Kunjungan Bupati ke SPPG Padang Manis, Pastikan Setiap Sajian Aman dan Bergizi

0
Pesawaran (RN) – Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., melakukan peninjauan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Padang Manis, Kecamatan Way Lima, Senin (27/10/2025).  Peninjauan ini bertujuan memastikan proses penyediaan dan distribusi makanan bagi penerima manfaat program berjalan sesuai standar gizi, higienitas, dan keamanan pangan. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Nanda didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Kominfotiksan, serta Camat Way Lima. Bupati menyebut, kunjungan ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Pesawaran dalam mendukung program pemerintah pusat dalam peningkatan gizi masyarakat, khususnya bagi ibu hamil, balita, dan anak sekolah. Pada kesempatan itu, Bupati mengingatkan kepada para petugas untuk selalu memperhatikan dan menjaga kualitas bahan pangan dan kebersihan proses pengolahan. Termasuk menghindari bahan-bahan makanan yang mudah basi guna meminimalisir terjadinya potensi keracunan. Ia juga berharap ke depan Kecamatan Way Lima dapat memiliki lebih banyak satuan pelayanan serupa agar jangkauan distribusi semakin luas dan dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. “Termasuk penggunaan bahan makanan dari hasil bumi lokal Pesawaran agar perekonomian masyarakat juga ikut tumbuh,” tambahnya. Untuk diketahui bahwa SPPG Padang Manis saat ini melayani 3.960 penerima manfaat, terdiri dari balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta peserta didik mulai dari tingkat TK, PAUD, SD, SMP, hingga SMA sederajat. SPPG ini memiliki sekitar 47 karyawan yang setiap hari mulai memasak sejak pukul 01.00 dini hari. Distribusi makanan dilakukan pada pukul 09.00 hingga 10.30 pagi untuk enam desa dan 24 sekolah. Ahli Gizi SPPG Padang Manis, Andini menerangkan bahwa proses memasak dilakukan dua kali untuk memastikan makanan tetap segar dan layak konsumsi. Metode blanching pun turut dilakukan agar sayur tidak cepat basi dan mengurangi kandungan air. “Untuk porsi pagi, kami menyiapkan makanan bagi balita, anak PAUD, TK, dan siswa SD kelas 1 sampai 3. Sesuai arahan Bupati, kami juga menghindari bahan sayur yang mudah basi seperti tauge, bayam, dan kangkung,” jelasnya. (zal)

Dukung Pelaku Usaha Lokal, Bupati Nanda Kunjungi Sejumlah Sentra UMKM di Kecamatan Way Lima

0
Pesawaran (RN)– Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., meninjau dua sentra usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kecamatan Way Lima, yakni Sentra Produsen Kerupuk di Desa Sidodadi dan Sentra Produsen Gula Semut serta Kopi Vista Abadi di Desa Banjar Negeri, Senin (27/10/2025). Dalam kunjungan tersebut, Bupati Nanda didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja, serta sejumlah perangkat daerah terkait. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif dan memperluas pasar produk unggulan lokal Pesawaran. Owner Kerupuk Nayla, Yuli Mela Sari, menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah daerah terhadap pelaku usaha. Ia menceritakan bahwa usahanya telah berdiri sejak tahun 2007 dan memproduksi berbagai jenis kerupuk seperti kerupuk ikan, jengkol, dan semprong dengan kapasitas produksi mencapai 200 kilogram per hari. Wilayah pemasarannya pun sudah meluas hingga berbagai wilayah se-Provinsi Lampung. “Alhamdulillah, hari ini kami dikunjungi oleh Ibu Bupati. Kami berharap ke depan UMKM seperti kami bisa lebih diperhatikan terutama dalam hal bantuan pemasaran dan peralatan produksi,” ujarnya. Sementara itu, Owner Vista Abadi, Ibu Siti yang merupakan pelaku usaha gula semut dan kopi organik di Desa Banjar Negeri, turut menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Vista Abadi merupakam UMKM yang memproduksi minuman tradisional segar dan menyehatkan siap saji yang 100% alami, bebas zat kimia, dan higienis. Vista Abadi saat ini memiliki 24 produk unggulan yang dijual, mulai dari jahe instan, wedang uwuh, gula semut aren, hingga produk olahan lainnya. Poduk Vista Abadi telah merambah pasar nasional hingga mancanegara seperti Korea Selatan, Singapura, dan Malaysia. “Kehadiran Ibu Bupati menjadi dukungan moral yang besar bagi kami. Saat ini kami sedang mempersiapkan sertifikasi organik untuk produk gula semut dan kopi, yang ditargetkan rampung pada tahun 2026,” ujar Ibu Siti. Dalam kesempatan itu, Bupati Nanda Indira memastikan pemerintah daerah akan terus mendukung pengembangan UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Untuk itu, branding pengemasan dari para pelaku usaha sangat penting sebagai bagian identitas usaha lokal Pesawaran. “Kualitas produk harus terus ditingkatkan, begitu juga kemasannya. Kemasan dan branding yang menarik akan meningkatkan nilai jual dan memudahkan pemasaran,” ujarnya. Tak hanya itu, kehadiran koperasi juga dinilai penting sebagai wadah yang memudahkan pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha, salah satunya melalui Koperasi Merah Putih yang menjadi salah satu gagasan Presiden Prabowo Subianto. Lebih lanjut, Bupati berharap agar produk-produk lokal dapat menjadi bagian dari daya tarik wisata daerah. Selain itu, pemerintah daerah melalui Dinas Perindag dan Dinas Koperasi akan terus mengkaji regulasi serta memberikan pendampingan agar pelaku usaha di Pesawaran semakin berdaya saing dan mandiri. “Saat ini sektor pariwisata sedang kami gencarkan. Harapannya, wisatawan yang datang ke Pesawaran bisa membawa pulang produk-produk UMKM kita sebagai oleh-oleh,” tutur Bupati Nanda. (zal)

