Monumen Pers: Koran dan Majalah Tertua di Indonesia
Jawah Tengah (RN) – Monumen Pers Nasional yang terletak di Jl Gajahmada No. 59 Timuran Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta Jawa Tengah adalah monumen sekaligus museum pers nasional Indonesia.
Monumen ini menyimpan informasi sejarah perkembangan pers nasional di Indonesia. Monumen Pers Nasional ini menyimpan benda-benda bersejarah yang berkaitan dengan pers, dari mulai koran dan majalah kuno hingga koleksi barang seperti mesin ketik, pemancar radio, kamera, hingga memorabilia hingga nama sejumlah tokoh wartawan nasional yang terpampang di monumen tersebut.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang sejarah Monumen Pers Nasional, Kami dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran Lampung melakukan Kunjungan langsung dan menemui Pengurus PWI Surakarta pada Selasa (22-04-2025) sekira pukul 10:00 WIB kami sampai di Kantor PWI Surakarta yang jaraknya berdekatan dengan Monumen Pers Nasional.
“Sugeng rawuh, monggo,” kata Ketua PWI Surakarta Anas Syahirul memberi isyarat kepada kami dengan bahasa jawa, memberikan ucapan selamat datang kepada rombongan PWI Pesawaran, Lampung.
Anas menceritakan, sejarah Monumen Pers Nasional dibangun pada tahun 1918. Berdirinya Monumen Pers Nasional diprakarsai oleh KGPAA Mangkunegara VII, Pangeran Adipati Aryo Prangwedana. Awalnya tujuan didirikannya Monumen Pers Nasional adalah sebagai balai perkumpulan dan ruang pertemuan.
“Meski baru dibangun pada tahun 1918, tetapi rancangan gambar gedung Monumen Pers Nasional ini telah diberikan kepada Mangkunegara VII sejak tahun 1917. Bangunan Monumen Pers Nasional dirancang oleh Mas Aboekasan Atmodirono, seorang arsitek asal Wonosobo,” kata Anas
Menurutnya, Sebelum menjadi Monumen Pers Nasional, dulunya gedung ini memiliki nama Societeit Sasana Soeka. Monumen Pers Nasional merupakan tempat lahirnya sebuah organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada tanggal 9 Februari 1946. Maka monumen ini memiliki arti penting bagi pers nasional di Indonesia.
Ayu salah satu pemandu Monumen pers nasional menjelaskan, Monumen yang terletak di Kota Surakarta, Jawa Tengah itu berdiri di atas lahan seluas 2.998 meter persegi dan diresmikan pada 9 Februari 1978 oleh Presiden RI Kedua, Soeharto. Kendati ada embel-embel nama monumen, sejatinya tempat ini berfungsi sebagai sebuah museum yang menyimpan banyak benda bersejarah terkait perkembangan dunia jurnalistik di Indonesia.
Koleksi umum yang dimiliki berupa arsip edisi koran dan majalah yang terbit di Indonesia. Di lantai dua bangunan Monumen Pers menyimpan koleksi koran yang luas, baik fisik maupun digital. Di lantai dua, terdapat 106.326 edisi koran, dan di lantai tiga ada 64.032 edisi. Selain itu, ada 154.546 edisi koran yang disimpan secara digital (softcopy).
“Koleksi juga mencakup koran tertua, yaitu Java Government Gazette yang diterbitkan tahun 1816. Berikut adalah detail lebih lanjut tentang koleksi koran di Monumen Pers Nasional, Koleksi Fisik:Lantai dua: 106.326 edisi koran. Lantai tiga: 64.032 edisi koran. Koleksi Digital: 154.546 edisi koran. Koran Tertua: Java Government Gazette (1816),” kata dia.
Selain koran, Monumen Pers Nasional juga menyimpan majalah, dengan koleksi fisik dan digital yang luas. Koleksi majalah juga termasuk majalah tertua, yaitu Tjaja Hindia edisi 1913. Monumen Pers Nasional menyediakan layanan arsip digital bagi pengunjung yang ingin mengakses koleksi koran dan majalah secara digital.
