Peletakan Batu Pertama Gedung Koperasi Merah Putih Kedondong, Wabup Pesawaran Dorong Penguatan Ekonomi Desa
Pesawaran (RN) – Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih Desa Kedondong, Kecamatan Kedondong, Kamis (20/11/2025).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat perekonomian masyarakat desa melalui pengembangan koperasi yang sehat, profesional, dan berdaya saing.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali menyampaikan rasa bangga dapat menyaksikan langsung dimulainya pembangunan gedung koperasi tersebut. Menurutnya koperasi merupakan pilar penting dalam struktur perekonomian Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah daerah didorong untuk menguatkan koperasi desa sebagai langkah konkret dalam pengembangan ekonomi masyarakat.
Ia berharap kehadiran gedung koperasi ini dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi Desa Kedondong. Keberhasilan koperasi desa sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Untuk itu, Wabup juga mengharapkan partisipasi aktif masyarakat dalam mengembangkan koperasi sebagai sumber pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
“Semoga koperasi ini semakin jaya, berkembang, dan benar-benar mampu membangkitkan ekonomi warga. Tumbuh kembang koperasi ini ada pada keaktifan warga. Rasa memiliki yang tinggi dari masyarakat akan membuat koperasi tetap eksis dan terus berkembang,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Wabup Antonius juga memberikan pesan khusus kepada para pengelola Koperasi Merah Putih agar bekerja secara profesional, transparan serta menyesuaikan usaha dengan kebutuhan utama masyarakat.
“Koperasi harus mampu menganalisis kebutuhan warga dan menyediakannya dengan harga kompetitif. Bangun citra koperasi yang rapi, menarik, dan nyaman sehingga menjadi tempat belanja pilihan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kasdim 0421/Lampung Selatan, Mayor Infanteri Adi Hartono, pada kesempatan yang sama menyebut bahwa koperasi merupakan salah satu pilar penggerak ekonomi desa. Menurutnya, Koperasi Merah Putih tidak hanya berfungsi meningkatkan kesejahteraan, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui semangat gotong royong dan kemandirian.
Dalam momen yang sama, Wabup turut meresmikan pembangunan Taman Mini Kantor Kecamatan Kedondong yang berada di Lapangan Desa Tri Tura, lengkap dengan patung gajah sebagai ikon Lampung. Ia mengajak masyarakat untuk merawat taman tersebut agar tetap bersih, nyaman, dan dapat dimanfaatkan sebagai ruang publik.
Camat Kedondong Irwan Rosa, menyampaikan bahwa pembangunan lapangan dan taman mini ini diperuntukan sebagai pusat aktivitas rekreasi masyarakat. Pemerintah kecamatan berencana menambah kios UMKM agar ekonomi berjalan dan warga bisa mengisi kegiatan sore dengan wisata kuliner.
“Sehingga dengan begini ekonomi masyarakat desa bisa berjalan dan warga kita bisa memiliki tempat rekreasi kuliner. Sehingga harapannya nanti lapangan ini bisa menjadi lebih hidup dengan berbagai kegiatan positif,” ujar Camat. (zal)
Pengurus Daerah IPHI Pesawaran Periode 2025–2030 Resmi Dilantik
Pesawaran (RN) – Pengurus Daerah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Pesawaran masa bakti 2025–2030 resmi dilantik pada Rabu, (19/11/2025) bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Pemkab Pesawaran.
Acara pelantikan yang dirangkai dengan Reuni Alumni Haji Pesawaran ini dihadiri oleh jajaran Pengurus IPHI Provinsi Lampung, Ketua MUI Pesawaran, pimpinan organisasi keagamaan, perwakilan perangkat daerah terkait, tokoh agama, serta para pengurus dan anggota IPHI Pesawaran yang dilantik.
Prosesi pelantikan dipimpin oleh Ketua IPHI Provinsi Lampung Tabroni Harun, diawali dengan pembacaan Surat Keputusan, penyerahan bendera pataka, dan ucapan selamat kepada seluruh jajaran pengurus baru.