Bupati Nanda: Organisasi Wanita Memiliki Peran Penting Mendukung Menunju Indonesia Emas 2045

Pesawaran (RN) – Bupati Pesawaran Nanda Indira, secara resmi mengukuhkan Pengurus Tim Penggerak PKK, Tim Pembina Posyandu, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi), serta Bunda Literasi Kecamatan se-Kabupaten Pesawaran periode 2025–2030. Bupati Nanda Indira menyebut, organisasi wanita memiliki peran penting dalam mendukung terwujudnya cita-cita besar Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. “Cita-cita tersebut diwujudkan dengan kerja keras dan partisipasi semua pihak. Karena saya meminta organisasi wanita di Pesawaran untuk lebih aktif dalam kehidupan sosial dan menjadi pelopor kepedulian terhadap sesama,” kata Nanda, di Lamban Agung Rumah Dinas, Jum’at (24/10/2025), Dirinya juga mengatakan, pembina Posyandu agar berperan pentingnya dalam mengatasi angka stunting di Pesawaran. Edukasi kepada ibu hamil dan menyusui perlu kembali ditegaskan agar memperhatikan asupan gizi pada seribu hari pertama kehidupan anak. “Kita mesti mengedukasi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan gizi dari protein hewani seperti telur, daging, ikan, dan susu agar anak-anak tumbuh sehat dan cerdas,” ujarnya. Selain itu, kepada jajaran Perwosi Pesawaran, Bupati Nanda menaruh harapan besar agar prestasi atlet perempuan terus meningkat, terutama dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional Korpri (Pornas) 2027 di Lampung. Kepada para Bunda Literasi Kecamatan Bupati mendorong agar gerakan literasi dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat melalui pembentukan Pojok Baca Desa. Dengan literasi, masyarakat dinilai bisa lebih kritis, cerdas, dan berdaya. “Mari jadikan desa-desa di Pesawaran sebagai pusat tumbuhnya budaya baca dan berdiskusi,” ucapnya. Sementara kepada pengurus Dekranasda Pesawaran, Bupati Nanda meminta penguatan sinergi dengan pelaku UMKM lokal guna meningkatkan perekonomian daerah. “Dekranasda harus menempatkan UMKM sebagai mitra utama. Ajak mereka meningkatkan kualitas produksi, manajemen, dan pemasaran agar UMKM kita naik kelas,” ujarnya. (Red)  

Peringati Hari Santri Nasional, Bupati Pesawaran Ajak Santri Jadi Pelaku Peradaban Dunia

