Nurwi: Narasi Yang Dibangun Aries Sandi Hanya  Pencitraan 

Pesawaran (RN) – Direktur Eksekutif Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Pesawaran Nurwi mengkritisi narasi yang dikembangkan terkait calon Bupati (Cabup) Pesawaran Aries Sandi Darma Putra dengan sejumlah menteri dari kader Demokrat. Nurwi mengatakan, saat dirinya diperlihatkan video Aries Sandi bersalaman dengan AHY di acara bimtek anggota DPRD Partai Demokrat se-Indonesia, tersebut dirinya mengaku hanya tertawa saja. “Itu kan acara bimtek anggota DPRD Partai Demokrat se-Indonesia, bukan acara khusus Pilkada, kalau salaman dengan Ketum AHY, saya juga kalau hadir disana pasti salaman dan berfoto bersama,” kata Nurwi, melalui pesan WhatsApp, Selasa (5/11/2024). Hal tersebut diungkapkan Nurwi karena ada narasi yang dibangun bahwa Kabupaten Pesawaran akan berdampak jika Aries Sandi jika menjadi Bupati Pesawaran. Dan Nurwi menganggap narasi tersebut berlebihan. “Kan kita tahu bersama jika Antonius Muhammad Ali lebih memiliki kedekatan langsung dengan Presiden Prabowo, buktinya kemarin Ketua MPR RI Ahmad Muzani berkampanye langsung untuk pasangan calon Nanda – Anton di Teluk Pandan. Kalau seperti itu baru dukungan nyata dan nanti pasti koordinasi pemerintah pusat dan daerah bakal betul-betul terkoneksi dengan baik,” ujarnya. “Saya mendukung pasangan calon Nanda-Anton ini karena melihat hal yang lebih besar untuk Kabupaten Pesawaran, salah satunya percepatan pembangunan, koneksi pusat daerah dan hubungan emosional antar personal pejabat pemerintahan, itu kunci utama percepatan pembangunan,” timpalnya. Ia menyimpulkan narasi yang dibangun hanya sekedar pencitraan untuk meraih simpati masyarakat Kabupaten Pesawaran. Padahal masyarakat sekarang telah cerdas, bisa memilih mana yang layak dan tidak jadi pemimpin. “Masyarakat sudah muak dengan janji-janji, klaim kedekatan, atau narasi yang tidak bisa direalisasikan. Masyarakat Pesawaran sudah pintar memilih mana yang betul-betul ingin membangun mana yang hanya omon-omon,” pungkasnya. Diketahui sebelumnya banyak beredar pemberitaan di media online yang memasukan foto calon Bupati Pesawaran Aries Sandi bersalaman dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan mengklaim bahwa Aries memiliki kedekatan dengan menteri-menteri kabinet Prabowo-Gibran. (Red)

