Intruksi Jaksa Agung, Kejari Tulang Bawang Lakukan Sidak Gudang Dinkes

Lampung (HO) – Kepala Kejaksaan Negeri Tulang Bawang di dampingi Kasi Intel, Kasi Pidsus dan Kasi Datun, melakukan sidak secara langsung ke Gudang Obat Dinas Kesehatan Kabupaten Tulang Bawang Barat sesuai dengan instruksi Jaksa Agung RI.
“Dimana dalam sidak tersebut hanya tersedia vitamin dan antibiotik Azithromycin Tablet sedangkan Antivirus masih dalam pemesanan, sidak dilanjutkan ke 3 (tiga) Apotek di Kabupaten Tulang Bawang Barat yang dilakukan secara acak diantaranya Apotek Oksa Farma, Apotek Horas Farma dan Apotek Maju Sehat,” ungkap Kasi Penkum Andrie W. Setiawan, S.H., S.Sos., M.H, melalui siaran pers nya, Rabu (28/7/2021).
Kemudian katanya, dilanjutkan dengan memberikan dukungan dan semangat kepada Tenaga Kesehatan di RSUD Tulang Bawang Barat serta pengecekan ketersediaan oksigen.
“Dalam giat tersebut didapatkan jika Antivirus dalam keadaan kosong dan sedang dalam pemesanan, sedangkan yang tersedia hanya Antibiotik serta Vitamin namun untuk Oksigen di RSUD Tulang Bawang Barat dalam keadaan cukup,” jelasnya.
Kasi Penkum menambahkan, pelaksanaan peninjauan langsung mengenai obat-obatan dan ketersediaan Tabung Oksigen di Kabupaten Tulang Bawang Barat serta dukungan kepada Tenaga Kesehatan di RSUD Tulang Bawang Barat.
“Sebagai langkah Kejaksaan Negeri Tulang Bawang untuk mendukung Program Pemerintah Khususnya Instruksi Jaksa Agung Republik Indonesia untuk menggunakan semua kewenangan yang ada dalam Upaya Penanggunlangan Penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (Red)

Marak Resepsi Pernikahan, Sekdes Bernung Berikan Himbauan Putus Mata Rantai Covid-19

Pesawaran (HO) – Guna memutus mata rantai Covid-19, ditengah banyaknya masyarakat menggelar resepsi pernikahan, aparatur pemerintah Desa Bernung Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran memberikan himbauan kepada warganya. Kepala Desa Bernung Deswan, melalui Sekretaris Roydup Komar didampingi Kanit Binmas Polsek Gedong tataan Iptu Kasimudin, Kanit Sabhara Polsek Gedong Tataan Iptu Sofyansyah, dan Bhabinkamtibmas Desa Bernung Bripka Desril Hamid serta Sertu Ujang Muslim Babinsa Desa Bernung, mengatakan, pihaknya selalu memberikan himbauan kepada warganya akan menggelar hajatan seperti resepsi pernikahan maupun khitanan guna memutus mata rantai Covid-19. “Hari ini kita memberikan himbauan di Dusun 4 Sukoharjo, kami jelaskan jika akan menggelar resepsi, jangan ada live musik dan kursi, karena khawatir mengundang keramaian,” jelas sekretaris desa, Roydup Komar Rabu (28/7/2021). (Rudy/Indra)

Gangguan Pencernaan, Baznas Pesawaran Berikan Santunan Warga Sukabanjar Uang Tunai

Pesawaran (HO) – Baznas Kabupaten Pesawaran memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp 2 juta kepada Jauhari warga Sukabanjar Kecamatan Gedong tataan karena menderita gangguan pencernaan. Pj Kades Sukabanjar Adhitya Desilma Putra,S.H.,M.Kn, mengatakan keluarga sangat senang atas bantuan yang di berikan oleh Baznas Kabupaten Pesawaran. “Iya Baznas telah memberikan santunan berupa uang tunai sebesar Rp 2 juta kepada bapak jauhari yang juga mantan RT di Dusun 1,” jelasnya saat dikonfirmasi dikediaman Jauhari, Rabu (28/7/2021). Adhitya Desilma Putra menambahkan Jauhari menderita gangguan pencernaan sudah 1 tahun dan saat ini hanya dapat beristirahat dirumah saja. “Bantuan ini pun di terima oleh pihak yang keluraga dengan senang, dan saya berharap santunan ini bisa membantu biaya pengobatan bapak jauhari,” tambahnya. (Rudy/Indra)