Bukan koran dan majalah saja yang menjadi barang koleksi di monumen tersebut Sejumlah peralatan penunjang kerja jurnalistik wartawan juga turut disimpan. Misalnya, mesin ketik, pemancar radio, kamera, hingga memorabilia sejumlah tokoh wartawan nasional. Seperti mesin ketik milik Bakrie Soeraatmadja.
Kemudian kisah penyelamatan sebuah transmisi pemancar radio berkekuatan 1 kilowatt milik RRI Surakarta ke Tawangmangu oleh Kepala RRI saat itu, Maladi. Upaya itu dilakukan karena tersiar kabar stasiun PTP Goni di Delanggu dibom pasukan Belanda, pada Desember 1948, ketika berupaya untuk kembali menjajah Indonesia.
“Pemindahan pemancar tidak berlangsung mulus karena truk pengangkut tak bisa masuk ke jalan yang sempit di Desa Punthukrejo, Karanganyar. Alhasil, pemancar seberat 1,5 ton diturunkan di ujung jalan dan diangkut beramai-ramai oleh warga menggunakan tiang listrik,” kata Ayu.
Upaya pengangkutan harus dilakukan malam hari agar tidak ketahuan pihak Belanda. Perlu waktu empat hari untuk mencapai Desa Balong, Kecamatan Jenawi, Karanganyar, sebagai lokasi yang diperintahkan Maladi untuk menyelamatkan pemancar.
Sebuah kebun warga yang ditumbuhi ilalang tinggi dan kandang kambing menjadi lokasi studio darurat RRI agar tetap bisa mengudara. Di tempat ini pula pemancar disembunyikan, ditutupi ilalang kering dan terpal.
“Uniknya, ketika mereka bersiaran mengabarkan situasi Indonesia kepada dunia, tak jarang suara kambing mengembik turut terdengar. Itulah sebabnya siaran mereka dapat julukan radio kambing. Siaran dari dekat kandang kambing itu berlangsung dari Januari 1949 hingga awal 1950,” tuturnya. (red)
Kabar Gembira, Lampung Gelar Pemutihan Pajak 1 Mei-31 Juli 2025
Lampung (RN) – Kabar gembira untuk masyarakat Provinsi Lampung karena di mulai 1 Mei hingga 31 Juli 2025, pemerintah menggelar program pemutihan pajak kendaraan bermotor.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengatakan bahwa dalam pemutihan kali ini, seluruh pokok tunggakan dan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) akan dihapus. Wajib pajak cukup membayar satu tahun pajak berjalan, tanpa tambahan denda maupun tunggakan tahun-tahun sebelumnya.
“Pemutihan ini berlaku penuh, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Tidak peduli berapa lama menunggaknya, cukup bayar satu tahun berjalan saja,” kata Gubernur saat meninjau layanan Samsat Digital Drive Thru di depan Kantor Gubernur Lampung, Kamis 17 April 2024.
Selain itu, denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) dari tahun sebelumnya dan tahun-tahun sebelumnya juga turut dihapuskan. Pemutihan ini dapat diakses di seluruh layanan Samsat, termasuk Samsat Induk, Samsat Unggulan (Samling, Samsat Mall, Drive Thru, Kontainer, Samsat Desa), hingga layanan elektronik seperti SIGNAL, E-SAMDES, dan E-SALAM. Pemutihan juga tersedia di 277 BUMDes melalui aplikasi e-Samdes.
Menurut Gubernur, tingkat kepatuhan masyarakat Lampung dalam membayar pajak kendaraan masih rendah, yakni hanya sekitar 38 persen. Karena itu, ia berharap pemutihan ini bisa menjadi momentum masyarakat untuk mulai tertib administrasi pajak.
“Ini komitmen kami bersama kepolisian. Pemutihan ini yang terakhir, karena tahun depan data kendaraan yang lama tidak bayar pajak akan dihapus oleh kepolisian berdasarkan Undang-Undang Nomor 22,” tegasnya.
“Balik nama kendaraan dari luar daerah pun akan digratiskan dalam periode pemutihan ini,” tambahnya.