Bupati Pesawaran melalui Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus IPHI Pesawaran yang telah resmi dilantik.
Wabup meminta pengurus IPHI untuk menjalankan amanah ini dengan komitmen, integritas, dan rasa tanggung jawab dalam menjaga kemabruran haji serta memberi manfaat bagi umat, khususnya masyarakat Pesawaran.
Sejak berdiri di Jakarta pada 22 Maret 1990, Wabup menilai IPHI telah menjadi wadah persaudaraan yang aktif dalam aktivitas sosial-keagamaan, ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan. Kiprah IPHI membawa manfaat nyata bagi umat, bangsa, dan negara.
Salah satu tugas penting IPHI adalah memotivasi para jemaah pasca haji agar tetap menjaga nilai-nilai kemabruran.
Memelihara kemabruran berarti menjaga kesadaran, tanggung jawab, dan integritas sebagai seorang muslim yang telah menunaikan ibadah haji.
Maka, peran dakwah IPHI pun dianggap penting dalam membangun umat yang berpikir positif, saling mengingatkan, menghargai perbedaan, dan menjunjung nilai toleransi.
“Inilah konsep dakwah yang harus terus dikembangkan IPHI bersama lembaga dakwah, majelis taklim, dan organisasi Islam lainnya di Pesawaran,” kata Wabup.
Ketua IPHI Provinsi Lampung, Tabroni Harun, dalam sambutannya meminta seluruh jajaran pengurus daerah untuk memahami pentingnya konsolidasi internal dan harmonisasi dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci keberhasilan program-program organisasi.
Sementara itu, Ketua IPHI Kabupaten Pesawaran, Iqbal Abdul Aziz pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan. Ia mengajak seluruh anggota untuk mendukung program pusat dalam menjaga kemabruran haji.
“Kita diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk berhaji, maka tugas kita bersama adalah mempertahankan kemabruran itu sesuai arahan dan program pengurus pusat,” ujarnya.
Dengan dilantiknya pengurus baru, PD-IPHI Kabupaten Pesawaran diharapkan dapat semakin berperan aktif dalam kegiatan sosial-keagamaan dan menjadi motor penggerak pembinaan umat, terutama dalam memelihara nilai kemabruran haji. (rls)
Hadapi Musim Penghujan, Pemkab Pesawaran Rapat Kordinasi
Pesawaran (RN) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Bencana sekaligus Sosialisasi Percepatan Pengendalian Malaria Tahun 2025 di Aula Pemerintah Daerah Pesawaran, Selasa (18/11).
Forum ini digelar sebagai respons terhadap tingginya potensi bencana hidrometeorologi serta ancaman Megathrust dan risiko penyebaran malaria yang meningkat memasuki musim penghujan.
Kegiatan dihadiri Bupati Pesawaran Nanda Indira B., Komandan Brigif Marinir B/S, Kapolres Pesawaran, Dandim 0421/LS, Anggota Komisi IV DPRD Pesawaran, perwakilan BPBD Provinsi Lampung, Basarnas Lampung, BMKG, Kepala BBWS Mesuji–Sekampung, Forkopimda, Kepala OPD, serta seluruh camat se-Kabupaten Pesawaran.
Dalam rakor tersebut, Pemerintah Daerah menyoroti dua isu utama yang memerlukan penanganan terpadu yakni, tingginya frekuensi bencana berbasis cuaca ekstrem dan masih adanya empat kecamatan yang berstatus endemis malaria.
Bupati Nanda Indira dalam sambutannya menyampaikan bahwa letak geografis Pesawaran menjadi tantangan tersendiri dalam upaya mitigasi bencana.
“Kabupaten Pesawaran merupakan wilayah dengan kondisi geografis dan geologi yang rawan bencana. Sepanjang tahun 2025 hingga awal November tercatat sekitar 29 kejadian bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor,” ujarnya.