Percepatan Vaksinasi, Polda Lampung Sentuh Pulau Terluar Di Provinsi

Pesawaran (HO) – Polda Lampung melaksanakan percepatan program vaksinasi covid-19 tahap I di Pulau Pahawang Kabupaten Pesawaran yang merupakan salah satu pulau terluar Provinsi Lampung, Rabu (28/7/2021) pagi. Wakapolda Lampung Brigjen Pol Subiyanto, mewakili Kapolda Lampung mengatakan, di pulau Pahawang ini ada sebanyak 200 Kepala Keluarga (KK). “Yang wajib vaksin sesuai data kami sekitar 260 orang dalam hal ini kami vaksinasi secara keseluruhan pada tahap I vaksinasi covid-19 untuk masyarakat Pulau Pahawang,” ujar Subiyanto. Subiyanto menambahkan, pada tahap kedua vaksinasi nanti Polda Lampung akan melaksanakan kembali di Pulau Pahawang, sesuai ketentuan 28 hari setelah vaksin pertama. “Seperti yang kita ketahui pulau Pahawang ini termasuk daerah zona hijau, namun dalam mendukung program pemerintah untuk percepatan vaksinasi, kita harus menyentuh seluruh wilayah provinsi Lampung, yang terdiri dari kepulauan, pegunungan dan daratan, dengan adanya program vaksinasi ini warga pulau Pahawang agar tetap bisa di pertahankan pada zona hijau,” ujar Subiyanto. Pada kesempatan kegiatan vaksinasi tersebut, Polda Lampung juga membagikan bantuan sosial, berupa 150 paket sembako untuk di bagikan kepada masyarakat Pulau Pahawang, yang kurang mampu dan terdampak PPKM Level 4. “Polda Lampung berharap dengan adanya vaksinasi covid-19 ini, herd immunity masyarakat pulau Pahawang terbentuk dan memperkuat imun tubuh masyarakat sehingga kita dapat memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 di pulau Pahawang dan Provinsi Lampung yang kita cintai,” tutup Subiyanto Terpisah, Subliyani salah satu warga pulau Pahawang mengatakan, sangat antusias dengan program vaksinasi ini. “Kami mengucapkan terimakasih kepada bapak-bapak dari Polda Lampung, sudah lama kami nantikan vaksinasi ini di daerah kami, karena datang ke kota untuk melaksanakan vaksin, kami terkendala biaya, dan waktu” ujar Subliyani salah satu warga pulau Pahawang. Wakapolres Pesawaran Kompol Hendra Gunawan, S.H, S,Ik, M.M mewakili Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo, S.Ik, M.H menambahkan, dalam rangka mendukung Program Pemerintah memerangi Covid-19, Polres Pesawaran melaksanakan giat Vaksinasi yang pertama di Desa Kepulauan yakni di Desa Pulau Pahawang, Kecamatan Marga Punduh. “Kegiatan yang bertajuk Serbuan Vaksinasi Covid-19 Keliling Polres Pesawaran ini digelar dihalaman depan Kantor Balai Desa Pulau Pahawan,” sebutnya. Diketahui dalam acara tersebut selain Wakapolda Lampung Brigjen. Pol. Drs. Subiyanto,didampingi Kabidhumas Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, S.H.,M. Si, Dir Pol Airud Kombes pol. Sis Mulyono, S.H.M.H., Kabid Dokkes Kombes pol. dr Andri Bandarsyah dan Bupati Pesawaran H. Dendi Ramadhona Kaligis, S.T., M.Tr.I.P. Kemudian Wakapolres Pesawaran Kompol Hendra Gunawan, S.H, S,Ik, M.M mewakili Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo, S.Ik, M.H beserta para Pejabat Utama (PJU) Polres Pesawaran, Kapolsek Padang Cermin AKP Darwin, SH, Bhabinkamtibmas Desa Pulau Pahawang Bripka Sulthon beserta Tim Dokkes Polres Pesawaran. (Red)