0
Pesawaran (RN) — Dalam peringatan Hari Santri Nasional 2025, Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M. mengajak para santri untuk menjadi pelaku aktif dalam membangun peradaban dunia yang berkeadaban dan berkeadilan.  Hal tersebut disampaikan Bupati saat bertindak sebagai pembina apel pada peringatan Hari Santri Nasional bertema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia” di Pondok Pesantren Tahfidhul Qur’an Al-Mu’awanah, Desa Kota Jawa, Kecamatan Way Khilau, Rabu (22/10/2025). Dalam amanatnya saat membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar, Bupati menyampaikan bahwa peran pesantren dan santri memiliki peran penting dalam berbagai bidang kehidupan bangsa. Bukan sekadar lembaga pendidikan agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter, moral, dan nilai kebangsaan. Tema Hari Santri tahun ini, “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia,” mencerminkan semangat bahwa santri tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman, tetapi harus hadir sebagai penggerak kemajuan yang membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. “Santri harus tampil sebagai pelaku sejarah baru, bukan sekadar penjaga tradisi. Mereka harus mampu membawa nilai-nilai luhur pesantren ke dunia modern yang serba digital,” kata Bupati. Dalam sambutan yang dibacakan, keterlibatan pesantren dalam berbagai program prioritas pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) turut mendapat apresiasi. Kedua program ini dinilai menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup para santri di seluruh Indonesia. Bupati Nanda juga berpesan agar para santri terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, santri masa kini tidak hanya dituntut memahami kitab kuning, tetapi juga perlu menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan bahasa dunia agar mampu berperan aktif di tingkat global. “Barangsiapa yang menanam ilmu, maka ia menanam masa depan. Tanamlah ilmu dengan sungguh-sungguh, jaga akhlak, hormati guru dan kiai, serta cintai Tanah Air. Dari tangan para santrilah masa depan Indonesia akan ditulis,” pesan Bupati. Peringatan Hari Santri Nasional diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan meliputi apel peringatan, pembacaan ikrar santri, dzikir dan sholawat kebangsaan, penyerahan santunan pendidikan kepada 1.000 santri se-Kabupaten Pesawaran, penampilan kreasi santri, serta pengumuman lomba santri nasional antar pondok pesantren. (zal)

SPPG Polres Pesawaran Resmi Diluncurkan, Pemkab Siap Sukseskan Program Gizi Nasional

0
Pesawaran (RN) – Wakil Bupati Kabupaten Pesawaran Antonius Muhammad Ali, menghadiri acara Launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Pesawaran yang berlokasi di Jalan Way Ratai, Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan, pada Rabu (22/10/2025). Program SPPG ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan anak-anak sekolah mendapatkan akses terhadap makanan bergizi, sehat, dan higienis. Pelaksanaannya dilakukan secara terpadu antara Badan Gizi Nasional, pemerintah daerah, serta aparat penegak hukum, guna mempercepat pemerataan pemenuhan gizi di seluruh wilayah, termasuk Kabupaten Pesawaran. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Pesawaran beserta dinas terkait berkomitmen penuh untuk menyukseskan dan melaksanakan arahan Presiden Republik Indonesia dalam program pemberian makanan bergizi gratis tersebut. “Semoga program ini berjalan lancar dan sukses. Namun tentu, dibutuhkan peran serta seluruh stakeholder serta masyarakat dalam mewujudkan keberhasilan program ini di Kabupaten Pesawaran,” ujar Antonius. Sebagai bagian dari langkah strategis mendukung ekonomi daerah, Pemkab Pesawaran juga akan mengupayakan penggunaan bahan baku lokal yang diperoleh dari warga dan petani setempat. Langkah ini diharapkan dapat mendukung swasembada pangan, menekan angka kekurangan gizi, serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. “Dengan adanya SPPG di bawah binaan Polres Pesawaran ini, kami berharap seluruh pihak dapat berkomitmen menjalankannya dengan baik. Kita harus menjaga keselamatan dan keamanan pangan, kualitas gizi yang terukur, ketepatan waktu dan jangkauan distribusi, serta menjamin kebersihan, transparansi, dan akuntabilitas,” tambahnya. Selain itu, sinergi dan kepedulian antar pihak juga dinilai penting, agar tidak muncul persepsi negatif di masyarakat terkait kualitas makanan yang didistribusikan. Wabup berharap program ini mampu meningkatkan kualitas gizi anak dan remaja, terutama di wilayah Kabupaten Pesawaran. Kapolres Pesawaran AKBP Heri Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.I.K. dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian bersama dalam memberikan asupan gizi yang merata bagi anak-anak di wilayah kerja SPPG Polres Pesawaran, termasuk sekolah dan pondok pesantren. “Program ini diharapkan dapat bermanfaat bagi anak-anak dan ibu hamil agar ke depan tidak ada lagi warga yang kelaparan atau kekurangan gizi. Pemerintah ingin memastikan setiap anak mendapatkan hak yang sama tanpa membedakan kondisi ekonomi,” ungkap Kapolres. Sementara itu, Ketua SPPG Polres Pesawaran, M. Irfan Yasrizal Mega, menjelaskan bahwa pada periode distribusi pertama, SPPG akan menyalurkan 1.624 paket makanan bergizi yang tersebar di tiga desa, yaitu Desa Wiyono, Desa Negeri Sakti, dan Desa Kurungan Nyawa, dengan melibatkan 47 orang tenaga pelaksana, termasuk ahli gizi dan petugas masak. “Kegiatan launching ini menjadi langkah awal kolaborasi nyata antara Polres Pesawaran, Pemerintah Kabupaten Pesawaran, dan masyarakat, dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan serta memperbaiki status gizi masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya. (zal)