Bupati juga menekankan perlunya kesiapsiagaan lintas sektor melalui langkah terukur, kolaboratif, serta berbasis masyarakat. Seluruh rencana tanggap darurat harus diarahkan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Rakor ini menjadi momentum memperkuat sinergi menghadapi perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi,” tambahnya.
Salah satu wujud sinergi dapat dituangkan melalui konsep pentahelix sebagai dasar kerjasama dalam penanggulangan bencana melibatkan unsur pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat.
Selain bencana hidrometeorologi, Pesawaran juga masih berada dalam kategori endemis sedang malaria dengan total kasus sebanyak 1.286.
Empat kecamatan yang masih masuk kategori endemis adalah Teluk Pandan, Padang Cermin, Marga Punduh dan Punduh Pedada.
Bupati berharap dalam beberapa tahun ke depan, Pesawaran mampu menurunkan kasus secara signifikan hingga mencapai target eliminasi pada 2029.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Pesawaran Media Apriliana menyampaikan edukasi pencegahan malaria melalui langkah-langkah antara lain, pemakaian kelambu berinsektisida, menjaga kebersihan lingkungan, pencegahan gigitan nyamuk, deteksi dini melalui surveilans, serta pengobatan cepat dan tepat.
Data menunjukkan kasus malaria sempat meningkat pada 2022–2024, namun mengalami penurunan hingga Oktober 2025.
Kepala BPBD Pesawaran Sofyan Agani melaporkan bahwa sebagai bagian dari strategi mitigasi, telah dibentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) di 11 desa pada 11 kecamatan, yang didukung berbagai elemen termasuk BPBD Provinsi Lampung, Basarnas, PMI, camat, kepala desa, serta forum relawan.
Melalui rakor ini, Pemkab Pesawaran berkomitmen untuk terus memperkuat kesiapsiagaan penanggulangan bencana dan mempercepat pengendalian malaria sebagai upaya perlindungan terhadap masyarakat. Kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen kerja sama lintas sektor. (zal)
Wabup Antonius Tinjau Sejumlah Lokasi Persiapan Penilaian Tahap II Adipura 2025
Pesawaran (RN) – Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali didampingi Kepala Dinas Pertanahan dan Lingkungan Hidup Linda Sari meninjau sejumlah lokasi dalam rangka persiapan kedatangan tim penilaian tahap II penghargaan Adipura yang diprakarsai oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Peninjauan tersebut dilakukan pada Selasa, (18/11/2025) dengan mendatangi sejumlah lokasi di antaranya yaitu RSUD Pesawaran, Puskesmas Gedong Tataan, SMPN 1 Gedong Tataan, dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Taman Sari.
Pada kesempatan itu, Wabup meninjau sejumlah fasilitas seperti pengelolaan limbah sampah, kebersihan toilet, serta
kesiapan Unit Pelayanan Teknis (UPT) di lingkungan pemerintah daerah.
Pemantauan tahap ke II rencananya akan dilakukan oleh tim penilai KLHK dalam waktu dekat. Adapun tujuannya adalah untuk menilai kembali kebersihan, pengelolaan sampah, serta ruang terbuka hijau sebagai bagian dari indikator penilaian Adipura tahun 2025.
Penghargaan Adipura sendiri merupakan penghargaan dari pemerintah Indonesia yang diberikan kepada kota dan kabupaten yang dinilai berhasil dalam menjaga kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan. Penghargaan ini bertujuan untuk mendorong pemerintah daerah agar lebih memperhatikan dan meningkatkan kualitas lingkungan, serta melibatkan masyarakat dalam pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau.
Wakil Bupati Antonius menyampaikan bahwa seluruh jajaran perangkat daerah terus melakukan pembenahan sesuai standar penilaian Adipura. Menurutnya, progres kesiapan di lapangan penting untuk dipastikan sebagai ikhtiar untuk mendapatkan hasil penilaian yang positif.