Paslon Nanda Anton Komitmen Lestarikan Seni Budaya di Pesawaran

Pesawaran (RN) – Pasangan Calon (Paslon) Bupati Kabupaten Pesawaran nomor urut 2 Nanda Indira – Antonius Muhammad Ali berkomitmen untuk terus menjaga dan melestarikan seni dan budaya yang ada di Bumi Andan Jejama. Cabup Nanda Indira mengatakan, bahwa Paguyuban Bela Budaya menggelar kesenian kuda lumping atau jaran kepang di desa-desa yang ada di Kabupaten Pesawaran, hal itu bertujuan untuk menjaga dan melestarikan seni dan budaya di Pesawaran. “Tentunya terselenggaranya kegiatan ini sebagai langkah melestarikan seni dan budaya yang ada di Provinsi Lampung Khususnya Kabupaten Pesawaran,” kata Nanda, saat menghadiri kampanye Paslon 02 Nanda-Anton yang digelar oleh Paguyuban Bela Budaya dengan hiburan Kuda Lumping ini, di Desa Sidodadi Kecamatan Way Lima dan Desa Mulyo Sari Kecamatan Way Ratai, Pesawaran, Minggu (3/11/2024).  “Saya sangat setuju dan sependapat dengan apa yang pernah dikatakan Pakde Mul selaku ketua Paguyuban Bela Budaya Provinsi Lampung bahwa, Budaya sangatlah penting untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat bahwa budaya adalah aset yang harus dijaga dan dilestarikan,” timpalnya. Menurutnya, di Lampung ini banyak sekali seni dan budaya, begitu juga di Pesawaran, dimana toleransi, keguyuban dan kerukunan antar umat beragama dan masyarakat terjalin dengan begitu baik. “Selain suku asli Lampung, tentunya di Kabupaten Pesawaran juga terdapat berbagai suku lain seperti Jawa, Sunda, Padang, Batak, Bali dan suku lainnya, yang semuanya hidup rukun berdampingan dan saling menghormati. Tentunya hal ini tidak lepas dari sikap toleransi yang begitu kuat diantara masyarakat dari berbagai suku tersebut,” ujarnya. “Disinilah peran penting tokoh adat, tokoh masyarakat dan kita semua, agar terwujud Pesawaran yang damai, sejahtera, serta masyarakat Pesawaran yang mencintai dan perduli untuk melestarikan adat dan budaya,” tambahnya. Dirinya juga menegaskan, apabila Nanda -Anton terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pesawaran ke depan dirinya akan mengutamakan program yang lebih berpihak kepada masyarakat Pesawaran dari segala lini, termasuk membangun Pesawaran melalui Seni Budaya. “Salah satu contohnya yaitu kami telah berhasil menggali potensi masyarakat yang berada di Kabupaten Pesawaran dan melestarikan kekayaan wastra Lampung. Sebuah kriya budaya dan sejarah pada tahun 1905, yang bersinergi dengan hasil kerajinan tangan Sulam Jelujur yang dihasilkan oleh tangan-tangan terampil para pengrajin Desa Sungai Langka,” ungkapnya. “Mudah-mudahan ke depan kami dapat menggali lebih dalam lagi potensi-potensi seni dan budaya lain yang di Kabupaten Pesawaran untuk dapat kami angkat ke tingkat nasional ataupun internasional,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Paguyuban Bela Budaya Kabupaten Pesawaran Hi. Somad mengatakan, Kampanye Bela Budaya Nusantara yang digelar hari ini merupakan kampanye yang ke 15 kali nya. “Alhamdulillah kami sudah menggelar 15 titik lokasi kampanye yang tersebar di seluruh Pesawaran Insya Allah kegiatan masih akan kami lanjutkan demi memastikan kemenangan maksimal paslon 02 Nanda – Anton,” kata dia. Dirinya juga mengajak masyarakat Pesawaran untuk bersama-sama dengan Bela Budaya mendukung dan memilih Nanda Indira dan Antonius M Ali sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran pada hari pencoblosan tanggal 27 November nanti.  “Ibu Nanda dan Bapak Anton ini adalah Calon pemimpin muda yang juga pilihan Presiden kita Bapak Prabowo Subianto kalau mereka terpilih sudah pasti akses ke pemerintah Pusat akan lebih mudah dan cepat, dan keduanya memiliki berbagai Program unggulan yang nantinya bisa memajukan masyarakat Pesawaran melalui Program Cerdas, Aman, Kreatif, Efektif, Produktif (CAKEP) sehingga Kabupaten Pesawaran akan semakin maju dan berdaya saing,” pungkasnya. (Red)