Sebagai informasi, berikut dokumen yang perlu disiapkan untuk proses pengesahan tahunan:
– e-KTP atau surat pengantar dari instansi/perusahaan
-STNK asli
-TBPKP asli
-Surat kuasa bermaterai jika dikuasakan
Sementara untuk perpanjangan STNK, wajib pajak juga harus membawa:
-e-KTP atau surat pengantar instansi/perusahaan
-STNK asli dan TBPKP asli
-Bukti cek fisik kendaraan (kendaraan wajib hadir)
-BPKB asli
-Risalah lelang (untuk kendaraan hasil lelang)
-Surat kuasa tertutup (jika ada yang berwenang). (Red)
Rugikan Negara Rp.66 M, Kejati Lampung Periksa 47 Saksi Proyek Jalan Tol Terbangi Besar
Lampung (RN) – Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Lampung melakukan Penyidikan dugaan tindak pidana korupsi Kegiatan Pembangunan Jalan Tol Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (STA 100+200 s/d STA 112+200) Provinsi Lampung Tahun Anggaran 2017-2019.
Kasi Penkum Kejati Lampung Ricky Ramadhan mengatakan, Penyidik melakukan pemeriksaan terhadap kurang lebih 47 Saksi yang berkaitan dengan Kegiatan Pembangunan Jalan Tol dan melakukan mengumpulkan bukti-bukti lain.
“Tahun 2017 – 2018, Divisi V PT. Waskita Karya Tbk (BUMN) selaku Kontraktor telah mengerjakan Pekerjaan Pembangunan Jalan Tol, Sumber Pendanaan dari Viability Gap Fund (VGF) PT Jasa marga Jalan layang Cikampek atas pekerjaan Pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated,” kata dia, Rabu (16/04/2025).
Ia menjelaskan, Pekerjaan tersebut dilaksanakan berdasarkan Kontrak Nomor 003/KONTRAK-DIR/JJC/IV/2017 Tanggal 05 April 2017, antara Kepala Divisi V PT Waskita Karya selaku Kontraktor Pelaksana dengan Direktur Utama PT JJC selaku Pemilik Pekerjaan Proyek Pembangunan Jalan Tol tersebut.
“Nilai Kontrak pekerjaan tersebut adalah sebesar Rp. 1.253.922.600.000, dengan panjang jalan yang ditangani dalam Pekerjaan pembangunan Jalan Tol 12 Km. Pekerjaan tersebut dilaksanakan selama 24 bulan sejak tanggal 5 April 2017 sampai dengan tanggal 8 November 2019, dimana dilakukan serah terima PHO tanggal 8 November 2019, dengan masa Pemeliharaan (FHO) selama tiga Tahun,” ujarnya.
Modus operandi didalam pembuatan pertanggungjawaban keuangan fiktif tersebut adalah dengan cara merekayasa dokumen tagihan-tagihan yang seolah-olah berasal dari kegiatan yang dilakukan pada pelaksanaan Pembangunan Jalan Tol, dengan vendor fiktif.
Pertanggungjawaban keuangan fiktif yang dilakukan oknum Tim Proyek atas permintaan dari Oknum Pimpinan pada Divisi 5 PT Waskita Karya tersebut mengakibatkan kerugian keuangan Negara sebesar ± Rp. 66.000.000.000 miliar
“Tanggal 13 Maret 2025 sampai dengan hari ini, Penyidik pada Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Lampung telah melakukan penyitaan uang sebesar Rp.1.643.000.000,” pungkasnya. (red).
Kawal Program Swasembada Pangan, Kejati Lampung Bentuk 18 Posko
Lampung (RN) – Kejaksaan Tinggi Lampung Komitmen dalam Pengawalan Program Swasembada Pangan Gubernur Lampung dan Bupati, Walikota se- Lampung.
Hal tersebut dikatakan Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Dr. Kuntadi saat mengelar Rapat Koordinasi bersama Gubernur dan Bupati / Walikota Se-Lampung pada hari di Gedung Pusiban Pemda Provinsi Lampung, Rabu (16/04/2025).
“Sebagai lembaga penegak hukum, Kejaksaan tidak hanya berperan dalam penindakan, tetapi juga memiliki fungsi penting dalam aspek pencegahan dan pendampingan program strategis nasional,” kata dia.
Ia juga mengatakan, Jaksa Agung RI telah menyampaikan komitmennya untuk mengawal program swasembada pangan yang diluncurkan oleh Kementerian Pertanian, termasuk pengadaan Pupuk Bersubsidi senilai Rp54 Triliun dan Alat Aistem Pertanian (Alsintan) senilai Rp.10-15 Triliun.