“Hari ini kita meninjau kesiapan untuk penilaian Adipura dari pusat. Alhamdulillah, persiapan kita sudah mulai baik. Semua UPT kita pantau dan bersama-sama berupaya melengkapi apa yang menjadi persyaratan dari tim penilai pusat,” ujar Wabup.
Wabup menambahkan bahwa sejumlah fasilitas yang sebelumnya kurang terawat kini telah mulai ditata dengan lebih baik berkat kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) serta dukungan masyarakat.
“Dari yang semula kondisinya kurang terawat, hari ini sudah mulai tertata. Ini berkat pendampingan dan kerja sama dari dinas terkait. Harapan kita, semoga Pesawaran bisa meraih Adipura untuk pertama kalinya. Mohon doa dan dukungan agar upaya ini membuahkan hasil maksimal,” tutup Wabup Antonius. (zal)
Pemkab Pesawaran Ikuti Visitasi dan Presentasi E-Monev Keterbukaan Informasi Publik
Pesawaran (RN)— Pemerintah Kabupaten Pesawaran mengikuti kegiatan Visitasi dan Presentasi Monitoring dan Evaluasi (E-Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 yang dilaksanakan melalui Zoom Meeting pada Jum’at, (14/11/2025).
Kegiatan ini merupakan rangkaian penilaian tahunan yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Provinsi Lampung.
Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekeubang, Zainal Abidin, S.T., M.T., mewakili Bupati Pesawaran. Dalam sambutannya, Zainal menegaskan bahwa E-Monev merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.
“Pemkab Pesawaran mendukung penuh pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik ini. Kami berupaya mengutamakan keterbukaan informasi dalam berbagai format kegiatan, baik untuk memotivasi segenap Perangkat Daerah maupun mengedukasi masyarakat dalam mengakses informasi publik,” ujarnya.
Dirinya juga berharap E-Monev tahun 2025 menjadi sarana memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pemerintahan yang terbuka, jujur, dan berintegritas, demi kesejahteraan masyarakat Lampung, khususnya Pesawaran. Ia menambahkan bahwa Pemkab Pesawaran siap menerima seluruh masukan, arahan, dan rekomendasi dari KI Provinsi Lampung sebagai bahan evaluasi peningkatan kualitas layanan informasi publik.
Selanjutnya Ketua KI Provinsi Lampung, Erizal, S.T., M.T. menyampaikan bahwa E-Monev ini merupakan agenda rutin tahunan. Tahun ini diikuti oleh 246 badan publik yang terdiri dari, Perangkat Daerah Provinsi, Kabupaten/Kota, Perguruan Tinggi, BUMN/BUMD, Kelurahan/Desa dan SMA/SMK/MAN. Dari jumlah tersebut, 49 badan publik dinyatakan lolos tahap presentasi, termasuk Kabupaten Pesawaran.
Erizal mengapresiasi peningkatan pengisian Self Assessment Questionnaire (SAQ) yang semakin baik tiap tahun. Langkah ini menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik menjadi salah satu komitmen utama Gubernur dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam mendukung transformasi digital.
Dirinya juga menyampaikan bahwa SDM dan perangkat elektronik juga harus dipersiapkan sebagai bagian dari peningkatan akses layanan informasi.
“PPID menjadi garda terdepan, bukan hanya PPID Utama tetapi juga PPID desa, kecamatan, sekolah, dan puskesmas. Ke depan, PPID Utama diharapkan dapat membentuk PPID di tingkat desa agar proses monitoring mudah dilaksanakan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Diskominfotiksan Pesawaran selaku PPID Utama Jayadi Yasa, menjelaskan bahwa proses E-Monev telah berlangsung selama tiga bulan dengan dukungan penuh Bupati, Sekda, dan Tim PPID Utama.
Jayadi menyampaikan Dukungan OPD sangat penting. Pengisian SAQ bukan hanya tanggung jawab Dinas Kominfo, melainkan kewajiban seluruh OPD. Selain itu, turut dipaparkan juga pengisian SAQ Kabupaten Pesawaran yang telah mencapai 94%, sesuai 5 indikator penilaian terbaru dari Komisi Informasi Provinsi Lampung.