Dendi Terima Penyerahan Mesin Pembelah Bambu dari LPPM Unila

Pesawaran (RN) – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menerima Penyerahan Produk Hasil Inovasi Dosen Fakultas Teknik Universitas Lampung (Unila) berupa Mesin Pembelah dan Penyerut Bambu kepada UMKM Lanjaran Bambu di Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng Senin, (4/11/2024). Penyerahan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Dendi didampingi Asisten Ekobang Marzuki, Kadis TP & Hortikultura Sam Herman, Kadis Ketahanan Pangan Hendra Sulistianto, Camat Tegineng Aep Alamsyah, serta jajaran Perangkat Desa Trimulyo. Rektor Unila Lusmeilia Afriani mengatakan Produk Mesin Pembelah dan Penyerut Bambu ini merupakan Hasil Inovasi dari dua peneliti yang juga merupakan Dosen Fakultas Teknik Unila, yakni Ir. Gusti Akhyar Ibrahim dan Ir. Arinal Hamni. “Program ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang setiap tahunnya dilakukan oleh Unila melalui dana penelitian yang berasal dari universitas, fakultas, luar negeri dan juga pemerintah pusat,” kata Lusmeilia. Oleh karenanya Rektor perempuan pertama Unila itu menyebut, bahwa momen ini menjadi sangat penting dan berharga, terkhusus bagi pelaku UMKM yang ada di Desa Trimulyo. “Proses pembuatan lanjaran bambu selama ini memerlukan proses yang memakan banyak waktu dan tenaga. Jika dilakukan secara manual, proses pemotongan bambu hanya bisa mencapai kapasitas produksi 250 batang/jam,” ujarnya. Namun dengan adanya dua mesin yang dapat membelah dan menyerut secara bersamaan ini, para pengrajin dapat menghasilkan 1440 batang/jam. Selain lebih efisien, hal ini juga memberikan dampak pada peningkatan pendapatan bersih yang diterima oleh pelaku UMKM.   “Sehingga dengan pengadaan mesin ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi kelancaran operasional dan peningkatan kualitas produk dari UMKM Lanjaran Bambu,” ucapnya. Sementara itu, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengucapkan terima kasih kepada Unila dalam memberikan sumbangsihnya kepada masyarakat Kabupaten Pesawaran. Bupati berharap agar sinergitas yang baik ini akan terus berlanjut dan semakin ditingkatkan di masa yang akan datang.  Sektor pertanian merupakan salah satu sektor strategis yang mempunyai peranan penting dalam menunjang perekonomian di Kabupaten Pesawaran, tak terkecuali hasil produk olahan kerajinan bambu. Oleh karenanya dengan mesin pembelah dan penyerut bambu ini, Bupati turut mendorong agar masyarakat Trimulyo dapat memanfaatkannya secara maksimal.  “Salah satu caranya, kita bisa mulai memikirkan dan mencari lagi produk turunan dari bambu baik anyaman furniture dan lain sebagainya, sehingga berpotensi meningkatkan nilai jual,” ujar Dendi. “Saya berpesan kepada masyarakat Desa Trimulyo untuk senantiasa merawat dan menjaga dengan baik mesin yang diberikan oleh Universitas Lampung. Hal ini penting sebagai bentuk komitmen dan merawat hubungan baik bersama mitra dan stakeholder di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesawaran,” pungkasnya. (zal)