Bahas Pelayanan Publik, PWI dan BPN Pesawaran Gelar Audiensi 

Pesawaran (RN) – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran mengelar audiensi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten setempat, Selasa (14/10/2025). Ketua PWI Pesawaran M. Ismail mengatakan, Pertemuan ini membahas sinergi, transparansi, kolaborasi, dan pelayanan publik. “Audiensi ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan momentum penting membangun komunikasi terbuka, dan meningkatkan transparansi menangani keluhan pertanahan masyarakat,” kata Ismail didampingi, Sekretaris, Sapto Fimansis, Bendahara, Reza Utama, serta Wakil Ketua I bidang organisasi, Rama Diansyah. Ia juga menyatakan, bahwa audiensi ini menjadi langkah awal membangun sinergi antara PWI dengan BPN, sekaligus memperkuat kontribusi wartawan dalam mendukung program pembangunan di Bumi Andan Jejama. “Audiensi ini kami pandang sebagai perkenalan sekaligus ruang untuk menjalin hubungan baik antara PWI dan BPN. Kami ingin membangun sinergitas agar ke depan ada kolaborasi positif yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pesawaran, Nanang Setyawan menyambut baik kunjungan organisasi wartawan tertua se- Indonesia tersebut, kata dia, pentingnya peran media sebagai mitra strategis. “Media sangat membantu sosialisasi prosedur administrasi pertanahan agar masyarakat lebih memahami. Kami berharap media menjadi mitra strategis BPN dalam menyampaikan informasi BPN ke publik, terutama mengenai prosedur administrasi pertanahan,” kata Nanang. Nanang menilai audiensi ini menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi positif antara PWI dengan BPN, demi kepentingan masyarakat Kabupaten Pesawaran. “Kami menekankan pentingnya kemitraan yang kuat antara BPN dan PWI untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam pelayanan publik. PWI Pesawaran untuk berperan aktif dalam mengawasi kinerja BPN serta memberikan masukan yang konstruktif,” pungkasnya. (Red)