Kabar Gembira, Melalui PTSL, BPN Pesawaran Sertifikasi Tanah 26 Desa di 7 Kecamatan

Pesawaran (HO) – Pada tahun 2021 setidaknya ada tujuh kecamatan di Kabupaten Pesawaran yang akan mendapatkan program nasional oleh Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Hal ini diungkapkan oleh Darman Hutasoit Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Pesawaran, Selasa (27/7/2021). “Kalau untuk sementara ini pada tahun 2021 ada sebanyak 26 desa yang tersebar di tujuh Kecamatan diantaranya Tegineneng, Padang cermin, Kedondong, Gedong Tataan, Way Khilau, Way Lima dan Negeri Katon yang akan mendapatkan program PTSL,” ungkapnya. Menurutnya, Kabupaten Pesawaran akan mendapatkan kuota puluhan ribuan bidang dalam program PTSL. “Untuk jumlahnya itu sebanyak 22 ribu bidang, tapi kemungkinan masih bisa bertambah,” ujarnya. “Sebab kemungkinan akan ada penambahan sebanyak empat ribu bidang,” timpal dia. Dijelaskannya sejauh ini sudah ada ribuan sertifikat yang diserahkan kepada masyarakat Kabupaten Pesawaran. “Saat ini sedang proses untuk program PTSL, dan kurang lebih ada tiga ribu sertifikat PTSL yang sudah kita bagikan kepada masyarakat di Kabupaten Pesawaran,” jelas dia. Ia pun berharap program tersebut dapat berjalan dengan baik dan sesuai target yang telah ditetapkan. “Yang pasti kita minta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Pesawaran agar program ini dapat berjalan lancar, sehingga nantinya bisa berdampak positif bagi masyarakat,” tutup dia. (Red)

KNPI Peringati Hari Jadi Ke-48, Ini Pesan Bupati Pesawaran

Pesawaran (HO) – Dalam rangka Memperingati Hari jadi Komite Nasional Pemuda Indonesia, (KNPI) Ke-48, dengan tema menuju KNPI Emas, Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona kunjungi sekretariat KNPI Pesawaran di komplek islamic Center Pesawaran, Jumat (23/7/2021). Dalam kunjungannya, Bupati Dendi ikut berpartisipasi dalam program aksi penghijauan dengan menanam Pohon alpukat di halaman sekretariat KNPI. Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona berpesan, dihari jadi KNPI yang ke-48 ini, dengan semangat dan ikhtiar pemuda KNPI harus jadi Garda Terdepan dalam penanganan wabah Pandemi covid-19. “Selain KNPI membuat kegiatan yang menumbuh kembangkan semangat kepemudaan, KNPI harus mengambil peran penting sebagai Garda Terdepan penanganan dan penanggulangan covid-19,” harapnya. Dendi juga mengatakan mendukung Program Aksi Sosial dan Penghijauan dalam dalam Rangka HUT KNPI Ke-48. “Saya mendukung Program Aksi Sosial dan Penghijauan KNPI Pesawaran, semoga bermanfaat bagi masyarakat Pesawaran,” ucapnya. Ditempat yang sama, Ketua KNPI Pesawaran Toga Asmarantaka mengatakan, HUT KNPi kali ini berbeda dengan HUT sebelumnya, dimana saat ini Pemerintah sedang berlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), jadi kita buat kegiatan yang berbeda. “Kemarin kita serahkan bibit secara simbolis kepada 11 Ketua Pengurus Kecamatan untuk ditanam di kecamatannya Masing-masing, dan hari ini dilaksanakan Penanaman serentak,” katanya. Selain itu, Bung Toga menjelaskan bahu HUT KNPI kali ini, pihak nya mengagendakan beberapa Kegiatan di antaranya, Penanaman Bibit Pohon Serentak Se-Kabupaten Pesawaran Pada tanggal 23 Juli yang bekerjasama dengan BPDAS HL, Bakti Sosial bekerja sama dengan BAZNAS Pesawaran yang dilaksanakan di Kecamatan Padang Cermin dan Kedondong pada tanggal 24 Juli, Serta ikut mensukseskan Program Vaksinasi Nasional yang insya Allah akan dilakansanakan akhir Juli. “Semoga dalam Gerakan Aksi Sosial dan Penghijauan ini membawa dampak Positif Bagi Pemuda dan Masyarakat Pesawaran,” pungkasnya. (Red)