Generasi Muda Pesawaran Titip Asa Kepada Paslon Nanda Anton

Pesawaran (RN) – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pesawaran nomor urut 2, Nanda Indira – Antonius Muhammad Ali menghadiri dialog langsung dengan pemuda untuk dititipkan Asa. Dialog Pemuda Titip Asa untuk Nanda tersebut, jadi komitmen Pemuda ingin adanya keselarasan melalui sinergitas nyata dalam membangun Pesawaran 5 Tahun kedepan.  Ketua Pelaksana Dialog Pemuda Restu Nanda Syah Putra mengatakan, pasukan Milenial 02 Pesawaran siap kawal harapan Pemuda/i Kabupaten Pesawaran untuk Paslon 02 Nanda – Anton, demi mewujudkan Pesawaran semakin Cerdas, Aman, Kreatif, Efektif dan Produktif (CAKEP).  “Kami sangat siap mengawal semua harapan, asa, juga cita – cita yang disampaikan oleh pemuda dalam Dialog hari ini bersama Ibu Nanda,” kata dia, Minggu (3/11/2024). Sementara itu, Calon Bupati Nanda Indira, juga komitmen dengan harapan dan asa dari pemuda untuk bersama – sama di wujudkan bukan sekedar penyampaian belaka.  “Kami akan menunaikan harapan, keinginan serta cita – cita dari pemuda/i dan memberikan ruang gerak secara luas untuk berkreasi demi Pesawaran yang semakin baik, ini komitmen kami,” kata Nanda. Dirinya menjelaskan, bahwa Paslon Nanda – Anton tidak ingin banyak janji, namun akan memberikan bukti nyata dengan sepenuh hati. “Kami tidak perlu banyak janji, cukup dengan membuktikan melalui kerja – kerja nyata, dan akan melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” ujarnya. Sementara, relawan milenial 02 Pesawaran, Nurul Azmi mengatakan, bahwa sinergitas dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten menjadi kunci utama kemajuan suatu daerah.  “Melalui sinergitas pemerintah pusat ke pemerintah provinsi sampai ke pemerintah kabupaten menjadi kunci utama kemajuan Kabupaten Pesawaran, agar semua program kedepan benar – benar selaras dapat terlaksanakan sepenuhnya,” kata dia. “Kami sangat berterima kasih dalam kegiatan ini dihadiri langsung oleh Iyay Arie Nanda Djausal yang merupakan adik kandung Iyay Mirza, tentu apa yang di diskusikan hari ini saya yakin akan langsung disampaikan kepada Iyay Mirza, agar semakin konkrit keinginan pemuda/i Pesawaran dapat terwujud,” pungkasnya. Kegiatan tersebut juga dilanjutkan dengan Deklarasi Relawan Kecamatan Gedong Tataan yang di komandoi oleh tokoh pemuda Gedong Tataan, Deri Tampi. (Red)

Tingkatkan SDM Unggul, Paslon Nanda Anton Berikan Ruang Pelatihan Generasi Milenial 

Pesawaran (RN) – Sesuai dengan komitmen pemerintah yang ingin mewujudkan generasi Indonesia Emas, tentunya menjadi tanggung jawab dari seluruh pemangku kepentingan. Begitu juga sama halnya dengan komitmen dari Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pesawaran nomor urut 02 Nanda Indira-Antonius M. Ali, yang akan menjalankan program-program unggulan usungannya untuk mewujudkan generasi Indonesia Emas ini. Salah satunya melalui program generasi milenial produktif serta kreatif, dengan memanfaatkan sumber daya alam yang akan dipadukan dengan digitalisasi. Calon Bupati Pesawaran Nanda Indira, mengatakan, karakteristik generasi milenial berbeda-beda berdasarkan wilayah dan kondisi sosial-ekonominya. Namun, kata dia, generasi ini umumnya ditandai dengan peningkatan penggunaan dan keakraban melalui komunikasi, media, dan teknologi digital. “Dengan memberikan ruang serta pelatihan untuk peningkatan kualitas, diharapkan mereka nanti dapat menjadi SDM yang unggul serta berdaya saing. Oleh karena itu, kita harus memastikan para generasi milenial ini dipenuhi haknya dan dilindungi dalam kehidupannya agar dapat berkembang secara optimal, sehingga dapat menjadi SDM unggul yang akan memimpin bangsa ini,” kata Nanda, Minggu (3/11/2024). Selain itu, kata dia, peran serta seluruh masyarakat dan instansi sangat penting dalam membimbing dan menjadi panutan bagi para generasi milenial saat ini. Sehingga mereka tidak terjerumus pada hal-hal negatif yang merugikan masa depan mereka.  “Dan jika terpilih, kami pastinya juga akan bersinergi dengan semua pihak, untuk dapat membantu menciptakan generasi milenial yang kompeten. Dengan memberikan edukasi yang baik, serta memberikan layanan pendidikan secara optimal, untuk masa depan mereka yang cerah,” ujarnya. Sementara itu, Cawabup Antonius M. Ali menambahkan, program ini akan dijalankan dalam rangka untuk mewujudkan generasi milenial yang produktif dan inovatif, agar tidak terus bergantung dengan bantuan dari pemerintah.  Apalagi permasalahan yang sering terjadi di masyarakat menurut dia, tidak banyak yang menyadari pentingnya melakukan hal yang bisa menghasilkan dan memulai berinovasi untuk menciptakan produk baru yang mendatangkan keuntungan, dengan pengelolaan sumber daya alam yang ada di lingkungan masyarakat itu sendiri. “Dalam program yang akan dijalankan nanti, kami ingin mengajak masyarakat untuk mengenali potensi diri dan lingkungannya, agar dapat memaksimalkan aktivitas kerja yang memiliki nilai tambah, dan memberikan penghasilan bagi masyarakat itu sendiri,” kata dia. “Selain itu, membina masyarakat desa agar produktif dan inovatif, sehingga bisa menjadi kreator-kreator baru pembuka lapangan kerja. Dengan harapan, angka pengangguran dapat ditekan dan angka produktivitas masyarakat desa meningkat,” pungkasnya. (zal)