“Saya berharap bimbingan, arahan, dan evaluasi dari KI Provinsi dapat menjadi landasan dalam mempertahankan prestasi Pesawaran di bidang keterbukaan informasi, sebagaimana tahun sebelumnya Kabupaten Pesawaran telah meraih penghargaan,” ujar Jayadi Yasa.
Pada kesempatan itu, Perwakilan Tim Asesor Komisi Informasi Dery Hendryan menjelaskan bahwa tahun ini terdapat perubahan indikator penilaian dari 6 indikator menjadi 5 indikator penilaian
“Untuk Mengumumkan informasi publik tidak lagi cukup melalui website saja. Badan publik harus memanfaatkan berbagai media agar informasi dapat menjangkau masyarakat lebih luas,” tutupnya.
Diakhir kegiatan zoom meeting tim asesor memberikan catatan terkait pengisian SAQ Pemkab Pesawaran dan melanjutkan sesi diskusi mendalam mengenai indikator penilaian. Tim asesor berharap pengisian SAQ dapat ditingkatkan dan disempurnakan dalam waktu dekat. (zal)
Wabup Antonius Muhammad Ali Dikukuhkan Sebagai Ketua ABPEDNAS Kabupaten Pesawaran
Pesawaran (RN) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa. Hal ini ditandai dengan dikukuhkannya Wakil Bupati Pesawaran, Antonius Muhammad Ali, sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) Kabupaten Pesawaran.
Pelantikan berlangsung di Bukit Mas Resto, Jalan Raden Imba Kusuma, Bandar Lampung, pada Rabu (12/11/2025) sore, bersamaan dengan pengukuhan pengurus DPD dan DPC ABPEDNAS dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
Turut hadir mendampingi Wabup, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pesawaran, Nur Asikin, serta sejumlah tamu undangan dari unsur Forkopimda, pemerintah daerah se-Lampung, dan pengurus Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Provinsi Lampung.
Pelantikan dilakukan setelah pengukuhan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ABPEDNAS Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, yang kini juga menjabat sebagai Gubernur Lampung. Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menegaskan pentingnya peran BPD dalam membangun tata kelola pemerintahan desa yang transparan, partisipatif, dan akuntabel.
“Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mendorong pembangunan desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. ABPEDNAS menjadi wadah perjuangan aspirasi BPD agar lebih kuat dan solid dalam mengawal kebijakan desa,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali yang kini resmi memimpin DPC ABPEDNAS Pesawaran, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi antara lembaga BPD dengan pemerintah daerah.
“ABPEDNAS memiliki peran penting dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat desa serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Kami ingin ABPEDNAS Pesawaran menjadi wadah yang aktif dan solutif bagi kemajuan desa-desa di Bumi Andan Jejama,” ungkap Wabup Antonius.
Sebelumnya, Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B, S.E., M.M. melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) merekomendasikan Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali untuk menjabat sebagai Ketua DPC ABPEDNAS Pesawaran. Langkah ini dinilai strategis dalam memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah daerah dan BPD di seluruh desa di Kabupaten Pesawaran.
Acara pengukuhan ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Kepengurusan DPD dan DPC ABPEDNAS se-Provinsi Lampung, serta diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, ABPEDNAS Kabupaten Pesawaran diharapkan dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah dalam memperkuat peran Badan Permusyawaratan Desa sebagai lembaga representatif masyarakat desa yang aktif berkontribusi terhadap pembangunan di tingkat lokal. (zal)
Kunjungan Ketua TP PKK Provinsi Lampung di Desa Sukajaya Lempasing Dorong Pemberdayaan Keluarga dan Literasi Masyarakat
Pesawaran (RN) – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza bersama jajaran, melakukan kunjungan ke Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, pada Selasa (11/11/2025).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program pencanangan Desa Tapis yang menjadi bagian dari desa binaan TP PKK Provinsi Lampung, sekaligus menjadi percontohan pemberdayaan keluarga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kedatangan Ketua TP PKK Provinsi Lampung bersama rombongan diawali dengan kunjungan ke PAUD An-Nur di Kecamatan Teluk Pandan, kemudian disambut dengan prosesi pengalungan oleh Bupati Pesawaran Nanda Indira Bastian didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Pesawaran Cindy Aria Anton, serta jajaran pengurus PKK Kabupaten. Suasana semakin semarak dengan penampilan drum band dari siswa-siswi setempat yang menyambut rombongan dengan penuh antusias.