PWI Pesawaran Edukasi Kepala Sekolah di Tiga Kecamatan Tentang Jurnalistik

Pesawaran (RN) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) berkerja sama dengan Polres dan Kejaksaan Kabupaten Pesawaran menggelar sosialisasi jurnalistik dan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.  Kegiatan ini berlangsung Unit Pelaksanaan Teknis Daerah (UPTD) Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Kedondong Kabupaten Pesawaran. Dan dihadiri langsung Korcam Kedondong, Korcam Way Lima, Korcam Way Khilau dan Puluhan Peserta Kepala Sekolah. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran M. Ismail yang diwakili Sekertaris PWI Sapto Firmansis, mengatakan. PWI adalah organisasi profesi wartawan pertama di Indonesia yang berdiri pada 9 Februari 1946 di Surakarta. Tanggal lahir PWI ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional (HPN). Menurutnya, kebebasan pers seringkali disalahartikan oleh oknum-oknum di lapangan. Meskipun niatnya baik, dengan penyampaian yang kurang tepat hasilnya malah kontraproduktif. Imbasnya narasumber malah menjadi resah sehingga citra profesi ini semakin terpuruk di mata masyarakat,” kata dia, Kamis (09/10/2025). Ia mengatakan, melalui kegiatan ini Kepala Sekolah bisa mengenal anggota PWI Pesawaran, dan bisa memahami tentang Kode Ektik Jurnalistik (KEJ) dan Undang -Undang Pers. Untuk dapat menjadi anggota PWI tidak mudah, harus melalui berbagai tahap rekrutmen. “Jadi, saya pastikan tidak ada wartawan anggota PWI Pesawaran yang ke sekolah-sekolah meminta uang. Wartawan bekerja sesuai dengan penugasan dan pencarian informasi yang ditugaskan. Kalau ada wartawan seperti itu, saya pastikan bukan wartawan, tapi orang yang mengaku-ngaku wartawan,” tegasnya. Sementara itu kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesawaran yang diwakili Sekertaris, Pradana Utama sangat mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh PWI Pesawaran. “Dijaman Digitalisasi ini, masyarakat harus paham dan bisa menyaring berita itu terlebih dahulu. Siapa pun bisa menjadi wartawan tanpa memahami aturan Kode Ektik jurnalistik (KEJ),” ujarnya. Tama menambahkan, kegiatan sosialisasi semacam ini sangat penting untuk memperkuat literasi media di lingkungan pendidikan. Ia juga berharap, kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan di seluruh kecamatan di Kabupaten Pesawaran. “Harapan kami, sosialisasi Undang-Undang Pers dan penyuluhan hukum ini dapat dilaksanakan di seluruh wilayah Pesawaran, agar semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya berita yang disajikan yang benar dan berimbang,” katanya. (zal)

Bupati Nanda: Insan Pers Merupakan Corong Bagi Pemerintah Pesawaran 

Pesawaran (RN) – Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran, kumpul bersama dengan belasan organisasi wartawan yang ada di kabupaten setempat. Bupati Pesawaran Nanda Indira mengatakan, insan pers merupakan corong bagi pemerintah, untuk menyebar luaskan segala program yang telah dicanangkan oleh Nanda-Anton selama lima tahun kedepan. “Selama ini pemerintah Kabupaten Pesawaran bersama dengan insan pers di Bumi Andan Jejama, memiliki hubungan yang sangat baik, maka dari itu kita kumpul pada hari ini untuk lebih mempererat kembali tali silahtuhrami yang telah udah ada,” ujarnya. Dirinya mengatakan, Nanda Anton memiliki tagline Cerdas, Aman, Kreatif, Efektif dan Produktif (CAKEP), hal ini yang pihaknya kejar dalam 100 hari masa kerjanya setelah pelantikan. “Jadi tagline itu bukan hanya untuk gaya-gayaan selama kampanye, namun itu memang cita-cita dan harapan yang Nanda-Anton bawa untuk kemajuan Kabupaten Pesawaran,” kata dia, di Cafe Backland Desa Bagelen Kecamatan Gendong Tataan, Rabu (08/10/2025). “Selain itu juga, kami juga mengedepankan untuk perbaikan infrastruktur, dan dalam waktu dekat ini kita sedang dalam proses perbaikan di 16 ruas jalan kabupaten, dan 76 jalan lingkungan, tentunya ini dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat,” kata dia. Menurutnya, selain Infrakstruktur, pihaknya juga bertekad untuk memajukan dalam bidang pertanian dan ketahanan pangan yang ada di Pesawaran. Dirinya juga mengharapkan, setiap insan pers juga harus dapat memberikan saran dan masukan bagi pemerintah, tentunya saran dan masukan ini yang sifatnya membangun. “Saya berharap para insan pers ini dapat memberikan informasi apa saja kendala yang dialami masyarakat saya di bawah kepada kami, karena saya percaya kawan-kawan insan pers ini lebih cepat mendapatkan informasi dibandingkan kami,” katanya. (Red)

Penasehat DWP Kabupaten Pesawaran Buka Sosialisasi Organisasi Mighrul Lampung Bersatu