Cabup Aries Sandi Umbar Janji Jalan Mulus Dua Tahun, Anton: Mustahil

Pesawaran (RN)- Program jalan mulus dalam dua tahun yang dijanjikan oleh Pasangan Calon Kepala Daerah (Paslonkada) Kabupaten Pesawaran nomor urut 1 Ariesandi-Supriyanto dianggap tak masuk akal.  Calon Wakil Bupati Pesawaran nomor urut 2 Antonius Muhammad Ali dalam debat publik perdana Calon Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran tahun 2024 mempertanyakan strategi dalam mewujudkan program tak masuk akal tersebut.  Menurutnya, hampir dikatakan mustahil untuk merealisasikan program itu, jika dilihat dari kemampuan anggaran Pemerintah Kabupaten Pesawaran.  “Saya mengajak kita sebagai calon pemimpin harus bisa menjadi contoh bagi masyarakat, jangan memberikan janji manis, diluar dari akal sehat kita,” kata Anton, Selasa 29 Oktober 2024. Menurutnya, ruas jalan yang menjadi kewenangan Kabupaten Pesawaran, terbagi menjadi 483 ruas jalan dan terbagi dalam 11 Kecamatan, yang total keseluruhannya ini berjumlah kurang lebih 1.053 Kilometer, yang berstatus jalan mantap sepanjang 637 Kilometer atau 60 persen lebih, masih ada 40 persen yang belum berstatus jalan mantab atau sekitar 416 Kilometer.  “Untuk bangun jalan hotmik satu Kilometer butuh dana sekitar Rp3 milyar, untuk jalan rigid satu Kilometer kurang lebih butuh dana Rp9 milyar, kalau ada 416 kilometer yang perlu dibangun berarti kita membutuhkan kurang lebih anggaran sebesar Rp1,5 triliun, sedangkan APBD kita kurang lebih sebesar Rp1,3 Triliun itupun ada dana DAK, DAU dan transfer dari pusat, yang itu sudah ada peruntukannya tidak bisa serta-merta mau bangun ini, bangun itu, ini sudah ada peruntukannya, jadi ini program yang tidak masuk akal menurut saya,” jelasnya. Sementara itu, Paslonkada nomor urut 1 Aries Sandi Dharma Putra menyampaikan akan berkoordinasi dengan stake holder terkait untuk merealisasikan programnya tersebut.  “Bila kami diberikan amanah, kami akan berkoordinasi dengan Gubernur Lampung, kami juga akan berkoordinasi dengan Kementerian PU, untuk mencari dan membawa data jalan rusak sehingga, mencarikan dana supaya dalam dua tahun jalan-jalan mulus,” kata dia. (Red)