Kegiatan tersebut juga turut dihadiri oleh pejabat struktural dan fungsional dari Pemprov Lampung dan Pemkab Pesawaran, pengurus organisasi mitra seperti Dekranasda, Himpaudi, PMI, Perwosi, Pokja Posyandu, Bunda Literasi se-Kabupaten Pesawaran, para kepala desa dan Ketua TP PKK Desa se-Kecamatan Teluk Pandan, serta masyarakat umum dan kader PKK.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Ketua TP PKK Provinsi Lampung bersama rombongan meninjau berbagai kegiatan pemberdayaan yang menjadi bagian dari implementasi 10 Program Pokok PKK, di antaranya Posyandu Balita, Remaja, dan Lansia, Administrasi PKK, Pemanfaatan lahan pekarangan PKK.
Kemudian Pojok baca dan kegiatan literasi, Keterampilan kader PKK, Kegiatan donor darah dan pelayanan KB, Pameran pengolahan hasil perikanan, serta Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), UMKM, dan Dekranasda.
Pada kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan bantuan antara lain berupa 50 paket sembako, 3 kursi roda, 2 alat bantu dengar, 5 unit mesin jahit untuk kelompok usaha produktif, 100 bibit cabai, 150 paket bingkisan, 100 buku bacaan, serta perlengkapan bagi kegiatan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA). Selain itu, diserahkan pula bantuan logistik penanggulangan bencana alam kepada masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Pesawaran Cindy Aria Anton menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas kunjungan kerja Ketua TP PKK Provinsi Lampung. Ia menyebut bahwa PKK hadir untuk memberdayakan keluarga di berbagai bidang seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pangan, dengan tujuan mewujudkan keluarga yang sejahtera, berbudaya, dan mandiri.
Selama tahun 2025 TP PKK Pesawaran telah melaksanakan berbagai pembinaan, mulai dari UPPKA dan UP2K, pola asuh anak dan remaja, sanitasi berbasis masyarakat, hingga pemanfaatan pekarangan produktif di 11 kecamatan.
Pada kesempatan itu, Cindy juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menunjang keberhasilan program PKK.
“Keberhasilan ini tentu tidak lepas dari dukungan Bupati Pesawaran, Ibu Nanda Indira serta sinergi antara perangkat daerah, mitra kerja, dan masyarakat melalui semangat gotong royong,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira menyoroti peran strategis kader PKK di masa kini yang diharapkan tidak hanya aktif dalam pemberdayaan ekonomi keluarga, tetapi juga peka terhadap persoalan sosial di masyarakat, seperti perundungan (bullying) dan literasi digital.
Bupati menyebut, salah satu persoalan yang masih sering muncul di masyarakat menurutnya perundungan, baik verbal maupun fisik.
Maka dari itu, Bupati Nanda meminta agar kader PKK menjadi sahabat masyarakat, teman bicara, dan pendengar yang baik, serta aktif mengampanyekan gerakan anti perundungan di lingkungan keluarga dan sekolah.
Untuk mendukung program baik ini, kecerdasan literasi di era digital dinilai sangat penting. Sebab, tidak semua informasi yang beredar di media sosial adalah benar.
“Maka, kader PKK harus menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi literasi digital kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan membagikan informasi,” ujar Bupati.
Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat para kader PKK di Pesawaran yang telah menunjukkan komitmen dalam menjalankan program pemberdayaan keluarga.