0
Pesawaran (RN) — Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pesawaran, Cindy Aria Anton, membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Organisasi Mighrul Lampung Bersatu yang berlangsung di Aula Kabupaten Pesawaran, Selasa (07/10/25). Kegiatan dihadiri Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Pesawaran, dan Ketua Unsur Dharma Wanita Persatuan Perangkat Daerah dan Kecamatan se- Kabupaten Pesawaran  Dalam sambutannya, Ketua DWP Kabupaten Pesawaran menyampaikan rasa bahagianya dapat hadir dan bertemu langsung dengan para anggota serta pengurus organisasi Mighrul Lappung Bersatu. Ia menilai kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang sosialisasi, melainkan juga sebagai sarana silaturahmi untuk memperkuat persatuan dan kesatuan. “Saya sangat berbahagia bisa hadir di sini, bertemu dengan rekan-rekan semua dalam rangka sosialisasi Mighrul Lappung Bersatu. Acara ini bagi kami bukan hanya sosialisasi, melainkan sarana silaturahmi untuk makin memperkuat persatuan dan kesatuan kita,” ujar Cindy Aria Anton. Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi terhadap kiprah Mighrul Lappung Bersatu yang dikenal sebagai organisasi yang peduli terhadap pelestarian budaya Lampung. Ia juga memberikan penghargaan atas peran Ketua Umum Mighrul Lappung Bersatu, Ibu Dwita Ria Gunadi Gelar Ibuan Migo, yang telah membawa organisasi tersebut semakin dikenal dan eksis di Provinsi Lampung. Sebagai Penasehat DWP Kabupaten Pesawaran, Cindy Aria Anton juga menyambut baik kegiatan sosialisasi ini. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai peran organisasi dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah, khususnya di Bumi Andan Jejama. “Kami mendorong agar semakin banyak perempuan-perempuan Pesawaran yang bisa aktif dalam kegiatan organisasi ini. Organisasi yang menempatkan budaya Lampung sebagai sesuatu yang utama, yang mesti selalu dijaga sebagai identitas kebudayaan kita,” ungkapnya. Ia juga menegaskan komitmen DWP Kabupaten Pesawaran untuk siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Mighrul Lappung Bersatu dalam upaya memajukan kebudayaan dan pembangunan daerah. “Kami juga siap untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan Mighrul Lappung Bersatu untuk kemajuan Lampung dan juga Kabupaten Pesawaran. Semoga dengan sosialisasi ini, Mighrul Lappung Bersatu bisa semakin eksis dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tutupnya. Di akhir acara, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sosialisasi oleh dua narasumber, yaitu Prof. Dr. Dra. Farida Ariyani, M.Pd dan Dr. Febriyanti, S.Pd., M.Pd, yang memberikan materi seputar peran Perempuan dalam Pemberdayaan organisasi dan Spirit Pemberdayaan Mighrul Lappung Berbasis Kearifan Lokal Lampung. (zal)

Warga Gedong Tataan Temukan Mayat Membusuk di Kebun Karet

0
Pesawaran (RN) – Warga Desa Kebagusan Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran digegerkan dengan penemuan mayat Anonim yang sudah membusuk di areal kebun karet di desa setempat, Minggu (5/10/2025). Menurut Fit (43) warga setempat mengatakan, penemuan mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut pertama kali ditemukan oleh warga sekitar yang mencium bau busuk dilokasi kejadian. Setelah dicari asal bau tersebut, lanjut dia, ternyata sesosok mayat yang sudah dalam kondisi membusuk, tergeletak di areal pohon bambu pinggir jalan disekitaran kebun karet milik PTPN. “Kondisinya sudah membusuk pak. Kalo liat dari mayatnya itu laki-laki. Tapi nggak tau siapa. Saya dan warga sini nggak ada yang kenal pak,” jelasnya. Sementara menurut salah satu anggota personel Polres Pesawaran yang datang ke lokasi kepada media ini menjelaskan. Penemuan mayat anonim ini ditemukan warga sekitar pukul 14.15 Wib. Dia mengungkapkan, mayat anonim ini berjenis kelamin laki-laki diperkirakan sudah meninggal lebih dari tiga hari. Dan setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara, mayat dibawa ke RS. Bhayangkara Bandar Lampung untuk dilakukan otopsi. “Dilokasi tidak ditemui identitas. Dan saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut terkait hal ini, termasuk dugaan apakah terdapat unsur tindak pidana atau tidak,” jelasnya. (Red)