Debat Perdana, Paslon Nanda Anton Paparkan Terbukanya Pariwisata di Pesawaran 

Pesawaran (RN)- Debat Perdana pilkada Kabupaten Pesawaran, Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Pesawaran nomor urut 02 Nanda Indira – Antonius Muhammad Ali mengingatkan tentang sejarah pariwisata dan menyampaikan program pendidikan di Kabupaten Pesawaran. Calon Bupati Kabupaten Pesawaran nomor urut 2 Nanda Indira mengatakan, bahwa pariwisata Pesawaran mulai terbuka sejak tahun 2016. Dan sejak tahun itu pariwisata Pesawaran terus mengalami peningkatan, serta saat ini, kata dia, harus lebih di perhatikan dan dikelola dengan baik agar bisa berkontribusi besar pada PAD.  “Salah satunya adalah dengan investasi pariwisata yang harus terus dikembangkan. Sehingga tidak hanya berdampak pada lingkungan dan lokasi wisata saja, tetapi juga akan mendapatkan pemasukan dari wisatawan,” kata Nanda, terkait jawaban pertanyaan Paslon 01 Aries Sandi-Supriyanto, dalam sesi ke lima debat Pilkada Pesawaran, di Gedung Adhora Kecamatan Gedong Tataan, Selasa (29/10/2024). Menurutnya, hal itu menjadi kunci yang akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan pesisir. Agar masyarakat juga bisa merasakan manfaat dari perkembangan sektor pariwisata. Sementara itu, Cawabup nomor urut 02 Antonius M. Ali mengatakan, bahwa kepemimpinan di Pesawaran tidak bisa hanya dibandingkan dengan masa lalu. Akan tetapi, kata dia, harus mampu menjawab tantangan dan permasalahan yang ada saat ini dan kedepannya. “Salah satunya dalam bidang pendidikan, bahwa pentingnya kolaborasi lintas sektor juga menjadi kunci untuk mencapai pelayanan pendidikan yang optimal, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas,” kata dia. Menurutnya, permasalahan yang dihadapi di Kabupaten Pesawaran saat ini, harus dibenahi secara serius. Agar apa yang menjadi cita-cita bersama untuk Pesawaran akan terwujud dan Pesawaran akan menjadi lebih baik lagi. “Mari kita maju bersama. Kolaborasi yang baik akan menjadi kunci untuk memperbaiki Kabupaten Pesawaran bisa lebih baik lagi kedepannya,” pungkasnya. (Red)

Pemkab Pesawaran Pastikan Tidak Ada Peserta BPJS Yang Masuk PBI APBD Terblokir

Pesawaran (RN) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran, membantah adanya puluhan ribu BPJS masyarakat Bumi Andan Jejama terblokir saat ini. Kepala Dinas Kesehatan Pesawaran Dr. Media Apriliana mengatakan, sampai dengan saat ini masyarakat Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD kabupaten yang terdaftar berjumlah 40.556 jiwa. “Kalau data yang di kami ini, masyarakat yang masuk dalam PBI APBD kabupaten, dan itu kami pastikan tidak ada satupun kepesertaan yang terblokir,” ujarnya. Dirinya mengatakan, apabila terdapat masyarakat yang masuk dalam PBI APBD kabupaten tidak bisa menggunakan BPJS, dapat segera datang ke kantor untuk dilakukan pengecekan dan pengaktifan secara langsung. “Tapi sampai dengan saat ini, belum ada warga yang masuk dalam PBI APBD kabupaten tidak dapat menggunakan BPJS nya, jadi dengan begitu tentunya tidak ada kendala yang terjadi sampai dengan saat ini,” ujar dia. Menurutnya, dari jumlah peserta yang ada saat ini, pihak pemerintah belum dapat memastikan apakah akan menambah kuota lagi bagi masyarakat Pesawaran lainnya atau tidak kedepannya. “Saat ini, kami sedang fokus untuk melakukan pendataan secara matang, tentunya tidak ada lagi data yang timpang tindih, dan juga memastikan bagi warga yang meninggal atau pindah domisili, atau warga yang sudah bekerja dan mapan tentu akan kita alihkan ke yang membutuhkan,” katanya. “Sementara untuk tunggakan tahun 2023 sudah kita lunasi, sedangkan hutang tahun 2024 ini sebesar Rp12 miliar, namun kami telah anggarkan hingga tahun 2025 mendatang dengan estimasi Rp28 miliar. Namun tunggakan tersebut tidak mempengaruhi kegunaan BPJS tersebut bagi masyarakat,” pungkasnya. (Red)