Batin Wulan juga berharap agar segala bentuk bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan menambah semangat kreativitas ibu-ibu dalam meningkatkan perekonomian keluarga. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian dan dukungan pemerintah terhadap upaya peningkatan kesejahteraan keluarga dan pemberdayaan masyarakat.
“Mari bersama-sama menciptakan daerah yang ramah anak, maju, dan masyarakatnya sejahtera. Keberhasilan PKK bergantung pada koordinasi dan sinergi semua unsur agar selaras dengan kebutuhan masyarakat,” tandasnya. (zal)
Hari Pahlawan Nanda Ajak Teladani Nilai Perjuangan dan Pengabdian Pahlawan Bangsa
Pesawaran (RN) — Pemerintah Kabupaten Pesawaran menggelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-80 Tahun 2025 di Lapangan Pemkab Pesawaran, Senin (10/11/2025).
Peringatan hari pahlawan tahun ini mengusung tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan.”
Upacara tersebut diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran, Staf Ahli Bupati, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, pejabat administrator dan pengawas, seluruh ASN (PNS dan PPPK), staf THLS, serta jajaran anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Pesawaran.
Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B, S.E.,M.M. bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf. Dalam amanatnya, Bupati mengajak seluruh elemen bangsa untuk meneladani nilai-nilai perjuangan dan pengabdian para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan Indonesia.
“Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini,” demikian penggalan amanat yang dibacakan Bupati Pesawaran.
Dalam amanat tersebut, disebutkan tiga nilai utama yang dapat diteladani dari para pahlawan, yakni kesabaran, semangat mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya, dan pandangan jauh ke depan.
Nilai kesabaran tercermin dari perjuangan para pahlawan yang tidak tergesa-gesa dalam meraih kemerdekaan. Mereka bersabar menempuh ilmu, menyusun strategi, dan membangun kebersamaan di tengah keterbatasan.
Sementara itu, semangat mengutamakan kepentingan bangsa tampak dari ketulusan mereka setelah kemerdekaan diraih. Para pahlawan tidak berebut jabatan atau balasan, melainkan kembali ke rakyat untuk mengajar, membangun, dan mengabdi.
Adapun pandangan jauh ke depan menjadi fondasi perjuangan mereka, karena para pahlawan berjuang bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan untuk generasi yang akan datang.
Dalam konteks masa kini, perjuangan tidak lagi dilakukan dengan bambu runcing, melainkan melalui ilmu, empati, dan pengabdian. Namun, semangatnya tetap sama, yakni membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dalam arus kemajuan.
Semangat perjuangan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menitikberatkan pada penguatan ketahanan nasional, pemerataan pendidikan, penegakan keadilan sosial, serta pembangunan manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.
Dalam kesempatan itu, turut dibacakan pula pesan-pesan perjuangan pahlawan nasional sebagai bentuk refleksi dan motivasi bagi seluruh peserta upacara agar senantiasa menjaga nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari.
“Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam. Dengan bekerja, bergerak, dan berdampak,” ujar Bupati Pesawaran menutup amanatnya. (zal)
Pemkab Pesawaran Dorong Pembangunan Kampung Nelayan, Wabup Antonius Lakukan Koordinasi ke Kementerian KKP
Jakarta (RN) — Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus berupaya mengoptimalkan potensi wilayah pesisir sebagai salah satu sektor unggulan daerah. Dalam rangka memperkuat langkah tersebut, Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhamad Ali melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta, Senin (10/11/2025).
Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Staf Khusus Menteri KKP Tb. Ardi Januar. Wabup Antonius hadir bersama Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Gerindra, Unru Baso, SM, untuk membahas peluang pembangunan Kampung Nelayan di Kabupaten Pesawaran.
“Alhamdulillah, Kementerian Kelautan dan Perikanan siap mendukung pembangunan kampung nelayan di wilayah pesisir Pesawaran,” ujar Wabup.