Dimasa PPKM, Pemkab Pesawaran Distribusikan Beras Kepada Masyarakat

Pesawaran (HO) – Pemerintah Kabupaten Pesawaran mulai mendistribusikan bantuan berupa beras bagi masyarakat pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). “Ya, hari ini kita mulai melakukan pendistribusian bantuan beras bagi masyarakat, dimasa PPKM ini,” ungkap Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, saat menghadiri Kegiatan penyaluran bantuan beras dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Tahun 2021, di Balai Desa Kutoarjo, Kecamatan Gedong Tataan, Jumat (23/7/2021). Menurutnya, ada kurang lebih 34 ribu bantuan berupa beras 10 Kilogram yang akan didistribusikan kepada masyarakat. “Yang perlu diketahui, data penerima bantuan ini merupakan data yang sudah dievaluasi dan disortir oleh Kementerian Sosial melalui aplikasi Sick-NG, dimana operator desa juga ikut menginput data masyarakatnya, oleh karena itu kriteria penerimanya adalah yang telah terdaftar didalam PKH dan BST,” ujar dia. Dendi juga menerangkan bahwa untuk proses pendistribusiannya akan dilakukan oleh PT. Pos Indonesia. “Untuk pendistribusian akan dilakukan secara berkesinambungan, melalui kantor Pos, tapi nanti akan dimusyawarahkan oleh koordinator, apakah akan langsung diserahkan kerumah penerima langsung, atau di kumpulkan di desa, karena kita juga harus perhatikan Prokesnya,” terang dia. Ia pun berharap pemberian bantuan ini dapat sedikit meringankan beban masyarakat, terutama dalam mengahadapi pandemi Covid-19 ini. “Bantuan ini merupakan stimulus, kalau untuk memenuhi kebutuhan saya yakin tidak akan cukup, tapi setidaknya ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah terhadap masyarakat ditengah pandemi Covid-19,” tutupnya. (Red)

Isolasi Mandiri, Bupati Pesawaran Berikan Bantuan Uang Tunai

Pesawaran (HO) – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, menyerahkan bantuan berupa uang tunai kepada masyarakat yang sedang melaksanakan isolasi mandiri. Dendi mengatakan, bantuan ini berdasarkan Surat edaran yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Pesawaran Nomor 460/3453/V.05/VII/2021 perihal pemberian santunan ahli waris korban meninggal dunia akibat covid-19 dan masyarakat yang sedang melaksanakan isolasi mandiri korban covid-19. “Jadi bantuan uang ini diperuntukkan bagi masyarakat khusus Pesawaran, kenapa kita memberi bantuan berupa uang, karena kitakan tidak pernah tau apa yang menjadi kebutuhan masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri,” ujarnya saat menyerahkan secara simbolis kepada keluarga korban yang sedang menjalankan isolasi mandiri. Jumat 23 Juli 2021. Dirinya mengatakan, santunan ini dimulai sejak tanggal 1 Juli 2021 lalu dan dianggarkan menggunakan APBD sampai di tanggal 31 Desember. “Jadi untuk masyarakat yang meninggal mendapatkan santunan sebesar Rp3 juta, sedangkan untuk masyarakat yang melaksanakan isolasi mandiri sebesar Rp500 ribu,” ujar dia. “Jadi santunan ini kita menganggarkan melalui APBD yang telah direfokusing, dan dari refokusing itu kita bisa membackpup 100 orang yang meninggal dan 600 orang yang menjalankan isolasi mandiri,” ujarnya. Ia menjelaskan, bagi masyarakat yang ingin mengurus santunan tersebut ada beberapa persyaratan yang harus disiapkan oleh masyarakat. “Untuk persyaratannya, masyarakat harus membawa fotokopi hasil cek lab, surat keterangan dari Satgas covid-19 tingkat desa dan diketahui pihak kecamatan, kemudian fotokopi KTP dan KK sebanyak tiga lembar pasien yang terkonfirmasi serta penerima kuasa, serta surat kuasa bermaterai,” katanya. Dirinya berharap, dengan bantuan yang diberikan ini dapat membantu masyarakat untuk memenuhi segala kebutuhan pasien yang sedang menjalankan isolasi mandiri. “Saya berpesan, kepada masyarakat yang telah merasakan terpapar ini, dapat membantu pemerintah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat yang masih saja tidak percaya tentang covid-19 ini, dengan begitu masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari,” kata dia. (Red)