Dugaan Ijazah Bodong Milik Cabup Aries Sandi, Masyarakat Semakin Yakin

Pesawaran (RN) – Polemik dugaan ijazah paket bodong yang digunakan Calon Bupati (Cabup) Pesawaran Aries Sandi Darma Putra dalam mendaftar di KPU Pesawaran untuk mengikuti Pilkada serentak 2024 kembali menimbulkan spekulasi. Mantan Anggota DPRD Pesawaran yang juga tokoh masyarakat Kabupaten Pesawaran Johnny Corne angkat bicara. Menurut Johnny terkait tentang keabsahan calon bupati yang mendaftar ke KPU dengan menggunakan Surat Keterangan Pengganti Ijazah (SKPI) harus melihat saja pada ketentuan yang berlaku. “Bukankah kita semua mengetahui bahwa setiap fotocopy ijazah/STTB termasuk SKPI yang dipergunakan untuk melamar pekerjaan atau memenuhi persyaratan lainnya haruslah yang sudah dilegalisir dan pengesahan/legalisir tersebut dilakukan oleh pejabat yang berwenang di instansi/lembaga yang bertanggung jawab terhadap keaslian dokumen tersebut, jika ketentuan ini tidak dilakukan berarti ada peraturan yang dilanggar,” kata dia, Minggu (27/10/2024). Menurutnya, masyarakat pada era sekarang ini tidak akan menjadi ribut mempersoalkan keaslian ijazah, karena dapat dilihat dari adanya nomor ijazah, dimana pemerintah menyediakan sistem untuk melacaknya sehingga masyarakat dapat dengan cepat mengetahuinya.  “Kenyataannya SKPI yang dipersoalkan membuat masyarakat kehilangan hak untuk mengontrolnya karena SKPI tersebut tidak mencantumkan nomor ijazah persamaan yang hilang, tidak ada nomor induk yang bersangkutan, asal sekolah yang bersangkutan juga terkesan disamarkan karena SMA Negeri 1 itu ada banyak di seluruh Indonesia ini,” ujarnya. “Jadi sangatlah wajar jika masyarakat menjadi curiga dan bertanya-tanya, diharapkan kepada instansi yang berwenang dan bersangkutan dapat menjelaskannya,” timpal dia. Lebih lanjut Johnny mempertanyakan sikap diamnya Aries Sandi dalam polemik ini, karena kata Johnny tidak adanya klarifikasi dari yang bersangkutan membuat publik bertanya-tanya. “Diamnya Aries Sandi tentu membuat banyak spekulasi, jika begitu justru menambah kuat dugaan kebodongan ijazahnya,” tutupnya. (Red)