Wabup Antonius menerangkan, Pemkab Pesawaran telah mengusulkan lokasi pembangunan kampung nelayan di Desa Durian, Kecamatan Padang Cermin, sebagai kawasan prioritas. Program ini dinilai sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang mendorong pengembangan wilayah pesisir secara berkelanjutan.
“Pembangunan kampung nelayan ini merupakan bagian dari program nasional di bawah arahan Presiden Prabowo, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” jelasnya.
Selain sektor pariwisata bahari, Pemerintah Kabupaten Pesawaran juga berkomitmen mengembangkan kawasan pesisir sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat nelayan.
Dengan dukungan Kementerian KKP, diharapkan pembangunan kampung nelayan dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan pangan melalui sektor perikanan.
“Pesawaran memiliki potensi laut dan pantai yang luar biasa. Karena itu, kami ingin potensi ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat nelayan,” pungkas Wabup Antonius. (zal)
Wakil Bupati Pesawaran Letakan Batu Pertama Kantor Koperasi Merah Putih
Pesawaran (RN)— Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali meletakan batu pertama Kantor Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Trimulyo yang berlokasi di Jalan Sutan Sakti, Dusun Wonorejo, Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Selasa (4/11/2025).
Koperasi ini sekaligus menjadi koperasi Merah Putih pertama yang berdiri di Kabupaten Pesawaran dan diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa.
Acara peresmian dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, antara lain Inspektur Kabupaten Pesawaran, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Naker, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, anggota DPRD, Camat Tegineneng, para kepala desa, serta BPD se-Kecamatan Tegineneng.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan tumpeng, kemudian dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan gerai koperasi di atas lahan seluas 10×33 meter yang akan difungsikan sebagai pusat ekonomi desa.
Ketua KDMP Trimulyo Hartono, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan semangat kebersamaan seluruh anggota koperasi yang kini telah mencapai 215 anggota. Ia menuturkan, berdirinya koperasi ini merupakan hasil kerja keras bersama warga yang ingin mendorong perekonomian desa melalui sektor pertanian, khususnya komoditas jagung dan singkong.
“Kami ingin koperasi ini menjadi wadah sinergi antarwarga untuk memajukan Desa Trimulyo. Ke depan, kami berencana membuka gerai serba ada, pangkalan LPG, serta kios pupuk dan obat-obatan agar Trimulyo memiliki ikon ekonomi baru,” ujar Hartono.
Sementara itu, Wabup Antonius dalam sambutannya yang mewakili Bupati Pesawaran menyampaikan apresiasi atas semangat warga Trimulyo dalam membangun kemandirian ekonomi melalui koperasi.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah tengah mendorong tumbuhnya koperasi di setiap desa. Atas dasar itu, Wabup menyampaikan rasa bangganya bisa menjadi saksi lahirnya Koperasi Merah Putih di Pesawaran ini.
“Semoga koperasi ini berkembang, menjadi sehat secara usaha, dan mampu membangkitkan ekonomi masyarakat,” ujar Antonius.
Lebih lanjut, Wabup berpesan agar seluruh pengurus dan anggota koperasi dapat mengelola dengan profesional dan transparan, serta menjadikan koperasi sebagai tempat pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat desa. Rasa memiliki dan keaktifan anggota dinilai sangat penting agar koperasi bisa bertumbuh.
“Koperasi akan maju jika warganya aktif bertransaksi di dalamnya. Jadikan koperasi sebagai sumber pemenuhan kebutuhan harian, sehingga pangsa pasarnya adalah warga desa sendiri. Dengan pengelolaan yang baik dan citra yang menarik, koperasi ini bisa menjadi pusat belanja yang nyaman dan kompetitif,” tambahnya.
Ke depan, KDMP Trimulyo direncanakan akan mengembangkan lima ruko usaha di kawasan tersebut yang akan menjadi tempat aktivitas jual beli produk masyarakat desa. Wabup berharap koperasi ini dapat menciptakan lapangan kerja baru, mengurangi angka kemiskinan, serta menjadi contoh bagi desa lain di Pesawaran untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal. (zal)