“Pendampingan hukum diberikan agar proses pengadaan dan distribusi benar-benar sampai ke tangan petani dan kelompok tani yang membutuhkan, serta untuk memastikan tidak terjadi kebocoran atau penyimpangan anggaran. Kejaksaan juga aktif dalam proyek-proyek strategis nasional yang mendukung kedaulatan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani,” ujarnya.
“Sebagai bentuk konkret dari peran serta dalam swasembada pangan, Kejaksaan Tinggi Lampung telah membentuk 18 Posko Monitoring Ketahanan Pangan yang tersebar di seluruh Wilayah Provinsi Lampung, yaitu 1 Posko di Kejaksaan Tinggi, 13 Posko di Kejaksaan Negeri dan 3 Posko di Cabang Kejaksaan Negeri,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan, Posko ini untuk Monitoring isu strategis pangan dan gejolak harga komoditas; Evaluasi pelaksanaan program ketahanan pangan di lapangan Pengumpulan data untuk mendeteksi potensi pelanggaran hukum dan Tindakan intelijen terhadap gejolak harga akibat rekayasa pasar maupun faktor alam.
“Dengan sistem monitoring ini, Kejati Lampung berupaya menciptakan mekanisme pengawasan yang efektif, preventif, dan mampu menanggulangi kerawanan pangan di daerah. Melalui inovasi posko ketahanan pangan, program Jaga Desa, dan pendampingan hukum intensif, Kejaksaan ingin memastikan bahwa seluruh program berjalan efektif, efisien, dan transparan,” pungkasnya. (red).
PSU Pesawaran, DPD Demokrat Dukungan Penuh Nanda – Anton
Pesawaran (RN) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Lampung memutuskan arah dukungan politik pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pesawaran tahun 2025.
Dukungan tersebut disampaikan Ketua DPD Demokrat Edy Irawan saat mengelar halal bihalal di Bergadang Resto Bandar Lampung, Rabu (16/04/2025).
“Hasil konsultasi dengan DPP, di PSU Pesawaran DPD Demokrat menyatakan mendukung penuh dan memenangkan Paslon 02 Nanda-Antonius,” kata Edy Irawan.
“Kami telah sepakat dan berembuk bersama untuk arah dukungan ini kita tujukan kepada Paslon 02 Nanda-Anton, dengan harapan setelah nanti terpilih, Nanda-Antonius bisa membangun Kabupaten Pesawaran lebih baik dan bermanfaat untuk masyarakat,” tambahnya.
Dirinya juga mengatakan, pasca putusan MK dan adanya penetapan calon yang dilakukan oleh KPU, Demokrat disuguhkan tiga pilihan yakni mendukung Paslon 01, mendukung 02, atau tidak mendukung siapapun.
“Sebagai partai politik, tentunya kami tidak bisa tinggal diam, karena kami juga ingin ikut berperan aktif dalam membangun Kabupaten Pesawaran, maka dari kami berkomunikasi dengan DPP, dan mereka juga memberikan masukan yang sama Parpol tidak boleh berdiam diri,” ujar dia.
Sementara itu Calon Bupati Pesawaran Nanda Indira mengatakan, pihaknya merasa terkejut, lantaran diundang oleh DPD Demokrat untuk halalbihalal.
“Kami mengira undangan ini baru sebatas profeling kami sebagai calon, ternyata langsung arah dukungan dari Demokrat, saya ucapkan sekali lagi terimakasih atas kepercayaan partai Demokrat. Mari bersama berjuang menangkan Nanda-Antonius,” kata dia.
“Tentunya kami tidak bisa bergerak sendiri untuk memajukan Kabupaten Pesawaran, makanya semakin banyak yang bergabung dengan kita, tentunya kami semakin percaya Kabupaten Pesawaran dapat kita bangun lebih baik kedepannya,” pungkasnya. (rls/red).
Pemkab Pesawaran Rumuskan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2026
Pesawaran (RN) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kabupaten dalam rangka Penyusunan Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Pemkab Pesawaran Selasa, (15/4/2025).