Dituding Gunakan Kendaraan Dinas Saat Kampanye Paslon 02, Ternyata Milik Pribadi

Pesawaran (RN)- Rama Diansyah membantah keras tudingan terkait kendaraan yang digunakan istrinya Devi Meliasari Rama untuk mensosialisasikan Calon Bupati nomor urut 02 merupakan kendaraan milik Pemerintah Daerah Pesawaran. Sebelumnya viral sebuah unggahan di media sosial Facebook dengan nama akun Pasukan_Ariesandi_Supriyanto. Akun itu menyebarkan foto kendaraan dengan narasi yang menyudutkan dan berpotensi melanggar UU ITE. “Ramadiansyah & istrinya Devi Rama (ketua Srikandi pesawaran) kampanye Paslon 02 menggunakan kendaraan Dinas Terios Adventure BE 1137 RZ yang sudah diganti plat menjadi BE 1955 ALM, sedangkan Ramadiansyah itu bukan Pejabat Daerah/ASN, kok bisa ya Pak Bupati, Pak Sekda dia menggunakan fasilitas mobil dinas Pemkab Pesawaran ???” tulis akun itu di unggahan Facebook. Menanggapi hal itu, Rama Diansyah sangat menyayangkan adanya tuduhan yang mengatakan, kendaraan dengan plat nomor BE 1955 ALM merupakan kendaraan dinas. “Kalau sudah ada pernyataan tanpa bukti jatuhnya itu fitnah, apalagi mereka sudah sampai di share-share ke medsos,” kata Rama, Jumat (25/10/ 2024). Menurutnya, kendaraan yang istrinya gunakan untuk mensosialisasikan Cabup 02 Nanda – Anton tersebut, merupakan kendaraan pribadi dan tidak pernah mengganti plat nomor kendaraan tersebut. “Platnya memang itu aslinya, tidak ada yang diganti, dan kita juga bisa membuktikan surat-suratnya. Sehingga tidak menjadi asumsi liar yang berkembang di masyarakat,” ujarnya. Dirinya menegaskan, bahwa foto yang beredar di medsos Facebook dengan nama akun Pasukan_Ariesandi_Supriyanto tidak sesuai dengan narasi yang menyebutkan plat kendaraan tersebut. “Selain itu untuk kendaraan Innova BE 44 R itu bukan kami yang menggunakan tapi Ahmad Kurnain Ketua DPD LMP Pesawaran dan untuk kendaraan Terios BE 1137 RZ itu dipakai oleh Ketua MPAL Kabupaten Pesawaran. Itu bisa dilihat dan bisa dibuktikan secara langsung ke Pemkab Pesawaran,” ungkapnya. “Jadi foto mobil yang beredar itu saat istri saya menghadiri kegiatan Paslon Bupati nomor urut 2 Nanda – Anton di Desa Sukamandi Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran, dan istri saya hadir disana sebagai Relawan Persatuan Sobat Nanda (PESONA) bukan Srikandi Dermawan, karena Srikandi Dermawan tidak ikut berpolitik,” timpalnya. Dirinya menegaskan, bahwa hal tersebut masuk dalam pencemaran nama baik, dan masuk kedalam tindak pidana Undang-undang ITE, karena sudah menyebarkan berita bohong di media sosial Facebook dengan akun Pasukan_Ariesandi_Supriyanto tersebut. Pencemaran nama baik itu diatur dalam Pasal 433 Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 atau yang lebih dikenal dengan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP Baru, Perbuatan pencemaran nama baik itu dilakukan melalui media sosial secara khusus perbuatan itu diatur Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Pasal ini melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik. Pasal di atas mengacu pada ketentuan penghinaan nama baik dan/atau fitnah sebagaimana diatur dalam KUHP. Adapun ancaman hukuman pencemaran nama baik, pelaku dapat dijerat pidana penjara paling lama empat tahun dan/atau denda penghinaan nama baik paling banyak Rp750 juta. Sementara itu, Ketua Majelis Penyeimbang Adat Lampung (MPAL) Kabupaten Pesawaran, Farifki Zulkarnaen Arif gelar Suntan Junjungan Makhga mengatakan, bahwa plat yang ada di dalam narasi tersebut merupakan nomor kendaraan yang dirinya gunakan. “Ya benar, kendaraan mobil Terios BE 1137 RZ merupakan kendaraan yang saya gunakan. Jadi narasi yang beredar di medsos itu salah dan menyesatkan,” pungkasnya. (Red)