Diduga Tersengat Saat Curi Kabel, Warga Lamteng Meninggal

Pesawaran (HO) – Diduga sedang melakukan pencurian kabel jaringan listrik di pintu tol Tegineneng, Topik alias Opick (42) warga Kecamatan Trimurjo Kabupaten Lampung Tengah ditemukan meninggal dunia diduga akibat tersengat listrik. Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo mengatakan, penemuan mayat tersebut terjadi pada hari Jumat tanggal 23 Juli 2021 sekira jam 09.30 wib, di jalan pintu masuk tol Tegineneng barat Dusun Masgar Desa Bumi Agung Kecamatan Tegineneng. “Awalnya mayat ditemukan oleh Saudari Turiah yang akan melakukan aktifitas untuk memanen cabe di kebun miliknya, kemudian ia melihat seorang laki- laki yang tergeletak di pinggir jalan pintu tol dan setelah di panggil pangil namun hanya diam saja,” ujarnya. Jumat (23/7/2021). “Karena beliau merasa takut, kemudian saksi memanggil anak mantunya saudara Wanto yang selanjutnya datang ke kebun dan mengecek laki- laki yang tergeletak dengan posisi terbaring tersebut sudah tidak bernyawa yang diduga karena sengatan aliran listrik yang ditanam di pinggir jalan pintu masuk tol Tegineneng barat selanjutnya saksi melaporkan kejadian tersebut kepada Kadus Masgar Sukiman kemudian melaporkan kepolsek Tegineneng untuk ditindak lanjuti,” ujar dia. Setelah mendapatkan laporan tersebut, lanjut Kapolres, petugas langsung mendatangi TKP dan melakukan koordinasi dengan Puskesmas Tegineneng, kemudian petugas melakukan koordinasi dengan Inafis Polres Pesawaran. “Setelah dilakukan pemeriksaan, korban diduga sedang melakukan pencurian kabel jaringan listrik di Pintu Tol Tegineneng barat, namun korban tersengat aliran listrik tersebut yang mengakibatkan korban meninggal dunia di tempat, korban diperkirakan meninggal sekira jam 03.30 wib dan berdasarkan identifikasi awal di TKP tidak ditemukanya tanda- tanda kekerasan dalam tubuh korban,” katanya. (Red)

Kabar Terbaru… Tes Swab Antigen, Sebanyak 25 Nakes RSUD Pesawaran Positif

Pesawaran (HO) – Puluhan Tenaga Kesahatan (Nakes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pesawaran, menjalankan isolasi mandiri setelah hasi tes swab antigen menyatakan positif. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran Maisuri, membenarkan hal tersebut dirinya mengatakan terdapat 25 nakes yang positif setelah di tes antigen. “Iya memang benar info tersebut, dan saat ini puluhan nakes tersebut sedang menjalani isolasi mandiri,” ujarnya. Rabu (21/7/2021). “Mereka inikan berhadapan langsung dengan pasien, jadi resiko terpaparnya cukup besar, tapi yang jelas kami akan selalu mendukung para nakes kita, karena mereka garda terdepan dalam menangani pasien yang terkonfirmasi,” katanya. Dirinya mengatakan, puluhan nakes ini dinyatakan positif hasil swab antigen, setelah tes antigen yang telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan. “Jadi jumlah Nakes di RSUD itu ada sekitar 365 orang pegawai, setelah kita lakukan antigen keseluruhannya terdapat 25 orang yang dinyatakan positif dari hasil yang kita lakukan,” ujarnya. Dia mengatakan, meskipun adanya puluhan nakes RSUD yang menjalani isolasi mandiri, namun hal tersebut tidak akan mempengaruhi pelayanan kepada masyarakat yang ingin berobat di RSUD. “Kalau untuk pelayanan insyaallah tidak terganggu ya karenakan ada shift-shiftan untuk para nakes yang bertugas, disituasi seperti saat ini kita malah ingin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujar dia. (Red)