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhina mengatakan, Musrenbang ini digelar dalam rangka membangun persepsi bersama guna merumuskan prioritas pembangunan dan menyempurnakan rancangan RKPD melalui masukan dan saran, usulan masyarakat dan pokok pikiran DPRD, serta para pemangku kepentingan demi terciptanya pembangunan yang berdampak, adil, terarah dan berkelanjutan.
“Musrenbang ini bukan sekedar rutinitas dan formalitas semata, tapi ini diperlukan untuk mengambil keputusan usulan prioritas. Semua usulan pembangunan tentu menjadi prioritas, tapi itu harus bisa dipilah dan dipilih sesuai dengan kemampuan pemerintah. Maka itulah gunanya hari ini kita musyawarah,” kata Dendi saat memberikan sambutan.
Dendi menyebut, Kabupaten Pesawaran memiliki potensi yang besar dari berbagai sektor, baik dari sisi pertanian, ekonomi, parindustrian, perikanan, pertambangan dan energi, maupun dari aspek pariwisata. Begitupun dengan sektor unggulan yang dimiliki setiap kecamatan yang semuanya memiliki ciri khas dan potensi masing-masing.
“Namun semua potensi itu, menurutnya tidak dapat dijalankan dengan maksimal tanpa adanya dukungan dari pemerintah Provinsi Lampung serta berbagai pemangku kepentingan terkait. Pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama yang digaungkan oleh pemerintah dalam upaya memperlancar mobilitas masyarakat serta menunjang pergerakan ekonomi dari berbagai aspek,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Lampung yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Ganjar Jationo, mengatakan utama dari RKPD Tahun 2026 yaitu, Penguatan Ketahanan Pangan dan Infrastruktur untuk Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan.
“Tema ini sejalan dengan program nasional yaitu, Peningkatan Produktifitas untuk Swasembada Pangan dan Energi untuk Menciptakan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif,” ujarnya.
Dirinya juga mengatakan, Provinsi Lampung juga telah menetapkan empat fokus pembangunan yaitu ekonomi, sosial, hukum dan pemerintahan, serta infrastruktur dan kewilayahan. Adapun tiga misi utama Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung yakni mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, memperkuat SDM yang unggul dan produktif, serta membangun tata kelola pemerintahan yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Ganjar Jationo juga menyampaikan bahwa Pemprov Lampung memiliki Program Hasil Terbaik Cepat, seperti penguatan ekonomi desa, pembangunan unit produksi pupuk organik yang dikelola BUMDes/koperasi, bantuan alat pengering gabah dan jagung, perbaikan infrastruktur jalan provinsi, serta stabilisasi harga pangan melalui operasi pasar bersubsidi.
“Musrenbang RKPD ini merupakan instrumen penting dalam perencanaan tahunan yang akan menjadi acuan dalam penyusunan APBD. Dengan pertimbangan keterbatasan anggaran, musyawarah ini menjadi sarana untuk menyepakati kebutuhan pembangunan yang paling mendesak dan strategis bagi masyarakat Kabupaten Pesawaran,” pungkasnya. (zal)
Kecelakaan Maut di Gedongtataan Pengendara Motor Tewas di Tempat
Pesawaran (RN) — Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan A. Yani Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran tepatnya di depan SPBU Gedong Tataan. Melibatkan dua sepeda motor mengakibatkan satu orang tewas tempat
Kasat Lantas Polres Pesawaran Iptu Olivia Jeniar Chaniago saat dikonfirmasi membenarkan insiden tersebut, kecelakaan tersebut terjadi saat kendaraan sepeda motor Honda Vario Nopol BE 5708 RT yang dikendarai Saprudin (56) bersama dengan Suaidi (56) berjalan dari arah Bandar Lampung menuju ke arah Pringsewu hendak mendahului kendaraan yang berada di depannya.
“Saat dia mengambil jalur kanan, saat yang bersamaan datang kendaraan Motor Honda Beat Nopol BE 2296 AIH yang dikendarai Apriyansyah (22)warga Desa Bernung Kecamatan Gedongtataan, karena jarak yang terlalu dekat dan tidak dapat menghindar lagi sehingga kedua kendaraan bertabrakan maka terjadilah laka lantas tersebut,” kata Iptu Olivia, Rabu (09/04/2025).
