapat sebanyak 24 rumah yang mengalami kerusakan.
“Kerusakan nya ini mulai dari rusak ringan dan sedang, kemudian ada satu rumah yang mengalami rusak berat bagian dapurnya, karena rusak tertimpa pohon,” katanya. (zal)