Dirinya mengatakan, akibat kejadian ini pengendara sepeda motor Vario atas nama Saprudin meninggal ditempat warga Desa Way Layap RT/RW. 002/- Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran setelah mengalami luka dibagian wajah dan kepala, korban langsung dievakuasi oleh petugas ke klinik kesehatan terdekat.
“Sementara penumpang kendaraan vario mengalami luka ringan dibagian kaki, dan lawannya pengendara beat mengalami luka dibagian hidung dan mulut,” ujar dia.
Sementara itu, salah satu saksi mata mengatakan, saat kejadian tersebut, kondisi jalan raya dalam kondisi lengang dan tidak terjadi kemacetan.
“Kondisi jalan yang lancar tidak macet, kalau dilihat korban yang tergeletak sudah meninggal dunia, karena luka yang dialami bagian wajah dan kepalanya hancur, sampai helm nya juga hancur,” katanya. (zal)
Usai Libur Lebaran dan Cuti Bersama Pemkab Pesawaran Gelar Apel Perdana
Pesawaran (RN) – Usai libur hari raya IdulFitri 1446 Hijriah dan Cuti bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesawaran melaksanakan Apel Mingguan sekaligus Halal Bihalal. Kegiatan ini digelar di Lapangan Pemkab Pesawaran, Selasa, (8/4/2025).
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengajak para pegawai di lingkungan Pemkab Pesawaran untuk menjadikan momentum pasca libur hari raya ini untuk mengevaluasi diri, guna meningkatkan kinerja secara profesional dan proporsional di masing-masing satuan kerja.
“Atas nama pribadi dan jajaran Pemerintah Kabupaten Pesawaran, jika ada hal -hal yang kurang pas baik dalam keseharian, perbuatan, maupun kebijakan, sebagai manusia biasa saya mohon maaf lahir dan batin,” kata Dendi.
Dendi juga meminta kepada seluruh pegawai Pemda untuk menjaga kebersihan di lingkungan kerja masing-masing. Hal ini guna menciptakan kenyamanan serta menunjang produktivitas kerja.
“Sekali lagi di momen yang baik ini kita terus kompak apapun yang terjadi ke depan kita harus berpikir untuk kemajuan Bumi Andan Jejama yang lebih baik lagi.
Pemkab Pesawaran Gelar Apel Mingguan Sekaligus Halal Bihalal di Hari Pertama Kerja Pasca Libur Idulfitri 1446 H.
Diketahui, setelah pelaksanaan apel, acara dilanjutkan dengan kegiatan Halal Bihalal, seluruh pegawai baik ASN maupun Non-ASN saling berjabat tangan dalam suasana kehangatan Idulfitri 1446 bersama Bupati, Wakil Bupati dan jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesawaran. (zal)
Umbar Kebencian di Medsos, Akun FB Raka Putro Dilaporkan Ke Polres Pesawaran
Pesawaran (RN) – Diduga melakukan ujar Kebencian yang ditunjukan kepada calon Bupati Pesawaran Nanda Indira. Masyarakat Pesawaran melaporkan akun media sosial Facebook atas nama Raka Putro, beserta orang yang membagikan postingan dugaan pencemaran nama baik tersebut ke sejumlah group WhatsApp.
Ujaran kebencian tersebut ditujukan kepada salah satu Calon Bupati Pesawaran Nanda Indira. Dalam postingan itu menggunakan kata-kata tidak pantas seperti, Terserah Mau Golput atau apalah.. yang penting jangan pilih no.2 Calon Bupati rakus dan tamak. Wanita Jalxxx dan Gerxx.
Perwakilan masyarakat Ahmad Yani mengatakan, tujuan pelaporan tersebut untuk memberikan efek jera terhadap oknum-oknum yang diduga melakukan fitnah, ujaran kebencian dengan kata-kata yang tidak pantas.
Selain memberikan efek jera, dirinya juga menginginkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kabupaten Pesawaran bisa berjalan dengan baik, aman damai, tanpa adanya kisruh yang disebabkan oleh oknum-oknum tersebut.
“Karena kata-kata itu bisa mengakibatkan konflik di tengah-tengah masyarakat saat ini,” kata dia, Senin (07/04/2025).
Menurutnya, efek jera tersebut harus diberikan supaya tidak ada lagi kejadian serupa. Apa lagi menjelang PSU ini.
“Kami berharap kepolisian bisa mengusut tuntas permasalahan tersebut, agar tidak ada lagi kejadian seperti ini,” ujarnya.
Dirinya menjelaskan, laporan tersebut bertujuan untuk membantu kepolisian yang merupakan garda terdepan dalam pengamanan PSU ini.
“Kami minta aparat kepolisian bisa mengusut dan menangkap oknum tersebut,” pungkasnya. (zal
Bentuk Karakter Religius Siswa, UPTD SDN 11 Geta Gelar Pesantren Kilat
Pesawaran (RN) – Dalam rangka menyambut bulan Suci Ramadhan 1446 H, dan sebagai salah satu upaya menambah wawasan keislaman, serta membentuk karakter religious siswa, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sekolah Dasar Negeri 11 Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran melaksanakan kegiatan Pesantren Kilat.
Kegiatan Pesantren kilat yang dilaksanakan di Gedung SD Negeri 11 Gedong Tataan berlangsung dari tanggal 17 sampai 19 dan di buka langsung oleh Kepala UPTD SD Negeri 11 Gedong Tataan.
Kepala UPTD SDN 11 Gedong Tataan Leny Marlina,M.pd mengatakan, kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan merupakan kegiatan rutin setiap tahun dan sudah masuk dalam kalender pendidikan tersebut, merupakan kegiatan keagamaan yang diberikan kepada seluruh siswa.
“Kegiatan pesantren kilat yang kami laksanakan, merupakan kegiatan rutin setiap tahun di Bulan suci Ramadhan, dan merupakan kegiatan yang sudah terprogram di Kalender Pendidikan,” kata Leny Marlina saat di temui di ruang kerjanya, Kamis (20/03/2025).
Dirinya juga mengatakan, Selain merupakan program sekolah, kegiatan ini kami lakukan sebagai salah satu upaya dalam menambah pengetahuan keagamaan kepada siswa.
“Tujuan dilaksanakannya kegiatan pesantren kilat untuk membentuk karakter religius siswa siswi dan menambah pengetahuan tentang pengetahuan agama yang diharapkan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Lebih lanjut Leny menyampaikan bahwa materi yang diberikan dalam kegiatan pesantren kilat tersebut yaitu materi tentang Tartil/tilawah Qur’an, Fiqih Puasa, Akhlak dalam berpuasa serta sholat berjamaah.
“Alhamdulillah selain melaksanakan pesantren kilat, pada akhir kegiatan hari ini tanggal 20 Maret UPTD SDN 11 membagikan 62 paket sembako dan kegiatan ini sudah berjalan selama tiga tahun berturut, semoga kegiatan seperti ini akan terus berjalan,” harpanya.
“Semoga kegiatan yang dilaksanakan dalam waktu singkat dapat memberikan wawasan dan pengetahuan keagamaan kepada siswa dan senantiasa diterapkan dalam kehidupan sehari-har sehingga terbentuk karakter islami pada siswa,” pungkasnya. (Rizal)
Dirinya juga mengatakan, Selain merupakan program sekolah, kegiatan ini kami lakukan sebagai salah satu upaya dalam menambah pengetahuan keagamaan kepada siswa.
“Tujuan dilaksanakannya kegiatan pesantren kilat untuk membentuk karakter religius siswa siswi dan menambah pengetahuan tentang pengetahuan agama yang diharapkan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Lebih lanjut Leny menyampaikan bahwa materi yang diberikan dalam kegiatan pesantren kilat tersebut yaitu materi tentang Tartil/tilawah Qur’an, Fiqih Puasa, Akhlak dalam berpuasa serta sholat berjamaah.
“Alhamdulillah selain melaksanakan pesantren kilat, pada akhir kegiatan hari ini tanggal 20 Maret UPTD SDN 11 membagikan 62 paket sembako dan kegiatan ini sudah berjalan selama tiga tahun berturut, semoga kegiatan seperti ini akan terus berjalan,” harpanya.
“Semoga kegiatan yang dilaksanakan dalam waktu singkat dapat memberikan wawasan dan pengetahuan keagamaan kepada siswa dan senantiasa diterapkan dalam kehidupan sehari-har sehingga terbentuk karakter islami pada siswa,” pungkasnya. (Rizal)
